cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AGREGAT
ISSN : 25412884     EISSN : 25410318     DOI : -
Core Subject : Engineering,
AGREGAT is a journal of Department of Civil Engineering, University of Muhammadiyah Surabaya. The journal will be published in every May and November yearly. The journal consists of result of research, literature review, and case reports created as realization of Tridharma college.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2 (2016)" : 8 Documents clear
ANALISA KELAYAKAN ALUR PELAYARAN (STUDI KASUS PELABUHAN NAGAN) Suhariyadi, Andik
AGREGAT Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe port is one of the transportation infrastructure that is vital for a region, its also to Kabupaten Nagan Aceh. Since the development of the region Nagan is supported by oil palm plantations that still use Sea port of Meulaboh ( Aceh Barat ) and port Susoh ( Aceh Barat Daya ) as a distribution port CPO result of oil palm plantation area Nagan. The difficulties encountered are far away from port locations conveniently place palm oil processing , thus requiring a greater cost for transporting CPO from Nagan Raya to the port. For the purposes of the above , it is necessary to Feasibility Study  Development port of  Nagan Raya. The method used in the following analysis is to perform observations of wave height , the depth of the sea lanes , speed and direction of the current survey. From the existing data and get results in that the width of the groove and out of the vessel to the port basin for two ships of 5000 DWT 1000 DWT and planned 205 m, while the depth of the sea lanes are planned as deep as 11 meters. For the safety of port operations in the area of rotation of the ship and on the quay the lowest tide minimum depth is 12 meters . While the minimum turning pool area which should be provided to ships of 10,000 DWT capacity is 66 019 m2 or 6.6 ha.Keywords : Sea lane, direction, wave, Nagan regency, port ABSTRAKPelabuhan adalah salah satu prasarana perhubungan yang vital bagi suatu daerah, demikian juga bagi Kabupaten Nagan Aceh. Karena perkembangan wilayah Nagan sangat ditunjang oleh perkebunan kelapa sawit yang selama ini masih menggunakan pelabuhan Laut Meulaboh (Kabupaten Aceh Barat) dan pelabuhan Susoh (Kabupaten Aceh Barad Daya) sebagai pelabuhan distribusi CPO hasil dari perkebunan kelapa sawit wilayah Nagan. Kesulitan yang dihadapi adalah lokasi pelabuhan berjauhan dengan lokasi Tempat Pengolahan Kelapa Sawit, sehingga membutuhkan biaya yang lebih besar untuk mengangkut CPO dari Kabupaten Nagan Raya ke pelabuhan tersebut.Untuk kepentingan tersebut di atas, maka diperlukan Studi Kelayakan Rencana Pembangunan Pelabuhan CPO Kabupaten Nagan Raya Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam.Metode yang digunakan dalam analisa berikut ini adalah dengan melakukan pengamatan tinggi gelombang, kedalaman alur laut, survey kecepatan dan arah arus. Dari data-data yang ada dan hasil di dapatkan bahwa Lebar alur keluar-masuk kapal ke kolam pelabuhan untuk dua kapal 1000 DWT dan 5000 DWT direncanakan 205 m,sedangkan untuk kedalaman alur laut direncanakan sedalam 11 meter. Untuk keselamatan operasional pelabuhan maka pada areal perputaran kapal dan di dermaga kedalaman minimum saat surut terendah adalah 12 meter. Sedangkan luas area kolam putar minimum yang harus disediakan untuk kapal kapasitas 10.000 DWT adalah 66.019 m2 atau 6,6 Ha.Kata kunci : Alur laut, arus, gelombang, kabupaten Nagan, Pelabuhan
Studi Revitalisasi Angkutan Sungai Sebagai Moda Transportasi Perkotaan di Kota Banjarmasin Abidin, Zainal
