cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
DIDAKTIKA BIOLOGI: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Didaktika Biologi (Biology Didactics, in english) is a journal that contains scientific articles of research results in the field of biological education. Didaktika Biologi is for teachers, lecturers, students, researchers, and practitioners who concentrate and contribute in the field of biological education.
Arjuna Subject : -
Articles 99 Documents
PROFIL GAYA BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH ILMU LINGKUNGAN BERBASIS BLENDED LEARNING Ma'rifah, Destri Ratna; Hanafi, Yahya; Rizki, Galuh Alif Fahmi
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 3, No 1 (2019): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v3i1.1198

Abstract

Mahasiswa memiliki gaya belajar yang berbeda antara satu dengan yang lain meskipun kemungkinan ada yang memiliki gaya belajar sama. Mahasiswa termasuk sebagai peserta didik pada jenjang pendidikan tinggi. Mata kuliah Ilmu Lingkungan membutuhkan banyak pembelajaran secara kontekstual, pengayaan, diskusi dan studi kasus di lingkungan sehingga diselenggarakan secara blended learning. Blended learning akan efektif jika pengajar mengetahui gaya belajar mahasiswa. Oleh karena itu, perlu diketahui gaya belajar mahasiswa untuk keefektifan kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Responden adalah mahasiswa yang menempuh mata kuliah Ilmu Lingkungan. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif. Instrumen yang digunakan adalah angket tertutup. Data dianalisis menggunakan persentase. Hasil studi menunjukkan mahasiswa peserta mata kuliah Ilmu Lingkungan memiliki gaya belajar auditif-visual sebanyak 61,1%, kemudian diikuti oleh gaya belajar visual, visual-kinestetik, auditif-kinestetik, auditif, dan kinestetik. Pembelajaran secara blended (blended learning) dapat menjadi salah satu alternatif guna memfasilitasi gaya belajar mahasiswa yang beragam. Sebanyak 71,1% dari mahasiswa menggunakan internet sebagai sumber belajarnya dan sebanyak 91,2% mahasiswa mengakses internet melalui smartphone. Kebiasaan mahasiswa menggunakan internet melalui smartphone mendukung dalam kegiatan pembelajaran secara blended yang dilakukan.Students have different learning styles from one another even though there may be those who have the same learning style. Environmental Science Subject require a lot of contextual learning, enrichment, discussion and case studies in the environment so that blended learning is held. Blended learning will be effective if the teacher knows the students learning style. Therefore, it is necessary to know the learning styles of students for the effectiveness of learning activities undertaken. The study method was a survey. Respondents were students who take Environmental Science Subject. The data obtained was quantitative data. The instrument used was a closed questionnaire. Data were analyzed using percentages. The study results showed that students participating in the Environmental Sciences Subject had the auditive-visual learning style with a percentage of 61.1%, then followed by the visual, visual-kinesthetic, auditive-kinesthetic, auditive, and kinesthetic learning styles. Blended learning can be one alternative to facilitate the diverse student learning styles. As many as 71.1% of students used the internet as a source of learning and as many as 91.2% of students accessed the internet through smartphones. The students' habit of using the internet through smartphones supported the blended learning activities.
PEMBERDAYAAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PREDICT OBSERVE AND EXPLAIN (POE) Ulpa, Sah Ulya; Nuraini, Nita
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 3, No 1 (2019): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v3i1.1187

Abstract

Pembelajaran IPA di kelas VIII SMP Negeri 13 Palembang belum melibatkan siswa sepenuhnya karena pembelajaran masih bersifat konvensional, sehingga siswa kurang aktif dan kurang memaksimalkan kemampuan berpikir kritis siswa. Diperlukan pembelajaran yang menerapkan model pembelajaran yang bersifat faktual sehingga siswa mampu menggali pengetahuan yang didapat dan mampu berpikir dengan kritis, seperti model POE (Predict Observe and Explain). Tujuan penelitian adalah memberdayakan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Palembang menggunakan model pembelajaran POE. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian quasi experiment dengan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pembelajaran dengan model POE dilakukan sebanyak dua pertemuan pada pembelajaran IPA materi sistem pernapasan. Instrumen untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa adalah soal pilihan ganda, mengacu pada kriteria berpikir kritis Facione (2013): interpretasi, analisis, evaluasi, kesimpulan, penjelasan, dan pengaturan diri. