cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Aksara
Published by Balai Bahasa Bali
ISSN : 08543283     EISSN : 25800353     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSARA is a journal that publishes results of literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. All articles in AKSARA have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. AKSARA is published by Balai Bahasa Bali twice a year, June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 123 Documents
PERGESERAN DAN PEMERTAHANAN BAHASA JAWA DI DAERAH TRANSMIGRASI DI KOTA PALANGKARAYA Budhiono, Ralph Hery
Aksara Vol 31, No 2 (2019): AKSARA, EDISI Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v31i2.378.285-298

Abstract

Abstrak Banyak bahasa daerah yang berinteraksi dengan bahasa lain akhirnya mengalami pergeseran, termasuk bahasa Jawa. Pergeseran ini kemudian menimbulkan upaya pemertahanan bahasa. Penelitian ini membahas pergeseran dan pemertahanan bahasa Jawa di daerah transmigrasi di km 38 Kota Palangkaraya. Tujuan penelitian ini ialah menggambarkan keadaan kebahasaan dan mendeskripsikan upaya pemertahanan bahasa Jawa yang dilakukan oleh para responden yang menghuni kawasan transmigrasi di km 38 Kota Palangkaraya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan kualitatif. Data diambil dengan cara membagikan kuesioner untuk selanjutnya ditanggapi oleh para responden. Responden yang menjadi penanggap kuesioner ini mencapai 78 orang. Data kemudian dianalisis dengan bantuan perangkat lunak statistik. Berdasarkan analisis disimpulkan bahwa ranah memengaruhi pilihan bahasa. Terdapat pula perbedaan rata-rata pilihan bahasa pada ranah dan variabel tertentu. Pilihan bahasa kemudian memunculkan pergeseran bahasa yang kian memprihatinkan. Upaya pemertahanan yang dilakukan oleh para penutur yang tinggal di daerah itu bersifat manasuka dan sukarela, tidak terstruktur, dan tidak formal. Akibatnya regenerasi penutur bahasa Jawa tidak berjalan dengan baik dan tidak berkesinambungan. Kata kunci: pergeseran dan pemertahanan bahasa, sikap dan pilihan bahasa, ekologi bahasa, sosiolinguistik Abstract Many native languages in Indonesia who interact with other codes shift, including Javanese. This shifting lead to massive language maintenance. This interaction leads to language shifting and the shift of language leads to language maintenance. This research is focused on the Javanese shifting and maintenance in transmigration region in Palangkaraya. The goal of the research is to describe the shifting and maintenance of Javanese in the region. This is a descriptive and qualitative research. The data is collected by distributing questionners to some respondents and then to be responded respectively. There are 78 respondents involved in the research. The data is then analyzed by using statistics software. Based on the analysis, domain plays some important roles in the context of language choices. It is also found that there is some average difference in how the respondent?s choice a code in certain contexts. These choices lead to the condition of language shift. How the respondents maintain their language is such kind of unstructural and unformal efforts. Therefore, the language speaker?s regeneration is neither well performed nor sustainably constructed.Keywords: language shift and maintenance, language attitude and preference, ecology of language, sociolinguistics 
SEJARAH DAN FIKSI DALAM “LEGENDA KAMPUNG JAGALAN” DAN “LEGENDA KAMPUNG SEWU” SURAKARTA Wardani, Nugraheni Eko
Aksara Vol 31, No 2 (2019): AKSARA, EDISI Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v31i2.371.207-222

