cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Mosharafa
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Mosharafa (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan hasil penelitian dan kajian analitis kritis dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Berkaitan dengan hasil-hasil penelitian pendidikan matematika di setiap level, berupa desain pembelajaran, analisis kesulitan siswa dalam pembelajaran, penelitian kuantitatif, kajian teoritis, penelitian kualitatif, Jurnal ini dipublikasikan oleh program studi pendidikan matematika STKIP Garut dan terbit tiga kali setahun yaitu bulan Januari, Mei, dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue " Vol 6, No 1 (2017)" : 15 Documents clear
DIAGNOSIS KESALAHAN MAHASISWA DALAM PROSES PEMBUKTIAN BERDASARKAN NEWMANN ERROR ANALYSIS Ekayanti, Arta
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal geometri euclide khususnya pada kasus pembuktian. Analisis yang digunakan berdasarkan pada Newmann Error Analysis yang meliputi reading error, comprehension error, transformation error, process skill error dan encoding error. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika Universitas Muhammadiyah Ponorogo yang sedang menempuh mata kuliah geometri euclide pada semester ganjil tahun akademik 2016/2017. Jenis dan pendekatan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode dokumentasi, tes dan wawancara. Analisis dilakukan dengan menganalisis hasil tes kemudian wawancara dengan beberapa mahasiswa dengan tipe kesalahan yang berbeda-beda. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa kesalahan mahasiswa terletak pada kesalahan teori/konsep dasar serta ketidaklengkapan justifikasi pada setiap langkah yang digunakan dalam pembuktian. This research aim to analyse the student error, when they solve the problems of euclidean geometry especially proofs. That is based on Newmann Error Analysis, such as error reading, error comprehension, error transformation, error skill process and error encoding. This research was conducted toward the student of Mathematic Department, Teacher Training and Education Faculty, Muhammadiyah University of Ponorogo who studied euclidean geometry in 2016/2017. This research was descriptive research with qualitative approach. Documentation method, interview and test was used to gathering data. The analysis process had been doing by analysed the student result test, and then interviewed with some student with different error type. The result of this research was misconception of previous concept and incompletely the justification of every proofs step.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIK DAN KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK Muhtadi, Dedi; Sukirwan, Sukirwan
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pencapaian dan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematik (KBKM) dan kemandirian belajar peserta didik melalui implementasi Pendekatan Matematika Realistik (PMR). Populasi penelitian ini adalah peserta didik SMP Negeri di Kota Tasikmalaya. Sampel penelitian adalah peserta didik kelas VIII yang mewakili satu sekolah level tinggi dan satu sekolah level sedang. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol pretes-postes. Instrumen yang digunakan yaitu tes KBKM, skala kemandirian belajar peserta didik, dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis. Dari hasil penelitian disimpulkan: 1) Pencapaian dan peningkatan KBKM kelompok PMR lebih baik dari kelompok PK; dan 2) Pencapaian dan peningkatan kemandirian belajar kelompok PMR lebih baik dari kelompok PK. The purposes of this study are to describe the enhancement and the achievement of students’ Mathematical Creative Thinking Skills (MCTS) and Self Regulated Learning (SRL) through implementation of Realistic Mathematics Education (RME) and Conventional Learning (CL). The population of this study were Junior High School students in Tasikmalaya City. The sample of this study were eighth grade students representing the high school level and the medium school level. This research is a quasi-experimental design with pretest-posttest control group. The instrument used is a test MCTS, scale independence of learners, and the observation sheet. Analysis of data using Kruskal Wallis test. The final conclusion: 1) Achievement and improvement of MCTS RME group is better than CL group; and 2) Achievement and improvement of Self Regulated Learning (SRL) RME group is better than CL group.
PROBLEM POSING SEBAGAI KEMAMPUAN MATEMATIS Afriansyah, Ekasatya Aldila
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perlunya kemampuan dalam membuat permasalahan/persoalan matematis sangat diperlukan oleh seorang guru. Hal tersebut berguna agar guru tidak hanya memberikan soal yang ada di buku saja. Guru dituntut kreatif; guru perlu memiliki kemampuan dalam membuat soal yang dibutuhkan oleh siswanya. Selama ini, kemampuan yang terus disoroti adalah kemampuan dalam menyelesaikan berbagai tipe soal dilihat dari daya pikir siswanya. Untuk kali ini, kita coba lihat dari sudut pandang perlunya kemampuan seorang guru untuk memiliki kemampuan pengajuan permasalahan matematis (mathematical problem posing) ini. Seiring dengan meningkatnya kemampuan membuat soal yang baik tentunya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Kemampuan mathematical problem posing ini masih menjadi kendala bagi beberapa mahasiswa calon guru matematika, padahal kemampuan ini sangat diperlukan bagi mereka yang akan menjadi seorang guru yang baik. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kita akan coba paparkan problem posing sebagai suatu kemampuan matematis yang diperlukan oleh seseorang, terutama calon guru. The need for the skill to create mathematical problems/issues needed by a teacher. It is useful for teachers to provide problems that exist in books only. Teachers need to be creative; teachers need to have the skill to create questions that needed by their students. During this time, a skill that continues to be highlighted is the ability to resolve various types of problems seen from the intellect students. For this time, we look from the perspective of the need for the skill of a teacher to have the skill of mathematical problem posings. Along with the increased mathematical problem posing skill can certainly improve the quality of learning in the classroom. Mathematical problem posing skill is still an obstacle for some mathematics prospective teachers, but this skill is very necessary for those who would become a good teacher. Therefore, on this occasion, we will try to present problem posing as a mathematical skill needed by someone, especially prospective teachers.
