cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Metal Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 38, No 2 (2016): Metal Indonesia" : 7 Documents clear
PERANCANGAN RANGKA KENDARAAN MESIN PEMANEN JAGUNG KOMBINASI TERHADAP FAKTOR KEAMANAN Doloksaribu, Martin; Harbintoro, Sony; Khairi, Agus Juniawan; Jamilah, Sina
Jurnal Metal Indonesia Vol 38, No 2 (2016): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2016.v38.68-76

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan perancangan desain rangka untuk mesin kombinasi pemanen jagung tipe snapping roll-auger thresher. Desain melingkupi bentuk rangka, bentuk profil penyusun rangka dan ketebalan profil. Rangka didesain menggunakan profil kanal C, tubular dan hollow square bar dengan ketebalan 5 mm. Penilaian (scoring) dan simulasi dilakukan untuk menentukan desain rangka yang optimal. Penilaian kemudahan fabrikasi dianalisa secara kuantitatif. Simulasi pembebanan, berat sasis, dan safety factor dilakukan terhadap desain rangka. Analisa kuantitatif kemudahan fabrikasi memberikan nilai 7, 7 dan 10 terhadap bentuk profil kanal C, tubular dan squre. Analisa pada desain rangka dengan kanal C memberikan berat 107 kg, nilai beban maksimal yang diterima 46 MPa, deformasi maksimal 0,079 mm dan SF 5,43. Untuk tubular adalah 46 kg, 112 MPa, 0,492 mm dan SF 2,23. Untuk square adalah 76 kg, 55 MPa, 0,151 mm dan SF 4,55. Desain rangka dengan profil square section merupakan desain rangka dengan tingkat kemudahan fabrikasi paling baik dan memiliki perpaduan berat dan SF yang optimal.Kata kunci: mesin pemanen jagung kombinasi, desain rangka, profil, kemudahan fabrikasi, safety factor
Preface VOL. 38 NO. 2 2016 Metal Indonesia, Admin
Jurnal Metal Indonesia Vol 38, No 2 (2016): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2016.v38.i-iii

Abstract

PEMBUATAN PADUAN NdFeB UNTUK APLIKASI BAHAN BAKU MAGNET PERMANEN Virdhian, Shinta
Jurnal Metal Indonesia Vol 38, No 2 (2016): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2016.v38.42-47

Abstract

Penggunaan magnet NdFeB menjadi semakin luas seiring dengan makin tingginya kesadaran tentang pemanasan global. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan proses pembuatan paduan logam tanah jarang yang dapat digunakan sebagai bahan baku magnet permanen serta memperoleh serbuk paduan logam tanah jarang dengan sifat magnetik yang baik. Dalam penelitian ini dilakukan metode casting-powder metalurgi. Proses peleburan dengan menggunakan Argon Arc Melting Furnace dapat menghasilkan ingot yang cukup homogen, hanya saja faktor loss dari logam-logam yang dilebur harus diperhitungkan sehingga komposisi yang didapatkan sesuai dengan yang diinginkan.  Persentase fasa magnetik dari paduan yang dihasilkan sudah mendekati paduan komersial (> 80 %). Proses Annealing dapat meningkatkan jumlah fasa magnetik dalam paduan NdFeB.  Penambahan zircon dalam paduan NdFeB dapat meningkatkan kestabilan fasa Nd2Fe14B sehingga tidak diperlukan proses perlakuan panas untuk meningkatkan sifat magnetik. Sifat magnetik yang masih rendah harus ditingkatkan dengan memperbaiki kondisi operasi (vakum atau gas inert).
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS LABORATORIUM PENGUJIAN BALAI BESAR LOGAM DAN MESIN Dwiharsanti, Mirantie
Jurnal Metal Indonesia Vol 38, No 2 (2016): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2016.v38.55-67

Abstract

Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM) sebagai lembaga pengujian yang ditunjuk dalam rangka pelaksanaan SNI Wajib selalu didukung dengan fasilitas mesin/alat uji.. Namun pengadaan fasilitas mesin/alat uji tidak didukung dengan perencanaan tata letak fasilitas yang baik. Mesin/alat uji ditempatkan tanpa memperhatikan fungsi mesin/alat uji. Berdasarkan masalah tersebut maka diperlukan perancangan ulang tata letak fasilitas laboratorium pengujian untuk mencapai metriks yang optimal. Penelitian ini menggunakan metode konvensional dalam melakukan perancangan ulang tata letak laboratorium pengujian. Berdasarkan analisa tata letak awal laboratorium pengujian kemudian dilakukan identifikasi fasilitas dan perhitungan luas lantai yang dibutuhkan. Setelah itu dilakukan analisa kedekatan fasilitas dengan membuat ARC (Activity Relationship Chart) dan menyusun ARD (Activity Relationship Diagram). Berdasarkan ARD kemudian dibuat template tata letak fasilitas laboratorium pengujian. Tata letak laboratorium pengujian disusun berdasarkan process layout dan product layout. Fasilitas yang disusun berdasarkan process layout adalah fasilitas pengujian kekerasan, spektrometer, struktur mikro dan makro, UTM, Impak, dan perparasi sampel. Sedangkan  fasilitas yang disusun berdasarkan product layout adalah pengujian sepeda, kompor, dan regulator.Kata Kunci:Tata letak fasilitas, Perencanaan tata letak konvensional, Tata letak laboratorium
Cover VOL. 38 NO. 2 2016 Metal Indonesia, Admin
Jurnal Metal Indonesia Vol 38, No 2 (2016): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2016.v38.Cover

