cover
Contact Name
Ali Mashuri
Contact Email
mediapsi@ub.ac.id
Phone
+628976322223
Journal Mail Official
mediapsi@ub.ac.id
Editorial Address
Department of Psychology Building A, 4th Floor Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Brawijaya Jalan Veteran, Malang, 65145, East Java - Indonesia Phone: +628976322223 Email: mediapsi@ub.ac.id
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
MEDIAPSI
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 24776459     EISSN : 25492004     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.mps
MEDIAPSI accepts original research papers covering all areas of psychology including: general and experimental, industrial and organizational, social, developmental, educational, and clinical. Unfortunately, we currently do not accept review articles to be published in MEDIAPSI.
Articles 74 Documents
Gambaran Tingkat Kesejahteraan Psikologis Penyandang Tunanetra Dewasa Muda Brebahama, Alebanyo; Listyandini, Ratih Arruum
Mediapsi Vol 2, No 1 (2016): JUNE
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.286 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2016.002.01.1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran tingkat kesejahteraan psikologis pada tunanetra yang berada pada usia dewasa muda, dengan melibatkan 36 orang tunanetra yang berusia antara 20–40 tahun serta berdomisili di DKI Jakarta. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat ukur hasil adaptasi dari Psychological Well-being Scale yang dikembangkan oleh Ryff. Setelah dilakukan uji validitas konstruk dan reliabilitas melalui konsistensi internal diperoleh 31 item dengan α=0,93. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa 69% responden memiliki skor kesejahteraan psikologis yang tergolong tinggi, sedangkan 31% lainnya memiliki skor kesejahteraan psikologis yang tergolong rendah. Dimensi kesejahteraan psikologis yang paling tinggi adalah pada aspek personal growth, sedangkan yang paling rendah adalah pada aspek autonomy.
Konflik Peran dan Perundungan (Bullying) di Tempat Kerja: Studi Meta-analisis Silviandari, Ika Adita
Mediapsi Vol 4, No 2 (2018): DECEMBER
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.722 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2018.004.02.1

Abstract

This study examines the relationship between role conflict and workplace bullying through meta-analysis technique. A total of 11 research articles and 20 research data were studied based on the inclusion criteria of this study and analyzed to find correlations between both variables. The results showed the correlation between role conflict and workplace bullying with r=0.34. From the results, it can be said that significant correlation between role conflict and workplace bullying do exist. The estimated correlation value of this study is consistent with previous meta-analysis studies in similar topic.Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara konflik peran dan perundungan (bullying) di tempat kerja melalui teknik meta–analisis. Sebanyak 11 artikel penelitian dan 20 data penelitian diteliti berdasarkan kriteria inklusi dan kemudian dianalisis untuk menemukan korelasi antara kedua variabel tersebut. Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara konflik peran dan perundungan di tempat kerja dengan nilai r=0.34. Hasil ini bermakna bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara konflik peran dan perundungan di tempat kerja. Estimasi nilai korelasi penelitian ini sejalan dan konsisten dengan penelitian meta-analisis sebelumnya dengan topik serupa.
Apa Saya Khawatir Karena Fear of Negative Evaluation? Sebuah Studi Pada Remaja Putera, Kokoh Dwi; Yuniardi, Muhammad Salis; Masturah, Alifah Nabilah
Mediapsi Vol 6, No 1 (2020): June
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.523 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2020.006.01.3