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pemberdayaan berpikir kritis melalui model POE dalam pembelajaran IPA materi sistem pernapasan di SMP Negeri 13 Palembang. Secara keseluruhan (dari 6 indikator berpikir kritis) kemampuan berpikir kritis siswa dengan menggunakan model pembelajaran POE termasuk kritis, sedangkan kemampuan kemampuan berpikir kritis siswa dengan pembelajaran tanpa model POE berada pada kategori tidak kritis. Natural science learning in class VIII of State Junior High School (SMP Negeri) 13 Palembang has not fully involved students because learning was still conventional, so students were less active and did not maximize students' critical thinking ability. Learning model that applies a factual learning was needed so that students were able to explore the knowledge gained and to think critically, such as POE (Predict Observe and Explain) model. The research purpose was to empower students? critical thinking ability of class VIII SMP Negeri 13 Palembang using the POE learning model. The method used in this research was a quasi experiment research with the control class and the experimental class. Learning by the POE model was done by two meetings on the natural science learning of respiratory system material. The instrument to determine students' critical thinking ability was the multiple choice test, referring to Facione's critical thinking criteria (2013): interpretation, analysis, evaluation, conclusions, explanations, and self-regulation. Data were analyzed descriptively quantitatively using percentages. The results showed that the existence of empowerment of critical thinking through POE model on the natural science learning of respiratory system material in SMP Negeri 13 Palembang. Overall (out of the 6 indicators of critical thinking) students' critical thinking ability using POE learning model were critical, while students' critical thinking ability without POE model learning were in the uncritical category.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS BOUNDED INQUIRY LAB UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS DIMENSI KONTEN PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN KELAS XI Sanjaya, Renny Widya Kusuma; Maridi, Maridi; Suciati, Suciati
DIDAKTIKA BIOLOGI: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 1, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk: 1) mengetahui karakteristik; 2) menguji kelayakan dan; 3) menguji keefektifan penggunaan, pada modul berbasis bounded inquiry lab untuk meningkatkan literasi sains dimensi konten pada materi sistem pencernaan kelas XI. Penelitian dan pengembangan modul menggunakan prosedur Borg & Gall (1983) yang telah dimodifikasi. Data kemampuan literasi sains dimensi konten dianalisis dengan N-Gain ternormalisasi untuk mengetahui keefektifan modul berbasis bounded inquiry lab. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan: 1) modul berbasis bounded inquiry lab untuk meningkatkan literasi sains dimensi konten pada materi sistem pencernaan dikembangkan sesuai dengan tahapan bounded inquiry lab; 2) kelayakan modul berbasis bounded inquiry lab dikategorikan sangat baik; 3) keefektifan modul yang dikembangkan dibuktikan dengan uji Wilcoxon menunjukkan ada perbedaan dalam literasi sains dimensi konten sebelum dan sesudah perlakuan dengan memiliki probabilitas (p) sebesar 0,000 (p<0,05), Ho ditolak. This research aimed: 1) to find out the characteristics; 2) to test the feasibility and; 3) to investigate the effectiveness of module based on bounded inquiry lab to improve students’ scientific literacy of content dimension on digestive system material of grade XI. This research used procedure of research and development (R&D) by Borg & Gall (1983) that was modified. Data of students’ scientific literacy of content dimension were analyzed by using normalized N- Gain to investigate the effectiveness of module-based on bounded inquiry lab. The research results showed: 1) the module-based on bounded inquiry lab to improve students’ scientific literacy of content dimension on digestive system material was developed in accordance with the syntax of bounded inquiry lab; 2) the feasibility of module-based on bounded inquiry lab was at very good category; 3) the effectiveness of the developed module-based on bounded inquiry lab was proved by Wilcoxon test that showed the differences in students’s scientific literacy of content dimension between before and after learning by using module-based on bounded inquiry lab with probability (p) of 0.000 (p <0.05), Ho was rejected.
