cover
Contact Name
Yosef Abdul Ghani
Contact Email
yosef.ylb@bsi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi.jurnalubsibdg@bsi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pariwisata
ISSN : 23556587     EISSN : 25282220     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
JURNAL PARIWISATA pertama publikasi tahun 2014, dengan registrasi ISSN dari LIPI Indonesia. JURNAL PARIWISATA merupakan jurnal hasil penelitian ilmiah dibidang Destinasi Pariwisata, Perhotelan, Budaya, Makanan. Dengan artikel tidak pernah dipublikasikan secara online atau versi cetak sebelumnya. JURNAL PARIWISATA memiliki versi online dan cetak dengan jadwal publikasi pada bulan April dan September setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 1 (2017): Jurnal PARIWISATA" : 6 Documents clear
Pengaruh Keputusan Berkunjung Terhadap Kepuasan Wisatawan Di Museum Geologi Bandung Kristiutami, Yuliana Pinaringsih
Jurnal Pariwisata Vol 4, No 1 (2017): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.281 KB) | DOI: 10.31311/par.v4i1.1761

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui bagaimana pengaruh dari keputusan berkunjung terhadap kepuasan wisatawan di Museum Geologi Bandung. Analisis kuantitatif merupakan analisis yang menekankan pada analisis pada data numerical yang diolah dengan metode statistik. Hasil analisis data membuktikan bahwa keputusan berkunjung berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan wisatawan. Hipotesis menguji pengaruh keputusan berkunjung terhadap kepuasan didapat nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai sig. 0,000 lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05 atau nilai 0,05 > 0,000 sehingga jalur signifikan dan nilai koefisien beta sebesar 0,965. Dari hasil itu dapat diartikan pada dasarnya keputusan “pembelian”, adalah seseorang yang mengeluarkan uang untuk mendapatkan kepuasan. Kepuasan yang didapat oleh wisatawan secara langsung akan dipengaruhi oleh keputusan berkunjung. Hal ini menjadi sangat mendasar, karena tingkat kepuasan wisatawan sangat ditentukan dengan aspek pemenuh kebutuhan dan pemenuh keinginan dari wisatawan tersebut. Keputusan berkunjung didapat melalui proses pertimbangan berbagai aspek. Maka dari itu, sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian, ada lima tahap yang dilalui konsumen dalam proses pembelian, yaitu pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pembelian. Sehingga secara tidak langsung ketika keputusan untuk berkunjung telah dibuat oleh seorang wisatawan, keputusan tersebut merupakan keputusan matang dimana objek wisata yang dipilih merupakan objek wisata yang memang dirasa mampu untuk memberikan kepuasan terhadap kegiatan berwisata wisatawanKata kunci : Keputusan berkunjung, Kepuasan, Wisatawan Museum Geologi. ABSTRACTThis research purpose is to know how the effect of the decision to visit to the tourist satisfaction at Museum Geologi Bandung. Quantitative analysis is the analysis type that focus on numerical data and process all the data with statistic method. The data analysis result come with the decision to visit has positive and significant effect to the tourist satisfaction. The hypothesis test of the effect of the decision to visit to the tourist satisfaction came with significance result  0,000. The sig. score 0,0000 smaller than the probability score 0,05 so the significance line and beta coefficients is 0,965. It means basically the decision to “buy” is someone have will to spent their money to get the satisfaction. The satisfaction tourist got directly affected by the decision to visit. This is became so basic, because the scale of the tourist satisfaction determined with the need fulfillment aspect and want fulfillment aspect of the tourist itself. Decision to visit obtained through consideration of various aspect. And then, before decide to buy, every consumer pass through five step, they are issue identification, searching of information, alternate evaluation, decision to buy and buying behavior.  So, when tourist make the decision to visit, the decision is final and the destination chosen is the destination that fulfill the need of tourist traveling satisfaction.Keyword : Decision to visit, customer satisfaction, Tourist Museum Geology   
Restoran Bisnis Berbasis Standar Kompetensi Durachim, Endang Darwin; Hamzah, Faizal
Jurnal Pariwisata Vol 4, No 1 (2017): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.196 KB) | DOI: 10.31311/par.v4i1.1701

