cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
JURNAL ENGGANO
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 26155958     EISSN : 25275186     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Enggano is published twice a year, in April and September, and contains a mixture of academic articles and reviews on all aspects of marine science and fisheries.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Enggano" : 10 Documents clear
PRODUKSI SUARA DAN TINGKAH LAKU LUMBA-LUMBA JANTAN HIDUNG BOTOL (Tursiops aduncus ) DENGAN METODE BIOAKUSTIK DI TAMAN SAFARI, CISARUA BOGOR, INDONESIA Lubis, Muhammad Zainuddin; Pujiyanti, Sri; Hestrianoto, Totok; Wulandari, Pratiwi Dwi; Sultan, Keni
JURNAL ENGGANO Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Enggano
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.156 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.1.2.20-28

Abstract

Produksi suara merupakan bagian dari metode bioakustik, yaitu menggabungkan biologi dan akustik yang biasanya merujuk pada penelitian mengenai produksi suara,dispersi melalui media elastis, dan penerimaan pada hewan, termasuk manusia. Penelitianini mengamati tingkah laku lumba-lumba jantan dengan melakukan pendekatan ilmubioakustik yang melihat karakteristik dari lumba-lumba tersebut. Lumba-lumba jantan(Tursiops aduncus) yang dipelihara di Taman Safari Indonesia, Cisarua Bogor memiliki nilaiintensitas terendah sebesar 28,03 dB dan tertinggi adalah sebesar 32,01 dB. Dengan ratarataparameter yang terukur yaitu salinitas sebesar 30 ‰ dan suhu 23 °C dengankedalaman kolam 4,5 meter. Range frekuensi suara klik dengan nilai intensitas tertinggiyaitu sebesar 32 dB dengan suara klik sesudah makan pada hari ke 2 yang terdapat padarange frekuensi yaitu 14 - 16 kHz. Range frekuensi suara klik lumba-lumba jantan hidungbotol (Tursiops aduncus) di Taman Safari, Cisarua Bogor, Indonesia yaitu pada frekuensi14,2- 15 kHz. 
DINAMIKA SOSIAL-EKONOMI MASYARAKAT TERHADAP PEMANFAATAN TELUR PENYU DI KECAMATAN PULAU SEMBILAN KABUPATEN KOTABARU Salim, Dafiuddin; Saputra, Andrian
JURNAL ENGGANO Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Enggano
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.307 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.1.2.38-46

Abstract

Aktivitas pemanfaatan telur penyu oleh masyarakat lokal Pulau Sembilan adalah kegiatan pengambilan telur penyu di pantai berpasir yang berada di Kecamatan Pulau Sembilan. Tiga pulau (Pulau Denawan, Pulau Pamalikan dan Pulau Kalambau) diantara beberapa pulau yang berpotensi pantai peneluran di kecamatan ini diklaim sebagai hak kepemilikan lahan pulau sehingga segala sumberdaya yang ada merupakan hak pemilik lahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan sosial-ekonomi pada masyarakat Kecamatan Pulau Sembilan terhadap pemanfaatan telur penyu. Penelitian dilakukan selama 2 minggu di Kabupaten Kotabaru, khususnya di Kecamatan Pulau Sembilan. Data dikumpulkan melalui observasi, penyebaran kuisioner, dan wawancara pada penduduk yang melakukan pemanfaatan telur penyu. Penelusuran sejarah, kebijakan, pola pemanenan dan jalur pemasaran, retribusi, upaya perlindungan dan penangkaran serta persepsi pemanfaatan telur penyu merupakan hasil yang dicapai dalam penelitian ini.
STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI DESA MOJO KABUPATEN PEMALANG JAWA TENGAH Renta, Person Pesona; Pribadi, Rudhi; Zainuri, Muhammad; Fajar Utami, Maya Angaraini
JURNAL ENGGANO Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Enggano
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.802 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.1.2.1-10