PENGEMBANGAN BUKU AJAR PERUBAHAN LINGKUNGAN BERBASIS MODEL SEARCH, SOLVE, CREATE, SHARE (SSCS) UNTUK MEMBERDAYAKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Carolina, Hifni Septina; Sutanto, Agus; Suseno, Nyoto
DIDAKTIKA BIOLOGI: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2017): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan buku ajar berbasis model Search, Solve, Create dan Share (SSCS) pada materi perubahan lingkungan, (2) mengetahui kelayakan buku ajar, dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan buku ajar untuk memberdayakan kemampuan berpikir kritis. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE yakni analysis, design, development, implementation dan evaluation. Teknik pengumpulan data menggunakan angket validasi ahli, angket respon peserta didik dan soal pretest-posttest, yang dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Data kemampuan berpikir kritis dianalisis dengan sampel paired t-test dan dihitung dengan N-gain ternormalisasi. Hasil pengembangan buku ajar menunjukkan rata-rata hasil validasi ahli sebesar 93% dan berada pada kategori sangat layak digunakan untuk bahan ajar peserta didik. Hasil angket mengenai respon penilaian dari peserta didik sebesar 82,2% peserta didik memberikan respon positif terhadap bahan ajar yang dikembangkan. Didapatkan hasil nilai postest sebesar 78,9 (kelas eksperimen) dan 68,6 (kelas kontrol). Diketahui bahwa dari uji t (kesamaan dua rata-rata) diperoleh thit(5,26) > ttab (2,02), yang berarti rata-rata N-gain peserta didik pada kelas eksperimen memiliki perbedaan yang signifikan dengan rata-rata N-gain peserta didik pada kelas kontrol. Dengan demikian terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan buku ajar berbasis SSCS terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. The aims of this research were 1) to develop a textbook-based SSCS model on environmental change material, 2) to test the feasibility of a textbook-based SSCS model, and 3) to test the effectiveness of a textbook-based SSCS model to improve the critical thinking skill of students at class XI of State Senior High School (SMAN) 2 of Metro. The development model used in this research was ADDIE model consisted of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The data were collected by using the validated questionnaire and the pretest-posttest test and were analyzed quantitatively and qualitatively. The data of the critical thinking skill were analyzed by sample paired t-test and calculated by normalized N-gain. The result of the development of a textbook showed the average results of the expert validation was 93% (very feasible for use as students teaching material). The result of respond of the students was 82.2%, it meant that the students gave the positive responses to the developed textbook. The scores of posttest were 78.9 (experimental class) and 68.6 (control class). The result of paired t-test was tcalculated (5.26) > ttab (2.02), it showed that mean of students N-gain in experiment class had the significant difference to the control class. Therefore, there was significant effect of the use of a textbook-based SSCS model to improve the the critical thinking skill of students.
Lampiran 2: Template Didaktika Biologi Biologi, Didaktika
DIDAKTIKA BIOLOGI: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 1, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KETERAMPILAN METAKOGNITIF MAHASISWA CALON GURU DAN HUBUNGANNYA DENGAN POLA PEMBELAJARAN DOSEN Saputri, Wulandari
DIDAKTIKA BIOLOGI: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2017): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterampilan metakognitif mahasiswa calon guru pada mata kuliah Ekologi Tumbuhan dan menganalisis hubungannya dengan pola pembelajaran dosen. Metode penelitian yang digunakan adalah gabungan antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif (metode campuran). Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur keterampilan metakognitif adalah tes essay keterampilan metakognitif yang terintegrasi dengan hasil belajar kognitif dan lembar wawancara dosen. Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata keterampilan metakognitif mahasiswa yang mengikuti matakuliah Ekologi Tumbuhan hanya 37,97. Kemudian, hasil penelitian juga mengungkap bahwa terdapat hubungan antara keterampilan metakognitif mahasiswa dan pola pembelajaran dosen. Pola pembelajaran yang diterapkan dosen pada matakuliah Ekologi Tumbuhan belum berbasis pada model pembelajaran tertentu dan belum memperhatikan perbedaan kemampuan akademik mahasiswa. Oleh karena itu, pola pembelajaran yang diterapkan tidak mendukung upaya permberdayaan keterampilan metakognitif. This study aimed to identify the metacognitive skill of stuedents of teacher candidate in plant ecology subject at University of Muhammadiyah Palembang and to analyze its relationship with lecture’s learning system. The research method used was mixed quantitative-qualitative approach (mixed methods). The technique sampling used was simple random sampling. The instrument used for measurement of metacognitive skill was the essay test integrated by cognitive learning outcomes and lecturer’s interview sheet. The result showed that the average score of students’ metacognitive skill who attended the plant ecology subject was 37,97. Then, the result also showed that there was a relationship between student metacognitive skill and lecture’s learning system. The learning system applied by the lecturer in plant ecology subject was not based on the certain learning model yet, and was not paid attention to the differences in students academic ability yet. Therefore, it did not support the empowerment of student metacognitive skills.
