cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI
ISSN : 25280201     EISSN : 25283278     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI is a scientific media dissemination of research results in agriculture to support agricultural development. This journal is a national journal containing agricultural research results, routinely published by the Faculty of Agriculture - University of Muhammadiyah Jakarta since 2016
Arjuna Subject : -
Articles 49 Documents
PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI PADA BERBAGAI FREKUENSI PENYIRAMAN MOL REBUNG kusumastuti, Tri
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.4.2.88-94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil beberapa varietas padi pada berbagai frekuensi penyiraman dengan MOL rebung. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas PGRI Yogyakarta pada bulan Maret ? Juli 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari dua faktor yaitu varietas padi yang terdiri dari tiga aras yaitu Ciherang, IR 64 dan Situ Bagendit dan frekuensi penyiraman dengan MOL rebung yang terdiri dari tiga aras yaitu seminggu sekali, 2 minggu sekali dan 3 minggu sekali. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data hasil pengamatan dianalisis dengan sidik ragam pada jenjang nyata 5 % dan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan menggunakan uji jarak berganda Duncan?s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Situ Bagendit dengan penyiraman MOL rebung 3 minggu sekali memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi (Oryza sativa L.).
KOMBINASI MEDIA TANAM DAN PENAMBAHAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABE Gustia, Helfi; rosdiana, rosdiana
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.4.2.70-78

Abstract

Pertumbuhan dan produksi cabe dapat  dipengaruhi antara lain oleh teknik budidaya belum optimal dan faktor kesesuaian lahan  kurang mendukung. Salah satu upaya meningkatkan produktivitas dengan  kombinasi media tanam dan penambahan pupuk organik cair (POC) pada tanaman cabe. Pelaksanaan penelitian di Pondok Benda Indah pada bulan Februari  sampai Mei 2018. Tujuan penelitian memperoleh media dan dosis POC yang sesuai serta pengaruh  interaksi   media tanam  dan POC pada tanaman cabe. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola factorial.  Faktor pertama media tanam M1(tanah + pupuk kandang = 1:1) dan M2 (tanah + pupuk kandang + sekam bakar = 1:1:1). Faktor kedua penambahan POC yakni P1 (100% NPK), P2 (70% NPK +  50 ml tanaman-1 POC), P3 (70%  NPK +  100 ml tanaman-1 POC), P4 (70% NPK + 150 ml tanaman-1 POC). Parameter yang diamati tinggi tanaman, jumlah cabang, panjang buah, bobot buah buah-1, dan bobot buah tanaman-1. Hasil penelitian memperlihatkan kombinasi media tanam dan penambahan POC berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabe. Kombinasi media tanam M2 menunjukkan tinggi tanaman tertinggi. Perlakuan P4 memperlihatkan  jumlah cabang terbanyak, panjang buah terpanjang,  bobot buah buah-1 dan bobot buah tanaman-1 terberat. Interaksi kombinasi media tanam M2 dan P4 menunjukkan tanaman  tertinggi, jumlah cabang terbanyak, bobot buah buah-1 dan bobot buah tanaman-1 terberat.
PENGARUH PEMBERIAN SILIKA TRHADAP HASIL TANAMAN OKRA Apriliyanto, Eko
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.4.2.56-63

Abstract

Okra (Abelmoschus esculentus L.) merupakan salah satu komoditi hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kebuatuhan akan okra saat ini masih tinggi, tetapi belum diiringi dengan peningkatan hasil produksinya. Peningkatan kandungan silika dan lignin pada organ tanaman terkait dengan komponen dinding sel yang memberikan kekuatan fisik, sehingga tanaman tetap tegak, tidak roboh meskipun mengalami cekaman genangan maupun kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas serangan hama okra terhadap pemberian silika dan pengaruhnya terhadap hasil. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan acak kelompok lengkap (RAKL). Perlakuan yang dicobakan yaitu 4 konsentrasi pemberian silika (Tenaz SiO2 1,3%, Mo 10 ppm, Co 5 ppm, N 2,8%, dan K2O 0,6%). Perlakuan yang diberikan yaitu tanpa pemberian silika (S0), silika 1% (S1), silika 2% (S2), dan silika 3% (S3). Analisis data menggunakan Uji F, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Pemberian silika pada tanaman okra belum mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah buah, bobot buah, dan bobot segar tanaman. Intensitas serangan hama kutu daun pada S0, S1, S2, dan S3 berturut-turut 1,43%, 5,71%, 9,29%, dan 3,57%. Intensitas serangan hama ulat pada S0, S1, S2, dan S3 berturut-turut 0,00%, 9,29%, 0,00%, dan 4,64%. Intensitas serangan hama wereng daun tertinggi pada perlakuan S0 yaitu 16,07%, terendah pada perlakuan S1 dan S2 yaitu 0,00%, sedangkan perlakuan S3 yaitu 8,57%.
PENGARUH EKSTRAK BUAH MENGKUDU TERHADAP MORTALITAS ULATGRAYAK (SPODOPTERA LITURA F.) Mega, endhy Nura Prassetia; Supriyatdi, Dedi; Sudirman, Albertus
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.4.2.95-101

