cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Hikmah Journal of Islamic Studies
ISSN : 20882629     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
HIKMAH (ISSN. 2088-2629) is a journal of Islamic Studies which published by ALHIKMAH Islamic Studies Institute Jakarta. This journal is published each semester. It is publication media for research results and the thoughts of lectures, intelectuals, and the observer of Islamic studies. By upholding the spirit of multi disciplinary studies, the HIKMAH journal is providing various research report and articles which related to the f eld of education, social, culture, law, politics, economy, and science. T ey are seriously studied in terms of islamic perspective. the substance of the writings is the responsibility of the writers and doesn’t necessarily ref ected the oppinion of the redaction.
Arjuna Subject : -
Articles 77 Documents
Urgensi Musyawarah dalam Alqur'an (Kajian Tafsir Tematik) Majid, Zamakhsyari Abdul
Hikmah Journal of Islamic Studies Vol 15, No 2 (2019): Kajian Al-Qur'an dan Metodologi Tafsir
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.119 KB) | DOI: 10.47466/hikmah.v15i2.139

Abstract

The purpose of this writing is motivated by the change in paradigm and system of freedom in opinion, equality and fairness towards social behavior in the society. This study measures, compares and analyzes the principles of deliberation in the dimensions of Al-Qur'an, as well as comparing scientific principles that are sourced from the West. The influence of cultural acculturation and the development of Western political theory have become an urgency for the democratic system. So that requires an in-depth analysis about the perspective of Al-Qur'an towards deliberation, the position of deliberation in Islam, the principle of deliberation and the urgency of deliberation through the phenomenology of Al- Qur'an in solving that problem. Keywords: Deliberation, Al-Quran, Paradigm, Social Behavior Tujuan penulisan ini dilatarbelakangi oleh perubahan paradigma dan sistem kebebasan berpendapat, persamaan dan keadilan terhadap perilaku sosial di masyarakat. Kajian ini mengukur, membandingkan dan menganalisa prinsip musyawarah dalam dimensi Al-Quran, serta membandingkan kaidah-kaidah keilmuan yang bersumber dari Barat. Pengaruh akulturasi budaya dan perkembangan teori politik Barat telah menjadi urgensi bagi sistem demokrasi. Sehingga memerlukan sebuah kajian analisa yang mendalam tentang perspektif Al-Quran terhadap musyawarah, kedudukan musyawarah dalam Islam, prinsip musyawarah dan urgensi musyawarah melalui fenomenologis Al- Quran dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Kata Kunci : Musyawarah, Al-Quran, Paradigma, Perilaku Sosial
Ziarah dan Relasi Sunni-Syiah: Akar Serazngan Mematikan Terhadap Peziarah di Pakistan Tarobin, Muhammad
Hikmah Journal of Islamic Studies Vol 15, No 1 (2019): Studi Islam Kontemporer
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.349 KB) | DOI: 10.47466/hikmah.v15i1.130

