cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
MIMBAR AGRIBISNIS: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis
Published by Universitas Galuh
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis merupakan jurnal berkala yang memuat hasil-hasil penelitian sosial ekonomi pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
OPTIMASI AGROINDUSTRI STROBERI OPTIMIZATION AGROINDUSTRI STRAWBERRIES Rofatin, Betty; Nuryaman, Hendar; Suyudi, Suyudi
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 1, No 3 (2016): Juli 2016
Publisher : Faculty of Agriculture, University of Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.649 KB) | DOI: 10.25157/ma.v1i3.48

Abstract

Penggunaan sumberdaya yang optimal merupakan salah satu faktor penting yang akan menentukan keberhasilan produksi. Maka dari itu, kombinasi yang tepat dalam penggunaan sumberdaya yang tersedia dalam proses produksi harus dilakukan secara optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi aktual dan optimal agroindustri berbahan baku stroberi serta selisih penerimaan sebelum dan sesudah dilakukan optimasi. Metode yang digunakan adalah studi kasus dan penentuan lokasi secara purposive. Analisis menggunakan Linear Programming. Hasil penelitian menunjukkan Kondisi aktual berdasarkan penggunaan bahan baku adalah 40 kg untuk dodol stroberi, 20 kg untuk selai stroberi dan 20 kg untuk sirup stroberi. Berdasarkan penggunaan tenaga kerja adalah 24 JKO untuk dodol stroberi, 4 JKO untuk selai stroberi dan 4 JKO untuk sirup stroberi, sehingga dengan 30 kg dodol stroberi, 12 kg selai dan 17,5 kg (?35 botol) sirup stroberi, diperoleh penerimaan sebesar Rp. 2.505.000. Kondisi optimal berdasarkan penggunaan bahan baku adalah 39,67 kg untuk dodol stroberi, 40,33 kg untuk sirup stroberi, dan tidak memproduksi selai stroberi. Berdasarkan penggunaan tenaga kerja adalah 23,86 JKO untuk dodol stroberi, 8,14 JKO untuk sirup stroberi, sehingga dengan 29,83 kg dodol stroberi dan 35,37 kg (? 71 botol) sirup stroberi diperoleh penerimaan Rp. 2.552.716. Perbedaan penerimaan sebelum dan sesudah dilakukan optimasi adalah Rp. 47.716.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP EFISIENSI USAHA AYAM SENTUL DI KABUPATEN CIAMIS Isyanto, Agus Yuniawan; Sudradjat, Sudradjat
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 1, No 3 (2016): Juli 2016
Publisher : Faculty of Agriculture, University of Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.845 KB) | DOI: 10.25157/ma.v1i3.39

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) Tingkat efisiensi usaha ayam Sentul di Kabupaten Ciamis, dan (2) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap efisiensi usaha ayam Sentul di Kabupaten Ciamis. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Ciamis dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 36 peternak. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan sekunder. Analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap efisiensi usaha ayam Sentul dilakukan dengan menggunakan persamaan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Peternak yang inefisien dalam melaksanakan usaha ayam Sentul (R/C<1) sebanyak 13 orang (36,11%), impas (R/C=1) sebanyak 1 orang (2,78%), dan efisien (R/C>1) sebanyak 22 orang (61,11%), dan (2) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap efisiensi usaha ayam Sentul adalah produktivitas, jumlah kepemilikan ayam, dummy pelatihan, pendidikan dan pengalaman. Efisiensi teknis, umur dan jumlah anggota keluarga tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi usaha ayam Sentul.
HUBUNGAN TINGKAT PARTISIPASI ANGGOTA DENGAN KINERJA GABUNGAN KELOMPOK TANI (Suatu Kasus di Gapoktan Kopi Arjuna, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat) Mustika, Intan Gita; Sulistyowati, Lies
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 3, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Faculty of Agriculture, University of Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.103 KB) | DOI: 10.25157/ma.v3i2.341

