cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
PRofesi Humas : Jurnal Ilmiah Ilmu Hubungan Masyarakat
ISSN : 25286927     EISSN : 25413678     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Profesi Humas : Jurnal Ilmiah Ilmu Hubungan Masyarakat published by LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. ISSN 2528-6927 (printed), ISSN 2541-3678 (Online). Published twice a year (August and February). Profesi Humas provided an open access to publics for reading abstract and full papers. Profesi Humas focused on Public Relations studies.
Arjuna Subject : -
Articles 89 Documents
STRATEGI PEMELIHARAAN RELASIONAL DALAM KEGIATAN PUBLIC RELATIONS ONLINE BADAN PUBLIK DI INDONESIA Azhary, Syaiful
PRofesi Humas Vol 4, No 2 (2020): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/prh.v4i2.19558

Abstract

Praktik humas di negara demokratis harus menyajikan informasi yang akurat dan dalam bentuk komunikasi dua arah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi strategi public relations online dalam website resmi yang dijalankan oleh lembaga-lembaga publik di Indonesia menggunakan analisis strategi pemeliharaan relasional. Penelitian ini menggunakan metode analisis strategi pemeliharaan relasional dari Grunig dan Huang, 1999, dengan pendekatan positivisme dan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Dengan menggunakan analisis isi berupa fitur strategi pemeliharaan relasional pada website dan proporsional stratified random sampling berdasarkan hasil pemeringkatan penghargaan keterbukaan informasi badan publik di Indonesia tahun 2016. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi, rekomendasi, dan bimbingan teknis oleh badan publik dalam membangun fitur yang mendukung transparansi dan akuntabilitas informasi kepada publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humas badan publik di Indonesia lebih cenderung menggunakan platform media sosial untuk pemeliharaan relasional dengan publik daripada memanfaatkan fitur strategi pemeliharaan hubungan di website resmi mereka. Masih terdapat kesalahpahaman cara pandang humas badan publik di Indonesia dalam mendefinisikan aktivitas public relations online identik dengan pemanfaatan media sosial dalam kegiatan kehumasan. Selain itu, peraturan keterbukaan informasi publik belum cukup untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas informasi dilihat dari penggunaan fitur pemeliharaan relasional. Dibutuhkan kerangka acuan, pengetahuan dan pengalaman di bidang kehumasan dalam meningkatkan pengelolaan website yang informatif dan dialogis serta mampu menjalin hubungan baik dengan publik untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas informasi.
MANAJEMEN KRISIS PUBLIC RELATIONS DALAM MENANGANI PENOLAKAN IMUNISASI MEASLES RUBELLA Yulianti, Wulan; Boer, Rino Febrianno
PRofesi Humas Vol 4, No 2 (2020): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/prh.v4i2.23700

Abstract

Pada tahun 2017 fenomena imunisasi Measles rubella menarik perhatian publik. Adanya tindakan penolakan dari para orang tua menghasilkan pemberitaan negatif dan mengantarkan Kementerian Kesehatan pada situasi krisis. Public relations merupakan divisi yang berperan untuk melindungi dan mempertahankan reputasi yang dimiliki oleh organisasi melalui tindakan manajemen krisis. Tujuan penelitian ini yaitu ingin mengetahui manajemen krisis yang dilakukan oleh public relations Kementerian Kesehatan yang diperdalam dengan menggunakan Situational Crisis Communication Theory. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara mendalam serta mengumpulkan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen krisis yang dilakukan oleh public relations Kementerian Kesehatan pada tahap pre-krisis adalah kegiatan monitoring media. Saat krisis terjadi respon yang dilakukan tergolong strategi diminish untuk mengurangi dampak negatif dari peristiwa krisis. Beberapa tindakan yang dilakukan yaitu bekerja sama dengan Komite Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi, penyebaran release melalui website, berkomunikasi dengan Pemerintahan daerah, Dinas Kesehatan daerah, serta memanfaatkan media tradisional dan digital. Pada tahap post-krisis dilakukan dialog dengan Majelis Ulama Indonesia untuk melakukan kajian lebih lanjut mengenai kehalalan vaksin. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penanganan krisis terjadi karena perbaikan komunikasi dan kerja sama dengan para stakeholder. Adapun sarannya adalah sebaiknya ketika terjadi perbedaan pemahaman dengan Majelis Ulama Indonesia, public relations Kementerian Kesehatan dapat melakukan komunikasi yang lebih cepat agar masalah segera teratasi.
Kegiatan Hubungan Media pada Direktorat Komunikasi Publik di Universitas Padjadjaran Saraswati, Elvira Juwita; Romli, Rosnandar; Nugraha, Aat Ruchiat
PRofesi Humas Vol 3, No 2 (2019): PRofesi Humas
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.864 KB) | DOI: 10.24198/prh.v3i2.17679