Abstract

One of the areas that had conflict and the deadliest religious conflicts and violence in Islam world is in Pakistan, a Nation that has strong and profound Islamic tradition. Muslims in Pakistan are around 180 millions population, and 15 percent among them are followers of Shia madzhab. It has been three decades since Pakistan was declared in 17 August 1947, Sunni and Shia community lived in Harmony. However, ahead of Islamic revolution in Iran in 1979, Sunni-Shia’s relation heated up. In the last two decades, Pakistan region has become the deadliest region, especially for Pakistan Shia Pilgrims. This paper tries to see the root of the problems. Based on study toward literary materials, there are three factors causing Sunni-Shia conflict in Pakistan, which are : by the appointment of General Muhammad Zia-ul-Haq in the authority (1977), The Iranian Islamic Revolution in 1979, and the politics of nerve war in border Kashmir and Afganistan. Nevertheles, conflicts and the deadly violence are more complex due to power competition in the country and intervention from United States, Saudi Arabia, and Iran. Keywords: Wali, Tawassul bi al-Dhāt, Salafi- Wahabi, Imāmiyah. Salah satu wilayah yang mengalami konflik dan kekerasan keagamaan paling mematikan di dunia Islam adalah Pakistan, negara yang memiliki tradisi keIslaman cukup kuat dan mengakar. Umat Muslim di Pakistan berjumlah sekitar 180 juta, dan 15 persen diantaranya merupakan penganut mazhab Syiah. Telah tiga dasawarsa sejak Pakistan didirikan pada 17 Agustus 1947, komunitas Sunni dan Syiah hidup dalam suasana harmonis. Namun menjelang revolusi Islam di Iran pada 1979, hubungan Sunni- Syiah memanas. Dua dasawarsa terakhir wilayah Pakistan menjadi wilayah paling mematikan, khususnya bagi peziarahpeziarah Syiah Pakistan. Tulisan ini hendak melihat akar permasalahan tersebut. Berdasarkan telaah terhadap bahanbahan tertulis, ada tiga faktor yang menyulut konflik Sunni- Syiah di Pakistan, yakni: naiknya Jenderal Muhammad Zia-ul- Haq dalam tampuk kekuasaan (tahun 1977), Revolusi Islam Iran tahun 1979, dan politik perang syaraf di perbatasan Kashmir dan Afghanistan. Namun, konflik dan kekerasan mematikan tersebut semakin kompleks akibat persaingan kekuasaan di dalam negeri, dan campur tangan Amerika Serikat, Saudi Arabia, dan Iran. Kata Kunci: Wali, Tawassul bi al-Dhāt, Salafi- Wahabi, Imāmiyah.
Kompetensi Pendidikan Agama dalam Surat Al-'Alaq Perspektif Tafsir Al-Misbah Karya Muhammad Quraish Shibah Ayu, Dewi; Syukur, Taufik Abdillah
Hikmah Journal of Islamic Studies Vol 15, No 2 (2019): Kajian Al-Qur'an dan Metodologi Tafsir
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.626 KB) | DOI: 10.47466/hikmah.v15i2.135

Abstract

The purpose of this study was to determine the Competence of Religious Educators based on Q.S. Al-‘Alaq's perspective on the Tafsir al-Misbah by M. Quraish Shihab. Research that uses the Pure library research method. The results of this study obtained data that the competence of religious educators in the Q.S. al-‘Alaq perspective of Tafsir Al-Misbah by M. Quraish Shihab consists of pedagogic competence, personality competence, social competence, and professional competence. This conclusion supports Article 10 of the Law of the Republic of Indonesia number 14 of 2005 concerning teacher competencies. Keywords: Competence, Religious Educator, Surat al-‘Alaq, Tafsir al-Misbah penelitian ini adalah untuk mengetahui Kompetensi Pendidik Agama berdasarkan Q.S. Al-Alaq perspektif tafsir al- Misbah karya M. Quraish Shihab. Penelitian yang menggunakan metode Pure library research. Hasil penelitian ini memperoleh data bahwa kompetensi pendidik agama dalam Q.S. al-‘Alaq perspektif tafsir al-Misbah karya M. Quraish Shihab terdiri dari kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Kesimpulan ini mendukung Pasal 10 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 tentang kompetensi guru. Kata Kunci: Kompetensi, Pendidik Agama, Surat al-‘Alaq, Tafsir al-Misbah
Majaz Al-Qur'an dalam Perspektif Sejarah (Studi Perbandingan antara Abi Ubaidah, al-Jahizh dan Qadhi ‘Abdul Jabbar) Ekawati, Ekawati
Hikmah Journal of Islamic Studies Vol 15, No 2 (2019): Kajian Al-Qur'an dan Metodologi Tafsir
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.984 KB) | DOI: 10.47466/hikmah.v15i2.140