AGREGAT Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study was conducted to find a model of revitalization will be the reference in the development of river transport in the future Banjarmasin City. As  known that  since ancient Banjarmasin plays a strategic role in trade traffic between the islands, as it lies on the meeting  between the Barito and Martapura river is wide and deep. So the rivers are  navigable large vessels and the vessels can be docked  to the city of Banjarmasin. Nonetheless uniqueness in terms of its many  rivers are naturally used as transportation infrastructure,  transport participated gradually eroded by road transport modes. Therefore, if the above conditions are not anticipated early will make the development of river transport facilities and infrastructure will continue to degradation are seen physically as well as function. It is certainly not favorable to the development of the city of Banjarmasin in the future, because the river transport infrastructure is already available in nature and geography of Banjarmasin still  laneways river transport system continues to be maintained and developed. The results of this study indicate that the revitalization of river transport potential developed as urban transportation alternative that is integrated with the existing urban road  transport. Keywords: revitalization, urban transport, urban  river transport, urban road transport AbstrakStudi ini dilaksanakan untuk menemukan model revitalisasi yang akan menjaadi acuan dalam pengembangan transportasi sungai Kota Bnajarmasin di masa mendatang. Sebagaimana diketahui sejak dahulu Banjarmasin memegang peranan strategis  dalam lalu lintas perdagangan antar pulau, karena terletak di pertemuan antara sungai Barito dan  Sungai Martapura yang luas dan dalam. Sehingga sungai – sungai tersebut dapat dilayari kapal  besar dan kapal-kapal tersebut dapat merapat hingga Kota Banjarmasin. Meskipun demikian kekhasan dalam hal banyaknya sungai yang secara alami dimanfaatkan sebagai  prasarana transportasi, lambat-laun perannnya tergerus oleh moda transportasi darat.  Oleh karenanya kondisi di atas jika tidak diantisipasi sejak dini akan menjadikan perkembangan sarana dan prasarana transportasi sungai akan terus mengalai degradasi secara fisik maupun fungsinya. Hal tersebut tentu tidak menguntungkan untuk perkembangan Kota Banjarmasin ke depan, karena prasarana transportasi sungai sudah tersedia secara alami dan geografi Kota Banjarmasin masih memingkinkan utnuk system transportasi sungai terus dipertahankan dan dikembangkan. Hasil studi ini menunjukkan bahwa revitalisasi transportasi sungai sangat potensial dikembankan sebagai transportasi perkotaan alternative yang terintegrasi dengan angkutan darat perkotaan yang ada. Kata Kunci: revitalisasi, transportasi perkotaan, transportasi sungai perkotaan, transportasi jalan perkotaan
Studi Angka Koefisien Korelasi Kuat Tekan Beton Mutu Tinggi Berdasarkan Umur & Bentuk Benda Uji Standar SNI 03-2847-2002 Ray, Norman
AGREGAT Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTPrediction of compressive strength of concrete when a initial age is very necessary to determine whether the concrete reaches the specifications and as a quality control of concrete, and finally determine the solution of action if the concrete had failured. Codes / research have been issued for a prediction (correlation ratio) but research on the correlation in high quality concrete has not been widely discussed. This study aimed to obtain age correlation ratio and speciment form correlation for high strength concrete compressive strength. Analysis using statistical probability of the normal distribution. The test results showed that the use of high strength concrete will increase  the concrete compressive strength correlation than normal quality,  correlation ratio in high quality concrete at the age 3,7,14,21,28 days was 0.40 0.68 0.91 0.94 1. Correlation ratio on high quality concrete was still above the normal strength concrete correlations. While the ratio of correlation different shape speciment of cylindrical form φ = 15, t = 30 to  15:15:15 cube is equal or with the number of correlation of 1(one). This indicates that use of different shape speciment are not  to be influence to concrete strength.Keywords: high strength concrete, ratio correlation of concrete age, ratio correlation of concrete speciment ABSTRAKPrediksi kekuatan tekan beton saat umur muda sangat diperlukan untuk meyakinkan apakah beton mencapai spesifikasi yang direncanakan dan sebagai kontrol kualitas pekerjaan beton (Quality Control), dan akhirnya menentukan tindakan selanjutnya jika beton tidak memenuhi harapan. Beberapa aturan/ rekomendasi telah dikeluarkan untuk mengatur tentang prediksi (angka korelasi) sebelumnya namun penelitian tentang angka korelasi pada beton mutu tinggi belum banyak dibahas. