cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Mosharafa
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Mosharafa (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan hasil penelitian dan kajian analitis kritis dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Berkaitan dengan hasil-hasil penelitian pendidikan matematika di setiap level, berupa desain pembelajaran, analisis kesulitan siswa dalam pembelajaran, penelitian kuantitatif, kajian teoritis, penelitian kualitatif, Jurnal ini dipublikasikan oleh program studi pendidikan matematika STKIP Garut dan terbit tiga kali setahun yaitu bulan Januari, Mei, dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue " Vol 6, No 2 (2017)" : 15 Documents clear
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL HIGH ORDER THINKING DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL MATEMATIS SISWA Gais, Zakkina; Afriansyah, Ekasatya Aldila
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2.972 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan awal matematis siswa terhadap penyelesaian soal-soal high order thinking ditinjau dari soal analisis, soal evaluasi, soal mencipta dan secara umum. Penelitian ini pun bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal high order thinking serta untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan siswa keliru dalam menyelesaikan soal-soal high order thinking. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran dengan jenis embedded concurrent. Dari hasil penelitian diperoleh terdapat pengaruh kemampuan awal matematis siswa terhadap penyelesaian soal high order thinking dalam segala aspek. Siswa dikategorikan mampu menyelesaikan soal-soal high order thinking. Faktor-faktor yang menyebabkan siswa keliru dalam menyelesaikan soal-soal high order thinking diantaranya adalah kurang teliti dalam proses pengerjaan soal, kemampuan awal matematis siswa yang rendah, proses yang dilalui selama pembelajaran tidak maksimal, kurangnya pemahaman siswa terhadap soal, ketidaklengkapan dalam membaca soal dan kurangnya perhatian dari orang tua. Kata Kunci: Analisis, Soal High Order Thinking, Kemampuan Awal. Abstract This research aims to know the effect of prior mathematical students ability to solve on high order thinking questions looked by analysis question, evaluation question, creating question and genera question.This research also aims to know about students ability in solving high order thinking question and to know about the factors that cause students to be wrong in solving high order thinking questions. The research method that used is mixed method with embedded concurrent type. From the result of the research, it is gotten there is an effect of prior mathematical students ability to solve high order thinking question in all aspects. Students are categorized able to solve high order thinking questions. The factors that cause student to be wrong in solving high order thinking question are less careful in the process of solving the question, the prior mathematical students ability is low, the process traversed during learning is not maximal, the lack students understanding to the question, incompleteness in reading the questions and the lack of attention of their parents. Keywords: Analysis, High Order Thinking Question, Prior Ability
PERBEDAAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS ANTARA SISWA YANG MENDAPATKAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E DENGAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION Maulani, Leni; Sundayana, Rostina
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2.972 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan komunikasi matematis dan peningkatannya antara siswa yang mendapatkan model pembelajaranLearning Cycle 5Edengan STAD. Populasi pada penelitian ini adalahsiswa kelasVIII di MTs Al-Musthofa tahun ajaran 2015/2016 yang terdiri dari empat kelas dengan jumlah siswa 141 orang. Sampel diambil 63 siswa dari dua kelas, yaitu: kelas VIII-B menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5Edan kelas VIII-D menggunakan model pembelajaran STAD.Instrumen yang digunakan yaitu tes kemampuan komunikasi matematis, angket skala sikap, dan lembar observasi.Hasil penelitian untuk data tes akhir dan Gain Ternormalisasi diperoleh bahwa terdapat perbedaan kemampuan komunikasi dan peningkatannya antara siswa yang mendapatkan model pembelajaran Learning Cycle 5E dengan STAD, dengan kualitas peningkatan keduanya berinterpretasi sedang.Sikap siswa yang mendapatkan model pembelajaran Learning Cycle 5Edan STAD menunjukan sikap dengan interpretasi baik. Kata Kunci: Kemampuan Komunikasi Matematis, Learning Cycle 5E, STAD. Abstract The research aim is to find the difference of mathematical communication ability and the improvement between students who get Learning Cycle 5E learning model with Student Teams Achievement Division (STAD). The population of the research were 8th grade students atMTs Al-Musthofa academic year 2015/2016 from four classes with total participants were 141 students. The sample took from 63 students from two classes, there were: VIII-Bclass that using Learning Cycle 5E learning model dan VIII-Dclass that usingSTAD learning model. The instrument was the mathematical communication ability test, attitude scale questionnaires and observations sheets. The result of the research of the final test and Normality Gain were that was the difference of mathematical communication ability and the improvement between students who get Learning Cycle 5E learning model with STAD, with the improvement quality of the both learning model interpreted average. The student attitude of the both learning model result interpreted good. Keyword: Mathematical Communication Ability, Learning Cycle 5E, STAD.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS VIII SMP Rahmiati, Rahmiati; Musdi, Edwin; Fauzi, Ahmad
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2.972 KB)

