cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI
ISSN : 25280201     EISSN : 25283278     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI is a scientific media dissemination of research results in agriculture to support agricultural development. This journal is a national journal containing agricultural research results, routinely published by the Faculty of Agriculture - University of Muhammadiyah Jakarta since 2016
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2017)" : 6 Documents clear
PENGARUH DOSIS PUPUK SILIKA ORGANIK TERHADAP SILIKA TANAH DAN TANAMAN, PERTUMBUHAN DAN HASIL HANJELI (Coix lacryma-jobi L.) Yuniarti, Anni; Nurmala, Tati; Solihin, Eso; Syahfitri, Nurul
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.2.2.81 – 94

Abstract

Hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan alternatif. Oleh karena itu dibutuhkan teknik budidaya yang tepat untuk meningkatkan produksi. Salah satu upaya yaitu pemanfaatan pupuk silika organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis silika organik yang dapat memberikan pengaruh terbaik terhadap kandungan silika tanah dan silika tanaman, pertumbuhan serta hasil hanjeli pulut. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari enam perlakuan dan empat kali ulangan, yaitu: kontrol; silika dosis 4.50; 9.00; 13.50; 18.00; dan 22.50 g per polibeg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kontrol tanpa pupuk silika organik berpengaruh terhadap biomassa total tanaman hanjeli, tetapi tidak berpengaruh terhadap silika tanah dan silika tanaman.AbstractJob Tear’s (Coix lacryma-jobi L.) has potential to deveeloped because it can be used as an alternative food source. Consequently, it needs more accurate cultivitation technique such as silica organic fertilizer. This study aims to determine the organic silica fertilizer that can give the best effect on silica in soil and crops, the growth and yield of job’s tears (C. lacryma-jobi L.). The research used rendomized block design (RBD) with six treatments and four replications, consistens of: control; organic silica dosage 4.50; 9.00; 13.50; 18.00; and 22.50 g per polybag. The results showed that treatment of control gave a significant effect on total biomasse of job’s tears plant, but not significant on silica in soil and plant.
PEMANFAATAN LEGUM COVER CROP UNTUK MEMPERBAIKI SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN BEKAS TAMBANG EMAS DI KABUPATEN SIJUNJUNG Oktabriana, Giska; Syofiani, Riza
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.2.2.135 – 140