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan angka korelasi umur dan rasio angka korelasi bentuk kuat tekan beton mutu tinggi. Analisa data menggunakan statistik probabilitas dalam distribusi normal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Penggunaan beton mutu tinggi akan meningkatkan angka korelasi umur kuat tekan beton dibanding mutu normal, angka korelasi  umur pada beton mutu tinggi pada umur 3,7,14,21,28 hari adalah 0,40 0,68 0,91 0,94 1. Nilai korelasi umur pada beton mutu tinggi ternyata masih di atas angka korelasi beton mutu normal. Sedangkan rasio angka korelasi bentuk benda uji dari silinder ϕ=15,t=30 ke kubus 15.15.15 adalah sama besar atau dengan angka korelasi sebesar 1. Hal ini menandakan bahwa penggunaan bentuk benda uji silinder atau yang lain tidak memberikan pengaruh perbedaan korelasi kekuatan tekannyaKata kunci: beton mutu tinggi, angka korelasi umur beton, angka korelasi bentuk benda uji 
PEMODELAN TRIP ATTRACTION KENDARAAN PRIBADI PADA RUMAH MAKAN ( STUDI KASUS: JL. MULYOSARI SURABAYA ) Huda, Miftachul
AGREGAT Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractEvery Activities center as school, university, department store, shop, station, terminal, and others can causes movements of vehicles or people. Restaurant or cafe is one of activities center that causes movements of vehicles or people. The purpose of this research is to know the best model of trip attraction of private vehicles to the restaurant or cafe, and the private vehicles in this research is car and motorcycle that entered to parking place, and the locations in this research are McDonald’s, Kafetien88, Double Dipps, Pizza Hut, SAS Cafe & Resto, and Waroeng SS.The analysis of this research is using multiple regression method. In this research using two dependent variable (Y) and they are total motorcycle (Y1) and total car (Y2), and the independent variable (X) is land area (X1) and building area (X2), parking area (X3), total of table (X4), total of employee(X5), and total of menu (X6). The primer data in this research is traffic counting and the secondary data is land area, building area, parking area, total of table, total of employee, and total of menu. The analysis was started with multiple linier regression analysis, t test, F test, and determination and correlation test. The model of trip attraction of motorcycle (Y1) = -24.074 + 0,134 X2 + 1,087 X4 (R2 = 0,978) and the model of trip attraction of private car (Y2) = 1,118 + 0,033 X1+ 0,183 X4 (R2 = 0,994). Keywords: linier regression, modeling, restaurant, Surabaya,trip attraction  AbstrakSetiap pusat aktivitas seperti sekolah, universitas, pusat perbelanjaan atau mall, toko, stasiun, terminal, dan lain-lain akan menghasilkan pergerakan baik kendaraan maupun orang. Rumah makan merupakan salah satu pusat kegiatan yang menghasilkan pergerakan baik kendaraan maupun orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui model tarikan perjalanan terbaik untuk kendaraan pribadi yang menuju rumah makan, dan kendaraan pribadi pada penelitian ini adalah sepeda motor dan mobil yang masuk parkir lokasi studi dan lokasi studi pada penelitian ini adalah McDonald’s, Kafetien88, Double Dipps, Pizza Hut, SAS Cafe & Resto, dan Waroeng SS. Penelitian ini dianalisis dengan metode regresi linier berganda. Penelitian ini menggunakan dua variabel terikat (Y), yaitu jumlah sepeda motor (Y1) dan jumlah mobil pribadi (Y2), dan variabel bebas (X) adalah luas tanah (X1), luas bangunan (X2), luas lahan parkir(X3), jumlah meja makan (X4), jumlah keryawan(X5), dan jumlah menu makanan (X6). Data primer pada penelitian ini adalah survei kendaraan yang masuk parkir dan data sekunder pada penelitian ini adalah luas tanah, luas bangunan, luas lahan parkir, jumlah meja makan, jumlah karyawan, dan jumlah menu makanan. Analisis diawali dengananalisis regresi linier berganda, uji t, uji F, dan uji determinasi dan korelasi. Hasil analisis model tarikan perjalanan sepeda motor (Y1) = -24.074 + 0,134 X2 + 1,087 X4 (R2 = 0,978) dan tarikan perjalanan mobil pribadi (Y2) = 1,118 + 0,033 X1+ 0,183 X4 (R2 = 0,994). Kata Kunci: Kota Surabaya,pemodelan, regresi linier, rumah makan, tarikan perjalanan
PERFOMA BIOCONC DALAM PENINGKATAN KUALITAS BETON Basoeki, Maknoe
AGREGAT Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTHigh strengh concrete is a concrete that has high compression strengh that used cement replacement materials to increased compression strengh. Cement replacement materials that usually used is silica fume and fly ash. In this paper, we observed the perfomance of high strengh concrete with OPC cement based material and silica fume as cement replacement (insertion), compared with Bioconc as micro-filler insertion, and also compared with paralel perfomance of both silica fume and Bioconc together in a concrete mix.  The variation of silica fume that used is 0%, 5%, 7,5% and 10%. Beside that, the variation of silica fume will be make as two variation, such as concrete with Bioconc and concrete without Bioconc to find out the influence of Bioconc. The w/c used is 0,25% from weight of binder, whereas to make a good workability then used superplasticizer. The variation of superplasticizer is find out by trial in the laboratory. The testing conducted at the age 1, 3, 7, 14, 21, 28 is compression strengh of paste, compression strengh of mortar, and compression strengh of concrete beside that at concrete specimen will be split and porosity test. From the result of research, the highest compression strengh at 28 days (B7,5M) is 69,71 Mpa, whereas the silica fume optimum is at 7,5%. Addition of Bioconc has no effect at concrete density but has an effect at compressive strengh. With Bioconc addition the compressive strengh increased ± 30%. Bioconc more effective in stand alone micro filler use. Mix use between Bicoconc-another filler may reduce its perfomance.Keywords : High Strengh Concrete, Compressive strengh, Bioconc, Silica fume ABSTRAKSIDalam penelitian ini akan dibuat beton mutu tinggi dengan menggunakan material dasar semen OPC dan silica fume sebagai pengganti semen. Kadar silica fume yang digunakan adalah 0%, 5%, 7,5% dan 10%. Selain itu dari kadar silica fume tersebut akan dibuat dua variasi yaitu beton dengan Bioconc dan beton tanpa Bioconc untuk mencari tahu pengaruh dari Bioconc tersebut. Faktor air semen yang dipakai adalah 0,25% dari berat binder, sedangkan untuk membuat workabilitynya bagus maka digunakan superplasticizer. Kadar superplasticizer yang digunakan dicari lewat trial pengujian di laboratorium. Pengujian yang dilakukan pada umur 1, 3, 7, 14, 21, 28 adalah uji tekan pasta, uji tekan mortar dan uji tekan beton, selain itu pada benda uji beton umur 28 hari akan dilakukan uji split beton dan uji porositas.           Dari hasil penelitian didapatkan kuat tekan beton tertinggi pada umur 28 hari (B7,5M) adalah 69,71 MPa, sedangkan variasi silica fume yang paling optimum ada pada kadar 7,5%. Penambahan Bioconc tidak berpengaruh pada berat volume beton tetapi berpengaruh pada kuat tekan beton tersebut. Dengan penambahan Bioconc maka kuat tekan beton meningkat sebesar ± 30%Kata Kunci :  Beton Mutu Tinggi, Kuat Tekan, Bioconc,  Silica fume
Studi Dampak Pengembangan Pemukiman di Wilayah Pesisir Surabaya Timur Rosytha, Anna
