cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. pemalang,
Jawa tengah
INDONESIA
Madaniyah
Published by STIT Pemalang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Madaniyah merupakan salah satu jurnal ilmiah dari STIT Pemalang yang memiliki fokus kajian tentang pendidikan, sosial dan keagamaan. Pada masing-masing edisi yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun, diangkat tema-tema kajian yang berbeda sesuai dengan isu-isu yang berkembang. Jurnal ini dimaksudkan sebagai sarana komunikasi dan publikasi karya ilmiah ilmu pendidikan dan ke-Islaman, melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian yang megacu pada pola induk pengembangan ilmiah STIT Pemalang; penyebarluasan hasil-hasil penelitian dan pengabdian di bidang pendidikan Islam; penerapan hasil-hasil penelitian melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan kontribusi pada pengembangan pendidikan Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
EVALUASI AFEKTIF DALAM PEMBELAJARAN Purnama Rozak
Madaniyah Vol 4 No 1 (2014): 4 (1) Edisi Januari 2014
Publisher : STIT Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam taksonomi Benjamin S. Bloom ada tiga ranah pendidikan, yaitu ranah berpikir (cognative domain), ranah nilai atau sikap (affective domain), dan ranah keterampilan (psychomotor domain). Tiga ranah pendidikan ini yang menjadi tujuan dari pendidikan di Indonesia, sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang RI nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional bertujuaan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, jadi dapat kita simpulkan ranah kognitifnya adalah berilmu. Ranah afektifnya adalah beriman dan bertaqwa, berahlak mulia, mandiri, demokratis, bertanggung jawab. Ranah psikomotoriknya adalah sehat, cakap, kreatif. Ketiga ranah ini harus dijadikan sasaran dalam setiap kegiatan evaluasi belajar. Dalam mengukur hasil belajar kawasan afektif termasuk sukar karena menyangkut kawasan sikap dan apresiasi. Evaluasi afektif berkaitan dengan pembentukan dan perubahan sikap.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL SEBAGAI WAHANA PEMBENTUKAN KARAKTER Ida Zahara Adibah
Madaniyah Vol 4 No 2 (2014): 4 (2) Edisi Agustus 2014
Publisher : STIT Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multikulturalisme di UNDARIS tidak hanya sebatas pada ragam budaya, melainkan ragam pada berbagai aspek terutama berkaitan dengan pendidikan yang dikembangkan oleh dosen agama sebagai pendidik di perguruan tinggi. Multikulturalisme secara praktis yang dimaksud adalah kemampuan dosen maupun mahasiswa dalam mengadaptasikan dirinya pada lingkungan yang didalamnya terdapat berbagai ragam budaya, daerah dan agama. Unsur terpenting dalam pembentukan karakter adalah pikiran, yang didalamnya terdapat seluruh program yang terbentuk dari pengalaman hidupnya, merupakan pelopor segalanya. Program ini kemudian membentuk sistem kepercayaan yang akhirnya dapat membentuk pola berpikirnya yang bisa mempengaruhi prilakunya. Kesadaran adanya perbedaan keyakinan semakin lama dipahami sebagai suatu keniscayaan, apalagi didorong oleh kondisi bahwa perbedaan itu menjadi sebuah keindahan yang di sadari oleh dosen dan sivitas UNDARIS. Komitmen untuk memiliki kemampuan menangkap perbedaan adalah salah satu wahana pembentukan karakter.
ISLAM, MUSLIM DAN PERILAKU POLITIK Ida Zahara Adibah
Madaniyah Vol 4 No 1 (2014): 4 (1) Edisi Januari 2014
Publisher : STIT Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap individu yang terdapat di muka bumi ini tidak terlepas dari sebuah negara dimana ia berafiliasi kepadanya, sehingga ia berkewajiban untuk menghormati dan bahkan membelanya dengan segala kemampuannya walaupun harus mengorbankan seluruh jiwa dan raga. Konsep negara bangsa (nation state) merupakan salah satu konsep politik dari sebuah state (negara) atau kelompok masyarakat yang secara bersama-sama terikat dengan loyalitas dan solidaritas umum. Pengertian ini menjelaskan nation state merupakan sebuah entitas teritorial dimana negara sama besarnya atau coextensive dengan bangsa. Nation state di dunia islam kontemporer ditegakkan dengan semangat nasionalisme atau semangat yang disertai dengan kesadaran tinggi untuk membangun sebuah negara bangsa. Perdebatan tentang nation state terdengar asing ketika dibenturkan dengan etik Al-Qur?an dan latar historis Islam (Rahman menyebutnya Islam Sejarah). Fakta historis menunjukkan bahwa sepanjang hidup Nabi Muhamad SAW seperti yang disimpulkan Rahman, Rasulullah adalah Nabi Penguasa hampir seluruh semenanjung Arabia, namun Beliau tidak pernah menyebut dirinya sebagai penguasa. Pada masa itu istilah negara Islam (daulat al-Islam) belum dikenal. piagam Madinah merupakan cikal bakal terbentuknya Negara Bangsa (nation state) dan menempatkan Nabi Muhammad SAW tidak sekedar sebagai pemimpin agama, tetapi juga sebagai pemimpin negara. Oleh karena itu nasionalisme dalam perspektif khasanah Islam klasik sebenarnya dapat dilihat pada pembentukan Piagam Madinah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW bersama penduduk Madinah.
