cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
PAX HUMANA
ISSN : 23373512     EISSN : 25483021     DOI : -
Pax Humana adalah Jurnal Humaniora Yayasan Bina Darma yang terbit dua kali dalam satu tahun (Juni dan Desember). Jurnal ini hadir sebagai wadah pencerahan dan pemberdaya masyarakat atas dasar kasih dan perdamaian.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 2 (2016)" : 9 Documents clear
Persepsi, Modal Sosial, dan Kekuasaan Aktor dalam Perumusan dan Implementasi Kebijakan Pariwisata Singgalen, Yerik Afrianto
PAX HUMANA Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.563 KB)

Abstract

Mengkaji kebijakan pariwisata sama halnya dengan mengkaji kebijakan publik. Proses perumusan dan implementasi kebijakan pariwisata tidak terlepas dari perspektif para aktor yakni subjektifitas pembuat kebijakan pariwisata. Pembuat kebijakan memiliki kewenangan atau kekuasaan untuk memperjuangkan kepentingannya menjadi kebijakan pariwisata (RIPPARDA). Dalam proses memperjuangkan kepentingan tersebut, aktor dapat memanfaatkan modal sosial dan kekuasaannya. Persepsi aktor dapat berupa pengetahuan, sikap dan tindakan aktor. Sedangkan modal sosial aktor dapat berupa jaringan, norma dan kepercayaan. Disisi lain, kekuasaan aktor dapat berupa kekuasaan normatif, kekuasaan renumeratif, dan kekuasaan koersif. Persepsi aktor pada tahap perumusan kebijakan pariwisata menjadi sangat esensial ketika aktor dituntut mampu menganalisis permasalahan pariwisata dan menetapkan strategi untuk menyelesaikan masalah dengan tepat. Sedangkan modal sosial, sering digunakan aktor untuk memperjuangkan pelbagai kepentingan menjadi kebijakan pariwisata. Selain itu, aktor juga dapat memanfaatkan kekuasaannya dalam proses perumusan dan implementasi kebijakan pariwisata. Hasil tinjauan pustaka ini memperkuat argumen bahwa tidak hanya komunikasi, sumber daya, disposisi dan birokrasi yang sangat esensial dalam perumusan dan implementasi kebijakan pariwisata, akan tetapi persepsi, modal sosial dan kekuasaan aktor juga menjadi aspek yang sangat esensial dalam proses perumusan dan implementasi kebijakan pariwisata.Reviewing the tourism policy as well as by reviewing public policy  The formulation and implementation of tourism policy can not be separated from the perspective of the actors spesifically subjectivity tourism policy makers.  Policymakers have the authority or power to fight for their interests into tourism policy. Perception of actors can be the knowledge, attitudes and actions of actors While social capital can be a network of actors, norms and beliefs. On the other hand, the power of actor can be normative power, power remuneration, and coercive power. Perception of the actors on the stage of formulation of tourism policy is essential when the actor supposedly able to analyze issues in tourism and establish a strategy to resolve the problem. Whereas social capital, are often used actors to fight various interests into tourism policy. In addition, the actor also can take advantage of its power in the formulation and implementation of tourism policies. The results of this literature review strengthen the argument that not only communication, resources, disposition and bureaucracy which are essential in the formulation and implementation of tourism policies, but perceptions, social capital and power of the actor is also an aspect that is essential in the formulation and implementation of tourism policy.Keyword: Perception, Social Capital, Power, Public Policy.
Pendekatan System Thinking dalam Kepemimpinan Transformasional Nggili, Ricky Arnold
PAX HUMANA Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.9 KB)

Abstract

Transformational leadership is expected to continuously create change in this fast-paced world. Comunication technology creates globalization era that is limitless and moving more dynamically. To help trasformation leader in this era, system thinking can be an effective approach to realize the desired goal and vision. System thinking is an intelectual approach to holistically understand the world complexity. Using this approach, change will be created faster and universal values of leader remain sustainable.
Mendiskusikan Pendidikan Kita Menuju Manusia Kalos Kagathos Paripurna Agung, Mianto Nugroho
PAX HUMANA Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.451 KB)

Abstract

Editorial
Menolak dan Merangkul Koruptor Berdasarkan Kisah Persembahan Seorang Janda Miskin dalam Lukas 21:1-4 Lusi, Astrid Bonik
PAX HUMANA Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.085 KB)

Abstract

AbstraksiPersembahan berperan penting dalam gereja. Persembahan menjadi salah satu atau bahkan satu-satunya cara untuk membiayai kebutuhan gereja. Saat gereja membutuhkan dana, isu persembahan seorang koruptor menjadi persoalan yang dilematis. Dalam upaya untuk menjawab persoalan tersebut, tulisan ini mengkaji kisah pemberian dari seorang janda miskin dalam Lukas 21:1-4 melalui metode hermeneutik Perjanjian Baru. Tulisan ini mengemukakan bahwa persembahan tidak pernah hanya berorientasi pada uang, karena persembahan melibatkan seluruh eksistensi dari pihak yang memberi persembahan. Saat kebenaran tentang persembahan dari koruptor tidak bersifat tunggal, gereja harus hadir untuk menyatakan posisinya dengan tegas dan merangkul para koruptor. AbstractThe offering has an important role in the church. The offering is one or even the only way to support the needs of the church. When the church is in need of funds, the issue of an offering of a corruptor becomes a dilemmatic problem. In an effort to address the issue, this writing investigates the story of the poor widows offering in Luke 21: 1-4 through the New Testament hermeneutic method. This writing explains that the offering is never merely money oriented because the offering involves the entire existence of the party who gives the offering. When the truth about the offering of corruptor is not a single, the church must present to declare its position firmly and embrace the corruptor. Keywords: Offering, Corruptor, Poor Widow, Luke 21:1-4, Church 
Investigasi Ringan (Soft Investigation) Sebuah Analisis Framing Terhadap Pemberitaan Program Berita Investigasi Televisi Mayopu, Richard Gordon
PAX HUMANA Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.572 KB)