Abstract

Ulatgrayak (Spodoptera litura F., Lepidoptera, Noctuidae) adalah hama daun yang menghambat tanaman karena mengandung polifag. Kisaran tanaman yang menyebabkan S. litura sebagai hama utama di berbagai jenis tanaman seperti perkebunan, buah, sayuran, tanaman pangan. Rentang tembakau, kol, ubi jalar, kentang, kedelai, dan lainnya. Serangan S. litura dengan menempelkan daun sampai epidermis tipis keluar pada permukaan daun dan tulang daun. Tumbuhan yang dapat dijadikan bahan baku insektisida nabati adalah buah noni matang (Morinda citrifolia L.). Insektisida adalah campuran kimia atau kimia yang digunakan untuk mengendalikan hama tanaman (OPT). Insektisida digunakan sebagai cara untuk mengendalikan hama dan menyelamatkan tanaman. Untuk mengatasinya, diperlukan alternatif lain untuk menggunakan insektisida sintetis, dengan mempertimbangkan beberapa efek negatif lingkungan. Salah satu efek negatif lain dari insektisida sintetik adalah bahwa akan ada resistensi terhadap hama S. litura terhadap insektisida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari potensi besar buah noni sebagai insektisida tanaman dalam pergerakan hama S. litura dan alat ukur terbaik dari insektisida nabati ini. Penelitian dilakukan di Laboratorium Tumbuhan, Departemen Budidaya Tanaman, Politeknik Negeri Lampung, pada Oktober 2018 hingga Desember 2018. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 ulangan. Bahan baku yang digunakan adalah buah noni matang. Insektisida nabati dibuat dari ekstrak buah mengkudu dalam mengendalikan hama S. litura dan konsentrasi terbaik terjadi pada P1 dengan konsentrasi ekstrak 100%.
PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH KOPI ARABIKA (COFFEA ARABICA L) Taryana, Yana; Sugiarti, Lia
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A study to determine the effect of various types of mixed planting media on Arabica coffee seed germination was carried out in April to May 2019, located in the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, University of Winaya Mukti, Tanjungsari, Sumedang. This study used a randomized block design (RBD) consisting of 4 treatments and 5 replications. The planting media used in this study were mixed media consisting of A = soil; B = mixture of soil and manure (1: 1); C = mixture of soil and charcoal (1: 1); D = mixture of soil, manure and husk charcoal (1: 1: 1), The results of the study showed the planting media in the form of soil, a mixture of soil with manure or charcoal husk, and the mixture of the three did not affect the germination of seeds, but the use of in the form of a mixture of soil with manure and husk charcoal can increase the germination index compared to the media in the form of soil without mixture.
EFEKTIFITAS INTERVAL WAKTU PEMBERIAN AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN KARET (HAVEA BRASILIENSIS) sularno, sularno; Dongoran, Yeni Ramadhani
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.4.2.79-87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas interval waktu pemberian air kelapa yang sesuai untuk pertumbuhan bibit tanaman karet.  Karet merupakan salah satu komoditi hasil perkebunan yang mempunyai peran cukup penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia. Karet juga salah satu komoditi ekspor Indonesia yang cukup penting sebagai penghasil devisa negara selain minyak dan gas. Rendahnya produktivitas karet di perkebunan rakyat disebabkan oleh kualitas bibit yang rendah. Air kelapa merupakan salah satu ZPT alami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui interval waktu pemberian air kelapa yang sesuai untuk bibit tanaman karet. Penelitian dilaksanakan pada Maret sampai Mei 2019 di Kebun Percobaan Fakultas  Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta. Metode penelitian yang digunakan Rancangan  Kelompok Lengkap Teracak (RKLT), dengan perlakuan berbagai interval waktu pemberian air kelapa yang terdiri dari 5 taraf, yaitu P0 = Tanpa penyiraman air kelapa, P1 = Penyiraman air kelapa 2 hari sekali, P2 = Penyiraman air kelapa 3 hari sekali(Rekomendasi), P3 = Penyiraman air kelapa 4 hari sekali, P4 = Penyiraman air kelapa 5 hari sekali. Parameter yang diamati Tinggi Bibit Tanaman Karet, Jumlah Daun Bibit Tanaman Karet, Panjang Daun Bibit Tanaman Karet, Lebar Daun Bibit Tanaman Karet, Diameter Batang Bibit Tanaman Karet, dan Panjang akar Bibit Tanaman Karet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 = Penyiraman Air Kelapa 4 Hari sekali menunjukkan waktu yang efektif untuk membantu pertumbuhan bibit tanaman karet. Perlakuan interval pemberian air kelapa memberikan pengaruh yang nyata pada parameter pengamatan tinggi bibit, jumlah daun, panjang daun, diameter batang, dan panjang akar bibit tanaman karet. Namun tidak berpengaruh nyata pada parameter pengamatan lebar daun.
STUDI RADIOSENSITIVITAS DAN ANALISIS KERAGAMAN M1 KACANG TUNGGAK (Vigna unguiculata L) HASIL INDUKSI MUTASI Wulandari, Yukarie Ayu; Sobir, Sobir; Aisyah, Syarifah Iis
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.4.1.1-9