Abstract

Adolescence is a period characterised by teenagers’ feelings that problems in life are much more complicated than the periods that come before (childhood) or after it (adulthood). This is the case particularly because adolescence lasts quickly and many changes occur during the period. One of the prevalent disorders commonly experienced by adolescents is generalized anxiety disorder (GAD). We assumed in the present research that fear of negative evaluation (FNE) may influence the GAD. Building upon this assumption, the goal of this research was to examine the extent to which FNE explains GAD. Participants were 475 students from 9 high schools in Malang, who were recruited based on probability or random sampling. The data were then analysed quantitatively using simple linear regression. The results showed that FNE was a significant positive predictor of GAD, implying that the high levels of FNE were related to high levels of GAD, and, vice versa, low levels of FNE were related to low levels of GAD. Masa remaja adalah masa dimana setiap problematika hidup terasa lebih berat daripada masa-masa sebelum (kanak-kanak) atau setelahnya (dewasa). Hal ini dikarenakan masa remaja berlangsung dengan cepat dan ditandai dengan banyak perubahan. Salah satu gangguan yang prevalensinya cukup tinggi yang dialami oleh remaja adalah generalized anxiety disorder (GAD). Peneliti mengasumsikan bahwa fear of negative evaluation (FNE) dapat mempengaruhi GAD tersebut. Mengacu pada asumsi ini, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji sejauh mana FNE dapat mempengaruhi GAD. Subjek penelitian adalah 475 siswa dan siswi dari 8 SMA di Kota Malang, yang direkrut atas dasar probability sampling.  Data kemudian dianalisis secara kuantitatif menggunakan regresi linear sederhana (simple linear regression). Hasil penelitian menunjukkan bahwa FNE menjadi prediktor positif yang signifikan dalam menjelaskan GAD.  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi FNE maka akan semakin tinggi juga GAD, begitupun sebaliknya jika semakin rendah FNE maka akan semakin rendah juga GAD.
Pengaruh Tayangan Humor Terhadap Short Term Memory pada Mahasiswa Baru Lathifah, Ningrum Baha; Ramli, Amir Hasan; Faizah, Faizah
Mediapsi Vol 1, No 1 (2015): DECEMBER
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.676 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2015.001.01.2

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk pengetahui pengaruh tayangan humor terhadap short term  memory. Metode humor mampu mengurangi hormon kortisol dan hormon epinephrine sehingga informasi yang diterima dapat diantar ke otak untuk proses storage dan recall. Metode penelitian yaitu metode eksperimental dengan rancangan randomized matched two group design. Penelitian dilakukan kepada 50 partisipan mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya dan terdiri dari 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen masing-masing 25 partisipan. Hasil uji independent sample t-test menyatakan bahwa terdapat pengaruh tayangan humor terhadap kemampuan Short Term Memory partisipan dengan nilai signifikansi 0,001 yang lebih kecil dari 0,05.
SELF-ESTEEM DAN HARDINESS SEBAGAI PREDIKTOR SUCCESSFUL AGING LANSIA YANG TINGGAL SENDIRI Amaheka, Briskia Grace Augita; Christiana, Soetjiningsih Hari
Mediapsi Vol 5, No 1 (2019): JUNE
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.592 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2019.005.01.3

Abstract

The purpose of this study is to examine the effect of self-esteem and hardiness on successful aging in the elderly who live alone. This research is a quantitative study with 142 participants who lived alone (at least living with a partner, not with children) in 6 cities in Central Java, which were obtained using a purposive sampling technique. Data were obtained using Successful Aging Scale (Rowe and Kahn), Rosenberg Self-Esteem Scale (Rosenberg) and Short Hardiness Scale (Bartone). The results of this study indicate that simultaneous self-esteem and hardiness as predictors of successful aging in elderly people who live alone (minimum life with a partner, not with children), seen from the obtained Fcount value of 35.963 and Ftable of 2.670 (Fcount > Ftable) and a significance value of 0,000 (p <0,05). That is, this study provides practical implications, namely when the elderly who live alone have high self-esteem and hardiness, it will affect the high successful aging of the elderly in their old age.
Peran Academic Dishonesty dalam Menjelaskan Hubungan Antara Self-Regulated Learning dan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Prestasi Akademik Sarirah, Thoyyibatus; Rachmayani, Dita; Supriyono, Yoyon
Mediapsi Vol 3, No 1 (2017): JUNE
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.343 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2017.003.01.1

