cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal e-Biomedik
ISSN : 2337330X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal eBiomedik memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus dengan cakupan bidang kedokteran dari ilmu dasar sampai dengan aplikasi klinis.
Arjuna Subject : -
Articles 687 Documents
HUBUNGAN TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI DAN JERAWAT (ACNE VULGARIS) PADA SISWA-SISWI KELAS XII DI SMA NEGERI 1 MANADO Saragih, Dicky F.; Opod, Hendri; Pali, Cicilia
eBiomedik Vol 4, No 1 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.4.1.2016.12137

Abstract

Abstract: Acne vulgaris s a chronic inflammatory disease of the pilosebaseus unit accompanied by a blockage of the gland duct due to hoarding keratin material. It is characterized by comedones, papules, pustules, nodules, cysts, as well as scars in the area of predilection. Adolescents is a period of human development that is susceptible to acne. In general, facial acne experienced by adolescents affects their psychosocial development including declining confidence that disrupts them to actualize their potential. Self-confidence is an attitude of an individual who believes in his/her abilities, responsible for his/her actions andiss not influenced by others. This study aimed to determine the relationship between the level of confidence and acne vulgaris to the XII grade students of SMA Negeri 1 Manado. This was a correlational study with a cross sectional design. Samples were 102 students obtained by using purposive sampling technique. The Spearman Rank correlation showed a significant value of 0.422 > 0.05 (alpha/real degree). Conclusion: There was no significant relationship between the level of confidence and acne vulgaris among students to the XII Grace students of SMA Negeri 1 Manado with high level of confidence and moderate acne gradation. Keywords: acne, adolescents, confidence Abstrak: Jerawat adalah suatu penyakit peradangan kronik dari unit pilosebaseus disertai penyumbatan dari penimbunan bahan keratin duktus kelenjar yang ditandai dengan adanya komedo, papula, pustula, nodul, kista sering ditemukan pula skar pada daerah predileksi. Remaja merupakan salah satu periode dari perkembangan manusia yang rentan terhadap jerawat. Pada umumnya wajah berjerawat yang dialami remaja berpengaruh pada perkembangan psikososial termasuk kepercayaan diri yang menurun sehingga mengganggu remaja tersebut untuk mengaktualisasikan potensi yang dimilikinya. Kepercayaan diri merupakan sikap individu yang yakin pada kemampuannya sendiri, bertanggung jawab terhadap tindakannya dan tidak terpengaruh oleh orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara tingkat kepercayaan diri dengan jerawat (acne vulgaris) pada siswa-siswi berjerawat kelas XII di SMA Negeri 1 Manado. Jenis penelitian ini korelasional dengan desain potong lintang. Sampel berjumlah 102 orang dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling. Dari hasil analisis data uji korelasi Rank Spearman dengan program SPSS 20 diperoleh,nilai signifikan 0,422 > 0,05 (Alpha/ Taraf nyata). Simpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat kepercayaan diri dan jerawat pada siswa-siswi berjerawat kelas XII di SMA Negeri 1 Manado dengan tingkat kepercayaan diri tinggi dan gradasi jerawat sedang.Kata kunci: jerawat, remaja, kepercayaan diri
GAMBARAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT MALARIA DI KECAMATAN SILIAN RAYA KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Akay, Cecilia S.; Tuda, Josef S. B.; Pijoh, Victor D.
eBiomedik Vol 3, No 1 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.3.1.2015.7421