Abstract

Kegiatan Media relations menjadi salah satu penentu dalam keberhasilan Unpad dalam mencapai misinya untuk menjadi transformative university oleh karena itu, dibutuhkan sebuah strategi komunikasi dan pendekatan khusus kepada media massa untuk mencapai tujuan tersebut. Adapun strategi media relations yang dilakukan melalui pola hubungan kegiatan kehumasan dalam bentuk two ways asymmetrical. Penelitian ini menjelaskan tahapan strategi komunikasi yang dilakukan Unpad terdiri dari tahap perumusan kebutuhan Publikasi Unpad dalam upaya menjalin hubungan baik dengan media massa, tahap perencanaan, tahap implementasi dan tahap evaluasi pada program Unpad Merespon dengan referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pendekatan komunikasi interpersonal yang dilakukan secara konsisten dan layanan informasi yang responsif dari pejabat Humas kepada wartawan mampu menciptakan hubungan media yang saling membutuhkan dan menguntungkan. Hubungan tersebut berjalan informal dengan memposisikan media massa sebagai bagian yang aktif dalam memberikan informasi kebutuhan berita yang dibutuhkan publik kepada Unpad serta dipengaruhi oleh figure public relation officer Unpad. Sehingga program “Unpad Merespon”, menjadi wadah yang mempertemukan kebutuhan media akan informasi yang sesuai dengan karakter media massa itu sendiri dan Unpad mendapat publikasi kepakaran para dosen yang menjadi narasumber dalam menaggapi persoalan yang kekinian di masyarakat. Hasil tulisan dari media massa tersebut bervariasi dan konsisten menempatkan akademisi Unpad sebagai sumber informasi yang kemudian dimonitoring untuk melihat responsifitas dari masyarakat terhadap eksistensi Unpad. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan jenis data kualitatifmelalui pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam kepada sembilan orang narasumber, terdiri dari tujuh orang staff dan pimpinan Direktorat Tata Kelola dan Komunikasi Publik, serta dua orang jurnalis dari harian Bisnis Indonesia dan Pikiran Rakyat.
PENGGUNAAN INSTAGRAM OLEH BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH UNTUK MENGOPTIMALKAN DESTINATION BRANDING PANGANDARAN Subekti, Priyo; Hafiar, Hanny; Bakti, Iriana
PRofesi Humas Vol 4, No 2 (2020): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/prh.v4i2.23545

Abstract

Perkembangan media sosial yang semakin pesat dan bertambahnya pengguna yang semakin banyak menjadikan media sosial menjadi salah satu sumber rujukan informasi oleh sebagian banyak masyarakat. Media sosial telah menciptakan sebuah pola baru dalam berkomunikasi dan berpartisipasi sosial, hal ini dapat dilihat dari banyaknya keterlibatan para pengguna dalam sebuah forum komunikasi atau platform media sosial. Saat ini banyak lembaga pemerintah, swasta dan organisasi masyarakat yang memanfaatkan media sosial menjadi salah satu media informasi untuk menjangkau masyarakat. BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Pangandaran memanfaatkan media sosial melalui akun instagram @pudalopspangandaran untuk memberitakan informasi mengenai kebencanaan, dan kegiatan yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Pangandaran untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kebencanaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan data kualitatif. Analisis yang digunakan dalam meneliti penggunaan Instagram oleh BPBD Kab. Pangandaran adalah konsep The Circular Model of Some dari Regina Luttrell yang terdiri dari membagikan (Share), mengoptimalkan (Optimize), mengelola (Manage), dan melibatkan (Engage). Tingginya potensi bencana di Pangandaran menjadi salah satu latar belakang perlunya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebencanaan. BPBD Kabupaten Pangandaran memanfaatkan instagram melalui akun @pusdalopspangandaran sebagai media informasi mengenai kebencanaan kepada masyarakat luas. Pengelolaan media sosial yang dilakukan oleh BPBD sudah cukup efektif menjangkau masyarakat khususnya masyarakat pangandaran, namun terkendala dengan kurangnya sumber daya manusia yang dapat mengelola media sosial agar tetap update.
Strategi Perencanaan Humas Media Sosial Radio OZ sebagai Upaya Transformasi Pendengar Wydaswari, Paramitha; Dida, Susanne; Prastowo, FX Ari Agung
PRofesi Humas Vol 3, No 2 (2019): PRofesi Humas
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.841 KB) | DOI: 10.24198/prh.v3i2.15711