Abstract

Gapoktan Kopi Arjuna merupakan salah satu gabungan kelompok tani kopi yang berlokasi di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Dalam perkembangannya Gapoktan mengalami kemunduran dalam kekompakan antar anggota Gapoktan, yang selanjutnya akan berpengaruh terhadap tingkat partisipasi dan kinerja Gapoktan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan manfaat yang diperoleh anggota dengan tingkat partisipasi anggota Gapoktan, dan hubungan tingkat partisipasi anggota Gapoktan dengan kinerja Gapoktan. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, sedangkan pengambilan responden menggunakan teknik purposive. Metode analisis  menggunakan korelasi Rank Spearman dan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa manfaat yang diperoleh anggota adalah kerjasama yang baik dengan pengurus, berhubungan baik dengan sesama anggota, mengikuti kegiatan pembinaan dan pelatihan, jaminan pemasaran kopi dan peningkatan pendapatan. Tingkat partisipasi anggota yang tinggi adalah menjual kopi ke Gapoktan. Hasil uji korelasi antara manfaat yang diperoleh anggota dan tingkat partisipasi anggota menunjukkan hubungan yang signifikan dan termasuk kategori korelasi yang lemah. Demikian juga korelasi antara tingkat partisipasi anggota dan kinerja Gapoktan menunjukkan hubungan yang signifikan dan termasuk kategori korelasi yang lemah.Kata kunci : Manfaat, tingkat partisipasi, kinerja Gapoktan, kopi.
PERSEPSI PETANI TERHADAP PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK PADA USAHATANI MENDONG Tedjaningsih, Tenten; Suyudi, Suyudi; Nuryaman, Hendar
MIMBAR AGRIBISNIS: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 3, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.422 KB) | DOI: 10.25157/ma.v3i1.76

Abstract

Changing a habit is not an easy job, let alone that has great risks as they relate to social and cultural issues. In understanding of technological innovation requires mental readiness to take the decision to adopt it through a process of perception, because the rate of adoption of an innovation depends on the perceptual characteristics of the adopter of innovation that includes the company telnologi relative advantage, the level of conformance level of complexity, can be tried and can be observed. The purpose of this study to examine the relationship between the characteristics of the farmers, the communication behavior and support efforts by the perception of farmers to use organic fertilizer on crops mendong. Partially, the data were analyzed using Spearman Rank analysis, while simultaneously using Kendall concordance coefficient W. Analysis Research was conducted in February-November 2016 using the method of survey. Sampling using simple random sampling against rushes farmers in Sub Manonjaya with a total sample of 30 farmers.The results showed the internal characteristics of the farmers, support the business climate as well as the perception of farmers on organic farming fertilization mendong included in the medium category and communication behavior are included in the low category. Simultaneously there is a relationship between the internal characteristics of the farmers, the communication behavior and support the business climate by perception of farmers on the use of organic fertilizer to the level of the relationship is very close. Partially that have a relationship with the perception of the use of organic fertilizers is the communication behavior and the support of the business climate. Guidance to the farmers both individually and institutionally still needs to be done to encourage farmers to use organic fertilizer on farm mendong.
ANALISIS PERMINTAAN TELUR AYAM RAS (Suatu Kasus di Kecamatan Seruyan Hilir Kabupaten Kuala Pembuang Kalimantan Tengah) Bandrang, Tirsa Neyatri
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 1, No 1 (2015): Juli 2015
Publisher : Faculty of Agriculture, University of Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.651 KB) | DOI: 10.25157/ma.v1i1.32

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan telur ayam ras serta menganalisis tingkat elastisitas permintaan telur ayam ras di Kecamatan Seruyan Hilir. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan faktor yang mempengaruhi permintaan telur ayam ras meliputi harga telur ayam ras itu sendiri, harga ikan asin, harga ikan bandeng, pendapatan rumah tangga, jumlah anggota keluarga dan tingkat pendidikan ibu rumah tangga berpengaruh nyata terhadap variabel terikat yaitu permintaan telur ayam ras. Secara individual faktor harga telur ayam ras itu sendiri, harga ikan asin, harga beras, pendapatan rumah tangga dan jumlah anggota keluarga berpengaruh nyata terhadap permintaan telur ayam ras sedangkan untuk harga ikan bandeng dan tingkat pendidikan formal ibu rumah tangga tidak berpengaruh nyata terhadap variabel terikat. Tingkat elastisitas permintaan telur ayam ras di kecamatan Seruyan hilir, untuk elastisitas harga bersifat inelastis, dimana suatu kenaikan harga telur ayam ras akan menyebabkan perubahan jumlah yang diminta lebih kecil dari perubahan harga. Nilai koefisien elastisitas harga adalah -0,175. Untuk elastisitas silang untuk harga ikan asin dan harga beras adalah negatif yang merupakan barang komplementer (pelengkap) dan positif terhadap ikan bandeng yang merupakan barang substitusi (pengganti). Sedangkan elastisitas pendapatan adalah positif 0,843 menunjukkan bahwa permintaan telur ayam ras merupakan elastisitas pendapatan inelastis yang bersifat barang normal yaitu apabila telur ayam ras mengalami kenaikan dalam permintaan sebagai akibat dari kenaikan pendapatan.Berdasarkan hasil ini, disarankan bahwa upaya lebih lanjut untuk meningkatkan produksi telur ayam ras harus selalu dibuat dalam rangka memenuhi peningkatan kebutuhan konsumsi dan untuk mengejar standar yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Seruyan.
ESTIMASI EFISIENSI TEKNIS DAN EKONOMIS USAHATANI KEDELAI (Glycine max L.) PADA LAHAN SAWAH Nuryaman, Hendar
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 1, No 2 (2016): Januari 2016
Publisher : Faculty of Agriculture, University of Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.813 KB) | DOI: 10.25157/ma.v1i2.53

