cover
Contact Name
Izzatul Mardhiah
Contact Email
journalhayula@unj.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journalhayula@unj.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
ISSN : 25490761     EISSN : 25489860     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies published two times a year since 2017, is a multilingual (Bahasa, English, and Arabic), peer-reviewed journal, and specializes in Islamic studies. The aim is to provide readers with a better understanding of Islamic Studies and present developments through the publication of articles, research reports, and book reviews.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 2 No 1 (2018): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies" : 6 Documents clear
The Discourse of Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama with Considerations of Geertz’s Religion of Java Wajdi, Firdaus
Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 1 (2018): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Laboratorium Prodi Pendidikan Agama Islam UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/hayula.002.1.04

Abstract

Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama adalah dua organisasi Muslim terbesar di negara berpenduduk Muslim terbanyak, Indonesia. Banyak penelitian telah dilakukan untuk mengidentifikasi kedua peran tersebut dalam konteks Islam Indonesia. Namun, ada kekurangan studi untuk menelusuri kemungkinan kesamaan antara keduanya. Paper ini menggambarkan deskripsi yang berbeda dari kedua organisasi tersebut dari perspektif Clifford Geertz dalam karya utamanya, the Religion of Java, di mana Geertz meliput beberapa karakteristik pengikut Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Studi ini kemudian berlanjut dengan identifikasi common grounds dari Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Penelitian kualitatif ini dilakukan melalui penelitian kepustakaan. Studi ini menyimpulkan bahwa terlepas dari kenyataan perbedaannya, ada beberapa kesamaan, yang membuat kedua organisasi tersebut bersama-sama berkontribusi lebih pada pengembangan Islam di Indonesia. Kemudian diharapkan para pengikutnya untuk bisa bekerja sama untuk membangun Indonesia yang damai melalui pemahaman yang lebih baik tentang institusi keagamaan Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama
Islam dan Nasionalisme: Pandangan Pembaharu Pendidikan Islam Ahmad Dahlan dan Abdulwahab Khasbullah Setiawan, Iwan
Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 1 (2018): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Laboratorium Prodi Pendidikan Agama Islam UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/hayula.002.1.01

Abstract

Sampai hari ini, dikotomi antara “Islam” dan “Nasionalis” masih terjadi. Dikotomi ini menjadikan seorang Muslim merasa tidak nyaman dalam pergaulan di masyarakat, khususnya saat bertemu dengan kelompok yang berbeda agama. Pada akhirnya, dikotomi ini menjadikan sebuah pertanyaan “Apakah menjadi Muslim bisa menjadi Nasionalis”? Artikel akan menjawab pertanyaan diatas dengan melihat sejarah dua tokoh pendidikan Islam dan Pahlawan Nasional. Mereka adalah Ahmad Dahlan dan Abdulwahab Khasbullah, dua pendiri organisasi terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Dengan meneliti tentang dua tokoh Pendidikan Islam di masa Kolonial Belanda sebelum era kemerdekaan, kita bisa menemukan jawaban atas pertanyaan diatas. Tujuan artikel ini untuk menunjukkan bahwa tokoh Islam bernama Ahmad Dahlan dan Abdulwahab Khasbullah adalah seorang Nasionalis. Penelitian ini merupakan Library Research,  dimana sumber pustaka diambil dari buku-buku, jurnal, majalah dan Koran. Library Research juga sering disebut dengan istilah penelitian Kepustakaan.
Pengaruh Pembiayaan Perbankan Syariah terhadap Pertumbuhan Ekonomi: Studi Empiris di 13 Negara prastowo, prastowo
Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 1 (2018): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Laboratorium Prodi Pendidikan Agama Islam UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/hayula.002.1.05

Abstract

This study aims to analyze the effect of financing in Islamic banking on economic growth. As case studies, 13 countries are selected which covers period from 2010 to 2015 by employing the Panel GMM. The results of this study indicate that financial depth in Islamic banking has a positive influence on economic growth. In addition, this research shows that trade oppennes has a positvely contribution towards economic growth, and reversely inflation has negative impact. This research recomends policymakers to support Islamic banking industry in order to create sustainable economic development.
The Method of Determining Lunar Month of Four Madhhab Amin, Muhammad Faishol
Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 1 (2018): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Laboratorium Prodi Pendidikan Agama Islam UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/hayula.002.1.02

Abstract

There is a problem of determining the beginning of the lunar month among Muslims. They split into different group of opinions and maintain their distinct interpretations as ijtihad against the others. This problem started from the different interpretations of the hadith. Some of them understand it textually that produces ru’yah faction, and some prefer a contextual understanding then belong to the hisab faction. Furthermore, it study underlines the need to understand about how the previous ‘ulama (salaf) argued, especially the ‘ulama  of four madhhabs, whose their argument often used as a reference by the ‘ulama  of today (khalaf). In this discussion it found that the opinions of the ‘ulama of four madhhab are different. Some used ru’yah and some other used hisab. This is natural as it is the product of ijtihad that each mujtahid has various interpretations. Thus, Muslims have two options: between the scientific determination (Shari’ah/Astronomy) or corporative determination (Unification Calendar). These two options are very difficult to compromise, and one of them must be selected.
بيان القراءات القرآنية وأثرها في الدراسات النحوية واللغوية دراسة وصفية تحليلية تطبيقية Fadhil, Ahmed Ustman
Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 1 (2018): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Laboratorium Prodi Pendidikan Agama Islam UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/hayula.002.1.03

Abstract

تهدف هذه الدراسة إلى إبراز القيمة اللغوية للقراءات القرآنية ومدى أثرها في الدراسات النحوية واللغوية وبيان أن القرآن بكامله أثر تأثيراً كبيراً في الدراسات النحوية واللغوية ، فاشتملت هذه الدراسة على المحاور الآتية :المحور الأول : القراءات بين البصريين والكوفيين، المحور الثاني : القراءات في ضوء الأصول النحوية والتخريجات،المحور الثالث : قراءات أثرت في الدراســـــات النحوية واللغوية ومرجعها إلى اللغات " اللهجات " .
Jalan Menuju Tuhan: Revitalisasi dan Interpretasi Makna atas Penciptaan Karya Tari Shirath Nan Tersirat Nursyam, Romi; Fadhil, Abdul
Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 1 (2018): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Laboratorium Prodi Pendidikan Agama Islam UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/hayula.002.1.06

Abstract

Tulisan ini adalah eksplorasi dari penciptaan karya tari S}ira>t{, Nan Tersirat yang terinspirasi dari cerita rakyat, yakni fenomena budaya masyarakat Paninggahan yang masih yakin pada hal mistik yang bertentangan dengan akidah Islam, yaitu meminta pada dewa atau jin dengan mengagung-agungkan suatu tempat di Nagari Paninggahan. Penciptaan tari ini merupakan revitalisasi makna dari tari Adok di Nagari Paninggahan, yang bercerita tentang seorang raja (Rajo Bagombak Bagalang Kaki, keturunan raja Pagaruyuang) kerasukan saat mendengar suara nyanyian dewa.Tujuan penggarapan karya ini adalah untuk mengekspresikan karya tari yang menggambarkan karakter manusia yang memasuki alam gaib dan mencerminkan karakter manusia yang ingin bertemu dengan Tuhannya (Allah SWT). Adapun tulisan ini menggunakan dua pendekatan yakni ilmu seni tari dan pendekatan keislaman (Tasawuf). Penciptaan tari dilakukan dengan memberi reinterpretasi yagar sesuai dengan ajaran Islam dengan tema utama adalah jalan menuju Tuhan (Sirat).

Page 1 of 1 | Total Record : 6