cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 119 Documents
GAMBARAN (OPEN DEFECATION FREE) ODF DI KABUPATEN MOJOKERTO Utami, Farida Wahyu; Putriani, Yeni Eka
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Derajat kesehatan masyarakat merupakan tolak ukur yang digunakan dalam pencapaian keberhasilan program dengan berbagai upaya berkesinambungan, terpadu dan lintas sektor dalam rangka pelaksanaan kebijakan pembangunan di bidang kesehatan. Faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan salah satunya adalah lingkungan dimana upaya untuk memperbaiki lingkungan salah satunya adalah dengan adanya STBM. Indikator output STBM adalah setiap individu dan komunitas mempunyai akses terhadap sarana sanitasi dasar sehingga dapat mewujudkan komunitas yang bebas dari buang air di sembarang tempat (ODF). Kabupaten Mojokerto memiliki program untuk meningkatkan akses sanitasi dasar dengan tidak buang air besar sembarangan. Tujuan: Mengetahui gambaran Desa ODF di Kabupaten Mojokerto. Metode: Studi literature. Hasil: Data akses sanitasi tahun 2018 Jawa Timur sebesar 87%, akses sanitasi tahun 2018 Kabupaten Mojokerto sebesar 77%. Data Desa ODF di Jawa Timur tahun 2018 sebesar 39,71%, data ODF di Kabupaten Mojokerto tahun 2018 sebesar 18,4%. Tahun 2019 Desa ODF di Kabupaten Mojokerto sabesar 20,39%. Simpulan: Upaya yang telah dilakukan oleh Kabupaten Mojokerto telah dapat meningkatkan desa ODF yang sebelumnya 18,4% menjadi 20,39%. Tahun 2019 terdapat 1 Kecamatan yang sudah 100% ODF (bebas buang air besar sembarangan).
FAKTOR RISIKO GANGGUAN FAAL PARU AKIBAT PAPARAN FORMALDEHID (STUDI PADA INDUSTRI PLYWOOD PT. OPQ DI KABUPATEN LUMAJANG) Akbar, Kurnai Ardiansyah
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Formaldehid yang merupakan bahan utama perekat dalam industri plywood yang terabsorbsi melalui saluran inhalasi dapat menyebabkan kerusakan paru dan mempengaruhi faal paru bahkan diduga menyebabkan kanker. Tujuan: untuk melihat faktor determinan yang mempengaruhi gangguan faal paru akibat paparan formaldehid. Faktor faktor determinan yang diamati dalam penelitian adalah umur, tinggi badan, berat badan, IMT, beban kerja, masa kerja, lama kerja, penggunaan masker, pengalaman kerja, perilaku merokok serta jumlah rokok yang dikonsumsi oleh pekerja unit pengeleman plywood  PT. OPQ Kabupaten Lumajang pada bulan april ? juli 2013. Metode: Observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Total populasi dalam penelitian ini sebanyak 53 pekerja dengan jumlah sampel 39 pekerja. Sampling dilakukan dengan metode simple random sampling. Hasil: terdapat pengaruh signifikan antara gangguan faal paru yang dialami pekerja dengan masa kerja (0.008) dan jumlah rokok yang dikonsumsi per hari (0.029). Hasil penelitian juga menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara gangguan faal paru yang dialami pekerja dengan umur, tinggi badan, berat badan, IMT, beban kerja, lama kerja, penggunaan masker, pengalaman kerja dan perilaku merokok perkerja. Kesimpulan: masa kerja dan jumlah rokok yang dikonsumsi per hari merupakan faktor determinan gangguan faal paru akibat paparan formaldehid pada pekerja di unit pengeleman plywood PT. OPQ Kabupaten Lumajang.
