cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Mosharafa
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Mosharafa (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan hasil penelitian dan kajian analitis kritis dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Berkaitan dengan hasil-hasil penelitian pendidikan matematika di setiap level, berupa desain pembelajaran, analisis kesulitan siswa dalam pembelajaran, penelitian kuantitatif, kajian teoritis, penelitian kualitatif, Jurnal ini dipublikasikan oleh program studi pendidikan matematika STKIP Garut dan terbit tiga kali setahun yaitu bulan Januari, Mei, dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 2 (2016)" : 15 Documents clear
Miskonsepsi Siswa dalam Memahami Konsep Nilai Tempat Bilangan Dua Angka Matitaputy, Christi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Konsep-konsep matematika yang diberikan pada tingkat Sekolah Dasar merupakan konsep dasar yang berguna untuk pemahaman matematika di tingkat selanjutnya. Adanya miskonsepsi membuat pembelajaran menjadi tidak bermakna dan hubungan antar konsep menjadi terputus. Banyak hal yang menyebabkan terjadinya miskonsepsi dalam memahami nilai tempat bilangan dua angka, diantaranya dari siswa itu sendiri yang belum memahami makna nilai tempat bilangan dua angka. Penelitian ini mengungkapkan bahwa beberapa siswa belum dapat mengembangkan ide bahwa ‘ratusan’ merupakan suatu kumpulan baru yang berisikan sepuluh puluhan dan ‘puluhan’ merupakan suatu kumpulan baru yang berisikan sepuluh satuan. Penelitian ini dilakukan pada siswa Kelas 2 SD Negeri 179 Palembang. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan beberapa kesalahan konsep yang dibuat oleh siswa dalam memahami nilai tempat bilangan dua angka. Hasil penelitian menunjukan beberapa miskonsepsi siswa diantaranya adalah (1) Siswa belum mamahami prosedur dalam menghitung dan memisahkan bilangan satuan dan puluhan. (2) siswa mempunyai alternatif konsep lain tentang bilangan dua digit dan membaca bilangan tersebut sebagai bilangan yang terlepas dari suatu nilai tempat, (3) siswa memiliki alternatif konsep lain dalam memahami penjumlahan angka puluhan dan satuan. ABSTRACT Mathematical concepts are given at the elementary school level is a basic concept that is useful for understanding mathematics at the next level. Their misconceptions make learning becomes no meaningful and the relationships between concepts become disconnected. Many factors led to misconceptions in understanding the value of a two digit number, such as from the students themselves who do not understand the meaning of the place value of two digit numbers. This study revealed that some students have not been able to develop the idea that hundreds is a new collection containing ten tens and tens is a new collection containing ten units. Research was conducted on Second Grade students at SD Negeri 179 Palembang. The purpose of this study are describe some of the misconceptions created by the students in understanding the value of a two-digit number. The results showed some misconceptions students such as; (1) Students are not understanding the procedures in counting and separating the units and tens. (2) the students have another alternative conceptions of two-digit numbers and they read these numbers as numbers that apart from a place value, (3) the students have another alternative concepts in understanding the sum of the tens and sum units.
