cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
PAX HUMANA
ISSN : 23373512     EISSN : 25483021     DOI : -
Pax Humana adalah Jurnal Humaniora Yayasan Bina Darma yang terbit dua kali dalam satu tahun (Juni dan Desember). Jurnal ini hadir sebagai wadah pencerahan dan pemberdaya masyarakat atas dasar kasih dan perdamaian.
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
Dari Redaksi Humana, Pax
PAX HUMANA Vol 2, No 3 Sep (2015)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.756 KB)

Abstract

Pengantar Redaksi Pax Humana
Peran Pemerintah Serta Pemuka Agama Dalam Membentuk Perilaku Masyarakat Salatiga Untuk Hidup Berdampingan Melalui Tagline “Kota Salatiga Hati Beriman” Hartika, Martania; Kristiyani, Dian Novita
PAX HUMANA Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.52 KB)

Abstract

Pemerintah kota memiliki peran khusus terhadap perilaku masyarakatnya, begitu juga dengan pemuka agama. Bagi masyarakat kota Salatiga perilaku untuk dapat hidup rukun berdampingan merupakan kebiasaan hidup bermasyarakat. Tidak mudah bagi sebuah kota menciptakan situasi yang kondusif ditengah isu keagamaan yang memanas, hingga mampu meraih prestasi sebagai kota paling toleran no 2 di Indonesia. Selain itu makna dari tagline kota Salatiga seolah memiliki keterkaitan dengan perilaku masyarakat dan prestasi yang telah diraih. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai peran pemerintah kota Salatiga dalam menata warganya untuk hidup sesuai tagline kota Salatiga Hati Beriman, dan menjelaskan peran pemuka agama kota Salatiga dalam mengendalikan pengikutnya untuk tetap hidup damai dan rukun saling berdampingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskritif, dan data utama diperoleh dari hasil wawancara mendalam dengan pemerintah kota dan pemuka agama. Meskipun faktanya masyarakat sudah memiliki kebiasaan hidup saling berdampingan sejak dini, namun pemerintah kota memiliki tanggung jawab dalam prestasi toleransi dan pemuka agama memiliki tanggung jawab dalam budaya toleransi. Pemerintah kota sudah dengan baik menjalankan perannya sebagai koordinator bagi pemuka agama dalam menjalankan setiap aktivitasnya yang berpedoman dengan makna tagline. Begitu juga dengan pemuka agama yang dengan baik berperan sebagai kontributor dalam upaya membudayakan toleransi. Keduanya telah berupaya menciptakan kehidupan kota yang mampu saling berdampingan dan bertoleransi. Kata kunci : Tagline, Manajemen komunikasi, Dialog interreligius, Perilaku masyarakat, Pluralisme.
Transformasi Peranan Aktor Dalam Virtual Movement (Studi Kasus Petisi #sayaKPK melalui change.org) Sukmi, Sih Natalia
PAX HUMANA Vol 2, No 3 Sep (2015)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.592 KB)

Abstract

New media provide opportunities of new interaction patterns in raising collective action. This study seeks to explain how actors play a role in the movement of the virtual movement to create the success of the movement. Actor Network Theory Perspective be used as a paradigm of thinking. The method used is qualitative case study #sayaKPK uploaded petition through change.org. Results of the study revealed that ANT applied in such cases. This perspective suggests that the actor who plays the movement is not only meant as a human being, but also material and texts are interconnected in a network that hyperconnected. Keywords: Virtual, Movement, ANT
Strategi 5758 (Maju Mapan) Salatiga dalam Mengatasi Krisis Corporate Image Sahara, Valiani Vava
PAX HUMANA Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.063 KB)

