cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AGREGAT
ISSN : 25412884     EISSN : 25410318     DOI : -
Core Subject : Engineering,
AGREGAT is a journal of Department of Civil Engineering, University of Muhammadiyah Surabaya. The journal will be published in every May and November yearly. The journal consists of result of research, literature review, and case reports created as realization of Tridharma college.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2019)" : 7 Documents clear
Analisis Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Pekerjaan Pembesian dan Pengecoran Kolom dan Girder di Pt. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. “Studi di Proyek Pembangunan Tol Pandaan Malang” Mustofa, Muhamad; Nursandah, Arifien; Haqi, Dani Nasirul
AGREGAT Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v4i2.3682

Abstract

AbstractThis study aims to analyze several factors that influence the behavior of project workers towards compliance with the use of personal protective equipment (PPE) at work. Some of these factors include predisposing factors, enabling factors and reinforcing factors. The research method is observational-cross sectional with an analytical approach. This research was conducted at PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk in the construction project of Pandaan - Malang Road in November 2018 in 25 respondents. Data were collected and analyzed using multiple linear regression tests. The results of the study showed that 80% of workers had obeyed PPE and the other 20% had not adhered to using PPE at work. The results of multiple linear regression test found that predisposing factors have a significant and strong influence on the adherence to the use of PPE with a sig value. F = (0.004), where the value (p <0.05) and (r) = (0.553). While the enabling factors and reinforcing factors do not significantly influence compliance with the use of PPE.Keywords: Employee Compliance, Personal Protective Equipment, Work Accidents.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku pekerja proyek terhadap kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) di tempat kerja. Beberapa faktor tersebut antara lain faktor predisposisi, faktor pendukung dan faktor pendorong. Metode penelitian adalah crosssectional observational dengan pendekatan analitik. Penelitian ini dilakukan di PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk pada proyek Pembangunan Jalan Tol Pandaan ? Malang pada bulan November 2018 dengan responden sebanyak 25 orang. Data dikumpulkan dan dianalisis dengan menggunakan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 80% pekerja telah patuh menggunakan APD dan 20% lainnya belum patuh menggunakan APD di tempat kerja. Hasil uji regresi linier berganda didapatkan faktor predisposisi mempunyai pengaruh yang signifikan dan kuat terhadap kepatuhan pemakaian APD dengan nilai sig. F = (0,004), dimana nilai (p<0,05) dan (r) = (0,553). Sedangkan faktor pendukung dan faktor pendorong tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepatuhan pemakaian APD.Kata Kunci: Kepatuhan Pekerja, Alat Pelindung Diri, Kecelakaan Kerja.
Analisis Perbandingan Daya Dukung Pondasi Bored Pile Menggunakan Hasil Uji Sondir, Spt dan Laboratorium pada Proyek Pembangunan Apartemen 88 Avenue Surabaya ., Sunariyono; ., Isnaniati; Hutama, Dio Alif
AGREGAT Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v4i2.3683