Abstract

The aims of this paper are: (1) to analyze the paradigm of Abi Ubaidah, al-jahizh and Qadhi ‘Abdul Jabbar about the metaphors of The Koran from the historical point of view. (2) to interpret and describe metaphors analytically as one of the aesthetics of language styles in The Koran. This paper applies qualitative approach to discuss the problems as well as library research with comparative and comprehensive analysis method. It means that to know the paradigm of “mufassir” and metaphors in The Koran, the writer should know the similarities and differences among “mufassir' opinions, especially in the interpretation of controversial verses. To obtain the data of those three “mufassir” the writer uses historical approach. Abi Ubaidah and al-Farra’ have a great distribution in revealing the secret of the verses in The Koran, especially the meaning of metaphors. Both “mufassir” are the pioneers and inspirators of the next followers such as Al- Jahizh, Ubnu Qutaibah and Al-Qodhi, ‘Abdul Jabbar. The result of their thoughts will be inherited to the next generation as the medium of streng their belifs . Keywords: Majāz, Sejarah, al-Qur’an Tulisan ini bertujuan untuk (1) mengkaji cara pandang Abi Ubaidah, al-Jahizh dan al-Qadhi ‘Abdul Jabbar tentang majāz al-Qur’an ditinjau dari perspektif sejarah. (2) menginterpretasi atau mendeskripsikan secara analitis tentang Majāz sebagai salah satu bentuk keindahan gaya bahasa al-Qur’an. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dan untuk membahas persoalan yang ada dalam penelitian ini, penulis menggunakan penelitian kepustakaan (library research), dengan pendekatan metode analisis komprehensif dan komparatif. Artinya, untuk mengetahui cara bergulirnya pandangan para mufassir tentang majāz dalam al-Qur’an, terlebih dahulu harus dilihat segi persamaan dan perbedaan antara dua atau lebih pendapat mereka pada lafazh atau ayat yang diperselisihkan penafsirannya. Untuk mendapatkan data mengenai ketiga tokoh tersebut, digunakan pendekatan sejarah. Abi Ubaidah dan al-Farra’ memiliki andil yang cukup besar dalam menguak rahasia kandungan susunan kalimat baik al-Qur’an maupun bahasa Arab dalam pengertian majāzī-nya. Keduanya merupakan pioner dan pembawa obor bagi generasi selanjutnya seperti al-Jahizh, Ibnu Qutaibah, dan Qadhi ‘Abdul jabbar. Hasil dari kedua pemikir tersebut, generasi selanjutnya dapat menjadikan ta’wīl al-Qur’an sebagai media memperteguh iman mereka. Kata Kunci: Majāz, Sejarah, al-Qur’an
Implementasi E-Learning dalam Upaya Meningkatkan Kreativitas Dosen dan Mahasiswa di STAI Alhikmah Jakarta Abusiri, Abusiri; Ekawati, Ekawati; Khotimah, Sita Husnul
Hikmah Journal of Islamic Studies Vol 15, No 1 (2019): Studi Islam Kontemporer
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.096 KB) | DOI: 10.47466/hikmah.v15i1.131

Abstract

The development of information technology and computer that develops very fast has positive impact on the daily life of society. The development of technology results in so many community services that have implemented ICT (Information and Communication Technology). In business, we often hear the term of e-business or e-commerce, in Governancy it is often called by e-government, and in the field of education it is known by e-learning. E-learning is an education system that uses electronic application to support learning and teaching activity using internet media or computer networks. To find out the utilization of e-learning by lecturers and students as learning media, in-depth study needs to be conducted. Islamic Religion College ALHIKMAH Jakarta is a college institution that tries to apply information technology and communication as the basis of learning and teaching process in every subject course held. Keywords: Implementation, E-Learning, Creativity Perkembangan teknologi informasi dan komputer yang sangat cepat, berdampak positif pada kehidupan di masyarakat sehari-hari. Perkembangan teknologi menghasilkan begitu banyak layanan masyarakat sudah mengimplementasikan ICT (Information and Communication Technology). Dalam bisnis sering kita dengar dengan istilah e-business atau e-commerce, di dunia pemerintahan biasa disebut dengan istilah e-government dan bagi dunia pendidikan dikenal dengan istilah e-learning. E-learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan menggunakan media Internet atau jaringan komputer, maupun dengan komputer standalone. Untuk mengetahui pemanfaatan e-learning oleh dosen dan mahasiswa sebagai media pembelajaran perlu dilakukan kajian secara mendalam. Sekolah Tinggi Agama Islam ALHIKMAH Jakarta merupakan sebuah lembaga perguruan tinggi yang mencoba menggunakan teknologi informasi dan komunikasi sebagai dasar dalam setiap proses belajar mengajar di setiap mata kuliah yang diselenggarakannya. Kata Kunci: Implementasi, E-Learning, Kreativitas
Corak Penafsiran Al-Qur'an Periode Klasik Hingga Modern Danial, Danial
Hikmah Journal of Islamic Studies Vol 15, No 2 (2019): Kajian Al-Qur'an dan Metodologi Tafsir
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.93 KB) | DOI: 10.47466/hikmah.v15i2.136