PENGGUNAAN PERANGKAT PEMBELAJARAN GEOMETRI RUANG BERBASIS ICT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI MAHASISWA Rahmatina, Desi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran geometri ruang merupakan salah satu pembelajran yang memerlukan kemampuan analitis dan komunikatif mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengkaji penggunaan perangkat pembelajaran geometri ruang berbasis ICT dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, 2) untuk mengetahui respon mahasiswa terhadap penggunaan perangkat pembelajaran geometri berbasis ICT. Pembelajaran geometri memerlukan kemampuan mengkomunikasikan bangun yang sifatnya abstrak menjadi konkrit sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan menggunakan ICT. Hasil kajian ini menunjukkan perangkat pembelajaran berbasis ICT dengan program wingeom dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Learning geometry of space is one pembelajran that require analytical and communicative abilities of students. The purpose of this study were 1) to assess the use of the learning device geometry of space-based ICT in enhancing the ability to think critically, 2) to study the response of students to use ICT-based learning device geometry. Learning geometry requires the ability to communicate wake which is abstract into the concrete so as to increase high-level thinking skills by using ICT. Results from this study indicate the ICT-based learning with wingeom programs can increase high-level thinking skills.
HUBUNGAN KEMAMPUAN AWAL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VII SMP PESANTREN IMMIM PUTRI MINASATENE Razak, Firdha
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian Ex-post facto yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan kemampuan awal terhadap kemampuan berpikir kritis matematika pada siswa kelas VII SMP Pesantren IMMIM Putri Minasatene. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Pesantren IMMIM Putri Minasatene dan sampel penelitian adalah siswa kelas VII.II yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan awal dan tes kemampuan berpikir kritis kemudian dianalisis dengan korelasi product moment dari pearson. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai koefisien korelasi rxy = 0,748 dan nilai r =1, kemudian nilai sig. = 0,001. Dimana pada nilai tersebut berada pada interval koefisien 0,600 - 0,799 dengan tingkat hubungan yang kuat dan nilai r = 1 artinya korelasinya sangat kuat dengan arah yang positif. Kemudian nilai sig. = 0,000 sehingga nilai Sig. < 0,05 atau 0,001 < 0,05 maka ada korelasi yang signifikan berarti H0 ditolak dan H1 diterima yaitu ada hubungan antara kemampuan awal terhadap kemampuan berpikir kritis matematika pada siswa SMP Pesantren IMMIM Putri Minasatene. This type of research is Ex-post facto research that aims to determine whether there is a relationship prior knowledge of the critical thinking skills of mathematics in class VII student Pesantren Putri IMMIM Minasatene. The population in this study were all students of class VII IMMIM Pesantren Putri Minasatene and the sample is grades VII.II determined by purposive sampling. The instrument used initial capability test and test the ability of critical thinking skills and then analyzed with Pearson product moment correlation. Based on the results obtained by analysis of the correlation coefficient r xy = 0.748 and r = 1, then sig. = 0.001. Which at that point is in the interval coefficient from 0.600 to 0.799 with a degree of strong relationships and the value of r = 1 means that the correlation is very strong with a positive direction. Then sig. = 0,000 so that the Sig.