Abstract

Sijunjung merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Sumatera Barat yang memiliki cadangan tambang emas. Penambangan emas di Kabupaten Sijunjung biasanya dilakukan secara ilegal pada lokasi aliran sungai dan kegiatan tersebut sudah meluas kesawah-sawah milik masyarakat secara tradisional. Masalah yang dihadapi pada lahan bekas tambang ini yaitu rendahnya produktivitas yang disebabkan tidak baiknya sifat kimia dari tanah itu sendiri seperti tanah masam, N-total, P-tersedia, Kapasitas Tukar Kation (KTK) dan rendahnya kandungan basa-basa (K, Ca, Mg dan Na) dan konsentrasi unsur Al yang terlarut pada tanah sangat tinggi. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya yaitu dengan penggunaan Legum Cover Crop (LCC) yang mampu hidup pada tanah yang rusak dan berguna untuk melindungi tanah dari pengaruh erosi serta mampu memproduksi bahan organik dalam jumlah besar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memperbaiki sifat kimia pada lahan bekas tambang emas dan untuk mengetahui jenis Legum Cover Crop (LCC) yang bagus dalam memperbaiki sifat kimia pada lahan bekas tambang emas. Penelitian ini dilakukan di Nagari Pala Luar Kecamatan Koto Tujuh Kabupaten Sijunjung selama 3 bulan dan dilanjutkan dengan analisis di Laboratorium Tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan, perlakuan penggunaan tanaman LCC dimana, A = Kontrol (tanpa LCC), B = Mucuna conchinchinensis, C = Calopogonium mucunoide, D = Centrocema pubescen, E = Mucuna bracteata. Data analisis dengan menggunakan tabel Anova 5% apabila F hitung lebih hitung lebih dari F tabel 5% dan uji lanjut BNJ 5%. Dari hasil Penelitian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan LCC M. conchinchinensis mampu memperbaiki sifat kimia tanah pada lahan bekas tambang emas di Kabupaten Sijunjung.ABSTRACTSijunjung is one of the regencies in West Sumatra, which has reserves of gold mines. Gold mining in Sijunjung usually done illegally conducted dialiran river and spread the paddy rice is traditionally owned by the community. Problems encountered on mined land is that low productivity due to less good is the chemical properties of the soil it self like acid soil, N-total, P-available, cation exchange capacity (CEC) and the content of bases (K, Ca, Mg and Na) is low and Al dissolved in the soil is very high. One way you can do to fix it is by the use of Legume Cover Crop (LCC) which is able to live on land that is damaged and is useful to protect the soil from erosion damage and is able to produce large amounts of organic matter. The purpose of this research is to improve the chemical properties of the gold mined land and to determine the type of Legume Cover Crop (LCC) are good at improving the chemical nature of the gold mined lands. This research was conducted in Nagari Koto subdistrict Pala Outer Seven Sijunjung for 3 months and continued with the analysis in the Laboratory of Soil Faculty of Agriculture, Andalas University. The design used in this study is a randomized block design (RAK) with 5 treatments and 3 replications, treatment plant use LCC where, A = Control (without LCC),B =Mucuna conchinchinensis, C = Calopogonium mucunoide, D =Centrocema pubescen, E = Mucuna bracteata. Data analysis using Anova table 5% if F count is count more than F table 5% and a further test HSD 5%. From the research results can be concluded that the use of LCC M. conchinchinensisable to improve soil chemical properties in the gold mining land in Sijunjung.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN URIN KELINCI UNTUK MENGURANGI DOSIS PUPUK ANORGANIK PADA BUDIDAYA PUTREN JAGUNG MANIS Fitriasari, Chintia; Rahmayuni, Erlina
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produksi putren jagung manis (Zea mays L. var. Indurata) harus diimbangi dengan ketersediaan hara yang cukup selama pertumbuhannya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2017 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan enam perlakuan yang terdiri dari P0 (Pupuk anorganik 100%) (Kontrol); P1 (Urin kelinci 20 ml.l-1 air + pupuk anorganik 50%); P2 (Urin kelinci 25 ml.l-1 air + pupuk anorganik 50%); P3 (Urin kelinci 30 ml.l-1 air + pupuk anorganik 50%); P4 (Urin kelinci 35 ml.l-1 air + pupuk anorganik 50%); dan P5 (Urin kelinci 40 ml.l-1 air + pupuk anorganik 50%). Setiap perlakuan diulang 4 kali sehingga terdapat 24 satuan percobaan, setiap satuan percobaan terdiri dari 3 tanaman sehingga jumlah tanaman yang diamati sebanyak 72 tanaman. Hasil perlakuan pemberian urin kelinci konsentrasi 25 ml.l-1  air + pupuk anorganik 50% memberikan nilai tertinggi pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan daun terluas. Pada perlakuan pemberian urin kelinci konsentrasi 40 ml.l-1  air + pupuk anorganik 50% memberikan nilai tercepat untuk umur berbunga jantan dan betina. Sedangkan pemberian urin kelinci konsentrasi 30 ml.l-1 air + pupuk anorganik 50% memberikan nilai tertinggi pada parameter jumlah tongkol, panjang tongkol, diameter tongkol dan berat tongkol.AbstractIncreased production of sweet corn corn (Zea mays L. var. Indurata) should be balanced with sufficient nutrients during its growth. The study was conducted from January to March 2017 at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, University of Muhammadiyah Jakarta. The experimental design used was the Randomized Complete Block Design (RCBD) with six treatments consisting of P0 (100% Inorganic fertilizer) (Control); P1 (Rabbit urine 20 ml.l-1 of water + 50% inorganic fertilizer); P2 (Rabbit urine 25 ml.l-1of water + 50% inorganic fertilizer); P4 (Rabit urine 35 ml.l-1of water + 50% inorganic fertilizer); and P5 (Rabbit urine 40 ml.l-1of water + 50% inorganic fertilizer). Each treatment was repeated 4 times so that there were 24 experimental units, each units consists of 3 plants. The result, utilization of rabbit urine 25 ml.l-1of water + 50% inorganic fertilizer gives the highest value of plant height, leaf and widest leaf area. Utilization of rabbit urine 40 ml.l-1 of water + 50% inorganic fertilizer gives the fastest of flowering age of males and females. Utilization of rabbit urine 30 ml.l-1 of water + 50% inorganic fertilizer gives haighest value of total, length, diameter and the weight of cobs.
ANALISIS PROKSIMAT DAN ASAM OKSALAT PADA PELEPAH DAUN TALAS BENENG LIAR DI KAWASAN GUNUNG KARANG, BANTEN Hermita, Nuniek; Ningsih, Eltis Panca; Fatmawaty, Andi Apriany
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.2.2.95 – 104