PENELITIAN AGAMA MENURUT H. A. MUKTI ALI DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM Muhamad Rifa'i Subhi
Madaniyah Vol 5 No 1 (2015): 5 (1) Edisi Januari 2015
Publisher : STIT Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa agama merupakan suatu hal yang dibutuhkan oleh manusia. Dimana agama dijadikan sebagai tolak ukur dan pedoman bagi keberlangsungan hidupnya. Oleh karena itu, sangat diperlukan pelaksanaan tentang penelitian agama yang dapat memberikan kontribusi besar dalam memahami apa itu sebenarnya agama. Di Indonesia sendiri sudah mulai banyak bermunculan penelitian agama, namun hasil-hasilnya kurang memberikan kontribusi dalam memahami tentang apa itu agama. Hal ini diungkapkan oleh H. A. Mukti Ali yang menjelaskan bahwa penelitian agama selama ini tidak menggunakan metode yang tepat dalam pelaksanaannya. Sehingga ia merumuskan sebuah metode yang disebut dengan metode sintesis sebagai jawaban dari kegelisahannya terhadap kekurangan dari penelitian agama selama ini. Melalui metode tersebut, penelitian agama yang dikembangankan oleh Mukti Ali ini dapat menelurkan hasil-hasil penelitian yang mutakhir terkait pemahaman tentang agama, termasuk agama Islam. Karena yang diperoleh bukan saja bersifat doktriner, melainkan juga bersifat ilmiah dalam mengkaji hal ikhwal tentang agama. Dengan demikian, penelitian agama dapat memberikan kontribusi atau sumbangan terhadap berbagai disiplin ilmu yang lain, seperti sosial, budaya, politik, ekonomi, termasuk juga dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap pengembangan konsep pendidikan Islam.
KONSELING LINTAS BUDAYA DAN AGAMA DI SEKOLAH Muhamad Rifa'i Subhi
Madaniyah Vol 7 No 1 (2017): 7 (1) Edisi Januari 2017
Publisher : STIT Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the form of cross-cultural and religious counseling services in MTs Negeri Yogyakarta 2, as well as the effectiveness of these services in helping students overcome the problem of independence in emotional aspects. This type of research is qualitative field research. The research subjects were grade IX students, who had different cultural and religious backgrounds. The data collection method uses the method of observation and interviews. Data analysis techniques using critical analytical methods. The results showed that MTs Negeri Yogyakarta 2 had implemented cross-cultural and religious counseling services well, and proved to be effective in dealing with students' problems regarding the problem of independence in emotional aspects. This can be shown from the existence of significant changes from students regarding their interactions with peers, as well as their ability to determine future choices in the career field. The data obtained can be formulated into alternative paradigms by counselors or guidance and counseling teachers in providing cross-cultural and religious guidance and counseling services in schools.
STRATEGI PEMASARAN JASA PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN NILAI JUAL MADRASAH IMAM FAIZIN
Madaniyah Vol 7 No 2 (2017): 7 (2) Edisi Agustus 2017
Publisher : STIT Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan dalam pendidikan menjadi tidak terhindarkan, banyak institusi pendidikan ditinggalkan oleh pelanggan sehingga dinamika negatif dari beberapa institusi pendidikan. Sementara itu, lembaga pendidikan Islam, terutama madrasah, masih dikuasai oleh lembaga pendidikan kelas dua dengan tingkat yang menguntungkan di bawah lembaga pendidikan publik. Masih banyak orang yang kurang atau bahkan belum tahu madrasah. Karena itu, banyak perubahan yang harus dilakukan, terutama madrasah terkait dengan pola manajemen. Madrasah sebagai penyedia layanan pendidikan perlu belajar dan memiliki hasrat untuk meningkatkan kepuasan pelanggan karena pendidikan adalah proses melingkar yang saling berhadapan dan berkelanjutan. Inisiatif madrasah dimulai dari mencari tahu. Dalam dunia yang penuh inovasi, kompetisi, dan ekspansi, istilah pemasaran perlu didefinisikan ulang. Pemasaran layanan pendidikan di Madrasah tidak harus berarti komersialisasi, tetapi memprioritaskan pendidikan yang berkualitas, dan memberikan layanan yang sangat baik kepada para pemangku kepentingannya, dengan demikian memberikan kepuasan kepada masyarakat yang dapat bermanfaat dalam meningkatkan "titik penjualan" Madrasah.
