cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
PAX HUMANA
ISSN : 23373512     EISSN : 25483021     DOI : -
Pax Humana adalah Jurnal Humaniora Yayasan Bina Darma yang terbit dua kali dalam satu tahun (Juni dan Desember). Jurnal ini hadir sebagai wadah pencerahan dan pemberdaya masyarakat atas dasar kasih dan perdamaian.
Arjuna Subject : -
Articles 84 Documents
Peran Public Libraries dalam Model Literasi Politik Role of Public Libraries in Political Literacy Model Narendra, Albertoes Pramukti
PAX HUMANA Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.673 KB)

Abstract

AbstractThis paper discusses the role of public libraries in political literacy programs. This paper uses literature review methods from various sources. The data shows that there is still a knowledge gap in the political and citizenship fields in Indonesia. The impact of knowledge gaps in politics and citizenship makes it easy for people to be controlled by a variety of external factors which sometimes aim for negative things, and to reduce these gaps requires open learning so that people increasingly know their role as citizens. The Public Library has the duty to educate people's lives through various literacy programs or learning for the community. The Public Library is required to take part in political literacy programs so that citizens have knowledge and have an attitude in determining political choices. The results of the study show that there are several political literacy models that can be carried out by the Public Library in the context of political learning and citizenship for all levels of society. Recommendations that can be given include (1) Libraries need to be more pro-active in building networks with various parties so that they become a source of learning for people with various subjects. (2) The library develops literacy activities in various fields and carefully recognizes people who will use literacy programs. so that it can be useful.Keywords : Public Libraries, Political Literacy. 
PERAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN GADGET DALAM MENUMBUH KEMBANGKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR KRISTEN DI SURAKARTA Siman Juntak, Justin Niaga
PAX HUMANA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa  peran guru dalam menyikapi penggunaan gadget yang sudah semakin meluas di masyarakat guna menumbuh kembangkan motivasi belajar anak Sekolah Dasar yang ada dalam naungan Yayasan Kristen di Surakarta. Dimana gadget menjadi keniscayaan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi anak-anak jaman sekarang ini,  berawal dari keluarga mereka mengetahui dan belajar menggunakan gadget. Hasil penelitian menunjukkan semua subyek dalam penelitian ini memiliki dua hal yaitu peran guru terhadap penggunaan gadget dan peran guru dalam memberikan motivasi belajar pada anak sekolah dasar. Adapun peran guru terhadap gadget melarang penggunaan gadget di sekolah, penggunaan gadget hanya untuk kepentingan pembelajaran, memberi kebebasan dan batasan waktu penggunaan gadget waktu di rumah, memberikan punishment dan reward kepada siswa. Sedangkan peran guru dalam menumbuh kembangkan motivasi belajar anak sekolah dasar yaitu  menjalin relasi melalui media whatshapp, memberikan waktu pertemuan tambahan dengan para siswa, memberikan informasi materi-materi penting dan bermanfaat yang boleh dibuka oleh para siswa,  tetap menjalin komunikasi antara guru dan siswa, guru dan orang tua murid. Metode yang dilakukan penulis dalam mengumpulkan data adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif.
URGENSI MENEGASKAN IDENTITAS DIRI Agung, Mianto Nugroho
PAX HUMANA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