Abstract

Abstrak Salah satu tujuan pembelajaran matematika yang harus dikuasai siswa adalah kemampuan pemecahan masalah. Namun kenyataannya dilapangan siswa masih kesulitan dalam menyelesaikan masalah matematika, khususnya pada materi bangun ruang sisi datar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran matematika berbasis discovery learning yang valid, praktis dan efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Model pengembangan yang digunakan adalah model Plomp. Model ini dilakukan dalam 3 tahap. Pada tahap pertama adalah fase investigasi awal (preliminary research) dilakukan analisis kebutuhan, analisis kurikulum, analisis siswa dan analisis konsep. Pada tahap kedua adalah fase pengembangan atau pembuatan prototipe (development or prototyping phase) yang didesain sesuai dengan model discovery learning dilakukan evaluasi sendiri, validasi pakar/ahli, evaluasi satu-satu, evaluasi kelompok kecil. Pada tahap ketiga adalah fase penilaian (assessment phase) bertujuan untuk melihat keefektivan perangkat pembelajaran dengan melakukan uji lapangan kelompok besar di kelas VIII MTsN 1 Bukittinggi. Agar menghasilkan perangkat pembelajaran matematika berbasis discovery learning yang valid, praktis, dan efektif. Kata Kunci: Perangkat Pembelajaran, Discovery Learning, Model Plomp. Abstract One of the goals of learning mathematics that must be mastered by students is the ability problem-solving. But the reality in the field of students is still difficult in solving math problems, especially on the matter of building a flat side room. This study aims to develop a learning device based on discovery learning mathematics that is valid, practical and effective in improving problem-solving skills. The development model used is the Plomp model. This model is done in 3 stages. In the first phase is the preliminary research phase of needs analysis, curriculum analysis, student analysis and concept analysis. In the second phase is the development or prototyping phase which is designed according to the discovery learning model by self-evaluation, expert / expert validation, one-to-one evaluation, small group evaluation. In the third stage is the assessment phase aims to see the effectiveness of learning tools by conducting large group field test in grade VIII MTsN 1 Bukittinggi. In order to produce a valid, practical, and effective learning tool based on discovery learning mathematics. Keyword: Learning Device, Discovery Learning, Model Plomp.
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI MAHASISWA MENGGUNAKAN CRI PADA MATA KULIAH KALKULUS II Mujib, Abdul
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2.972 KB)