Abstract

Abstract: Malaria is a disease caused by the protozoa obligate intracellular species of Plasmodium genus. In Indonesia, malaria is a very complex problem of public health. This was a descriptive study, using questionnaires to the respondents. The study was conducted in Silian Raya (Minahasa Tenggara) during October 2014 until January 2015. There were 194 respondents. Sampling system was based on cluster random sampling in each village, then for sampling of each village we used simple random sampling. All respondents had heard about malaria disease (100%), and most respondents obtained that information from health counseling (65.5%). The knowledge that malaria was due to mosquito bites were found among 99.5% respondents, but most respondents did not know about the type of mosquitoes that caused malaria. The knowledge about the time that the mosquitoes transmitting malaria bit at night was found among 57.7% respondents. The knowledge about the breeding of malaria mosquito was found among 99.5% respondents; about signs and symptoms of malaria 99.5% respondents; and prevention of malaria 99.5% respondents.Keywords: malaria, knowledgeAbstrak: Malaria adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh protozoa obligat intraseluler dari genus Plasmodium. Di Indonesia penyakit malaria merupakan masalah kesehatan masyarakat yang multi kompleks. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif, dengan melakukan komunikasi langsung berupa wawancara atau kuesioner kepada responden. Penelitian dilakukan di Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara dan waktu penelitian di laksanakan selama bulan Oktober 2014 sampai Januari 2015 dengan responden sebanyak 194 orang dan pengambilan sampel berdasarkan sistem Cluster Random Sampling pada masing-masing desa, kemudian untuk pengambilan sampel setiap desa menggunakan Simple Random Sampling. Semua responden pernah mendengar tentang penyakit malaria (100%)dan paling banyak responden mendengar informasi tersebut dari penyuluhan kesehatan (65.5%). Untuk pengetahuan responden tentang gigitan penyebab penyakit malaria ialah oleh gigitan nyamuk (99,5%), tetapi responden paling banyak tidak tahu (68%) tentang jenis nyamuk penular penyebab penyakit malaria. Untuk Pengetahuan responden tentang waktu menggigit nyamuk penular penyebab penyakit malaria ialah malam hari (57.7%). Pengetahuan responden tentang tempat perindukan nyamuk penyebab malaria(99,5%),tanda dan gejala penyakit malaria(99,5%), dan pencegahan penyakit malaria (99,5%).Kata kunci: malaria, pengetahuan
PENGARUH BERAT BADAN TERHADAP GAYA GESEK DAN TIMBULNYA OSTEOARTHRITIS PADA ORANG DI ATAS 45 TAHUN DI RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Sumual, Angela Sarah; Danes, Vennetia R; Lintong, Fransiska
eBiomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.1.1.2013.1605

Abstract

Abstract: The friction changes  happened due to object weight increasement and friction coefficient. This research purpose is to see body weight influence at friction count, and  if there is influence of body weight at friction count with osteoarthritis appearance in people above 45 years old at Prof. Dr. R. D. Kandou General Hospital. The research method that used is descriptive analytic with cross-sectional approach, samples were determined by consecutive sampling that is taken from patients above 45 years old. Data were obtained by measuring body weight and height scale 45 subjects who fulfilled inclusive criterias, then multiply friction coefficient of synovial joint 0,003 with body weight (Newton). Data were analyzed using SPSS 20.00 and Regresi Logistic test. Male (53,3%) more often suffer Osteoarthritis than female (46,7%), with IMT overweight (82,2%) and friction 1,8 (22%). Regresi Logistic test showed that there is a significant correlation between friction (p = 0,026) and osteoarthritis appearance in people above 45 years old. But there was not significant correlation between age which affect friction (p = 0,054) and appearance of osteoarthritis.Conclusion: There was significant correlation between body weight toward friction and osteoarthritis appearance in people above 45 years old. Keywords: Body Weight, Friction, Osteoarthritis   Abstrak: Perubahan gaya gesekan disebabkan kenaikan berat objek dan koefisien gesekan. Penelitian ini bertujuan membuktikan pengaruh berat badan terhadap gaya gesek, dan jika terdapat pengaruh dari berat badan terhadap gaya gesek dengan timbulnya osteoarthritis pada orang diatas 45 tahun di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou. Metode dalam penelitian ini yaitu deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, sampel ditentukan secara konsekutive sampling, diambil dari pasien berumur diatas 45 tahun. Data diperoleh dengan melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan pada 45 subjek yang memenuhi kriteria inklusi, kemudian mengalikan koefisien gesekan sendi synovial 0,003 dengan berat badan (Newton). Data dianalisis menggunakan SPSS 20.00 dan uji Regresi Logistik. Pria (53,3%) lebih sering menderita Osteoarthritis daripada wanita (46,7%), IMT overweight (82,2%) dan gaya gesekan 1,8 (22%). Hasil uji regresi logistik menunjukan bahwa ada hubungan bermakna antara berat badan yang mempengaruhi gaya gesekan (p = 0,026) dan timbulnya osteoarthritis pada orang diatas 45 tahun. Namun tidak didapatkan hubungan signifikan antara umur yang mempengaruhi gaya gesek (p = 0,054) dan timbulnya osteoarthritis pada orang diatas 45 tahun. Simpulan: Ada hubungan bermakna antara berat badan terhadap gaya gesek dan timbulnya osteoarthritis pada orang diatas 45 tahun. Kata kunci: Berat Badan, Gaya Gesek, Osteoarthritis
INFEKSI PARASIT USUS PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI PESISIR PANTAI KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Tangel, Finka; Tuda, Josef S. B.; Pijoh, Victor D.
eBiomedik Vol 4, No 1 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.4.1.2016.10838

