cover
Contact Name
Yosef Abdul Ghani
Contact Email
yosef.ylb@bsi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi.jurnalubsibdg@bsi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pariwisata
ISSN : 23556587     EISSN : 25282220     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
JURNAL PARIWISATA pertama publikasi tahun 2014, dengan registrasi ISSN dari LIPI Indonesia. JURNAL PARIWISATA merupakan jurnal hasil penelitian ilmiah dibidang Destinasi Pariwisata, Perhotelan, Budaya, Makanan. Dengan artikel tidak pernah dipublikasikan secara online atau versi cetak sebelumnya. JURNAL PARIWISATA memiliki versi online dan cetak dengan jadwal publikasi pada bulan April dan September setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 2 (2017): Jurnal PARIWISATA" : 8 Documents clear
ANALISIS OUTPUT KEY PERFORMANCE INDICATOR MENGGUNAKAN BALANCE SCORECARD DI ARYADUTA BANDUNG Indah, Putri; Martina, Sopa
Jurnal Pariwisata Vol 4, No 2 (2017): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.483 KB) | DOI: 10.31311/par.v4i2.5289

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan perspektif Balance ScoreCard dalam  menterjemahkan visi, misi ke dalam strategi Aryaduta Bandung;  upaya yang dilakukan Aryaduta Bandung untuk meningkatkan kinerja berdasarkan implementasi strategi hasil perspektif Balance ScoreCard. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif karena menggunakan Balance Scorecard sebagai alat implementasi strategis dalam upaya meningkatkan kinerja di Aryaduta Bandung. Penelitian deskriptif kualitatif dipilih agar diperoleh suatu hasil yang lebih mendekati kenyataan. Hasil penelitian adalah  penyusunan kerangka Balance ScoreCard dapat membantu dalam menterjemahkan visi dan misi ke dalam tujuan, tolok ukur, target, dan inisiatif strategis ;  penerapan Balance ScoreCard di Aryaduta Bandung  dilakukan dengan menganalisis visi, misi dan tujuan strategis Aryaduta Bandung  yang kemudian dijabarkan ke dalam ukuran strategis, target dan inisiatif strategis. Hal ini diharapkan akan memberikan langkah-langkah berupa program kerja yang dapat meningkatkan kinerja karyawan di Aryaduta Bandung secara menyeluruh dalam mencapai visi, misi dan tujuan strategis Aryaduta BandungKata kunci : Balance ScoreCard, Implementasi Strategi, Kinerja Aryaduta Bandung
Pengaruh Iklan Dan Harga Dalam Meningkatklan Tingkat Hunian Kamar Hotel Sutan Raja Hotel Dan Convention Centre Kabupaten Bandung Solihat, Ani; Hamzah, Heri; Susana, Eli
Jurnal Pariwisata Vol 4, No 2 (2017): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31311/par.v4i2.2112