HYPOTHETICAL LEARNING TRAJECTORY PADA PEMBELAJARAN BILANGAN NEGATIF BERDASARKAN TEORI SITUASI DIDAKTIS DI SEKOLAH MENENGAH Fuadiah, Nyiayu Fahriza
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendesain Hypothetical Learning Trajectory (HLT) pada pembelajaran bilangan negatif sebagai hasil dari tahap pertama Didactical Design Research yaitu Analisis Prospektif. HLT ini merupakan tindak lanjut dari hasil identifikasi Learning Obstacle yang yang dilakukan peneliti dalam pembelajaran bilangan negatif yang terintegrasi dalam materi Bilangan Bulat di kelas 7 sekolah menengah pertama. Observasi mendalam terhadap proses belajar mengajar di kelas yang diamati peneliti memperlihatkan kesulitan guru dalam menanamkan konsep bilangan negatif dan operasi bilangan yang melibatkan bilangan negatif serta beberapa kesalahan konstruksi konsep yang dialami oleh siswa. Istilah HLT merujuk pada rencana pembelajaran berdasarkan antisipasi belajar siswa yang mungkin dicapai dalam proses pembelajaran yang didasari pada tujuan pembelajaran matematika yang diharapkan pada siswa, pengetahuan, dan perkiraan tingkat pemahaman siswa, serta pilihan aktivitas matematika secara berurut. HLT ini disusun berdasarkan analisis terhadap Learning Obstacle, tahap berpikir siswa, dan analisis terhadap kurikulum dengan tetap berpijak pada konsep materi yang harus dipahami siswa. This research aims to design Hypothetical Learning Trajectory (HLT) on learning of negative numbers as a result of the first stage on Didactical Design Research specifically in Prospective Analysis. This HLT is a follow up of the results of the identification of the Learning Obstacle conducted by researcher in learning negative numbers that integrated in the material Integer in the 7th grade secondary school. From the observations conducted by researcher on the teaching and learning process in the classroom showed the difficulties of teachers in embedding the concept of negative numbers and arithmetic operations involving negative numbers and several construction errors of concepts that experienced by the students. Term of HLT refers to a lesson plan based on the anticipation of student learning possibly achievable in the learning process which is based on mathematics learning goals expected on students, knowledge, estimates of the level of students understanding, and the selection of mathematical activity sequentially. This HLT is compiled based on an analysis of the Learning Obstacle, level of students thinking, and analysis of the curriculum that standing on the concept that must be understood by the students.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR METODE NUMERIK DENGAN PENDEKATAN METAKOGNITIF BERBANTUAN MATLAB Nasution, Mara Doli; Nasution, Elfrianto; Haryati, Feri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan materi pembelajaran untuk metode numerik which dirancang dengan pendekatan metakognitif pemrograman dibantu matlab. Model pengembangan bahan pembelajaran menggunakan Penelitian dan Pengembangan (R & D) WHO metode dikembangkan oleh Borg dan Gall dan dikombinasikan dengan model pengembangan pengajaran Dick dan Carey. Populasi untuk uji coba produk adalah mahasiswa UMSU jurusan pendidikan matematika. Instrumen which digunakan adalah kuesioner. Produk ini memiliki tiga langkah uji gruops Termasuk pribadi, gruops kecil dan lapangan. Sebelum uji coba produk, peneliti tidak ahli sidang validasi atas isi dan desain bahan pembelajaran untuk metode numerik dengan menggunakan kuesioner Menurut indikator yang telah ditentukan. Kemudian kuesioner dianalisis untuk melihat persentase dan kriteria validasi bahan Learning. Hasil dari penelitian ini adalah metode numerik yang dirancang diktat digunakan metakognitif pendekatan dibantu pemrograman Matlab. This research aims to develop learning materials for numerical methods which be designed by Metacognitive approach assisted matlab programming . The development model of learning materials using Research and Development (R & D) methods who be developed by Borg and Gall and be combined with teaching development model Dick and Carey. The population for the product trials are UMSU students majoring in mathematics education. The instrument which be used is questionnaire . This products trials have three steps including personal gruops, small gruops and the field. Before products trials , the researcher does the expert validation trial for the content and design of learning materials for numerical methods using questionnaires according to the indicators that have been determined. Then the questionnaire be analysed to see the percentage and the validation criteria of Learning materials. The results of this research is a numerical method diktat be designed used metacognitive approach assisted matlab programming.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN STATISTIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Maryati, Iyam
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menyajikan apa itu pembelajaran kontekstual dan apa saja karakteristiknya? Apa itu kemampuan penalaran statistis? Mengapa pembelajaran kontekstual dapat mengembangkan kemapuan penalaran statistis siswa Sekolah Menengah Pertama? Kemampuan penalaran statistis sangat penting dimiliki oleh siswa Sekolah Menengah Pertama, karena dengan kemampuan penalaranr statistis ini siswa dapat memiliki kompetensi dalam hal: 1) memahami informasi-informasi statistis yang tersurat maupun yang tersirat pada setiap permasalahan yang dihadapi. 2) Pemahaman yang baik terhadap bagaimana cara memilih, menyajikan, mererduksi, dan mempresentasikan data yang akan digunakan untuk menjawab permasalahan yang ada. 3) pemahaman dan penalaran yang baik terhadap proses statistis secara keseluruhan termasuk setiap perhitungan yang terlibat dalam proses tersebut. 