cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
pharmacon@unsrat.ac.id
Editorial Address
Pharmacy Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Science, Sam Ratulangi University, Manado, North Sulawesi, Indonesia, 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
PHARMACON
ISSN : 23022493     EISSN : 27214923     DOI : 10.35799
Core Subject : Health,
Pharmacon is the journal published by Pharmacy Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sam Ratulangi University, Indonesia (P-ISSN: 2302-2493 E-ISSN: 2721-4923). Pharmacon was established in 2012 and published four times a year. Pharmacon is an open access journal and has been indexed by main indexing Google Scholar, GARUDA, Crossref.
Arjuna Subject : -
Articles 806 Documents
KAJIAN PENATALAKSANAAN TERAPI PADA PASIEN GASTRITIS DI INSTALASI RAWAT INAP RSUP PROF DR. R .D. KANDOU MANADO TAHUN 2013 Rondonuwu, Andrea Ariel
PHARMACON Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : PHARMACON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Gastritis occured by the inflammation from stomach mucosal caused by the irritation and infection factors. If this disease is left, it will damage the function of the stomach and increase the risk of stomach cancer which will cause death. The purpose of this study was to review the management of hospitalized gastritis patients therapy in RSUP Prof. Dr. R. Kandou Manado in 2013 using Standard Operational Procedures (SOP) of RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado in 2011. This study is a descriptive research with retrospective data collection. The samples that taken were the medical record data with gastritis as the main diagnose without complication of hispitalized patients in 2013. The result shows that the drug usage on the management of drug abuse treatment in gastritis patients are compatible with SOP, except the usage of antibiotics which are not compatible because the infection bacteria are not found on those patient. There are other additional therapies like solution of electrolyte, antiemetic, analgesic and antipyretic and antidiarrheal.   Key words : Gastritis, Management of Therapy, Standard Operational Procedures  (SOP)       ABSTRAK Gastritis merupakan peradangan (inflamasi) dari mukosa lambung yang disebabkan oleh faktor iritasi dan infeksi. Bahaya penyakit gastritis jika dibiarkan terus menerus akan merusak fungsi lambung dan dapat meningkatkan risiko untuk terkena kanker lambung hingga menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji tatalaksana terapi pasien gastritis yang menjalani rawat inap di Instalasi Rawat Inap  RSUP  Prof. Dr. R. D. Kandou Manado menggunakan Standar Prosedur Operasional (SPO) RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado  Tahun 2011. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel yang diambil ialah data rekam medik pasien dengan diagnosa utama gastritis tanpa komplikasi yang menjalani rawat inap pada tahun 2013. Hasilnya menunjukkan bahwa tatalaksana terapi penggunaan obat pada pasien gastritis menggunakan obat-obat sesuai Standar Prosedur Operasional (SPO), kecuali penggunaan antibiotik tidak sesuai karena pada pasien gastritis tidak ditemukan adanya infeksi bakteri. Ada juga terapi tambahan yaitu larutan elektrolit, antiemetik, analgesik dan antipiretik dan antidiare.   Kata kunci : Gastritis, Tatalaksana Terapi, Standar Prosedur Operasional (SPO)
EVALUASI PENYIMPANAN DAN PENDISTRIBUSIAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT SILOAM MANADO Julyanti, Julyanti
PHARMACON Vol 6, No 4 (2017): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.6.2017.17712

