cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini berisi mengenai Editorial Kesehatan, Literature Review, dan Hasil Penelitian dalam bidang kesehatan masyarakat seperti Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, Gizi Kesehatan, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, Biostatistika dan Kependudukan, Perilaku dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Ibu Anak dan Kesehatan Reproduksi.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 3 (2015)" : 6 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA MUTU PELAYANAN KESEHATAN DAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN MINAT KUNJUNG KEMBALI PASIEN DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM (Studi Observasi di RSUD Panglima Sebaya Kabupaten Paser) Kurniawati, Andry Listiana
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tuntutan masyarakat terhadap mutu pelayanan telah dijamin oleh Menteri Kesehatan RIdalam peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 741/MENKES/PER/VII/2008. Rumah sakit merupakanpelayanan publik yang harus terus-menerus ditingkatkan pelayanannya sampai menuju pelayanan prima, yaitupelayanan yang customer oriented atau customer focus. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubunganantara mutu pelayanan kesehatan dan komunikasi terapeutik dengan minat kunjungan kembali pasien dipoliklinik penyakit dalam RSUD Panglima Sebaya Kabupaten Paser. Metode penelitian yang digunakanadalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Instrumen penelitian ini adalah alat bantukuesioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji statistik dengan rumus chi square. Hasil penelitianmenunjukan bahwa ada hubungan komunikasi terapeutik dengan minat kunjung kembali (p-value=0,013) dantidak ada hubungan antara mutu pelayanan kesehatan dengan minat kunjung kembali pasien di poliklinikpenyakit dalam RSUD Panglima Sebaya Kabupaten Paser (p-value=0,837). Berdasarkan hasil penelitian inidiharapkan pihak RSUD Panglima Sebaya Kabupaten Paser untuk meningkatkan mutu pelayanankesehatan yang diberikan dan meningkatkan keterampilan komunikasi terapeutik sehingga dapat meningkatkanminat kunjung kembali pasien. Kata-kata kunci: Mutu pelayanan, komunikasi terapeutik, minat kunjung kembali. Abstract Public demand for service quality has been guaranteed by the Minister of Health, the Minister ofHealth regulation number 741/Menkes/Per/VII/2008. The hospital is a public service which must beconstantly improved its service until towards service excellence, namely customer service or customeroriented focus. This study aims to determine the relationship between the quality of health care and therapeuticcommunication with interest return visit patients in clinic diseases in Hospital Peer Commander Paser. Themethod used is analytic observational study with cross sectional approach. The instrument used in this studywas a questionnaire tool. The data obtained were analyzed by chi- square statistic formula. The resultsshowed that there is a relationship of therapeutic communication with interest go back (p-value=0.013)and there was no correlation between the quality of health services with interests go back patients in clinicdiseases in Hospital Peer Paser Commander (p-value=0.837). Based on the results of this study are expectedto the hospitals Commander Peer Paser to increase quality of health services provided and improvingtherapeutic communication skills so as to increase the interest of the patient go back.Keywords: quality of care, therapeutic communication, interests go back
FAKTOR DETERMINAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAYAMANYA KABUPATEN POSO Nurfatimah, Nurfatimah
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berbagai studI dan pengamatan menunjukkan bahwa dewasa ini terdapat kecenderungan penurunan pemberian ASI dan mengganti ASI dengan susu fomula sudah merupakan hal yang umum di masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh promosi susu formula, konseling ASI, nilai budaya, dan dukungan suami terhadap pemberian ASI eksklusif. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kayamanya Kabupaten Poso. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Sampel yang diambil sebanyak 130 orang ibu yang menyusui sebagai responden yang dilakukan secara acak sederhana. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan uji chi-square dan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi susu formula (p=0,000 OR=0,154), nilai budaya (p=0,012 OR=0,283) dan dukungan suami (p=0,000 OR=15,583) merupakan faktor determinan pemberian ASI eksklusif. Konseling ASI (p=0,455) tidak berpengaruh terhadap pemberian ASI ekslusif. Dari ketiga variabel, dukungan suami adalah faktor yang paling dominan mempengaruhi pemberian ASI ekslusif (p= 0,000 OR=15,583)Kata-kata kunci : ASI Eksklusif, promosi susu formula, nilai budaya, dukungan suamiAbstract Various studies and observations suggest that today there is a downward trend and replace breast feeding with milk fomula is already a common thing in society. The aim of the research was to acknowledge the effect of formula milk promotion, breast milk counceling, culture value, and husband’s support on the exclusive breast milk feeding. The research was conducted inthe work region of Kayamanya Community Health Center, Poso Regency. The research design was a cross sectional study, by interviewing 130 breast feeding mothers as respondents. Samples were withdrawn randomly in five sub districts representing the research location. The data were analyzed with chi-squared test, continuedwith logistic regression. The result of the research indicated that the promotion of formula milk (p=0,000 OR=0,154), culture value (p=0,012 OR=0,283) and husbands’ supports (p=0,000 OR=15,583) were determinant factors of exclusive breast feeding. Meanwhile breast milk counceling (p=0,455) did not have an effect onexclusive breastfeeding. Of the three variables, husband’s support wasthe most dominant factor influencing exclusive breast feeding (p=0,000 OR=15,583).Keywords: Exclusive breast milk, formula milk promotion, culture value, husband’s support.
