cover
Contact Name
Erna Meiliana
Contact Email
ernawicak3128@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_dimensi@trisakti.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 25275666     EISSN : 25497782     DOI : -
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain diterbitkan oleh Fakultas seni Rupa dan Desain. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu Februari dan September. Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain merupakan jurnal bidang seni dan desain yang terbilang aktif sejak pertama kali diterbitkan dari tahun 2003 sampai sekarang. Menjadi salah satu jurnal seni dan desain yang banyak diminati oleh para penulis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 251 Documents
PERBANDINGAN PERSEPSI PADA MATERIAL-MATERIAL UPCYCLE DO IT YOUR SELF (DIY) DENGAN PENDEKATAN MATERIAL DRIVEN DESIGN Gumulya, Devanny
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1160.962 KB)

Abstract

AbstractIn the past five years, technology advances and fabrication feasibility like 3d printing has boost the do it your self movement, and it is expanding beyond products to the materials that is labeled as diy-materials. DIY-materials are created through individual or collective through self-production practices that involves a lot of creativity and innovative approach. One of these diy-materials is upcycle material. The pollution on landfill and ocean has encouraged us to be more responsible for the wastewe create by recycling the waste and make it as new material. Egg shells and LPDE plastic bag waste are discussed in this paper. The perception between the two diymaterials upcycle is compared using material driven design approach (MDD). In MDD, sensorial, interpretation, afective and perfomative dimensions shape people's perception and experience toward the materials. This approach is needed, to give waste material a new life and for it to be accepted on the market. Results from studies are thedo and don'ts for product design process using egg shells and ldpe plastic bag waste. Imperfections through pattern, texture and color are the qualities that people seek when interacting with diy-upcycle materials. These qualities can't be found in mass produced industrial made material. Design principle such as balance, contrast, emphasis, movement, pattern, rhythm, and unity/variety are need to be well planned in making pattern, texture and color, because if it is done wrong, the material will beperceived back as waste.  AbstrakDalam lima tahun terakhir kemajuan teknologi informasi dan kemudahanfabrikasi seperti 3d printing mendorong tren do it your self berkembang pesat mulai dari pembuatan produk hingga ke material. Material diy adalah material yang dibuat oleh individu ataupun kolektif melalui prosespengolahan yang inventif. Salah satu material diy yang banyak diulik adalah material daur ulang yang banyak dikenal dengan material upcycle. Tuntutan pencemaran lingkungan di darat dan air mendorong manusia untuk bertanggung jawab dengan sampah yang dihasilkan dengan mencoba mendaur ulang limbah dan menjadikannya material yang dapat dipakai ulang. Dalam paper ini dua material yang dibahas adalah material daur ulang dari limbah cangkang telur dan limbah kantong plastik LDPE. Kedua material ini dibandingkan persepsinya dengan pendekatan material driven design (MDD). Dalam MDD, dimensi sensorial, interpretatif, afektif dan performatif  material membentuk persepsi dan pengalaman orang akan sebuah material. Pendekatan ini dibutuhkan agar material limbah ini dapat keluar persepsinya sebagai limbah yang kotor dan terbuang menjadi material baru yang dapat diterima di pasar. Hasil dari kajian ini adalah rekomendasi bagi perancangan desain produk dengan material limbah cangkang telur dan limbah kantong plastik LDPE. Hal-hal yang perlu ditekankan dari material diy adalah ketidaksempurnaan yang ditandakan melalui pola, tekstur dan warna, karena hal ini tidak ditemui pada material buatan industri massal. Prinsip-prinsipdesain seperti balance, contrast, emphasis, movement, pattern, rhythm, and unity/variety harus direncanakan dengan baik dalam pembuatan pola, tekstur dan warna, karena bila salah material diy dapat dipersepsikan negatif.
ANALISIS PENGGUNAAN MATERIAL PADA SURAU LUBUK BAUK, NAGARI LUBUK BAUK, BATIPUH BARUAH, TANAH DATAR, SUMATERA BARAT Wiemar, Rosalinda
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1257.582 KB) | DOI: 10.25105/dim.v15i2.5640