Abstract

EVALUASI PENYIMPANAN DAN PENDISTRIBUSIAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT SILOAM MANADOJulyanti1), Gayatri Citraningtyas1), Sri Sudewi1)1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115 ABSTRACTPoor drug storage can cause drug damage as well as hospital losses, so medications should be stored well in order to stay awake until the drug is distributed to the patient. The distribution of drugs includes delivery of medicinal preparations provided by the Pharmaceutical Installation to patients with safety and accuracy of the drug, patient accuracy, timeliness, date, time, method of administration, personal accuracy of the drug provider to the patient as well as the integrity of the drug. This study aims to evaluate the storage and distribution of drugs in Siloam Hospitals Manado using descriptive observational methods and evaluation with data collection techniques prospects. The result of the research shows that the Pharmacy Installation of Siloam Hospitals Manado in applying the storage and distribution procedure of medicine in the warehouse is mostly in accordance with the provisions in the hospital pharmaceutical service standard based on the Regulation of the Minister of Health, but must be added with the ventilated window and also apply the drug storage based on therapeutic class Or efficacy. The distribution of drugs using the method of centralization, so that all medicines and medical devices are served directly from Pharmacy Installation.Keywords:  Evaluation, Drug Storage, Drug Administration, Siloam Hospitals Manado ABSTRAKPenyimpanan obat yang tidak baik dapat menyebabkan kerusakan  obat serta kerugian pada rumah sakit, sehingga obat harus disimpan dengan baik agar tetap terjaga sampai obat didistribusikan ke pasien. Distribusi obat mencakup penghantaran sediaan obat yang telah disediakan instalasi farmasi ke pasien dengan keamanan dan ketepatan obat, ketepatan penderita, ketepatan jadwal, tanggal, waktu, metode pemberian, ketepatan personal pemberi obat kepada penderita serta keutuhan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penyimpanan dan pendistribusian  obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Siloam Manado menggunakan metode observasional yang bersifat deskriptif dan evaluasi dengan teknik pengumpulan data secara prospekti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instalasi Farmasi Rumah Sakit Siloam Manado dalam menerapkan prosedur penyimpanan dan pendistribusian obat di gudang sebagian besar sudah  sesuai  dengan ketentuan dalam standar pelayanan kefarmasian rumah sakit berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan, namun harus ditambahkan dengan adanya jendela berventilasi dan juga menerapkan penyimpanan obat berdasarkan kelas terapi atau khasiat. Pendistribusian obat menggunakan metode sentralisasi, sehingga semua obat-obatan dan alat kesehatan dilayani langsung dari Instalasi Farmasi.Kata Kunci:  Evaluasi, Penyimpanan Obat, Pendsitribusian Obat, Rumah Sakit Siloam Manado                                                                                                                                        
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA PELAJAR DI SD INPRES SUKUR KECAMATAN AIRMADIDI KABUPATEN MINAHASA UTARA Koem, Zitty A.R.
PHARMACON Vol 4, No 4 (2015): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.4.2015.10219