Abstract

Bertambahnya populasi penduduk Indonesia, peningkatan pendapatan perkapita dan kesadaran masyarakat akan gizi makanan serta kebutuhan akan industri pangan dan pakan yang berbahan baku kedelai, dimasa mendatang proyeksi permintaan akan kedelai terus meningkat. Hanya sekitar 35 persen dari total kebutuhan yang dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri. Keadaan ini tidak dapat dibiarkan terus-menerus, mengingat potensi lahan cukup luas, teknologi, dan sumberdaya lainnya cukup tersedia. Untuk menekan laju impor kedelai dapat diupayakan melalui berbagai strategi diantaranya peningkatan produktivitas, perluasan areal tanam dan peningkatan efisiensi pada faktorfaktor produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Pengaruh faktor-faktor produksi secara terhadap produksi usahatani kedelai, (2) Efisiensi faktor-faktor produksi secara teknis dan ekonomis pada usahatani kedelai, dan (3) Estimasi penambahan atau pengurangan faktor-faktor produksi. Penelitian dilakukan di Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan adalah survai eksplanatory (Explanatory survey). Penarikan sampel menggunakan teknik penarikan sampel berstrata dengan jumlah ukuran sampel sebanyak 97 orang. Data dianalisis menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglass dan pendekatan fungsi produksi frontier. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh penggunaan faktor produksi secara teknis, dimana lahan, benih dan tenaga kerja berpengaruh terhadap produksi pada lahan luas dan lahan sedang, pupuk organik hanya berpengaruh pada lahan luas. Pada lahan sempit, hanya faktor produksi lahan yang berpengaruh terhadap produksi. Secara ekonomis, analisis simultan variabel yang diamati baik itu pada lahan luas, sedang maupun pada lahan sempit berpengaruh nyata terhadap produksi. Sedangkan secara parsial pada lahan luas dan lahan sedang variable lahan, benih dan tenaga kerja berpengaruh nyata. Sedangkan pada lahan sempit, variabel lahan, urea, KCL dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani kedelai. Tingkat efisiensi secara teknis pada lahan luas, sedang dan sempit sudah mencapai tingkat yang efisien. Secara ekonomis pada lahan luas, sedang dan sempit tidak ada faktor produksi yang tepat efisien atau NPMXi/PXi=1. Faktor-faktor produksi kebanyakan berada pada kondisi yang tidak efisien baik itu pada lahan luas, sedang maupun sempit, dengan kata lain penggunaannya terlalu berlebihan sehingga perlu dikurangi.
OPTIMALISASI SEKAM PADI BEKAS AYAM PETELUR TERHADAP PRODUKTIVITAS TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans) Iskandar, Aceng
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 1, No 3 (2016): Juli 2016
Publisher : Faculty of Agriculture, University of Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.092 KB) | DOI: 10.25157/ma.v1i3.44