Abstract

AbstractAnalysis of Material Use at Lubuk Bauk Surau. Batipuh Baruah, Batipuh, Tanah Datar District, West Sumatra. Lubuk Bauk surau is a historical cultural heritage building that is more than a hundred years old and still stands firm without significantchanges despite being renovated. The use of Surian wood material which has its own characteristics in the building, it is interesting to study the suitability of its use with the activities carried out in surau, as well as to find guidance on the type of material that is compatible with the surau building in the Lubuk Bauk area. This research is a qualitative research approach to the building of the Lubuk Bauk surau, and analyzes it using descriptive analysis techniques. The use of Surian wood as the main material in Lubuk Bauk surau is appropriate and supports the activities carried out in it. From the results of the analysis, it is known that the wood material used was chosen based on considerations: the potential of local wood sources, the ease of obtaining and processingraw materials and the characteristics of materials that are durable and lowmaintenance. AbstrakAnalisis Penggunaan Material Pada Surau Lubuk Bauk. Batipuh Baruah,Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Surau Lubuk Baukmerupakan bangunan cagar budaya bernilai sejarah yang telah berusia lebih dari seratus tahun namun masih berdiri kokoh dengan perubahan yang tidak berarti walau telah direnovasi. Penggunaan bahan kayu Surian yang memiliki karakteristik tersendiri pada bangunan, merupakan daya tarik untuk diteliti kesesuaian pemakaian material dengan kegiatan yang dilakukan di dalamnya serta untuk menemukan panduan jenis material yang sesuai dengan bangunan surau di daerah Lubuk Bauk. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan melakukan pendekatan pada bangunan surau Lubuk Bauk, menganalisa dengan menggunakan teknik analisa deskriptif. Penggunaan kayu Surian sebagai material utama pada surau Lubuk Bauk telah sesuai dan mendukung kegiatan yang dilakukan di dalamnya. Pemilihan kayu yang digunakan, berdasarkan pertimbangan potensi sumber kayu setempat, kemudahan untuk memperoleh dan mengolah bahan baku, serta karakteristik material yang tahan lama dan mudah perawatannya
ORNAMEN ISLAM PADA BANGUNAN ARSITEKTUR MASJID DIAN AL MAHRI KUBAH EMAS DEPOK Nirmala, Apsari Putri Haryani; Violaningtyas, Oudilia Azhar; Damayanti, Resky Annisa
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1168.087 KB) | DOI: 10.25105/dim.v16i1.6159

Abstract

AbstractIn the teachings of Islam the sources of the Qur?an and the Hadith are basically no rules governing the building of the Mosque other than the terms of the place that can be used in performing the Prayer, but on the other hand many Mosques are adaptive in the form of ornaments. as well as local value systems. The form of ornament that is a decorativeelement of a building is often directly related to the times and culture of the community. In terms of the ornament of the Mosque does not escape the Islamic law that is found in the Hadith and the Quran. This is the focus of this study. The method used is a descriptive qualitative beginning of the field. The results show that the shape of the ornament in the Dian Al Mahri Mosque is no indication of the animal ornament, so the ornamentation of the Mosque is acceptable to Muslims especially in Jakarta and its surroundings.Abstrak Di dalam ajaran agama Islam yang bersumberkan Al Qur?an dan Hadist pada dasarnya tidak terdapat aturan yang secara langsung mengatur mengenai bangunan Masjid selain syarat-syarat tempat yang dapat dipakai dalam melaksanakan Sholat, namun di sisi lain banyak Masjid yang bersifat adaptif dengan memasukkan bentuk ornamen serta sistem nilai setempat (lokal). Bentuk ornamen yang merupakan elemen dekorasi pada suatu bangunan sering kali berkaitan langsung dengan zaman dan budaya masyarakat. Dalam hal ornamen pada Masjid tidak lepas dari hukum Islam yang tertuang dalam Hadis dan Al Quran. Hal demikianlah yang menjadi pusat perhatian dalam penelitian ini.Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yang dimulai dari lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk ornamen pada bangunan Masjid Dian Al Mahri tidak terdapat indikasi yang menunjukkan ornamen binatang, sehingga ornamentasi pada Masjid tersebut dapat diterima oleh umat muslim terutama di Jakarta dan sekitarnya.
KRITIK FOTOGRAFI: MENDESKRIPSIKAN SEBUAH FOTO DARI SISI SUBJEK, BENTUK, MEDIA DAN GAYA Tahalea, Silviana
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.276 KB)