Abstract

Abstract: Parasite infection is still an endemic disease that can be found in any place in Indonesiathat can cause problems in public health, especially for children in elementary school age. The purpose of this research is to describe the intestinal parasite infection in children at coastal area in Wori district, North Minahasa regency. The method of this research is descriptive survey. The subject of this research is student class I to VI of GMIM Budo and Kima Bajo elementary school in Wori district.The result of this research according to the finding of the stool examination: hookworm infection 4.7%, Entamoeba coli 39%, Chilomastix mesnili 3.1%, Blastocystis hominis 3.1%, Giardia lambia 3.9% and mixed infection 1.5 %.Keywords: intestinal parasite, children, elementary school.Abstrak: Penyakit akibat parasit usus masih merupakan penyakit endemik yang dapat ditemukan di berbagai tempat di Indonesia yang dapat menyebabkan masalah kesehatan masyarakat, khususnya pada anak yang masih dalam usia sekolah dasar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran infeksi parasit usus pada anak sekolah dasar di pesisir pantai Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian survei deskriptif.Subjek penelitian ini adalah anak SD GMIM Budo dan SD Negeri Kima Bajo kelas I sampai VI. Hasil penelitian berdasarkan pemeriksaan tinja, didapatkan infeksi cacing tambang 4,7%, Entamoeba coli 3,9%, Chilomastix mesnili 3,1%, Blastocystis hominis 3,1%, Giardia lambia 3,9% dan infeksi campuran 1,5%.Kata kunci: parasit usus, anak SD
HUBUNGAN ANTARA DERAJAT PENYAKIT GINJAL KRONIK DENGAN NILAI AGREGASI TROMBOSIT DI RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Tandi, Melti; Mongan, Arthur; Manoppo, Firginia
eBiomedik Vol 2, No 2 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.2.2.2014.5076

Abstract

Abstract: Chronic kidney disease has got a lot of attention and more widely studied despite reached end stage renal failure, patients still live a long life witha fairly good quality of life although the prevalence is increases throughout the year. one of the circumstances in chronic kidney disease is uremia which is a clinical and laboratory syndrome that occurs inorgans. In uremia interference with platelet function, the production ofprostacyclinin blood vesselswould increase, and excessurea levels in blood would be a potential vasodilator and platelet aggregation antagonist. Methods: An analytic observational cross-sectional study. Samples were patients that diagnosed with chronic kidney disease at the Hospital Clinic of Nephrology-Hypertension Prof. Dr.R. D.Kandou Manado in December toFebruary 2014. Criteria included were patients  <80 years old and has been diagnosed with chronic kidney disease in this case had done a physical examination and investigations by doctors, using medical record of urea-creatinine and also a complete blood countand platelet aggregation in Prokita Laboratory Manado. Forstatistical analysisusedShapiro-Wilk testalsoPearsonCorrelationstest. Result: There were 20 patients with chronic kidney disease sampled in this study. It was found that there is a relationship between of urea-creatinine and aggregation results in trace ADP5(P=0.004) while the value ADP10 no significant correlation(P =0.399). Conclusion: In chronic kidney disease patients, urea-creatininewiththe value of platelet aggregation intrace ADP5had a relation ship while intrace ADP10 had not a relationship. Keywords: Chronic kidney disease, platelet aggregation.
GAMBARAN EMPATI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI ANGKATAN 2011 Runtuwarow, Stardia; Pasiak, Taufiq F.; Ticoalu, Shane H.R.
eBiomedik Vol 5, No 1 (2017): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.5.1.2017.15630