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to calculate and compare the bearing capacity of bored foundation Ø0.6m by using Sondir (CPT) research results and the Standard Penetration Test (SPT) which used laboratory data results. This study will take a case study on the 88 Avenue Apartment Construction Project in Surabaya. In analyzing the carrying capacity of bored foundations can be done in the wrong way by borrowing from field test data and laboratory data. Bored pile size specifications developed Ø0.6m with a length of 15m. The results of the analysis show the ultimate carrying capacity () of bored pile based on Sondir data (Meyerhof Method, 1956) at a depth of 15m. The following: Bored pile Ø0.6m = 238 tons and based on Laboratory data (US Army Corps Method) the following results were obtained: Bored pile Ø0.6m = 215.7 tons. Analysis of the results of the calculation of the ultimate carrying capacity () obtained from the third data, on bored pile Ø0.6m, the ultimate () biggest carrying capacity is generated by SPT data of = 238 tons.Keywords: Carrying capacity, Bored Pile, CPT, SPT and Laboratory DataAbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk melakukan perhitungan dan membandingkan daya dukung pondasi bored pile Ø0.6m dengan menggunakan hasil data penyelidikan Sondir (CPT) dan Standart Penetration Test ( SPT) berserta menggunakan data hasil laboratorium. Penelitian ini akan mengambil studi kasus pada proyek Pembangunan Apartemen 88 Avenue Kota Surabaya. Dalam menganalisis daya dukung pondasi bored pile dapat dilakukan dengan beberapa cara salah satunya dengan pendekatan perhitungan dari data tes lapangan dan data laboratorium. Spesifikasi ukuran bored pile yang dianalisis Ø0.6m dengan panjang 15m. Hasil analisis menunjukkan bahwa daya dukung ultimate () bored pile berdasarkan data Sondir (Metode Meyerhof, 1956) pada kedalaman 15m memperoleh hasil sebagai berikut : Bored pile Ø0.6m=235 ton, sedangkan dari perhitungan berdasarkan data SPT (Metode Meyerhof 1976) memperoleh hasil sebagai berikut : Bored pile Ø0.6m=238 ton dan berdasarkan data Laboratorium (Metode U.S Army Corps) memperoleh hasil berikut : Bored pile Ø0.6m=215.7 ton. Analisis dari hasil perhitungan daya dukung ultimate () yang didapat berdasarkan dari ketiga data tersebut, pada bored pile Ø0.6m daya dukung ultimate () terbesar dihasilkan oleh data SPT sebesar = 238 ton.Kata kunci : Daya Dukung, Bored Pile, CPT, SPT dan Data Laboratorium
Studi Perbandingan Teknologi Material M-System dengan Material Bata Ringan dan Plat Lantai Ringan pada Bangunan Bertingkat Sulistiyanto, Andi; S, Darman Katni; ., Isnaniati
AGREGAT Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v4i2.3679

Abstract

Abstract Today is the science and technology, developing rapidly, especially in the field of building materials technology. By the new building material technology, it is expected to make the process construction faster and at lower cost. The one of the new technologies is the M-System, so that M- System comparisons with materials already exist and commonly used by people, namely lightweight brick materials and lightweight concrete slab. The results of the comparison of the time obtained from this research is the material M-System has a faster implementation time of 267% than conventional material, but the M-System material has a higher cost of 12% than conventional materials.Keywords: M-System, Lightweight Brick, Lightweight Concrete Slab, Cost, Time Abstrak Ilmu pengetahuan dan teknologi masa kini berkembang semakin pesat, khususnya dibidang teknologi bahan bangunan. Dengan adanya teknologi bahan bangunan terbaru diharapkan dapat membuat proses pembangunan lebih cepat dan dengan biaya yang semakin murah. Salah satu teknologi baru adalah M-System, sehingga dibuatlah perbandingan M-System dengan material yang telah ada dan banyak dipakai oleh masyarakat yaitu material bata ringan serta plat lantai ringan. Hasil perbandingan waktu yang didapatkan dari penelitian ini yaitu Material M-System mempunyai waktu pelaksanaan lebih cepat267% dari material konvensional,namun material M-System mempunyai biaya lebih mahal sebesar 12% dari material konvensional.Kata Kunci: M-System, Bata Ringan, Plat Lantai Ringan, Biaya, WaktuAbstract Today is the science and technology, developing rapidly, especially in the field of building materials technology. By the new building material technology, it is expected to make the process construction faster and at lower cost. The one of the new technologies is the M-System, so that M- System comparisons with materials already exist and commonly used by people, namely lightweight brick materials and lightweight concrete slab. The results of the comparison of the time obtained from this research is the material M-System has a faster implementation time of 267% than conventional material, but the M-System material has a higher cost of 12% than conventional materials. Keywords: M-System, Lightweight Brick, Lightweight Concrete Slab, Cost, Time Abstrak Ilmu pengetahuan dan teknologi masa kini berkembang semakin pesat, khususnya dibidang teknologi bahan bangunan. Dengan adanya teknologi bahan bangunan terbaru diharapkan dapat membuat proses pembangunan lebih cepat dan dengan biaya yang semakin murah. Salah satu teknologi baru adalah M-System, sehingga dibuatlah perbandingan M-System dengan material yang telah ada dan banyak dipakai oleh masyarakat yaitu material bata ringan serta plat lantai ringan. Hasil perbandingan waktu yang didapatkan dari penelitian ini yaitu Material M-System mempunyai waktu pelaksanaan lebih cepat 267% dari material konvensional,namun material M-System mempunyai biaya lebih mahal sebesar 12% dari material konvensional. Kata Kunci: M-System, Bata Ringan, Plat Lantai Ringan, Biaya, Waktu
Analisis Kapasitas Ruang Parkir Off Street Sepeda Motor dan Mobil di Ruko Mega Galaxy Surabaya Wicaksono, Muhammad Satria; Abidin, Zainal; Huda, Miftachul
AGREGAT Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v4i2.3684