URGENSI MENEGASKAN IDENTITAS DIRI
DIMENSI PERDAMAIAN DALAM RITUAL SIMBOLIK SABUNG AYAM DI SABU LIAE Here, Ivonny
PAX HUMANA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sabung ayam di Nusantara cenderung mendapat anggapan negatif dari masyarakat karena selalu disertakan dengan perjudian di dalamnya. Keadaan serupa juga terjadi pada masyarakat Sabu Liae yang faktanya memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakatnya. Jika dibiarkan, stigma negatif terhadap sabung ayam akan terus berkembang dan secara perlahan mematikan makna  sebenarnya dari ritual ini. Sehingga artikel ini bertujuan untuk membahas tentang ritual sabung ayam yang penting bagi masyarakat dengan menunjukkan dimensi-dimensi apa saja yang terkandung di dalamnya sebagai sebuah ritus perdamaian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan data pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah ritual sabung ayam adalah ritual budaya yang sakral dan berbeda dari aktivitas harian karena di dalamnya masyarakat Sabu Liae mengangkat kembali perdamaian yang menjadi latar belakang munculnya ritual tersebut. Melaluinya, masyarakat dapat melihat upaya perdamaian yang telah diciptakan oleh para leluhur sehingga dapat terus mereka wariskan pada generasi-generasi berikutnya. Dalam ritual ini, terdapat beberapa dimensi yang menjadi poin penting bagi terciptanya perdamaian di antara manusia sehingga ritual sabung ayam yang dilaksanakan tidak dapat dilihat sebagai aktivitas harian yang dapat dilakukan dengan sebebasnya seperti dijadikan sebagai sarana untuk berjudi.
ANALISIS FAKTOR DITERMINAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KEIKUTSERTAAN PROGRAM KB DAN PILIHAN ALAT KONTRASEPSI DI JAWA TENGAH Purnomo, Daru
PAX HUMANA Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasangan usia subur di Jawa Tengah  dari data pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2018 lebih memutuskan untuk menggunakan alat kontrasepsi dengan metode modern daripada tradisional. Pilihan keputusan dari PUS pada alat kontrasepsi yang jangka pendek, yaitu dengan suntik sebanyak 29,6 %. Keputusan ini diambil karena prosedur suntik yang sederhana dan praktis.Disusul kemudian dengan menggunakan pil, IUD, susuk, vasektomi, tubektomi, kondom, dan terakhir suntik 1 bulan.Penelitian mengolah data sekunder dengan menggunaan teori Pengambilan Keputusan dari beberapa ahli dan dengan mensintesakan data kualitatif berdasarkan wawancara dengan beberapa partisipan, diperoleh hasil faktor-faktor diterminan yang mempengaruhi pegambilan keputusan PUS di Jawa Tengah dalam penggunaan alat kontrasepsi adalah pendidikan, jumlah anak, kekayaan. Dengan menggunakan analisis pengambilan keputusan Max Weber didapatkan bahwa pengambilan keputusan penggunaan alat kontrasepsi juga didasarkan pada tindakan rasional, tradisonal, tindak afektif dan nilai dari tindakan rasional.
MODAL SOSIAL COMMUNITY POLICING DALAM MENANGKAL RADIKALISME Suwartiningsih, Sri
PAX HUMANA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modern police in the context of "civilization" through community policing raises a new paradigm in building community resilience against crime. It is problem oriented policing to reveal the root problems of religious radicalism. To overcome religious radicalism, it is necessary to build a police and community partnership model known as "community policing". Religious radicalism is a very crucial issue of nation at this time and it is hoped that in the long run a police and community partnership model will be created to create social and legal cohesiveness that can answer the issue of radicalism. Based on this, this research has been carried out on the model of community policing in preventing religious radicalism based on problem oriented policing by involving the community, institutional police, and community institutions in the perspective of social capital. This research uses Qualitative-descriptive with the Constructivism paradigm method to give an understanding of social construction in the partnership of police and society. The theory of social capital is used as an analysis tool. The research area is in the jurisdiction of the Central Java Regional Police, such as in Salatiga City, Semarang Regency, and Semarang City.  From the results of the study, the conclusion is that the elements of social capital such as trust, norms and networks became the social capital of community policing between the police and the community in obstructing radicalism.
Persepsi, Modal Sosial, dan Kekuasaan Aktor dalam Perumusan dan Implementasi Kebijakan Pariwisata Singgalen, Yerik Afrianto
PAX HUMANA Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.563 KB)