Abstract

Radio memiliki banyak manfaat, dengan menggunakan radio informasi dapat disampaikan dengan cepat ke masyarakat. Manfaat lainnya dari penggunaan radio adanya jangkaunya yang luas dan menghibur karena memiliki keunggulan yakni suara. Persaingan radio saat ini sangat kuat, ditambah dengan kehadiran media sosial, dimana banyak masyarakat saat ini menggunakan media sosial untuk mencari dan menyebarkan informasi. Perkembangan media sosial juga dirasakan oleh Radio OZ. Pada masanya, Radio OZ  sangat populer di kalangan remaja bahkan menjadi referensi gaya hidup remaja masa kini. Agar mampu bersaing di era yang kompetitif, Radio OZ menggunakan digital marketing untuk menjangkau pendengarnya. Oleh karena itu penelitian ini memiliki tujuan bagaimana menggunakan digital marketing dalam hal ini media sosial dengan perencanaan yang baik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, untuk menggambarkan hasil penelitian secara mendalam. Adapun hasil penelitian menemukan enam langkah menggunakan media sosial dengan baik. Enam langkah tersebut adalah analisis situasi, penentuan tujuan, menentukan target, memilih strategi, taktik, dan yang terakhir adalah menyusun waktu penggunaan. Perkembangan digital marketing dalam wujud media sosial memberikan kemudahan bagi pengelola media penyiaran untuk mengkomunikasikan transformasi kepada pendengarnya. Namun demikian tetap harus memperhatikan langkah-langkah pemanfaatan media sosial di antaranya pemahaman situasi dengan mengedepankan penelitian sebagai radar akan kebutuhan pendengar.
IMPLEMENTASI STRATEGI KOMUNIKASI “BANDUNG JUARA” SEBAGAI BAGIAN DARI CITY BRANDING KOTA BANDUNG Romli, Rosnandar; Romli, Nada Arina
PRofesi Humas Vol 4, No 2 (2020): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/prh.v4i2.23547

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk membahas implementasi strategi komunikasi program ?Bandung Juara? yang merupakan bagian dari city branding Kota Bandung serta hambatan-hambatan yang dialami oleh pemerintah kota Bandung sebagai pelaksana dalam mewujudkan program ?Bandung Juara?. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian berupa studi kasus. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan key informan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam semi struktur (in-depth), observasi, dan studi kepustakaan. Adapun teknik analisis data yang dilakukan secara induktif yang disusun secara deskriptif. Adapun teori yang digunakan dalam menganalisis fenomena dalam penelitian ini adalah teori konstruksi sosial atas realitas dari Berger dan Luckman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi ?Bandung Juara? sebagai bagian dari city branding Kota Bandung diinternalisasi oleh pemerintah Kota Bandung serta masyarakat Kota Bandung melalui berbagai program seperti menggalakan bersepeda, musrenbang, mempermudah izin usaha, relawan kebersihan dan penataan taman kota. Namun demikian, terdapat pula berbagai hambatan dalam internalisasi program ?Bandung Juara? ini antara lain: (1) rendahnya sense of belonging stakeholders kota, (2) keterbatasan waktu dan SDM yang dimiliki Pemkot Bandung, (3) strategi sosialisasi Pemkot Bandung yang tidak bisa menjadikan Program ?Bandung Juara? ini sebagai alat rekayasa sosial (social engineering), (4) Munculnya sudut pandang negatif dari para stakeholder kota terhadap Pemkot Bandung sebagai pencetus Program ?Bandung Juara?, (5) dominasi staf Pemkot Bandung, (6) kebiasaan buruk warga Kota Bandung. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi strategi komunikasi oleh Pemkot Bandung dalam mewujudkan Program ?Bandung Juara? sudah dilakukan, tetapi semua itu tidak menjamin proses internalisasi stakeholder kota akan sukses terbentuk. 
Model Kemitraan PT. Holcim Indonesia Tbk. Nassaluka, Efrin Umma; Hafiar, Hanny; Priyatna, Centurion Chandratama
PRofesi Humas : Jurnal Ilmiah Ilmu Hubungan Masyarakat Vol 1, No 1 (2016): PRofesi Humas
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.994 KB) | DOI: 10.24198/prh.v1i1.9468