Abstract

Abstract Parking is one of the elements that cannot be separated from the overall road transportation system. The existence of infrastructure such as parking facilities is urgently needed, one of which is in offices. The availability of parking spaces is often not able to accommodate vehicles so there is a need to analyze the capacity of parking spaces. The case study location was taken at Ruko Mega Galaxy Surabaya. In analyzing the parking space capacity, we will discuss the conditions of parking spaces, characteristics of parking spaces, and problem solving. The discussion on this problem starts from the identification of problems in the field, literature studies, preliminary surveys to determine the existing conditions and data collection. Then proceed with analyzing the data and discussion, so that the actual parking space capacity obtained on motorbikes and cars. Furthermore, characteristic analysis is applied according to Director General of Land Transportation 1996, then conclusions and recommendations are drawn. From the results of this survey, the parking characteristics of Ruko Mega Galaxy Surabaya, namely the static capacity of vehicles as much as 500 SRP motorcycles and 120 SRP cars. On the maximum accumulation of 556 motorbike parking lots and 138 vehicles. The volume of motorcycle parking is 1256 vehicles and cars are 941 vehicles. For maximum motorcycle parking duration 3.69 hours and 2.07 hours car. Turn over the maximum parking of motorbikes 3 times change and car 8 times change. The maximum motorcycle parking index is 111% and cars are 115%. and dynamic motorbike capacity of 2300 SRP and 552 SRP cars. Based on factual conditions, the maximum accumulation of parking has not been able to accommodate the volume of vehicles so that if it is projected in the next 3 years SRP is needed. Keywords: Characteristics, SRP, Motorcycle, Car, ShophouseAbstrakParkir merupakan salah satu unsur sarana yang tidak dapat dipisahkan dari sistem transportasi jalan raya secara keseluruhan. Keberadaan prasarana seperti fasilitas parkir sangat dibutuhkan salah satunya di perkantoran. Ketersediaan ruang parkir sering kali tidak mampu menampung kendaraan sehingga perlu adanya analisis terhadap kapasitas ruang parkir. Lokasi studi kasus ini diambil di Ruko Mega Galaxy Surabaya .Dalam melakukan analisis kapasitas ruang parkir ini akan dibahas mengenai kondisi ruang parkir, karakteristik ruang parkir, serta pemecahan masalah. Pembahasan pada permasalahan ini dimulai dari identifikasi permasalahan di lapangan, studi literatur, survei pendahuluan untuk mengetahui kondisi eksisting dan pengumpulan data. Kemudian dilanjutkan menganalisis data dan pembahasan, sehingga didapatkan kapasitas ruang parkir aktual pada sepeda motor dan mobil. Selanjutnya diterapkan analisis karakteristik menurut Dirjen Perhubungan Darat 1996, lalu ditarik kesimpulan dan saran.Dari hasil survei ini didapatkan karakteristik parkir Ruko Mega Galaxy Surabaya yaitu kapasitas statis kendaraan sebanyak 500 SRP sepeda motor dan 120 SRP mobil. Pada akumulasi parkir maksimum sepeda motor 556 kendaraan dan mobil 138 kendaraan. Volume parkir sepeda motor 1256 kendaraan dan mobil 941 kendaraan. Untuk durasi parkir maksimum sepeda motor 3.69 jam dan mobil 2.07 jam. Turn over parking maksimum sepeda motor sebanyak 3 kali pergantian dan mobil 8 kali pergantian. Indeks parkir maksimum sepeda motor adalah 111% dan mobil 115%. dan kapasitas dinamis sepeda motor sebesar 2300 SRP dan mobil 552 SRP. Berdasarkan kondisi faktual, akumulasi parkir maksimum sudah tidak mampu menampung volume kendaran sehingga jika diproyeksikan dalam 3 tahun kedepan perlu adanya penambahan SRP.Kata Kunci: Karakteristik, SRP, Sepeda Motor, Mobil, Ruko
Perencanaan Jembatan Baja Pipa Air Diameter 1900 Mm di Kabupaten Pasuruan Sta.10+660 (Studi pada Penggunaan Balok Lentur WF.350.175.7.11) Sulaksono, Agus; Nursandah, Arifien; Farichah, Himatul
AGREGAT Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v4i2.3680