Abstract

AbstractIn the formal education of bachelor photography, the knowledge and ability to criticize a photo is fundamental, this is what distinguishes bachelor photography from photography courses, the ability to criticize a photo with the aim of defining photos, interpreting photographs, explanations aesthetic or aesthetic argumentation. Referring to Terry Barrett’s writing about photo criticism, there are several stages to criticizingor interpreting a photo, namely: Describing photos, interpreting photos and evaluating photos. As an initial step, it will be explained about describing a photo. How to start describing a photo, what are the elements that can be described in a photo and how to be able to describe a photo based on the actual facts. Descriptive information includes statements about the subject matters of the photo, the media used, forms of designelements, the surrounding environment, including information about the photographer who made the photo, time of photo taking, issues and social phenomena that were popular when taking photos. Describing a photo is the first approach that can be used to analyze a photo.Abstrak Dalam keilmuan formal fotografi jenjang strata-1, pengetahuan dan kemapuan untuk mengkritik sebuah foto menjadi hal yang fundamental, hal ini yang membedakan keilmuan fotografi strata-1 dengan kursus fotografi, yaitu kemampuan untuk mengkritisi sebuah foto dengan tujuan untuk mendefinikan foto, menginterpretasi foto, penjelasan estetik maupun argumentasi estetik. Mengacu pada tulisan Terry Barret mengenai kritik foto, ada beberapa tahapan untuk mengkritisi atau memaknai sebuah foto yaitu: Mendeskripsikan foto, Menginterpretasi foto dan mengevaluasi foto. Sebagai tahap awal akan dipaparkan mengenai mendeskripsikan sebuah foto. Bagaimana memulai mendeskrisikan sebuah foto, apa saja elemen yang dapat dideskripsikan dalamsebuah foto dab bagaimana caranya agar dapat mendeskrisikan foto sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Informasi deskriptif meliputi pernyataan tentang subject matters foto tersebut, media yang digunakan, bentuk-bentuk elemen design, lingkungan sekitar, termasuk informasi tentang fotografer yang membuat foto tersebut, waktu pengambilan foto, issue dan gejala sosial yang popular saat waktu pengambilan foto. Mendeskrisikan sebuah foto merupakan pendekatan yang paling mudah yang dapat digunakan untuk menganalisa sebuah foto.
BUKU DIGITAL SEBAGAI SOLUSI ALTERNATIF UNTUK MENGURANGI DAMPAK NEGATIF INDUSTRI BUKU INDONESIA PADA LINGKUNGAN Shienny Megawati Sutanto, Shienny Megawati Sutanto Shienny Megawati Sutanto
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1748.486 KB)

Abstract

AbstractDigital Books as alternative solutions to reduce the negative impact of the Indonesian publishing Industry on the environment. The Indonesian publishing industry which continues to grow are feared to bring negative impacts to the environment. This study was conducted using qualitative method susing articles and books as the main data sources, as well as observations and interviews. This research aims to find out whetherthe book industry really does have a negative impact on the environment, and how to use digital books as an alternative solution to reduce these impacts. AbstrakBuku digital sebagai solusi alternatif untuk mengurangi dampak negatifindustri buku Indonesia pada lingkungan. Industri buku Indonesia yangterus berkembang dikhawatirkan membawa dampak buruk bagi lingkungan. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan sumber data utama yaitu artikel dan buku, serta hasil observasi dan wawancara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah industri buku memang membawa dampak negatif pada lingkungan, serta bagaimana memanfaatkan buku digital sebagai solusi alternatif untuk mengurangi dampak tersebut.
ANALISIS PERSEPSI KONSUMEN UNTUK STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK SARUNG DI IKM SARUNG MAJALAYA Fauzi, Irfandhani; Kahdar, Kahfiati; Riyadi, Slamet
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.389 KB)

