cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
English and Literature Journal
ISSN : 23550821     EISSN : 25805215     DOI : -
ELITE: English and Literature Journal (Print ISSN: 2355-0821, Online ISSN: 2580-5215) is a peer-reviewed journal devoted specifically to the studies of English linguistics and literature and other literatures with a special emphasis on local culture, wisdom, philosophy and identity. Published twice a year in June and December, the first edition of ELITE was published in 2013. The journal contents are managed by the English and Literature Department, Faculty of Adab and Humanities, Alauddin State Islamic University of Makassar, Indonesia. The primary objective of the journal is to provide a productive forum for lecturers, researchers, authors, graduate students, and practitioners to present results of their recent studies in the areas of English linguistics and literature and other literary traditions. The journal is also intended to help disseminate recent developments in theories, concepts, and ideas in the areas concerned to the academic community of language and literature studies in Indonesia in particular and worldwide in general.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 2 (2017)" : 10 Documents clear
THE EXERCISE POWER OF CAPITOL IN PANEM AS AMBIGUOUS UTOPIA CITY (TRILOGY HUNGER GAMES) Suardi, Yudhi Pratama
Elite English and Literature Journal Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.083 KB) | DOI: 10.24252/elite.v4i2a8

Abstract

AbstractThis research discussed about the Exercise Power of Capitol in Panem as Ambiguous Utopia City in Trilogy Hunger Games Movies such as Hunger Games, Catching Fire, Mockingjay Part I and Part II. The aims of this research were to describe the processes of Capitol created Panem as Ambiguous Utopia City and to find out the forms of Ambiguous Utopia City in Panem. This research used post- colonialism approach by Upstone’s theory which describe about post space. This research applied descriptive qualitative method. This research used note taking as the instrument in order to get the valid data. The findings showed that the borders and orders were used by Capitol to create Panem as Ambiguous Utopia City and the findings also showed that there were three city forms in Panem such as Utopia, Nowhere, and Carnival City. The researcher concluded that Capitol as the central city which became the ambiguous Utopia City.AbstrakPenelitian ini membahas tentang Latihan Kekuatan Capitol di Panem sebagai Kota Utopia yang ambigu di Trilogy Hunger Games Movies seperti Hunger Games, Catching Fire, Mockingjay Bagian I dan Bagian II. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses Capitol yang menciptakan Panem sebagai Kota Utopia yang ambigu dan untuk mengetahui bentuk Kota Utopia yang ambigu di Panem. Penelitian ini menggunakan pendekatan pasca kolonialisme dengan teori Upstone yang menggambarkan tentang ruang pos. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan catatan sebagai instrumen untuk mendapatkan data yang valid. Temuan menunjukkan bahwa perbatasan dan perintah digunakan oleh Capitol untuk menciptakan Panem sebagai Kota Utopia yang ambigu dan temuan tersebut juga menunjukkan bahwa ada tiga bentuk kota di Panem seperti Utopia, Nowhere, dan Carnival City. Peneliti menyimpulkan bahwa Capitol sebagai pusat kota yang menjadi Kota Utopia yang ambigu.
ENGLISH AND COMMUNICATION SKILL WITH TOURIST AS NATIVE SPEAKER BASED ON CONTEXTUALS LEARNING APPROACH Yusuf, Faidah
Elite English and Literature Journal Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.048 KB) | DOI: 10.24252/elite.v4i2a7