Abstract

Abstract: Empathy is a potential psychological motivator for helping others in distress. Empathy can be defined as the ability to feel or imagine another person?s emotional experience. The ability to empathize is an important part of social and emotional development, affecting an individual?s behavior toward others and the quality of social relationships. This was a descriptive quantitative study using cross sectional design. Empathy scale questionnaires were filled in by 76 students of the Faculty of Medicine, University of Sam Ratulangi Manado who were active as co-assisants at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital. The results showed that the majority had high empathy, with an average overall score of empathy of female co-assistants was higher than of male co-assistants. Conclusion: Empathy of students of Faculty of Medicine, University of Sam Ratulangi batch 2011 was categorized as high.Keywords: emphaty, medical students Abstrak:. Empati adalah motivator potensi psikologis untuk membantu orang lain yang dalam kesulitan. Empati dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk merasakan atau membayangkan pengalaman emosional orang lain. Kemampuan untuk berempati merupakan bagian penting dari perkembangan sosial dan emosional, memengaruhi perilaku individu terhadap orang lain dan kualitas hubungan sosial. Jenis penelitian ini ialah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan desain potong lintang. Angket skala empati diisi oleh 76 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado yang sedang aktif menjalankan tugas sebagai co-assisant di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Hasil penelitian menunjukkan hasil empati mayoritas tinggi, dengan rerata keseluruhan skor empati perempuan lebih tinggi dibandingkan dari laki-laki. Simpulan: Gambaran empati mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Angkatan 2011 tergolong tinggi.Kata kunci: empati, mahasiswa Kedokteran
PERBANDINGAN DETEKSI PLASMODIUM SPP. ANTARA CARA PEMERIKSAAN MIKROSKOPIK SEDIAAN DARAH TIPIS DENGAN TEKNIK POLYMERASE CHAIN REACTION Cambey, Rilvia Mona
eBiomedik Vol 2, No 1 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.2.1.2014.3755

