cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
CHEMISTRY PROGRESS
ISSN : 19795920     EISSN : 27158365     DOI : -
Core Subject : Science,
Majalah Ilmiah Chemistry Progress merupakan media untuk menyebarkan informasi ilmiah dan sarana komunikasi bagi para ilmuan dan cendekiawan melalui tulisan-tulisan ilmiah. Majalah Ilmiah Chemistry Progress terbit dua nomor dalam satu tahun (Mei dan November) berisi kajian penelitian dalam lingkup ilmu kimia (organik, anorganik, analitik, biokimia, fisika, bahan alam, lingkungan, pangan, kelautan, pertambangan, farmasi dan komputasi). Jumlah halaman pervolume adalah 55-65 halaman.
Arjuna Subject : -
Articles 144 Documents
GREEN SYNTESIS NANOPARTIKEL PERAK (AG) MENGGUNAKAN LARUTAN DAUN RUMPUT MACAN (LANTANA CAMARA L) Kojong, Talita M. I.; Aritonang, Henry; Koleangan, Harry
CHEMISTRY PROGRESS Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.11.2.2018.27938

Abstract

ABSTRAKNanopartikel telah banyak diaplikasikan dalam beberapa bidang salah satunya yaitu di bidang sensor. Green synthesis merupakan Salah satuh metode yang digunakan untuk mesintesis nanopartikel dengan memafaatkan tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis nanopartikel Ag melalui jalur green syntesis dengan memanfaatkan daun rumput macan dengan menggunakan pelarut akuades dan etanol sebagai reduktor maupun penstabil partikel. pembuatan larutan daun rumput macan dengan metode green synthesis yang selanjutnya digunakan untuk mensintesis nanopartikel perak (Ag). Sintesis nanopartikel Ag dibuat dengan variasi larutan prekursor AgNO3 dengan konsentrasi 1 mM, 2 mM, 3 mM, 4 mM dan 5 mM yang kemudian dicampurkan dengan larutan daun rumput macan dengan perbandingan (18:1 v/v). Selanjutnya distirer dengan kecepatan 1500 rpm selama 1 jam, dianalisis dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan Transmission Electron Microscopy (TEM). Hasil penelitian menujukkan bahwa nanopartikel yang disintesis menggunakan pelarut akuades lebih banyak mengahasilkan nanopartikel Ag dibandingkan menggunakan pelarut etanol.  ABSTRACTNanoparticles have been widely applied in several fields, one of which is in the sensor field. Green synthesis is one of the methods used to synthesize nanoparticles by utilizing plants. This study aims to conducted synthesize Ag nanoparticles through the green syntesis pathway by utilizing leaf of rumput macan by using distilled water and ethanol as a reducing agent or particle stabilizer. The first stage for this research is by making a solution leaf of rumput macan with the green synthesis method which is then used to synthesize silver (Ag) nanoparticles. Synthesis of Ag nanoparticles was made with a variety of AgNO3 precursor solutions with a concentration of 1 mM, 2 mM, 3 mM, 4 mM and 5 mM which were then mixed with a solution leaf of rumput macan by comparison (18:1 v / v). Then it was distilled with a speed of 1500 rpm for 1 hour, analyzed using UV-Vis spectrophotometer and Transmission Electron Microscopy (TEM). The results showed that nanoparticles which were synthesized using more distilled water distilled water resulted in Ag nanoparticles than using ethanol solvents. 
KINETIKA FOTODEGRADASI METILEN BIRU OLEH CAHAYA TAMPAK MENGGUNAKAN KOMPOSIT AG3PO4/AG/HAP DARI TULANG IKAN KAKAP MERAH (LUTJANUS SP.) DENGAN PERLAKUAN ASAM Bando, Reksih Evander; Wuntu, Audy D.; Aritonang, Henry
CHEMISTRY PROGRESS Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.12.2.2019.27927