Abstract

Pengelolaan ekosistem mangrove dalam menunjang ekonomi masyarakatpesisir dewasa ini menjadi penting dan menjadi sebuah perhatian khususdikarenakan oleh fungsi dan peran hutan mangrove yang beraneka ragam.Ekosistem Mangrove di Desa Mojo mengalami perubahan luasan dikarenakankegiatan rehabilitasi, faktor alam dan faktor manusia seperti pemukiman, tambak,dan penggunaan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenismangrove dan struktur vegetasi di ekosistem mangrove Desa Mojo, KabupatenPemalang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode purposif(Purposive Sampling Method) dengan metode sample plot untuk pengamatanstruktur dan komposisi vegetasi mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwaditemukan 3 spesies mangrove yaitu jenis Avicenia marina, Avicenia alba,Rhizopora mucronata. Kondisi vegetasi mangrove di Desa Mojo pada tingkatpohon didominasi oleh Avicenia marina dengan Indeks Nilai Penting (INP)sebesar 153.24, vegetasi mangrove pada tingkat anakan didominasi olehRhizophora mucronata dengan Indeks Nilai Penting (INP) sebesar 171,404sedangkan pada tingkat semai tidak ditemukan mangrove di dalam transek. 
ASOSIASI KELIMPAHAN KEPITING BAKAU DENGAN KEBERADAAN JENIS VEGETASI MANGROVE KELURAHAN SUMBER JAYA KECAMATAN KAMPUNG MELAYU KOTA BENGKULU Syahrera, Bayu; Purnama, Dewi; Zamdial, Zamdial
JURNAL ENGGANO Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Enggano
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.472 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.1.2.47-55

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu, yang bertujuan untuk mengetahui kelimpahan kepiting bakau, menganalisis hubungan asosiasi kelimpahan kepiting bakau dengan jenis vegetasi mangrove tingkat pohon, menghitung dan menganalisis indeks keanekaragaman, keseragaman, dominasi kepiting bakau, dan parameter fisika kimia perairan. Metode yang digunakan adalah metode survei. Pengambilan sampel dan pengukuran fisika kimia perairan dilakukan secara in-situ di ekosistem hutan mangrove Kelurahan Sumber Jaya. Hasil pengamatan ditemukan 2 spesies kepiting bakau dengan kelimpahan tertinggi terdapat pada stasiun 1 (satu) sebanyak 157 ind/ha diikuti stasiun 3 (tiga) sebanyak 100 ind/ha dan stasiun 2 (dua) sebanyak 61,67 ind/ha. Kelimpahan tertinggi pada stasiun 1 (satu) dan 3 (tiga) yaitu jenis Scylla paramamosain, sedangkan pada stasiun 2 (dua) adalah jenis Scylla olivacea. Indeks keanekaragaman berkisar antara 0,562-0,976, indeks keseragaman berkisar antara 0,562-0,976, dan indeks dominasi berkisar antara 0,516-0,771, secara keseluruhan dalam keadaan tidak stabil, jumlah spesies tidak merata dan terdapat kecenderungan spesies. Kepiting bakau jenis Scylla paramamosain berasosiasi dengan vegetasi mangrove jenis Sonneratia alba dengan nilai korelasi 0,52, sedangkan jenis Scylla olivacea berasosiasi dengan vegetasi mangrove jenis Rhizophora apiculata dengan nilai korelasi 0,23. Hasil pengukuran Parameter fisika kimia perairan didapatkan suhu rata-rata 27,35 ºC, salinitas rata-rata 25,29 ‰, derajat keasaman (pH) rata-rata 7,26 ‰. Kondisi ini menujukan bahwa perairan hutan mangrove tersebut masih mendukung kepiting bakau dan hutan mangrove itu sendiri.
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN ILMU PEMETAAN Ambarwati, Wiwik; Johan, Yar
JURNAL ENGGANO Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Enggano
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.461 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.1.2.80-82

Abstract

Kebutuhan masyarakat menuntut kemujuan ilmu pengetahuan di dalam segala bidang, terutama di bidang kelautan dan perikanan. Hal ini sesuai dengan kebutuhan manusia akan sumberdaya alam yang terkandung di laut. Kebutuhan manusia ini dapat dipermudah dengan menggunakan pemetaan. Pemetaan merupakan bagian terpenting dari seluruh proses implementasi kebijakan produk survei pemetaan yaitu seperti peta, profil melintang, profil memanjang, galian dan timbunan dalam format digital. Pada dewasa ini, kemajuan teknologi pemetaan sudah menggunakan jasa satelit. Hal ini karena jasa satelit tidak membutuhkan waktu yang lama dan biayanya murah. Contoh satelit yang sering digunakan adalah satelit Lansat dan QuickBird. Di dalam pemetaan sering dikenal juga istilah pengindraan jauh, dan sistem informasi geografis (SIG)
STUDI JENIS DAN KELIMPAHAN TERIPANG (HOLOTHUROIDEA) DI EKOSISTEM PADANG LAMUN PERAIRAN DESA KAHYAPU PULAU ENGGANO Oktamalia, Oktamalia; Purnama, Dewi; Hartono, Dede
JURNAL ENGGANO Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Enggano
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.525 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.1.2.56-63