Abstract

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA PELAJAR DI SD INPRES SUKUR KECAMATAN AIRMADIDI KABUPATEN MINAHASA UTARA   Zitty A.R Koem1), Barens Joseph1), Recky C. Sondakh1) 1)Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi ABSTRACT School children are capitol point and asset for future developed which need to keep, improve and protect them to stay healthy. Healthy and clean life behavior is a second factor most influenced the health of individual, group and society after environment factor. Based on Edi Paulik (2010) research, only 5,5% people have a good and complete health attitude, include the healthy and clean life behavior. To determine relationship between student knowledge and student attitude with healthy and clean life behavior in INPRES elementary school of Sukur, Airmadidi, North Minahasa.The study was a survey analytic with cross sectional approach. This study was do in INPRES elementary school of Sukur in april 2014 to june 2014. Sample in this study is 112 children. Data sources from questioner and live interview. Analysis of unvaried and bivaried using Chi_Square test in SPSS program are use in this study.Statistical test result show there have a strong relationship between student knowledge with healthy and clean life behavior (p = <0,001), same with statistical test result for student attitude with healthy and clean life behavior show there have a strong relationship ( p = <0,005). Conclusion of this study is there have a strong relationship between student knowledge and student attitude with healthy and clean life behavior in INPRES elementary school of Sukur, Airmadidi, North Minahasa.   Key Word: Student Knowledge, Student Attitude, Healthy and Clean Life Behavior. ABSTRAK   Anak sekolah merupakan asset atau modal utama pembangunan dimasa depan yang perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya. Perilaku hidup yang bersih dan sehat merupakan factor kedua terbesar setelah factor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu, kelompok, atau masyarakat. Sesuai penelitian Edi Paulik (2010), hanya 5.5% orang memiliki perilaku kesehatan yang lengkap dan baik, termasuk didalamnya perilaku hidup bersih dan sehat. Tujuan   Penelitian untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan siswa dan sikap siswa dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada pelajar di SD Inpres Sukur Kecamatan Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara.Jenis penelitian ini adalah Survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Sekolah Dasar INPRES Sukur Kecamatan Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara pada bulan April tahun 2014 sampai Juni tahun 2014. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 112 orang. Data diperoleh melalui kuesioner dan wawancara langsung. Analisis data dilakukan meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-square pada program SPSS.Hasil uji statistic menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan siswa dengan perilaku hidup bersih dan sehat (p = <0,001), begitu juga dengan hasil uji statistic antara sikap siswa dengan perilaku hidup bersih dan sehat yang menunjukkan adanya hubungan yang bermakna (p = <0,005). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan siswa dan sikap siswa dengan perilaku hidup bersih dan sehat di SD INPRES sukur Kecamatan Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara. Kata Kunci: Pengetahuan Siswa, Sikap Siswa, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, PHBS.
PENGARUH EKSTRAK ETANOL BUAH KETUMBAR (CORIANDRUM SATIVUM L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI ALOKSAN Umbu Sogara, Putri Permatasari
PHARMACON Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : PHARMACON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTCoriander fruit (Coriandrum sativum L.) has been used and exploited by native people asdrugs to decrease blood sugar levels. The aim of this study was to examine the ability ofethanol extract of the Coriander fruit (Coriandrum sativum L.) to decrease blood sugar levelsof alloxan-induced rats. This study was used 15 white male rats which induced with alloxansolution intravenously at dose 130mg/KgBW and divided into 5 groups, which were positivecontrol (glibenclamide 1:26 mg/kg), negative control (CMC 0.5%), and treatment groups(fruit extract dose coriander 0:09 g/KgBW, 12:18 g/KgBW, 12:36 g/kg). The treatments weredone on day 7, after the rats had been induced by alloxan, and the blood sugar measurementswere done on day 7, day 11 and day 15 after treatments were given. The percentage of bloodsugar levels decreasing of rats were analyzed by Oneway ANOVA test and Duncan test (? =0.05 level). Results of statistical analysis shows that there are significant differences betweenthe dose of coriander friut extracts and negative control, and there are no significantdifferences between the dose of coriander fruit extracts 12:09 g/KgBW, 12:18 g/KgBW,12:36 g/KgBW and positive control.Key words : Blood Sugar Levels, alloxan, White Male Rats Wistar, Coriandrum sativum L.ABSTRAKBuah ketumbar (Coriandrum sativum L.) sejak lama digunakan dan dimanfaatkan olehmanusia sebagai obat untuk menurunkan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untukmenguji ekstrak etanol buah ketumbar (Coriandrum sativum L.) terhadap penurunan kadargula darah tikus putih yang diinduksi aloksan. Penelitian ini menggunakan 15 ekor tikus putihjantan yang diinduksi dengan larutan aloksan dengan dosis 130mg/KgBB secara intravenadan dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kontrol positif glibenklamid 1.26 mg/KgBB,kontrol negatif CMC 0.5%, kelompok perlakuan ekstrak buah ketumbar dosis 0.09 g/KgBB,0.18 g/KgBB, 0.36 g/KgBB. Pemberian perlakuan dilakukan setelah 7 hari diinduksi aloksandan pengukuran kadar gula darah dilakukan pada hari ke-7, hari ke-11 dan hari ke-15 setelahdiberikan perlakuan. Persentase penurunan kadar gula darah tikus dianalisis dengan ujiOneway ANOVA dan uji Duncan (? = 0.05). Hasil analisa statistik menunjukan bahwaterdapat perbedaan bermakna antara ekstrak etanol dengan kontrol negatif dan tidak adaperbedaan yang bermakna antara ekstrak buah ketumbar dosis 0.09 g/KgBB, 0.18 g/KgBB,0.36 g/KgBB dengan kontrol positif yang berarti ekstrak etanol buah ketumbar mempunyaiefek yang sama dengan kontrol positif.Kata kunci : Kadar Gula Darah, Aloksan, Tikus Putih Jantan Galur Wistar, Coriandrumsativum L.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK RIMPANG LENGKUAS MERAH (ALPINIA PURPURATA K.SCHUM) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI KLEBSIELLA PNEUMONIAE ISOLAT SPUTUM PADA PENDERITA PNEUMONIA RESISTEN ANTIBIOTIK SEFTRIAKSON Abubakar, Poetry M.S.; Fatimawali, Fatimawali; Yamlean, Paulina V.Y.
PHARMACON Vol 8, No 1 (2019): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.22611