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang kinetika fotodegradasi pewarna sintetik metilen biru menggunakan material komposit yang dihasilkan dari tulang ikan kakap merah (Lutjanus sp.) terkalsinasi pada suhu 600-1000 oC. Tulang ikan terkalsinasi direaksikan dengan asam dan AgNO3 kemudian digunakan dalam kajian kinetika fotodegradasi. Sejumlah komposit diiteraksikan dengan larutan metilen biru dengan variasi waktu antara 2-180 menit di bawah radiasi sinar tampak dan konsentrasi metilen biru yang tersisa ditentukan dengan spektorfotometer uv-vis. Data dianalisis menurut model kinetika orde ke-1 dan ke-2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fotodegradasi metilen biru berlangsung mengikuti model kinetika orde ke-2. ABSTRACTMethylene blue photodegradation kinetics using materials synthesized from red snapper (Lutjanus sp.) bones calcined at 600-1000 oC has been investigated. Calcined bones were reacted with acid and AgNO3and were used in photodegradation kinetics study. Composites were interacted with methylene blue solutions for a periode of time in a range of 2?180 min under visible light and the dye remained in the solutions was determined using UV-Vis spectrophotometer. Data obtained were analyzed using first and second order kinetics model. The results showed that methylene blue was photodegraded by the composites under visible light according to the second order kinetics model. 
KORELASI FENOLAT TOTAL DAN FLAVONOID TOTAL DENGAN ANTIOKSIDAN DARI BEBERAPA SEDIAAN EKSTRAK BUAH TANJUNG (MIMUSOPS ELENGI) Perwiratami, Cahya
CHEMISTRY PROGRESS Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.7.1.2014.4853

Abstract

Tanaman Tanjung (Mimusops elengi L.) dilaporkan memiliki beberapa aktivitas yang sangat potensial, dan diduga erat hubungannya dengan keberadaan senyawa-senyawa yang bersifat antioksidan. Dalam penelitian ini, korelasi antara aktivitas antioksidant dengan kandungan fenolat total dan flavonoid total telah diusulkan untuk tiga jenis ekstrak. Ekstrak etanol (EEt), ekstrak  etilasetat (EEA), dan  ekstrak aseton (EAs) diperoleh melalui ekstraksi pada suhu 60oC. Aktivitas antioksidan ketiga sampel diuji dengan peredaman radikal DPPH,  fenolat total dengan metode Follin Ciocalteu, dan flavonoid total dengan pembentukan kompleks AlCl3. Rendemen ekstrak terbesar dimiliki oleh EEt (15,2%) diikuti dengan EAs (3,9%) dan EEA (1,2%). Ketiga ekstrak menunjukkan uji positif terhadap senyawa fenolat dan flavonoid.  Aktivitas antioksidan terbesar dimiliki oleh EEA (IC50 99,8ppm).  Ekstrak EEA ini juga memperlihatkan kandungan fenolat (107,0mg GAE/g ekstrak) dan flavonoid (1432,3 mg QE/g ekstrak) terbesar dibanding dengan dua ekstrak yang lainnya. Walaupun demikian, bila rendemen ekstrak dimasukkan dalam perhitungan, maka EEt memiliki jumlah fenolat dan flavonoid terbesar per gram sampel kering asal. Ploting IC50 dengan phenolat total menunjukkan r= 0,9714, sedangkan dengan flavonoid total memiliki r = 0,9993. Terdapat korelasi berbanding lurus antara aktivitas antioksidan dengan fenolat total dan antioksidan dengan  flavonoid total. Senyawa fenolat dan flavonoid diusulkan memegang peran penting dalam aktivitas antioksidan buah tanjung.   Keywords : Mimusops elengi L., total fenolat, total flavonoid, antioksidan
MEMPELAJARI REAKSI ISOMERISASI SAFROL DENGAN PEREAKSI T-BUOK/DMSO DAN KOH/CH2OHCH2OH Gugule, Sanusi; Fatimah, Feti
CHEMISTRY PROGRESS Vol 2, No 1 (2009)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.2.1.2009.64

