cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL ILMIAH SAINS
ISSN : 14123770     EISSN : 25409840     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Sains (Journal of Scientific Sciences) is the Journals Published by Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sam Ratulangi University. Jurnal Ilmiah Sains Published Twice a Year, i.e April and October. Jurnal Ilmiah Sains welcomes full research articles in the area of Mathematics and Natural Sciences from the following subject areas: Mathematics, Statistics, Computer Sciences, Chemistry, Biology and Physics.
Arjuna Subject : -
Articles 203 Documents
EFEKTIVITAS BIOKOAGULAN VICIA FABA DALAM MEMPERBAIKI LIMBAH CAIR PULP DAN KERTAS Ariyani, Miranti; Saefudin, Saefudin; Nilawati, Tina Safaria
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 14 Nomor 1, April 2014
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jis.14.1.2014.4453

Abstract

EFEKTIVITAS BIOKOAGULAN Vicia faba DALAM MEMPERBAIKI LIMBAH CAIR PULP DAN KERTAS ABSTRAK Telah dilakukan penelitian mengenai efektivitas kacang babi Vicia faba sebagai biokoagulan dalam memperbaiki sifat fisik dan kimiawi limbah cair industri pulp dan kertas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dan konsentrasi Vicia faba yang optimum dalam memperbaiki sifat fisik kimiawi limbah cair industri pulp dan kertas. Sifat fisik dan kimia yang diteliti mencakup turbiditas, total padatan tersuspensi (TSS) limbah, kandungan kesadahan dan Chemical Oxygen Demand (COD) limbah. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan lima taraf konsentrasi yaitu 0,02%; 0,04%; 0,06%; 0,08% dan 0,1% (v/v) masing-masing dengan lima kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi suspensi Vicia faba sebanyak 0,1% mampu menurunkan turbiditas limbah hingga mencapai 98,5% dan TSS limbah hingga mencapai 74,8%. Untuk parameter kimiawi, pada konsentrasi tersebut mampu menurunkan kesadahan limbah hingga 41,6%, dan kandungan COD limbah mencapai 60,6%. Kata kunci : Vicia faba, biokoagulan, limbah cair industri pulp dan kertas EFECTIVITY OF Vicia faba AS BIOCOAGULANT FOR PULP AND PAPER WASTE WATER ABSTRACT The Study about Efectivity of broad bean (Vicia faba) as a biocoagulant for pulp and paper mill waste water were conducted. Coagulation-flocculation is an important process in wastewater treatment that are used to remove colloid and suspended particles. The objective of this research was to determine the ability and the optimum concentration of Vicia faba. The observed  parameters during this research were Turbidity, Total Suspended Solid, Total Hardness and Chemical Oxygen Demand. The study was conducted using Randomize Complete Design with five replications and five level concentrations (0,02%; 0,04%; 0,06%; 0,08%; 0,1%). The data show  that the optimum concentration of Vicia faba was around 0,1%. Vicia faba at concentration 0,1% effectively removes turbidity over 98,5%, 74,8%, for Total Suspended Solid, 60,6% of Chemical Oxygen Demand and 41,6% for total hardness. Keywords: Vicia faba, biocoagulant, pulp and paper mill waste water
PENENTUAN KADMIUM MENGGUNAKAN METODE PAPER ANALYTICAL DEVICE (PAD) DENGAN TEKNIK PENCITRAAN DIGITAL DALAM SAMPEL MAKANAN Rismiarti, Zuri
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 18 Nomor 1, April 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jis.18.1.2018.18913