Abstract

UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK RIMPANG LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata K.Schum) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Klebsiella pneumoniae ISOLAT SPUTUM PADA PENDERITA PNEUMONIA RESISTEN ANTIBIOTIK SEFTRIAKSONPoetry Melinda S Abubakar1), Fatimawali1), Paulina V. Y. YamLean1)1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115ABSTRACTRed galangal rhizome is a plant that has various properties including antifungal and antibacterial. Red galangal rhizomes contain a class of flavonoids, phenols and terpenoids, which can be, used as basic ingredients of modern medicines. Flavonoids and phenols are also known to inhibit microbes. Flavonoids can inhibit microbes that have been resistant to antibiotics. This study aims to determine the antibacterial activity of red galangal rhizome extract (Alpinia purpurata K.Schum) and test its inhibitory effect on the growth of Klebsiella pneumoniae bacteria in sputum isolates in patients with pneumonia resistant ceftriaxone antibiotics. Red galangal rhizome plant was extracted by maceration method using 96% ethanol. Antibacterial inhibitory tests were carried out using the disc and well method. The results showed that the red galangal extract of rhizome had a inhibitory effect on the bacterium Klebsiella pneumoniae. On the disc method for concentrations of 100%, 75%, 50%, 25% and 12.5% the diameter of the inhibition zone is 9.6 mm, 8.68 mm, 8.5 mm, 8.5 mm and 7.6 mm. The inhibition ability of bacterial growth on the disc method is categorized as moderate because it has an average inhibition zone diameter of 5-10 mm. Whereas in the well method for concentrations of 100%, 75%, 50%, 25% and 12.5% the diameter of the inhibition zone was 25.8 mm, 20 mm, 15.6 mm, 12.7 mm and 9.7 mm, respectively. The inhibition ability of bacterial growth in the well method for 100% concentration is categorized as very strong because it has an average inhibition zone diameter of >20 mm, for concentrations of 75%, 50% and 25% it is categorized as strong because it has an average inhibition zone of 10- 20 mm and for a concentration of 12.5% it is categorized as moderate because it has an average inhibition zone diameter of 5-10 mm.Keywords: Red galangal rhizome, Alpinia purpurata K.Schum, Klebsiella pneumoniaABSTRAKRimpang Lengkuas merah merupakan tanaman yang memiliki berbagai khasiat di antaranya sebagai antijamur dan antibakteri. Rimpang Lengkuas merah mengandung golongan senyawa flavonoid, fenol dan terpenoid yang dapat digunakan sebagai bahan dasar obat-obatan moderen. Senyawa flavonoid dan fenol juga diketahui dapat menghambat mikroba. Flavonoid dapat menghambat mikroba yang telah resisten terhadap antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak rimpang Lengkuas merah (Alpinia purpurata K.Schum) dan menguji daya hambatnya terhadap pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumoniae isolat sputum pada penderita pneumonia resisten antibiotik seftriakson. Tanaman rimpang Lengkuas merah di ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Uji daya hambat antibakteri dilakukan dengan metode cakram dan sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang Lengkuas merah memiliki daya hambat terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae. Pada metode cakram untuk konsentrasi 100%, 75%, 50%, 25% dan 12,5% diameter zona hambatnya ialah 9,6 mm, 8,68 mm, 8,5 mm, 8,5 mm dan 7,6 mm. Kemampuan penghambatan pertumbuhan bakteri pada metode cakram di kategorikan sedang karena memiliki diameter zona hambat rata-rata 5-10 mm. Sedangkan pada metode sumuran untuk konsentrasi 100%, 75%, 50%, 25% dan 12,5% diameter zona hambatnya ialah 25,8 mm, 20 mm, 15,6 mm, 12,7 mm dan 9,7 mm. Kemampuan penghambatan pertumbuhan bakteri pada metode sumuran untuk konsentrasi 100% di kategorikan sangat kuat karena memiliki diameter zona hambat rata-rata >20 mm, untuk konsentrasi 75%, 50% dan 25% di kategorikan kuat karena memiliki diameter zona hambat rata-rata 10-20 mm dan untuk konsentrasi 12,5% di kategorikan sedang karena memiliki diameter zona hambat rata-rata 5-10 mm.Kata Kunci:Rimpang Lengkuas merah, Alpinia purpurata K.Schum, Klebsiella pneumonia
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN TABLET EKSTRAK DAUN GEDI HIJAU (Abelmoschus manihot) DENGAN METODE GRANULASI BASAH Rori, Winda M.
PHARMACON Vol 5, No 2 (2016): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.5.2016.12212