Abstract

AbstractThis study about the communication skill of using English with tourist as native speaker based on context. In this presentation, the lecturer gives the task to the students to find the tourists to invite to communicate, in places where the context of tourist attractions. So, they are free and easy can practice their English which of course uses communication skills. The students made the group, and go together in the tourist attraction and record and take the picture with the tourist. Then students make material and mental preparations before communicating with tourists, and present their English communication results in class. Students are highly motivated in communicating with tourists as native speaker.AbstrakStudi tentang kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dengan turis sebagai penutur asli berdasarkan konteks. Dalam presentasi ini, dosen memberikan tugas kepada para siswa untuk mencari wisatawan untuk diajak berkomunikasi, di tempat-tempat di mana konteks tempat wisata. Jadi, mereka bebas dan mudah bisa mempraktekkan bahasa Inggris mereka yang tentu saja menggunakan kemampuan komunikasi. Para siswa membuat kelompok tersebut, dan pergi bersama-sama di tempat wisata dan merekam dan berfoto bersama turis. Kemudian siswa membuat persiapan materi dan mental sebelum berkomunikasi dengan turis, dan mempresentasikan hasil komunikasi bahasa Inggris mereka di kelas. Siswa sangat termotivasi dalam berkomunikasi dengan wisatawan sebagai penutur asli.
THE EFFECT OF ENGLISH SPEECH ACTIVITY TOWARD THE PSYCHOLOGICAL ASPECT IN SPEAKING ENGLISH FOR THE SECOND SEMESTER STUDENTS OF ENGLISH DEPARTMENT AT UNIVERSITAS SULAWESI BARAT Syarif, Aco; Muthmainnah, Muthmainnah
Elite English and Literature Journal Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.984 KB) | DOI: 10.24252/elite.v4i2a6

Abstract

Abstract This research is aimed at finding out: (1) whether or not the use of English speech activity effects the students’ motivation for the second semester students of English Department at Universitas Sulawesi Barat and (2) whether or not the second semester students of English Department at Universitas Sulawesi Barat are interested in speaking English through English speech activity. This research applied quasi-experimental research method. The population of the research was all second semester students of English Department at Universitas Sulawesi Barat. The researcher chose class II.A as experimental group (16 students) and class II.B as control group (16 students) as sample of the research. The data of the research were collected by using two kinds of instruments, namely speaking test and questionnaire. Speaking test (interview) was used to obtain data of the students’ speaking ability and questionnaire was used to know the students interest in speaking through English speech activity. The result of data analysis showed that there was significant difference between the students’ score who were taught by using English speech activity and re-telling. It was proved by the mean score of the experimental class which was higher than control group in posttest (79.06>73.37). Based on data analysis, the researcher concluded that: the use of English speech activity can improve students’ speaking ability and make the students interested in speaking English. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menemukan apakah: (1) penggunaan teknik pidato bahasa Inggris secara signifikan dapat mempengaruhi motivasi mahasiswa semester dua jurusan bahasa Inggris di Universitas Sulawesi Barat dan (2) mahasiswa semester dua jurusan bahasa Inggris di Universitas Sulawesi Barat tertarik belajar bahasa Inggris dengan teknik pidato bahasa Inggris.Penelitian ini menerapkan metode kuasi-eksperimental. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa semester dua jurusan bahasa Inggris di Universitas Sulawesi Barat. Peneliti memilih kelas II.A sebagai grup eksperimen (16 siswa) dan II.B sebagai grup control (16 siswa) sebagai sampel penelitian. Data yang diolah dengan menggunakan dua instrumen penelitian yaitu test berbicara dan kuesioner. Test berbicara (wawancara) digunakan untuk memperoleh data kemampuan berbicara sementara kuesioner atau angket digunakan untuk menggunakan ketertarikan siswa dalam menggunakan teknik pidato bahasa Inggris.Hasil analisis data menunjukkan bahwa prestasi belajar mahasiswa berbeda secara signifikan antara mahasiswa yang diajar dengan menggunakan teknik pidato bahasa Inggris dan re-telling. Ini ditunjukkan dengan peroleh nilai rata-rata mahasiswa kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas control pada tes akhir (79.06>73.37). Berdasarkan analisis data diatas maka peneliti menyimpulkan bahwa: penggunaan teknik pidato bahasa Inggris dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa dan juga dapat membuat siswa tertarik belajar bahasa Inggris
PROPAGANDA: A STRATEGY TO SPREAD THE IDEOLOGY IN PAKISTAN IN THE NOVEL I AM MALALA BY MALALA YOUSAFZAI AND CHRISTINA LAMB (2013) Kartika, Ruly; Rahmi, Sri Warsidah
Elite English and Literature Journal Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.641 KB) | DOI: 10.24252/elite.v4i2a4