Abstract

PENENTUAN KADMIUM MENGGUNAKAN METODE PAPER ANALYTICAL DEVICE (PAD) DENGAN TEKNIK PENCITRAAN DIGITAL DALAM SAMPEL MAKANANABSTRAKKadmium merupakan salah satu logam berat dari sepuluh bahan kimia berbahaya dan menjadi perhatian kesehatan masyarakat. Kadmium (Cd(II)) bukan merupakan logam esensial dalam tubuh manusia maupun tumbuhan dan hewan yang berdampak kronis bagi kesehatan dan lingkungan. Berbagai metode telah banyak dikembangkan untuk mendeteksi kandungan kadmium dalam berbagai sampel. Salah satu metode yang dipelajari adalah paper analytical device berbasis kompleks Alizarin Red S. dengan analisis menggunakan teknik pencitraan digital. Metode ini menggunakan kertas Whatmann sebagai media sampel dan reagen pengkelat yang akan menghasilkan warna kuning sehingga dapat dianalis secara kolorimetri. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kandungan Cd(II) dalam sampel makanan dengan metode PAD berbasis kompleks Alizarin Red S. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kimia-Farmasi Universitas Ma Chung pada bulan Agustus-November 2017. Sampel yang digunakan adalah daun kangkung, ikan segar mujaer, lele, dan pindang tongkol dengan hasil analisis Cd(II) (mg/g)  masing ? masing secara berurutan adalah 0.139; 0.210; 0.341 0.409. Hasil pengujian metode ini juga dibandingkan dengan metode standar AAS (Atomic Absorption Spectrometer).Kata kunci: kertas, kadmium, makanan, pencitraan, digital   DETERMINATION OF KADMIUM USING PAPER ANALYTICAL DEVICE (PAD) METHOD WITH DIGITAL IMAGING TECHNIQUE IN FOOD SAMPLEABSTRACTCadmium is one of a heavy metal from ten chemicals of major public health concern. Cadmium is not essential metal in the human body as well as animals, plants which acquire chronic impact for heath and the environment. Many methods have been developed to detect trace Cd(II) in various sample. One of that method is paper analytical device based on Alizarin Red S complex using digital color image analysis. The method used Whatmann Paper as a media sample and chelating reagents which produce yellow color complex that can analyze colorimetry. The purpose of this research of determination Cd(II) in food samples using PAD based on Alizarin Red S complex. The experiment was conducted at the Chemical-Pharmaceutical Laboratory, Ma Chung University in August-November 2017. Samples are convolvulus leaves, fresh fish like mujaer, catfish, cobs with the results of Cd(II) (mg/g) of each sample of 0.139; 0.210; 0.341 0.409 respectively. The result of the proposed methods is compared with standard method of AAS (atomic absorption spectrometer).Keywords : paper, cadmium, food, digital, color
ISOTERM ADSORPSI TOLUENA PADA ARANG AKTIF STROBILUS PINUS (PINUS MERKUSII) Kalensun, Andre G; Wuntu, Audy D; Kamu, Vanda S
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 12 Nomor 2, Oktober 2012
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jis.12.2.2012.562

Abstract

ISOTERM ADSORPSI TOLUENA PADA ARANG AKTIF STROBILUS PINUS (Pinus merkusii) ABSTRAK Adsorpsi senyawa organik volatil toluena pada arang aktif yang dibuat dari strobilus pinus telah diteliti. Dalam penelitian ini arang aktif strobilus pinus dikarbonisasi pada suhu 400 0C dan diaktivasi dengan larutan ZnCl­2. Eksperimen adsorpsi selama 24 jam dalam wadah tertutup berukuran 6.5 L yang berisi gas toluena 0.4; 0.8; 1.2; 1.6 dan 2 mL. Data yang diperoleh diuji dengan model isoterm adsorpsi Dubinin-Raduskevich. Untuk kapasitas dan energi adsorpsi toluena dihitung dengan persamaan Dubinin-Raduskevich. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa kapasitas adsorpsi (W0) arang aktif strobilus pinus yang teraktivasi adalah 0,1027 cm3/g dan energi adsorpsi (E0) adalah 13,286 kJ/mol. Sedangkan kapasitas adsorpsi (W0) arang strobilus pinus tanpa pengaktivasi adalah 0,0267 cm3/g dan energi adsorpsi (E0) adalah  5,941 kJ/mol. Kata kunci: arang aktif, strobilus pinus (Pinus merkusii), adsorpsi   ISOTHERM ADSORPTION OF TOLUENE ONTO ACTIVATED CARBON MADE FROM STROBILUS PINE (Pinus merkusii) ABSTRACT The adsorption isotherm of toluene, an organic volatile compound, onto activated carbon prepared from strobilus pine was investigated. In this research, the carbon was carbonized at 400 oC and activated by ZnCl­2. The adsorption isotherm experiment was conducted for 24 hours in six 6.5 L-closed chambers, each was filled with 0.4; 0.8; 1.2; 1.6 and 2.0 mL of toluene. The data were fitted to Dubinin-Raduskevich adsorption isotherm model in order to measure the adsorption capacity and the adsorption energy. The results showed that the adsorption capacity and the adsorption energy for the activated strobilus pine were 0.1027 cm3/g and 13.286 kJ/mol respectively, while for the unactivated strobilus pine were 0.0267 cm3/g and 5.941 kJ/mol respectively. Key word: activated carbon, strobilus pine (Pinus merkusii), adsorption.
PENGELOMPOKKAN DATA WAJAH MENGGUNAKAN METODE AGGLOMERATIVE CLUSTERING DENGAN ANALISIS KOMPONEN UTAMA Rindengan, Altien J; Salaki, Deiby Tineke
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 11 Nomor 2, Oktober 2011
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jis.11.2.2011.204