Abstract

ABSTRAKSutan Raja Hotel and Convention Centre Kabupaten Bandung diklasifikasikan sebagai hotel bintang empat karena memiliki fasilitas yang cukup lengkap dan merupakan salah satu hotel unggulan di Kabupaten Bandung. Dengan semua fasilitasnya dan keunggulan yang dimiliki Sutan Raja Hotel and Convention Centre Kabupaten Bandung, tentunya hotel ini perlu melakukan strategi promosi yang baik guna memperkenalkan produknya agar bisa bersaing dengan hotel-hotel lain yang ada di Kabupaten Bandung. Sutan Raja Hotel and Convention Centre Kabupaten Bandung  menggunakan media internet untuk melakukan kegiatan promosinya terhadap jasa yang mereka tawarkan serta pada penjualan jasa akomodasi yaitu perhotelan, meningkatnya tingkat hunian kamar tidak hanya tergantung pada promosi yang dilakukan perusahaan tetapi juga tergantung pada layanan kebijakan harga yang diberikan, misalnya berupa potongan harga. Variabel terdiri dari independen iklan (X1) dan harga (X2) terhadap variabel dependen tingkat hunian kamar (Y). Metode menggunakan  analisis regresi dengan populasi adalah jumlah penginap dari bulan januari 2015 sampai dengan bulan Desember 2015 dengan sempel berjumlah 100 responden yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian terlihat bahwa variabel iklan (X1) berpengaruh signifikan terhadap tingkat hunian kamar (Y) sebesar 0,258 variabel harga (X2) berpengaruh signifikan terhadap tingkat hunian kamar (Y) sebesar 0,295. Pada uji F terlihat bahwa kualitas iklan dan harga, berpengaruh signifikan secara simultan terhadap tingkat hunian kamar sebesar 13,172. Pada analisis koefisien determinasi terlihat bahwa besarnya hubungan iklan dan harga terhadap tingkat hunian kamar adalah 21,4% dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diajukan dalam penelitian ini. Kata Kunci : Iklan, Harga, Tingkat Hunian Kamar ABSTRACTSutan Raja Hotel and Convention Centre Bandung regency is classified as a four star hotel because it has a fairly complete facilities and is one of the featured hotels in Bandung regency. With all the amenities and advantages of the Sutan Raja Hotel and Convention Centre Bandung District, this hotel certainly need to do a good promotion strategy to introduce products that can compete with other hotels in Bandung regency. Sutan Raja Hotel and Convention Centre Bandung Regency uses the internet to carry out promotional activities to the services they offer as well as the sale of accommodation services, namely hospitality, increasing occupancy rate depends not only on the sale of the company but also depends on the service policy of a given price, for example in the form of a rebate. The variable is composed of independent advertising (X1) and the price (X2) on the dependent variable occupancy rate (Y). Methods used regression analysis to the population is the number of sleepovers from January 2015 to December 2015 with a sample of 100 respondents drawn amounted use for Simple random sampling technique. The research result shows that the advertising variables (X1) significantly affects the occupancy rate (Y) amounted to 0.258 price variable (X2) significantly affects the occupancy rate (Y) of 0.295. In the F test seen that ad quality and price, the simultaneous significant effect on the level of occupancy at 13.172. On the coefficient of determination analysis shows that the magnitude of the relationship between advertising and the price of the room occupancy rate was 21.4% and the rest influenced by other variables that are not proposed in this study.Keywords: Advertising, Price, Room Occupancy Rate
Analisis Kesesuaian Dan Daya Dukung Wisata Kawasan Pantai Labombo Kota Palopo Bibin, Muhammad; Vitner, Yon; Imran, Zulhamsyah
Jurnal Pariwisata Vol 4, No 2 (2017): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.072 KB) | DOI: 10.31311/par.v4i2.2158

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung kesesuaian dan daya dukung kawasan Pantai Labombo untuk kegiatan wisata di Kota Palopo. Analisis data kesesuaian kawasan menggunakan rumus IKW= ∑ [ Ni / Nmaks] x 100 % dan analisis daya dukung kawasan menggunakan rumus DDK = K x Lp / Lt x Wt / Wp. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh untuk kesesuian wisata pantai kategori rekreasi yaitu sangat sesuai (SS) dengan panjang pantai 1.271 dapat menampung 50 orang/hari. Pantai Labombo sangat sesuai untuk dikembangkan aktifitas berenang pada kedalaman 0-2 m. Unit area yang dapat dimanfaatkan untuk aktifitas berenang adalah 392 m, sehingga kawasan Pantai Labombo dapat menampung 15 orang/hari untuk aktifitas berenang. Dengan demikian total wisata yang dapat ditampung oleh aktifitas wisata pantai kategori rekreasi dan berenang secara keseluruhan sekitar 65 orang/hari.Kata kunci: Kesesuaian kawasan, Daya dukung, Wisata pantai, Pantai LabomboABSTRACT.The aim of this study is to calculate the suitability and carrying capacity of Labombo beach area for tourism activities in Palopo City. Analysis of suitability data using the formula IKW= ∑ [ Ni / Nmax] x 100 % and analysis of carrying capacity using the formula DDK = K x Lp / Lt x Wt / Wp. The result showed that for the suitability of beach tourism in recreation category is very suitable with the length of beach is 1.271 which can accomodate 50 people per day. Labombo beach is very suitable to develop swimming activity at a depth of 0-2 meters. The unit area which can be used for swimming activity is 392 meters, so that Labombo beach can accomodate 15 people per day for swimming activity. Thus, total tours which can be accomodated by activity of beach tourism in recreation category and swimming as a whole is about 65 people per day.Keywords : suitability of the area, carrying capacity, beach tourism, Labombo beach 
Tugas Trainee Room Attendant Dalam Membersihkan President Suite Room Di Amaroossa Bandung Kristiutami, Yuliana Pinaringsih; Rachman, Marsha Adytia
Jurnal Pariwisata Vol 4, No 2 (2017): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31311/par.v4i2.2020