Abstract

Abstract: Malaria disease is one of the priority of the health programs because it affects the Human Development Index, which result in icreased mortality among infants, toddlers, pregnant woman and adults. WHO noted that in 2010 there was 219 million cases of malaria with mortality rate of 660.0000 annually.Until now, the microscopic method who has many limitation is  still the gold standard in malaria examination. On other side, Polymerase Chain Reaction which proved accurate as it can identify Plasmodium up to the stage of DNA is not yet use as routine examination of Malaria Disease. The purpose of this study was compare the sensitivity and specificity of detection Plasmodium spp. using the gold standard Microscopic examination (thin blood smear)  with the Polymerase Chain Reaction (PCR) method. The design of this study is Diagnostic Test with a sample of 30 people whoose blood was drawn in malaria patients who come to the RSU Budi Mulia Bitung and RS Manembo-nembo since September 2013- Januari 2014. Blood taken made into a thin blood smear  then extracted and proceeded  to PCR. Then from the result of both test, diagnostic test applied to determine the level of sensitivity,spesificity,positif predictive value, and negatif predictive value. Results: The level of sensitivity of the PCR was 100%,specificity 60%, positif predictive value 83,33&, and negatif predictive value 100%.Conclusion: PCR is more accurate in determining the plasmodium species and produce fewer errors than the diagnosis of Microscopic examination thin blood smears. Keywords: Microscopic Examination, Thin blood smear, Polymerase Chain Reaction (PCR), sensitivity, specificity   Abstrak: Malaria merupakan salah satu prioritas program kesehatan karena mempengaruhi Human Development Index yang mengakibatkan meningkatnya angka kematian pada bayi, balita, ibu hamil, dan orang-orang dewasa. WHO mencatat pada tahun 2010 terdapat 219 juta kasus malaria dengan angka kematian 660.000 setiap tahunnya. Sampai sekarang ini, metode mikroskopis yang memiliki banyak keterbatasan masih menjadi standar baku emas dalam pemeriksaan malaria. Dilain pihak Polymerase Chain Reaction yang terbukti akurat karena dapat mengidentifikasi plasmodium sampai pada tahap DNA belum dijadikan pemeriksaan rutin penyakit malaria.Tujuan : Penelitian ini membandingkan tingkat sensitivitas dan spesifisitas deteksi Plasmodium spp menggunakan pemeriksaan baku emas yaitu mikroskopik sediaan darah tipis dengan Polymerase Chain Reaction (PCR). Metode : Penelitian ini merupakan penelitian uji diagnostik dengan sampel sejumlah 30 orang yang darahnya diambil  pada pasien malaria yang datang ke RSU Budi Mulia dan RS Manembo-nembo sejak bulan September 2013 - Januari 2014. Darah yang diambil, dibuat menjadi hapusan darah tipis, kemudian diekstraksi dan di lanjutkan ke pemeriksaan PCR. Kemudian dari hasil kedua pemeriksaan, dilakukan uji diagnostik untuk mengetahui tingkat sensitivitas, spesifisitas, nilai duga positif dan nilai duga negatif. Hasil: Tingkat sensitivitas PCR sebesar 100%, spesifisitas sebesar 60%, nilai duga positif sebesar 83,33% dan nilai duga negatif sebesar 100%.Simpulan: PCR lebih akurat dalam menentukan spesies plasmodium dan lebih sedikit menghasilkan kesalahan diagnosis daripada pemeriksaan mikroskopik sediaan darah tipis.Kata Kunci: Pemeriksaan Mikroskopis, Sediaan Darah Tipis,Polymerase Chain Reaction (PCR), Sensitivitas, Spesifisitas.
GAMBARAN PROFIL LIPID PADA REMAJA OBES DI KOTA BITUNG Senduk, Billy; Bodhi, Widdhi; Kepel, Billy J.
eBiomedik Vol 4, No 1 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.4.1.2016.10847