Abstract

PENGELOMPOKKAN DATA WAJAH MENGGUNAKAN METODE AGGLOMERATIVE CLUSTERING DENGAN ANALISIS KOMPONEN UTAMA Altien J. Rindengan1) dan Deiby Tineke Salaki1) 1)Program Studi Matematika FMIPA Universitas Sam Ratulangi Manado 95115 ABSTRAK Pada penelitian ini dilakukan analisis pengelompokkan data wajah dengan analisis komponen utama untuk mengambil beberapa akar ciri yang cukup mewakili data tersebut dan pengelompokkannya menggunakan metode agglomerative clustering. Dengan menggunakan program Matlab, data wajah yang terdiri dari 6 orang dengan 10 image dapat dikelompokkan sesuai data aslinya.  Pengelompokkannya cukup menggunakan 3 akar ciri pada selang 68 %. Kata kunci: agglomerative clustering, analisis komponen utama, data wajah  FACE DATA CLUSTERING USING AGGLOMERATIVE CLUSTERING METHODS WITH PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS ABSTRACT In this research, face data is grouped using principal component analysis by getting some of its eigenvalues which are representative enough to describe the data and then by using agglomerative clustering the data is clustered.  By running the Matlab program, face data which is consist of 6 people with 10 images can be clustered to fit the original data.  The clustering is enough using 3 eigenvalues with 68 % of interval. Keywords: agglomerative clustering, principal component analysis, face data
KAJIAN ETHYLENE TRIPLE RESPONSE TERHADAP KECAMBAH TIGA VARIETAS KACANG HIJAU Walesasi, Kristiani; Mantiri, Feky R; Simbala, Herny; Rumondor, Marhaenus
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 16 Nomor 2, Oktober 2016
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jis.16.2.2016.14093

