cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
AdBispreneur
ISSN : 25032700     EISSN : 25499912     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Jurnal AdBispreneur adalah jurnal ilmiah di bidang administrasi bisnis dan kewirausahaan yang terbit tiga kali setahun. Diterbitkan oleh Departemen Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Berisi tulisan hasil pemikiran dan penelitian di bidang administrasi bisnis dan kewirausahaan.
Arjuna Subject : -
Articles 152 Documents
ANALISIS KINERJA SAHAM SEBAGAI DAMPAK DARI DETERMINASI NON PERFORMING LOAN TERHADAP PROFITABILITAS Munawar, Andri Helmi; Maulana, Yogi Sugiarto
AdBispreneur Vol 4, No 2 (2019): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v4i2.19365

Abstract

Fundamental performance of the banking sector which is proxied by CAMEL analysis is an indicator that is able to assess the level of soundness of a company that has an impact on the potential performance of a company's stock portfolio. This article wants to reveal how companies can understand how to improve company performance and improve performance on company performance. The sample in this study uses purposive sampling, secondary data on financial statements of PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk with a study period of 2007-2017, research using quantitative methods with explanatory methods, analysis techniques using path analysis. The results of this study indicate that non-performing loans have a significant effect on return on assets, but partially both the effects of non-performing loans and return on assets are not significant on stock prices. The existence of mediation variables in this study does not become a significant influence on changes in stock prices, meaning that there is no significant non-performing loan effect on stock prices with return on assets as an intervening variable.. Kinerja fundamental sektor perbankan yang diproksikan dengan analisis CAMEL merupakan indikator yang mampu menilai tingkat kesehatan suatu perusahaan yang tentunya ber-impact terhadap kinerja potofolio saham perusahaan. Penelitian ini ingin mengungkap bagaimana perusahaan dapat mengetahui dampak kinerja fundamental salah satu aktiva produktif yang berisiko (non performing loan) terhadap profitabilitas bank dan dampaknya pada performance saham perusahaan. Sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling, data sekunder laporan keuangan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dengan periode waktu penelitian 2007-2017, pendekatan penelitian menggunakan kuantitatif dengan metode eksplanatori, teknik analisis menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian ini menunjukkan non performing loan memiliki pengaruh signifikan terhadap return on asset, namun secara parsial baik pengaruh non performing loan dan return on asset tidak signifikan terhadap harga saham. Keberadaan variabel mediasi dalam penelitian ini tidak menjadi pengaruh berarti terhadap perubahan harga saham, artinya tidak terdapat pengaruh signifikan non performing loan terhadap harga saham dengan return on asset sebagai variabel intervening.
ANALISIS PETA ALIRAN PROSES PADA INDUSTRI KERAMIK PLERED PURWAKARTA, INDONESIA Raharja, Sam'un Jaja; Arifianti, Ria
AdBispreneur Vol 4, No 2 (2019): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v4i2.24365

Abstract

Plered Ceramics is a business in processing clay, whose products can be used as household appliances and decoration. In its development the SME industry can export. Achievement to make products that are acceptable and in accordance with the wishes of consumers has been increasingly recognized by businesses. There fore we need a process flow that can support the smooth production process to fulfill orders. This study aims to analyze the production process flow map in the ceramics industry Plered Purwakarta from the perspective of layout theory. The method used is a qualitative method of study of motion and time.Based on the results of research on designing process flow maps related to the machine is better and more profitable for craftsmen because it takes a shorter time. However, its use is experiencing obstacles due to lack of skills in operating the machine in ceramic processing.Keramik Plered merupakan usaha dalam pengolahan tanah liat, yang produknya dapat digunakan sebagai alat rumah tangga dan hiasan. Dalam perkembangannya industri UKM ini dapat melakukan ekspor.  Pencapaian untuk membuat produk yang dapat diterima dan sesuai keinginan konsumen sudah semakin disadari oleh para pelaku usaha. Oleh karena itu diperlukan adanya aliran proses yang dapat menunjang kelancaran proses produksi untuk memenuhi pesanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peta aliran proses produksi pada industri keramik Plered Purwakarta dari perspektif teori tata letak. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif studi gerak dan waktu.Berdasarkan hasil penelitian perancangan peta aliran proses yang berkaitan dengan mesin lebih baik dan lebih menguntungkan bagi para pengrajin karena memakan waktu yang lebih singkat. Namun dalam penggunaannya mengalami hambatan karena kurangnya ketrampilan dalam pengoperasian mesin dalam pengolahan keramik.
APLIKASI IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS DALAM MENILAI KUALITAS PELAYANAN JASA PENDIDIKAN DI PROPINSI JAWA BARAT Hamdani, Deni; -, Saepudin; Rudolf, Ruddy; Purnomo, Margo
AdBispreneur Vol 4, No 2 (2019): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v4i2.22553

