cover
Contact Name
Dr. Abdul Hamid A. Toha, M.Si
Contact Email
admin@ejournalfpikunipa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
admin@ejournalfpikunipa.ac.id
Editorial Address
Jalan Gunung Salju, Amban, Manokwari, Papua Barat, Indonesia
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik
Published by Universitas Papua
ISSN : 25501232     EISSN : 25500929     DOI : 10.46252
Focus and scope of Jurnal Sumberdaya Aquatik Indopasifik are research paper in term of fisheries and marine science which can be seen also in some of study aspect such as the conservation, management, aquaculture, enginering, biology, chemistry, ecology, environment, social economic, and tourism. The study aspect should focus on the fisheries and marine science object.
Arjuna Subject : -
Articles 52 Documents
LIMBAH CANGKANG KERANG TEMBERUNGUN (TELESCOPIUM TELESCOPIUM) SEBAGAI ADSORBEN LOGAM BERAT BESI (FE2+) Hutapea, Tri Paus Hasiholan; Paramitha, Ayu; Rachmawani, Dori
JURNAL SUMBERDAYA AKUATIK INDOPASIFIK Volume 3, Number 2, November 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.024 KB) | DOI: 10.30862/jsai-fpik-unipa.2019.Vol.3.No.2.88

Abstract

Penurunan kualitas air diakibatkan oleh adanya zat pencemar berupa komponen-komponen organik maupun anorganik. Komponen-komponen anorganik, diantaranya adalah logam berat, salah satunya besi (Fe). Adsorpsi adalah salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk menyerap logam berat dimana adsorben yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkang kerang temberungun (Telescopium telescopium) untuk menyerap besi (Fe2+). Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah cangkang kerang temberungun (Telescopium telescopium) sebagai adsorben logam berat besi (Fe2+). Penelitian terbagi menjadi tiga tahap, yaitu karekterisasi permukaan adsorben, penentuan waktu optimum dan penentuan kapasitas adsorpsi. Seluruh tahapan penelitian dilakukan pada adsorben yang tidak dan telah teraktivasi NaOH. Hasil penelitian menunjukkan  ukuran pori terbesar setelah aktivasi adalah 1.398 µm, sedangkan adsorben sebelum aktivasi, ukuran pori terbesar adalah 844,8 nm. Keasaman permukaan adsorben sebelum aktivasi bernilai 5,28 mmol/g dan sesudah diaktivasi memiliki nilai 6,74 mmol/g. Waktu optimum penyerapan ion logam besi (Fe2+) sebelum dan sesudah diaktivasi yakni 60 dan 30 menit. Kapasitas adsorpsi dari adsorben sebelum dan sesudah aktivasi berturut-turut adalah 11,07899 mg/gr  dan 459,3038 mg/gr. Disimpulkan bahwa, cangkang kerang temberungun (Telescopium telescopium) dapat dimanfaatkan sebagai adsorben ion logam berat besi (Fe2+)
POTENSI EKSTRAK ETANOL SELEDRI (APIUM GRAVEOLENS) UNTUK MASKULINISASI IKAN CUPANG (BETTA SP) Awaludin, Awaludin; Maulianawati, Diana; Adriansyah, Muhammad
JURNAL SUMBERDAYA AKUATIK INDOPASIFIK Volume 3, Number 2, November 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.287 KB) | DOI: 10.30862/jsai-fpik-unipa.2019.Vol.3.No.2.87