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk tahap perumusan kebutuhan bersama, pembentukan landasan bersama dan vis misi, penyusunan agenda kegiatan, penyampaian rencana aksi dan evaluasi kemitraan, dan penyusunan strategi penghentian kemitraan. Metode yang digunakan adalah deskiptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka. Teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber data.Berdasarkan penelitian, proses awal adalah dengan merumuskan kebutuhan bersama melalui social mapping, mengatasi perbedaan latar belakang kedua pihak dan mengadakan pelatihan. Tahap kedua adalah mengadakan pertemuan tertutup membahas landasan bersama, visi misi, kemudian menyatukan informasi tentang kebutuhan dengan visi misi untuk merencanakan agenda kegiatan. Selanjutnya, kedua pihak menyusun agenda kegiatan lewat road map dan Balanced BussinesPlan, serta merencanakan struktur kerja formal. Tahap selanjutnya adalah penyampaian rencana aksi berupa pemberian layanan atau jasa pada implentasi program CSR, menjaga keterlibatan pihak bermitra, serta evaluasi kemitraan. Tahap penyusunan exit strategy dilakukan dengan langkah perencanaan dan persiapan, perencanaan tindakan lanjut, serta persiapan generasi selanjutnya.Saran pada penelitian ini adalah agar pihak perusahaan banyak mengadakan pelatihan khususnya mengenai pengelolaan CSR. Perusahaan sebaiknya menggunakan metode audit komunikasi sebagai salah saru cara mengevaluasi kemitraan ini. PKM sebaiknya mengkuantifikasikan ukuran tindakan yang mereka usulkan untuk di lakukan dengan tabel kuantifikasi kebutuha. PKM sebaiknya lebih ulet merencanakan program CSR walau sederhana. Pemerintah sebaiknya mendukung praktik comdev seperti ini dengan memberikan kemudahan birokrasi saat pelaksanaan CSR
Makna Kegiatan Unilever Future Leaders League bagi Para Peserta Artawan, Gede Adi Wiswa Mitra; Shinta Dewi, Evie Ariadne; Budiana, Heru Ryanto
PRofesi Humas : Jurnal Ilmiah Ilmu Hubungan Masyarakat Vol 1, No 1 (2016): PRofesi Humas
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.959 KB) | DOI: 10.24198/prh.v1i1.9469

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah dimana peneliti menemukan fenomena di dalam sebuah kompetisi bisnis yang bernama Unilver Future Leaders League, dimana para peserta yang pada awalnya memiliki motif yang sedemikian rupa, dengan tujuan atau harapan awal mereka untuk mengikuti UFLL, menjadi berbeda setelah mereka selesai mengikuti kompetisi ini dimana peserta akhirnya tertarik untuk bergabung lebih lanjut dengan Unilever sebagai karyawanmereka, meskipun tidak ada ajakan langsung dari Unilever untuk bergabung menjadi karyawan selama UFLL berlangsung. Peneliti disini menarik benang merah dimana UFLL tentu memiliki makna tersendiri bagi setiap individu peserta.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna kegiatan Unilever Future Leaders League oleh para peserta. Teori Fenomenologi Alfred Schutz digunakan sebagai landasanteori dalam penelitian ini. Metodologi yang digunakan yaitu kualitatif dengan teknikpengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi pustaka. Adapun key informan di dalam penelitian ini adalah para peserta dari kompetisi UFLL.Hasil dari penelitian ini adalah kegiatanUnilever Future Leaders League terbagi menjadi dua makna, makna UFLL sebagai kompetisi dan makna UFLL sebagai peluang unutk meneruskan karir di Uinlever. UFLL sebagai kompetisi dimaknai oleh para peserta sebagai sarana transformasi diri, tempat pembentukkan karakter dan langkah awal untuk bekerja di Unilever. Sedangkan makna UFLL sebegai peluang meneruskna karir di Unilever terbagi menjadi makna afirmatif, makna relatif dan makna negatif.Kesimpulan dari penelitian ini adalah dimana makna yang terdapat dalam setiap individu informan terbentuk dari pengalaman mereka selama mengikuti berbagai kegiatan di dalam kompetisi UFLL dan hasil saling bertukar makna dengan sesama peserta. Saran peneliti adalah sebaiknya Unilever memberikan wadah atau lebih mengorganisir para peserta yang telah selesai mengikuti Unilever Future Leaders League sesuai dengan tujuan awal Unilever yaitu untuk menjadikan mereka ambassador dari Unilever.Selain itu Unilever sebaiknya melakukan follow up kepada peserta sehingga nantinya peserta yang ingin melanjutkan karir ke Unilever dapat terakomodasi. Terakhir adalah sebaiknya Unilever memberikan kegiatan khusus dengan tema kepemimpinan sehingga benang merah dari kegiatan ini tetap terjaga. 
Peta Luaran Lembaga Pendidikan Komunikasi (Studi pada Program Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran) Rahmat, Agus
PRofesi Humas : Jurnal Ilmiah Ilmu Hubungan Masyarakat Vol 1, No 1 (2016): PRofesi Humas
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.964 KB) | DOI: 10.24198/prh.v1i1.9221