PENERAPAN JURNAL BELAJAR DALAM STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BIOLOGI SEL Irmanasari, Pipit; Lukitasari, Marheny; Primiani, Cicilia Novi
DIDAKTIKA BIOLOGI: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 1, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil belajar mahasiswa pada matakuliah Biologi Sel masih relatif rendah karena proses pelaksanaan pembelajaran berpusat pada pendidik dan mahasiswa merasa sulit untuk memahami materi yang disampaikan oleh dosen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan jurnal belajar sebagai alat dalam upaya meningkatkan pemahaman konsep mahasiswa pada matakuliah Biologi Sel. Penelitian dilakukan pada mahasiswa semester II Prodi Pendidikan Biologi IKIP PGRI Madiun sebanyak 53 mahasiswa (26 mahasiswa untuk kelas 2A) dan (27 mahasiswa untuk kelas 2B). Pelaksanaan penelitian dilakukan selama tiga kali tatap muka dari matakuliah Biologi sel KD 1-3. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data keterlaksanaan STAD, data jurnal belajar dan data pemahaman konsep. Data pemahaman konsep didapatkan dengan pemberian pertanyaan kuis di akhir pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan jurnal belajar mengalami peningkatan dari pertemuan I sebesar 13,32 meningkat menjadi 13,42 pada pertemuan II dan III, dan terdapat peningkatan nilai kuis dari tiap KD pada kategori sedang dan rendah. Students’ learning outcomes were still relatively low at Celluler Biology Subject because the implementation process of learning was centered on lecturer and stundents found it difficult to understand the subject material. This study aimed to determine the application of learning journal as a tool in the effort to increase students understanding of Celluler Biology concept. The study was conducted at 53 second semester stundents (26 students for class 2A and 27 students for class 2B) of Biology Education Program Study of PGRI Teachers Training College, Madiun. The study was conducted during three meetings for KD 1-3 (Kompetensi Dasar=Basic Competence) of Celluler Biology Subject. The collected data were the implemented STAD data, the learning journal data and the concept understanding data. The concept understanding data were obtained by giving the quiz questions at the end of learning. The study result showed that the learning with implementation of learning journal increased from first meeting at 13.32 became 13.42 at meeting II and III, and there was the increase of quiz value from each KD on both medium and low categories.
Tim Redaksi Didaktika Biologi Biologi, Didaktika
DIDAKTIKA BIOLOGI: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 1, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Belakang Didaktika Biologi Vol 1 No 1 Maret 2017 Biologi, Didaktika
DIDAKTIKA BIOLOGI: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 1, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN UNTUK MENGUKUR KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA Fadillah, Etty Nurmala
DIDAKTIKA BIOLOGI: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2017): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kelayakan instrumen penilaian untuk mengukur keterampilan proses sains siswa SMA ditinjau dari karakteristik standar tes dan (2) seberapa besar tingkat penguasaan instrumen penilaian untuk mengukur keterampilan proses sains siswa SMA. Prosedur pengembangan dalam penelitian ini dengan model 4-D yang dikemukakan oleh Thiagarajan yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebarluasan). Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa angket, wawancara, dan soal pilihan ganda beralasan. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dengan menggunakan statistik Aikens V dan analisis kuantitatif dengan menggunakan program QUEST. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Instrumen penilaian untuk mengukur keterampilan proses sains siswa SMA dikatakan layak ditinjau dari karakteristik standar tes yaitu kecocokkan butir soal dengan INFIT MNSQ 0,86 sampai 1,29, Reliabilitas sebesar 0,80, dan tingkat kesukaran dengan jangkauan -1,47 sampai 1,59 terdiri dari 3 katergori: 11 butir soal mudah, 7 butir soal sedang, dan 5 butir soal Sukar. (2) Persentase tingkat penguasaan keterampilan proses sains siswa pada sekolah dengan kategori tinggi 76,64%, kategori sedang 73,71% dan rendah 70,12%. This development research aimed to determine: (1) the feasibility of assessment instrument to measure the science process skills of high school students in terms of test standard characteristics and (2) how the level of assessment instrument mastery to measure the science process skills of high school students. The development procedure used in this study was by using 4-D model that was found by Thiagarajan; define, design, develop, and disseminate. The instruments used in collecting the data were questionnaires, interview, and multiple choice questions reasoned. The technique for analyzing the data used in this study was qualitative analysis by using Aikens V statistics and quantitative analysis by using QUEST program. The results of this study were (1) assessment instrument to measure the process skills of high school students where could be categorized as effective from test standard characteristic namely the matching of question items with INFIT MNSQ was 0.86 until 1.29. The reliability was 0.80 and the difficulty level was -1.47 until 1.59 consisted of 3 categories: 11 items of easy question, 7 items of medium questions, and 5 questions of difficult question. (2) The percentage of assessment instrument mastery level science process skills of high school students in high level was 76.64%, medium category was 73.71%, and poor level was 70.12%.

Page 1 of 10 | Total Record : 99