Abstract

AbstractThis study examines the analysis of propaganda in the literature as revealed in the novel I Am Malala. The purpose of this research is to analyze and depict Talibans Taliban propaganda as a strategy to gain power in Pakistan. Their strongest effort is to spread propaganda throughout the community to the region. The propaganda theory, Jacques Ellul, is used to find out how the Taliban use propaganda as their strategy and to know the qualitative methods related to the description and explanation of the phenomenon of propaganda. Through this research, the author discovers the type of propaganda created by the author to clarify the conflict that has occurred between the Taliban and the community. Then, the author gives the propaganda purpose. This study implies how propaganda has become a social phenomenon of life and implicitly forms a perspective in viewing around the community.AbstractPenelitian ini mempelajari tentang analisis propaganda dalam literatur seperti yang terungkap dalam novel I Am Malala. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menggambarkan propaganda Taliban yang dilakukan Taliban sebagai strategi untuk mendapatkan kekuasaan di Pakistan. Upaya terkuat yang mereka lakukan adalah menyebarkan propaganda ke seluruh masyarakat ke daerah. Teori propaganda, Jacques Ellul, digunakan untuk mengetahui cara Taliban menggunakan propaganda sebagai strategi mereka dan untuk mengetahui metode kualitatif yang berkaitan dengan deskripsi dan penjelasan fenomena propaganda. Melalui penelitian ini, penulis menemukan jenis propaganda yang diciptakan oleh penulis untuk mengklarifikasi konflik yang telah terjadi antara Taliban dan masyarakat. Kemudian, penulis memberikan tujuan propaganda itu. Penelitian ini berimplikasi bagaimana propaganda telah menjadi fenomena sosial kehidupan dan secara implisit membentuk perspektif dalam melihat sekitar masyarakat.
SUBALTERN PORTRAYALS IN THE HUNGER GAMES: MOCKINGJAY PART 1 MOVIE Megawati, Indah
Elite English and Literature Journal Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.58 KB) | DOI: 10.24252/elite.v4i2a9

Abstract

AbstractThis research discussed about Subaltern Portrayal in The Hunger Games: Mockingjay Part 1 Movie produced in 2014 November which aimed to find out the social and political aspect in The Hunger Games: Mockingjay Part 1 Movie. The source of data was The Hunger Games: Mockingjay Part 1 Movie which represented subaltern. The theory used in this thesis was Gramsci’s Concept of Subaltern theory. The method used in the research was descriptive qualitative method. The researcher used note taking as instrument in order to get the valid data. As the result of the research, it was found that there were 23 subaltern portrayals in The Hunger Games: Mockingjay Part 1 Movie, they were 13 subaltern portrayals in social aspect and 10 subaltern portrayals in political aspect. The researcher concluded that the subaltern in social aspect were those who oppressed while in political aspect were those who tried to press their own claim.AbstrakPenelitian ini membahas tentang Penggambaran Subaltern dalam The Hunger Games: Mockingjay Part 1 Movie yang diproduksi pada tahun 2014 November yang bertujuan untuk mengetahui aspek sosial dan politik dalam The Hunger Games: Mockingjay Part 1 Movie. Sumber data adalah The Hunger Games: Mockingjay Part 1 Movie yang mewakili subaltern. Teori yang digunakan dalam tesis ini adalah teori Gramscis Concept of Subaltern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Peneliti menggunakan catatan sebagai instrumen untuk mendapatkan data yang valid. Sebagai hasil dari penelitian ini, ditemukan bahwa ada 23 penggambaran subaltern dalam The Hunger Games: Mockingjay Part 1 Movie, mereka adalah 13 penggambaran subaltern dalam aspek sosial dan 10 penggambaran subaltern dalam aspek politik. Peneliti menyimpulkan bahwa subaltern dalam aspek sosial adalah mereka yang tertindas sedangkan dalam aspek politik adalah mereka yang mencoba menekan klaim mereka sendiri.
REDEMPTION OF THE MAIN CHARACTER IN THE NOVEL “THE KITE RUNNER” BY KHALED HOSSEINI (A GENETIC STRUCTURALISM APPROACH) Merdekawati, Sitti Aglitasia; Alhadar, Fachmi; Nurfani, Nurfani
Elite English and Literature Journal Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.683 KB) | DOI: 10.24252/elite.v4i2a5