Abstract

ABSTRAKHotel adalah salah satu faktor pendukung pariwisata, untuk itu salah satu pendapatan devisa terbesar menjadi sorotan utama dalam perhotelan. Salah satu pendapatan yang besar didapatkan dari penjualan kamar. Housekeeping adalah salah satu departemen yang merawat dan menjaga sebuah hotel. Room Attendant adalah seseorang yang bertugas membersihkan kamar. Room Attendant biasanya dibantu oleh Trainee pada saat membersihkan kamar. Trainee mempunyai peranan yang sangat penting. Membersihkan type President Suite Room, seorang Room Attendant harus mempunyai pengalaman dan skill yang bagus. Prosedur membersihkan type kamar ini sangat membutuhkan ketelitian yang baik. Apabila dalam membersihkan kamar dibantu oleh Trainee, hasilnya lebih cepat dan memuaskan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fakta, keadaan, fenomena, variable dan keadaan yang terjadi pada saat penelitian berjalan. Hasil penelitian dari penelitian ini adalah bahwa prosedur membersihkan type President Suite Room ini sudah sesuai standar operasional prosedur. Jadi antara Room Attendant dan Trainee sudah mempunyai langkah-langkah dalam membersihkan kamar ini, apabila prosedur dijalankan dengan baik maka kebersihan terlihat maksimal dan memuaskan. Kata Kunci: Hotel, Housekeeping, Trainee, Make Up RoomABSTRACTThe hotel is one of the supporting factors of tourism, for it one of the largest foreign exchange earnings into the main spotlight in hospitality. One of the big revenues is from room sales. Housekeeping is one of the departments that takes care of and maintains a hotel. Room Attendant is someone in charge of cleaning the room. Room Attendant usually assisted by Trainee when cleaning room. Trainees have a very important role. Cleaning the President Suite Room type, a Room Attendant should have good experience and skill. This type of room cleaning procedure requires great accuracy. If in the room cleaning assisted by Trainee, maybe the result will be faster and satisfactory. In this final report the authors use qualitative descriptive method. This study aims to reveal the facts, circumstances, phenomena, variables and circumstances that occurred at the time the study goes. The result of this final report is that the President Suite Room type cleaning procedure is in accordance with the operational standard of the procedure. So between Room Attendant and Trainee already have steps in cleaning this room, if procedure well executed then the sloppiness will look maximal and satisfy. Keywords: Hotel, Housekeeping, Trainee, Make Up Room
Kebanggaan dan Perilaku Memelihara Potensi Pariwisata Pramanik, Purwanti Dyah; Gantina, Devita; Habibie, Fachrul Husain
Jurnal Pariwisata Vol 4, No 2 (2017): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31311/par.v4i2.2139

Abstract

Cibuntu, Kuningan di Jawa Barat memiliki berbagai potensi pariwisata.  Daya tarik wisata tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu wisata budaya, wisata alam, dan wisata buatan.  Ketiga obyek wisata tersebut bersifat unik.  Kekhasannya ini melekat sebagai identitas mayarakat yang tinggal di desa Cibuntu.  Perasaan seseorang yang memiliki keterikatan dengan suatu tempat disebut rasa kebangsaan atau yang dikenal dengan istilah nasionalisme.  Perilaku masyarakat terhadap potensi wisata yang dimiliki dapat menggambarkan rasa nasionalisme masyarakat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa keterkaitan kebanggaan masyarakat desa dan kesadaran memelihara budaya yang dimiliki desa mereka.  Responden berjumlah 45 orang penduduk desa.  Penelitian menggunakan disain penelitian deskriptif.  Sampel dipilih secara acak sederhana.  Data dikumpulkan dengan cara menyebarkan kuesioner.  Analisis meliputi uji validitas dan reliabilitas, analisis frekuensi, serta analisis mean dan korelasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua responden merasa bangga terhadap kekayaan budaya, alam, serta wisata buatan di desa mereka.  Penelitian ini juga menemukan bahwa responden sudah merasa memelihara budaya, alam, serta wisata buatan yang terdapat di desa mereka tetapi penerapanannya harus lebih ditingkatkan. Kata Kunci: Perilaku masyarakat desa,   potensi pariwisata. ABSTRACTThere are many rural tourism resources in Cibuntu, Kuningan, West Java.  It could be grouped into three items. They are cultural resources, natural resources, and human made tourism. Those resources are unique. This uniqueness  is tied to people identity  who live there. The feeling of someone who are attached to a certain place could be called as nasionalism. The rural tourism behavior of their tourism resources might describe a sense of their nasionalism. This research aimed to analyze the link of rural tourism behavior and their willingness to maintain their tourism resources at the village. The respondents were forty-five of rural residents. The study made use of descriptive research design.   The sample were choosen by simple random sampling.  The data were collected by distributing questionaires.  The analysis included validity and reliability test, frequency analysis, mean, and correlation analysis. The study found that all respondents were proud of their own culture, nature, and human made tourism.  It’s also found that all respondents have had a willingness to take care of their own culture, nature, and human made tourism but it must be improved in its implementation.  Keywords: Tourism resources, rural tourim behavior,  and pride
Pengembangan Destinasi Wisata Pada Tingkat Tapak Lahan Dengan Pendekatan Analisis Swot Hermawan, Hary
Jurnal Pariwisata Vol 4, No 2 (2017): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31311/par.v4i2.1942