Abstract

Penelitian ini dilakukan di perairan pantai Kahyapu Pulau Enggano Provinsi Bengkulu pada bulan September sampai November 2013. Hasil pengamatan ditemukan 7 jenis yang termasuk kedalam kelas Holothuroidea, dengan dua ordo yaitu Apodida dan Aspidochirotida dan dua famili yaitu Holothuridea dan Synaptidae, serta 4 Genus yaitu Opheodesoma, Synapta, Eupta, dan Holothuria. Dengan kelimpahan tertinggi pada bulan September dan November stasiun 1 sebanyak 153,33 dan 520 ind/ha, terendah stasiun 1 dan 2 sebanyak 13,33 ind/ha. Pada stasiun 3 masing-masing 13,33 ind/ha. Pada bulan September maupun November kepadatan tertinggi masing-masing berjumlah 0,1- 1,333 ind/25m², dan 1,071 – 2,933 ind/25m². Indeks dominasi bulan September dan November berkisar antara 0,343 – 1 dan 0,120-0,524. Indeks keanekaragaman bulan September dan November berkisar antara 0-0,918 dan 1,52-1,979. Indeks keseragaman bulan September dan November berkisar antara 0-0,918 dan 0,576-0,765. Hasil pengukuran faktor abiotik didapatkan suhu rata-rata 27,63 oC, kecepatan arus rata-rata 0,2 m/s, kedalaman rata-rata 25-33 cm, kecerahan mencapai 100 %, salinitas rata-rata 30,53 ppm, derajat keasaman (pH) rata-rata 6,78. kandungan padatan tersuspensi berkisar antara 1,720-1,950 mg/l dan kandungan bahan organik dalam sedimen berisar antara 1,63-3,86 %.
STUDI PENGOLAHAN TERIPANG KERING Herliany, Nurlaila Ervina; Nofridiansyah, Eko; Sasongko, Bayu
JURNAL ENGGANO Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Enggano
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.032 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.1.2.11-19

Abstract

Teripang merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomis tinggi dan telah digunakan sejak lama sebagai obat-obatan alami. Di pasar dunia, umumnya teripang dipasarkan dalam bentuk kering. Indonesia merupakan negara pengekspor teripang terbesar di dunia. Tetapi, nilai jualnya lebih rendah dibanding negara lain karena mutu yang rendah sebagai hasil proses pengolahan yang kurang baik. Untuk itu, perlu dilakukan studi mengenai proses pengolahan teripang kering. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari proses pengolahan teripang kering serta menentukan mutu teripang kering yang dihasilkan. Teripang segar yang digunakan adalah jenis teripang pasir (Holothuria scabra). Proses pengolahan mengacu pada metode Sasongko (2015) yang dimodifikasi. Teripang kering yang dihasilkan dianalisis proksimat (kadar air, abu dan protein) dan hasilnya dibandingkan dengan SNI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teripang kering memiliki kualitas yang bagus, dilihat dari kenampakan visual dan kandungan proksimatnya. Kadar air teripang kering 7,3%; kadar abu 9,8% dan kadar protein 79,59% dengan tekstur yang keras seperti batu dan warna hitam merata.
ANALISIS KESESUAIAN EKOWISATA MANGROVE DESA KAHYAPU PULAU ENGGANO Fitriana, Desi; Johan, Yar; Renta, Person Pesona
JURNAL ENGGANO Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Enggano
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.456 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.1.2.64-73