Abstract

Dalam peningkatan produksi hortikultura, khususnya sayuran di Indonesia selama ini masih menggunakan sistem pertanian konvensional dengan masukan input luar. Semakin tinggi biaya produksi terhadap pertumbuhan tanaman budidaya, maka akan mengakibatkan semakin tinggi pula masukan input luar seperti pestisida dan pupuk yang diberikan terhadap tanaman.Banyak orang yang menanam kangkung hanya untuk sekedar dikonsumsi sendiri dan melepas hobi bercocok tanam. Namun dalam bercocok tanam sering kali yang menjadikan masalah adalah lahan yang dimiliki tidak dapat ditanami tanaman sesukanya. Jika ingin menanam tanaman, maka dibutuhkan lahan tanah yang cukup luas. Daerah perkotaan saat ini sudah jarang memiliki lahan yang luas yang dapat digunakan sebagai media bercocok tanam. Akan tetapi saat ini banyak berbagai cara yang dapat dilakukan untuk sekedar meluapkan hobi bertanam, salah satunya adalah dengan budidaya kangkung dalam polybag dengan tambahan sekam padi bekas ayam petelur. Polybag adalah menanam tanaman ke dalam kantong plastik hitam. Cara ini dapat digunakan untuk membudidayakan tanaman kangkung, selain tidak membutuhkan lahan yang luas cara ini juga sangat mudah dan hemat untuk dilakukan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan hasil tanaman kangkung darat ( Ipomoea reptans) dilakukan untuk mengetahui pengaruh sekam padi yang berasal dari kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan produksi kangkung darat (Ipomoea reptans), menggunakan bahan dalam berbudidayanya seperti benih kangkung ( Ipomoea reptans), dan sekam padi yang berasal dari kotoran ayam. Budidaya tanaman kangkung merupakan budidaya tanaman yang menggunakan tahapan-tahapan budidaya seperti langkah awal adalah sediakan media tanam dengan menggunakna polybag,masukan tanah dan campuran sekam padi bekas kotoran ayam ke dalam polybag, usahakan untuk memberikan pupuk organik sehingga tanaman yang akan dihasilkan akan terbebas dari bahan kimia yang berbahaya, pilihlah bibit kangkung yang unggul dengan kualitas yang baik dan tidak busuk atau cacat. Penyemaian bibit kangkung dilakukan ke dalam polybag. Setelah bibit kangkung mulai tumbuh hingga terdapat 3 sampai 5 helai daun lalu pindahkan ke dalam polybag yang sudah disiapkan. Dalam satu polybag dapat menampung sekitar 3 sampai 5 batang kangkung untuk mendapatkan nutrisi yang cukup dan juga dapat tumbuh dengan baik. Lakukan penyiraman dalam waktu 2 kali dalam sehari agar tanah tidak kering dan juga tidak terlalu lembab. Hasil analisis usaha kangkung darat memiliki nilai keuntungan yaitu berdasarkan perhitungan R/C ratio yaitu diperoleh 2,59 dengan menggunakan sekam padi bekas kotoran ayam petelur dan yang tidak menggunakan sekam padi ( control) diperoleh R/C ratio yaitu 1,71. Jadi usaha kangkung darat, setiap Rp. 1,- biaya yang dikeluarkan akan mendapatkan penerimaan sebesar Rp. 2,59 (perlakuan dengan menggunakan sekam padi bekas kotoran aya) dan Rp. 1,71 ( pada perlakuan control).
PERENCANAAN SISTEM PRODUKSI PADA MANAJEMEN RANTAI PASOK SAYURAN Kharisma, Anggita; Perdana, Tomy
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 3, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Faculty of Agriculture, University of Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.381 KB) | DOI: 10.25157/ma.v3i2.462

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok Tani Katata dengan tujuan untuk menganalisis sistem produksi pada manajemen rantai pasok produk sayuran dalam memenuhi permintaan pasar terstruktur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengadaan produk di Kelompok Tani Katata saat ini belum mampu memenuhi permintaan dari Giant Supermarket akibat dari replikasi perencanaan sistem produksi yang dilakukan berdasarkan sistem produksi untuk produk reguler dan tidak disesuaikan dengan permintaan pasar. Sistem produksi yang dapat dilakukan oleh Kelompok Tani Katata dalam memenuhi permintaan pasar terstruktur adalah dengan merubah sistem produksinya dalam hal ini dilakukan penjadwalan produksi dan pengalokasian input sesuai dengan permintaan dari Giant Supermarket. Kata kunci: Sistem Produksi, Model Perencanaan Produksi, Manajemen Rantai Pasok
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PETANI DALAM MEMILIH WAKTU PANEN JAGUNG (Kasus Pada Petani Jagung di Kabupaten Serang Provinsi Banten) Anggraeni, Dian
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 1, No 1 (2015): Juli 2015
Publisher : Faculty of Agriculture, University of Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.809 KB) | DOI: 10.25157/ma.v1i1.29