Abstract

ABSTRACTThe research objective is to determine the results of the assessment by the Natural Sciences method for the determinant variables of satisfaction of higher education services including: tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy, in the Purwakarta and Subang regions, and to map the scores of the assessment results using the Natural Sciences into a Cartesian diagram so that management can take corrective action against management of service quality that has been running so far. The research hypothesis is assumed that the determinant variables of higher education service satisfaction will significantly influence student satisfaction. A descriptive Method (survey) used in this study. The study population was private university students in academy in the area of commissariat IV B APTISI West Java, in the cities of Subang and Purwakarta. The sample uses proportional to the Slovin formula. The results of the study are: 1. Tangible, Reliability, Responsive, and Emphaty variables are in quadrant A, which shows that the performance of these variables is lower than the desire of PTS students in Subang and Purwakarta cities, and 2. Assurance variable is in quadrant D , which shows that performance is at a high level but students' desires are only low. Tujuan penelitian untuk mengetahui hasil penilaian  dengan metode IPA terhadap variabel-variabel penentu dari kepuasan pelayanan jasa pendidikan tinggi meliputi : tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy, di wilayah Purwakarta dan Subang, serta memetakan skor hasil penilaian menggunakan IPA ke dalam diagram kartesius sehingga pihak manajemen dapat mengambil tindakan korektif terhadap manajemen kualitas pelayanan yang selama ini telah berjalan. Hipotesis penelitian adalah diduga variabel-variabel  penentu kepuasan pelayanan jasa perguruan tinggi akan berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan mahasiswa. Metode deskriptif (survey) digunakan pada penelitian ini. Populasi penelitian adalah mahasiswa PTS pada Sekolah Tinggi yang berada di wilayah komisariat IV B APTISI Jawa Barat, di kota Subang dan Purwakarta. Sampel menggunakan Proporsional dengan Rumus Slovin. Hasil penelitian adalah : 1. Variabel Tangible, Reliability, Responsive, dan Emphaty berada pada kuadran A, yang menunjukkan bahwa kinerja dari variable-variabel tersebut lebih rendah dari keinginan mahasiswa PTS di kota Subang  dan Purwakarta, dan 2. Variabel Assurance  berada pada kuadran D, yang menunjukkan bahwa kinerja berada pada tingkat tinggi namun keinginan mahasiswa hanya rendah saja.
ANALISIS KREDIT USAHA RAKYAT PADA BANK RAKYAT INDONESIA ., Suryanto
AdBispreneur Vol 4, No 2 (2019): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v4i2.22488

Abstract

This study aims to analyze the procedure for granting people's business credit (KUR) to Bank Rakyat Indonesia (BRI). The research method used in this study is a qualitative method with a type of descriptive research. The data obtained in this study uses research instruments, namely through observation, in-depth interviews, and documentation studies. Interviews were conducted with the Micro and Small Director of Bank BRI, debtor representatives and prospective debtors, as well as Bank Indonesia Representative Credit Section Bandung. Data collected from several sources carried out credibility testing with data triangulation ? data analysis techniques used with data reduction, data presentation, and conclusions. The results of the study indicate that the implementation of the provision of people's business loans to Bank BRI through several stages, namely the stages of credit administration, credit documentation, credit approval, credit processing. The level of Non-Performing Loans (NPL) of BRI KUR shows a fairly large number of 2.31%, but among other KUR executing banks BRI's NPL is the smallest. The high level of NPL is because there are several factors, including: (1) wrong perceptions among Micro, Small and Medium Enterprises (MSME) actors regarding the source of funds in KUR distribution; (2) changes in the character of the debtor; and (3) the account officer section conducts a subjective analysis because there are certain relationships with prospective debtors Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prosedur pemberian kredit usaha rakyat (KUR) pada Bank Rakyat Indonesia (BRI). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data yang diperoleh pada penelitian ini menggunakan instrumen penelitian yaitu melalui observasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan Direktur Mikro dan Kecil Bank BRI, perwakilan debitur dan calon debitur, serta Bagian kredit Bank Indonesia Perwakilan Bandung. Data yang terkumpul dari beberapa sumber dilakukan pengujian kredibilitas dengan triangulasi data. Teknik analisis data yang digunakan dengan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pemberian kredit usaha rakyat pada Bank BRI melalui beberapa tahapan yaitu tahap credit administration, credit documentation, credit approval, credit processing. Tingkat Non Performing Loan (NPL) KUR BRI memperlihatkan angka yang cukup besar yaitu 2,31%, tetapi diantara bank pelaksana KUR yang lainnya NPL Bank BRI yang paling kecil. Tingginya tingkat NPL dikarenakan adalah ada beberapa faktor, antara lain: (1) persepsi yang salah dikalangan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengenai sumber dana dalam penyaluran KUR; (2) adanya perubahan karakter debitur; dan (3)  bagian account officer melakukan analisis secara subjektif karena ada hubungan tertentu dengan calon debitur.
ANALISIS KINERJA KEUANGAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DI KOTA TASIKMALAYA Kostini, Nenden; Dai, Ratna Meisa
AdBispreneur Vol 4, No 2 (2019): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v4i2.21315