Abstract

Mengkaji kebijakan pariwisata sama halnya dengan mengkaji kebijakan publik. Proses perumusan dan implementasi kebijakan pariwisata tidak terlepas dari perspektif para aktor yakni subjektifitas pembuat kebijakan pariwisata. Pembuat kebijakan memiliki kewenangan atau kekuasaan untuk memperjuangkan kepentingannya menjadi kebijakan pariwisata (RIPPARDA). Dalam proses memperjuangkan kepentingan tersebut, aktor dapat memanfaatkan modal sosial dan kekuasaannya. Persepsi aktor dapat berupa pengetahuan, sikap dan tindakan aktor. Sedangkan modal sosial aktor dapat berupa jaringan, norma dan kepercayaan. Disisi lain, kekuasaan aktor dapat berupa kekuasaan normatif, kekuasaan renumeratif, dan kekuasaan koersif. Persepsi aktor pada tahap perumusan kebijakan pariwisata menjadi sangat esensial ketika aktor dituntut mampu menganalisis permasalahan pariwisata dan menetapkan strategi untuk menyelesaikan masalah dengan tepat. Sedangkan modal sosial, sering digunakan aktor untuk memperjuangkan pelbagai kepentingan menjadi kebijakan pariwisata. Selain itu, aktor juga dapat memanfaatkan kekuasaannya dalam proses perumusan dan implementasi kebijakan pariwisata. Hasil tinjauan pustaka ini memperkuat argumen bahwa tidak hanya komunikasi, sumber daya, disposisi dan birokrasi yang sangat esensial dalam perumusan dan implementasi kebijakan pariwisata, akan tetapi persepsi, modal sosial dan kekuasaan aktor juga menjadi aspek yang sangat esensial dalam proses perumusan dan implementasi kebijakan pariwisata.Reviewing the tourism policy as well as by reviewing public policy  The formulation and implementation of tourism policy can not be separated from the perspective of the actors spesifically subjectivity tourism policy makers.  Policymakers have the authority or power to fight for their interests into tourism policy. Perception of actors can be the knowledge, attitudes and actions of actors While social capital can be a network of actors, norms and beliefs. On the other hand, the power of actor can be normative power, power remuneration, and coercive power. Perception of the actors on the stage of formulation of tourism policy is essential when the actor supposedly able to analyze issues in tourism and establish a strategy to resolve the problem. Whereas social capital, are often used actors to fight various interests into tourism policy. In addition, the actor also can take advantage of its power in the formulation and implementation of tourism policies. The results of this literature review strengthen the argument that not only communication, resources, disposition and bureaucracy which are essential in the formulation and implementation of tourism policies, but perceptions, social capital and power of the actor is also an aspect that is essential in the formulation and implementation of tourism policy.Keyword: Perception, Social Capital, Power, Public Policy.
Aktualisasi Visi Teologi Politik Kristen O.Notohamidjojo Bagi Kepemimpinan Bangsa Suatu Kajian Reflektif terhadap Kekristenan di Indonesia dalam Mewujudkan Negara Pancasila Sembiring, Floreanado Kilanta
PAX HUMANA Vol 2, No 1 Jan (2015)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.399 KB)

Abstract

This writing is to effort to develop a bridge at upon "the culverts" of space and time between thinking of theological political of O Notohamidjojo in the contemporary christianity context in frame for Pancasila State realization. Pancasila as basic that aim to realize a social order that honour the differentiation, high uphold of unity, honour of human rights and freedom rights and social rights and also upholds social justice which on the line of vision of Kingdom God. In that correlation with christian's calling as citizen of Kingdom of God and Indonesian citizen, the Christianity of Indonesian have role as partner and prophet for every political instrument in Indonesia political produk that created as re+lection the aims of Pancasila that in a line with vision of God's Kingdom and to be antithesis of political product that indicated not re+lecting aim of Pancasila in Indonesia. The idea of Notohamidjojo is relevan to reappointed in Indonesian context that always to experience social change and the challenge especially for leadership of church and state for realization the task and responsibility. Keywords: O. Notohamidjojo, theological political, Pancasila, Indonesia, Indonesian christianity, Kongdom of God,leadership of church and state.
Memperkuat Ideologi Kebangsaan Indonesia Melalui Perdamaian di Indonesia Agung, Mianto Nugroho
PAX HUMANA Vol 2, No 2 Mei (2015)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.355 KB)