Abstract

Ikan cupang salah satu ikan hias primadona karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Ikan cupang yang bernilai ekonomis yaitu ikan cupang jantan, karena memiliki bentuk yang indah. Untuk meningkatkan produksi ikan jantan, langkah yang dapat dilakukan dengan cara maskulinisasi. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh ekstrak seledri terhadap persentase ikan cupang jantan dengan cara maskulinisasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah larva ikan cupang umur 7 hari yang direndam dalam media ekstrak seledri dengan konsentrasi berbeda selama 8 jam. Perlakuannya adalah penambahan ekstrak seledri sebanyak 5 mg / L (P1), 10 mg / L (P2), 20 mg / L (P3), 40 mg / L (P4), 80 mg / L (P5) dan tanpa penambahan ekstrak seledri sebagai kontrol (P0). Berdasarkan uji fitokimia, ekstrak etanol seledri mengandung steroid, flavonoid, tannin dan fenol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak seledri dengan perbedaan konsentrasi berpengaruh signifikan terhadap persentase ikan cupang jantan, tetapi tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kelangsungan hidup.
STRUKTUR KOMUNITAS GASTROPODA PADA HAMPARAN LAMUN DI WILAYAH PESISIR NUSI DAN GERSEN, KABUPATEN NABIRE Souisa, Marce; Leatemia, Simon P.; Talakua, Selfanie
JURNAL SUMBERDAYA AKUATIK INDOPASIFIK Volume 3, Number 2, November 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.478 KB) | DOI: 10.30862/jsai-fpik-unipa.2019.Vol.3.No.2.72

Abstract

Gastropoda berperan penting dalam rantai makanan pada ekosistem lamun dan keberadaanya sangat tergantung pada faktor fisik-kimia lingkungan dalam ekosistem lamun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan keanekaragaman gastropoda yang berasosiasi dalam habitat lamun di perairan pesisir Nusi dan Gersen. Hasil pengukuran beberapa variabel fisik-kimia perairan, masih tergolong baik bagi kehidupan gastropoda. Komposisi spesies gastropoda di Nusi lebih tinggi dibandingkan di Gersen, namun sebaliknya kepadatan individu di Gersen lebih tinggi dibandingkan di Nusi. Indeks keanekaragaman gastropoda di stasiun Nusi lebih tinggi (3,757) dibandingkan Gersen (3,053), sebaliknya indeks keseragaman indeks dominansi lebih tinggi di stasiun Gersen dibandingkan di stasiun Nusi. Indeks kesamaan komunitas berdasarkan spesies tergolong rendah antara kedua stasiun, yang menunjukkan bahwa spesies gastropoda pada kedua stasiun cukup berbeda. Pengaruh aktivitas manusia dan pemanfaatan gastropoda di Nusi yang lebih tinggi telah menurunkan kepadatan gastropoda pada habitat lamun, sehingga perlu upaya penyadaran tentang pentingnya gastropoda dan habitat lamun bagi ekosistem pesisir.
DINAMIKA PARAMETER OSEANOGRAFI TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN TERI PADA BAGAN PERAHU DI TELUK DODINGA, KABUPATEN HALMAHERA BARAT Karuwal, Jhon
JURNAL SUMBERDAYA AKUATIK INDOPASIFIK Volume 3, Number 2, November 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.526 KB) | DOI: 10.30862/jsai-fpik-unipa.2019.Vol.3.No.2.75

Abstract

Ikan teri (Stolephorus spp) merupakan hasil tangkapan utama perikanan bagan perahu di Teluk Dodinga. Kehidupan ikan teri seperti ikan pelagis kecil lainnya juga membutuhkan parameter kondisi lingkungan perairan yang sesuai. Penelitian ini bertujuan mengetahui dinamika parameter oseanografi terhadap hasil tangkapan Bagan Perahu di Teluk Dodingga Kabupaten Halmahera Barat. Data parameter oseanografi perairan berupa suhu permukaan laut, salinitas, kecerahan, kecepatan arus, kecepatan angin dan hasil tangkapan ikan teri dikumpulkan secara in situ. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan statistik untuk menerangkan hubungan antar faktor menggunakan regresi linear berganda. Hasil uji F menunjukan bahwa secara bersama-sama semua faktor oseanografi berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan ikan teri dengan nilai Fhitung sebesar 9.058 dan nilai signifikansi kurang dari 0.004 sedangkan hasil uji t menunjukan bahwa secara individu hanya kecepatan angin yang berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan ikan teri dengan nilai signifikasi sebesar -3.010 dengan nilai signifikansi 0.004 (a = (0.05). Model persamaan regresi untuk menjelaskan hubungan kecepatan angin dan hasil tangkapan teri adalah   =  26.666 - 72.513 X1 + e. Selanjutnya didapat pula bahwa hasil tangkapan ikan teri (Stolephorus spp) yang optimal pada teluk Dodinga pada rentang suhu permukaan laut 24 ? 28 oC, Salinitas sebesar 25 ? 30 ppt, kecepatan angin sebesar 0 ? 2,5 meter/detik, kecepatan arus sebesar 0,1 ? 0,7 meter/detik dan kecerahan perairan sebesar 8-11 meter.
BIOMASSA DAN PENYERAPAN KARBON OLEH LAMUN Enhalus acroides DI PESISIR TELUK GUNUNG BOTAK PAPUA BARAT Runtuboi, Ferawati; Nugroho, Julius; Rahakratat, Yahya
JURNAL SUMBERDAYA AKUATIK INDOPASIFIK Volume 2, Number 2, November 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.805 KB) | DOI: 10.30862/jsai-fpik-unipa.2018.Vol.2.No.2.47