Abstract

Classic problems that are often encountered in Small and Medium Enterprises are generally related to the lack of management capabilities in working capital management. These limitations cause difficulties in measuring the financial performance of Small and Medium Enterprises. Measurement of financial performance, generally uses complex financial indicators for large companies so that it is not suitable when applied to Small and Medium Enterprises. This study aims to determine the condition of the financial performance of Small and Medium Enterprises in the City of Tasikmalaya. Measurement of financial performance uses simple financial ratios, which consist of current ratio, debt ratio and net margin ratio. The population and sample in this study are Small and Medium Enterprises in the Creative Industry Sector in the City of Tasikmalaya with 48 Small and Medium Enterprises. In addition to in-depth interviews with Small and Medium Enterprises, documentation studies were also conducted to collect secondary data. Processing data using a comparative or comparison method. The results of data processing show that the financial position of most of the Small and Medium Enterprises in Tasikmalaya City is in a liquid condition because the position of current assets is still greater than the current debt, and the profitability is quite good. Permasalahan klasik yang sering ditemui pada Usaha Kecil Menengah, umumnya berkaitan dengan minimnya kemampuan manajemen dalam pengelolaan modal kerja. Keterbatasan tersebut menyebabkan kesulitan dalam pengukuran kinerja keuangan Usaha Kecil Menengah. Pengukuran kinerja keuangan, umumnya menggunakan indikator keuangan yang kompleks untuk perusahaan besar sehingga tidak sesuai bila diterapkan pada Usaha Kecil Menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kinerja keuangan Usaha Kecil Menengah di Kota Tasikmalaya. Pengukuran kinerja keuangan menggunakan rasio keuangan sederhana, yang terdiri dari current rasio, debt rasio dan net margin rasio. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Adapun yang menjadi populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah Usaha Kecil Menengah pada Sektor Industri Kreatif di Kota Tasikmalaya sebanyak 48 Usaha Kecil dan Menengah. Selain wawancara mendalam dengan pelaku Usaha Kecil Menengah, dan Dinas KUKM Kota Tasikmalaya, studi dokumentasi juga dilakukan untuk mengumpulkan data sekunder. Pengolahan data menggunakan metode komparatif atau perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi keuangan sebagian besar Usaha Kecil Menengah di Kota Tasikmalaya berada dalam kondisi yang likuid karena posisi harta lancar masih lebih besar daripada utang lancarnya, serta profitabilitas yang cukup baik. Hal ini terlihat dari kondisi current rasio yang menunjukkan
ANALISIS BUDAYA ORGANISASI PADA LEVEL MANAJEMEN MENENGAH DAN MANAJEMEN BAWAH PT XYZ MEDAN SUMATERA UTARA Sukoco, Iwan; Dewi, Rosana
AdBispreneur Vol 4, No 2 (2019): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v4i2.21823