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan menjelaskan bentuk cerita rakyat ?Legenda Kampung Jagalan? dan ?Legenda Kampung Sewu? Surakarta, aspek sejarah dalam kedua cerita rakyat, unsur ksi dalam kedua cerita rakyat, serta hubungan antara cerita rakyat dengan babad. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini buku Cerita Rakyat Surakarta dan Yogyakarta dan informan. Teknik pengumpulan data melalui analisis kedua legenda dan analisis catatan hasil wawancara informan. Analisis data menggunakan analisis model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk cerita rakyat Surakarta adalah legenda asal-usul nama Kampung Jagalan dan Kampung Sewu Surakarta. Cerita rakyat ?Legenda Kampung Jagalan? berhubungan dengan tokoh sejarah Kanjeng Susuhunan Pakubuwono X dan ?Legenda Kampung Sewu? berhubungan dengan tokoh Kanjeng Susuhunan Pakubuwono II. Fiksi dalam cerita rakyat berkaitan dengan penceritaan tokoh dari kalangan rakyat jelata, latar tempat yang menunjukkan kehidupan rakyat jelata, dan dialog-dialog yang terjadi antartokoh di kalangan rakyat. Cerita rakyat dan babad bertujuan untuk melegitimasi nama raja. Hal ini menunjukkan bahwa kedua legenda mengandung sejarah yang berhubungan dengan raja-raja Kerajaan Surakarta. Legenda mengandung unsur ksi pada struktur cerita.Kata Kunci: sejarah, ksi, cerita rakyat, SurakartaAbstractThis study aims to describe the form of Surakarta folktale through ?Kampung Jagalan Legend? and ?Kampung Sewu Legend?, historical aspects and roles in both folktales, the ction contained in both folktale, the relationship between folktales and babad. This research is qualitative descriptive research. The data in this study are book Cerita Rakyat Surakarta dan Yogyakarta and informants. The technique of collecting data through analysis of the two legends and informant interview records. Data analysis using interactive model analysis. The results of the research indicate that Surakarta folktales are the legend of the origin of the name Kampung Jagalan and Kampung Sewu Surakarta. ?Kampung Jagalan Legend? relates to the historical gure of Pakubuwono X and ?Kampung Sewu Legend? related the character of Pakubuwono II. Fiction in legends is related to the telling of gures from the common people, backgrounds that show the lives of ordinary people, and dialogues that occur between group, folktales and babad aim to legitimize the name of the king. The two legends contain history related to king of the kingdom Surakarta. Legends contain elements of ction in the structure of stories.Keywords: history, ction, folktales, Surakarta
KORESPONDENSI BUNYI BAHASA DAERAH DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA Hariyanto, Prima
Aksara Vol 31, No 2 (2019): AKSARA, EDISI Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v31i2.340.269-283

Abstract

AbstrakPenelitian ini akan menguraikan korespondensi bunyi dalam bahasa-bahasa daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini merupakan penelitian dialektologi yang bertujuan untuk membuat gambaran bentuk serta kecenderungan korespondensi bunyi dan membuat deskripsi perbedaan dialektal atau subdialektal pada tataran fonologi kosakata bahasa-bahasa daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori korespondensi bunyi. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif, sedangkan metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Berdasarkan analisis, terdapat 34 pasangan fonem yang memiliki potensi sebagai korespondensi bunyi dan tiga belas di antaranya dapat dipastikan sebagai bentuk korespondensi bunyi karena muncul berulang. Dari ketiga belas fonem tersebut, terdapat dua belas garis yang menghubungkan tiga belas fonem di dalam peta korespondensi bunyi. Akan tetapi, tidak semua pasangan fonem tersebut memiliki kedekatan dalam hal kesamaan artikulator, daerah artikulasi, ataupun posisi glotis. Beberapa pasangan hanya memiliki perbedaan dalam salah satu faktor, seperti sama artikulator dan daerah artikulasi beda posisi glotis, atau sebaliknya.Kata kunci: korespondensi bunyi, bahasa daerah Sulawesi Tenggara, pasangan fonem AbstractThis study describes sound correspondence in regional languages in the Southeast Sulawesi Province. This research is a dialectology study which aims to describe the shape and tendency of sound correspondence and make a description of dialectal or subdialectal differences at the phonology level of the vocabulary of regional languages in the Southeast Sulawesi Province. This study uses sound correspondence theory. The approach used is quantitative, while the method used is the descriptive method. Based on the analysis, there are 34 phoneme pairs which have the potential as sound correspondence and 13 of which can be ascertained as a form of sound correspondence because it appears repeatedly. Of the thirteen phonemes, there are 12 lines that connect 13 phonemes in the sound correspondence map. However, not all phoneme pairs have closeness in terms of the similarity of articulators, articulation areas, or glottic positions. Some couples only have differences in one factor, such as the articulator and the articulation area of the glottic position, or vice versa.Keywords: sound correspondence, regional languages of Southeast Sulawesi, phoneme pair
LELAKI HARIMAU: WABAH EKSISTENSIAL SEBAGAI STRATEGI SIMBOLIS EKA KURNIAWAN Arifin, Moch Zainul
Aksara Vol 31, No 2 (2019): AKSARA, EDISI Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v31i2.372.177-188