Abstract

Ideologi kebangsaan Indonesia terancam oleh separatisme, sektarianisme (SARA), dan keadaan ahistoris. Ketiga hal tersebut dapat berpotensi sebagai terorisme baru di Indonesia. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya memperkuat ideologi kebangsaan Indonesia melalui perubahan paradigma tentang Indonesia sebagai teks religiusitas Indonesia. Di pihak lain konsep demokrasi di Indonesia telah gagal dipahami sesuai konsep asalinya (generic concept), yang berakibat kepada implementasi yang gagal. Bahkan untuk mewujudkan Indonesia Baru kemudian muncul gagasan yang dimunculkan PAN mengenai perlunya negara federal Indonesia yang dikemukakan Amin Rais pada waktu itu. Lebih jauh, problem terorisme di Indonesia sampai hari ini masih merupakan ancaman bagi ideologi kebangsaan Indonesia. Ideologi kebangsaan Indonesia terancam oleh separatisme, sektarianisme (SARA), dan keadaan ahistoris. Ketiga hal tersebut dapat berpotensi sebagai terorisme baru di Indonesia. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya memperkuat ideologi kebangsaan Indonesia melalui perubahan paradigma tentang Indonesia sebagai teks religiusitas Indonesia. Di pihak lain konsep demokrasi di Indonesia telah gagal dipahami sesuai konsep asalinya (generic concept), yang berakibat kepada implementasi yang gagal. Bahkan untuk mewujudkan Indonesia Baru kemudian muncul gagasan yang dimunculkan PAN mengenai perlunya negara federal Indonesia yang dikemukakan Amin Rais[i] pada waktu itu. Lebih jauh, problem terorisme di Indonesia sampai hari ini masih merupakan ancaman bagi ideologi kebangsaan Indonesia. [i] Bandingkan dengan beberapa informasi mengenainya dari Christianto Wibisono dalam ‘Negara “Federal vs “Negara Ninja” dalam Suara Pembaruan Daily yang dimuat dalam laman http://indo982.tripod.com/n1098/n1098_96.html (terakhir diakses penulis Selasa, 11 Agustus 2015, jam 08.15), “Partai Amanat Nasional” dalam https://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Amanat_Nasional (terakhir diakses penulis Selaa, 11 Agustus 2015, jam 08.16), terror sektarian berbasis hegemoni mayoritas terhadap minoritas bisa dibaca di http://www.sinarharapan.co/news/read/140419047/-i-Manuver-Amin-Rais-Traumatis-PKB-dan-PDIP-i- dibawah judul “Manuver Amien Rais, Traumatis PKB dan PDIP”.
Kegiatan Internal Relations di Hotel Ciputra Semarang dalam meningkatkan Produktivitas Kerja Karyawan Yuliana, Tiara Saras
PAX HUMANA Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.52 KB)

Abstract

Karyawan di dalam suatu perusahaan merupakan asetyang sangat penting dalam menggerakkan danmemajukan suatu perusahaan. Tanpa adanya karyawansebagai sumber daya manusia sulit bagi perusahaanuntuk berkembang. Penulis memilih Hotel CiputraSemarang sebagai perusahaan yang akan diteliti karenaHotel Ciputra Semarang merupakan salah satu hotelberbintang lima yang berdiri tepat di tengah KotaSemarang yang mendapatkan penghargaan Top PropertyAward pada tahun 2016. Penulis tertarik untukmengetahui apakah kegiatan internal relations yangselama ini dilaksanakan memberikan pengaruh padaproduktivitas kerja dan bagaimana pengaruh kegiataninternal tersebut pada produktivitas kerja karyawan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdeskriptif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan,penulis mendapatkan hasil bahwa Hotel CiputraSemarang memiliki kegiatan internal relations yangdibangun sudah sangat baik. Hal ini dapat dilihat daribanyaknya program-program yang telah disusun dandikembangkan oleh pihak internal hotel. Penilaianpositif dari karyawan mengenai kegiatan internalrelations yang diterapkan di Hotel Ciputra Semarangdapat mendukung usaha peningkatan produktivitaskerja karyawan.