Abstract

Lamun merupakan tumbuhan tingkat tinggi dan berbunga yang sudah sepenuhnya menyesuaikan diri hidup di dalam perairan dangkal dan memiliki kemampuan menyimpan karbon sebesar 10 %  dari kandungan karbon di lautan. Penelitian ini dilakukan diperairan Teluk Gunung Botak Kabupaten Manowkari, dengan tujuan untuk  (1) mengetimasi kerapatan lamun, (2) mengestimasi laju penyerapan karbon oleh lamun jenis Enhalus acroides. Beberapa tahapan dilakukan pada penelitian ini yakni sampling kerapatan dalam dua periode dan  sampling pengambilan lamun sebagai penentu konsentrasi karbon pada bagian daun, akar dan rhizome serta substrat. Rata rata penyimpan karbon pada jaringan lamun berada pada bagian rhizome dengan nilai tertinggi pada stasiun 1 (13.16±3.8), stasiun 3 (5.4±2.9) dan stasiun 5 (6.2±1.1). Rata rata karbon yang tersimpan pada jaringan lamun sebesar 8.24 kg dan pada substrat sebesar 1664.2 kg. Kemampuan lamun dalam menyimpan karbon ini akan membantu dalam upaya mitigasi dalam mengurangi dampak perubahan iklim Indonesia khususnya di Papua Barat.
ANALISA USAHA BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) AIR TAWAR DI KOLAM BUNDAR DENGAN SISTEM RESIRKULASI AIR Mas'ud, Faisol; Wahyudi, Tri
JURNAL SUMBERDAYA AKUATIK INDOPASIFIK Volume 2, Number 2, November 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.331 KB) | DOI: 10.30862/jsai-fpik-unipa.2018.Vol.2.No.2.55

Abstract

Menurunnya lahan budidaya udang vaname di Kabupaten Lamongan Jawa Timur dipengaruhi oleh  adanya alih fungsi lahan budidaya menjadi pemukiman penduduk dan pembangunan kawasan industri sehingga memerlukan terobosan teknologi perikanan budidaya salah satunya dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk kegiatan budidaya ikan dengan menggunakan kolam terpal. Penelitian ini bertujuan mengetahui kelayakan usaha budidaya udang vaname dikolam bundar dengan sistem resirkulasi. Metode penelitian  adalah  metode eksperimen dan deskriptif kualitatif pada budidaya udang vaname dikolam bundar dengan sistem resirkulasi dan non  resirkulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolam pertama menunjukkan pertumbuhan dan sintasan lebih baik yaitu 10,1 gr/ekor dan 76% dengan jumlah nilai produksi sebesar Rp.2.470.000; sedangkan kolam kedua menunjukkan pertumbuhan dan sintasan lebih rendah yaitu 8,7 gr/ekor dan 62% dengan jumlah nilai produksi sebesar Rp.1.620.000. Kelayakan usaha belum tercapai pada  siklus pertama karena nilai produksi kecil yang dipengaruhi oleh pertumbuhan udang, kelulusan hidup rendah serta kurang lamanya masa pemeliharaan, secara simulasi kelayakan usaha dapat dicapai pada 3-4 siklus pemeliharaan.
Daya Dukung Perikanan Alami di Waduk Gondang Kabupaten Lamongan Saleh, Fuquh Rahmat; Rahayu, Agung Pamuji
JURNAL SUMBERDAYA AKUATIK INDOPASIFIK Volume 2, Number 2, November 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.678 KB) | DOI: 10.30862/jsai-fpik-unipa.2018.Vol.2.No.2.54