Abstract

KAJIAN ETHYLENE TRIPLE RESPONSE TERHADAP KECAMBAH TIGA VARIETAS KACANG HIJAU ABSTRAK Pembudidayaan tanaman kacang hijau selalu terkendala dengan keadaan lahan yang terbatas. Tanaman kacang hijau di tanam dengan tumpang sari, sehingga mengakibatkan tanaman ini tumbuh dengan keadaan ternaungi. Naungan ini menyebabkan naiknya produksi etilen, sehingga menimbulkan triple response yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Oleh karena itu hal ini menjadi alasan dilakukan penelitian ini dengan etilen pada tiga varietas kacang hijau yaitu VIMA I, Seriti dan Kutilang. Setelah dikecambahkan tujuan untuk menyeleksi varietas kacang hijau yang tahan dengan adanya peningkatan jumlah selama 5 hari, panjang kacang hijau varietas VIMA I yang diberi karbid (penghasil etilen) adalah yang tertinggi. Bengkokan varietas kacang hijau yang terendah adalah varietas VIMA I. Namun untuk diameter kecambah ketiga varietas tidak berbeda nilainya baik yang diberi karbid maupun yang tidak diberi karbid. Dari penelitian ini menunjukkan varietas VIMA I adalah tanaman yang tahan terhadap peningkatan etilen, sehingga varietas ini berpotensi untuk ditanam di naungan. Kata Kunci :Etilen, Triple Response, Kacang Hijau STUDY OF ETHYLENE TRIPLE RESPONSE ON SEEDLINGS OF THREE VARIETIES OF MUNGBEAN ABSTRACT Grow green beans are always constrained by the state of limited land. Thus the green bean crop planted with intercropping, resulting in these plants grow with shady circumstances. However, this shade causes increased production of ethylene, causing triple response which can affect plant growth and development. Therefore this is the reason of this research with the aim of selecting resistant varieties of green beans with the increased amount of ethylene on three varieties of green beans that VIMA I, Seriti and Kutilang. Once germinated for 5 days, the length of green beans varieties by VIMA I carbide (ethylene producer) is the highest. And bend varieties of green beans were the lowest observed varieties VIMA is I who have given carbide. But for the three varieties of sprouts diameter does not vary in value whether it is given or not given acetylene carbide. From this research shows VIMA I is a plant varieties that are resistant to an increase in ethylene, so that this variety has the potential to be planted in the shade. Keywords: Ethylene, Triple Response, Mung Bean
DENSITAS TANGKASI (TARSIUS SPECTRUM) PADA ELEVASI YANG BERBEDA DI GUNUNG KLABAT, MINAHASA UTARA Mantouw, Mylton; Saroyo, Saroyo; Rumende, Rooije R.H.; Koneri, Roni
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 15 Nomor 1, April 2015
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jis.15.1.2015.8308

Abstract

ABSTRAK Tarsius spectrum (nama sinonim: Tarsius tarsier) dalam bahasa lokal disebut tangkasi (Minahasa), ngasi (Sulawesi Tengah), Tanda bona passo (Wana), Podi (Tolaki), Wengu (Mornene) merupakan spesies primata endemik Sulawesi. Tangkasi merupakan salah satu primata terkecil dan beberapa diantara anggota spesiesnya merupakan satwa endemik Sulawesi yang terancam punah dan dilindungi. Menurut IUCN (2008), tarsius dalam Red Data Book IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) termasuk dalam kategori vulnerable (rentan). Penelitian ini bertujuan untuk menghitung densitas tangkasi pada elevasi yang berbeda di Gunung Klabat, Minahasa Utara. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini ialah estimasi densitas Tangkasi berdasarkan vokalisasi (duet call) sesuai dengan yang dikembangkan oleh Saroyo et al (2014). Pada setiap elevasi dibuat 10 plot yang berbentuk lingkaran dengan diameter 100 m. Jarak antar plot 200 m. Berdasarkan hasil pengamatan, densitas tangkasi pada elevasi 500 mdpl (2,04 individu/Ha), elevasi 1000 mdpl (2,68 individu/Ha), elevasi 1500 mdpl (0,89 individu/Ha) dan elevasi 2000 mdpl (0,12 individu/Ha). Kata Kunci : Densitas, Tarsius spectrum, Gunung Klabat, Minahasa Utara DENSITY OF TANGKASI (Tarsius spectrum) AT DIFFERENT ELEVATIONS IN THE MOUNTAINS CLABAT, NORTH MINAHASA ABSTRACT Tarsius spectrum (synonym: Tarsius tarsier) in local language called tangkasi (Minahasa), ngasi (Central Sulawesi), Tanda bona passo (Wana), Podi (Tolaki), Wengu (Mornene) is a primate species endemic of Sulawesi. Tangkasi is one of the smallest primates and some of them the members of species is a species endemic to Sulawesi and protected. According to IUCN (2008), tarsius in the Red Data Book of IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) are included in the category of vulnerable. The objective of this research is quantify the density tangkasi at different elevations in Klabat, North Minahasa. The method of this research is to estimate the density of Tangkasi based duet call that suit with that developed by Saroyo et al (2014). At each elevation has made 10 plots were in circle form with diameter of 100 m. The distance between the plot are 200 m. Based on the observations, the tangkasi density at elevation of 500 meters above the sea (2.04 individuals / ha), elevation of 1000 meters above the sea (2.68 individuals / ha), elevation of 1500 meters above the sea (0.89 individuals / ha) and the elevation of 2000 meters above the sea (0.12 individuals / ha). Keywords: Density, Tarsius spectrum, Clabat Mountain, North Sulawesi.
IDENTIFIKASI POTENSI KEJADIAN PETIR DI SULAWESI UTARA Tongkukut, Seni Herlina J.
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 11 Nomor 1, April 2011
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jis.11.1.2011.39