Abstract

The studies have been done about the transformation of safrole into isosafrole. The transformation wasdone using reagents, namely t-BuOK/DMSO and KOH/CH2OHCH2OH. The purities of all products weretested with thin layer and gas chromatography. Thereafter the structures were identified with infraredspectrophotometers, NMR1H and 13C spectrometry, and mass spectrometry. The isomerization product ofsafrole into isosafrole with highest percentage yield (97%) was given t-BuOK/DMSO.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI NANOGRAFIT Wulandari, Restu; Aritonang, Henry; Wuntu, Audy
CHEMISTRY PROGRESS Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.10.2.2017.27745

Abstract

ABSTRACT The purpose of this research is to synthesis nanografite by using physics method. Nanografite  was synthesized using physics method by heating graphite powder at 1000oC. Characterization of nanografite was analyzed by using Scanning Electron Microscope (SEM). The result of the SEM characterization shows the heated nanographite at 1000 ° C having the smallest thickness of 20 nm and the largest 40 nm whereas in `unheated graphite heading has the smallest thickness size 169 nm and the largest 889 nm. From the results of the research can be concluded that the graphite powder heated at high temperatures can be nanografit so that the surface area is larger and can expand the application of nanografit. Keywords: nanografit, physics method, scanning electron microscope (SEM)    ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk mensintesis nanografit dengan mengunakan metode fisika. Nanografit disintesis menggunakan metode fisika dengan memanaskan serbuk grafit pada suhu 1000 oC Karakterisasi nanografit dianalisis dengan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil dari karakterisasi SEM menunjukan nanografit yang dipanaskan pada suhu 1000 oC memiliki ukuran ketebalan terkecil 20 nm dan yang terbesar 40 nm sedangkan pada `sebuk grafit yang tidak dilakukan pemanasan memiliki ukuran ketebalan terkecil 169 nm dan yang terbesar 889 nm. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa serbuk grafit yang dipanaskan pada suhu tinggi dapat menjadi nanografit sehingga luas permukaannya lebih besar dan dapat memperluas aplikasi dari nanografit. Kata kunci: nanografit, metode fisika, scanning electron microscope (SEM)   
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI DAUN CENGKEH (EUGENIA CARRYOPHYLLUS) DENGAN METODE DPPH Rorong, Johnly
CHEMISTRY PROGRESS Vol 1, No 2 (2008)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.1.2.2008.4961

Abstract

Clove (Eugenia carryophyllus) is a traditional food ingredient characterized by its specific and refreshingaroma. This study was intended to determine the antioxidative effects of clove leaves. Clove leaves wasextracted sequentially with hexane, methanol and ethanol. The antioxidative effects of the extracts weredetermined by 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) scavenging and reducing power assay. Total phenoliccontent of ESME extracts the highest compared with EHS and EEM were 0,851; 1,8575 and 1,237 mg/kgrespectively, which expressed as gallic acid equivalent. The addition of methanol extracts of clove leavesin the reaction mixture showed the highest scavenging activity in 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH)radical and reducing power. These results suggest that the ethanolic extract of clove leaves containscompounds having antioxidative activities Keywords : clove, autooxidation, photooxidation, solvent extraction, DPPH
PEMURNIAN CRUDE GLYCEROL DENGAN CARA PENGASAMAN DAN ADSORPSI MENGGUNAKAN ZEOLIT ALAM LAMPUNG Aziz, Isalmi; Las, Thamzil; Shabrina, Annisa
CHEMISTRY PROGRESS Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.7.2.2014.7469