Abstract

FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN TABLET EKSTRAK DAUN GEDI HIJAU (Abelmoschus manihot) DENGAN METODE GRANULASI BASAH Winda M. Rori1), Paulina V. Y.Yamlean1), Sri Sudewi1) 1)Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi ABSTRACT Gedi as edible plant, through several studies were known to have potential as a medicinal plant because it flavonoids contains which act as antioxidants for the human body. This research aims to create a formulation of a tablet Gedi green leaf extract (Abelmoschus manihot) using two concentrations of gelatin as a binder using wet granulation method. In this study, the extracts of green Gedi obtained by maceration. The tablets were formulated in two formula, first formula with a concentration of 1% gelatin and second formula with a concentration of 3% gelatin. The results showed that both formulas are only eligible for the respective test weight uniformity, size uniformity, and disintegration time, are not eligible for the test for tablet hardness and friability. Thus we can conclude that the tablets from extracts of green gedi leaf were not eligible by Indonesian Pharmacopoeia. Keywords : tablet, Abelmoschus manihot, gelatin, wet granulation ABSTRAK Tanaman Gedi sebagai tanaman pangan melalui beberapa penelitian diketahui mempunyai potensi sebagai tanaman obat karena mengandung flavonoid yang berperan sebagai antioksidan dalam tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi tablet ekstrak daun Gedi hijau (Abelmoschus manihot) menggunakan dua konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat dengan menggunakan metode granulasi basah. Pada penelitian ini, ektrak daun Gedi hijau diperoleh dengan cara maserasi. Tablet diformulasikan dalam dua formula yaitu formula 1 dengan konsentrasi gelatin 1% dan formula 2 dengan konsentrasi gelatin 3%. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kedua formula hanya memenuhi syarat masing-masing untuk uji keseragaman bobot, keseragaman ukuran, waktu hancur dan tidak memenuhi syarat untuk uji kekerasan tablet dan kerapuhan tablet.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tablet ekstrak daun Gedi hijau yang dibuat tidak memenuhi syarat berdasarkan Farmakope Indonesia. Kata kunci : tablet, Abelmoschus manihot, gelatin, granulasi basah
STUDI PENATALAKSANAAN TERAPI PADA PENDERITA HIV/AIDS DI KLINIK VCT RUMAH SAKIT KOTA MANADO Kalalo,, Jef Gishard; Tjitrosantoso, Heedy; Goenawi, Lily Ranti
PHARMACON Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : PHARMACON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV (human immunodeficiency virus) is the virus that causes AIDS (aquiredimmunodeficiency syndrome) and AIDS is a condition when the lymphocytes and whiteblood cells were damaged thereby weakening the body's natural defense system. NationalAIDS Commission (KPA) of North Sulawesi Province notify the data cumulative basisJanuary - December 2011 HIV / AIDS in North Sulawesi is a 1.928 case. This study aimedto investigate the characteristics of people with HIV / AIDS in VCT Clinics Hospital in thecity of Manado and reviewing management of therapy in patients with HIV / AIDS in VCTClinics Hospital in the city of Manado with Free Clinical Management of HIV Infection inAdults and Adolescents those used by the Guidelines National Antiretroviral Therapy in2007 from the Ministry Of Health.This study is a descriptive survey research and data collection as retrospective for3 months from June to August 2012 at the VCT Clinic Hospital that is in Manado city thathas a special clinic VCT (Voluntary Counseling and Test). The study was conducted on 71records medical records of HIV / AIDS and got Antiretroviral therapy (ARV). Data wereanalyzed with descriptive analysis. The results showed 4 ARV drug regimen where thereare 32 patients (45.07%) got Main Line (Duv-Nev) and there were 17 patients (23.94%)got Line Alternative I (Duv-Efv) there are also 9 patients (12, 67%) got Alternative line II(Stav-Hiv-Nev) and 13 patients (18.30%) got Alternative line III (Stav-Hiv-Efv).Keywords: HIV, AIDS, VCT clinics and ARV
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN DADAP AYAM (Erythrina variegata L.) TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) Tjiphanata, Stefani
PHARMACON Vol 6, No 3 (2017): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.6.2017.16596