Abstract

Telah dilakukan identifikasi potensi kejadian petir di Sulawesi Utara dengan menggunakan data hasil pendeteksian kejadian hari petir sejak tahun 2000 sampai 2008. Pendeteksian kejadian hari petir dilakukan oleh BMKG Sulawesi Utara di stasiun Manado, Bitung, Tondano, Naha dan stasiun Gorontalo. Data yang telah diolah disajikan dalam bentuk peta Iso Keraunik Level (IKL) yang menggambarkan tingkat potensi petir masing-masing daerah pengamatan. Diperoleh hasil bahwa Sulut banyak mengalami kejadian hari petir sepanjang tahun 2000-2008 khususnya Bolaang Mongondow Utara, Tondano dan Manado. Tingkat potensi petir tertinggi meliputi Bolaang Mongondow Utara dan Gorontalo sebesar 48% disusul Tondano 42% lalu Manado sebesar 38%, Bitung 17% dan terakhir Naha 11%. IDENTIFICATION OF THE POTENTIAL FOR LIGHTNINGOCCURRENCE IN NORTH SULAWESIABSTRACTIdentification of the potential for lightning occurrence in North Sulawesi using the data detection result from 2000 until 2008. The detection of lightning events were conducted by BMKG stations of Manado, Bitung, Tondano, Naha and Gorontalo. The processed data were presented in the map of the isocronic level that described the lightning potential level in each observation location. The results indicated that North Sulawesi experienced many lightning events during 2000-2008, especially in North Bolaang Mongondow, Tondano and Manado. The highest potential level of lightning was North Bolaang Mongondow as well as Gorontalo (48%), followed by Tondano (42%), Manado (38%), Bitung (17%), and the lowest was Naha (11%).
STANDING-STOCK BIOMASS AND DIVERSITY OF CAULERPA (CHLOROPHYTA) IN SOLONG-ON, SIQUIJOR ISLAND, PHILIPPINES Llamas, J.C. Emmanuel G.; Bucol, Lilibeth A.; Wagey, Billy T
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 18 Nomor 2, Oktober 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jis.18.2.2018.20821