Abstract

Restaurant  Business base on competency is something important point to be presented on the activities of management  Hotel or  Restaurant, the reason is those thing  will up-grade  the Restaurant Business much better then  before. Especially on the situation and condition of the business  right now the competition  getting  so tight. So causing  of those case we have to provide as well as possible , how to make the Competency Standard Attitudes, Skills and Knowledge are being  presented  on  Restaurant Business. Actually the Competency Standard  have three dominant factors indeed such as:  All of dominant factors must be done in perfect condition  or excellent  Presentation , why  the Competency Standard  must be done in perfect condition ? because if the staff who In-Charge in the operation of the restaurant business, they are doing something Excellence Attitudes, Excellence Skills and Excellence Knowledge, so the whole of activities will be running well according to the necessarily of the restaurant business operation . In order to obtained  an optimal result in the operation of the Restaurant  Business is excellence of the presentation of the competency standard was carry out  by Management and Staff. The basic purpose to obtained an optimal result was  presented  by  Competency Standard , it will make all the guests / customers  are satisfied, and  automatically  the productiveness  / benefit or profit  will come over directly to the management.  Competency Standard is a statement of three interrelated components of Skills, Knowledge,and attitudes needed to carry out a particular tasks effectively in Industry. These are benchmarks made by Industry that are to be used to establish level of effective performance . They  provide a framework to suit the needs of all  the stockholder (Industry, Government , Training Provider, Trainees), regardless of location size.  Key Factors:  Restaurant Business Base on Competency , Socialization and Implementation of Competency Standard, Hierarchy of positions of Competency Standard in Tourism & Hospitality Industry,Realization  powerful of strategy restaurant business base on competency standard .
Pengembangan Sarana Prasarana Destinasi Pariwisata Berbasis Budaya di Jawa Barat Ghani, Yosef Abdul
Jurnal Pariwisata Vol 4, No 1 (2017): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.54 KB) | DOI: 10.31311/par.v4i1.1798

Abstract

ABSTRAKPersaingan di sektor pariwisata semakin kompetitif hal tersebut merupakan satu dorongan bagi pemerintah untuk meningkatkan dan mengembangkan industri pariwisata agar mampu bersaing dengan negara ASEAN lainnya, dalam sub sektor pariwisata budaya, Indonesia masih kalah dari negara ASEAN lainnya. Hal itu sangat disayangkan karena Indonesia sendiri memiliki berbagai macam keanekaragaman budaya. Dari data World Economic Forum 2009, dari 10 poin penilaian diketahui bahwa di Point “Culture Resource” Indonesia mendapatkan skor 3.21 dari top skor 6.77, dengan kondisi tersebut, maka perlu melakukan koreksi terhadap kegiatan budaya di Indonesia guna kembali meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif dengan menggunakan pendekatan Inquiry Filosofi. Hasil penelitian ditemukan bahwa Salah satu cara untuk meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan mancanegara adalah dengan membangun dan memperbaiki sarana prasarana Pariwisata yang sudah ada melalui Inovasi dengan mengkombinasi unsur budaya dengan sarana prasarana pariwisata yang sudah ada atau belum terbangun. Dengan kombinasi sarana prasarana dengan unsur budaya lokal akan tercipta keunikan yang khas pada sarana prasarana Pariwisata di Jawa Barat dengan demikian tingkat kunjungan wisatawan mancanegara akan meningkat serta unsur budaya tidak akan hilang atau tergerus oleh budaya asing yang dibawa oleh wisatawan asing yang datang di Jawa Barat dan pada akhirnya akan meningkatkan tingkat kunjungan wisata di indonesia pada umumnya. Kata Kunci : Budaya, Sarana Prasarana, Jawa Barat
Membangun Karakter Sadar Wisata Masyarakat Di Destinasi Melalui Kearifan Lokal Sunda Haryanto, Oda I.B
Jurnal Pariwisata Vol 4, No 1 (2017): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.416 KB) | DOI: 10.31311/par.v4i1.1830