UJI AKTIVITAS ANTIANEMIA EKSTRAK ETANOL DAN PERASAN RIMPANG KUNYIT (CURCUMA LONGA LINN.) DITINJAU DARI PENINGKATAN KADAR HAEMOGLOBIN DAN ERITROSIT PADA TIKUS GALUR WISTAR DENGAN PENGINDUKASI NANO2 SECARA IN VIVO Prihardini, Prihardini; Basuki, Dewy Resty
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Ekstrak etanol dan perasan rimpang kunyit mengandung senyawa polar yang berkhasiat sebagai anti anemia yang diteliti untuk meningkatkan kadar hemoglobin dan eritrosit. Tujuan: uji aktivitas antianemia ekstrak etanol dan perasan kunyit yang ditinjau dari peningkatan kadar Hemoglobin dan Eritrosit pada tikus putih galur wistar. Metode: penelitian ini diawali pembuatan ekstrak etanol dan perasan rimpang kunyit, kemudian uji skrining fitokimia dan uji penegasan senyawa kurkuminod dengan metode KLT. Hasil : Didapatkan ekstrak etanol  224,292 gram (22,49%) dan perasan rimpang kunyit 94,404 gram (47,202%). Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol positif pada senyawa steroid, terpenoid, flavonoid, alkaloid, fenolik dan tanin. Sedangkan perasan  rimpang kunyit mengandung senyawa terpenoid, flavonoid, alkaloid dan fenolik. Kelompok perasan kunyit 200 mg/kg BB dan ekstrak etanol kunyit 200 mg/kgBB menunjukkan peningkatan hemoglobin dan eritrosit. Simpulan: Perasan kunyit dengan dosis 200 mg/kg BB dan ekstrak etanol kunyit dengan dosis 200 mg/kgBB menunjukkan peningkatan kadar hemoglobin dan eritrosit pada uji aktivitas antianemia tikus galur Wistar.
EFEK PEMBERIAN KULIT BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLYRHIZU) TERHADAP PERUBAHAN KADAR TRIGLISERIDA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) JANTAN YANG DIBERIKAN DIET TINGGI LEMAK werdiningsih, Wiwik
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Dislipidemia merupakan abnormalitas profil lipid dalam serum, salah satunya adalah peningkatan kadar trigliserida serum. Kulit buah naga merah  (Hylocereus polyrhizus) mengandung flavonoid, tanin, alakaloid steroid dan vitamin C dapat digunakan untuk memperbaiki profil lipid pada dislipidemia. Tujuan: Membuktikan bahwa pemberian kulit buah naga merah dapat memperbaiki trigliserida. Metode: Jenis penelitian ini eksperimental murni, dengan menggunakan rancangan random post test only control grup desaign.menggunakan hewan coba sebanyak 30 ekor tikus putih jantan galur wistar. Pengukuran kadar trigliserida dengan metode GPO-PAP. Data dianalisis secara statistik dengan uji One Way Anova. Hasil: Rerata trigliserida hewan coba yang mendapat diet tinggi lemak dan freeze dried  kulit buah naga merah selama 4 minggu mengalami penurunan rerata sebesar 13,50 mg/dl (dosis 0,72 g/200 g), 20,00 mg/dl(dosisi 1,08 g/200 g) dan 23,00 mg/dl (dosis 1,44 g/200 g). Pada uji varian Anova memperlihatkan bahwa kadar trigliserida berbeda secara signifikan antar kelompok (p > 0,05). Kesimpulan: penelitian menunjukkan bahwa kulit buah naga merah dosis 1.44 gram dapat digunakan untuk menurunkan kadar trigliserida pada tikus jantan dyslipidemia.Saran:Penelitian selanjutnya dapat dimungkinkan untuk memperbaiki profil lipid yang lain seperti kolesterol.