Abstract

Jagung merupakan komoditas pangan kedua setelah padi dan sumber kalori atau makanan pengganti beras disamping itu juga sebagai pakan ternak.  Kebutuhan jagung akan terus meningkat dari tahun ke tahun, sejalan dengan peningkatan taraf hidup ekonomi masyarakat dan kemajuan industri pakan ternak.  Kasryno (2006), mengemukakan bahwa jagung dapat dimanfaatkan untuk pangan, pakan dan bahan baku industri. Tingginya permintaan untuk jagung tua (pipilan) di daerah Banten, tidak secara langsung mendorong petani untuk melakukan pemanenan jagung tua (pipilan).  Fenomena menunjukan masih banyak petani yang melakukan pemanenan jagung muda. Dalam memutuskan untuk memilih waktu panen, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi keputusan tersebut diantaranya umur, pendidikan, pengalaman usahatani, permodalan, luas lahan yang dimiliki petani, faktor harga, serta berkaitan dengan kemudahan uang tunai yang akan diperoleh petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam memilih waktu panen jagung.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Metode penentuan sampel menggunakan simplerandom sampling dengan total sampel sebanyak 101 petani jagung. Data dianalisis dengan menggunakan regresi logistik. Hasil dari penelitian ini adalah  secara simultan faktor umur, pendidikan, pengalaman usahatani, luas lahan, modal, harga dan kemudahan mendapatkan uang tunai berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan petani dalam memilih waktu panen jagung. Secara parsial, faktor pengalaman (X3), luas lahan usahatani (X4), modal (X5), harga(X6) dan kemudahan mendapatkan uang tunai(D), berpengaruh nyata terhadap keputusan petani dalam memilih waktu panen jagung, sedangkan faktor umu(X1) dan faktor pendidikan (X2) berpengaruh tidak signifikan terhadap keputusan petani dalam memilih waktu panen jagung.
FLUKTUASI HARGA CABAI MERAH KERITING (Capsicum annum L) DI SENTRA PRODUKSI DAN PASAR INDUK (Tinjauan Harga Cabai Merah Keriting di Kecamatan Cikajang dan Pasar Induk Kramat Jati Jakarta) Sukmawati, Dety
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 1, No 2 (2016): Januari 2016
Publisher : Faculty of Agriculture, University of Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.486 KB) | DOI: 10.25157/ma.v1i2.58

Abstract

Cabai merah merupakan salah satu komoditas yang memiliki fluktuasi harga yang cukup besar. Fluktuasi harga cabai merah dapat disebabkan oleh besarnya jumlah penawaran dan besarnya jumlah permintaan. Semakin tinggi jumlah penawaran maka harga akan rendah, sedangkan semakin sedikitnya jumlah penawaran harga akan semakin meningkat (ceteris paribus). Harga cabai merah yang sangat fluktuatif menjadikan komoditas ini sulit untuk dapat diprediksi (Murhalis , 2007) . Berdasar sifat dan masalahnya rancangan penelitian ini termasuk deskriptip yaitu untuk mengetahui tinjauan harga caba merah keriting dan disertai statistik deskriptif untuk mengetahui fluktuasi/stabilitas harga cabai merah keriting di sentra produksi dan pasar induk . Penelitian ini menggunakan data time series harga cabai merah pada sentra produksi cabai merah keriting Cikajang Kabupaten Garut dan Pasar Induk Kramat Jati, dengan menggunakan data harga cabai merah keriting harian pada tahun 2014 . Data yang digunakan bersumber dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jawa Barat dan dianalisis dengan menggunakan program EVIEWS 8. Fluktuasi harga cabai merah kertiitng di ke 2 tempat mengalami fluktuasi harga yang tinggi dari jenis sayuran lainnya. Cabai merah merupakan komoditas yang mengalami fluktuasi harga setiap waktu. Dalam kurun waktu 10 tahun perkembangan harga cabai merah di 2 tempat mengalami fluktuasi dengan rentang yang berbeda. Harga di pasar induk lebih berfluktuasi dari sentra produksi . Hal ini berdasar hasil analisis standar deviasi sentra produksi Cikajang (15165,64) dan Pasar Induk Kramat Jati (18302,01). Ketidakstabilan harga tersebut dikarenakan di pasar mekanisme pasar tidak bekerja, distribusi antar pelaku pasar tidak adil hal ini menunjukkan bahwa pasar cabai merah tidak efisien atau tidak sehat. Pasar tidak sehat ditunjukkan dengan harga terlalu murah akan merugikan produsen, dan harga terlalu mahal merugikan konsumen, hal ini terjadi akibat perubahan penawaran dan permintaan yang menimbulkan fluktuasi harga sehingga fluktuasi harga secara ekonomi akan menyulitkan prediksi bisnis.

Page 1 of 15 | Total Record : 147