Abstract

Kacang tunggak sebagai salah satu kacang indigenous potensi untuk substitusi kedelai sebagai bahan dasar pembuatan tempe dan tahu. Sumber daya genetik kacang tunggak perlu ditingkatkan keragamannya sebagai sumber plasma nutfah untuk perakitan varietas unggul baru. Induksi mutasi iradiasi sinar gamma pada kacang tunggak diharapkan dapat meningkatkan keragaman. Penelitian dilaksanakan dengan iradiasi biji kacang tunggak genotipe KM-4 dengan dosis 0, 200, 400, 600 dan 800 Gy dan dianalisis untuk memperoleh LD50 dan dilakukan iradiasi kembali dengan dosis 0, LD50-100, LD50-50, LD50, LD50+50 dan LD50+100 Gy. Karakter yang diamati meliputi tinggi tanaman, lebar tajuk, panjang tangkai, panjang daun, lebar daaun, periode panen, panjang polong, jumlah biji/polong, berat biji/tanaman dan kandungan protein biji kacang tunggak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai LD50 tanaman kacang tunggak adalah 724,84 Gy, iradiasi sinar gamma pada dosis750 Gy menghasilkan keragaman tertinggi dan iradiasi sinar gamma tidak meningkatkan keragaman terhadap kandungan protein biji kacang tunggak.
PENGARUH DOSIS PUPUK SILIKA ORGANIK TERHADAP SILIKA TANAH DAN TANAMAN, PERTUMBUHAN DAN HASIL HANJELI (Coix lacryma-jobi L.) Yuniarti, Anni; Nurmala, Tati; Solihin, Eso; Syahfitri, Nurul
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.2.2.81 – 94

Abstract

Hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan alternatif. Oleh karena itu dibutuhkan teknik budidaya yang tepat untuk meningkatkan produksi. Salah satu upaya yaitu pemanfaatan pupuk silika organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis silika organik yang dapat memberikan pengaruh terbaik terhadap kandungan silika tanah dan silika tanaman, pertumbuhan serta hasil hanjeli pulut. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari enam perlakuan dan empat kali ulangan, yaitu: kontrol; silika dosis 4.50; 9.00; 13.50; 18.00; dan 22.50 g per polibeg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kontrol tanpa pupuk silika organik berpengaruh terhadap biomassa total tanaman hanjeli, tetapi tidak berpengaruh terhadap silika tanah dan silika tanaman.AbstractJob Tear’s (Coix lacryma-jobi L.) has potential to deveeloped because it can be used as an alternative food source. Consequently, it needs more accurate cultivitation technique such as silica organic fertilizer. This study aims to determine the organic silica fertilizer that can give the best effect on silica in soil and crops, the growth and yield of job’s tears (C. lacryma-jobi L.). The research used rendomized block design (RBD) with six treatments and four replications, consistens of: control; organic silica dosage 4.50; 9.00; 13.50; 18.00; and 22.50 g per polybag. The results showed that treatment of control gave a significant effect on total biomasse of job’s tears plant, but not significant on silica in soil and plant.
PENGARUH PEMBERIAN OLIGO KITOSAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG SRIKANDI PUTIH-1 Anggara, Ridho; Sularno, Sularno; Junaidi, Junaidi
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari tujuh perlakuan konsentrasi Oligo kitosan, yaitu 0 (kontrol), 50, 100, 150, 200, 250, dan 300 ppm. Setiap perlakuan diulang 3 kali sehingga terdapat 21 satuan percobaan. Oligo kitosan disemprotkan ke daun ketika tanaman jagung berumur 2 minggu setelah tanam sebanyak 7 liter per bedengan, selanjutnya disemprotkan seminggu sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi oligo kitosan ke tanaman dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, lingkar batang, panjang tongkol, bobot bersih tongkol, bobot pipilan kering, bobot 100 butir pipilan kering, dan konversi hasil ha-1. Hasil bobot pipilan kering terbanyak ditunjukkan oleh perlakuan 150 ppm.
PENGGUNAAN OLI DAN INSEKTISIDA UNTUK MENGENDALIKAN RAYAP DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT Pramana, Angga
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rayap merupakan salah satu jenis hama yang ada disekitar perkebunan kelapa sawit. Rayap tanah (Macrotermes Gilvus) merupakan salah satu jenis rayap yang keberadaannya pada disekitar perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan oli dan insektisida di perkebunan  kelapa sawit. Metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dan pengamatan lapangan Dilakukan di Air molek, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Penelitian ini dilaksanakan selama 1 bulan. Data yang diperoleh dianalisis dengan telaah kajian deskriptif. Pengamatan mengukur tinggi sarang dalam pengendalian hama rayap Macrotermes gilvus dengan cara penggunaan bahan oli (bekas), penggunaan insektisida dan kontrol pada tanaman kelapa sawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis rayap yang menyerang perkebunan kelapa sawit adalah jenis  Coptotermes curvignathus dan Macrotermes gilvus.