Abstract

AbstractThe Majalaya textile industry, at Bandung Regency, is a textile centre prepared by the government as a national textile centre to meet clothing needs. This industry was able to develop and experience its heyday in the 1960s. At that time, this region was able to produce 40% of the total fabric production in Indonesia. Sarong, as its main product, was very popular throughout Indonesia and several other countries in Asia. But thecrisis that occurred in 1998 had a major impact on the textile industry in Majalaya. Many textile entrepreneurs are forced to close their production sites because of the declining purchasing power of the people and also the increasing cost of raw material for production. Only a handful of Majalaya sarong entrepreneurs have survived until now. In the midst of their efforts to survive, the problem that occurs at this time is the onslaught of imported textiles that flooded the market which impacted the sale ofMajalaya sarongs falling dramatically.These problems must be overcome with the aim of returning the Majalaya textile industry as the people’s economic power. Design in relation to this is aimed at producing products that are interested in consumers. Design is an important aspect of product development, also as one of the main criteria in the product selection process by buyers. To produce an interesting product it is necessaryto analyze consumer perceptions. The purpose is to know what aspects that affect consumer interest in buying products. These can be applied as a strategy for developing a product of Majalaya sarong. The survey method using a questionnaire to Majalaya sarong consumers can be done to determine consumer perceptions of Majalaya sarong products. By analyzing consumer perceptions, producers can develop a Majalaya sarongproduct design strategy that suits consumer interest. Abstrak Industri tekstil Majalaya, di Kabupaten Bandung, merupakan sentra tekstil yang disiapkan pemerintah sebagai pusat tekstil nasional guna memenuhi kebutuhan sandang. Industri ini mampu berkembang dan mengalami puncak kejayaannya pada tahun 1960-an. Saat itu, wilayah ini mampu memproduksi 40% dari total produksi kain di Indonesia. Sarung, sebagai produk utamanya, sangat popular di seluruh Indonesia serta beberapa Negara di Asia. Namun krisis yang terjadi pada tahun 1998 berdampak besar bagi industri tekstil di Majalaya. Banyak pengusaha tekstil yang terpaksa menutup tempat produksinya karena daya beli masyarakat yang menurun dan juga kenaikan biaya bahan baku produksi. Hanya segelintir pengusaha sarung Majalaya yang masih bertahan menjalankan usahanya hingga sekarang. Di tengah usahanya untuk bertahan, permasalahan yang juga dialami pengusaha tekstil Majalaya saat ini adalah gempuran tekstil impor yang membanjiri pasar yang mengakibatkan penjualan sarung Majalaya turun drastis.Permasalahan yang dialami industri tekstil Majalaya tersebut harus diatasi dengan tujuan untuk mengembalikan industri tekstil Majalaya sebagai penggerak ekonomi rakyat. Peran desain dalam kaitannya dengan hal ini bertujuan untuk menghasilkan produk yang diminati masyarakat. Desain merupakan aspek yang penting bagi pengembangan produk, juga sebagai salah satu kriteria utama dalam proses pemilihan produk oleh pembeli. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghasilkan produk yang diminati adalah dengan menganalisis persepsi konsumen. Hal ini dilakukan karena tujuan dari analisis persepsi konsumen adalah untuk mengetahui aspek-aspek apa saja yang mempengaruhi minat konsumen untuk membeli produk. Aspek-aspek tersebut dapat diterapkan sebagai strategi untuk pengembangan produk sarung Majalaya. Metode survey dengan menggunakan kuisioner kepada konsumen sarung Majalaya dapat dilakukan untuk mengetahui persepsi konsumen terhadap produk sarung Majalaya. Dengan menganalisis persepsi konsumen, maka produsen dapat membuat strategi desain produk sarung Majalaya yang sesuai dengan minat konsumen.
ANALISIS KETERKAITAN RAGAM TEKNIK UKIR TATAH TEMBAGA TERHADAP KEMUNGKINAN BENTUK YANG DIHASILKAN DALAM PERTIMBANGAN DESAIN Nasrullah, Said F; Masri, Andry
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2285.337 KB)

