cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal TABARO Agriculture Science
ISSN : 25806165     EISSN : 25978632     DOI : -
Artikel dapat berupa hasil-hasil penelitian mutakhir (paling lama 5 tahun yang lalu), ulasan (review) singkat, analisis kebijakan atau catatan penelitian singkat (research note) mengenai teknik percobaan, alat, pengamatan, dan hasil awal percobaan (preliminary result), yang mencakup salah satu disiplin ilmu dalam bidang teknologi budidaya pertanian, perikanan, kehutanan, peternakan, sosial ekonomi pertanian, dan biologi tanaman
Arjuna Subject : -
Articles 50 Documents
ANALISIS KELAYAKAN BISNIS DAN SENSITIFITAS USAHA BUDIDAYA BUAH NAGA (Hylocereus sp.) DI DESA LENYEK KECAMATAN LUWUK UTARA KABUPATEN BANGGAI SULAWESI TENGAH Hasan, Wahyudi; Maula, Bakri; Chaniago, Ramadhani
Journal TABARO Agriculture Science Vol 2, No 2: DESEMBER 2018
Publisher : Journal TABARO Agriculture Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.715 KB)

Abstract

Pengembangan komoditas buah naga khususnya buah naga yang ada di Kabupaten Banggai umunya masih menggunakan teknik dan peralatan usahatani yang sederhana serta sistem pemasarannya masih terbatas, sehingga berpengaruh terhadap pendapatan petani. Adapun tujuan penelitian ini adalah : Mengetahui analisis kelayakan bisnis dan analisis sensitifitas usahatani buah naga di Desa Lenyek Kabupaten Banggai. Data yang bersifat kualitatif dianalisis untuk mengkaji aspek non finansial, yaitu aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen, aspek hukum dan aspek lingkungan. Sedangkan analisis data secara kuantitatif dilakukan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha budidaya buah naga. Metode analisis kuantitatif yang digunakan adalah analisis kelayakan finansial berdasarkan kriteria kelayakan investasi, yaitu NPV, IRR, Net B/C dan PP. Selain itu, dilakukan pula analisis sensitivitas untuk melihat sampai berapa besar penurunan jumlah produksi buah naga, serta kenaikan salah satu komponen input yang masih dapat ditoleransi. Berdasarkan analisis kelayakan bisnis pada usaha budidaya buah naga di Desa Lenyek dengan (NPV) sebesar Rp. 213.879.418; (IRR) sebesar 30,6; Net (B/C) yaitu 1,86, dan PP yaitu 36,5 bulan, maka usaha ini layak untuk dijalankan dan dikembangkan. Penurunan Produksi sebesar 40 % dan Peningakatan Biaya Produksi 30 % analisis sensifitasnya layak namun nilai IRR sangat kecil sedangkan Penurunan Harga Jual sebesar 60 % analisis senfitasnya tidak layak.
FITOREMEDIASI LAHAN YANG MENGALAMI CEKAMAN LOGAM BERAT NIKEL DENGAN MENGGUNAKAN TUMBUHAN ENDEMIK BELIMBING BAJO (Sarcotheca celebica Veldk) Haruna, Naima; Wardiyati, Tatik; Maghfoer, Moch. Dawam; Handayanto, Eko
Journal TABARO Agriculture Science Vol 2, No 2: DESEMBER 2018
Publisher : Journal TABARO Agriculture Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.95 KB)