Abstract

AbstractThis research aims at to identify actions that reflect redemption. In addition, the other objective in it is to identify the factors cause redemption of the main character. The novel "The Kite Runner" features themes such as friendships, father and son relationships, even political and social class issues, as well as redemption itself. The researcher uses qualitative and descriptive methods. While the approach used is the approach of genetic structuralism to comprehend literary works thoroughly, ranging from the story structure in literary itself to the totality of life of the character which is inseparable from the historical social relationship of the author. This research also can not be separated from the use of library research in the form of previous researches or from internet sources, as well as reading comprehension to support in completing the data. Based on the research, the researcher finds there are three points from the first sub-issue, namely: the sacrifice of the main character for his father, and also to make amends and sin to Hassan, Sohrab adoption is a form of action from the main character to pay for his mistakes, And the struggle for his fear of returning to Kabul even championed Sohrab from the Talibans and also fight to stay alive so that they can return to America. While the second sub-problem has four points, including: the death of his mother Amir and also Hassan and his tragic family where such conditions depict Afghanistan in the inflation of Soviet troops and other communist parties. The sexual violence experienced by Hassan and Sohrab is reflected in the traditions and cultures that exist in Afghanistan in using the boys for their sexual needs. The betrayal of the main character, and the loyalty of Hassan, both of which also exist in the writers circle as Hosseini also had a faithful Hazara whom he taught to write but the Hosseini’s family had to go abroad after the inflation and war. Hosseini finally went to America and left friends and other family in Kabul.AbstrakSkripsi ini bertujuan untuk mengidentifikasi aksi-aksi yang mencerminkan sebuah penebusan dosa. Selain itu, tujuan lainnya dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor penyebab penebusan dosa dari karakter utama. Novel “The Kite Runner” menampilkan berbagai tema seperti persahabatan, hubungan ayah dan anak, bahkan isu-isu politik dan kelas sosial, dan juga redemption itu sendiri. Peneliti menggunakan metode kualitatif dan deskriptif analisis. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan strukturalisme genetik untuk memahami karya sastra secara menyeluruh, mulai dari struktur cerita dalam karya sastra itu sendiri hingga totalitas kehidupan dari karakter yang mana tidak terlepas dari hubungan sosial historis pengarangnya. Penelitian ini juga tidak terlepas dari penggunaan penelitian pustaka berupa penelitian-penelitian sebelumnya maupun dari sumber internet, serta pemahaman membaca untuk mendukung dalam melengkapi data tersebut. Berdasarkan penelitian ini, penulis menemukan ada tiga poin dari submasalah yang pertama, yaitu: pengorbanan dari the main character untuk ayahnya, dan juga untuk menebus kesalahan dan dosanya pada Hassan, adopsi pada Sohrab adalah bentuk tindakan dari the main character untuk membayar kesalahannya, dan perjuangan untuk melalui ketakutannya kembali ke Kabul bahkan memperjuangkan Sohrab dari para Taliban dan juga berjuang untuk tetap hidup agar mereka bisa kembali ke Amerika. Sedangkan submasalah yang kedua memiliki empat poin, diantaranya: kematian dari ibunya Amir dan juga Hassan dan keluarganya yang tragis dimana kondisi seperti itu menggambarkan Afghanistan dalam inflasi tentara Soviet dan partai komunis lainnya. Kekerasan seksual yang dialami oleh Hassan dan Sohrab yang mana hal tersebut tercermin dari tradisi dan budaya yang ada di Afghanistan sendiri dalam menggunakan anak-anak untuk kebutuhan seksual mereka. Pengkhianatan dari karakter utama, dan kesetiaan dari Hassan yang mana kedua hal tersebut juga ada di lingkungan penulis sebagaimana Hosseini juga memiliki seorang Hazara yang setia yang diajarkannya menulis namun keluarga Hosseini harus pergi ke luar negeri setelah terjadi inflasi dan perang. Hosseini akhirnya pergi ke Amerika dan meninggalkan teman-teman dan keluarga lainnya di Kabul.
THE USE OF SWEAR WORDS IN PEWDIEPIE’S YOUTUBE VIDEOS Wulandari, Octavia
Elite English and Literature Journal Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.469 KB) | DOI: 10.24252/elite.v4i2a1