Abstract

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN DADAP AYAM (Erythrina variegata L.) TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus)Stefani Tjiphanata1), Edwin De Queljoe1), Sri Sudewi1)1)Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado, 95115 ABSTRACT              Spermatozoa are a sperm cell that has flagella and produced in spermatogenesis. To fertilize the ovum, the spermatozoa have to have a good quality. The Quality of spermatozoa is one of the most important elements to evaluate the male fertility. This study was being held to determine the effect of applying ethanol extract of Dadap leaf against the quality of white male Wistar rats (Rattus norvegicus)’s spermatozoa. This study is using a complete random design (CRD) approached, using 24 white male Wistar rats (Rattus norvegicus) divided into several groups where the group 1 as a non-treatment control group, while the group 2, 3 and 4 as the treatment groups with dosage of 200 mg, 400 mg and 800 mg, respectively. Treatment is given by oral with 1 cc once a day for 50 days follows the cycle of spermatogenesis. The observed variable included the quantity, motility and morphology of spermatozoa. The results of this study showed that the ethanol extract of Dadap leaf could reduce the quality of spermatozoa in terms of quantity, motility and morphology while based on statistic, the ethanol extract of Dadap leaf can only reduce the quality of spermatozoa in mophology aspect significantly.   Keywords: Dadap leaf (Erythrina variegata L.), spermatozoa, white male wistar rats (Rattus norvegicus) ABSTRAKSpermatozoa adalah sel kelamin jantan yang memiliki bulu cambuk dan dihasilkan dalam spermatogenesis. Untuk dapat membuahi sel telur, syarat yang harus dipenuhi spermatozoa adalah bahwa kualitas spermatozoa harus baik. Kualitas spermatozoa merupakan salah satu unsur penting untuk evaluasi kesuburan pria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun dadap ayam terhadap kualitas spermatozoa tikus putih jantan galur  wistar (Rattus norvegicus). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan menggunakan 24 ekor tikus putih jantan galur  wistar (Rattus norvegicus) yang dibagi atas beberapa kelompok dimana kelompok 1 sebagai kelompok kontrol tanpa perlakuan, kelompok 2, 3 dan 4 sebagai kelompok perlakuan denagn dosis secara berturut-turut 200 mg, 400 mg dan 800 mg. Perlakuan diberikan secara oral sekali sehari sebanyak 1 cc selama 50 hari sesuai siklus spermatogenesis. Variabel yang diamati meliputi jumlah, motilitas dan morfologi spermatozoa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun dadap ayam dapat menurunkan kualitas spermatozoa dari segi kuantitas, motilitas serta morfologi spermatozoa  sedangkan berdasarkan statistik ekstrak daun dadap ayam hanya dapat menurunkan kualitas spermatozoa dalam aspek morfologi spermatozoa secara signifikan.Kata Kunci : Dadap Ayam (Erythrina variegata L.), spermatozoa, tikus putih jantan galur wistar (Rattus norvegicus) 
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK BUAH MENGKUDU (M. citrifolia, L) TERHADAP PERTUMBUHAN Streptococcus mutans SECARA IN VITRO Malinggas, Feibe
PHARMACON Vol 4, No 4 (2015): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.4.2015.10187

