cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
PAX HUMANA
ISSN : 23373512     EISSN : 25483021     DOI : -
Pax Humana adalah Jurnal Humaniora Yayasan Bina Darma yang terbit dua kali dalam satu tahun (Juni dan Desember). Jurnal ini hadir sebagai wadah pencerahan dan pemberdaya masyarakat atas dasar kasih dan perdamaian.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1 (2016)" : 7 Documents clear
"Komunikasi Politik" Strategik dalam Pembinaan Kesatuan Bangsa Suparmo, Ludwig
PAX HUMANA Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.595 KB)

Abstract

Banyak diantara nilai dan kepercayaan masyarakat China saat ini memiliki akar dalam tradisi historis. Dalam konteks itu, studi tentang komunikasi interkultural harus mencakup studi yang disebut oleh Wolfe sebagai the sacred trinity–Tuhan, Keluarga dan Wilayah. Sebagaimana dengan kasus tradisi religius, Konfusionisme selama ribuan tahun telah memiliki peranan penting dalam membentuk kultur dan sejarah masyarakat yang mengikuti ajaran tersebut. Sebagaimana pula dengan Budhisme, Konfusionisme berpusat pada ajaran tentang manusia tunggal. Beberapa ajaran utama dari Konfusionisme adalah Jen (kemanusiaan), Chun tzr (manusia paripurna), Li (ritual, dan hukum), Te (kekuasaan), Wen (seni). Artikel berikut ini akan membahas kesuskesan strategi komunikasi politik yang didasari pada pendekatan rasional yang digunakan oleh Presiden Republik Indonesia Abdurrahman Wahid pada tahun 1999 yang kemudian menjadi salah satu fondasi bagi penguatan pluraslisme persatuan bangsa.AbstractMany of the current values and beliefs of the Chinese remain grounded in the tradition of their history. The study of intercultural communication must include a study of what Wolfe calls the sacred trinity – God, family and country. As the case with all religious traditions, Confucianism, for thousands of years, has had a major role in shaping the culture and history of the people who followed this religion. As with Budhism, Confucianism centers on the teaching of a single man. Confucius important teaching: Jen (humanism), Chun tzr (perfect person), Li (rituals, rites, proprieties, conventions), Te (power), Wen (the arts). Thus, thispaper describes the successful strategic political communication based on a rational appeal launched by the late President of Republic Indonesia, Abdurrahman Wahid in 1999, that later becomes one of the foundations in strengthening the Nations unification on pluralism.Key Words: Strategic Communication, Mutual Understanding, Nation
Weber: Nabi Etika Protestan, Bapak Verstehen Agung, Mianto Nugroho
PAX HUMANA Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.39 KB)

Abstract

Weber: Nabi Etika Protestan, Bapak Verstehen
Keadilan Humanis bagi Pembebasan Perempuan Indonesia: Suatu Pendekatan Feminis Lauterboom, Mariska
PAX HUMANA Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.327 KB)

Abstract

Dengan menggunakan pendekatan feminis, maka dapat dilihat bahwa gambaran kekinian Indonesia ditandai dengan ketidakadilan, diskriminasi dan kekerasan berbasis gender yang dialami oleh kaum perempuan dari ruang yang paling domestik sampai pada ruang yang paling publik. Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa prinsip-prinsip dalam keadilan humanis yang dikembangkan oleh Susan Moller Okin dapat diterapkan untuk konteks ini. Baginya, untuk dapat beralih dari gender dan melindungi yang rapuh adalah sesuatu yang sangat esensial dalam masyarakat yang adil. Jadi keadilan humanis memperlakukan semua orang, baik perempuan maupun laki-laki dalam kepenuhan kemanusiannya. Keadilan ini secara khusus memperjuangkan kesejahteraan dan kemerdekaan perempuan dalam rangka aktualisasi diri di berbagai aspek kehidupan. Lebih dari itu, jika ada pembagian kerja atau peran dalam rumah tangga atau keluarga, maka hal tersebut harus dilakukan dengan sadar tanpa merugikan siapapun. Kemudian di dalam masyarakat, perlindungan khusus oleh negara harus dibangun dalam hukum dan kebijakan publik, sehingga ketika ada divisi kerja antara berbagai jenis kelamin, tidak akan berujung pada ketidakadilan atau diskriminasi. Semua prinsip ini tentunya relevan dengan konteks Indonesia. Oleh sebab itu, dengan menerapkan prinsip keadilan humanis ini, maka semoga perempuan Indonesia tidak lagi mengalami kerapuhan dan kekerasan apapun, baik dalam ranah domestik maupun publik. AbstractUsing a feminist perspective, it can be seen that the present picture of Indonesia is marked by gender-based injustices, discriminations and violences experienced by women from the most domestic sphere to the most public arena. Accordingly, this article aims to show that principles of humanist justice developed by Susan Moller Okin suits this context. To Okin, moving from gender and protecting the vulnerable are very essential in a just society. Thus, a humanist justice treats both women and men in full humanity. This justice specifically fights for the well-being and freedom of women in order to actualize themselves in every aspects of life. Moreover, if there is sharing of works or roles between husband and wife in a household, then it should be done deliberately. Thus within the society, special protections by the government must be built into public laws and policies, where if division of labor have been made between sexes, it will not result in discriminations or injustices. These principles are relevant to Indonesian context. Therefore, by applying principles of humanist justice, hopefully the Indonesian women will not experience any kind of vulnerability and violence anymore, in both domestic and public spheres.Keywords: Humanist, Indonesia, injustice, justice, okin, patriarchal, women
Dari Konsultan Diet Hingga Pensiunan Therik, Wilson M.A
PAX HUMANA Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.944 KB)