Abstract

The Gondang Reservoir is the largest in the Lamongan District, another function this reservoir for irrigation is also for use fishery and tourism. Fisheries production in this reservoir are not optimal and number of tourist getting lower, that result public welfare has not yet create. Therefore we required the data about carrying capacity natural fisheries Gondang reservoir for development of optimal and sustainable water management. This research used the descriptive method with purposive sampling at May until August 2018. Analysis carrying capacity use approach result the water primer productivity with Beveridge Index. Average result of water primer productivity in Gondang Reservoir was 86,26 gC/m2/year. Carrying capacity natural fisheries in Gondang reservoir is 4,4 tons of fish/year or 12,17 kg of fish/year.
Analisis Indeks Pencemaran Air Laut dengan Parameter Logam Cu dan Pb di Kawasan Wisata Raja Ampat Papua Barat Thahir, Muhammad Taufiq; Lagoa, Yusnita
JURNAL SUMBERDAYA AKUATIK INDOPASIFIK Volume 2, Number 2, November 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.445 KB) | DOI: 10.30862/jsai-fpik-unipa.2018.Vol.2.No.2.53

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis indeks pencemaran air laut di kawasan wisata Raja Ampat Papua Barat dengan menggunakan parameter logam berat Cu dan Pb. Penelitian bertujuan agar dihasilkan informasi kondisi perairan di Raja Ampat. Informasi ini dapat memastikan sustainibilitas kawasan di masa mendatang. Analisis menggunakan instrumen AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). Titik sampel tersebar di 5 lokasi yaitu Sapokren, Saleo, Waiwo, Pelabuhan Waisai dan Pelabuhan Ikan Waisai yang berturut-turut ditandai dengan lokasi I, II, III, IV dan V. Pada parameter logam Cu, lokasi I ditemukan yaitu sebesar 0,62 mg/L yang telah melewati ambang baku mutu sedangkan lokasi II, III, IV, dan V tidak ditemukan adanya logam pencemar Cu. Selanjutnya untuk logam Pb; konsentrasi logam pencemar ditemukan di 4 lokasi yaitu lokasi I, II, III dan IV bertutu-turut sebesar 2,99 mg/L, 1,76 mg/L, 1,27 mg/L dan 0,23 mg/L. Pada lokasi V tidak ditemukan kandungan logam Pb. Semua data baku mutu dimasukkan ke persamaan indeks pencemaran sesuai dengan panduan dari KepmenLH no 115 tahun 2003. Data menunjukkan bahwa hanya 1lokasi yang masih masuk kategori baik yaitu lokasi V, selebihnya lokasi I, II, III dan IV telah masuk dalam kategori daerah tercemar logam berat Cu dan Pb dengan tingkat pencemaran yang variatif dari ringan, sedang sampai berat.
Pengelolaan Ikan Pelangi Arfak ( Melanotaenia arfakensis Allen, 1990) Berbasis Aspek Bioekologi (Kasus Pada Beberapa Sungai di Kabupaten Manokwari) Kaliele, Mariance Y.; Bawole, Roni; Kawulur, Irma E
JURNAL SUMBERDAYA AKUATIK INDOPASIFIK Volume 2, Number 2, November 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.535 KB) | DOI: 10.30862/jsai-fpik-unipa.2018.Vol.2.No.2.56