Abstract

ABSTRAK Program Sadar Wisata telah diluncurkan sejak tahun 2003, hingga kini belum menampakan perubahan dan hasil yang signifikan sesuai yang diharapkan, oleh masyarkat maupun pemerintah. Khususnya bagi wisatawan yang berkunjung ke destinasi,  Hal ini dapat dilihat berdasarkan index daya saing pariwisata dan perjalanan, Indonesia berada pada peringkat ke 70 dari 140 negara. Suatu peringkat yang masih rendah bila dibandingkan dengan Singapur, Malaysia, Thailand, meskipun Indonesia memiliki   kekayaan alam dan budaya yang indah mempesonakan.  meskipun sudah banyak program dan kampanye yang dilakukan seperti bebas visa kunjungan ke Indonesia dan  visit year Indonesia. Peringkat ke 70 yang didapat oleh Indonesia karena masih adanya beberpa hal yang masih kurang  seperti   kebesihan, keamanan dan keselamatan serta pelayanan,Menyadari hal tersebut penelitian ini difokuskan untuk menemukenalkan dan mengimplemtasikan kata-kata bijak kearifan lokal Sunda dalam membangun karakter sadar Wisata pada masyarakat  di destinasi. Peneltian ini menggunakan metoda penelitian  kualitatif deskriptif dengan pendekatan multidisiplin, alasannya penelitian ini dilakukan secara alamiah dengan menggunakan berbagai metoda, teori, teknik dan instrument. Tujuannya adalah untuk mendapatkan data yang  faktual di lapangan, sehingga menghasilkan penelitian yang akurat dan valid. Hasil penelitian ini secara khusus   dapat menjadi acuan untuk daerah destinasi di Jawa Barat  dalam membangun karakter sadar wisata masyarakat di destinasi melalui kerarifaan lokal Sunda, dan pada umumnya untuk destnasi diwilayah Indonesia.Kata kunci: Sadar Wisata, Membangun karakter dan kearifan lokal Sunda ABSTRACTSadar Wisata Program has been launched since 2003, but isn’t show changes and significant results as expected, by the community or the Government. Especially for tourists who travel to the destinations, it can be seen the competitiveness index based on tourism and travel, Indonesia ranks 70th out of 140 countries. A rating is still low when compared with Singapore, Malaysia, Thailand, although Indonesia has a wealth of beautiful natural and cultural glamour. Although there have been many programs and campaign done like visa-free visits to Indonesia and visit Indonesia year. 70th rank obtained by Indonesia because while some things still are lacking such as clean, as well as the security and safety service, Aware of this research is focused on finding and implementation of local wisdom in building a character aware of Tourism on communities in the destinations. Research used descriptive qualitative research methods with a multidisciplinary approach to research, the reason this is done naturally by using a variety of methods, theories, techniques and instruments. The goal is to get factual data in the field, thus producing an accurate and valid research. The results of this study in particular can be a reference to regional destinations in West Java in building character aware tourist communities in the destinations through the local wisdom of sundanese, and in General for the destnation in Indonesia.Keywords: Conscious tourism, building character and local wisdom of Sunda
Dampak Lingkungan Terhadap Minat Mahasiswa Pariwisata Berwirausaha Syarifuddin, Didin; Iskandar, Iis; Hakim, Lukmanul
Jurnal Pariwisata Vol 4, No 1 (2017): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.52 KB) | DOI: 10.31311/par.v4i1.1831