Abstract

AbstractIt is an important tool in the distribution and transmission process of clean water with a discharge of 4000 liters per second from the Umbulan water spring to the reservoir of PDAMs in Pasuruan city, Sidoarjo, Surabaya and Gresik. With a pipe diameter of 1900 mm which of course also requires planning a pipe bridge when crossing the river (river crossing).The loading regulation used to plan this bridge refers to the Indonesian National Standard (SNI) 1725: 2016, the structure of the steel frame as the structure of the bridge refers to the regulations of SNI 03-1729-2002 the LRFD method. The calculation phase of the main and secondary bearer construction is carried out by calculating the workloads, then analyzed with the SAP2000 program. Then the control calculation is carried out followed by connection and placement calculations. Under the bridge structure calculation of the pile foundation was carried out after interpreting the results of the Cone Penetration Test (sondir) soil investigation using the Schmertmann-Nottingham method. From the results of the planning obtained the profile and dimensions used on the pipe bridgeKeywords : Steel bridge, water pipeAbstrakAdalah sarana yang penting dalam proses distribusi dan transmisi air bersih dengan debit 4000 liter per detik dari sumber mata air Umbulan menuju reservoir PDAM di kota Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya dan Gresik. Dengan ukuran pipa diameter 1900 mm yang tentu juga memerlukan perencanaan jembatan pipa disaat melewati sungai ( river crossing ).Peraturan pembebanan yang dipakai untuk merencanakan jembatan ini mengacu pada Standar Nasional Indonesia ( SNI ) 1725:2016, struktur rangka baja sebagai struktur atas jembatan mengacu pada peraturan SNI 03-1729-2002 metode LRFD. Tahap perhitungan konstruksi pemikul utama dan sekunder dilakukan dengan menhitung beban-beban yang bekerja, kemudian dianalisa dengan program SAP2000. Kemudian dilakukan perhitungan kontrol dilanjut perhitungan sambungan serta perletakan. Pada struktur bawah jembatan dilakukan perhitungan pondasi tiang pancang setelah menginterpretasi hasil penyelidikan tanah Cone Penetration Test ( sondir) memakai metode Schmertmann-Nottingham. Dari hasil perencanaan didapatkan profil dan demensi yang dipakai pada jembatan pipaKata kunci : Jembatan baja, pipa air
Pengaruh Kinerja Lalu Lintas Simpang Bersinyal Jalan Arief Rahman Hakim akibat Bangkitan Perjalanan setelah Beroperasinya Ruas Jalan (Middle East Road) MERR IIC (Ruas Jalan Gununganyar Kota Surabaya) Cahyono, Muhammad Shofwan Donny
AGREGAT Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v4i2.3685