4) pemahaman untuk memecahkan masalah secara statistis berdasarkan data yang ada, dan menginterprestasikannya dalam pengambilan keputusan yang dapat berlaku secara umum. Oleh karena itu untuk mengembangkan kemampuan penalaran statistis tersebut harus mempertimbangkan pendekatan pembelajaran yang digunakan untuk siswa Sekolah Menengah Pertama. Model pendekatan pembelajaran yang sesuai untuk siswa Sekolah Pertama salah satunya adalah pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Pendekatan pembelajaran kontekstual ini mengambil permasalahan-permasalahan dalam kehidupan sehari-hari atau permasalahan yang disimulasikan dengan dialog, diskusi,, tanya jawab, dan representasi. Aktivitas pengajaran kontekstual yang dikembangkan adalah: a) belajar berbasis masalah, b) belajar dengan multi konteks, c) belajar mandiri, d) penilaian otentik, dan e) masyarakat belajar. This article presents a contextual learning what it is and what are its characteristics? What is the statistical reasoning skills? Why contextual learning can develop statistical reasoning Traffic junior secondary students? Reasoning ability is very important statistical owned by junior high school students, because of the ability of these statistical penalaranr students may have competence in terms of: 1) understand the statistical information expressed or implied in any problems faced. 2) A good understanding of how to choose, present, mererduksi, and present data that will be used to address existing problems. 3) understanding and reasoning that both the statistical process as a whole including any calculations involved in the process. 4) understanding to solve the problem of statistically based on existing data, and interpret it in decision-making that can be applied generally. Therefore, to develop the statistical reasoning skills should consider learning approach used for junior secondary students. Model learning approach that is appropriate for school students first one of which is a contextual learning approach (Contextual Teaching and Learning). This contextual learning approach to take problems in daily life or simulated problems with dialogue, discussion ,, question and answer, and representation. Contextual teaching activities developed are: a) problem-based learning, b) learning with multi context, c) self-learning, d) authentic assessment, and e) a learning society.
PENGARUH KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA MAHASISWA MELALUI METODE PEMBELAJARAN LEARNING STARTS WITH A QUESTION Sari, Eka Fitri Puspa
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh kemampuan pemahaman konsep matematika mahasiswa setelah diterapkannya metode pembelajaran Learning Starts with a Question. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester 5 pendidikan matematika Universitas PGRI Palembang tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 40 orang. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen (Posttes-only control design). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes. Hasil penelitian yang didapat bahwa ada pengaruh metode pembelajaran Learning Starts with a Question terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika mahasiswa. This study aims to determine the capability is there any influence student understanding of mathematical concepts after the implementation of Learning Starts with a Question method. The research subject is the 5th semester student of mathematics education PGRI Palembang University academic year 2016/2017 which amounted to 40 people. The method used is experiment (Posttes-only control design). Data collection techniques were used that test. The research result obtained that no influence Learning Starts with a Question method of the ability student understanding of mathematical concepts.
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN MASTERY LEARNING (BELAJAR TUNTAS) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA ‘AISYIYAH 1 PALEMBANG Pratiwi, Eliza Ayu; Rusdi, Amir; Putri, Agustiany Dumeva
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran mastery learning (belajar tuntas) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikelas X SMA ‘Aisyiyah 1 Palembang. Jenis penelitian yang digunakan adalah true exprimental design dengan desain pretest – posttest control group design, populasi yang digunakan adalah seluruh siswa kelas X yang ada di SMA ‘Aisyiyah 1 Palembang tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini mengambil dua kelas sebagai sampel yang diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling yaitu kelas X4 dengan jumlah 37 siswa sebagai kontrol dan kelas X1 berjumlah 37 siswa sebagai kelas ekprimen. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan observasi kepada siswa. Data yang diperoleh dari hasil tes digunakan untuk menguji hipotesis penelitian dengan menggunakan uji-t. Dari hasil analisis diperoleh bahwa terdapat pengaruh positif penggunaan model pembelajaran mastery learning (belajar tuntas) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dan hasil rata-rata observasi aktivitas kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sebesar 74. This research aims to determine the effect of using the mastery learning models to the mathematical problem solving ability of first grader of Aisyiyah 1’s Senior High School Palembang. The type of this research is the true experimental design with the design pretest - posttest control group design, the populations are all first grader of Aisyiyah 1’s Senior High School Palembang 2015/2016. This research took two classes as a samples by using the cluster random sampling technique. The classes are X4 with 37 students as a control and X1 with 37 students as a experiment class. The research was conducted of eight meetings. The collection of datas are done by using an instrument which are mathematical problem solving ability test and observation to students. The datas obtained from the test are used to test the research hypothesis by using t-test. From the analysis, this shows that there is positive effect of using the mastery learning to the mathematical problem solving abilities of students and the average result of observation the ability mathematical problem solving is 74.

Page 1 of 2 | Total Record : 15