Abstract

This study aims to determine how the organizational culture at the level of middle management and under management  PT XYZ Medan, North Sumatra. This research uses quantitative methods with the type of survey research. The sample in this study were 39 people from the middle management level and 114 people from the lower management level. The author collected data using the Denison Organizational Survey (DOCS) questionnaire). DOCS comes from the Denison Model which emphasizes the four cultural dimensions in organizations that must be mastered so that organizations can run effectively. The results of the study identified that PT XYZ has a weak organizational culture due to the four dimensions of the Denison Model namely adaptability, consistency, involvement, and mission indicating an imbalance. The involvement dimension has the highest value while the adaptability dimension has the lowest value. Perceptions of organizational culture at the middle management level are better than those at the lower management level. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana budaya organisasi pada level manajemen menengah dan manajemen bawah PT XYZ Medan Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian survey. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 39 orang  dari level manajemen menengah dan sebanyak 114 orang dari level manajemen bawah. Penulis mengumpulkan data menggunakan kuesioner The Denison Organizational Survey (DOCS) ). DOCS  berasal dari Model Denison yang menekankan pada empat dimensi budaya dalam organisasi yang harus dikuasai agar organisasi dapat berjalan secara efektif. Hasil penelitian mengidentifikasikan bahwa PT XYZ memiliki budaya organisasi yang lemah dikarenakan keempat dimensi Model Denison yaitu adaptability, consistency, involvement, dan mission menunjukkan  adanya ketidakseimbangan. Dimensi involvement memiliki nilai paling tinggi sedangkan dimensi adaptability dengan nilai paling rendah. Persepsi mengenai budaya organisasi pada level manajemen menengah lebih baik dibandingkan dengan level manajemen bawah.
JENIS KAPABILITAS DINAMIS PELAKU RINTISAN START UP ENTREPRENEUR (STUDI PADA PELAKU SUBSEKTOR GASTRONOMI DI INDUSTRI KREATIF) Sugiono, Arif; Fordian, Dian
AdBispreneur Vol 4, No 2 (2019): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v4i2.23012

Abstract

The purpose of this study was to identify the types of dynamic capabilities for start-up entrepreneurs in the creative industries gastronomy sub-sector where the Organization Life Cycle stage is at the entrepreneurial stage. The method used was a snapshot case study with a naturalistic descriptive type. The informants were determined using purposive techniques with some criteria that are in accordance with the focus and locus of research. Data were collected through in-depth interviews, observation, and literature study. Data were analyzed using an interactive model. The results showed that there are several types of dynamic capabilities that start-up entrepreneurs need: the ability to choose and design organizational structures, the accuracy of the choice of information technology types, and the ability to design market-oriented strategies. Based on the results of the research above, the startup entrepreneurs are required to have a renewal ability to sustain managerial skills to analyze and adapt to the dynamics of the internal and external environment that changes amicably. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis kapabilitas dinamis yang diperlukan bagi para pelaku start up entrepreneur di sub sektor gastronomi industri kreatif yang tahap Organization Life Cycle berada pada tahap entrepreneurial. Metode yang digunakan adalah snapshoot case study dengan type deskriptif naturalistic. Penentuan informan menggunakan teknik purposive, dengan beberapa krieria yang sesuai dengan fokus dan lokus penelitian. Teknik pengambilan data melalui wawancara mendalam, observasi dan studi pustaka. Analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa jenis kapabilitas dinamis yang sangat diperlukan bagi pelaku rintisan start up entrepreneur, yaitu kemampuan memilih dan mendesain struktur organisasi, ketepatan pemilihan jenis teknologi informasi dan kemampuan mendesain strategi yang berorientasi pasar. Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka pelaku rintisan start up entrepreneur dituntut untuk memiliki renewal ability untuk menopang managerial skill, sehingga mampu menganalisa dinamika lingkungan internal dan eksternal.
MODEL MANAJEMEN PERGURUAN TINGGI PADA PROGRAM STUDI DI LUAR KAWASAN UTAMA (PSDKU) DAN TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA. (Studi Kasus di PSDKU Unpad Pangandaran Jawa Barat) Sukoco, Iwan; Fordian, Dian; ., Rusdin
AdBispreneur Vol 3, No 3 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewiraus
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.572 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v3i3.19577

Abstract

 This study aims to create a management model of higher education Study Programs outside the University Area (PSDKU) Unpad Pangandaran. The method used is a qualitative method, with the type of descriptive research, data is collected by documentation studies, in-depth interviews, participant observation and surveys. The main informants in this study were managers, lecturers, and students. The survey was conducted on 35 students accidentally to determine the level of student satisfaction. The results indicate that the management unit acts as a support team that facilitates the needs and interests of stakeholders for the smoothness and success of Unpad PSDKU in Pangandaran. satisfied category. Recommendations given that Unpad Pangandaran PSDKU should be managed with a special university management, namely by providing management autonomy in the financial field. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model manajemen perguruan tinggi Program Studi di luar Kawasan Utama (PSDKU)  Unpad Pangandaran. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif, Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, wawancara mendalam, observasi partisifan dan survey. Informan utama dalam penelitian ini adalah  pengelola, dosen, dan mahasiswa. Survey dilakukan kepada 35 orang mahasiswa secara aksidental untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa unit pengelola bertindak sebagai tim pedukung yang memfasilitasi kebutuhan dan kepentingan stakeholder, ada dinamika yang terus berproses dan berkembang dalam penyelenggaraan PSDKU Unpad di Pangandaran, dan tingkat kepuasan mahasiswa terhadap PSDKU Unpad di Pangandaran berada dalam kategori puas. Rekomendasi yang diberikan bahwa PSDKU Unpad Pangandaran seharusnya dikelola dengan manajemen perguruan tinggi yang khusus, yaitu dengan memberikan otonomi pengelolaan dalam bidang keuangan.
CO-BRANDING ONLINE FOOD DELIVERY: PERUBAHAN MODEL BISNIS WISATA KULINER LOKAL KHAS YOGYAKARTA Sarinastiti, Eska Nia; Vardhani, Nabilla Kusuma
AdBispreneur Vol 3, No 3 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewiraus
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.713 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v3i3.19157