Abstract

AbstractThe development of the road network in the city of Surabaya is accompanied by population growth, land use and traffic. Middle East Road (MERR II C) road operation will cause generation and traction so that there will be a decrease in traffic performance at Jl. Arif Rahman Hakim - Jl. Dr. Ir. H. Soekarno. The method of signaling intersection analysis uses the 1997 Indonesian Road Capacity Manual. This research stage is to determine the performance of traffic in the current conditions in 2019 and then forecast the predicted traffic in the next 5 years in 2024. From the results of the analysis of the performance of signal traffic intersection Jl. Arif Rahman Hakim - Jl Dr. Ir. H. Soekarno in the current condition in 2019 In the existing condition in 2019 the value of the degree of saturation (DS) of the signaled intersection Jl. Arief Rahman Hakim - Jl. Dr. Ir. H. Soekarno at peak hours of 1,315> 0.75, afternoon peak hours 1,369> 0.75, afternoon peak hours 1,534> 0.75 which can be interpreted as having a level of service (LOS) F traffic performance, while traffic forecasting for the next 5 years in 2024 without the management of traffic engineering the value of the degree of saturation (DS) signaled intersection Jl. Arief Rahman Hakim - Jl. Dr. Ir. H. Soekarno morning peak hours 1,624> 0.75, afternoon peak hours 1,674> 0.75, afternoon peak hours 1,950> 0.75, which can be interpreted as having a traffic performance level of service (LOS) F. Alternative management of traffic engineering at the intersection needs to change time traffic light signal, widening geometry, traffic management obtained level of service (LOS) C, which means the current is stable, but the speed and motion of the vehicle are controlled, the driver is limited in choosing the speed.Keywords: Signalised Intersection, Degree of Saturation, Management and TrafficEngineeringAbstrakPengembangan jaringan jalan di Kota Surabaya di iringi dengan pertumbuhan populasi, tataguna lahan dan lalu lintas. Operasional ruas jalan Middle East Road (MERR II C) akan menimbulkan bangkitan dan tarikan sehingga akan terjadi penurunan kinerja lalu lintas di simpang Jl. Arif Rahman Hakim ? Jl. Dr. Ir. H. Soekarno. Metode analisis simpang bersinyal menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Tahapan penelitian ini untuk mengetahui kinerja lalu lintas pada kondisi saat ini tahun 2019 kemdian peramalan lalu lintas di prediksi 5 tahun mendatang pada tahun 2024. Dari Hasil analisis kinerja lalu lintas simpang bersinyal uJl. Arif Rahman Hakim ? Jl Dr. Ir. H. Soekarno pada kondisi saat ini tahun 2019 Pada kondisi eksisting tahun 2019 nilai Derajat Kejenuhan (DS) simpang bersinyal Jl. Arief Rahman Hakim ? Jl. Dr. Ir. H. Soekarno pada jam puncak pagi 1.315 > 0.75, jam puncak siang 1.369 > 0.75, jam puncak sore 1.534 > 0.75 yang dapat diartikan memiliki kinerja lalu lintas level of service (LOS) F, sedangkan peramalan lalu lintas 5 tahun mendatang pada tahun 2024 tanpa adanya manajemen rekayasa lalu lintas nilai Derajat Kejenuhan (DS) simpang bersinyal Jl. Arief Rahman Hakim ? Jl. Dr. Ir. H. Soekarno jam puncak pagi 1.624 > 0.75, jam puncak siang 1.674 > 0.75, jam puncak sore 1.950 > 0.75, yang dapat diartikan memiliki kinerja lalu lintas level of service (LOS) F. Alternatif manajemen rekayasa lalu lintas di simpang tersebut perlu mengubah waktu sinyal traffic light, pelebaran geometri, manajemen lalu lintas diperoleh level of service (LOS) C yang artinya arus stabil, tetapi kecepatan dan gerak kendaraan dikendalikan, pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan.Kata Kunci: Simpang Bersinyal, Derajat Kejenuhan, Manajemen Rekayasa Lalulintas Pengaruh Kinerja Lalu Lintas Simpang Bersinyal Jalan Arief Rahman Hakim akibat Bangkitan Perjalanan setelah Beroperasinya Ruas Jalan (Middle East Road) MERR IIC (Ruas Jalan Gununganyar Kota Surabaya)
Pengaruh Nilai Lugeon (Lv) pada Test Grouting Proyek Pembangunan Waduk Gongseng di Kabupaten Bojonegoro ., Kurniawan; Nursandah, Arifien; Hutama, Dio Alif
AGREGAT Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v4i2.3681