Abstract

Kesadaran akan pentingnya sumber daya manusia yang berkualitas telah lama menjadi kesepakatan para pemimpin, yang tidak ada kesepakatan adalah konsep kualitas dari hasil pendidikan. Penelitian ini tidak untuk memperdebatkan apakah kelompok pendidikan vokasi yang lebih berkualitas atau pendidikan akademik yang lebih berkualitas. Penelitian ini lebih berpegang pada pemikiran bahwa kualitas dari sebuah pendidikan pada akhirnya bertumbu pada penerimaan luaran sebuah lembaga pendidikan termasuk perguruan tinggi oleh masyarakat pengguna, dan penerimaan luaran oleh pengguna inilah yang akan memunculkan penilaian masyarakat mengenai tinggi atau rendah kualitas lembaga pendidikan.Kata kunci : Sumber daya, pendidikan, luaran, pengguna, kualitas
Penggunaan Media Massa sebagai Agen Sosialisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat akan Pentingnya Imunisasi Komariah, Kokom; Subekti, Priyo
PRofesi Humas : Jurnal Ilmiah Ilmu Hubungan Masyarakat Vol 1, No 1 (2016): PRofesi Humas
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.186 KB) | DOI: 10.24198/prh.v1i1.9502

Abstract

Penelitian ini berjudul Penggunaan Media Massa Sebagai Agen Sosialisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya dalam meningkatkan Kesadaran Masyarakat akan pentingnya Imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) media yang digunakan dalam upaya sosialiasi kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi pasca isu vaksin mengandung Tripsin; 2) hambatan yang di hadapai Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya  dalam upaya sosiliasi kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi pasca isu vaksin mengandung Tripsin. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan data kualitatif. Lokasi penelitian di Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya.Hasil penelitian menunjukkan: 1) Media yang digunakan dalam upaya sosialiasi kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi pasca isu vaksin mengandung Tripsin yaitu secara nasional dari pemerintah melalui media massa (televisi, radio),  media sosial (twitter, facebook), serta media nir-massa (spanduk, pamflet, baligo, brosur, CD). Secara khususnya Pemkab. Tasikmalaya untuk media massanya melalui radio swasta (2 radio swasta yang ada di kota tasikmalaya yaitu Talk show), media nir-massa (spanduk, baligo, umbul-umbul, balon, kaos), serta media sosial (twitter, WA, bbm); 2) Hambatan-hambatan yang dihadapi Dinkes Kab. Tasikmalaya dalam sosialisasi dan pelaksanaan PIN polio 2016 : a) Biaya  sosialisasi dan pelaksanaan Program Imunisasi Nasional (PIN) Polio ini adalah dari APBN, APBD melalui BOK (bantuan operasional kesehatan) th 2016. Akan tetapi karena pelaksanaan PIN 2016 ini jatuh di bulan Maret, anggaran dana tersebut belum ‘turun’, oleh karena itu semua dana adalah dana talangan dan utang; b) Terbatasnya petugas Dinkes; c) Kondisi  ada lokasi masyarakat jauh dan susah dijangkau kendaraan bermotor, sehingga pada pelaksanaan PIN memakan waktu 3 hari dan ada yang dilaksanakan sore hari; d) Tempat membawa vaksin (termos vaksin) standar internasional yang dimiliki Dinkes dan Puskesmas kurang jumlahnya,  sementara harganya mahal  dan anggaran belum turun.