AGREGAT Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe rapid development of Surabaya is a pull factor for people from outside the city of Surabaya to urbanization and sedentary, Added number of people will continue to demand an increase in the availability of the number of settlements (real estate), apartments, hotels , mall, both in the area of West Surabaya and East Surabaya, in addition to industrial and warehousing.Surabaya has undertaken various development to meet the needs of the growing number of population, one in the coastal areas of East Surabaya which is largely ponds and mangrove forests. Surabaya East region is an area with land use change occurs rapidly from several years. The phenomenon of land-use changes cover a wide area can be observed and analyzed, one with remote sensing technology. The results obtained from this study indicate a change in land use from 2003 to 2013 the most comprehensive, namely in the sectors of housing, mostly occurred in District Rungkut, Gunung Anyar and Sukolilo with a concordance rate of land use with RDTRK is low primarily concerned with preservation of mangrove forest area that current conditions for about 70% of the area controlled by the private sector, this will require more attention to the future because of the reduced catchment area potentially increasing the risk of flooding in the region. Keywords : remote sensing, land use, mangrove, flood ABSTRAKPesatnya perkembangan Kota Surabaya merupakan faktor penarik bagi penduduk dari luar kota Surabaya untuk urbanisasi dan menetap, Pertambahan jumlah penduduk tersebut akan terus menuntut peningkatan ketersediaan jumlah permukiman (real estate), apartemen, hotel, pusat-pusatperdagangan (mall) baik di daerah Surabaya Barat maupun di daerah Surabaya Timur, disamping industri dan pergudangan.Surabaya telah melakukan berbagai pembangunan dan pengembangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat seiring dengan meningkatnya jumlah populasi penduduk, salah satunya di wilayah pesisir Surabaya Timur yang sebagian besar merupakan areal tambak dan hutan mangrove. Wilayah Surabaya Timur merupakan daerah dengan perubahan lahan yang terjadi dengan cepat dari tahun ke tahun. Fenomena perubahan tata guna lahan mencakup wilayah yang luas dapat diamati dan dianalisa, salah satunya dengan teknologi penginderaan jauh. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan adanya perubahan tata guna lahan dari tahun 2003 sampai 2013 yang paling luas, yaitu pada sektor permukiman yang sebagian besar terjadi di Kecamatan Rungkut, Gunung Anyar dan Sukolilo dengan tingkat kesesuaian tata guna lahan dengan RDTRK tergolong rendah terutama berkaitan dengan kelestarian kawasan hutan mangrove yang kondisi saat ini sekitar 70% dari area tersebut dikuasai oleh swasta, hal ini menuntut perhatian yang lebih untuk kedepannya karena berkurangnya areal resapan yang berpotensi meningkatnya resiko banjir di kawasan tersebut. Kata Kunci : Penginderaan Jauh, Tata Guna Lahan, Mangrove, Banjir 
MINIMALISASI JUMLAH TIANG DALAM GROUP PILE MELALUI PEMILIHAN BENTUK DASAR PENAMPANG PONDASI TIANG PADA TANAH LEMPUNG Isnaniati, Isnaniati
AGREGAT Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTHaving very small coefficient of seepage, wide clog, ,soil bearing capacity is very low., create the complexity of clay. The pole foundation is what frequently used in clay. Mostly the hard layer of clay soil is far lying under ground along with the rare use of hexagonal foundation which had widely been circular and rectangular. Minimizing the pole in pile group is one of the alternatives to reduce the construction budget.By comparing the basic shape cross-section of the pole is a circle, square, and hexagon with dimensional variations (0.3; 0.35; 0.4m) and soil data (BH1, BH2, BH3) do research on the number of poles in a pile group based on data from the N-SPT.  