Profil Penalaran Kuantitatif Siswa SMP Ditinjau dari Gender
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil penalaran kuantitatif siswa SMP ditinjau dari gender. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan tiga instrumen, yaitu tes kemampuan matematika untuk menentukan subjek penelitian dan tugas penalaran kuantitatif dan pedoman wawancara untuk mengumpulkan data profil penalaran kuantitatif subjek penelitian. Profil penalaran kuantitatif ditinjau dari gender adalah sebagai berikut: (1) subjek perempuan dan subjek laki-laki memahami informasi kuantitatif dengan berbagai bentuk; (2) subjek laki-laki merumuskan persamaan dari hasil interpretasi informasi kuantitatif yang diberikan secara implisit; (3) dari hasil interpretasi, subjek perempuan menyebutkan terdapat dua kuantitas sedangkan subjek laki-laki menyebutkan terdapat tiga kuantitas yang terlibat dalam masalah soal dan keduanya menyebutkan beberapa hubungan kuantitas-kuantitas tersebut; (4) subjek perempuan menggunakan metode geometri dengan menerapkan suatu sifat, sedangkan laki-laki menggunakan metode aljabar dengan menyusun dan menyelesaikan suatu persamaan; (5) keduanya memperkirakan jawaban dan memeriksa kemasuk-akalannya dengan berbeda sesuai dengan metode yang digunakan; (6) keduanya mengkomunikasikan informasi kuantitatif secara lisan maupun tulisan; (7) kedua subjek mengenali keterbatasan metode yang digunakan dalam menyelesaikan soal. ABSTRACT This research was a descriptive qualitative reseach. The research objectives were to describe profile of the quantitative reasoning of female and male junior high school students. To reach this objective, the reseacher employed three instruments, namely a mathematical ability test to determine participants and quantitative reasoning tasks and a interview guidance to collect data of profile of the quantitative reasoning of the students. Profile of the quantitative reasoning based on gender were: (1) the both of participants understand quantitative information given in various formats; (2) the male participant can formulate an equation as a product of interpreating quantitative information which given implicitly; (3) as a result of interpratation, the female participant said that there were two quantities, whereas the male participant said there were three quantities involved in a problem and both of them mentioned several relationships among the quantities; (4) the female employed the geometry method by applying the properties of parallel lines and a two-line intersection, whereas the male employed algebra method by formulating and solving an one-variable linear equation to solve a problem; (5) both of them estimated answers and checked its reasonableness in different ways appropriate to the method that each employed; (6) both of them communicated quantitative information in verbal and written ways; (7) both of participants recognised a limitation of each own method that they umployed to solve a problem. Quantitative Reasoning, Gender
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa melalui Pembelajaran Berbasis Masalah Sumartini, Tina Sri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil-hasil penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa belum sesuai dengan yang diharapkan. Salah satu pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis adalah pembelajaran berbasis masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sebagai akibat dari pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini adalah kuasi eksperimen yang menerapkan dua pembelajaran yaitu pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa di salah satu SMK di Kabupaten Garut. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, dan diperoleh dua kelas sebagai sampel penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematis. Berdasarkan hasil analisis tersebut diperoleh kesimpulan bahwa: (1) peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapat pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional, (2) Kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh siswa ketika mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan kemampuan pemecahan masalah matematis adalah kesalahan karena kecerobohan atau kurang cermat, kesalahan mentransformasikan informasi, kesalahan keterampilan proses, dan kesalahan memahami soal. ABSTRACT This research is motivated by the results of previous studies that showed that students mathematical problem solving ability is not as expected. One lesson to improve mathematical problem solving is based learning problems . The purpose of this study was to determine the increase in students mathematical problem solving ability as a result of problem-based learning. This study is a quasi-experimental study that applies two problem-based learning and conventional learning. The population in this study were students in one of the vocational schools in Garut. Sampling was done by purposive sampling, and obtained two classes as the study sample. The research instrument used was a test of mathematical problem solving abilities. Based on these results we concluded that: (1) the increase in students mathematical problem solving ability that gets problem-based learning better than students who received conventional learning, (2) mistakes made by student when working on the problems related to mathematical problem solving ability was a mistake due to carelessness or less closely, tansform fault information, error process skills, and misunderstanding question. Keywords: problem based learning, mathematical problem solving ability
Mengembangkan Kemampuan Komunikasi Matematik Siswa melalui Strategi Think Talk Write Nuraeni, Reni; Luritawaty, Irena Puji
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini didasarkan pada permasalahan rendahnya kemampuan komunikasi matematik siswa. Sebagai alternatif dari permasalahan tersebut, dilakukan penelitian dengan penerapan strategi think talk write dalam pembelajaran. Penelitian ini mengkaji pencapaian kemampuan komunikasi matematik siswa yang memperoleh strategi pembelajaran think talk write dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakan teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa salah satu MTs swasta di Kabupaten Garut. Untuk sampel penelitiannya diambil dua kelas tingkat VII, satu kelas sebagai kelas kontrol dan satu kelas lainnya sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa tes kemampuan komunikasi matematik. Analisis data dilakukan dengan uji statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencapaian kemampuan komunikasi matematik siswa yang memperoleh strategi pembelajaran think talk write lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. ABSTRACT This research is based on the issues of mathematical communication skills students lack. As an alternative to that problem, conducted research with the implementation of the strategy think talk write in the study. This research examines the achievements of mathematical communication skills students acquire learning strategies think talk write with conventional learning. This research was quasi experimental study by using purposive sampling technique. The population in this study are all the students one of MTs in Garut. The research sample is taken for two grade levels VII, one class as the control class and one other class as a experiment class. The instruments used in the study of mathematical communication ability tests. The data analysis done with test descriptive statistics and inferensial. The results showed that the achievement of mathematical communication skills students acquire learning strategies think talk write better than students who get conventional instruction.