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menelusuri strategi simbolis Eka Kurniawan dalam novel Lelaki Harimau. Pisau analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Pierre Bourdieu yang mengasumsikan bahwa pengarang di dalam arena sastranya dipengaruhi modal dan habitus supaya dilabeli pengarang melalui strategi tertentu. Berangkat dari hal tersebut, bagaimana strategi Eka Kurniawan dalam novel Lelaki Harimau sehingga mampu memperoleh legitimasi di arena sastra Indonesia sekaligus mendapat nominasi di ajang arena sastra The Man Booker International Prize 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Eka mewabahkan eksistensinya melalui habitus dan akumulasi modal pengetahuan sastra yang luas. Hal itu dilakukan dalam upaya sebagai bentuk strategi simbolis Eka untuk mencanangkan posisinya sebagai penulis terlegitimasi spe sik dengan, dapat dikatakan, sebutan ?penulis pertama Indonesia yang masuk nominasi The Man Booker Prize?. Kata kunci: strategi, modal, habitus, Eka Kurniawan Abstract This paper tries to trace the symbolic strategy of Eka Kurniawan in the novel Lelaki Harimau. The analysis knife used in this study is Pierre Bourdieu?s theory which assumes that the author in the literary arena is in uenced by capital and habitus so that the writer is labeled through a certain strategy. Departing from this, how is Eka Kurniawan?s strategy in Lelaki Harimau so that it can gain legitimacy in the Indonesian literary arena at the same time being nominated in the literary arena of The Man Booker International Prize 2016? The results showed that Eka made her existance through habitus and extensive accumulation of literary knowledge capital. This was done in an effort as a form of Eka?s symbolic strategy to declare his position as legitimate writer with, it could be said, ?the title Indonesia?s rst writer who was nominated by The Man Booker Prize?. Keywords: strategy, modal, habitus, Eka Kurniawan
NASIONALISME DALAM CERPEN-CERPEN MAJALAH PANJEBAR SEMANGAT SEBELUM KEMERDEKAAN Sungkowati, Yulitin
Aksara Vol 31, No 2 (2019): AKSARA, EDISI Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v31i2.473.189-206

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengungkap dan memaparkan nasionalisme dalam cerpen-cerpen majalah Panjebar Semangat dan kontribusi majalah Panjebar Semangat dalam perkembangan nasionalisme di Indonesia. Penelitian ini menggunakan perspektif nasionalisme menurut Ben Anderson dan Kahin dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Sumber data penelitian ini adalah majalah Panjebar Semangat tahun 1937?1940 dan terbitan perdana tanggal 2 September 1933. Pengumpulan data dilakukan di kantor redaksi majalah Panjebar Semangat, di Surabaya dengan metode dokumentasi yang ditopang dengan teknik baca, simak, dan catat. Analisis data diawali dengan interpretasi nasionalisme dalam teks cerpen dilanjutkan dengan membahas majalah Panjebar Semangat sebagai penerbit dan media publikasinya. Hasil penelitian menunjukan bahwa cerpen-cerpen majalah Panjebar Semangat menokohkan pemuda-pemuda harapan bangsa yang aktif dalam pergerakan dan senantiasa rela berkorban demi kemerdekaan dan kemuliaan bangsa. Majalah Panjebar Semangat membawa semangat nasionalisme pada mayoritas rubriknya. Nasionalisme dalam majalah Panjebar Semangat menggambarkan nasionalisme kultural dan nasionalisme politis. Kata kunci: nasionalisme, Panjebar Semangat, nasionalisme kultural, nasionalisme politis Abstract This research aims to reveal and describe nationalism in the short stories of Panjebar Semangat magazine and the Panjebar Semangat magazine contribution to the development of nasionalism in Indonesia. This research uses the perspective of nationalism according to Ben Anderson and Kahin by using sociology of literature approach. The data source of this research was Panjebar Semangat magazine in 1937?1940 and it rst issued on September 2nd 1933. Data collection was done at Panjebar Semangat editor?s of ce in Surabaya by using documentation method supported by reading, listening and note taking techniques. Data analysis was started with interpreting nationalism in the short story texts and then discussed about Panjebar Semangat magazine as the publisher and publishing media. The results showed that the short stories in Panjebar Semangat magazine decisived young people, the hope of nation who active in the movement and always willing to sacri ce for the independence and glory of the nation. Panjebar Semangat magazine brought the spirit of nationalism to the majority of its rubrics. Nationalism in the Panjebar Semangat magazine illustrated cultural nationalism and political nationalism.Keywords: nationalism, Panjebar Semangat, cultural nationalism, political nationalism 
NOUN CONSTRUCTION IN BIMANESE Satyawati, Made Sri; Purnawati, Ketut Widya; Kardana, I Nyoman
Aksara Vol 31, No 2 (2019): AKSARA, EDISI Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v31i2.387.299-310