Abstract

Areal bekas galian tambang Nikel di Sorowako dan sekitarnya termasuk lahan yang mengalami cekaman logam berat Nikel karena rata-rata masih mengandung Nikel lebih dari 5000 mg.kg-1. Keberadaan logam berat Ni dalam tanah tidak dapat hilang secara alami sehingga diperlukan upaya remediasi dan proses remediasi banyak dipilih karena dianggap ramah lingkungan adalah fitoremediasi. Salah satu jenis tumbuhan endemik yang berpotensi untuk proses fitoremediasi adalah belimbing bajo (Sarcotheca celebica Veldk.) karena tumbuhan liar ini toleran dan banyak tumbuh di sekitar lahan penambangan Nikel tanpa mengalami gangguan toksisitas. Kemampuan belimbing bajo untuk tumbuh normal pada lingkungan yang mengalami cekaman logam Nikel dapat disebabkan karena belimbing bajo mampu menyerap logam Nikel yang berlebihan dari lingkungannya dan mengakumulasi logam Nikel dalam organ tubuhnya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan tumbuhan belimbing bajo dalam menurunkan jumlah kandungan Nikel dalam tanah yang mengalami cekaman logam berat Nikel. Metode penelitian yang digunakan adalah metode diskriptif yaitu mendeskripsikan hasil observasi terhadap pertumbuhan dan analisis kandungan Nikel pada tanah maupun jaringan tumbuhan belimbing bajo. Hasil analisis tanah menunjukkan bahwa kandungan Ni total tanah yang mengalami cekaman logam Ni menurun sebesar 70, 84% setelah media ditanami belimbing bajo selama 25 MST dan diberi pupuk NPK, sedang hasil analisis jaringan daun menunjukkan adanya logam Nikel yang terakumulasi pada daun sebesar 143,77% pada umur 12 MST.  Disimpulkan bahwa belimbing bajo dapat menjadi salah satu tumbuhan endemik yang dapat dimanfaatkan untuk remediasi logam berat Nikel dari lahan yang mengalami cekaman karena dapat menurunkan kandungan logam berat Ni.
KARAKTERISTIK EDIBLE FILM KOMPOSIT DARI PATI SAGU, GELATIN DAN LILIN LEBAH (BEESWAX) Mudaffar, Rahmi Azizah
Journal TABARO Agriculture Science Vol 2, No 2: DESEMBER 2018
Publisher : Journal TABARO Agriculture Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.064 KB)

Abstract

Edible film merupakan pengemas lapis tipis yang dapat langsung dikonsumsi oleh manusia dan bersifat ramah lingkungan karena bahan bakunya berasal dari hasil-hasil pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat edible film komposit (gabungan hidrokoloid dan lipid) dari pati sagu dengan penambahan berbagai konsentrasi gelatin dan lilin lebah (beeswax) serta untuk mengetahui pengaruh konsentrasi beeswax terhadap karakteristik edible film komposit. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap I, membuat edible film dengan perlakuan penambahan konsentrasi gelatin (1%, 2% dan 3%).  Tahap II, edible film yang  memiliki laju transmisi uap air terkecil pada tahap I (konsentrasi gelatin terbaik) digunakan untuk menentukan pengaruh konsentrasi beeswax yang tepat pada edible film dengan konsentrasi 0,5%, 0,75% dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pati sagu mempunyai kadar air 9,22%, suhu gelatinisasi 620C, kadar pati 84,56% dan kadar amilosa 7,2 %. Hasil penelitian pada edible film pati sagu diperoleh ketebalan tertinggi pada penambahan beeswax 1% (0,129 mm) sedangkan terendah pada penambahan beeswax 0,5% (0,098 mm). Kuat tarik tertinggi pada penambahan beeswax 1%  (1,180 N/mm2 ) sedangkan terendah pada penambahan beeswax 0,5% (0,591 N/mm2). Persen pemanjangan edible film tertinggi pada penambahan beeswax 0,5% (351,08%) sedangkan terendah penambahan beeswax 1% (227,38%). Laju transmisi uap air edible film tertinggi pada penambahan beeswax 0,5% (0,037 g/m2.jam) sedangkan terendah penambahan beeswax 1% (0,027 g/m2/jam).
KARAKTERISTIK MUTU BERAS DI BERBAGAI PENGGILINGAN PADA SENTRA PADI DI KALIMANTAN BARAT David, Jhon H; Kartinaty, Tietyk
Journal TABARO Agriculture Science Vol 3, No 1: MEI 2019
Publisher : Journal TABARO Agriculture Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.837 KB)