Abstract

 The aim of this research is examining the implementation of co-branding by the food delivery service and its influence on the local culinary tourism business model of Yogyakarta. This research uses qualitative research with an exploratory study. Data collection was conducted through semi-structured interviews with 13 owners of Yogyakarta’s local culinary. The results showed that co-branding was carried out jointly with GoFoodPartner, but if it was not incorporated into GoFoodPartner co-branding was carried out directly between GoFood and the culinary business management. As for GrabFood, co-branding is done partially to businesses that are not part of their official cooperation partners. The culinary tourism business model has been changing by online food delivery service providers. The change is they have not only done business to consumer (B2C) but then also develop its business model into Business to Business (B2B) and Business to Business to Consumer (B2B2C). It changes the business model of culinary tourism developed into a food tourism business model.   Penelitian ini mengkaji tentang implementasi co-branding oleh layanan food delivery tersebut dan pengaruhnya pada model bisnis wisata kuliner lokal khas Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode eksploratory. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dengan 13 pelaku usaha wisata kuliner lokal khas Yogyakarta didukung observasi serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa co-branding dilakukan secara bersama-sama antara GoFood dan pelaku usaha wisata kuliner yang tergabung dalam GoFoodPartner, akan tetapi jika tidak tergabung dengan GoFoodPartner co-branding dilakukan secara terpisah antara GoFood dan pelaku usaha wisata kuliner. Sementara untuk GrabFood juga demikian, co-branding dilakukan secara partial untuk pelaku usaha wisata yang bukan masuk dalam mitra kerjasamanya. Model bisnis wisata kuliner yang dilakukan terdapat perubahan dengan adanya layanan online food delivery. Perubahan tersebut terdapat pada tidak hanya business to consumer (B2C), akan tetapi model bisnisnya berkembang juga menjadi Business to Business (B2B) dan Business to Business to Consumer (B2B2C). Perubahan model bisnis tersebut mendorong perkembangan model bisnis culinary tourism menjadi model bisnis food tourism.
STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KERAMIK DENGAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS : STUDI PADA SENTRA INDUSTRI KERAMIK DI PURWAKARTA, INDONESIA Raharja, Sam 'un Jaja; ., Rivani; Arifianti, Ria
AdBispreneur Vol 3, No 3 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewiraus
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.52 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v3i3.19318

Abstract

 This study aims to identify and analyze the business development strategy of the ceramics industry in the Purwakarta ceramic industry center. Research uses qualitative research methods. The primary data collection technique is done through observation, interviews and questionnaires. Secondary data collection techniques are carried out through documentation studies. The data collected was then analyzed using the Analytic Hierarchy Process (AHP) technique. The results of the study show the alternative strategies the development of the ceramic industry in the order of priority as follows: the formation of forums, improvement of production and design techniques, improvement of marketing strategies and increased access to business capital credit. The results of the study recommend the implementation of a series of priority strategies in developing the ceramics industry business in the center of the ceramic industry in Purwakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi pengembangan bisnis industri keramik di sentra industri keramik Purwakarta. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif.  Teknik pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi, wawancara dan penyebaran kuesioner. Teknik pengumpulan data sekunder dilakukan melalui studi dokumentasi. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan alternatif strategi dengan urutan prioritas sebagai berikut: pengembangan industri keramik tersebut adalah pembentukan forum, peningkatan teknik produksi dan desain, peningkatan strategi pemasaran dan peningkatan akses kredit modal usaha. Hasil penelitian  merekomendasikan implementasi rangkaian prioritas strategi tersebut dalam pengembangan bisnis industri keramik di sentra industri keramik Purwakarta. 

Page 1 of 16 | Total Record : 152