Abstract

ABSTRAKFaktor penentu kemajuan sebuah bangsa salah satunya adalah tingginya jumlah masyarakat yang berwirausaha. Indonesia sampai saat ini baru mencapai angka 1.65 persen atau 3.795.000 jiwa yang berwirausaha dari total penduduk sekitar 230 juta jiwa. Padahal jumlah minimal wirausaha yang bisa jadi penopang pembangunan kemajuan sebuah bangsa adalah sebanyak dua persen atau 4.600.000 jiwa, artinya masih ada kekurangan sebanyak 805.000 jiwa. Rendahnya wirausaha yang dilakukan oleh masyarakat ternyata salah satu faktor penyebabnya adalah lingkungan, bisa lingkungan keluarga, kampus, masyarakat dan lingkungan media sosial. Hal inipun terjadi pada mahasiswa di lingkungan Sekolah Tinggi Pariwisata ARS Internasional, Bandung. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan lingkungan tempat interaksi sosial mahasiswa, minat berwirausaha serta dampak lingkungan terhadap minat mahasiswa untuk berwirausaha. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif verifikatif, yaitu untuk menjelaskan hubungan kausalitas lingkungan terhadap minat berwirausaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan lingkungan keluarga, teman, masyarakat dan media sosial, mendukung mahasiswa untuk berwirausaha. Sementara minat yang tumbuh pada mahasiswa dilihat dari ketertarikan, perhatian, keinginan, sampai pada kemauan untuk berwirausaha dengan kategori baik.  Dampak lingkungan terhadap minat mahasiswa untuk berwirausaha, sebesar 39 persen. Artinya bahwa lingkungan menjadi faktor penentu tumbuhnya minat mahasiswa untuk berwirausaha. Semakin sering mahasiswa berada dalam lingkungan yang memberikan motivasi berwirausaha, maka semakin tinggi pula minat mahasiswa untuk berwirausaha yang dimungkinkan dapat memulai berwirausaha.  Kata Kunci: Wirausaha, Lingkungan Keluarga, Lingkungan Pergaulan Teman, Masyarakat, Media Sosial, Dan Minat Berwirausaha.  ABSTRACTDeterminant factor of progress of a nation is the high number of people who are entrepreneurship. Indonesia has been only reached 1.65 percent, or 3.795 million people of the total population of around 230 million people. Whereas a minimum number of entrepreneurship who may be supporting the progress of a nation is two percent, or 4,600,000 people, that means there is still shortage of as many as 805,000 people. Low entrepreneurship by the community turns out that one contributing factor is the environment, can be a family environment, peer gourp (campus), community and social media environment. This also happens to students at ARS International, School of Tourism, Bandung. This paper aims to describe the environment in which social interaction of students, interest in entrepreneurship as well as the environmental impact of the interest of students to entrepreneurship. The method used is verivicative method, is to explain the causality of the interest in entrepreneurship environment. The results showed that the support of family, peer group, community and social media, support students for entrepreneurship. While a growing interest on student views of interest, attention, desire, until the willingness to self-employed with either category. The environmental impact of the interest of students to entrepreneurship, 39 percent. It means that the environment becomes a decisive factor for the growth of student interest in entrepreneurship. The more often students are in an environment that is motivating entrepreneurship, the higher the interest of students to entrepreneurship are possible can start entrepreneurship.Keywords: Entrepreneurship, Family Environment, Peer Group (Campus), Community, Social Media, And Interest In Entrepreneurship.
Persepsi Wisatawan Terhadap Night Life Attraction Hermawan, Hary
Jurnal Pariwisata Vol 4, No 1 (2017): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.823 KB) | DOI: 10.31311/par.v4i1.1619

Abstract

ABSTRAK                                                Kabaret adalah istilah pertunjukan musik, komedi, tari, drama, dan campuran seni lainnya yang khusus diperagakan oleh para pria yang berbusana wanita (ladyboy) di atas panggung. Pertunjukan Kabaret di Restoran Oyot Godhong ditujukan sebagai daya tarik wisata baru yang diharapkan dapat meningkatkan minat wisatawan untuk mengunjungi Kawasan Malioboro Yogyakarta, khususnya ke restoran Oyot Godhong. Berdasarkan penelitian diskriptif terlihat bahwa Karakteristik wisatawan yang melihat Kabaret sangat beragam, serta masing-masing memiliki persepsi dan motivasi yang berbeda-beda. Pertunjukan Kabaret telah memenuhi syarat menjadi daya tarik wisata budaya yang dipentaskan di malam hari (night atraction) di Kota Yogyakarta. Analisis persepsi wisatawan menunjukan bahwa  pertunjukan Kabaret memiliki keindahan atau estetika, keunikan, dan nilai-nilai sehingga telah memenuhi kriteria standar  sebagai daya tarik wisata. Pertunjukan Kabaret mampu meningkatkan nilai jual restoran. Restoran Oyot Godhong, yang sebelumnya hanya berupa sarana wisata namun saat ini telah menjadi restoran yang memiliki daya tarik wisata.Kata kunci: pertunjukan Kabaret, atraksi malam, atraksi wisata, persepsi wisatwan, pemasaran pariwisataABSTRACTCabaret is a term performances of music, comedy, dance, drama, and other special mix of art perfomed by men who dressed in women (ladyboy) on stage. Cabaret performances in Oyot Godhong Restaurant intended as new tourist attraction that is expected to increase the interest of tourists to visit Malioboro in Yogyakarta, especially to Oyot Godhong Restaurants. Based descriptive study shows that the characteristics travelers who viewed Kabaret show is very diverse, each of which has perceptions and motivations are different. Cabaret performances have qualified to become the cultural attractions are staged at night (night atraction) in the city of Yogyakarta. Based on traveler perception indicates that the cabaret performances have beauty or aesthetics, uniqueness, and values that match the criteria criteria of the standard as a tourist attraction. Performances Cabaret in Oyot Godhong Restaurants able to increase the sale value. Oyot Godhong Restaurants previously only form of tourism facilities (amenities), but is now a restaurant that has a tourist attraction (atraction). Keywords: Cabaret show, night life attractions, tourism attraction, tourists perception, tourism marketing

Page 1 of 1 | Total Record : 6