Abstract

Mutu beras secara umum dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 6128:2015, mutu beras giling  meliputi kriteria rendemen beras kepala, rendemen beras giling, persentase beras pecah, dan derajat sosoh. Tujuan penelitian  adalah untuk mengidentifikasi mutu beras di berbagai pengilingan padi dan hubungannya dengan standar mutu beras konsumsi di Kalimantan Barat. Penelitian dilakukan pada tahun 2018 dengan objek penelitian unit penggilingan padi, kemudian dilanjutkan analisa karakteristik mutu beras di laboratorium. Lokasi penelitian merupakan sentra utama penghasil beras yaitu Kabupaten Sambas dan Kubu Raya. Komponen mutu yang di amati meliputi meliputi, ukuran dan bentuk beras, kadar air, derajat sosoh/derajat putih, persentase beras kepala, butir pecah, butir menir, butir kuning-rusak, dan butir mengapur). Hasil penelitian di dua Kabupaten menunjukkan mutu yang relatif sama,  kadar air <14%, bentuk butiran ramping (rasio p/l:3,0-3,4), berukuran panjang (6.6-6,8 mm), persentase beras kepala (>65%), berwarna putih (derajat sosoh >90%), butir patah <28%, menir <2%, butir mengapur <4%, butir kuning-rusak <5%, tingkat kepulenan nasi sedang (kadar amilosa 21-23%) dengan tekstur nasi sedang (konsistensi gel 56~60 mm), dan kadar protein 7%. Pemahaman akan pentingnya tentang mutu beras di tingkat penggilingan masih relatif  rendah. Diperlukan sosialisasi standar dan labeling komponen mutu beras secara intensif sehingga pemilik penggilingan padi termotivasi meningkatkan mutu beras.
ANALISIS TINGKAT KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA NELAYAN (Studi Kasus Desa Balantang Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur) Nuryanti, Dewi Marwati; Ilsan, Mais; Ismail, Shelviana
Journal TABARO Agriculture Science Vol 3, No 1: MEI 2019
Publisher : Journal TABARO Agriculture Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.058 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Desa Balantang Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur, pada Mei sampai Februari 2018, dengan tujuan mengetahui kondisi sosial ekonomi nelayan dan tingkat penyerapan pangan rumah tangga nelayan. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja berdasarkan penduduknya yang mayoritas nelayan berjumlah 604 KK. Responden dipilih secara acak sebesar 10% dari popolasi yaitu 60 KK. Data bersumber dari data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari responden melalui wawancara dengan berpedoman pada daftar pertanyaan serta observasi lapangan, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait yang berhubungan dengan penelitian ini. Penelitian mengunakan metode analisis pengukuran tingkat penyerapan pangan rumah tangga nelayan tipe agroekosistem pesisir. Hasil penelitian menunjukan: 1).  kondisi  sosial ekonomi rumah tangga nelayan adalah rata-rata responden berumur produktif ( 44 tahun), dengan rata-rata tingkat pendidikan SMP, rata-rata jumlah tanggungan keluarga terbanyak 4 orang serta rata-rata pendapatan Rp. 3.508.333,3,- di atas upah minimum Kabupaten (UMK) Luwu Timur 2017 yaitu Rp. 2.468.100,-; 2). Tingkat penyerapan pangan rumah tangga nelayan nilainya 140 tergolong tahan pangan (TP) dengan tingkat kecukupan energi  (TKE) nilainya 60 tergolong sangat tahan pangan (STP), tingkat kecukupan protein (TKP) nilainya 60 tergolong sangat tahan pangan STP), tingkat kecukupan vitamin A (TKVA) nilainya 5 tergolong sangat rawan pangan (SRP) dan penganekaragam pangan (PRP) nilainya 15 tergolong agak rawan pangan (ARP).
PENGARUH BIOAKTIVATOR DALAM PROSES PENGOMPOSAN JERAMI PADI Yasin, Sitti Maryam; Kasim, Niken Nur; Sapareng, Sukriming; Jabal, Jabal
Journal TABARO Agriculture Science Vol 3, No 1: MEI 2019
Publisher : Journal TABARO Agriculture Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.597 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis bioaktivator terhadap pembuatan kompos jerami padi.Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompokyang terdiri dari tiga perlakuan tanpa bioaktivator, Promi dan EM-4. Pengamatan dilakukan terhadap sifat fisik yaitu perubahan terhadap suhu, penyusutan volume kompos, dan kadar air, serta sifat kimia kompos berupa pH dan rasio C/N.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bioaktivator promi memberikan hasil terbaik terhadap sifat fisik kompos seperti kadar air, penyusutan, pH dan suhu. Kualitas kompos jerami padi sebagai pupuk organik dengan kadar  C/N yaitu 18,15dan sudah siap di gunakan.Disaran menggunakan bioaktivator promi dalam proses pengomposan limbah pertanian terutama jerami padi.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM BENTUK CAIR DAN PADAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI (Glycine Max (L.) MERRIL) Masese, Zaedar A. Dg.
Journal TABARO Agriculture Science Vol 3, No 1: MEI 2019
Publisher : Journal TABARO Agriculture Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.246 KB)