Penggunaan Software ATLAS.ti sebagai Alat Bantu Proses Analisis Data Kualitatif Afriansyah, Ekasatya Aldila
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan di Indonesia, khususnya di bidang pendidikan matematika, penelitian kualitatif masih kurang diminati. Hal ini menjadi salah satu dasar permasalahan yang ingin peneliti bahas yang bertujuan untuk menumbuhkan minat para peneliti dalam melakukan penelitian kualitatif dengan tujuan setelah para peneliti melihat penelitian ini, minat dari para peneliti muncul untuk melakukan penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini, peneliti memperkenalkan salah satu software analisis data kualitatif dengan nama ATLAS.ti. Software ini berguna dalam membantu proses analisis data jenis penelitian kualitatif grounded theory, dalam pengolahan datanya setiap data diberi coding sehingga memudahkan peneliti nantinya untuk memanggil kembali data tersebut sebagai bahan diskusi dalam penelitiannya. Melalui penelitian ini, peneliti memiliki harapan agar muncul prosedur proses analisis data kualitatif berbantuan ATLAS.ti, melalui contoh penerapan pada salah satu kasus di bidang pendidikan matematika. Hasil dari penelitian ini berupa prosedur versi peneliti berdasarkan kasus yang peneliti gunakan. ABSTRACT According to some Indonesian research, especially in mathematics education, qualitative research is still less interested. It became one of basic problem that the researcher wants to discuss. Hoping after all researchers read this study, the interest of them appeared to do qualitative research. In this study, researcher introduced one of data analysis qualitative software, namely ATLAS.ti. This software was useful in helping with the process of data analysis qualitative research, especially grounded theory. Grounded theory, as ATLAS.ti, was given coding in any research data. It would be making easier for researchers to call back data later, or so on. Based on this helpful thing, researcher hoped through this research it would create a procedure data analysis qualitative research assisted by ATLAS.ti. This procedure appeared through an example of an application of one case in the field of mathematics education. The result of this research was a procedure based on the case of researcher used.
Peningkatan Kemampuan Representasi Matematis Siswa Kelas X2 SMAN 1 Gedung Meneng Menggunakan Bahan Ajar Matriks Berbasis Pendekatan Saintifik Ramziah, Siti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan kemampuan representasi matematis siswa kelas X2 SMA Negeri 1 Gedung Meneng dalam menggunakan bahan ajar matriks yang dikembangkan dengan pendekatan saintifik. Penelitian menggunakan metode classroomaction research atau penelitian tindakan kelas yang memiliki desain yang berupa daur spiral dengan empat langkah utama yaitu: perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi dan tes. Semua data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dan dapat disimpulkan bahwa bahan ajar matriks yang dikembangkan menggunakan pendekatan saintifik dapat meningkatkan aktivitas siswa yang dapat dilihat dari besarnya peningkatan aktivitas siswa tersebut sebesar 9,9%.Bahan ajar matriks yang dikembangkan menggunakan pendekatan saintifik dapat meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa yang dapat dilihat dari besarnya peningkatan kemampuan tersebut sebesar 8,15% yang diiringi juga dengan meningkatnya hasil belajar siswa secara klasikal sebesar 10,3%. ABSTRACT This study aims to improve the activity and the ability of the mathematical representation X2 grade students of SMA Negeri 1 Gedung Meneng in using teaching materials matrix developed by scientific approach. Research method iss classroom action research or action research that has a design in the form of a spiral cycle with four main steps: planning, action, observation and reflection. Collecting data in this study used observation and tests. All data collected was analyzed and concluded that the teaching material matrix developed using a scientific approach could increase the activity of students. It could be seen from the increasing in the student activity by 9.9%. Teaching materials matrix developed using a scientific approach could improve students mathematical representation that could be seen from the large increasing in the ability of 8.15% which accompanied by increasing student learning outcomes in classical amount to 10.3%.