Abstract

ABSTRAKKunjungan wisatawan ke Yogyakarta dari tahun ke tahun mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa masih terjadi ketimpangan kunjungan wisata antar kabupaten yang cukup mencolok karena kualitas destinasi wisata antar Kabupaten belum merata. Artikel ini mencoba untuk menggali konsep dalam pengembangan destinasi yang berbasis alam di Kawasan Puspo Ardi, dikaji dengan pendekatan SWOT. Hasil analisis merujuk pada strategi memperbaiki kelemahan untuk mengambil peluang (WO). Aplikasi dalam pengembangan destinasi tingkat tapak lahan, meliputi : Penataan taman atau landscaping; Pembangunan sarana wisata dan aksebilitas; Rekomendasi menggarap potensi daya tarik alam budaya serta potensi flora khas yang ada untuk dikemas menjadi daya tarik wisata yang indah, unik dan otentik dengan penataan taman atau landscaping sebagai kesan pertama dan icon wisata Puspo Ardi, Pengadaan faslititas mulai yang paling dasar seperti tempat parkir, plang penujuk, tempat duduk umum, gazebo, toilet, parkir dan seterusnya, dan pembangunan daya tarik yang iconik, atau instagramable untuk memaksimalkan potensi pasar anak muda dengan trend selfi.Kata kunci: Pengembangan destinasi, daya tarik wisata, tapak lahan, landskapingABSTRACTTourist visits to Yogyakarta from year to year experienced a fairly rapid growth. But it can not be denied that there is still an imbalance in tourist visits between districts is quite striking because the quality of tourist destinations between districts has not been evenly distributed. This article attempts to explore concepts in the development of natural-based destinations in the Puspo Ardi region, studied by the SWOT approach. The results of the analysis refer to the strategy of fixing weaknesses to take opportunities (WO). Applications in the development of land-level destination sites, including: Arrangement of parks or landscaping; Development of tourism facilities and accessibility; The construction of the Recommendations on the Group of natural charm and culture group flora typical tourist attraction to be included in a beautiful, unique and authentic with a garden or landscape configuration as the first impression and a tourist icon Puspo Ardi, the procurement of the start faslititas the most basic such as parking, mark penujuk, General seating, gazebo, toilets, parking and so on, and the development of iconik attractions, or instagramable to maximize the Groups young market with trends selfie.Keywords: Destination development,tourism attraction, tread land, landscaping
Wisata Bencana : Sebuah Studi Kasus Lava Tour Gunung Merapi Muktaf, Zein Mufarrih
Jurnal Pariwisata Vol 4, No 2 (2017): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.9 KB) | DOI: 10.31311/par.v4i2.2356