Abstract

Abstrak Miskonsepsi merupakan masalah yang selalu muncul dalam kegiatan belajar mengajar. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi mahasiswa yang sedang mengambil matakuliah kalkulus II. CRI (Certainty of Response Index) digunakan untuk mengidentifikasi mahasiswa yang mengalami miskonsepsi, tidak paham konsep, dan sama sekali tidak tahu konsep. Penelitian ini melibatkan 20 responden yang sedang mengambil matakuliah kalkulus II. Instrument yang digunakan adalah tes diasnogtik dalam bentuk essay. Selain menjawab soal, mahasiswa juga diminta untuk menuliskan tingkat keyakinan kebenaran dari jawaban mereka. Selain itu, wawancara terstruktur juga digunakan untuk mengvalidasi tingkat keyakinan mahasiswa dan penyebab terjadinya miskonsepsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CRI dapat dengan mudah membedakan siswa yang memahami konsep dengan baik dengan mahasiswa yang mengalami kesalahan. Berdasarkan analisis kesalahan mahasiswa diperoleh 46% mahasiswa mengalami miskonsepsi, 53,4% mahasiswa tidak mengetahui konsep dan 0,6% mahasiswa yang sama sekali tidak tahu konsep (lucky guess). Kata Kunci: Miskonsepsi, CRI (Certainty of Response Index), Kalkulus II. Abstract Misconception is an issue that always arises in teaching and learning activities. Therefore, this study aims to identify the misconception of students who are taking calculus II courses. CRI (Certainty of Response Index) is used to identify students with misconceptions, not understanding concepts, and not knowing concepts at all. This study involved 20 respondents who are taking calculus II courses. Instrument used is diagnogtic test in essay form. In addition to answering questions, students are also asked to write down the level of confidence in their answers. In addition, structured interviews are also used to validate student confidence and the causes of misconceptions. The results show that CRI can easily distinguish students who understand the concept well with students who experience errors. Based on the student error analysis, 46% of students have misconception, 53,4% of students do not know concept and 0,6% of students do not know concept (lucky guess). Keyword: Misconceptions, CRI (Certainty of Response Index), Calculus II.
ANALISIS BUKU MATEMATIKA SISWA SMP KURIKULUM 2013 Rizkianto, Ilham; Santosa, Rusgianto Heri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.051 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk memformulasikan masukan sebagai bahan pertimbangan dalam penyempurnaan buku matematika siswa SMP kurikulum 2013. Sehingga nantinya kesalahan-kesalahan yang ditemukan dalam buku matematika siswa SMP kurikulum 2013 dapat diminimalisisr dan layak dipakai oleh siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik, yakni suatu penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang realitas pada objek yang diteliti secara objektif. Penelitian ini menekankan pada satu variabel yaitu kebenaran konsep pada buku matematika siswa SMP kurikulum 2013. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam buku matematika siswa SMP kurikulum 2013 masih terdapat banyak kesalahan. Kesalahan ini berupa kesalahan dalam penulisan maupun dalam merumuskan konsep pembelajaran matematika. Kata Kunci: analisis buku, buku matematika siswa, kurikulum 2013, pembelajaran matematika. Abstract The aim of this present study is to formulate suggestions as a consideration in improving junior high school students’ mathematics book 2013 curriculum. Later on, the mistakes found in the book can be minimalize and suitable to be used by students. The sort of this study is a analitic descriptive research, namely a research that intends to give representations about reality towards objects that have been studied objectively. This research study stresses in one variable, namely the truth concept in junior high school students’ mathematics book 2013 curriculum. The result of the analysis shows that in Junior High School students’ mathematics textbook 2013 curriculum was found many mistakes. The mistakes includes wrong spelling in written the words and wrong formulation of mathematics learning concepts. Keyword: book analysis, students’ mathematics book, 2013 curriculum, mathematics learning.