Abstract

AbstractCopper handicrafts made by craftsmen in Tumang village, Boyolali Regency, are well known in various cities on Java. it is inseparable from the process and manufacturing techniques that continue to be maintained, that is forging and carving techniques.The design results of the craft products made tends to use traditional design style, and require a long time for the making. The purpose of this research is to produce a new design form with a simpler carving pattern and allow for a faster production process time. The simplification of the production process allows the making of products with more quantity. The main research method used is direct observation of the process ofmaking carvings by metal carving experts at craft centers. The results of this new design form can accelerate the production process because it can be made without going through a forging process.AbstrakKerajinan tembaga yang dibuat oleh para pengrajin di desa Tumang kabupaten Boyolali sudah cukup dikenal di berbagai kota di pulau Jawa. Hal tersebut tidak lepas dari proses dan teknik pembuatannya yang terus dipertahankan, yaitu teknik tempa dan teknik ukir. Hasil bentuk desain dari produk kerajinan yang dibuat lebih cenderung menggunakan gaya desain tradisional, dan membutuhkan waktu yang cukup lama dalam pembuatannya. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan bentuk design baru dengan bentuk pola ukir yang lebih sederhana dan memungkinkan waktu proses produksi yang lebih cepat. Penyederhanaan proses produksi memungkinkan menghasilkan produk dengan kuantitas lebih banyak. Metode utama penelitian yang digunakan adalah observasi langsung terhadap proses pembuatan ukiran oleh ahli ukir logam di sentra kerajinan. Hasil bentuk desain baru inimempercepat proses produksi karena dapat dibuat tanpa melalui proses tempa.
INOVASI INKREMENTAL SEBAGAI STRATEGI & KEUNGGULAN DAYA SAING DI INDUSTRI FURNITURE VIETNAM (STUDI KASUS: FULL IN INDUSTRIAL, CO., LTD) Hartanto, Susi; Sugandha, Aditya Cipta
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1478.502 KB)

Abstract

AbstractUS-China trading wars has brought positive impact to the growth of Vietnam furniture industry, due to supplier shifts or factory relocation. Many factories benefit with the increased number of purchase orders, but some suffer with stagnancy or even loss. Price, design, quality, finishing, and other factors all play significant roles in determining a factory’s performance. Full In as a research partner, have been running in only 1/3of the production capacity, consequently for its 20 percent higher price compared to competitors with similar products, and for too ordinary designs. Cheap is not always the best strategy. Design approaches (material replacement and appearance change) and strategies (reissue iconic furniture, develop American aesthetic preference furniture,develop refreshed contemporary furniture) are ways to mark Full In’s competitive advantage. Taking advantage of the trade momentum, and by collaboration with UPH research team, there are 8 new designs that will be exhibited in Vietnam International Furniture Fair 2020. In hope, good design may attract customers who afford higher prices; Full In has competitive advantage compared to other competitors.AbstrakAdanya perang dagang US-China memberikan dampak positif bagipertumbuhan industri furniture di Vietnam karena perpindahan supplier atau relokasi pabrik. Banyak pabrik mengalami peningkatan purchase order, tetapi ada juga yang stagnan atau justru menurun. Harga, desain, kualitas, finishing, dan faktor lainnya semua saling terkait menentukan performa sebuah pabrik. Full In sebagai mitra penelitian hanya mampu berjalan 1/3 dari kapasitas produksi seharusnya karena harga 20% lebih mahal dari kompetitor dengan produk serupa dan desain yang cenderung menduplikasi. Murah tidak selalu adalah strategi terbaik. Desain dengan pendekatan mengganti material dan penampilan; strategi merilis kembali produk ikon, mengembangkan produk dengan gaya Amerika dan sentuhan kontemporer merupakan strategi dan keunggulan desain yang diaplikasikan untuk Full In. Memanfaatkan momentum dagang dan lewat kolaborasi dengan tim peneliti UPH, ada 8 desain baru yang akan dipamerkan pada Vietnam International Furniture Fair premium, Full In memiliki keunggulan daya saing dibanding  kompetitor lainnya.
PERBANDINGAN PENYELESAIN RUANG PADA KAMAR HOTEL YANG BERDIMENSI KECIL Handhayani,, Inez Puttyati; Rahardjo, Setiamurti
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.089 KB)