Vertical bearing capacity is calculated based on the theory Decourt Luciano (1982)  and the number of poles were studied based on the number nhitung.The results were obtained, with the same dimensions, the number of poles (nhitung) in the group pile, from the least to the most row is the first order form of square cross-section, the second order is a circular shape, and the third is a hexagon.With % nhitung square shape of the circle is 79% and %  nhitung square shape of  the  hexagon  is  93%.Keywords : Coefficient of seepage , soil bearing capacity , SPT , nhitung ABSTRAKTanah lempung merupakan tanah yang sangat bermasalah  karena mempunyai koefisien rembesan yang sangat kecil, kemampumampatannya   besar, dan daya dukung tanah yang sangat rendah. Pondasi tiang merupakan pondasi yang biasanya  digunakan dilapangan dengan  kondisi tanah lempung. Tanah yang dominan lempung   umumnya letak tanah kerasnya berada jauh  dibawah  permukaan tanah, serta langkanya penggunaan bentuk dasar penampang tiang  segienam dilapangan yang selama ini hanya bentuk lingkaran dan persegi  yang banyak digunakan . Meminimalkan jumlah tiang dalam group pile merupakan salah satu alternatif untuk menurunkan anggaran biaya konstruksi bangunan.Dengan cara membandingkan bentuk dasar penampang tiang yaitu lingkaran , persegi , dan segi enam  dengan  variasi dimensi (0,3 ; 0,35; 0,4 m)dan data tanah (BH1, BH2, BH3) dilakukan penelitian  terhadap  jumlah tiang dalam group pile berdasarkan data N-SPT . Daya dukung tanah vertikal dihitung berdasar teori  Luciano Decourt(1982) dan  jumlah tiang yang diteliti berdasar jumlah nhitung.Dari hasil penelitian diperoleh dengan dimensi yang sama maka  jumlah tiang  (nhitung) dalam grup pile dari yang paling sedikit  sampai dengan yang paling banyak  berturut-turut adalah urutan pertama bentuk penampang persegi, urutan kedua adalah bentuk lingkaran, dan urutan ketiga adalah segi enam.  Dengan %  nhitungbentuk persegi terhadap lingkaran adalah 79% dan % nhitung bentuk persegi terhadap segi enam  adalah  93%.Kata kunci : Koefisien rembesan,  daya dukung tanah, SPT, nhitung
PENGARUH BENTUK DINDING GESER TERHADAP DEFORMASI GEDUNG PADA GEMPA ZONE 5 Nursandah, Arifien
AGREGAT Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTIn the earthquake zone 5 ( five ) need careful consideration so that the structural design of the building should be earthquake resistant . One type of earthquake-resistant structure is a double system with bearer Special Moment Frame System ( SRPMK ) and ShearWall ( SW ) . SRPMK is a system of order that in addition to meeting the provisions for bearer ordinary moment frame also meet the provisions of 23.2 to 23.5 by the rules " Calculation Procedure for Concrete Structure Building " SNI 03-2847-2002 : Based on the analysis and discussion as who have studied it can be concluded that : the effective shear form is a form that has a value of shear wall deformations are small and weak sumbuh installed in accordance with the terms of the structure or planned so that it can withstand the shear force due to earthquake loads . So it is an effective form of shear shear wall type 9  with  H shapeKeywords : Shear Wall , Trahair , SNI 03-2847-2002 , H ABSTRAKSPada zona gempa 5(lima)  perlu pertimbangan yang matang agar perencanaan struktur gedung tersebut harus tahan gempa. Salah satu jenis struktur tahan gempa adalah sistem ganda yaitu dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dan Dinding geser / ShearWall (SW). SRPMK adalah suatu sistem rangka yang selain memenuhi ketentuan-ketentuan untuk rangka pemikul momen biasa juga memenuhi ketentuan-ketentuan 23.2 sampai dengan 23.5 berdasarkan peraturan ” Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung ”SNI 03-2847-2002 : Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan sebagaimana yang telah dikaji  maka dapat disimpulkan bahwa :Bentuk shear yang efektif adalah bentuk shear wall yang mempunyai nilai deformasi  yang kecil dan dipasang sesuai dengan sumbuh lemah dari struktur yang ditinjau atau direncanakan sehingga dapat menahan gaya geser akibat beban gempa yang terjadi. Jadi bentuk shear yang efektif adalah bentuk shear wall 9 dengan bentuk HKata Kunci :  Shear Wall, SNI 03-2847-2002, H       

Page 1 of 1 | Total Record : 8