Perbandingan Kemampuan Komunikasi Matematika melalui Pembelajaran Quantum dan Pembelajaran Langsung dengan Memperhitungkan Kemampuan Awal Siswa Waru, Misveria Villa
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Jenis penelitian ini adalah eksperimen yang melibatkan dua kelompok yang diberi perlakuan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) bagaimana tingkat kemampuan komunikasi matematika siswa yang diajar menggunakan pembelajaran quantum, 2) bagaimana kemampuan komunikasi matematika siswa yang diajar menggunakan pembelajaran langsung, 3) Apakah kemampuan komunikasi matematika siswa yang diajar melalui pembelajaran quantum lebih tinggi daripada melalui pembelajaran langsung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN Watansoppeng semester genap tahun ajaran 2011/2012 yang berstatus SSN yang terdiri dari 8 sekolah dan dipilih 2 sekolah dan setiap sekolah dipilih 1 kelas sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes kemampuan komunikasi matematika. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistika deskriptif dan inferensial. Hasil yang diperoleh dari analisis statistika deskriptif adalah: 1) kemampuan komunikasi matematika siswa melalui pembelajaran quantum berada pada kategori baik, 2) kemampuan komunikasi matematika siswa melalui pembelajaran langsung berada dalam kategori sedang. Melallui hasil analisis statistika inferensial diperoleh kemampuan komunikasi matematika melalui pembelajaran quantum lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematika melalui pembelajaran langsung dengan memperhitungkan kemampuan awal siswa. ABSTRACT This research is experiment involving two groups which were given different treatments. These research goals are to know 1) how level of students’ mathematical communication ability taught by using Quantum Learning, 2) how level of students’ mathematical communication ability taught by using Direct Instruction, 3) whether mathematical communication ability through Quantum Learning is higher than mathematical communication ability through Direct Instruction. Population in this research is all of students grade VII SMPN Watansoppeng even Semester year 2011/2012 whose status is SSN. Consist of 8 schools and chosen 2 schools and the each school chosen 1 class as research sample. Technique of collecting data is using mathematical communication ability test. The data is analyzed by using descriptive statistic and inferential. The result was get from descriptive statistic analyze are: 1) mathematical communication ability through quantum learning having good category, 2) mathematical communication ability through direct instruction having middle category. Result of inferential statistic analyze was get that mathematical communication ability trough quantum learning is higher than mathematical communication ability through direct instruction by considering students’ initial ability.
Pengaruh Motivasi Belajar Siswa terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa di SD Angkasa 10 Halim Perdana Kusuma Jakarta Timur Warti, Erlis
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Motivas Belajar Siswa di Sekolah Dasar Angkasa 10 Halim Perdana Kusuma Jakarta Timur.Hipotesis yang akan diuji adalah terdapat pengaruh yang positif antara motivasi belajar dengan hasil belajar matematika. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey, dengan target populasi seluruh siswa kelas VI Sekolah Dasar Angkasa 10 Halim Perdanakusuma. Sampel yang diambil secara acak sederhana. Instrumen penelitian yang akan digunakan adalah penyebaran angkat dan tes belajar matematika .Untuk mengukur motivasi menggunakan tes skala sikap yang didasarkan pada validasi isi. Dengan keterandalan dihitung dengan rumus alpha cronbach. Tes hasil belajar menggunakan soal-soal yang diberikan sesuai dengan kurikulum yang berjalan. Dengan keterandalan dihitung menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas yang dilanjutkan dengan uji t (uji dua pihak ) pada signifikan pada taraf signifikan 0,05. Pada uji kelompok eksperimen diperoleh Y=0,0978 dan L tabel = 0,161 dan X Lo = 0,0974). Hasil penelitian menyimpulkan sebagai berikut:”Terdapat pengaruh yang positif antara motivasi belajar siswa dengan hasil belajar matematika siswa. Dengan persamaan regresi Y=a+bx=29,65 +0,605x. Koefisien korelasi (r )=0,974 signifikan pada 0,05. Hasil penelitian ini diharapkan berguna untuk para pendidik khususnya guru matematika. ABSTRACT This study aims to determine the effect Motivation of Students Primary School Angkasa 10 Jakarta Halim Perdana Kusuma Timur. Hypothesis be tested is there are positive influence between learning motivation and learning outcomes in mathematics. This research was conducted by survey method, with a target population of all students of class VI Angkasa Primary School Halim Perdanakusuma 10. Samples were taken randomly. The research instrument that would be used was the spread of the lift and the tests measured motivation .To learn math using attitude scale tests that are based on the content validation. With the reliability was calculated by Cronbach alpha formula. Achievement test using questions provided in accordance with the curriculum runs. By reliability was calculated using the test for normality and homogeneity tests were continued by t test (test the two parties) on significant at the 0.05 significance level. On the test of the experimental group obtained Y = 0.0978 and L tables = 0.161 and X Lo = 0.0974). The study concluded the following: "There is a positive influence between the students motivation to learn math student outcomes. With the regression equation Y = a + bx = 29.65 + 0,605x. The correlation coefficient (r) = 0.974 significant at 0.05. The results of this study are expected to be useful for educators, especially teachers of mathematics.