Abstract

ANALISIS REGRESI UNTUK MENENTUKAN KORELASI PEMBEBANAN TERHADAP DAYA DAN TORSI PADA TURBIN PELTON Fauzi, Muhammad Nauval; MAHAPUTRA, MAHAPUTRA; Harbintoro, Sony
Jurnal Metal Indonesia Vol 38, No 2 (2016): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2016.v38.31-41

Abstract

AbstrakPembangkit Listrik Tenaga Air di Indonesia banyak dipasang menggunakan turbin pelton. Turbin pelton adalah alat yang bekerja untuk mengubah energi kinetik air menjadi energi mekanik berupa putaran poros yang digunakan untuk generator listrik dan menghasilkan tenaga listrik. Desain turbin pelton itu unik, maka perancang harus melakukan perancangan baru setiap akan membuat turbin baru atau turbin pengganti dalam pengembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan pembangkit listrik turbin pelton dan menganalisis regresi sistem kerjanya. Dengan menggunakan metode rekayasa peniruan, prototype turbin pelton dibuat agar dapat dilakukan pengukuran analisis regresi terhadap hubungan daya pengisian alternator terhadap jumlah lampu, hubungan putaran alternator (rpm) terhadap jumlah lampu, hubungan daya keluaran terhadap putaran alternator dan hubungan torsi terhadap putaran alternator sehingga dapat digunakan untuk memprediksi parameter-parameter yang akan diperlukan dalam merancang sistem pembangkit listrik turbin pelton nantinya. Dari hasil analisis regresi, diperoleh koefisien korelasi dengan nilai dibawah 1, pendekatan regresi telah cukup memadai dengan nilai koefisien korelasi diatas 0,9. Kesalahan pengukuran dapat terjadi karena berbagai faktor, antara lain dari alat dan sistem yang diukur belum memenuhi kondisi yang ideal. Hasil penelitian ini belum mencapai kondisi ideal, dan masih diperlukan perbaikan sistem prototype secara umum. Sehingga dapat diperoleh hubungan hasil pengukuran dengan hasil perhitungan yang baik. Kata kunci: turbin pelton, daya, torsi, analisis regresi
MODIFIKASI KOMPONEN TRANSPORTER PADA MESIN COMBINE-PADDY HARVESTER MENJADI COMBINE CORN HARVESTER wiranegara, haruman; CAHYADI, DENI
Jurnal Metal Indonesia Vol 38, No 2 (2016): Metal Indonesia
Publisher : Balai Besar Logam dan Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32423/jmi.2016.v38.48-54

Abstract

Mesin Combine Paddy Harvester adalah mesin pemanen padi yang berfungsi melakukan pemanenan sekaligus pemipilan padi (kombinasi). Transporter adalah komponen pada kendaraan combine harvester yang berfungsi mentransportasikan hasil pemotongan padi dari bagian Auger ke Thresher. Komponen transporter terdiri dari elemen casing, rantai-sprocket, bucket-conveyor dan poros.  Tujuan dari perancangan ulang ini adalah memodifikasi transporter. Modifikasi dilakukan dengan tujuan untuk mengubah fungsi transporter pada mesin pemanen padi menjadi mesin pemanen jagung (combine-corn harvester). Tahap-tahap modifikasi yang dilakukan adalah: melakukan pengujian awal (tanpa modifikasi), mengidentifikasi dan menganalisis hasil pengujian awal, mengukur semua bagian transporter,  menganalisis sistim kerja transporter, menguji bahan bucket-conveyor, mencari alternative solusi.   Modifikasi yang telah dilakukan dengan cara mengubah diameter sprocket dan mempertebal dimensi bucket-conveyor. Kata Kunci : Modifikasi-transporter, Combine-paddy harvester, Combine-corn harvester, rantai-sprocket

Page 1 of 1 | Total Record : 7