Abstract

Pengelolaan ikan pelangi arfak (Melanotaenia arfakensis Allen, 1990) berbasis aspek bioekologi (kasus pada beberapa Sungai di Kabupaten Manokwari). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek bioekologi, mengetahui distribusi frekuensi panjang dan berat tubuh serta upaya pengelolaan bagi ikan pelangi arfak yang endemik di kabupaten Manokwari. Penelitian dilaksanakan selama lima bulan (7 September 2015 - 9 Januari 2016). Penangkapan contoh ikan dilakukan di S. Prafi, S. Nimbai dan S. Aimasi untuk penanganan dan pengamatan lebih lanjut dilakukan di laboratorium Perikanan.  Metode penelitian adalah metode deskriptif dengan teknik observasi lapang. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa berdasarkan pengukuran parameter kualitas perairan maka suhu yaitu 30,01±1,06, kecepatan aliran relatif lambat 0,92±0,12, derajat keasama 7,80±0,12, oksigen terlarut 5,38±0,24, rata-rata kadar BOD pada S. Prafi 4 mg/l, S. Nimbai 3,1 mg/l, S. Aimasi 5,2 mg/l dan COD pada S. Prafi 8,3mg/l, S. Nimbai 14,2 mg/l dan S. Aimasi 7,4 mg/l. Hubungan panjang berat menunjukkan pertumbuhan alometrik negatif (b<3). Serta upaya pengelolaan yang dapat dlakukan yaitu reboisasi dan pengaturan waktu tangkap ikan yang tidak dlakukan pada saat ikan matang gonad.
PENILAIAN KONDISI MENGGUNAKAN METODE HEMISPHERICAL PHOTOGRAPHY PADA EKOSISTEM MANGROVE DI PESISIR DESA MINALULI, KECAMATAN MANGOLI UTARA. KABUPATEN KEPULAUAN SULA, PROVINSI MALUKU UTARA Baksir, Abdurrachman; Mutmainnah, Mutmainnah; Akbar, Nebuchadnezzar; Ismail, Firdaut
JURNAL SUMBERDAYA AKUATIK INDOPASIFIK Volume 2, Number 2, November 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.686 KB) | DOI: 10.30862/jsai-fpik-unipa.2018.Vol.2.No.2.52

Abstract

Desa Minaluli memiliki ketersedian sumberdaya ekosistem mangrove di wilayah pesisir. Ketersediaan ekosistem mangrove yang merata dapat memberikan dampak secara langsung kepada masyarakat. Penelitian penentuan status mangrove yang dilakukan sebelumnya menggunakan metode konvensional seperti transect kuandrat dan spot chek. Sehingga diperlukan suatu pembaharuan metode yang digunakan. Metode hemispherical photography merupakan salah satu  metode yang baru digunakan dan dikembangkan di Indonesia. Penelitian  dilaksanakan pada bulan Juli tahun 2018 di Desa Minaluli, Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula.  Provinsi Maluku Utara. Tujuan penelitian memperoleh informasi kondisi ekosistem mangrove dengan menggunakan metode Hemispherical photography. Hasil penelitian memperoleh pengukuran parameter lingkungan menunjukan bahwa kondisi ekologi lingkungan mendukung keberadaan mangrove Identifikasi morfologi diperoleh sebanyak 8 jenis dari 3 famili. Stasiun I terdapat nilai presentasi tutupan mangrove 82%, untuk stasiun II ditemukan presentasi tutupan 77%, pada stasiun III ditemukan nilai presentasi 78% sedangkan pada stasiun IV ditemukan presentasi tutupan mangrove 72%. Total presentasi tutupan mangrove yang diperoleh masuk dalam kategori padat, berdasarkan kriteria baku kerusakan mangrove. Kerapatan ekosistem mangrove yang diperoleh memperlihatkan kerapatan yang tinggi pada setiap stasiun Berdasarkan kriteria baku kerusakan, maka kerapatan mangrove di lokasi ini masuk dalam kategori sedang hingga sangat padat dengan nilai kisaran diantara 1.067-2.022 pohon/ha. Analisis indeks nilai penting (INP) setiap jenis mangrove ditemukan kisaran nilai diantara 31,73-95,55 Indeks nilai penting spesies yang tertinggi ditemukan pada jenis Rhizophora stylosa dengan nilai 95,55 kemudian Rhizophora apiculata dengan nilai 95,08, Rhizophora mucronata yakni 81,05, Xylocarpus granatum yaitu 45,68, Ceriops stagal dengan nilai 40,83, Sonneratia alba dengan nilai 36,27 dan Bruguiera gymnorhiza 31,73.