Abstract

Al-Qur'an as a source of knowledge and life, therefore it is needed a method in exploring the treasure of knowledge which are contained inside it, not only the method needed. Since the vastness of interpretation study, so, many kinds of scientific approaches have been used to understand it. This writing is a part of research in order to explore many styles of interpretation since classical period to contemporary, which were compiled and formulated by the scholars, the writer sees the importance of detecting how far is that formulation can be used and developed in the al-Qur'an studies. Until now, interpreter scholars will continue to develop various fields of science in order to approach the Qur'an, until the virtues of al-Qur'an can be obtained and used as good as possible. These interpretation styles use the bi al-ra'yi interpretation form, which has always been a clash among the scholars in determining the position of these styles, some accept and some reject. It is also found in this article that every scholars has differences in concluding the number of interpretation styles from classical period until modern, those differences are because of the time and object that is being researched, at least, the writer finds some styles of interpretation, such as fikih interpretation style, sufi interpretation style, philosophy, madzhab interpretation style, language literature interpretation style, iImi interpretation style, ilhadi interpretation style, adabi Ijtima’i interpretation style, haraki interpretation style. Keywords: Style, Interpretation, Clasic, Modern Al-Qur’an sebagai sumber ilmu dan kehidupan, olehnya itu dibutuhkan metode dalam menggali khazanah keilmuan yang terkandung didalamnya, tidak hanya metode yang dibutuhkan. Karena betapa luasnya kajian penafsiran sehingga berbagai pendekatan ilmu digunakan untuk memahaminya. Tulisan ini merupakan bagian dari penelitian dalam rangka menggali berbagai corak-corak penafsiran sejak zaman klasik hingga kontemporer, yang disusun dan dirumuskan oleh para Ulama, penulis melihat pentingnya mendeteksi sejauhmana rumusan tersebut dapat digunakan dan dikembangkan dalam kajian al- Qur’an. Sampai saat ini ulama tafsir akan terus mengembangkan berbagai bidang keilmuan dalam rangka mendekati al-Qur’an, hingga mutiara-mutiara al-Qur’an dapat diperoleh dan digunakan sebaik mungkin. corak-corak penafsiran tersebut menggunakan bentuk penafsiran bi al-ra’yi, yang sejak dulu terjadi pertentangan ulama dalam menentukan kedudukan dari corak-corak tersebut, ada yang menerima dan ada pula yang menolak. Pada artikel ini juga ditemukan bahwa setiap ulama berbeda dalam menyimpulkan jumlah corak-corak tafsir dari klasik hingga modern, perbedaan tersebut disebabkan karena masa dan objek yang sedang diteliti, setidaknya penelis menemukan beberapa corak tafsir diantaranya, corak tafsir fikih, corak tafsir Sufi, Filsafat, corak tafsir mazhab, corak tafsir sastra bahasa, corak tafsir Ilmi, corak tafsir ilhadi, corak tafsir Adabi Ijtimā’i, corak tafsir akhlaqy, corak tafsir haraki. Keywords: Corak, Tafsir, Klasik, Modern
Pemaksaaan dalam Pendidikan dan Prestasi Belajar Nurbaiti, Nurbaiti
Hikmah Journal of Islamic Studies Vol 15, No 1 (2019): Studi Islam Kontemporer
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.942 KB) | DOI: 10.47466/hikmah.v15i1.124