Abstract

ABSTRACTCement injection pressured procedure/cementation (grouting) is one process of some fluid material were injected in appropriate water pressure test in cavity, fracture, and cracks of rocks/soils, which its fluid will become physical or chemical.Aim of this evaluation was to gain comparison mixture design of cement, water, and injection fluid volume (grout) which were needed in grouting working based on lugeon value (Lv) and to get effective interval distance between grouting point according to grouting effectiveness counting which was presented in percentage (%) (Cendergren, 1967).Based on the highest counting result in each stages on the hole of first grouting stage was PH1 Lv = 48,12 lt/minutes/m?(lugeon), on CD1second stage was Lv = 20,61 lt/minutes/m?, on PH1third stage was Lv = 61,01 lt/minutest/m?, on PH1fouth stage was Lv = 22.86 lt/minutes/m?, on PH1 fifth stage were Lv = 21,46 lt/minutes/m?. According to the result, the mean lugeon value for all stages weere > 15 lt/minutes/m?(lugeon), so it can be concluded that the comparison of mixture design of cement and water for grouting was 1 : 2. From the lugeon results > 30, it was used for comparison the mixture of cement and water 1 : 2, so mixture densities of 1 : 2 were amount of 7,30 t/m3 with the use of the mixture in mixer volume was 200 l so the semen weight was 86,30 kg. Injection fluid volume (grout) needed with composition of cement volume was 27,40 l and water volume was 172,60 liter, while according to test of grouting effectiveness, it was gained Efs dominant value > 80 %, so that for 3m interval distance was effective enough.Keywords: water pressure test, stage, lugeon value, mixture design, grouting.ABSTRAKInjeksi semen bertekanan/sementasi (grouting) adalah suatu proses, di mana suatu cairan diinjeksikan/disuntikan dengan tekanan sesuai uji tekanan air (waterpressure test) ke dalam rongga, rekah dan retakan batuan/tanah, yang mana cairan tersebut dalam waktu tertentu akan menjadi padat secara fisika maupun kimiawi.Tujuan dari test grouting ini, adalah untuk mendapatkan desain perbandingan berbagai variasi campuran semen dan air serta volume cairan injeksi (grout) yang diperlukan dalam pekerjaan grouting berdasarkan besarnya angka lugeon (Lv) dan mendapatkan interval jarak efektif antar titik grouting berdasarkan perhitungan efektifitas grouting yang dinyatakan dalam % (Cendergren 1967).Berdasarkan hasil perhitungan terbesar disetiap stage pada lubang grouting stage pertamaPH1 didapat Lv = 48,12 lt/menit/m?(lugeon) , pada CD1 stage kedua didapat Lv = 20,61 lt/menit/m?, pada PH1 stage ketiga didapat Lv = 61,01 lt/menit/m?, pada PH1 stage keempat didapat Lv = 22.86 lt/menit/m?, pada PH1 stage kelima didapat Lv = 21,46 lt/menit/m?. Berdasarkan hasil perhitungan didapat besarnya angka lugeon (Lv) rata-rata untuk semua stage >30 lt/menit/m?(lugeon), maka dapat disimpulkan bahwa desain perbandingan campuran semen dan air untuk grouting adalah 1 : 2. Dari angka lugeon >30 lugeon dipakai perbandingan campuran semen dan air 1 : 2, maka berat jenis campuran 1 : 2 didapat sebesar 7,30 t/m3 dengan memakai campuran dalam volume mixer sebesar 200 liter, maka didapat berat semen sebesar 86,30 kg. Jadi volume cairan injeksi (grout) yang diperlukan dengan komposisi volume semen sebesar 27,40 liter dan volume air sebesar 172,60 liter, sedangkan berdasar perhitungan efektifitas test grouting didapatkan harga Efs dominan > 80 %, sehingga untuk jarak interval 3 m cukup efektif.Kata kunci: water pressure test, stage, lugeon value, desain campuran, grouting

Page 1 of 1 | Total Record : 7