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DISERTAI TEKNIK BERIKAN UANGNYA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 16 PADANG Nst, Mutiara Nofa; Rahmi, Rahmi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.051 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar siswa masih rendah dan masih banyak yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar matematika siswa dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah disertai teknik berikan uangnya lebih baik daripada hasil belajar matematika siswa dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Padang. Jenis penelitan adalah penelitian eksperimen dengan rancangan random terhadap subjek. Terpilih kelas VIII 6 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII 5 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes akhir berbentuk esai dengan reliabilitas tes adalah〖 r〗_11=0,7062. Statistik uji yang digunakan untuk pengujian hipotesis adalah uji t satu pihak. Hasil uji hipotesis diperoleh t_hitung=1,78 dan t_tabel=1,67 dengan α=0,05, maka t_hitung>t_tabel dengan demikian hipotesis penelitian diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah disertai teknik berikan uangnya lebih baik daripada hasil belajar matematika siswa dengan menerapkan pembelajaran konvensional pada kelas VIII SMP Negeri 16 Padang. Kata Kunci: Hasil Belajar Matematika, Model Pembelajaran Berbais Masalah, Teknik Berikan Uangnya. Abstract The background of this research by outcomes of student study still low and still many students of yet reached the minimum completeness criteria (KKM). The purpose of this research to know what the outcomes of study mathematics students with apply the problem based learning model with techniques give the money better than aplly the conventional learning of study at eighth grade in SMPN 16 Padang. The kind of this research is experimental research with design is random by the subject. Selected class VIII 6 as experimental class and VIII 5 as control class. The instruments of this research is test like essay with use reliability r_11= 0,7062. Statistic test used for hypothesis testing is t-test of the parties. Hypothesis test result obtain t_count= 1,78 and t_table= 1,67 with α=0,05, then t_count > t_table so the hypothesis of this research is accepted. So, it can conclude that result of study in mathematics with apply the problem based learning model with techniques give the money better than aplly the conventional learning of study at eighth grade in SMPN 16 Padang. Keyword: Mathematics Learning Outcomes, Problem Based Learning Model, Techniques Give The Money.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN LINGKARAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PMRI DAN APLIKASI GEOGEBRA Mangelep, Navel Oktaviandy
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.051 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran matematika pada pokok bahasan lingkaran menggunakan pendekatan PMRI dan Aplikasi Geogebgra yang valid dan praktis serta untuk mengetahui efek potensial perangkat tersebut terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil pengembangan diperoleh prototipe perangkat pembelajaran, rancangan pelaksanaan pembelajaran, lembar kerja siswa, dan soal tes hasil belajar yang valid dan praktis. Kevalidan dipenuhi secara kualitatif oleh para validator. Sedangkan, kepraktisan ditunjukkan oleh para ahli/praktisi telah menyatakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan dapat diterapkan pada siswa SMP, selain itu sesuai pelaksanaan pada tahap one to one dan small group, semua siswa dapat menggunakan perangkat pembelajaran dengan baik. Dari pengamatan aktifitas belajar siswa, hasil jawaban siswa, terlihat bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan memiliki efek potensial untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa. Selain itu dari hasil wawancara pada tahap field test, sebagian besar siswa mengatakan bahwa perangkat pembelajaran dengan menggunakan aplikasi geogebra untuk pokok bahasan lingkaran yang diberikan menarik, dan dapat memacu semangat dalam belajar matematika. Kata Kunci: pengembangan, perangkat pembelajaran, pendekatan PMRI, GeoGebra. Abstract This study aims to produce the learning of mathematics on the subject of the circle using PMRI approach and Applications Geogebgra valid and practical as well as to determine the potential effects of such devices on student learning outcomes. Based on the results obtained by the prototype development of learning tools, design implementation of learning, student worksheets, and learning about the test results are valid and practical. Validity fulfilled qualitatively by the validator. Meanwhile, practicality demonstrated by experts / practitioners have expressed learning tools developed can be applied to the junior high school students, in addition to the appropriate implementation of phase one to one and small group, all students can use learning device properly. From observations of student learning activities, the results of students answers, it appears that the learning device developed has potential effect to improve student math skills. Besides of interviews on the field test stage, most students said that learning device by using GeoGebra application for a given subject interesting circle, and may spur enthusiasm in learning mathematics Keyword: development, learning materials, PMRI approach, GeoGebra.
Analisis Kesulitan Siswa dalam Proses Pemecahan Masalah Geometri Berdasarkan Tahapan Berpikir Van Hiele Sholihah, Silfi Zainatu; Afriansyah, Ekasatya Aldila
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2.972 KB)