Abstract

Reportase investigasi televisi dalam kurun waktu sepuluh  tahun terakhir bisa dikatakan berkembang sangat pesat  baik dari segi tampilan berita maupun proses peliputan. Bagian dari salah satu proses peliputan dari proses peliputan adalah proses penulisan naskah beritanya. Tentunya proses penulisan naskah berita harus disesuaikan dengan topik, durasi hingga jam tayang yang dilakukan. Dengan melihat fenomena menarik dari reportase investigasi yang secara umum memiliki durasi tayangan yang cukup banyak yaitu 30 menit dan ditempatkan dalam sebuah program rundown televisi, penulis merasa tertarik untuk meneliti reportase investigasi yang disusun sedikit berbeda dibandingkan reportase investigasi lainnya. Oleh karena itu maka focus penelitian yang di pilih oleh penulis adalah berkaitan dengan tayangan berita kriminal BUSER yang menempatkan segmen Investigasi dalam program tersebut. Segmen yang dimaksud adalah segmen Informasi Kriminal (Infokrim). Segmen ini memiliki durasi tayang yang cukup singkat yaitu 7-10 menit. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimanakah berita ini bisa dikategorikan investigasi ringan? Dan selanjutnaya adalah bagaimana subjektifitas wartawan, ideology serta agenda seting media dipakai dalam proses penyusunan naskah berita tersebut?      Dalam penelitian ini dibatasi pada bagaimana peran para wartawan dalam menuangkan pemikiran berdasarkan fakta yang terjadi di lapangan dengan konflik psikologis yang terjadi dalam diri wartawan tersebut. Adapun jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini yaitu deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif.      Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa team liputan dalam segmen Infokrim merupakan agen konstruksionisme yang meyakini bahwa fakta atau realita selalu dibentuk sehingga ketika mereka terjun kelapangan selalu mengalami situasi dimana mereka pun harus berkompromi dengan situasi dan kondisi dilapangan. Kesimpulan lain dari proses penulisan naskah berita ini adalah berkaitan dengan ideology yang dipakai oleh wartawan itu sendiri. Disini dapat ditemui bahwa ideology media menjadi cukup kuat untuk melakukan perdebatan dengan ideology wartawan itu sendiri.
Herman Johannes “Ilmuwan dan Pejuang Dari Pulau Rote” Therik, Wilson M A
PAX HUMANA Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.076 KB)

Abstract

Obituari Prof.Dr.Ir. Herman Johannes ini ditulis (lagi) dengan harapan agar generasi Indonesia sekarang (terutama generasi Y) maupun generasi yang akan datang tidak lupa akan sejarah perjuangan para pahlawan Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, dari Talaud sampai Pulau Rote
Strategi 5758 (Maju Mapan) Salatiga dalam Mengatasi Krisis Corporate Image Sahara, Valiani Vava
PAX HUMANA Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.063 KB)

Abstract

The crisis is an unstable condition and a damaging impact on an organization, as well as the crisis in Super Store 5758 (Maju Mapan) Salatiga due to a case on the alleged sale of reconditioning smartphone that ensnared the owner. This case makes Maju Mapan image tarnished and demanding to pursue a strategy to overcome the crisis of corporate image. To view, the strategy used the descriptive qualitative method. The findings of this study indicate that the crisis management strategy based on a spontaneous idea from the management team of Maju Mapan when the case occurred and the crisis began to appear on the stage of the crisis. Once the case is completed and crisis entered in cleaning phase, the handler of crisis strategy was taken over by the owner to rebuilds relationships with the media, customers, and business partners. This research resulted in a new model of crisis management strategy in managing the crisis of corporate image to the trust was built in the public mind.Keywords: crisis, crisis management, corporate image, crisis strategy of 5758
Gereja: Komunitas yang Bersahabat Jonathan, Handri
PAX HUMANA Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.043 KB)

Abstract

Resensi buku: Brian Edgar, God is Friendship: A Theology of Spirituality, Community, and Society
Strategi Pengembangan Pendidikan Melalui Aktor-Aktor Non Pemerintah Talakua, Jeane Diana; Wiloso, Pamerdi Giri; Therik, Wilson M.A
PAX HUMANA Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.438 KB)

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang kerjasama yang terjadi antara aktor-aktor non pemerintah (non government).Salah satunya yang dilakukan oleh SMA Kristen 1 Salatiga dan Lembaga Kursus Bahasa Mandarin Sha Hua dengan Overseas China Affairs. Dua hal penting yang melatarbelakangi penulisan ini adalah kuatnya mitra Indonesia-China dan yang kedua kemunculan aktor-aktor non pemerintah dalam hubungan kerjasama antar negara menjadi hal yang menarik bagi isu pembangunan.Dalam artikel ini akan dijelaskan tentang sejarah, proses, potensi hingga kesuksesaan aktor-aktor tersebut dalam pengembangan pendidikan melalui beasiswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 9