Abstract

Abstract Bimanese is an interesting language to observe because it is located in the area between two types of languages, namely an af xed language and an unaf xed language (Satyawati, 2010, p. 2). With such conditions, of course Bimanese will have characteristics in both languages. From several studies (Ara k (2007), Jauhari (2000), Owens (2000), and Satyawati (2010), studies related to noun constituents have not been studied.The results of previous studies focused more on general syntactic studies, especially on syntactic relations and the valence of Bimanese, even though it is really very important to observe each Bimanese constituent so that the speakers can describe Bimanese grammar gradually. For the rst phase, the research will observe the nominalizer of the language. Functional Grammar by Kroeger (2005) and some concepts from Van Valin and Dixon will be applied to analyze the collected data. The theory used is related to theory of noun. It is hoped that the aim of the research- to nd out the nominal system in Bimanes if it is similar to Indonesian- can be known. Method used to collect data is elicitation method completed with recording and note taking technique, while for analyzing data distributional method and equivalence method are applied. The results of the study will show the forms of nominalizer whether they are morphological or syntactical marker. Keywords: Bimanese, nominalizer, clitics, typology Abstract Bahasa Bima merupakan bahasa yang menarik untuk diamati karena letak penuturnya di antara dua tipe bahasa, yaitu bahasa bera ks dan bahasa tak bera ks (Satyawati, 2010, p. 2). Dengan kondisi yang demikian, tentunya bahasa Bima akan memiliki ciri di kedua bahasa tersebut. Dari beberapa penelitian (Ara k (2007), Jauhari (2000), Owens (2000), dan Saty- awati (2010), kajian yang berkaitan dengan konstituen nomina belum dikaji. Hasil penelitian sebelumnya lebih banyak difokuskan pada kajian sintaksis secara umum, khususnya pada relasi sintaksis dan valensi Bahasa Bima. Padahal, sesungguhnya sangatlah penting untuk mengamati setiap konstituen bahasa Bima agar dapat mendeskripsikan gramatika bahasa Bima secara bertahap. Untuk tahap awal, dalam penelitian ini akan diamati penominal dalam bahasa Bima. Agar analisis data dapat dilakukan dengan baik, akan digunakan Functional Grammar yang disampaikan oleh Kroeger (2005) dan juga beberapa konsep dari Van Valin dan Dixon. Teori yang digunakan adalah teori tentang Nomina. Dengan harapan, tujuan penelitian untuk mengetahui sistem penominal dalam bahasa Bima apakah serupa dengan bahasa Indonesia dapat diketahui. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan metode simak dan metode cakap, sedangkan untuk menganalisis data menggunakan metode padan dan distribusional dengan bantuan teknik lesap dan teknik substitusi. Hasil studi ini berupa pemarkah penominal, apakah berbentuk morfologis atau sintaksis.Kata kunci: bahasa Bima, penominal, klitik, tipologi
IDEOLOGI BAHASA POLITIK SOEKARNO: SARANA KETAHANAN, KEAMANAN, DAN PERDAMAIAN INDONESIA Latupeirissa, David Samuel; Dami, Zummy Anselmus
Aksara Vol 31, No 2 (2019): AKSARA, EDISI Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v31i2.364.251-268