Abstract

The purpose of this study was to identify the potential of mangrove ecosystems as mangrove ecotourism objects and calculate suitability mangrove ecotourism in the village Kahyapu Enggano . This research was conducted using survey methods, measurements in the field and ecological suitability determination based on the multiplication of weights and scores obtained from any of the parameters consisting of five parameters: the thickness of the mangrove , mangrove density , types of mangrove , tidal and biota object . Mangrove ecosystem in the Village Kahyapu Enggano has the potential to be developed as an ecotourism mangrove . Based on the results, the results of IKW ( Travel Suitability Index ) at the stations I 60 % category S2 (Match ) , Station II 66 % category S2 (Match ) and Station III 71 % category S2 (Match ).
ANALISA STRUKTUR KOMUNITAS HUTAN MANGROVE DI DESA PASAR SEBELAH KECAMATAN KOTA MUKOMUKO KABUPATEN MUKOMUKO Zamdial, Zamdial
JURNAL ENGGANO Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Enggano
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1064.225 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.1.2.29-37

Abstract

Dalam jangka panjang penelitian ini bertujuan untuk melestarikan sumberdaya ekosistemen hutan mangrove di Desa Pasar Sebelah Kecamatan Kota Mukomuko, Kabupaten Mukomuko agar tetap dapat memberikan fungsi ekologis dan ekonomi secara berkesinambungan. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi umum, menganalisis parameter lingkungan dan menganalisis struktur ekosistem hutan mangrove di Desa Pasar Sebelah Kecamatan Kota, Kabupaten Mukomuko.Penelitian ini dilakukan dengan Metode Survai. Pengumpulan data parameter kualitas perairan dan hasil perikanan dilakukan dengan teknik observasi dan pengukuran langsung di lapangan. Pengumpulan data tegakan vegetasi mangrove menggunakan Metode Belt Transect dengan ukuran transek 10 m x 10 m. Pengolahan dan analisis data hasil penelitian menggunakan metode statistik deskripitif.Hasil pengamatan terhadap komposisi jenis tumbuhan yang terdapat di ekosistem hutan mangrove Desa Pasar Sebelah menunjukkan bahwa hanya ada satu jenis tumbuhan mangrove yaitu jenis pedada/pidado (Sonneratia caesolaris) dengan Indeks Nilai Penting (INP) masing-masing stasiun adalah 191,23 (Stasiun I), 181,72 (Stasiun II) dan 205,07 (Stasiun III). Indeks Dominansi pada setiap stasiun adalah lebih kecil dari 1 (satu), yang menunjukkan tidak ada dominansi antar jenis.Nilai rata-rata parameter perairan di ekosistem mangrove secara beruturut-turut adalah salinitas (0,9 ‰), pH (6,90), suhu (29,870C), NO3 (0,2367 mg/l), NO2 (0,0208 mg/l) dan PO4 (0,1451 mg/l). Nilai parameter perairan di ekosistem hutan mangrove Desa Pasar Sebelah menunjukkan kondisi yang masih baik dan belum tercemar sehingga mendukung keberadaan ekosistem mangrove tersebut.
PERBANDINGAN RESOLUSI SPASIAL, TEMPORAL DAN RADIOMETRIK SERTA KENDALANYA Oktaviani, Amelia; Johan, Yar
JURNAL ENGGANO Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Enggano
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.903 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.1.2.74-79

Abstract

Perkembangan zaman yang sangat pesat saat ini mendorong keinginan manusia untuk dapat melakukan kegiatan dan pekerjaan dalam segala bidang kehidupan dengan lancar dan tepat waktu. Salah satunya adalah satelit yang digunakan untuk merekam permukaan bumi. Satelit terdiri dari beberapa resolusi yaitu resolusi spasial yg merupakan ukuran terkecil dari suatu objek, resolusi ini terdiri dari resolusi tinggi (0.6-4 m), menengah (4-30 m) dan rendah (30 - > 1000 m). Kemudian resolusi temporal yaitu waktu pengambilan, resolusi ini terdiri dari Resolusi spasial tinggi (0.6-4 m), resolusi spasial menengah (4-30 m), resolusi spasial rendah (30 - > 1000 m). Sedangkan Resolusi Radiometrik adalah kemampuan sensor dalam mencatat respons spektral objek. Resolusi ini berupa 2 bit (0-1), 3 bit (0-3), 4 bit (0-15), 5 bit (0-31), 6 bit (0-63), 7 bit (0-127), 8 bit (0-255), 10 bit (0-1023), 16 bit (0-65535).

Page 1 of 1 | Total Record : 10