Abstract

AbstractThis research discussed about, the use of swear words uttered by PewDiePie’s in his Youtube Videos which aimed to show the types of swear word found in the PewDiePie’s videos, and to show the dominant types of swear words based on the meaning and meaningless swearing. This research was descriptive qualitative method. The object of the study were five videos from Pewdiepie’s Youtube channel which collected based on most viewed videos on his Youtube channel. The researcher used note taking as the instruments in order to get the valid data. The findings showed that there were five types of swear words that used in PewDiePie’s videos those were: 14 data of Dysphemistics, 38 data of Idiomatically, 1 data of Abusively, 24 data of Emphatically, 27 data of Carthartically. The researcher conclude that the dominant type of swearing that Pewdiepie used in his videos is SW2 which does not have any intrinsic meaning at all (categorized as Emphatic swearing and Idiomatic swearing) rather it is merely a word that could express the feeling towards other people without offend someone’s pride.AbstrakPenelitian ini membahas tentang, penggunaan kata-kata umpatan yang diucapkan oleh PewDiePie dalam Video Youtube-nya yang bertujuan untuk menunjukkan jenis kata umpatan yang ditemukan dalam video PewDiePie, dan untuk menunjukkan tipe kata umpatan yang dominan berdasarkan makna dan sumpah tanpa arti. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah lima video dari saluran Youtube Pewdiepie yang dikumpulkan berdasarkan video yang paling banyak dilihat di saluran Youtube-nya. Peneliti menggunakan catatan sebagai instrumen untuk mendapatkan data yang valid. Temuan menunjukkan bahwa ada lima jenis kata umpatan yang digunakan dalam video PewDiePie yaitu: 14 data Dysphemistics, 38 data Idiomatically, 1 data Abusively, 24 data secara emosional, 27 data Cartrama. Peneliti menyimpulkan bahwa jenis sumpah yang dominan yang digunakan Pewdiepie dalam videonya adalah SW2 yang sama sekali tidak memiliki makna intrinsik (dikategorikan sebagai sumpah Emphatic dan sumpah Idiomatik), melainkan hanya sebuah kata yang bisa mengungkapkan perasaan terhadap orang lain tanpa menyinggung kebanggaan seseorang.
THE IMPROVEMENT OF STUDENTS’ WRITING IN RECOUNT TEXT THROUGH T-CHART STRATEGY AT THE ELEVENTH GRADE STUDENTS OF SMAN I SUNGGUMINASA Natsir, Ratu Yulianti
Elite English and Literature Journal Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.746 KB) | DOI: 10.24252/elite.v4i2a2