Abstract

This study aims to determine the optimum conditions for the adsorption process and the characteristics ofresulting glycerol after the adsorption process. Raw material for making crude glycerol is used cooking oilobtained from fried food merchants around the campus of UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Crude glycerol wasmade from used transesterification reaction of cooking oil (10 L), methanol (2.5 L) and catalyst KOH (95 g) at 60° C for 1 hour. Crude glycerol is separated from the biodiesel and sulfuric acid 1.19 M was added until pHreached 6 and formed two layers. The bottom layer (rich glycerol) was separated by filtration and glycerol levelswas 60.7%, water was 18.72%, ashes was 35, negative for sugar, potassium metal of 4458 ppm and density of 1.140 g/mL. The next stage is process of adsorption using activated natural zeolite Lampung. Crude glycerol as the result of acidification process was added with activated natural zeolite, stirred, settled and filtered. Adsorption process is done by varying the time (30, 45, 60, 75 and 90 minutes) zeolite concentrations (6, 9, 12, 15 and 18%), temperature (30, 40, 60, 80 and 100 °C) and the size of the zeolite (9, 25 and 60 mesh). The optimum condition of adsorption process was found to be 75 minutes, with 12% zeolite concentration, temperature of 60 °C and the size of the zeolite 0.2 mm with glycerol content of 88.91%, 7.38% water, 3% ashes, contains no sugar and density of 1,231g/mL.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum proses adsorpsi dan karakteristik gliserol yang dihasilkan setelah proses adsorpsi. Bahan baku pembuatan crude glycerol adalah minyak goreng bekas yang diperoleh dari pedagang gorengan disekitar kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Crude glycerol di buat dari reaksi transesterifikasi minyak goreng bekas (10 L), metanol (2,5 L) dan katalis KOH (95 g) pada suhu 60 oC selama 1 jam. Crude glycerol dipisahkan dari biodiesel dan ditambahkan asam sulfat 1,19M sampai pH 6sehingga terbentuk dua lapisan. Lapisan bawah (kaya gliserol) dipisahkan dengan cara penyaringan dan didapatkan kadar gliserol 60,7%, air 18,27%, abu 35, gula negatif, logam kalium 4458 ppm dan massa jenis 1,140 g/mL. Tahap selanjutnya adalah proses adsorpsi menggunakan zeolit alam Lampung yang sudah diaktivasi. Crude glycerol hasil pengasaman ditambahkan zeolit alam teraktivasi, di aduk, didiamkan dandisaring. Proses adsorpsi dilakukan dengan memvariasikan waktu (30, 45, 60, 75 dan 90 menit) konsentrasi zeolit (6, 9, 12, 15 dan 18%), suhu (30, 40, 60, 80 dan 100 oC) dan ukuran zeolit (9, 25 dan 60 mesh). Kondisi optimum proses adsorpsi didapatkan pada waktu 75 menit, konsentrasi zeolit 12%, suhu 60 oC dan ukuran zeolit 0,2 mm dengan kadar gliserol 88,91%, air 7,38%, abu 3%, tidak mengandung gula dan massa jenis 1,231g/mL.
UJI KUALITAS BAKASANG IKAN CAKALANG (KATSUWONUS PELAMIS) YANG ADA DI PASARAN BERDASARKAN PARAMETER FREE FATTY ACID (FFA) DAN PEROXIDE VALUE (PV) Montolalu, Gisella T.; Fatimah, Feti; Kamu, Vanda
CHEMISTRY PROGRESS Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.12.1.2019.27921

Abstract

ABSTRAK Bakasang adalah produk fermentasi yang dibuat dari jeroan ikan. Telah dilakukan penelitian uji kualitas bakasang ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) yang ada di pasaran berdasarkan parameter Free Fatty Acid (FFA) dan Peroxide value (PV). Bakasang yang digunakkan berasal dari empat tempat berbeda Sario, Tambala, Supermarket dan Karombasan. Bilangan peroksida tertinggi adalah bakasang yang dibeli di Supermarket 5,18 meq/kg dan yang terendah adalah bakasang yang dibeli di Tambala 3,88 meq/kg. Asam lemak bebas tertinggi adalah bakasang yang dibeli di Karombasan 2,13% dan yang terendah adalah bakasang yang dibeli di Sario 1,25%. ABSTRACT Bakasang is a fermented product made from fish innard. Research has been conducted of the quality of cakalang fish (Katsuwonus pelamis) on the market has been conducted based on the parameters of Free Fatty Acid (FFA) and Peroxide value (PV). Bakasang used are from four different places: Sario, Tambala, Supermarket and Karombasan. The highest peroxide number was bakasang purchased at 5.18 meq / kg Supermarket and the lowest was bakasang purchased at Tambala 3.88 meq / kg. The highest free fatty acid was bakasang which was bought in Karombasan 2.13% and the lowest was bakasang which was bought in Sario 1.25%. 
SATU SENYAWA ASAM ORGANIK YANG DIISOLASI DARI DAUN GEDI (ABELMOSCHUS MANIHOT L. MEDIK) ASAL SULAWESI UTARA Mamahit, Lexie P.; Soekamto, Nunuk H.
CHEMISTRY PROGRESS Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.3.1.2010.73