HUBUNGAN ANTARA AKUMULASI LOGAM DENGAN KADAR P53 PADA TEKNISI GIGI Rohmaniar, Dila; Asmarani, Yolanda Kartika; Wibowo, Hari
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Future Issues (2020)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Teknisi gigi tidak dapat terhindar dari paparan berbagai agen fisik, kimia, dan biologis yang berasal dari lingkungan kerja. Paparan pada teknisi gigi dapat berupa debu atau asap yang berasal dari grinding saat pengolahan bahan restorasi gigi. Pada penelitian Haryani dkk, 2014 dilaporkan terdapat konsentrasi logam kobalt, nikel, kromium yang tinggi pada darah  teknisi gigi di Surabaya yaitu kadar kobalt  27 µg/L, nikel 37 µg/L, dan kromium 117 µg/L. Paparan logam dapat menyebabkan terbentuknya Reaktive Oxygen Species (ROS) dan menyebabkan terjadinya kerusakan DNA. Kerusakan khas yang terjadi pada P53 terjadi mutasi Guanine. Salah satu peran P53 yaitu  untuk proses perbaikan DNA. Tujuan:  Untuk mengetahui hubungan antara akumulasi logam dengan kadar P53 pada teknisi gigi. Metode:  Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 40 yang diambil secara acak. Data diambil melalui wawancara dan observasi. P53 diperiksa dari saliva dengan metodeindirect ELISA.  Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson. Nilai kemaknaan yaitu nilai p<0,05 (tingkat kepercayaan 95%).  Hasil:Tidak ada hubungan signifikan antara akumulasi logam dan P53 pada teknisi gigi. Simpulan dan saran: terdapat korelasi positif namun hubungan tersebut tidak signifikan antara lama bekerja dengan kadar P53 pada teknisi gigi.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANGKA HARAPAN HIDUP DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2014 DENGAN MELIHAT NILAI STATISTIK CP MALLOWS Amalia, Nuke; Mahmudah, Mahmudah
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Future Issues (2020)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan ditandai dengan tingginya AHH. Jawa Timur mempunyai AHH jauh di bawah provinsi lain yang berada di Pulau Jawa. Teori Blum menyatakan bahwa derajat kesehatan dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu faktor lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan dan keturunan. Tujuan: Identifikasi faktor-faktor yang diduga mempengaruhi angka harapan hidup di Jawa Timur pada tahun 2014. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian analitik dengan data sekunder. Unit analisis berupa kabupaten/ kota di Jawa Timur. Analisis menggunakan regresi linier berganda dengan statistik Cp mallows. Variabelnya adalah angka harapan hidup (Y), angka kejadian diare (X1), persentase rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat (X2), persentase angka buta huruf (X3) dan rasio dokter (X4). Hasil: Kombinasi dengan 2 variabel memiliki kriteria Cp mallows, yaitu 1,7 dan R2adj terbesar yaitu 56,8. Variabel tersebut adalah angka kejadian diare dan angka buta huruf. Uji koefisien regresi dan uji serentak menunjukkan bahwa p<?(0,05) dengan model yaitu:AHH=74,172 - 0,058 (Angka Kejadian Diare) - 0,430 (Angka Buta Huruf). Simpulan dan saran: Faktor yang mempengaruhi AHH di Jawa Timur tahun 2014 adalah angka kejadian diare dan angka buta huruf. Pemerintah perlu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan pentingnya pendidikan.
PENGEMBANGAN BASIS DATA SISTEM SURVEILANS KESEHATAN HAJI Siswanto, Siswanto; Notobroto, Hari Basuki; Wahyuni, Chatarina Umbul; Jayanti, Krisnita Dwi
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kantor Kesehatan Pelabuhan Surabaya sebagai penyedia kesehatan haji embarkasi memiliki tugas menangani jemaah haji risiko tinggi seperti untuk memberikan bimbingan, pelayanan dan perlindungan yang baik untuk para jemaah di bidang kesehatan, maka rekaman yang diperlukan dan melaporkan secara efektif dan efisien kegiatan pengawasan kesehatan haji embarkasi untuk menghasilkan informasi yang cepat, akurat dan lengkap. Tujuan: mengembangkan data base sistem surveilans kesehatan haji embarkasi di Kantor Kesehatan Pelabuhan Surabaya Metode: penelitian action reseach dalam bentuk pengembangan sistem. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap : analisis sistem surveilans kesehatan haji embarkasi, pengembangan database dan pengujian lebih lanjut dan evaluasi. Hasil: Berdasarkan hasil mengungkapkan bahwa masalah dalam sistem pengawasan kesehatan haji di komponen proses, yaitu proses entri dan data rekap. Merekam data berulang (redudancy) dan perbedaan persepsi petugas dalam pengolahan data sehingga informasi yang dihasilkan menjadi kurang valid dan pelaporan menjadi kurang efektif dan efisien. Simpulan dan saran: dari hasil pengujian database yang telah dikembangkan memberikan kemudahan entri data, pengolahan data dan dapat memberikan data yang cepat, akurat dan lengkap.