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) menggali ideologi yang terkandung dalam bahasa politik Soekarno selaku salah satu tokoh pendiri bangsa dan proklamator kemerdekaan NKRI, (2) menggali motivasi yang ada di balik lahirnya ideologi dalam bahasa tersebut, dan (3) melihat perubahan sosial budaya sebagai dampak dari ideologi bahasa politik Soekarno. Untuk mencapai ketiga tujuan penelitian di atas, peneliti menggunakan Teori Analisis Wacana Kritis (AWK) model Fairclough (1989, 1995, 2005, 2006) sebagai teori utama, dan teori Ideologi sebagai teori pendukung. Metode yang diterapkan dalam pengumpulan data adalah metode dokumentasi, sedangkan metode yang diterapkan dalam analisis data adalah metode deskripstif kualitatif yang diterapkan berdasarkan tiga level analisis AWK Fairclough. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ideologi yang terkandung dalam bahasa Soekarno adalah ideologi ?persatuan dan kesatuan sebagai hal yang penting?, ideologi ?revolusi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari jiwa bangsa Indonesia?, dan ideologi ?imperialisme sebagai musuh utama bangsa Indonesia?. Ideologi tersebut perlu dihidupi sebagai salah satu strategi demi menjaga ketahanan, keamanan, dan perdamaian Indonesia. Selanjutnya, ideologi tersebut dilatari oleh keadaan bangsa yang plural dan kesadaran bahwa sifat statis adalah penghalang kemajuan bangsa. Kandungan ideologi dimaksud membawa perubahan dalam cara berkomunikasi dan cara hidup bangsa Indonesia.Kata kunci: ideologi, bahasa politik, analisis wacana kritis AbstractThe current study aims at: (1) to explore the ideology conceived in Soekarno?s political language as one of the nation founding fathers and the proclaimer of Indonesia independence, (2) to explore the motivations behind the birth of ideology in the language, and (3) to see the socio-cultural changes as the result of Soekarno?s political ideology. To achieve the research objectives, researcher used Critical Discourse Analysis Theory (CDA) of Fairclough (1989, 1995, 2005, 2006) as the main theory, and the theory of Ideology as a supporting theory. The method applied in data collection was documentation method, while the method applied in data analysis was descriptive qualitative method that applied based on three analysis levels of Fairclough CDA theory. The results show that the ideology contained in Soekarno?s political language is the ideology of ?unity as an important thing?, the ideology of ?revolution as an integral part of the Indonesian nation soul?, and the ideology of ?imperialism as the main enemy of the Indonesia?. The ideology needs to be lived for the sake of Indonesia?s endurance, security and peace. Furthermore, the ideology is based on a plural nation state and the realization that static nature is a barrier to the progress of a nation. The ideology contents have brought changes in the way of communication and the way of Indonesian nation life.Keywords: ideology, political language, critical discourse analysis
KARAKTERISTIK KOMUNITAS SASTRA DI BALI Triadnyani, I Gusti Ayu Agung Mas; Banda, Maria Maltidis; Nama, I Ketut
Aksara Vol 31, No 2 (2019): AKSARA, EDISI Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v31i2.434.239-250

Abstract

Abstrak Komunitas sastra merupakan salah satu ujung tombak bagi tumbuh dan berkembangnya kesusastraan di suatu wilayah, termasuk Bali. Di dalam komunitas sastra tersebut dilakukan berbagai aktivitas, seperti diskusi sastra (baik cerpen, novel, puisi, maupun drama), peluncuran buku sastra, pembacaan puisi, musikalisasi puisi, pertunjukan teater, dan berbagai lomba. Komunitas sastra berperan menjaga iklim yang sehat dan kondusif bagi terciptanya kreativitas. Penelitian ini bertujuan untuk memperlihatkan pentingnya kehadiran komunitas sastra yang marak bermunculan di berbagai daerah di Bali. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode deskriptif-analitik. Dalam pengumpulan data digunakan teknik kuesioner dan teknik wawancara. Berdasarkan penelitian ini, diperoleh sejumlah informasi mengenai berbagai aspek terkait komunitas sastra, seperti karakteristik pendukung komunitas sastra dan aktivitas yang mereka lakukan. Kata kunci: komunitas sastra, karakteristik, kreativitas Abstract The existence of a literary community marks the growth and development of Indonesian literature in a region, such as Bali. In the literary community, various activities are carried out, such as book discussions (novels, poetry, and drama), publishing literary books, poetry reading, poetry musicals, theater performances, as well as various competitions. The literary community plays a role in maintaining a healthy and conducive climate for the creation of creativity. This research aims to show the importance of the presence of a literary community that is rife in various regions of Bali. To achieve these objectives, descriptive-analytic methods were used with interview techniques and questionnaire. Based on this research, obtained a number of information about various aspects related to the literary community and the activities they did. Keywords: literary community, characteristic, creativity
JENIS-JENIS TINDAK TUTUR EKSPRESIF PENJAGAL ITU TELAH MATI KARYA GUNAWAN BUDI SUSANTO Mustaqim, Muhammad Sirotol; Djatmika, Djatmika; Marmanto, Sri
Aksara Vol 31, No 2 (2019): AKSARA, EDISI Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v31i2.318.311-324