Abstract

The crisis is an unstable condition and a damaging impact on an organization, as well as the crisis in Super Store 5758 (Maju Mapan) Salatiga due to a case on the alleged sale of reconditioning smartphone that ensnared the owner. This case makes Maju Mapan image tarnished and demanding to pursue a strategy to overcome the crisis of corporate image. To view, the strategy used the descriptive qualitative method. The findings of this study indicate that the crisis management strategy based on a spontaneous idea from the management team of Maju Mapan when the case occurred and the crisis began to appear on the stage of the crisis. Once the case is completed and crisis entered in cleaning phase, the handler of crisis strategy was taken over by the owner to rebuilds relationships with the media, customers, and business partners. This research resulted in a new model of crisis management strategy in managing the crisis of corporate image to the trust was built in the public mind.Keywords: crisis, crisis management, corporate image, crisis strategy of 5758
Konsekuensi Distorsi Komunikasi dalam Kepemimpinan (Telaah terhadap Narasi Pembantaian Anak-anak oleh Herodes Agung dalam Matius 2:1-18) Maliogha, Albert Josua P.
PAX HUMANA Vol 2, No 1 Jan (2015)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.535 KB)

Abstract

Communication in leadership have strategic role for reach the aim of a leader. But, communication in leadership also able to distorted to be a tool of propaganda wich manipilative to justice a pressure and deadly leadership, in the same time to secure their authority. Thus the practice of turns made by Herod the Great when respons the Christ is born. Feel afraid that political impact of Christ able to disturb his authority and threat his leadership. The Great Herod open communication sphere with the Magi and the Jewish Religious Leaders to know something about Christ. Through an interdisciplinary approach this writing will highlight a distortion of communication which do by The King of Great Herod in the naration of Mattew 2: 1-18 especially in the motive of assumtion frame an communication that although procedurally was hold many part, but ironically precisely a tool to fullFill maintain a political interests by killing innocent children. This writing aims to give illustration about the face of choice of leadership model that despotic which often manipulate communication for leader interests and its implication for leadership. Keywords: communication, distortion of communication, The Great Herod, authority, Children killing.
Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) dan Keadilan Sosial Papilaya, Jeanete Ophilia
PAX HUMANA Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.277 KB)

Abstract

LGBT singkatan dari Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender. Individu yang termasuk dalam kaum LGBT jumlahnya lebih sedikit dibandingkan kaum heteroseksual. Kaum LGBT seringkali mendapatkan serta menerima pandangan negatif, prasangka, serta kebencian dari lingkungan. Seperti kelompok yang termarginalkan lainnya, kaum LGBT mengalami penolakan, kekerasan, dan diskriminasi di berbagai area seperti pekerjaan, sekolah, layanan kesehatan, dan hak asasi mereka. Di Indonesia masih ada beberapa produk hukum di tingkat nasional maupun daerah yang mendiskriminasikan kelompok LGBT. Padahal jelas ada Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia, pada sila ke-5 serta Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM). Bentuk ketidak adilan yang dialami dan dirasakan oleh kaum LGBT yaitu stigma, diskrimminasi, dan kekerasan. Bentuk lain dari diskriminasi dan penindasan yang secara eksplisit didukung oleh Undang-Undang mengakibatkan orang LGBT tidak dapat menikmati hak-hak dan perlindungan yang seharusnya mereka rasakan. Semua diskriminasi terhadap kaum LGBT disebabkan oleh stigma sosial yang dihasilkan dari doktrin dan pemahaman agama yang konservatif. Diskriminasi dan intoleransi masih terus menjadi konstruksi sosial dan pandangan dominan masyarakat terhadap kaum LGBT. Untuk dapat mewujudkan keadilan sosial dan tidak menindas kelompok minoritas serta mengembangkan budaya toleransi bisa ditempuh melalui pendidikan, perbaikan regulasi dan sejumlah kebijakan oleh pemerintah, serta partisipasi masyarakat dalam memahami kaum LGBT. AbstractLGBT stands for Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender. Individuals included in the LGBT considerably less than heterosexuals. LGBT people often get and receive a negative view, prejudice, and hatred from the society. Like an other marginalized groups, LGBT people have a rejection, violence, and discrimination in various areas such as jobs, schools, health services, and human rights. In Indonesia, there are still some legal products that discriminate against LGBT. And clearly there is Pancasila as the Principle of Indonesia, on the 5th and the precepts of the Universal Declaration of Human Rights (UDHR). Forms of injustice experienced and felt by the LGBT that stigma, discrimination, and violence. Other forms of discrimination and oppression that is explicitly supported by the Act resulted LGBT people can not enjoy the rights and protections that should they feel. The all discrimination to LGBT caused by social stigma resulting from doctrine and conservative religious understanding. Discrimination and intolerance continues to be the dominant view of social construction and community against LGBT. In order to realize social justice and not oppress minorities and develop a culture of tolerance can be achieved through education, improved regulation and a number of policy by the government, and the participation of the community in understanding LGBT.Keyword : LGBT, social justice, discrimination, violence
Radikalisme dan Terorisme di Indonesia dari Masa ke Masa (Tinjauan dari Perspektif Kewarganegaraan) Nurasarastriya, Yosaphat Haris
PAX HUMANA Vol 2, No 2 Mei (2015)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.413 KB)