Abstract

ABSTRAK Talas beneng (Xanthasoma undipes K.Kock) atau dikenal juga Tall elephant ear merupakan talas lokal khas dari Gunung Karang, Provinsi Banten. Tanaman ini tergolong dalam genus Xanthosoma dan telah dikembangkan sebagai sumber pangan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi dan kandungan asam oksalat pada pelepah daun talas beneng yang tumbuh secara liar pada ketinggian tempat yang berbeda-beda. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Maret sampai Juni 2017. Penelitian ini berupa penelitian lapangan yang dilakukan di sekitar Kawasan Gunung Karang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Pengambilan sampel pelepah talas beneng dilakukan pada ketinggian yang berbeda yaitu pada ketinggian 400 dan 800 m di atas permukaan laut (dpl). Penelitian ini menggunakan pendekatan metode deskriptif kuantitatif. Parameter yang diamati meliputi analisis proksimat dan asam oksalat. Analisis proksimat yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi analisis kadar air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ketinggian 400 m dpl pelepah talas beneng memiliki kandungan air (92.24%), abu (0.30%), protein (0.30%), lemak (0%), karbohidrat (7.16%) dan asam oksalat (0.217%). Pada ketinggian 800 m dpl pelepah talas beneng memiliki kandungan air (92.38%), abu (0.74%), protein (0.21%), lemak (0%), karbohidrat (6.67%) dan asam oksalat (0.117%). Pada ketinggian 400 m dpl pelepah talas beneng memiliki kandungan protein, karbohidrat dan asam oksalat lebih tinggi dibandingkan dengan ketinggian 800 m dpl.ABSTRACTTalas beneng (Xanthasoma undipes K.Kock) or also known as Tall elephant ear is a typical local taro from Gunung Karang area, Banten Province, it belong to the genus Xanthosoma and has been used as a source of local food. This study aims to determine the nutrient and oxalic acid content of wild taro leaves different altitude. It was 400 and 800 m above sea level (asl). The research was conducted from March to June 2017. Parameters observed in this study are  proximate and oxalic acid analysis. Proximate analysis conducted in this study include analysis of water content, ash, protein, fat, and carbohydrates. The results showed that at 400 m asl taro bark had water content (92.24%), ash (0.30%), protein (0.30%), fat (0%), carbohydrate (7.16%) and oxalic acid (0.217%). On the other hand, at 800 m asl the taro bark has water content (92.38%), ash (0.74%), protein (0.21%), fat (0%), carbohydrate (6.67%) and oxalic acid (0.117%). Taro bark found at an 400 m asl contains higher concentration of protein, carbohydrates and oxalic acid than that of 800 m asl.
EFEKTIFITAS PENGURANGAN PUPUK NPK DENGAN PEMBERIAN PUPUK HAYATI PROVIBIO TERHADAP BUDIDAYA TANAMAN KEDELAI EDAMAME Latif, Muhamad Fauzi; Elfarisna, Elfarisna; Sudirman, Sudirman
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai edamame merupakan sayuran bernilai komersial tinggi di Indonesia. Salah satu faktor pembatas produksi kedelai edamame adalah keadaan lahan yang mulai kritis. Pupuk hayati sebagai upaya rehabilitasi lahan dengan memanfaatkan beberapa mikroorganisme aktif yang dapat bersimbiosis dengan tanaman legum baik dalam hal membantu proses perombakan maupun sebagai penyedia hara di dalam tanah. Penelitian ini bertujuan unutuk mengetahui efektifitas pengurangan pupuk NPK dengan pemberian pupuk hayati ProvibioÒ terhadap budidaya tanaman kedelai edamame (Glycine max L. Merill). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2016 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan, yaitu P0 (NPK 100%); P1 (Provibio konsentrasi 5 ml.l-1 + NPK 50%); P2 (Provibio konsentrasi 10 ml.l-1 + NPK 50%); dan P3 (Provibio konsentrasi 15 ml.l-1 + NPK 50%). Setiap perlakuan diulang enam kali dan dilakukan di lahan petakan 2 m x 1 m dan jarak tanam 20 cm x 30 cm. Pengambilan sampel tanaman sebanyak enam tanaman tiap petak dengan tidak menggunakan tanaman pinggiran sebagai tanaman sampel. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan NPK 100% memberikan nilai tercepat untuk umur berbunga, memberikan nilai tertinggi untuk jumlah bintil akar dan jumlah polong, serta memberikan nilai terberat untuk berat polong per tanaman, berat polong per petak dan konversi per ha. Perlakuan Provibio konsentrasi 5 ml.l-1 + NPK 50% memberikan nilai tertinggi untuk tinggi tanaman dan nilai terbanyak untuk jumlah cabang. Sedangkan perlakuan Provibio konsentrasi 15 ml.l-1 + NPK 50% memberikan nilai tertinggi untuk persentase polong bernas kedelai edamame.AbstractOne of the limiting factors of edamame soybean production is the state of land that is beginning to be critical. Biological fertilizers as an effort to rehabilitate the land by utilizing several active microorganisms that can symbiosis with legume crops both in terms of helping the process of reshuffling as well as supplying nutrients in the soil. This study aims to determine the effectiveness of NPK fertilizer reduction by Provibio biological fertilizer on edamame soybean cultivation. This research was conducted in April until June 2016 in Experimental Garden of Faculty of Agriculture, University of Muhammadiyah Jakarta, using Random Complete Block Design (RCBD) with four treatment, ie P0 (100% NPK); P1 (Provibio concentration 5 ml.l-1 + 50% NPK);  P2 (Provibio concentration 10 ml.l-1 + 50% NPK); and P3 (Provibio concentration 15 ml.l-1 + 50% NPK). Each treatment was repeated six times and conducted on 2 m x 1 m land plot with 20 cm x 30 cm spacing per plant. Six plants per plot was used as experimental plant. The results showed that 100% NPK treatment have rapidest values for flowering age; highest values for the number of root nodules and number of pods; and heaviest values for weight of pods per plant, weight of pods per plot and conversion per hectare. Treatment of Provibio concentrations of 5 ml.l-1 + 50% NPK have highest values for plant height and largest values for the number of branches. While Provibio concentration 15 ml.l-1 + 50% NPK have highest value for percentage of edamame soybean pods.
PEMANFAATAN TANAMAN ATRAKTAN MENGENDALIKAN HAMA KEONG MAS PADI Siregar, Ameilia Zuliyanti; Tulus, Tulus; Lubis, Kemala Sari
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.2.2.121 – 134