Abstract

AbstractThe objective of the research was to find out the improvement of the students achievement in writing ability through T-Chart strategy in term of content, organization, and language use. The researcher applied a pre experimental design with one group pre test and one group post test design. The subject of the research was the eleventh grade students of MAN 1 Sinjai Utara academic year 2015-2016. The sample consists of 26 students. The research was held in seventh meetings. The result of the data analysis showed that there was a significant difference between pre test and post test. The research findings indicated that T-Chart Strategy was effective to improve the students’ writing ability in terms of content, organization, and language use. It was proved by the students’ mean score in pre test was 32. 66 and post test was 73. 66. It showed that the students’ writing skill in post test was higher than pre test. The value of t-test from content, organization, and language use was 21. 36 and it was greater than t-table 2. 060 at the level of significant (p) = 0. 05 and degree of freedom (df) =26-1 = 25, it was found that the result of t-test value was greater than t-table (21. 36>2. 060). It is said that the null hypothesis (H0) was rejected and the alternative hypothesis (H1) was accepted.AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa dalam kemampuan menulis melalui strategi T-Chart dalam hal isi, organisasi, dan penggunaan bahasa. Peneliti menerapkan desain pra eksperimental dengan satu kelompok pre test dan satu kelompok post test design. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMP MAN 1 Sinjai Utara tahun 2015-2016. Sampel terdiri dari 26 siswa. Penelitian dilakukan pada pertemuan ketujuh. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pre test dan post test. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Strategi T-Chart efektif untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa dalam hal isi, organisasi, dan penggunaan bahasa. Terbukti dengan nilai rata-rata siswa dalam pre test adalah 32. 66 dan post test adalah 73. 66. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan menulis siswa dalam post test lebih tinggi daripada tes awal. Nilai t-test dari isi, organisasi, dan penggunaan bahasa adalah 21. 36 dan lebih besar dari t tabel 2. 060 pada tingkat signifikan (p) = 0. 05 dan derajat kebebasan (df) = 26 -1 = 25, ditemukan bahwa hasil nilai t-test lebih besar dari t tabel (21. 36> 2. 060). Dikatakan bahwa hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (H1) diterima.
THE CORRELATION BETWEEN LANGUAGE LEARNING STRATEGIES AND PROFICIENCY LEVEL OF ENGLISH DEPARTMENT STUDENTS IN UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR (UNM) Rismayana, Rismayana
Elite English and Literature Journal Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.73 KB) | DOI: 10.24252/elite.v4i2a3

Abstract

AbstractThis research was conducted to: (1) identify the frequently language learning strategies used by English department students in UNM, (2) identify proficiency level of English department students in UNM based on TOEFL score, (3) investigate the correlation between language learning strategies and proficiency level of English department students in UNM. The research applied correlational research. The sample of this research was the fourth semester students in academic year 2013/2014. They were from three majors of study program at English department in UNM. Those were English education, English literature and business EnglishThe data were analyzed by using descriptive and inferential statistic through SPSS 21.0 version. The research result showed that (1) metacognitive and social strategies were the most frequently language learning strategies used by the English department students in UNM. This was proven by mean score 3.75 and 3.65 respectively. It was classified as high category of usage, range from 3.5-5.0 score, (2) based on TOEFL score, the proficiency level achieved by the English department students was classified into waystage level (basic user). It was showed by mean score 445.81, range from score interval 337-459, and (3) there was correlation between language learning strategies and proficiency level based on TOEFL score with F = 2.288. It showed that the value of Fcount= 2.288was greater than Ftable= 2.23 (Fcount > Ftable), or p= 0.045 was lower than α= 0.05 (p <α). Therefore, the result indicated that language learning strategies of English department students had correlation with proficiency level.AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk: (1) mengidentifikasi strategi pembelajaran bahasa yang sering digunakan oleh siswa jurusan bahasa Inggris di UNM, (2) mengidentifikasi tingkat kemahiran siswa jurusan bahasa Inggris di UNM berdasarkan skor TOEFL, (3) mengetahui hubungan antara strategi pembelajaran bahasa dan tingkat kemampuan siswa jurusan bahasa Inggris di UNM. Penelitian ini menggunakan penelitian korelasional. Sampel penelitian ini adalah siswa semester 4 tahun akademik 2013/2014. Mereka berasal dari tiga jurusan program studi di jurusan bahasa Inggris di UNM yaitu pendidikan bahasa Inggris, sastra Inggris dan bisnis bahasa Inggris. Sampel terdiri dari 39 siswa dari pendidikan bahasa Inggris, 20 siswa dari literatur Inggris dan 18 siswa dari jurusan bahasa Inggris. Data dikumpulkan melalui kuesioner SILL dan dokumentasi skor TOEFL. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui SPSS versi 21.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) strategi metakognitif dan sosial merupakan strategi pembelajaran bahasa yang paling sering digunakan oleh siswa jurusan bahasa Inggris di UNM. Hal ini dibuktikan dengan skor rata-rata 3,75 dan 3,65. Ini tergolong kategori penggunaan yang tinggi, berkisar antara skor 3,5-5,0, (2) berdasarkan skor TOEFL, tingkat kemahiran yang dicapai oleh siswa jurusan bahasa Inggris dikelompokkan ke dalam tingkat dasar (pengguna dasar). Hal ini ditunjukkan dengan skor rata-rata 445,81, berkisar antara interval skor 337-459, dan (3) terdapat hubungan antara strategi pembelajaran bahasa dan tingkat kemahiran berdasarkan nilai TOEFL dengan F = 2.288. Ini menunjukkan bahwa nilai Fhitung = 2,288 lebih besar dari Ftabel = 2,23 (Fhitung> Ftabel), atau p = 0,045 lebih rendah dari α = 0,05 (p <α). Oleh karena itu, hasilnya menunjukkan bahwa strategi pembelajaran bahasa siswa jurusan bahasa Inggris memiliki korelasi dengan tingkat kemahiran.
USING SMALL GROUP DISCUSSION AS LEARNING INTERACTIONS TO IMPROVE THE STUDENTS’ SPEAKING ABILITY AT THIRD SEMESTER IN ENGLISH DEPARTEMENT OF UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR Jumiaty, Andi Asri; Ri’fah, Dzur
Elite English and Literature Journal Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1184.891 KB)