Abstract

Abstract"Radicalism and terrorism occurred in Indonesia from time to time with different motif, backgrounds, and display. Viewed from the perspective of citizenship radicalism, terrorism is a concept that includes how to think, and behave. One study based on the perspective of citizenship is about thinking of citizenship itself. It is closely related to the three elements of civic knowledge, civic skills, and civic virtue. Radicalism and terrorism viewed from the perspective of citizenship is a problem in a democracy and state of law. Each country demanded democracy and legal state principles of democracy while the principles of law will bring good life together as a nation or state. Keywords: Radicalism, Terrorism, Perspective, Citizenship
Resensi Buku (The Ethics of Violence in the Bible) Ludji, Irene
PAX HUMANA Vol 2, No 3 Sep (2015)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.381 KB)

Abstract

The Ethics of Violence in the Bible
Paradoks- penerimaan diri dan eksistensi (lesbian) Kristiyani, Dian Novita
PAX HUMANA Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.577 KB)

Abstract

Penolakan dan diskriminasi masih sering di dapatkan oleh lesbian. Kehadiran lesbian belum sepenuhnya diterima, dengan fakta tersebut maka banyak gerakan baik personal, kelompok maupun organisasi yang menyuaran pengakuan dan pemenuhan HAM. Faktanya keberadaan homoseksual (lesbian) telah sejak lama ada di dunia ini. Penolakan membawa dampak yang cukup besar bagi lesbian, proses penerimaan diri (coming in) akan terasa sangat sulit ketika lingkungan sosial belum bisa menerima diri seorang lesbian dengan orientasi seksualnya. Jika penerimaan diri belum tercapai maka eksistensi diri seseorang lesbian sebagai manusia juga sulit untuk tercapai. Nilai dan makna atas “diri” menjadi dinamika batin yang terus bergejolak. Pemahaman seksualitas yang tidak utuh bagi sebagian masyarakat menjadi satu faktor sulitnya lesbian diterima sebagai bagian dari masyarakat. Hal tersebut membawa dampak pada kehidupan lesbian, kini orientasi seksual bertransformasi ke ruang publik, tidak lagi menjadi ruang privat seseorang. Kontrol atas orientasi seksual terjadi, tidak hanya di masyarakat saja namun Negara juga melakuknnya. Realitas tersebut membuat kehidupan lesbian semakin dinamis dan kompleks. Proses penerimaan diri (coming in) menjadi awal bagi seorang lesbian untuk memulai proses selanjutnya hingga tahap eksistensi diri dan aktualisasi diri. Memiliki makna dan nilai atas diri sendiri bukan berdasar atas nilai yang orang lain berikan. Kata Kunci : Lesbian, Penerimaan Diri, Eksistensi Diri, Dinamika Kehidupan
Gereja: Komunitas yang Bersahabat Jonathan, Handri
PAX HUMANA Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.043 KB)

Abstract

Resensi buku: Brian Edgar, God is Friendship: A Theology of Spirituality, Community, and Society