Abstract

Abstract: Obesity is a condition of increased body weight because of sexcessive fat accumulation in the body. The prevalence of obesity is increasing becoming one of the things that concern in Indonesia, especially in urban areas. Obesity is also associated with blood lipid levels that can cause dyslipidemia. Lipid profile can be observed by levels of total cholesterol, LDL, HDL, and triglycerides. Dyslipidemia has related with the occurrence of atherosclerosis and lead to acute myocardial infarction. This research used a descriptive observational study with cross sectional design. The samples were taken from adolescents obesity as measured by waist circumference. The amount of sample that is willing to sign an informed consent 50 samples. Based on the measurement of waist circumference of 966 students obtained 220 obese students (22.8%) and were taken 50 obese students who are willing to become a sample. From the results of blood samples examination of the 50 obese students was obtained 13 students (26%) had total cholesterol levels above normal, 31 students (62%) had HDL levels below normal, 41 students (82%) had LDL levels above normal, and 6 students (12%) have triglyceride levels above the normal value.Keywords: obesity, adolescents, lipid profileAbstrak: Obesitas adalah kondisi meningkatnya berat badan akibat akumulasi lemak berlebihan dalam tubuh. Prevalensi obesitas yang terus meningkat menjadi salah satu hal yang dikhawatirkan di Indonesia, terutama di perkotaan. Obesitas juga berkaitan dengan kadar lipid darah yang dapat menyebabkan dislipidemia. Profil lipid adalah keadaan lemak yang dilihat dari kadar kolesterol total, LDL, HDL, dan Trigliserida. Dislipidemia memiliki hubungan erat dengan terjadinya aterosklerosis dan berujung pada infark miokard akut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasional deskriptif dengan desain cross sectional study. Sampel penelitian diambil dari remaja obesitas yang diukur berdasarkan lingkar pinggang. Jumlah sampel penelitian yang bersedia menandatangani informed consent 50 sampel. Berdasarkan hasil pengukuran lingkar pinggang 966 siswa didapatkan 220 siswa (22,8%) mengalami dan diambil 50 siswa obesitas yang bersedia untuk dijadikan sampel penelitian. Dari hasil pemeriksaan sampel darah terhadap 50 siswa obesitas tersebut didapatkan 13 siswa (26%) memiliki kadar kolesterol total diatas normal, 31 siswa (62%) memiliki kadar HDL dibawah normal, 41 siswa (82%) memiliki kadar LDL diatas normal, dan 6 siswa (12%) memiliki kadar trigliserida diatas nilai normal.Kata kunci: obesitas, remaja, profil lipid
GAMBARAN PEMERIKSAAN MIKROSKOPIK BASIL TAHAN ASAM PADA PASIEN DIAGNOSA KLINIK LEPRA DI POLI PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN DI BLU RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Soumilena, Herlina; Soeliongan, Standy; Buntuan, Velma
eBiomedik Vol 2, No 2 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.2.2.2014.5192

Abstract

Abstract: Leprosy or Hansen Morbus (MH), is a chronic infection of Mycobacterium leprae which mainly affects the skin and nervous system, Mycrobacterium leprae shaped bacillus with a size of 3-8 um x 0.5, acid and alcohol resistant gram-positive as well as some of the factors that affect M.leprae include: duration of contact, closeness, nutritional status, immune status, and environment to establish the diagnosis of leprosy is necessary to do history taking, physical examination, special examination (sensibility and nerves) and laboratory Examination of Acid Bacillus (AFB) staining using 3 different methods, namely staining Thian Hok Tam, Zeihl Neelsen staining, staining Flourokrom.The Goal of this research is To be able to know and do the bacteriological examination in patients with clinical diagnosis of Morbus Hansen Method: The study was a descriptive research study in do in the Skin and Venereal diseases Poly BLU Prof. Dr. R. D. Kandou hospital. Sample management is done at the Laboratory of Microbiology, Faculty of Medicine, University of North Sulawesi Sam Ratulangi This study was done in November 2013-20 January 2014. Results of the study sample was found to be largely male samples 13 samples (65%) while 7 samples of women (35%). of 20 samples were examined in the number of patients found positive 11 samples (55%) and 9 samples negatife (45%), so the results of this study indicate that more men compared women, of 20 samples examined were found 11 samples showed positive results and 9 negative samples Keywords: mycrobacterium leprae, basil resistant acid, laboratory tests.    Abstrak: Kusta atau Morbus Hansen (MH), adalah infeksi kronis dari Mycobacterium lepraeyang sebagian besar mempengaruhi kulit dan system saraf, Mycrobacterium.leprae berbentuk basil dengan ukuran 3-8 Um x 0,5; tahan asam dan alcohol serta gram positif beberapa faktor yang mempengaruhi M. leprae antara lain: lama kontak, keeratan, status gizi , status imun, dan lingkungan Untuk menetapkan diagnosis penyakit kusta perlu di lakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan khusus (sensibilitas dan saraf) dan pemeriksaan laboratorium Pemeriksaan  Basil Tahan Asam (BTA) menggunakan 3 macam metode pewarnaan yaitu pewarnaan Tam Thian Hok, pewarnaan Zeihl Neelsen, pewarnaan Flourokrom. Tujuan: untuk dapat mengetahui dan melakukan pemeriksaan bakteriologi pada pasien dengan diagnosa klinik Morbus Hansen. Metode Penelitian: penelitian merupakan penelitian deskriptif yang di lakukan di Poli penyakit Kulit dan Kelamin BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou. Pengelolaan Sampel di lakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Sulawesi Utara. Penelitian ini di lakukan pada bulan November 2013- Januari 2014. Hasil dari 20 Sampel penelitian ditemukan sebagian besar sampel 13 sampel pria (65%) sedangkan 7 sampel wanita (35%), dari 20 sampel yang di periksa di temukan jumlah pasien positif 11 sampel (55%) dan 9 sampel negatif (45%), jadi dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pria lebih banyak di bandingkan Wanita, dari 20 sampel yang di periksa ditemukan 11 sampel menunjukan hasil positif dan 9 sampel negatif. Kata kunci: mycrobacterium Leprae, basil tahan asam, pemeriksaan laboratorium.
GAMBARAN FOTO WATERS PADA PENDERITA DENGAN DUGAAN KLINIS SINUSITIS MAKSILARIS DI BAGIAN RADIOLOGI FK UNSRAT/SMF RADIOLOGI BLU RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE 1 JANUARI 2011–31 DESEMBER 2011 Posumah, Allan Hespie; Ali, Ramli Hadji; Loho, Elvie
eBiomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.1.1.2013.1176