Penerapan Pembelajaran Matematika Realistik Berbantuan GeoGebra untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP Nopiyani, Dian; Turmudi, Turmudi; Prabawanto, Sufyani
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fakta bahwa kemampuan komunikasi matematis di Indonesia tergolong rendah. Model maupun pendekatan yang digunakan dalam proses pembelajaran menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan pembelajaran matematika di kelas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematis siswa SMP dengan pembelajaran matematika realistik berbantuan GeoGebra. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuasi eksperimen. Penelitian dilakukan di sebuah SMP Negeri di Lembang, Bandung. Hasil analisis menunjukkan bahwa instrumen tes valid dan reliabel sehingga dapat digunakan untuk pretes dan postes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran matematika realistik berbantuan GeoGebra lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran matematika realistik tanpa GeoGebra. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat respon yang positif dari siswa terhadap pembelajaran matematika realistik dengan GeoGebra. ABSTRACT The research was taken because the fact shows that the mathematical communication skill in Indonesia is weak. Models and approaches which are used in learning process being one of the factors that supports the success of mathematical learning. The purpose of this study is to analyze the mathematical communication skill of students in Junior High School by using Realistic Mathematics Education with GeoGebra. This study used a quasi-experiment method. It was held in a Junior High School in Lembang, Bandung. The result of this study showed that mathematical communication of students who learned mathematics using Realistic Mathematics Education with GeoGebra are better than students who learned mathematics using Realistic Mathematics Education with no GeoGebra. The result also indicated that there are positive responses from students toward Realistic Mathematics Education with GeoGebra.
Meninjau Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP melalui Wawancara Berbasis Tugas Geometri Siregar, Nurfadilah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Studi awal atau biasa disebut dengan pilot study merupakan studi pendahuluan yang dilakukan oleh kebanyakan peneliti sebagai suatu hal yang penting dalam proyek penelitian selanjutnya. Pada tulisan ini, penulis memaparkan hasil wawancara yang dilakukan dengan dua orang siswa kelas VIII pada salah satu sekolah menengah pertama di Kabupaten Bandung Barat terkait dengan menggali penalaran matematis siswa SMP. Wawancara dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara berbasis tugas geometri. Diperoleh hasil bahwa penalaran matematis kedua siswa tersebut terkait penyelesaian tugas geometri masih rendah. Siswa lebih cenderung menyelesaikan tugas secara langsung tanpa mengetahui alasan mereka menjawab tugas geometri tersebut. ABSTRACT Preliminary study or commonly called the pilot study is a study conducted by most researchers as an important issue in future research projects. In this paper, the author present results of interviews conducted with two students in eighth grade at one of junior high school in West Bandung regency about digging their mathematical reasoning. Interviews were conducted by using a task-based geometry. The results indicate that mathematical reasoning of the students’ related to the completion of geometry task still low. Students more likely to complete tasks directly without knowing the reason they answered the geometry tasks.

Page 1 of 2 | Total Record : 15