Abstract

This research was aimed to isolate and identify the structure of secondary metabolities from gedi leaf. In order to achieve this research aim, an extraction of the gedi leaf tissue with methanol solvent had been carried out. These extract then was partitioned in several organic solvents such as n-hexane, chloroform and ethyl acetate. Further, the resulted partition was fractionation and purifying undergoes an appropriate method like liquid and vacuum pressure chromatography and also determining the melting points. To determine the chemical structure of the isolate, a compilation of several spectroscopic methods, such as infrared (IR), 1H and 13 C nuclear magnetic resonance (NMR), techniques (HMQC, HMBC, and COSY). Results of this research shown that one major constituent was isolated from the leaf of gedi: heptadecanoid acid. 
EFEK PEMANASAN TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK EMPELUR BATANG SAGU BARUK (ARENGA MICROCARPHA B.) Landjang, Enrico Yoel; Momuat, Lidya; Suryanto, Edi
CHEMISTRY PROGRESS Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.10.1.2017.27968

Abstract

The objective of this research was to acknowledge the effect of heating on the total phenolic compound of sago baruk trunk pith extract and the antioxidant activity of sago baruk trunk pith extract on preventing the oxidation of linoleic acid. Sago baruk trunk pith extract obtained from blending the sago baruk sample with the water solvent and was given a variety of temperature that are room temperature, 50 oC, 75 oC, and 100 oC. Total phenolic compound measured with Folin-ciocalteu method and the antioxidant activity of sago baruk trunk pith was tested to linoleic acid with Ferric Thiocyanate method to measure the peroxide inhibition percentage and Thiobarbituric Acid Reactive Substance method to measure the malonaldehyde inhibiton percentage. The result of total phenolic compound of sago baruk trunk pith extract when given the heating process with a total of 69,286-72,449 mg/kg and was higher compared to before given heating process. The best antioxidant activity of sago baruk trunk pith extract on preventing the peroxide and malonaldehyde was when given the 75 oC heating process with a value of 57,374% for peroxide inhibition and 69,527% for malonaldehyde inhibition. This research concluded that the sago baruk trunk pith extract has the best total phenolic compound and the antioxidant activity when given the 75 oC heating process.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari efek pemanasan terhadap kandungan total fenolik dari ekstrak empulur sagu baruk serta aktivitas antioksidan ekstrak empulur sagu baruk dalam menghambat oksidasi asam linoleat. Ekstrak empulur sagu baruk diperoleh dari hasil blender sampel sagu baruk dengan pelarut air kemudian diberi perlakuan pada beberapa variasi suhu yaitu suhu kamar, 50 oC, 75 oC, dan 100 oC. Kandungan total fenolik diukur menggunakan metode Folin-ciocalteu dan aktivitas antioksidan dari ekstrak empulur sagu baruk diuji pada asam linoleat menggunakan metode Ferric Thiocyanate untuk menghitung persen penghambatan peroksida dan metode Thiobarbituric Acid Reactive Substance untuk mengukur persen penghambatan pembentukan malonaldehida. Hasil kandungan total fenolik ekstrak empulur sagu baruk ketika diberi perlakuan pemanasan dengan jumlah 69,286 ? 72,449 mg/kg dan lebih tinggi dibandingkan sebelum dipanaskan. Aktivitas antioksidan dari ekstrak empulur sagu baruk dalam menghambat peroksida dan malonaldehida yang terbaik ketika diberi perlakuan suhu 75 oC dengan nilai masing-masing 57,374% untuk penghambatan peroksida dan 69,527% untuk penghambatan malonaldehida. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak empulur sagu baruk memiliki kandungan total fenolik serta aktivitas antioksidan terbaik ketika diberi perlakuan suhu 75 oC

Page 1 of 15 | Total Record : 144