Abstract

Abstract: Sinusitis is an inflammation of the mucous membranes that can be on one or several paranasal sinuses, and the most commonly affected are the maxillary sinus and etmoidalis sinus. An anamnesis and physical examination can already diagnonse suspect of maxillary sinusitis. Radiological examination perfomed to get an early diagnose. Photo Waters is one of the best examination because can already diagnose an abnormality in maxillary sinus with 85 % and 80  % sensivity and specifity. This study aims is to know the description of Photo Waters in patient with suspect of maxillary sinusitis based on age, sex, and description of Photo Waters in Radiology Department of BLU Prof. Dr. R. D. Manado Kandou within period 1st January 2011 to 31st December 2011. This research is retrospective descriptive study. The data was a request and answer form of Photo Waters in Radiology Department and analyze in descriptive form. The number of patients with maxillary sinusitis radiology diagnose in the Radiology Department of BLU Prof. Dr. R.D. Kandou are 60 patients. Most cases are women in the amount of 56.67%, with 30-40 years age is the most common. With the results of description of Photo Waters in poor veil image is 71.67%. Keywords: Maxillary sinus, Photo Waters, sinusitis. Abstrak: Sinusitis merupakan suatu peradangan membran mukosa yang dapat mengenai satu ataupun beberapa sinus paranasal, dan yang paling sering terkena yaitu sinus maksilaris dan sinus etmoidalis. Anamnesis dan pemeriksaan fisik sudah dapat mencurigai adanya sinusitis maksilaris. Untuk mendapatkan diagnosis yang lebih dini diperlukan pemeriksaan radiologis. Foto Waters merupakan pemeriksaan yang paling baik karena sudah mampu mendiagnosis suatu kelainan di sinus maksilaris dengan sensitifitas dan spesifisitas yaitu 85% dan 80%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Foto Waters pada penderita dengan dugaan klinis sinusitis maksilaris berdasarkan jenis kelamin, umur, dan hasil gambaran Foto Waters di Bagian Radiologi BLU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode 1 Januari-31 Desember 2011. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif. Data berupa lembaran permintaan dan jawaban Foto Waters di Bagian Radiologi dan diolah dalam bentuk deskriptif. Jumlah penderita dengan diagnosis radiologis sinusitis maksilaris di Bagian Radiologi BLU RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou sebanyak 60 penderita. Kebanyakan kasus adalah perempuan yaitu sebesar 56,67%, dengan umur tebanyak 30-40 tahun. Dengan hasil gambaran Foto Waters terbanyak pada gambaran perselubungan yaitu 71,67%. Kata kunci: Foto Waters, sinus maksilaris, sinusitis.

Page 1 of 69 | Total Record : 687