Abstract

Indonesia memiliki banyak tanaman berkhasiat, diantaranya adalah daun nimba, daun tembakau, daun ubi karet, buah mengkudu, dan buah pinang. Bahan-bahan tersebut mengandung xeronine, sterol, alizarin, glisin, natrium, asam kaprilat, arginin, prokserin, antra kuinin, trace elemens, fenilalanin, niclos amida, magnesium terpenoid, zat antibakteri, asam arkobat, dan scopeletin sehingga dapat dijadikan tanaman herbal dan biopestisida ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan sebuah formula efektif yang dapat digunakan sebagai biopestisida untuk mengendalikan hama keong mas yang menyerang fase vegetatif tanaman padi. Penelitian dilakukan sejak bulan Mei sampai Juli 2017 menggunakan metode non faktorial secara acak di lokasi pertanaman padi di Desa Lae Parira, Dairi, Sumatera Utara. Desain dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan yaitu daun nimba  sebagai kontrol, daun tembakau, daun ubi karet, buah mengkudu, daun pepaya, dan buah pinang. Berdasarkan hasil penelitian, keenam biopestisida berpengaruh signifikan terhadap persentase kematian keong mas dan persentase rumpun padi terserang. Nilai korelasi Pearson pada persentase kematian keong mas dan persentase tanaman padi yang terkena serangan menunjukkan hubungan yang sangat signifikan. Daun nimba adalah biopestisida terbaik dalam mengendalikan molusisida, diikuti oleh buah pinang, daun tembakau, daun ubi karet, buah mengkudu dan daun pepaya. Kematian 100% keong mas akan mencegah kerusakan rumpun tanaman padi sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga ketahanan pangan, khususnya di Dairi, Sumatera Utara.ABSTRACTIn Indonesia, many plantation as use as beneficial plants. This study aims to obtain an effective formula that can be used as a biopesticide to control snail pests during the vegetative phase from May to July 2017 using random non-factorial methods at two rice planting locations in the Village Lae parira, Dairi, North Sumatra. Design with 6 treatments and 3 replicates (ie control, neem leaves (Azadirachta indica), tobacco leaf (Nicotiana tabacum), sweet potato leaf (Manihot glaziovii), noni fruit, Morinda citrifolia, and betel nut (Areca catechu) and papaya (Carica papaya) as an eco-friendly herbaceous and biopesticide. Based on the study recorded in sampling for 7 days with 6 treatments had significant effect on the percentage affected by the clump of rice attacked and the percentage of death. Pearson correlation value recorded percentage of death and percentage of impacted  showed a very significant relationship. Neem is the best biopesticide in controlling mollusicides, followed by betel nuts, tobacco, poisonous yams and noni. Death of 100% snail mas will prevent damage to the clump of rice plants Dairi, North Sumatra. All biopesticide treatments were tested to control snail pests in rice plants that will increase agicultural productivity in maintaining food security in Dairi, North Sumatra.

Page 1 of 1 | Total Record : 6