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mencari jenis-jenis tindak tutur ekspresif dalam antologi cerpen Penjagal Itu Telah Mati karya Gunawan Budi Susanto. Dan menemukan apa sajakah jenis- jenis tindak tutur ekspresif di dalamnya. Jenis penelitian ini deskriptif-kualitatif, dengan pendekatan teori pragmatik. Sumber data penelitian ini adalah antologi cerpen Penjagal Itu Telah Mati, dan data penelitian ini adalah tuturan yang di dalamnya mengandung tindak tutur ekspresif. Peneliti menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh menggunakan metode analisis dokumen atau dokumentasi. Hasil analisis penelitian ini sebagai berikut: Hasil penelitian yang diperoleh dari keseluruhan data yang berjumlah 128 data, ditemukan ada 23 jenis tindak tutur ekspresif yang terdiri dari tindak tutur ekspresif; meminta maaf 19 data (14,28%), memuji 12 data (9,02%), sengsara 10 data (7,51%), terima kasih dan menyetujui 9 data (6,76%), membantah, berharap dan salam 8 data (6,01%), dan memprotes 8 data (6,01%). Kemudian tindak tutur ekspresif bersimpati 5 data (3,75%), menyalahkan, bersyukur, kesenangan dan mengkritik 4 data (3,00%), menyesalkan dan mengecam 3 data (2,25%), mengutuk, mengejek, dan mengucapkan selamat 2 data (1,50%), dan memaki, mengumpat, terkejut, dan berdukacita 1 data (0,75%).Kata Kunci: cerpen, pragmatik, tindak tutur AbstractThis study aims to nd the types of expressive speech acts in the short story anthology of Penjagal Itu Telah Mati by Gunawan Budi Susanto. And to discover what kinds of expressive speech acts is in it. This research type is descriptive-qualitative, with the approach of pragmatic theory. The source of this research data is the short story anthology of Penjagal Itu Telah Mati, and the data of this research is a speech in which contains expressive speech acts. The researchers used total sampling technique. Data were obtained by using document analysis method or documentation. The results of this research analysis are as follows: The result obtained from the total data that amounted to 128 data, found there are 23 types of expressive speech acts consisting of expressive speech acts; apologize 19 data (14,28%), praised 12 data (9,02%), miserable 10 data (7,51%), thanks and approved 9 data (6,76%), denied, hoped, and regards 8 data (6,01%), and protested 8 data (6,01%). Then the expressive speech acts sympathetically 5 data (3,75%), blame, grateful, fun, and criticize 4 data (3,00%), deplore and admonish 3 data (2,25%), condemn, mock, and congratulate 2 data (1,50%), and pussy, cuss, shock, and mourn 1 data (0,75%).Keywords: short story, pragmatic, speech act 
KONFLIK DAN KOMPROMI DALAM CERPEN-CERPEN BERLATAR KELUARGA DARI ASIA TENGGARA Putra, I Nyoman Darma
Aksara Vol 28, No 1 (2016): Aksara: Edisi Juni 2016
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.036 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v28i1.23.1-14

Abstract

Selain isu-isu makro tentang bangsa, masalah-masalah mikro dalam kehidupan keluarga jugabanyak diangkat menjadi latar sekaligus tema cerita oleh kalangan cerpenis negeri serumpunAsia Tenggara, yaitu Singapura, Malaysia, Brunei, dan Indonesia. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis konflik dan kompromi antaranggota keluarga dalam karya cerpenisnegeri serumpun. Data diambil dari cerpen karya penulis negeri serumpun yang terkumpuldalam antologi Matahari di Nusantara (2010) yang diterbitkan oleh Majelis Sastera AsiaTenggara (Mastera). Pengumpulan data menggunakan metode pustaka dan teknik catat,sedangkan metode analisis data menggunakan metode analisis kritis interpretatif denganteori intertekstualitas. Hasil pembahasaan menunjukkan bahwa tema yang sama dalamantologi cerpen Matahari di Nusantara memberikan gambaran tentang pentingnya kedudukankeluarga sebagai institusi pendidikan anak, penanaman adat, dan tradisi pengembangan diri dimasyarakat. Konflik dan kompromi dalam keluarga yang disuguhkan dalam cerpen tersebutdibiarkan menggantung sehingga pembaca tertantang untuk menemukan maknanya.

Page 1 of 13 | Total Record : 123