Abstract

ABSTRAKSpesies Caulerpa yang tumbuh di perairan dangkal sampai dilaut dalam dianggap sebagai gangguan ekonomi dan penting. Meskipun invasif di daerah beriklim sedang, spesies Caulerpa terutama C. racemosa dan C. lentillifera (lato) dipanen dan dikonsumsi sebagai makanan, terutama di Filipina. Komunitas Caulerpa di Solong-on, Siquijor adalah salah satu sumber untuk ekspor ke kota tetangga. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan stok tegakan biomassa saat ini, prosentase dan keragaman Caulerpa di Solong-on, serta untuk menentukan parameter lingkungan yang dapat mempengaruhi kelimpahan dan keragamannya. Hasil penelitian menunjukkan total delapan spesies Caulerpa diidentifikasi di komunitas Caulerpa dangkal di Solong-on, Siquijor. Biomasa yang memiliki stok tertinggi diperoleh oleh C. cupressoides dengan biomassa rata-rata 26,16 ± 2,44 (SE) g berat kering/m-2, sedangkan C. microphysa memiliki biomassa stok yang berdiri paling sedikit dengan rata-rata 9,16 ± 0,26 g berat kering/m-2. Secara umum, total biomassa stok berdiri untuk semua spesies yang diperoleh selama periode sampling adalah 132,57 ± 2,06 g berat kering/m-2. Indeks keragaman Shannon-Wiener (H ') berkisar dari 1,7-2 yang menunjukkan komunitas Caulerpa yang relatif beragam. Analisis korespondensi kanonik (CCA) mengungkapkan bahwa suhu dan jenis substrat adalah pendorong utama biomassa Caulerpa.Kata Kunci: biomassa, Caulerpa, tutupan, makroalga, parameter fisika-kimia ABSTRACTCaulerpa species growing on shallow to deep waters are considered to be both economically nuisance and important. Although invasive in the temperate regions, Caulerpa species mainly C. racemosa and C. lentillifera (lato) are harvested and consumed as food, especially in the Philippines. Caulerpa communities in Solong-on, Siquijor are one of the sources for export to neighbouring municipalities. This study aimed to determine the present standing stock biomass, percent cover and diversity of Caulerpa in Solong-on, as well as to determine the environmental parameters that may affect its abundance and diversity. The results showed a total of eight species of Caulerpa were identified in the shallow Caulerpa community in Solong-on, Siquijor. The highest standing stock biomass was obtained by C. cupressoides with mean biomass of 26.16±2.44 (SE) g dry wt m-2, whereas C. microphysa has the least standing stock biomass with an average mean of 9.16±0.26 g dry wt m-2. In general, the total standing stock biomass for all species obtained throughout the sampling period was 132.57±2.06 g dry wt m-2. Shannon-Wiener diversity index (H') ranged from 1.7-2 suggesting a relatively diverse Caulerpa community. Canonical correspondence analysis (CCA) revealed that temperature and type of substrate were the main drivers of Caulerpa biomass.Key Words: biomass, Caulerpa, cover, macroalgae, physic-chemical parameters
IDENTIFICATION OF POTENTIAL DIESEL OIL-DEGRADING BACTERIA ISOLATED FROM MANADO SEA PORT BASED ON 16S RRNA GENE Abram, Olivia H; Tallei, Trina E; de Queljoe, Edwin; Kolondam, Beivy J
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 14 Nomor 2, Oktober 2014
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jis.14.2.2014.5932

Abstract

ABSTRACT  Petroleum contamination and its derivate in ecosystem are considered as environmental threat all over the world. Some microorganisms exhibit potential to degrade hydrocarbon in contaminated environments. This study aims at identifying potential diesel oil-degrading bacteria grown on artificial media. Bacteria isolated from Manado Sea port were grown in nutrient agar containing artificial diesel oil plus salt water and diesel oil only, respectively. The growing bacteria were isolated and each of them was grown separately to obtain pure isolate. Three bacterial isolates namely AO2, OA3 and OA4 were identified using 16S rRNA gene as Pseudomonas aeroginosa, Klebsiella oxytoca, and Citrobacter sp, respectively. Keywords: diesel oil, diesel oil-degrading bacteria, Manado Sea Port, 16S rRNA gene IDENTIFIKASI BAKTERI YANG BERPOTENSI SEBAGAI PENDEGRADASI MINYAK DIESEL DI ISOLASI DARI PELABUHAN LAUT MANADO   ABSTRAK   Kontaminasi minyak bumi dan turunannya dalam ekosistem dianggap sebagai ancaman lingkungan di seluruh dunia. Beberapa mikroorganisme menunjukkan potensi yang dapat menurunkan hidrokarbon dalam lingkungan yang terkontaminasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri yang berpotensi sebagai pendegradasi minyak yang tumbuh pada media buatan. Bakteri diisolasi dari pelabuhan laut Manado dan ditumbuhkan dalam media NA yang mengandung minyak diesel dengan penambahan air garam buatan dan minyak diesel tanpa air garam buatan. Bakteri yang tumbuh diisolasi dan masing-masing ditanam secara terpisah untuk mendapatkan isolat murni. Tiga isolat bakteri yaitu AO2, AO3 dan AO4 yang telah diidentifikasi menggunakan 16S rRNA gen secara berturut-turut adalah  Pseudomonas aeroginosa, Klebsiella oxytoca, dan Citrobacter sp. Kata kunci: minyak diesel, bakteri pendegradasi minyak diesel, Pelabuhan Laut Manado, gen 16S rRNA
KONSENTRASI KLOROFIL DAUN PADI PADA SAAT KEKURANGAN AIR YANG DIINDUKSI DENGAN POLIETILEN GLIKOL Banyo, Yunia E; Nio, Ai S; Siahaan, Parluhutan; Tangapo, Agustina M
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 13 Nomor 1, April 2013
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jis.13.1.2013.1615