KAJIAN TENTANG PENGETAHUAN IBU DALAM PENGGUNAAN KONTRASEPSI SPIRAL DI DESA PEMATANG LIMAU Sari, Meirindha Daniar
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Upaya mengatur kehamilan salah satunya dengan penggunaan kontrasepsi. Spiral merupakanmetode kontrasepsi yang tepat untuk pasangan usia subur (PUS). Data tahun 2013, Desa PematangLimau merupakan desa dengan capaian peserta kontrasepsi spiral tertinggi. Beberapa faktor yangmempengaruhi penggunaan kontrasepsi oleh ibu antara lain pengetahuan ibu. Tujuan penelitian iniadalah untuk mengkaji faktor pengetahuan ibu dalam penggunaan kontrasepsi spiral di Desa PematangLimau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan informan penelitian sebanyak 3 akseptorkontrasepsi spiral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan mengetahui kontrasepsi spiral adalahkontrasepsi tanpa hormon yang dipasang melalui alat kelamin perempuan dan dapat dipakai 8 hingga10 tahun, kelebihannya dapat dipakai jangka panjang, tidak ada efek peningkatan berat badan, tidakmempengaruhi produksi ASI, tidak merubah siklus menstruasi serta efek sampingnya keputihan,menstruasi lebih banyak dan lebih lama. Saran yang dapat diberikan yaitu penambahan leaflet danposter serta penyesuaian waktu pelaksanaan penyuluhan dengan kondisi masyarakat.Kata-kata kunci: kontrasepsi, spiral, pengetahuan ibu, Abstract The use of contraception is one of the ways to control the pregnancy (birth). Intraurine Device(IUD) is an appropriate contraceptive method for eligible coupless. The data of 2013 mentioned thatPematang Limau village was a village with the highest atainment of IUD contraception participants.Some of the factors which affect the use of contraception by mothers are the knowledge. This researchused a qualitative method with 7 research informants. The research informants were 3 acceptors of IUDcontaception. The result of this research showed that informants knew about IUD contraception as thenon-hormonal contraceptive method which is put inside the female genital and couod be used in 8 to 10years. The advantage of IUD is that IUD can be used in a long term, does not affect the production ofbreast milk, and does not affect the menstrual cycle. Meanwhile, the side effect of IUD is the increase ofmenstrual blood and period, and the apparance of flour albus. The advices given to the next researchare adding the leaflets or posters and adjusting the time of the socialization to the condition of thevillage.Keywords: spiral, contraception, maternal knowledge.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEIKUTSERTAAN PESERTA KB METODE OPERASI PRIA (MOP) DI KECAMATAN KONTUNAGA KABUPATEN MUNA Ramadhan, Kadar
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPartisipasi pria dalam program KB khususnya penggunaan alat kontrasepsi masih sangat rendah. Kesetaraan berkontrasepsi masih timpang antara pria dan wanita, ini menimbulkan anggapan bahwa program KB selama ini mengarahkan sasaran pada perempuan. Keengganan pria berkontrasepsi banyak disebabkan faktor persepsi umum yang menyatakan bahwa KB adalah urusan wanita dengan kodratnya untuk hamil dan melahirkan. Rendahnya keikutsertaan pria dalam pengunaan alat kontrasepsi dapat dilihat dari berbagai aspek. Dari pria itu sendiri: pengetahuan sikap dan praktek serta kebutuhan yang diinginkan, serta kondisi lingkungan sosial budaya, masyarakat, dan keluarga/istri. Penelitian bertujuan untuk mengetahui beberapa faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan Peserta KB Metode Operasi Pria (MOP)Jenis penelitian adalah penelitian observasional dengan pendekatan ”cross sectional study”. Populasi adalah seluruh Peserta KB pria yang terdaftar di PLKB yaitu sebanyak 107 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta yang terpilih yaitu sebanyak 84 sampel. Pengambilan sampel dengan cara “stratified random sampling”. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan (p<0,001), jumlah anak (p<0,001), kesepakatan suami dan istri (p=0,002), ketersediaan alat/tindakan kontrasepsi pria (p=0,015), dan pemberian informasi dari petugas KB (p<0,001) dengan keikutsertaan peserta KB Metode Operasi Pria (MOP).Kata-kata kunci : KB, Metode Operasi Pria. Abstract The participation of men in family planning programs, especially the use of contraceptives is still very low. Equality contraception use still unequal between men and women, this leads to the assumption that the program has been directing targeted at women. The reluctance of many men ussing contraception due to factors common perception that states that family planning is a matter of women with nature to get pregnant and give birth. The low participation of men in the use of contraceptives can be viewed from various aspects. From the man himself: the knowledge attitudes and practices and requirements, as