LEMBAGA PENDIDIKAN PESANTREN DAN TANTANGAN GLOBAL Imam Faizin
Madaniyah Vol 10 No 1 (2020): 10 (1) Edisi Januari 2020
Publisher : STIT Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era modernisasi, pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam tidak hanya bisa diam dan menjalankan metode dan sistem pembelajaran yang masih bersifat tradisional, jika tidak ingin tertinggal di belakang. Oleh karena itu, pesantren membutuhkan banyak perubahan dalam memenuhi tuntutan zaman. Berbagai ide dan opini pun bermunculan seiring dengan dimulainya modernisasi di dunia pesantren. Namun, pesantren tetap tidak bisa direkonstruksi secara penuh oleh paham modernisme di Indonesia. Karena pesantren, selain sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, juga merupakan aset budaya bangsa yang bersifat religius. Hal ini terlihat dari adanya unsur orisinalitas budaya, seperti bangunan pesantren, sistem asrama, beberapa jenis pengajaran yang diserap dari budaya daerah tertentu dan sebagainya. Jadi pesantren di era modernisasi menghadapi dilema yang sangat berat, di satu sisi ia harus berusaha untuk menyesuaikan diri dengan perubahan zaman yang menuntutnya meninggalkan sistem dan metode tradisional. Dan di sisi lain ia harus mempertahankan budaya luhur bangsa yang identik dengan religiusitas dan norma-norma agar tidak ikut dalam plagiatisasi budaya barat.
PENGARUH EFIKASI GURU DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PENGELOLAAN KELAS DIMODERASI GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL Amaludin, Asep
Madaniyah Vol 10 No 1 (2020): 10 (1) Edisi Januari 2020
Publisher : STIT Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk meneliti mengenai Pengaruh Efikasi Guru (EG), Kecerdasan Emosional (KE), terhadap Pengelolaan Kelas (PK) dimoderasi Gaya Kepemimpinan Transformasional (GKT) di SMK Swasta Kecamatan Randudongkal. Populasi penelitian adalah pada Guru SMK Islam Randudongkal, Guru SMK Muhammadiyah 7 Randudongkal, Guru SMK TIO Mejagong, Guru SMK PGRI 3 Randudongkal di Kecamatan Randudongkal berjumlah 180 orang. Data penelitian adalah data primer yang diperoleh langsung dari responden dengan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan menggunakan program SPSS for windows. Hasil penelitian adalah : efikasi guru tidak berpengaruh terhadap pengelolaan kelas, kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan kelas, gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan kelas.  
PENGARUH MOTIVASI DAN RELIGIUSITAS TERHADAP KOMITMEN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH DI KECAMATAN PAMULANG KOTA TANGERANG SELATAN Aan Fadia Annur
Madaniyah Vol 10 No 1 (2020): 10 (1) Edisi Januari 2020
Publisher : STIT Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis 1) Pengaruh motivasi terhadap Komitmen Guru Sekolah Dasar Islam (MI); 2) Pengaruh religiusitas terhadap Komitmen Guru Sekolah Dasar Islam (MI) 3) Pengaruh motivasi dan religiusitas terhadap Komitmen Guru Sekolah Dasar Islam (MI). Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah semua guru Sekolah Dasar Islam di Pamulang, Tangerang Selatan. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner motivasi, religiusitas dan komitmen guru. Itu dianalisis dengan deskriptif dan inferensial sedangkan uji hipotesis menggunakan regresi linier berganda. Hasil: 1) Ada pengaruh antara motivasi terhadap komitmen guru dengan koefisien korelasi 0,606, hal ini menunjukkan bahwa motivasi memberikan pengaruh terhadap komitmen guru 60,6% pada kategori kuat. 2) Ada pengaruh antara religiusitas terhadap komitmen guru dengan koefisien korelasi 0,565, hal ini menunjukkan bahwa religiusitas berpengaruh terhadap komitmen guru 56,5% pada kategori sedang. 3) Ada pengaruh secara simultan antara motivasi dan religiusitas terhadap komitmen guru dengan koefisien korelasi 0,669.
ACTIVE LEARNING Muhammad Hufron
Madaniyah Vol 10 No 1 (2020): 10 (1) Edisi Januari 2020
Publisher : STIT Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh metode Jigsaw (X1) dan metode Tim Kuis (X2) pada Keberanian Opini (Y). Dalam penelitian ini, data dikumpulkan melalui teknik kuesioner pada siswa responden Departemen Pendidikan Islam di Fakultas Pendidikan dan Ilmu Pengajaran di IAIN Pekalongan dengan menggunakan metode cluster sampling untuk menentukan tanggapan responden terhadap masing-masing variabel. Data diproses sehingga menghasilkan beberapa persamaan regresi sebagai berikut: Y = (28.228) + (-0.148) X1 + (0,596) X2. Hasil analisis menemukan bahwa metode Jigsaw dan metode Tim Kuis secara bersamaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Keberanian Opini. Pengujian hipotesis menggunakan uji t menunjukkan bahwa metode Jigsaw telah terbukti tidak signifikan terhadap Keberanian Opini -0,148. Sedangkan metode Tim Kuis terbukti signifikan dan mempengaruhi Keberanian Pendapat 0,596. Kemudian melalui Uji F dapat diketahui metode Jigsaw dan metode Tim Kuis keduanya secara simultan berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan Keberanian Opini.

Page 1 of 22 | Total Record : 218