Abstract

ABSTRAKMunculnya tren ekowisata sebagai bagian wisata minat khusus menjadi tawaran tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi wisata yang berbeda. Selain kemunculan bentuk wisata minat khusus ekowisata, juga muncul banyak ciri wisata lainnya, seperti munculnya dark tourism dan disaster tourism. Dua wisata minat khusus yang telah disebutkan terakhir ini cukup menarik untuk didiskusikan. Petanyaan dalam penelitian ini adalah bagaimana fenomena wisata bencana pada Lava Tour di Gunung Merapi? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui praktik wisata bencana Lava Tour Gunung Merapi. Objek penelitian adalah komunitas wisata di kawasan wisata Lava Tour yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah; pertama, wisata bencana adalah wisata edukasi yang mana kehancuran, kematian dan kehidupan kembali sebagai  daya tarik wisata; Kedua,  bahwa wisata bencana menghadirkan trip atau tur karena wisatawan bisa melihat langsung situs bencana; Ketiga, peran komunikasi antara komunitas wisata pada wisatawan menjadi sangat penting, seperti menceritakan kronologi peristiwa kepada wisatawan. Lebih baik jika yang menceritakan adalah korban langsung atau saksi mata langsung, karena lebih otentik dan meyakinkan; Keempat, wisata bencana lebih mengutamakan interaksi antara saksi dan wisatawan; Kelima, wisata bencana bisa menjadi bagian dari literasi bencana, dikarenakan saksi atau korban menjelaskan banyak hal tentang kebencanaan. Kata kunci : wisata bencana; tur; Gunung Merapi; komunikasi pariwisata; literasi bencana ABSTRACKThe emergence of ecotourism trends as part of nature tourism to be an offer for tourists who want to feel the sensation of different tourist. In addition to the emergence of ecotourism, also appeared many other sort of tourism, such as dark tourism and disaster tourism. Dark tourism and disaster tourism is interesting enough to be discussion. The quention of this research is how the phenomenon of disaster tourism on Lava Tour in Mount Merapi? The purpose of this research is to know the practice of disaster tour “Lava Tour” Mount Merapi. The object of research is community-based tourism in Lava Tour area located in Disaster Prone Area (Kawasan Rawan Bencana) III. Research method using case study approach. The conclusion of this research is, first, disaster tour is educational tour which destruction, death and back a life as tourist attraction. Secondly, that disaster tour presents a trip or tour because tourists can direct to see the disaster site. Third, the role of communication between the community-based tourism to the tourists are very important, such as telling the chronology of events to the tourists. It is better if the source of information teller is a direct victim or a direct eye witness, because it is more authentic and convincing. Fourth, disaster tourism prefers the interaction between witnesses and tourists. Fifth, disaster tours can be part of disaster literacy, as witnesses or victims explain a lot about disaster.Keywod : disaster tourism; tour; Mount Merapi; Tourism Communication; disaster literacy 
Peningkatan Kompetensi Mahasiswa Melalui Praktek Kerja Lapangan Di Hotel Aditya, Michael Khrisna; Pramanik, Purwanti Dyah
Jurnal Pariwisata Vol 4, No 2 (2017): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31311/par.v4i2.2019

Abstract

ABSTRAKSumber daya manusia merupakan salah satu aset yang penting bagi suatu organisasi.  Sumber daya manusia yang merealisasikann visi perusahaan. Pelatihan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia.  Ketika kapabilitas sumber daya manusia meningkat maka kompetensi karyawan akan semakin baik. Dalam rangka melakukan pengembangan keahlian sumber daya manusia perlu adanya tempat pelatihan yang layak.  Tujuan penelitian untuk mengidentifikasikan peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui praktek kerja di hotel. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan diolah untuk mendapatkan hasil rata – rata. Responden penelitian adalah 48 mahasiswa program studi D3 Perhotelan dan D4 Perhotelan di Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti yang melaksanakan praktek kerja lapangan di hotel yang berlokasi di Pulau Bali.  Mereka melakukan training selama 6 bulan dan 12 bulan pada tahun 2016/2017. Mereka dipilih dengan teknik probability sampling.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi sebesar 30,12%  untuk bekerja dibawah tekanan,  29,60% untuk bekerja dengan berbeda budaya,  29,41% untuk mempelajari pengetahuan diluar bidang ilmu,  28,19% untuk kompetensi manajemen waktu, dan 27,45% untuk kompetensi pengetahuan dibidang ilmu. Kata Kunci : Kompetensi, Praktek Kerja Lapangan, Hotel ABSTRACTHuman resources are one of the important aspects for an organization.  They are the people who reach the organizational vision.  Training is one of the ways to improve human resources capabilities.  While the capabilities of human resources improve, the human resources’ competencies will increase as well.  In order to develop human resources’ competencies, there will need an appropriate place for doing training activities.  The aim of the research was identifying human resources competencies improvement by doing the training in the hotel.  The research method was quantitative descriptive.  The respondents were 48 persons of D3 and  D4 of Hotel Vocational College Students of Trisakti School of Tourism who had training in Bali Island. The respondents were trained in the hotel for 6 and 12 months in 2016/2017. They’re chosen by probability sampling technique.  The research result found that there were competencies improvement of 21(thenty-one) competency element.  The four highest competencies were the ability to work under pressure, to work in cultural diversity, knowledge improvement of outside  of their own discipline, time management, and knowledge improment of in their own discipline. Keywords: Competency, On The Job Training, Hotel

Page 1 of 1 | Total Record : 8