Abstract

UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK BUAH MENGKUDU (M. citrifolia, L) TERHADAP PERTUMBUHAN Streptococcus mutans SECARA IN VITRO Feibe Malinggas1), D.H.C. Pangemanan2), Ni Wayan Mariati1) 1)Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi 2) Bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran, UNSRAT     ABSTRACT Streptococcus mutans is a bacteria wich exist in mouth and have an most important bacteria in the process of forming tooth caries. As the development of ages continue, there are already a lot of studies for antibiotic to inhibit Streptococcus mutans growth,but there are also a lot of antibiotics wich already resistant to this bacteria. Therefore, many scientists has started using natural plants instead of antibiotics. One of the natural plants that contains active elements as antibacteria, anticancer and analgetic, that is Noni fruit (M. citrifolia, L).The purpose of this study is toacknowledge the inhibition power from noni fruit extract to Streptococcus mutans growth. This study is a laboratorium experimental study with post test only control group design and is done at Pharmacy Laboratorium of Science Faculty Sam Ratulangi University on July 2015.From the result, it is known that the average inhibit  zone diameter of noni fruit is 20,41 mm and the positive control clindamycin is 29,58 mm, the negative control aquades has no inhibition zone. The inhibition zone extensive of noni fruit extract is 330,66 mm2, positive control clindamycin is 689,88 mm2, and negative control aquades is 0,00 mm2. From this study, it can be concluded that noni fruit extract can inhibit Streptococcus mutans growth. Keywords : Streptococcus mutans, caries, noni fruit extract, antibacterial.   ABSTRAK Streptoccocus mutans merupakan bakteri yang terdapat dalam rongga mulut dan mempunyai peran penting dalam proses terjadinya karies gigi. Seiring dengan berkembangnya zaman sudah banyak penelitian yang menggunakan antibiotik untuk menghambat pertumbuhan bakteri Streptoccocus mutans, namun sudah banyak antibiotik yang resisten terhadap bakteri ini. Oleh karena itu banyak peneliti mulai menggunakan tumbuhan alami sebagai pengganti antibiotik. Salah satu tanaman alami yang mengandung senyawa aktif sebagai antibakteri, yaitu buah mengkudu (M. citrifolia. L).Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya daya hambat dari ekstrak buah mengkudu terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium menggunakan rancangan post test only control group design dan dilakukan di Laboratorium Farmasi Fakultas MIPA Universitas Sam Ratulangi Manado pada bulan Juli 2015.Hasil penelitian didapatkan nilai rerata diameter zona hambat ekstrak buah mengkudu sebesar 20,41 mm, kontrol positif clindamycin sebesar 29,58 mm sedangkan kontrol negatif akuades tidak memiliki zona hambat. Nilai rerata luas zona hambat ekstrak buah mengkudu sebesar 330,66 mm2, kontrol positif clindamycin sebesar 689,88 mm2 dan kontrol negatif akuades sebesar 0,00 mm2. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa ekstrak buah mengkudu dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Kata kunci :Streptococcus mutans, Karies, Ekstrak Buah Mengkudu, Antibakteri.  
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS SABUN CAIR EKSTRAK ETANOL HERBA SELEDRI (Apium graveolens L) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Hutauruk, Hamido; Yamlean, Paulina V. Y.; Wiyono, Weny
PHARMACON Vol 9, No 1 (2020): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.9.2020.27412