FAKTOR DETERMINAN STATUS IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI DI PUSKESMAS KONANG DAN GEGER Hafid, Wahyuni; Martini, Santi; Devy, Shrimarti R
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Imunisasi dasar merupakan jenis imunisasi pertama yang harus diberikan pada bayi sejak lahir untuk melindungi tubuhnya dari penyakit tertentu. Tujuan: Menganalisis faktor yang berpengaruh sangat signifikan terhadap status imunisasi dasar lengkap pada bayi. Metode: Pendekatan cross-sectional dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Konang dan Geger. Populasi adalah seluruh bayi di Kecamatan Konang dan Geger sebanyak 1831 bayi. Sampel adalah bayi yang terpilih dengan teknik simple random sampling sebanyak 275 bayi. Hasil: Berdasarkan hasil analisis multivariate ditemukan bahwa variabel sikap ibu (p=0,000) dan dukungan keluarga (p=0,000) memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap status imunisasi dasar lengkap pada bayi. Simpulan dan saran: Terdapat pengaruh yang sangat kuat antara sikap ibu dan dukungan keluarga terhadap status imunisasi dasar lengkap pada bayi. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait pengaruh program edukasi kepada masyarakat secara intensif tentang pentingnya pemberian imunisasi dasar pada bayi dalam upaya pencegahan dari penyakit tertentu.
GAMBARAN PILIHAN PENOLONG PERSALINAN, PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN POSYANDU ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGLETIH KEDIRI TAHUN 2017 Pebrianty, Pebrianty; Kumala Dewi, Yoanita Indra
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Adanya tenaga kesehatan juga berperan dalam memberikan pemahaman kepada ibu dan keluarga tentang pentingnya pemberian ASI ekslusif dan pemantauan perkembangan anak melalui kegiatan posyandu yang bertujuan untuk mempersiapkan generasi dengan kualitas sumber daya manusia yang baik. Tujuan: Melihat gambaran cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan terampil, cakupa ASI ekslusif dan posyandu pada balita. Metode: Penelitian observasional dengan desain penelitian deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 55 ibu yang memiliki anak usia balita. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan terampil sebesar 100%, cakupan ASI esklusif 58,2% dan cakupan posyandu pada anak usia balita sebesar 92,7%. Simpulan dan saran: Cakupan penolong persalinan oleh tenaga kesehatan terampil dan cakupan posyandu bagi anak usia balita diWilayah Kerja Puskesmas Ngletih sudah cukup tinggi, namun cakupan pemberian ASI ekslusif masih perlu ditingkatkan. Sehingga perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang faktor penyebab rendahnya cakupan pemberian ASI ekslusif pada bayi di wilayah kerja puskesmas Ngletih.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STATUS GIZI KURANG PADA BALITA UMUR 1 – 5 TAHUN Andriani, Rully; Wismaningsih, Endah Retnani; Indrasari, Oktovina Rizky
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Gizi kurang merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan terjadinya mortalitas dan morbiditas pada balita. Salah satu hal yang diduga berkaitan dengan kejadian gizi kurang pada balita adalah pemberian ASI Eksklusif. Tujuan: Menganalisis hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian status gizi kurang pada balita umur 1-5 tahun. Metode: Jenis Penelitian adalah survey analitik dengan jenis penelitian cross sectional study. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling total, yaitu sebanyak 33 orang. Variabel independen yaitu pemberian ASI eksklusif, sedangkan variabel dependen yaitu status gizi yang dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas responden (60.6%) tidak memberikan ASI Ekslusif. Sebanyak 51.5% balita yang mengalami gizi kurang berusia 2-3 tahun, Hasil uji statistik menggunakan chi square dengan nilai signifikansi p=0,000 lebih kecil dari p yang ditetapkan yaitu <0,05 maka hipotesis diterima. Simpulan dan saran: Terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi balita umur 1 – 5 tahun. Diperlukan penelitian lebih lanjut terkait faktor-faktor yang berhubungan dengan gizi kurang pada balita dengan variabel lain sebagai pengontrol.

Page 1 of 12 | Total Record : 119