Abstract

This research aims to find out the improvement the students’ ability in speaking. The speaking skills are complex and sometimes difficult to teach, the problem of the students have a lot of ideas in their minds but they worry to start and even they dont know how to develop ideas in teaching techniques can improvestudents’ ability in speaking English. To solve this problem, the English teacher should have to be more creative in choosing the material and techniques which can make the speaking class more interesting, exciting and enjoyable.            This research focuses using small group discussion because it is very important to achieve speaking skill. For this reason, the researcher tries to see the students’ participation and improve their speaking skills through small group discussion. The researchers assume that small group discussion will be interesting because the students will be more active and this assumption is however still in question, whether or not, the students of English department Muhammadiyah University of Makassar can take part and improve their speaking skills through small group discussion.  ABSTRAK            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berbicara mahasiswa. Keterampilan berbicara sangat kompleks dan terkadang sulit untuk diajarkan, masalah para mahasiswa memiliki banyak ide dalam pikiran mereka tetapi mereka khawatir untuk memulai dan bahkan mereka tidak tahu bagaimana mengembangkan ide dalam teknik mengajar dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berbahasa Inggris. Untuk mengatasi masalah ini, dosen bahasa Inggris harus lebih kreatif dalam memilih materi dan teknik yang dapat membuat kelas berbicara lebih menarik dan menyenangkan; tujuan dari penelitian adalah bagaimana siswa meningkatkan kemampuan berbicara mereka.            Penelitian ini berfokus pada penggunakan diskusi kelompok kecil karena sangat penting untuk mencapai keterampilan berbicara. Untuk alasan ini, peneliti mencoba untuk melihat partisipasi mahasiswa dan meningkatkan keterampilan berbicara mereka melalui diskusi kelompok kecil. Peneliti beranggapan bahwa diskusi kelompok kecil akan membuat mahasiswa tertarik karena mahasiswa akan lebih aktif dan  mahasiswa jurusan bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Makassar dapat mengambil bagian dan meningkatkan kemampuan berbicara mereka melalui kelompok diskuai kecil. Kata kunci: diskusi kelompok kecil, keterampilan berbicara.

Page 1 of 1 | Total Record : 10