Abstract

Tanaman kedelai termasuk satu diantara beberapa komoditas tanaman pangan yang memiliki nilai ekonomi penting. Produksi kedelai di Sulawesi Tengah pada tahun 2015 sebesar 13.270 ton biji kering, turun sebesar 3.129 ton dibanding produksi tahun 2014 sebesar 16.399 ton.  Penurunan tersebut disebabkan adanya penurunan luas panen sebesar 3.044 ha, dengan produktivitas sebesar 2,53 ku/ha. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh berbagai dosis pupuk kandang ayam bentuk padat dan cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi pupuk kandang cair, yang terdiri dari dua taraf yaitu 20 ml/L dan 40 ml/L. Faktor kedua yaitu pupuk kandang ayam padat yang terdiri dari empat taraf yaitu tanpa pupuk kandang ayam, 1000 gr, 1500 gr, dan 2000 gr. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk kandang cair dan padat terbaik pada perlakuan 40 ml pupuk kandang ayam cair dengan 2000 gr pupuk kandang ayam padat memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai
EKSPLORASI DAN IDENTIFIKASI JENIS TUMBUHAN DI CAGAR ALAM KALAENA KABUPATEN LUWU TIMUR SULAWESI SELATAN Karim, Hadijah Azis; Akmal, Akmal
Journal TABARO Agriculture Science Vol 3, No 1: MEI 2019
Publisher : Journal TABARO Agriculture Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.387 KB)

Abstract

Cagar Alam Kalaena telah ditetapkan oleh Menteri Kehutanan sejak tahun 1987 melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 428/Kpts-II/1987. Kawasan ini ditunjuk sebagai kawasan konservasi karena merupakan contoh perwakilan ekosistem hutan pamah sekunder yang memiliki jenis-jenis endemik dan penciri khusus dari ekosistem tersebut. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dan mengidentifikasi keanekaragaman jenis tumbuhan baik pohon maupun bukan pohon (tumbuhan bawah). Hasil penelitian adalah sejumlah koleksi spesimen herbarium tumbuhan pohon dan bukan pohon. Dari hasil penelitian ini di temukan secara keseluruhan ada 92 jenis tumbuhan yang termasuk ke dalam 44 famili, Vegetasi Cagar Alam Kalaena merupakan tipe vegetasi hutan pamah karakteristik tanah adalah ultrabasa, dan jenis yang ditemukan dominan jenis native, kecuali jenis Diospyros celebica yang merupakan tanaman introduksi yang telah menyebar hamper sebagian besar luasan kawasan, serta terdapat 43 jenis yang memiliki potensi sebagai tumbuhan berguna, berdasarkan habitusnya di dominasi oleh pohon sebanyak 39 jenis, herba 2 jenis dan liana 2 jenis.
KELIMPAHAN POPULASI BAKTERI FILOSFER, RIZOSFER, DAN ENDOFIT TANAMAN KEMIRI SUNAN (REUTEALIS TRISPERMA (BLANCO) AIRY SHAW), SERTA POTENSINYA SEBAGAI AGENS BIOKONTROL Amaria, Widi; Kasim, Niken Nur; Munif, Abdul
Journal TABARO Agriculture Science Vol 3, No 1: MEI 2019
Publisher : Journal TABARO Agriculture Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1164.072 KB)