Abstract

ABSTRACT Celery plants (Apium graveolens L.) contain flavonoids, saponins, 1% tannins, 0.033% essential oils, apiin, apigenin, choline, lipase, asparagine. which can inhibit bacterial activity. This study aims to formulate, and test the antibacterial activity of liquid celery herbal soap (Apium graveolens L) liquid soap preparations at concentrations of 1%, 2%, 4% and 8%. This study uses an experimental method by testing the parameters of the physical evaluation requirements of liquid soap preparations. Physical evaluation of the preparation includes organoleptic test, pH test, high test and foam stability, water content test, free alkali test, specific gravity test and irritation test. The results of the study on the quality test or physical evaluation of celery herbal liquid soap liquid with a concentration of 1%, 2%, 4% and 8% meet the requirements set by SNI. Antibacterial testing of celery herbal liquid soap preparations against Staphylococcus aureus bacteria observed on UV-Vis spectrophotometer produced a minimum inhibitory level of 1.267 for a concentration of 1%, 0.45 for a concentration of 2%, -0.037 for a concentration of 4%, and -0.124 for a concentration of 8 %. It can be concluded that liquid soap concentrations of 1%, 2%, 4% and 8% of celery herbal extract can be formulated as liquid soap preparations and have antibacterial activity at concentrations of 1%, 2%, 4%, and 8%. Keywords: Celery (Apium graveolens L), Liquid soap, Staphylococcus aureus, Antibacterial ABSTRAK Tanaman Seledri (Apium graveolens L.) mengandung flavonoid, saponin, tannin 1%, minyak atsiri 0,033 %, apiin, apigenin, kolin, lipase, asparagine. yang mampu menghambat aktivitas bakteri.  Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi, serta menguji aktivitas antibakteri sediaan sabun cair ekstrak etanol herba Seledri (Apium graveolens L) pada kosentrasi 1%, 2%, 4% dan 8%. Penelitian ini menggunakan metode ekperimental dengan melakukan pengujian parameter persyaratan evaluasi fisik sediaan sabun cair. Evaluasi fisik sediaan meliputi uji organoleptik, uji pH, uji tinggi dan kestabilan busa, uji kadar air, uji alkali bebas, uji bobot jenis dan uji iritasi. Hasil penelitian pada uji kualitas atau evaluasi fisik dari sabun cair Ekstrak Etanol Herba Seledri dengan konsentrasi 1%, 2%, 4% dan 8%   memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh SNI. Pengujian antibakteri sediaan sabun cair Ekstrak Etanol Herba Seledri pada bakteri staphylococcus aureus yang diamati pada spektrofotometer UV-Vis menghasilkan kadar hambat minimum 1,267 untuk konsentrasi 1%, 0,45 untuk konsentrasi 2%, -0,037 untuk konsentrasi 4%, dan -0,124 untuk konsentrasi 8%. Dapat disimpulkan bahwa sabun cair kosentrasi 1%, 2%, 4% dan 8% Ekstrak Etanol Herba Seledri dapat diformulasi sebagai sediaan sabun cair yang stabil dan memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 1%, 2%, 4%, dan 8%.Kata kunci : Seledri (Apium graveolens L), Sabun cair, Staphylococcus aureus, Antibakteri

Page 1 of 81 | Total Record : 806