Abstract

AbstractThe rise of tourist attractions in Bandung has triggered an increase in the number of hotel rooms. However, the density of development makes the availability of land in the city of Bandung to be limited, so some hotels have rooms with dimensions below the standard government proposals to be able to accommodate as many guests as possible.This should be considered by hotel managers so that the limitations of this dimension do not reduce guests’ comfort. Therefore, this study aims to look for interior strategies that are applied to small dimension hotel rooms that can facilitate guest needs without sacrificing the comfort side. This research was carried out by a mixed method which included quantitative measurement of dimensions and qualitative observations of threehotels in Bandung that were used as research objects, namely Yello Hotel, Kollektiv Hotel, and Summerbird Bed and Brasserie. The results of this study indicate a strategic solution that can be applied to small-sized rooms through processing the use of materials, colors and compact concepts on furniture.   AbstrakMeningkatnya objek wisata di kota Bandung memicu meningkatnya jumlahkamar hotel. Namun, padatnya pembangunan membuat ketersediaan lahan di Kota Bandung menjadi terbatas, sehingga beberapa hotel memiliki kamar dengan dimensi di bawah standar usulan pemerintah agar mampu menampung tamu sebanyak-banyaknya. Hal ini perlu diperhatikan oleh pengelola hotel agar keterbatasan dimensi tersebut tidak mengurangi kenyamanan bagi para tamu.Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mencari startegi-strategi interior yang diterapkan pada kamar hotel berdimensi kecil yang dapat memfasilitasi kebutuhan para tamu tanpa mengorbankan sisi kenyamanannya. Penelitian ini dilakukan dengan metode campuran yang meliputi pengukuran kuantitatif tentang dimensi dan pengamatan kualitatif terhadap tiga hotel di Kota Bandung yang dijadikan objek studi, yaitu Yello Hotel, Kollektiv Hotel, dan SummerbirdBed and Brasserie. Hasil penelitian ini menunjukkan solusi strategi yang dapat diterapkan pada kamar berukuran kecil melalui pengolahan penggunaan material, warna dan konsep compact pada furnitur.
STUDI DESKRIPTIF TENTANG ATRIBUT PRODUK DAN TINGKATAN PRODUK PADA DESAIN KEMASAN PASTA GIGI (Studi Kasus Pasta Gigi Pepsodent) Prieteedjo, Andriani
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol 12, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractCompetition in business toothpaste, often create confusion consumers makechoices. Sometimes they buy just as impressed upon advertisements seen on TVand not because of his needs.Troubleshooting on the needs of consumers on the benefits sought from the use oftoothpaste can be read on the packaging of the toothpaste. Consumers often stillignore this condition. Pepsodent toothpaste toothpaste as the oldest in Indonesiaunderstand these conditions and include images of teeth or Trade chracter inevery pack of toothpaste prevention of cavities. With the chracter Trade isexpected to cultivate reading toothpaste packaging before buying.AbstrakPersaingan dalam bisnis pasta gigi, seringkali membuat konsumenkebingungan menentukan pilihan. Adakalanya mereka membeli hanyakarena terkesan atas iklan yang dilihat di media TV dan bukan karenakebutuhannya.Pemecahan masalah atas kebutuhan konsumen terhadap manfaat yangdicari dari penggunaan pasta gigi dapat dibaca pada kemasan pasta gigitersebut. Konsumen seringkali masih mengabaikan kondisi ini. Pastagigi Pepsodent sebagai pasta gigi tertua di Indonesia memahamikondisi tersebut dan mencantumkan gambar gigi atau Trade Chracterpada setiap kemasan pasta gigi pencegah gigi berlubang. Denganadanya Trade Chracter ini diharapkan dapat membudayakan membacakemasan pasta gigi sebelum membeli.

Page 1 of 26 | Total Record : 251