Abstract

Tanaman kemiri sunan (Reutealis trisperma (Blanco) Airy Shaw) merupakan tanaman potensial yang sebagai penghasil minyak nabati. Interaksi tanaman kemiri sunan dengan mikrob ditunjukkan dari potensinya sebagai sumber mikrob yang bermanfaat, baik berasal dari filosfer, rizosfer, dan endofit. Percobaan dilaksanakan di Laboratorium Nematologi, Departemen Proteksi Tanaman, Institut Pertanian Bogor, pada bulan Februari sampai Mei 2018. Penelitian meliputi (1) isolasi dan pemurnian bakteri filosfer, rizosfer, dan endofit; (2) uji keamanan hayati, yaitu uji hemolisis dan hipersensitif; (3) karakterisasi isolat bakteri, yaitu uji Gram, pelarut fosfat, dan kitinolitik; serta (4) uji antibiosis sebagai agens biokontrol terhadap patogen Fusarium oxysporum. Hasil isolasi bakteri dari tanaman kemiri sunan diperoleh sebanyak 35 isolat, yang terdiri dari filosfer 12, rizosfer 13, dan endofit 10. Kelimpahan populasi tertinggi adalah bakteri filosfer 75,9–82,0 x 104 cfu/ml. Pengujian keamanan hayati diperoleh informasi sebanyak 9% isolat bakteri berpotensi sebagai patogen mamalia dan 47,2% merupakan patogen tanaman sebesar 47,2%. Hasil uji Gram menunjukkan Gram positif lebih dominan (58,3%) dibandingkan dengan Gram negatif (41,6%). Isolat-isolat bakteri yang diperoleh belum menunjukkan potensinya sebagai pelarut fosfat dan kitinase, namun sebagai agens biokontrol terhadap patogen F. oxysporum penyebab penyakit layu pada tanaman tomat. Reaksi antibiosis dengan daya hambat tinggi adalah isolat bakteri endofit (b dan d), yaitu 72,5% dan 55%, sedangkan bakteri rizosfer (u) sebesar 60%, semuanya adalah Gram positif.
KLASIFIKASI KELEMBAGAAN PETANI DI KABUPATEN GOWA Mustafa, Mustafa; Kaddas, Kaddas; Andayani, Shinta
Journal TABARO Agriculture Science Vol 3, No 1: MEI 2019
Publisher : Journal TABARO Agriculture Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.971 KB)

Abstract

Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui klasifikasi kelembagaan petani yang ada di Kab. Gowa. Kabupaten Gowa terdari atas 18 Kecamatan, 167 Desa dan 3618 Kelompok Tani (Poktan). Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa sebaran kelompok tani untuk setiap kecamatan adalah Kecamatan  Bontonompo 303 Kelompok Tani; Kecamatan  Bontonompo Selatan 233 Kelompok Tani; Kecamatan  Bontomarannu 173 Kelompok Tani; Kecamatan  Pattalassang 183 Poktan; Kecamatan  Somba Opu 94 Kelompok Tani; Kecamatan  Pallangga 267 Kelompok Tani; Kecamatan  Bajeng 313 Kelompok Tani; Kecamatan  Bajeng Barat 147 Kelompok Tani; Kecamatan  Barombong 139 Kelompok Tani; Kecamatan  Manuju 133 Kelompok Tani; Kecamatan  Parangloe 83 Kelompok Tani; Kecamatan  Tinggimoncong 173 Kelompok Tani; Kecamatan  Parigi 93 Kelompok Tani; Kecamatan  Tombolo Pao 221 Kelompok Tani; Kecamatan  Bungaya 182 Kelompok Tani; Kecamatan  Bonto Lempangan 119 Kelompok Tani; Kecamatan  Tompobulu 315 Kelompok Tani dan Kecamatan  Biringbulu 447 Kelompok Tani. Analisis data tentang klasifikasi Poktan menunjukkan bahwa dari 3618 kelompok tani yang ada di Kab. Gowa, 80,32% berada pada kelas pemula, 11,14% kelas lanjut, 7,57% kelas madya dan 0,97% kelas utama.