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat peranan academic dishonesty dalam menjelaskan hubungan antara self-regulated learning dan dukungan sosial teman sebaya dengan prestasi akademik. Sampel penelitian berjumlah 327 mahasiswa Universitas Brawijaya dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan regresi berganda dengan variabel moderator. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat hubungan antara self-regulated learning dan dukungan sosial teman sebaya dengan prestasi akademik akan tetapi dukungan sosial teman sebaya tidak berhubungan dengan prestasi akademik. Sementara academic dishonesty berperan sebagai moderator dalam hubungan antara self-regulated learning dengan prestasi akademik.
Pengaruh Kualitas Kehidupan Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Hasmalawati, Nur; Hasanati, Nida
Mediapsi Vol 3, No 2 (2017): DECEMBER
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.5 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2017.003.02.1

Abstract

This study aims to determine the effect of Quality of Work Life (QWL) and work motivation on employee performance. Subjects in this study were 50 TB-HIV Cadres, consisting of 36 women and 14 men whose ages ranged from 18 to 63 years old. This study applied multiple linear regression in analyzing data obtained from Likert-scale questionnaires. The results show that the QWL is significantly influential on performance, with R Square 0.313 and p-value 0.000, meaning that the QWL affects performance with 31% contribution. Meanwhile, the rest was influenced by other variables. However, work motivation seems to have no effect on performance (p>0.05). The practical implication of this study would be the more the manager is taking care of their employee’s QWL, the higher the performance of their employee will be. This subsequently may result in more productive employee in improving services to the society.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas kehidupan kerja atau Quality of Work Life (QWL) dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. Subjek dalam penelitian ini adalah adalah Kader TB-HIV yang berjumlah 50 orang, terdiri dari 36 orang perempuan dan 14 orang laki-laki dengan rentang usia antara 18-63 tahun. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear ganda untuk menganalisis data yang diperoleh dari kuesioner-kuesioner berbentuk skala Likert. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas kehidupan kerja secara signifikan berpengaruh terhadap kinerja. Hal ini dapat dilihat dari nilai R Square sebesar 0.313 dan nilai p sebesar 0.000 yang bermakna bahwa kualitas kehidupan kerja sebagai variabel bebas mempengaruhi variabel terikat yaitu kinerja sebesar 31%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Sementara itu, motivasi kerja tidak memiliki efek terhadap kinerja (p>0,05). Implikasi praktis dari penelitian ini adalah semakin tinggi kehidupan kerja karyawan, maka semakin tinggi pula kinerja karyawan. Hal ini selanjutnya dapat membuat karyawan lebih produktif dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Work-Family Enrichment dan Work Engagement pada Karyawan yang Sudah Menikah Susilo, Diaz Fahmi Zakiy; Prahara, Sowanya Ardi
Mediapsi Vol 5, No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1372.929 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2019.005.02.5

Abstract

The current research aims to examine the relationship between work-family enrichment and work engagement among married employees. The design of the current research was a correlational survey in which the data were analysed using the Pearson’s product moment correlation. Among 39 married employees at Wisma Wisma Yogyakarta who were drawn on the basis of the purposive sampling, the result revealed as hypothesised that work-family enrichment was significantly and positively correlated with work engagement. We discuss this empirical finding in terms of theoretical and practical implications, as well as directions for future studiesPenelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara work-family enrichment dengan work engagement pada karyawan yang sudah menikah. Penelitian ini didesain sebagai survei korelasional dimana data dianalisis menggunakan Pearson’s product moment correlation. Subjek penelitian adalah 39 karyawan yang sudah menikah, yang direkrut atas dasar purposive sampling. Hasil penelitian mendukung hipotesis yang ditetapkan dimana work-family enrichmentberhubungan secara signifikan ke arah positif dengan work engagement. Temuan penelitian ini didiskusikan baik dari segi implikasi teoretis dan praktis, serta saran-saran untuk penelitian lanjutan
Stres, Motivasi Berprestasi, Bersyukur, dan Perceived Social Support: Analisis Optimisme pada Mahasiswa Penerima Beasiswa Bidikmisi Musabiq, Sugiarti A; Sari, Adilla; Dewi, Hervi Utami Kusuma; Erdiaputri, Widya Aktivana; Assyahidah, Lu’lu Nurrahiimah
Mediapsi Vol 4, No 1 (2018): JUNE
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.201 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2018.004.01.3