Abstract

Abstrak Matematika memiliki peranan penting dalam kehidupan. Namun, dalam praktik pembelajarannya sebagian siswa masih menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit. Bukti-bukti di lapangan menunjukkan bahwa hasil belajar geometri masih rendah. Kesulitan pada materi geometri dapat berdampak pada kesulitan-kesulitan bagian lain dalam materi geometri itu sendiri, karena banyak pokok bahasan dalam geometri yang saling berhubungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab kesulitan siswa dalam proses pemecahan masalah geometri berdasarkan tahapan berpikir Van Hiele serta untuk melihat ketercapaian siswa dalam pemahaman geometri berdasarkan tahapan berpikir geometri Van Hiele. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian yang diambil sebanyak 6 siswa dari kelas VII C SMP Negeri 6 Garut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketercapaian siswa pada proses pemecahan masalah geometri berdasarkan tahapan berpikir Van Hiele paling banyak adalah pada tahap 0 (visualisasi). Hal ini ditunjukkan dengan tingginya persentase pencapaian siswa pada tahap visualisasi yaitu sebanyak 96,87 %. Ketercapaian tahapan berpikir Van Hiele yang paling baik dicapai sebesar 3,13% pada tahap 1 (Analisis). Untuk tahap 2 (deduksi informal) dan tahap 3 (deduksi) belum ada siswa yang mampu mencapai tahapan tersebut. Faktor yang menjadi penyebab kesulitan siswa dalam materi segiempat disebabkan karena beberapa hal, yaitu pemahaman mengenai konsep dan sifat-sifat segiempat yang kurang, pemahaman sebelumnya mengenai materi bangun datar segiempat yang masih kurang kuat, kurangnya keterampilan menggunakan ide-ide geometri dalam memecahkan masalah matematika yang berkaitan dengan bangun segiempat, serta kondisi kelas yang kurang kondusif untuk belajar. Kata Kunci: Kesulitan siswa pada geometri, tahapan berpikir Van Hiele, Kualitatif, Studi Kasus. Abstract Mathematics has an important role in life. However, in the practice of learning some students still regard mathematics as a difficult subject. The evidence in the field shows that the geometry learning result is still low. Difficulties in geometrical matter can affect the difficulties of other parts of the material itself, since many of the subjects in the geometry are interconnected. This study aims to determine the factors causing student difficulties in the process of solving geometry problems based on the stages of thinking Van Hiele and to see students achievement in understanding geometry based on the stages of thinking geometry Van Hiele. The research method used is qualitative research method with case study research type. Research subjects taken as many as 6 students from class VII C SMP Negeri 6 Garut. The results showed that students achievement in the process of solving geometry problems based on the stage of thinking Van Hiele at most is at stage 0 (visualization). This is indicated by the high percentage of student achievement in the visualization stage that is as much as 96.87%. The achievement of the best stage of Van Hiele thinking was achieved at 3.13% in stage 1 (Analysis). For stage 2 (informal deduction) and stage 3 (deduction) no students have been able to reach that stage. Factors that cause student difficulties in rectangular material caused by several things, namely the understanding of the concept and the characteristics of the rectangle is lacking, previous understanding of the material wake rectangular flat that is still less strong, the lack of skills to use geometric ideas in solving math problems Relating to wake up quadrilateral, as well as class conditions that are less conducive to learning. Keyword: Student difficulties on geometry, Van Hiele thinking stages, Qualitative, Case Studies.
TAHAP PRELIMINARY RESEARCH PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS VIII MTS/SMP Rahmi, Muthia; Yerizon, Yerizon; Musdi, Edwin
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.051 KB)

Abstract

Abstrak Berdasarkan hasil analisis pendahuluan yang dilaksanakan di MTs Lembah Gumanti, diperoleh informasi bahwa kemampuan komunikasi matematis peserta didik belum tercapai secara optimal. Salah satu faktor penyebabnya adalah belum tersedianya perangkat pembelajaran yang dapat memfasilitasi peserta didik untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis peserta didik. Hal tersebutlah yang mendasari untuk melakukan pengembangan perangkat pembelajaran matematika berupa Rencana Pelaksanan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Peserta didik (LKPD) berbasis Penemuan terbimbing yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat menemukan sendiri konsep dari materi yang dipelajari sehingga peserta didik dapat mengkomunikasikan pengetahuan tersebut baik secara lisan maupun tulisan. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, angket, wawancara, dan tes kemampuan komukasi matematis. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII MTs/SMP Lembah Gumanti. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan menggunakan model Plomp yang terdiri dari fase preliminary research berupa analisis kebutuhan, analisis peserta didik, analisis kurikulum, dan analisis konsep. Pada fase prototype dilakukan perancangan produk yaitu RPP dan LKPD berbasis penemuan terbimbing, kemudian dilakukan evaluasi formatif untuk menentukan kevalidan dan kepraktisan produk. Pada fase asessment dilakukan penilaian uji praktikalitas dan uji efektivitas. Tujuan dari penelitian ini diharapkan dapat memperoleh perangkat pembelajaran matematika berbasis penemuan terbimbing untuk kelas VIII MTs/SMP yang memiliki karakteristik valid, praktis dan efektif. Kata Kunci: Kemampuan Komunikasi Matematis, Penemuan Terbimbing, Model Plomp. Abstract Berdasarkan hasil analisis pendahuluan yang dilaksanakan di MTs Lembah Gumanti, diperoleh informasi bahwa kemampuan komunikasi matematis peserta didik belum tercapai secara optimal. Salah satu faktor penyebabnya adalah belum tersedianya perangkat pembelajaran yang dapat memfasilitasi peserta didik untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis peserta didik. Hal tersebutlah yang mendasari untuk melakukan pengembangan perangkat pembelajaran matematika berupa Rencana Pelaksanan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Peserta didik (LKPD) berbasis Penemuan terbimbing yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat menemukan sendiri konsep dari materi yang dipelajari sehingga peserta didik dapat mengkomunikasikan pengetahuan tersebut baik secara lisan maupun tulisan. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, angket, wawancara, dan tes kemampuan komukasi matematis. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII MTs/SMP Lembah Gumanti. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan menggunakan model Plomp yang terdiri dari fase preliminary research berupa analisis kebutuhan, analisis peserta didik, analisis kurikulum, dan analisis konsep. Pada fase prototype dilakukan perancangan produk yaitu RPP dan LKPD berbasis penemuan terbimbing, kemudian dilakukan evaluasi formatif untuk menentukan kevalidan dan kepraktisan produk. Pada fase asessment dilakukan penilaian uji praktikalitas dan uji efektivitas. Tujuan dari penelitian ini diharapkan dapat memperoleh perangkat pembelajaran matematika berbasis penemuan terbimbing untuk kelas VIII MTs/SMP yang memiliki karakteristik valid, praktis dan efektif. Keyword: Mathematical Communication Skill, Guided Discovery, Model Plomp.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN DENGAN MASALAH OPEN ENDED UNTUK PESERTA DIDIK SMA KELAS X SEMESTER 2 Yulius, Benti; Irwan, Irwan; Yerizon, Yerizon
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.051 KB)