Abstract

This research was conducted at the Lirboyo Islamic Boarding School, East Java. The purpose of this study is to find out about coercion in education and its contribution to student achievement. We used 65 sample and we used mixed research method. We used triangulation as the qualitative data validity, and we used the product moment correlation coefficient and the biserial point correlation coefficient as the quantitative data validity. We used data reliability by alpha cronbach and KR 21. The results showed, the form of coercion in this boarding school by giving sanctions (punishment). The results also showed, there was a positive and significant correlation between giving sanctions to student achievement and sanctions had a contribution to student achievement of 39.60 percent. Keywords: Islamic Boarding School, Students, Coercion, Education, Sanctions. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Lirboyo, Jawa Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang pemaksaan yang dilakukan dalam pendidikan dan kontribusinya terhadap prestasi belajar siswa. Jumlah sample dalam penelitian ini sebanyak 65 orang dan metode yang digunakan adalah metode penelitian campuran (mixed method). Validitas data secara kualitatif dengan menggunakan triangulasi, secara kuantitatif dengan menggunakan koefisien korelasi product moment dan koefisien korelasi point biserial. Reliabilitas data digunakan dengan alpha cronbach dan KR 21. Hasil penelitian menunjukkan, bentuk pemaksaan yang dilakukan di pondok pesantren ini dengan memberikan sanksi (punishment) terhadap pelanggaran yang dilakukan santri. Hasil penelitian juga menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikans antara pemberian sanksi terhadap prestasi belajar siswa dan pemberian sanksi memiliki kontribusi terhadap prestasi belajar siswa sebesar 39.60 persen. Kata Kunci: Pondok Pesantren, Santri, Pemaksaan, Pendidikan, Sanksi.
DINAR DIRHAM: PROBLEMATIKA MATA UANG SOLUSI DI TENGAH KRISIS Ambarwani, Diana
Hikmah Journal of Islamic Studies Vol 15, No 1 (2019): Studi Islam Kontemporer
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The getting worse of domestic currency, the more people will speculate on the system of currency usage. It will appear parties argue that the currency usage is no longer relevant in today?s monetary sistem. The phenomenon then become a strong reason to impost bi-metal currency which are gold dinar and silver dirham. In this article, presented problematics of imposing bi-metal currency, which is dinar dirham -- that can be used as solution in the midst of economic crisis or precisely it will lead to a new polemic. Finally, it was found that the dinar and dirham can not be the absolute solution to handle currency crisis. Because, the limited availability of gold become the greatest obstacle, less simple, and can be the trigger of crime. Besides that, crisis problem is not merely currency problem, but payment balance, interrelation of foreign transaction in which the economic condition of other countries as partners. Keywords: Dinar, Dirham, Solutions, Crisis Semakin terpuruknya nilai mata uang domestik, maka akan semakin banyak yang berspekulasi tentang sistem penggunaan mata uang. Muncullah pihak-pihak yang mensinyalir, jika penggunan mata uang, sudah tidak lagi relevan dengan kondisi sistem moneter yang kekinian. Fenomena tersebut yang kemudian menjadi alasan kuat untuk kembali memberlakukan mata uang dwi logam yakni dinar emas dan dirham perak. Dalam artikel ini ditampilkan problematika pemberlakuan mata uang dwi logam, yaitu dinar dirham?dapat dijadikan solusi di tengah-tengah krisis ekonomi atau justru akan memunculkan polemik baru. Akhirnya, ditemukan jawaban bahwa dinar dan dirham tidak secara mutlak dapat menjadi solusi atas krisis yang terjadi. Sebab, ketersediaan emas yang terbatas menjadi kendala terbesar, kurang praktis, dan dapat memicu kejahatan. Selain itu, persoalan krisis bukan semata-mata persoalan mata uang tetapi keseimbangan neraca pembayaran, keterkaitan transaksi luar negeri yang kondisi ekonomi negara lain sebagai mitra. Keywords: Dinar, Dirham, Solusi, Krisis
Pengaruh Kemampuan Menghafal Al-Qur'an dan Sikap Siswa Terhadap Hasil Belajar Matematika Khotimah, Sita Husnul
Hikmah Journal of Islamic Studies Vol 15, No 2 (2019): Kajian Al-Qur'an dan Metodologi Tafsir
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.405 KB) | DOI: 10.47466/hikmah.v15i2.137