Abstract

This study aimed to investigae the relationship between optimism with stress, gratitude, achievement motivation, and perceived social support on students of Bidikmisi Scholarship, an educational funding for prospective students who could not afford higher education costs yet have excellent academic potential to study at universities on top-tier undergraduate programs for the specified time period. This study used quantitative approach with correlational design. A total of 300 students from four different classes at University of Indonesia participated in this study. Of these, only 253 participant data (70 men and 183 women) could be analyzed. Data were collected by asking participants to complete series of questionnaires consisting of Life Orientation Test-Revised (LOTR) for optimism, Gratitude Questionaire-Six Items (GQ-6) for gratitude, Achievement Motives Scale-Revised (AMS-R) for achievement motivation, Perceived Stress Scale (PSS) for stress, and Social Provisions Scale (SPS) for social support. The results showed a significant relationship between optimism and stress (r=-0.158; p<0.05); optimism and achievement motivation (r=0.15; p<0.05); optimism and gratitude (r=0.267; p<0.05); and optimism and perceived social support (r=0.351; p<0.05). The result reveals that the higher the level of optimism that Bidikmisi Scholarship students have, the higher their gratitude, achievement motivation, and perceived social support become, and the lower the level of their stress will be.Penelitian ini dilakukan untuk menunjukkan hubungan antara optimisme dengan stres, rasa syukur, motivasi berprestasi, dan persepsi dukungan sosial pada mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Sebanyak 300 mahasiswa dari empat kelas di Universitas Indonesia berpartisipasi dalam penelitian ini. Dari 300 data, hanya 253 data peserta (70 pria dan 183 wanita) yang bisa diproses. Penelitian dilakukan dengan meminta peserta mengisi kuesioner yang terdiri dari Life Orientation Test-Revised (LOTR) untuk optimisme, Gratitude Questionaire-Six Items (GQ-6) untuk rasa syukur, Achievement Motives Scale-Revised (AMS-R) untuk motivasi berprestasi, Perceived Stress Scale (PSS) untuk stres, dan Social Provisions Scale (SPS) untuk dukungan sosial. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara optimisme dan stres (r=-0.158; p<0.05); optimisme dan motivasi berprestasi (r=0.15; p<0.05); optimisme dan rasa syukur (r=0.267; p<0.05); dan optimisme dan dukungan sosial yang dirasakan (r=0.351; p<0.05). Hal ini bermakna bahwa semakin tinggi tingkat optimisme mahasiswa, maka semakin tinggi pula rasa syukur, motivasi berprestasi, dan dukungan sosial yang dirasakan, serta semakin rendah tingkat stresnya.
Analisa Profil Jabatan dan Collective Self Esteem pada Pencapaian Peak Performance Pegawai Negeri Sipil Ilhamuddin, Ilhamuddin; Megawati, Yunda; Akhrani, Lusy Asa
Mediapsi Vol 2, No 1 (2016): JUNE
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.726 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2016.002.01.7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pencapaian peak performance, mengetahui tingkat pemahaman pegawai tentang profil jabatan mereka, mengetahui gambaran collective self esteem, serta mengetahui pengaruh profil jabatan dan collective self esteem terhadap pencapaian peak performance Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 91 orang yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan ketentuan level jabatan staff, status PNS, sudah memiliki SK Pengangkatan, masa kerja minimal dua tahun, pendidikan minimal Sarjana Strata-1, dan usia produktif antara 21-55 tahun. Penentuan jumlah sampel  menggunakan rumus Slovin dari 1000 orang jumlah populasi. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Profil Jabatan yang disusun berdasarkan teori Landy dan Conte (2004), Skala Collective Self Esteem yang disusun berdasarkan teori Luthanen dan Crocker (1992), dan Skala Peak Performance yang disusun berdasarkan teori Landy dan Conte (2004). Analisis data hasil penelitian menggunakan uji hipotesis analisis regresi linier berganda, didapatkan hasil bahwa pegawai memiliki informasi profil jabatan yang rendah, collective self esteem yang rendah pula, sehingga tidak dapat mencapai peak performance dalam pekerjaan mereka.