Abstract

Abstrak Kemampuan pemecahan masalah merupakan tujuan pokok dari pembelajaran matematika. Penyajian masalah matematika terbuka, merupakan alternatif untuk menumbuhkembangkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Agar proses pembelajaran berlangsung efektif, perlu didukung dengan perangkat pembelajaran yang relevan. Hal tersebut yang mendasari untuk melakukan penelitian pengembangan perangkat pembelajaran matematika berupa Rencana Pelaksanan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis model pembelajaran penemuan dengan masalah open ended, yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik dalam keterampilan, menyelidiki, dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan dunia nyata serta menyelesaikan masalah-masalah terbuka. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan menggunakan model Plomp yang terdiri dari tiga fase yaitu preliminary research, prototype, dan asessment phase. Pada fase preliminary research dilakukan analisis berupa analisis kebutuhan, analisis peserta didik, analisis kurikulum, serta analisis konsep. Dari hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh informasi bahwa perlunya pengembangan perangkat pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Pada fase prototype dilakukan perancangan produk yaitu RPP dan LKPD berbasis model pembelajaran penemuan dengan masalah open ended untuk kelas X semester 2. Pada fase asessment phase dilakukan uji praktikalitas dan uji efektivitas. Penelitian pengembangan yang akan dilaksanakan ini, diharapkan dapat memperoleh perangkat pembelajaran matematika berbasis model pembelajaran penemuan dengan masalah open ended untuk kelas X SMA yang memiliki karakteristik valid, praktis dan efektif. Kata Kunci: pengembangan, perangkat pembelajaran, model pembelajaran penemuan, masalah open ended. Abstract Problem solving skills are the main objectives of mathematics learning. Presentation of open math problems, is an alternative to develop the problem solving ability of learners. In order for the learning process to be effective, it needs to be supported with relevant learning tools. This is the basis for conducting research on the development of mathematics learning tools in the form of Learning Implementation Plan (RPP) and Student Learning Sheet (LKPD) based on discovery learning model with open ended problem, which can provide learners experience in skills, investigate, and solve Problems related to the real world and solving open problems. The type of research is a development study using a Plomp model consisting of three phases: preliminary research, prototype, and asessment phase. In the preliminary research phase, analysis is done in the form of needs analysis, learner analysis, curriculum analysis, and concept analysis. From the results of the analysis has been obtained information that the need for the development of learning tools that can improve students problem solving skills. In the prototype phase, the product design is RPP and LKPD based on discovery learning model with open ended problem for class X semester 2. In the phase phase phase, it is tested by practicality and effectiveness test. The development research that will be carried out is expected to be able to obtain the learning device of mathematics based on discovery learning model with open ended problem for class X high school that has valid, practical and effective characteristics. Keyword: Development, learning device, discovery learning model, open ended problem.

Page 1 of 2 | Total Record : 15