Abstract

Dari Konsultan Diet Hingga Pensiunan 
Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) dan Keadilan Sosial Papilaya, Jeanete Ophilia
PAX HUMANA Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.277 KB)

Abstract

LGBT singkatan dari Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender. Individu yang termasuk dalam kaum LGBT jumlahnya lebih sedikit dibandingkan kaum heteroseksual. Kaum LGBT seringkali mendapatkan serta menerima pandangan negatif, prasangka, serta kebencian dari lingkungan. Seperti kelompok yang termarginalkan lainnya, kaum LGBT mengalami penolakan, kekerasan, dan diskriminasi di berbagai area seperti pekerjaan, sekolah, layanan kesehatan, dan hak asasi mereka. Di Indonesia masih ada beberapa produk hukum di tingkat nasional maupun daerah yang mendiskriminasikan kelompok LGBT. Padahal jelas ada Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia, pada sila ke-5 serta Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM). Bentuk ketidak adilan yang dialami dan dirasakan oleh kaum LGBT yaitu stigma, diskrimminasi, dan kekerasan. Bentuk lain dari diskriminasi dan penindasan yang secara eksplisit didukung oleh Undang-Undang mengakibatkan orang LGBT tidak dapat menikmati hak-hak dan perlindungan yang seharusnya mereka rasakan. Semua diskriminasi terhadap kaum LGBT disebabkan oleh stigma sosial yang dihasilkan dari doktrin dan pemahaman agama yang konservatif. Diskriminasi dan intoleransi masih terus menjadi konstruksi sosial dan pandangan dominan masyarakat terhadap kaum LGBT. Untuk dapat mewujudkan keadilan sosial dan tidak menindas kelompok minoritas serta mengembangkan budaya toleransi bisa ditempuh melalui pendidikan, perbaikan regulasi dan sejumlah kebijakan oleh pemerintah, serta partisipasi masyarakat dalam memahami kaum LGBT. AbstractLGBT stands for Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender. Individuals included in the LGBT considerably less than heterosexuals. LGBT people often get and receive a negative view, prejudice, and hatred from the society. Like an other marginalized groups, LGBT people have a rejection, violence, and discrimination in various areas such as jobs, schools, health services, and human rights. In Indonesia, there are still some legal products that discriminate against LGBT. And clearly there is Pancasila as the Principle of Indonesia, on the 5th and the precepts of the Universal Declaration of Human Rights (UDHR). Forms of injustice experienced and felt by the LGBT that stigma, discrimination, and violence. Other forms of discrimination and oppression that is explicitly supported by the Act resulted LGBT people can not enjoy the rights and protections that should they feel. The all discrimination to LGBT caused by social stigma resulting from doctrine and conservative religious understanding. Discrimination and intolerance continues to be the dominant view of social construction and community against LGBT. In order to realize social justice and not oppress minorities and develop a culture of tolerance can be achieved through education, improved regulation and a number of policy by the government, and the participation of the community in understanding LGBT.Keyword : LGBT, social justice, discrimination, violence
Ketentuan Penulisan Humana, Pax
PAX HUMANA Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.178 KB)

Abstract

Ketentuan Penulisan
Kelangkaan Air di Kabupaten Timor Tengah Selatan: Aksi dan Refleksi Studi Kasus Penelitian Kualitatif Jocom, Harry
PAX HUMANA Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.355 KB)

Abstract

Artikel ini merupakan sebuah refleksi terhadap metode kegiatan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus kelangkaan air di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Pemilihan praktik penelitian kualitatif dengan studi kasus di atas tersebut didasarkan atas masih sedikitnya peneliti yang menggunakan metode tersebut dalam konteks isu kelangkaan air. Dari pengalaman praktik penelitian, beberapa hal yang penting untuk menjadi bahan pertimbangan dan persiapan sebelum melakukan penelitian lapangan adalah, lokasi dan waktu penelitian,instrumen dan pendanaan penelitian, organizer lokal, logistik, metode penggalian informasi, dan catatan lapangan (dokumentasi). Aspek penting lainnya dalam melakukan penelitian sosial seperti ini adalah bagaimana peneliti mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitar dengan merasakan dan menangkap fenomena alam kondisi sekitar lokasi penelitian dan interaksi dengan masyarakat. AbstractThis article is a reflection of the method of qualitative research activities using a case study approach to water scarcity in South Central Timor regency. Selection of qualitative research practice with case studies above are based on the small number of researchers who use these methods in the context of the issue of water scarcity. From experience research practice, some important things to be taken into consideration and preparation before conducting field research was, the location and time of the study, instruments and funding research, local organizer, logistics, methods of extracting information, and field notes (documentation). Another important aspect in conducting social research such as this is how the researchers were able to interact with their surroundings by sensing and capture the natural phenomena around the site conditions of research and interaction with the community.Keywords: qualitative research, case studies, water scarcity, local organizer

Page 1 of 1 | Total Record : 7