Abstract

The purpose of this study is to determine the effect of ability to memorize al-Qur'an, students' attitude, and interactions both of them towards students' learning outcomes in mathematics. The research method used is the correlational survey method, the number of sample are 60 students from two classes who conduct memorization of Al-Qur'an. Data collection was done by using questionnaire distribution and test technique. Data analysis using correlation analysis and multiple regression methods. The statistical test used was t test and F test. Data analysis used correlation and regression techniques (simple & plural). From the research results found that: (1) there is a significant influence between the ability to read Al-Qur'an towards mathematics learning outcomes (r = 0.883 and Ŷ = 1,276 + 1,182X1). (2) there is significant influence between students' attitude towards mathematics learning outcomes (r = 0.876 and Ŷ = 0.509 + 0.138X2). (3) there is significant influence between the ability to memorize Al-Qur'an and students' attitude towards mathematics learning outcomes (r = 0.893 and Ŷ = 0.183 + 0.062X1 + 0.689X2). Keywords: Memorize al-Qur’an, Student’s Attitude, Matematics Learning Outcame. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kemampuan menghafal al-Qur’an, sikap siswa dan interaksi keduanya terhadap hasil belajar matematika siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey korelasional, sampel berjumlah 60 siswa dari dua kelas yang menerapkan hafalan al-Qur’an. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik penyebaran angket dan teknik tes. Analisa data dengan menggunakan metode analisis korelasi dan regresi ganda. Uji statistik yang digunakan adalah uji t dan uji F. Analisis data menggunakan teknik korelasi dan regresi (sederhana & jamak). Dari hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) terdapat pengaruh yang berarti antara kemampuan membaca al-Qur’an terhadap hasil belajar matematika (r = 0,883 dan Ŷ = 1.276 + 1,182X1). (2) terdapat pengaruh yang berarti antara sikap siswa terhadap hasil belajar matematika (r = 0,876 dan Ŷ = 0.509 + 0,138X2). (3) terdapat pengaruh yang berarti antara kemampuan menghafal Al-Qur’an dan sikap siswa terhadap hasil belajar matematika (r = 0,893 dan Ŷ = 0.183 + 0,062X1 + 0,689X2). Kata Kunci: Menghafal al-Qur’an, Sikap Siswa, Hasil Belajar Matematika.
Migrasi dan Problematika Minoritas Muslim Thailand Ekawati, Dian
Hikmah Journal of Islamic Studies Vol 15, No 1 (2019): Studi Islam Kontemporer
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.321 KB) | DOI: 10.47466/hikmah.v15i1.125

Abstract

Migration is the movement of population from one area to another, whether from one village to other village or from one city to another city and from one country to other country conducted by someone or group of society with intention to stay and live or not, due to various factors as the reasons. Thailand is one of the country in Southeast Asian countries with its geographical location between Australian Continent and China’s mainland. Muslims in Thailand are minority that develop rapidly and the biggest minority after China. They live in the southern part of Thailand as the base of Malay-Muslim communities, but it is a region that has religious conflict. Thai government obliges assimilation of Thai culture (Buddhism) towards Muslim minority. The struggle of Muslim Pattani society takes place for the their freedom in worship and conserves Pattani Malay c ulture. Keywords: Migration, Cultural Assimilation, Minority Muslims Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain baik itu dari desa ke desa lain, dari desa ke kota atau dari kota ke kota dan dari suatu negara ke negara lain yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok msyarakat dengan niat menetap atau tidak menetap karena berbagai faktor yang menjadi penyebabnya. Thailand adalah salah satu negara diantara negaranegara di kawasan Asia Tengara dengan letak geografisnya berada di kawasan antara Benua Australia dan daratan China. Umat Islam di Thailand merupakan minoritas yang berkembang cepat dan merupakan minoritas terbesar setelah China, Mereka tinggal di kawasan Thailand bagian selatan sebagai basis masyarakat Melayu-Muslim namun merupakan daerah konflik agama. Pemerintah Thailand mewajibkan asimilasi budaya Thai (agama Budha) kepada muslim minoritas. Perjuangan masyarakat Muslim Pattani terjadi demi kebebasan mereka dalam beribadah dan melestarikan budaya Melayu Pattani. Kata Kunci: Migrasi, Asimilasi Budaya, Muslim Minoritas