Abstract

KONSENTRASI KLOROFIL DAUN PADI PADA SAAT KEKURANGAN AIR YANG DIINDUKSI DENGAN POLIETILEN GLIKOL ABSTRAK Telah dilakukan penelitian mengenai konsentrasi klorofil daun padi (Oryza sativa L.) kultivar Serayu dan IR 64 pada saat kekurangan air yang diinduksi dengan polietilen glikol (PEG). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan konsentrasi klorofil total, klorofil a dan klorofil b pada daun padi pada saat kekurangan air yang diinduksi dengan PEG 8000 dengan mengkultur tanaman padi pada medium dengan potensial air (PA) 0; -0,5 dan -1 MPa.  Sampel helaian daun (lamina) untuk tiap perlakuan diambil sebanyak 1 g, dihaluskan dengan mortar dan pestel, lalu diekstraksi dengan alkohol 95% sampai semua klorofil terlarut. Ekstrak disaring dan supernatan ditampung dalam labu ukur 100 ml, lalu ditambahkan alkohol 95% sampai 100 ml.  Konsentrasi klorofil diukur dengan spektrofotometer  pada panjang gelombang 649 dan 665 nm.   Berdasarkan hasil yang diperoleh, tanaman padi kultivar Serayu dan IR 64 mulai mengalami kekeringan pada PEG dengan PA -0,5 MPa dengan ciri-ciri daun yang kering, menggulung dan batang yang berwarna kecoklatan. Perbedaan konsentrasi klorofil total, klorofil a, dan klorofil b pada daun padi kultivar Serayu dan IR 64 diamati pada PEG dengan PA 0; -0,5 dan -0,1 MPa. Kata kunci: konsentrasi klorofil, polietilen glikol (PEG), kekurangan air, padi kultivar Serayu dan IR 64 THE CHLOROPHYLL CONCENTRATION IN RICE LEAVES UNDER POLYETHYLENE-GLYCOL- INDUCED WATER DEFICIT ABSTRACT A research was conducted to evaluate the concentrations of total clorophyll, chlorophyll a and clorophyll b in rice (Oryza sativa L.) leaves under polyethylene-glycol-induced water deficit. The water deficit was induced by culturing the plants in medium containing polyethylene glycol (PEG) 8000 with water potential (PA) 0;-0,5; and            -1 MPa for 2 days. Leaf lamina (1 g) was sampled from each treatment at day 0 and 2. Each sample was ground using porcelain mortar and pestle, and extracted with 95% ethanol until all chlorophyll was dissolved. The extract was filtered, the supernatant was collected in 100 ml flask and added with 95% ethanol until 100 ml. The chlorophyll concentration was measured using spechtrophotometer at 649 and 665 nm. The dry and rolled leaves and brown stems were observed in cultivar Serayu and IR 64 that were cultivated in media containing PEG with PA -0,5 and -1,0 MPa. The concentrations of total chlorophyll, chlorophyll a and b in leaves of cultivar Serayu and IR 64 cultivated in media containing  PEG with PA 0; -0,5 and -1,0 MPa were different. Keywords: chlorophyll concentration, polyethylene glycol (PEG), water deficit, Serayu and IR 64 rice cultivars

Page 1 of 21 | Total Record : 203