well as the socio-cultural environment, community, and family / wife. The study aimed to determine factors related to the participation Participants family planning Male Permanent Sterilization The study was an observational study with a "cross sectional". The population is all Participants KB PLKB men registered as many as 107 people. The sample in this study are listed participants as many as 84 samples. Sampling by means of "stratified random sampling". The results showed relationship between knowledge (p<0.001), the number of children (p<0.001), the agreement of husband and wife (p = 0.002), the availability of tools / actions of male contraception (p=0.015), and the provision of information from officers KB (p<0.001) with the participation of contraception use Male Permanent Sterilization.Keyword: Family planning, Male Permanent Sterilization
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN KONSUMSI NATRIUM TERHADAP TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CEMPAKA TAHUN 2015 Abdurrachim, Rijanti; Libri, Oklivia; Mariana, Dina
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakHipertensi adalah keadaan medis dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal. Hipertensi merupakan penyakit terbanyak ke-2 di kota banjarbaru dan wilayah kerja Puskesmas Cempaka berada di urutan teratas dengan prevalensi 27% dari total penderita hipertensi di kota Banjarbaru. Hal umum yang terjadi pada penderita hipertensi yaitu kurangnya pengetahuan tentang hipertensi maupun konsumsi natrium.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan konsumsi natrium terhadap tekanan darah penderita hipertensi. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Populasi penelitian adalah semua penderita hipertensi di puskesmas cempaka.Besar sampel adalah 75 orang.Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Purposive Sampling. Data tingkat pengetahuan dan asupan natrium responden diperoleh dari wawancara dengan kuesioner untuk tingkat pengetahuan dan Food recall untuk konsumsi natrium.  Data tekanan darah diperoleh dari hasil pengukuran menggunakan Sphygmomanometer.Analisa bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian diperoleh rata-rata tekanan darah sampel yaitu 165/100 mmHg, rata-rata asupan natrium 1451,1 mg/hari, dan rata-rata memiliki pengetahuan cukup. Berdasarkan hasil uji statistik didapati bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tekanan darah (p=0.151) dan ada hubungan antara tingkat konsumsi natrium dengan tekanan darah (p=0,000). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa walaupun tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan tekanan darah.Pengetahuan yang baik terhadap suatu penyakit dapat membantu pencegahan serta membuat pengobatan lebih efektif. Menjaga konsumsi natrium akan memiliki pengaruh cukup besar di dalam menurunkan tekanan darah. Kata-kata kunci: Hipertensi, konsumsi natrium, tekanan darah, pengetahuan AbstractHypertension is a medical condition in which a person experiences an increase in blood pressure above normal. Hypertension is the 2nd most diseases in Banjarbaru and working area Health centerCempaka was at the top with prevalence of 27% of the total patients with hypertension in the Banjarbaru city. The common thing that occurs in patients with hypertension that is the lack of knowledge about hypertension and sodium consumption. The purpose of this study was to determine the relationship of the level of knowledge and consumption of sodium on blood pressure of hypertensive patients. The study design used is cross sectional, The study population was all patients with hypertension in the Health Center Cempaka. The sample size was 75 respondents, while Sampling was done by a purposive sampling method. Sodium intake and level of knowledge respondent data obtained from an interview with a questionnaire method for knowledge and Food recall for sodium intake data. Blood pressure data obtained from the measurement results using a sphygmomanometer. Bivariate analysis using the chi-square test. The Results of the study gained an average of a sample of blood pressure is 165/100 mmHg, the average intake of sodium 1451.1 mg / day, and average respondent have enough knowledge. Based on the results of statistical tests found that there was no relationship between the level of knowledge with blood pressure (p=0.151) and there is a correlation between the level of sodium intake with blood pressure (p=0.000). From the results of this study concluded that although there was no significant relationship between knowledge and blood pressure, a better knowledge of the disease can help prevent and making treatment more effective. Keeping sodium intake will have a considerable influence in lowering blood pressure. Keywords: hypertension, sodium intake, blood pressure, knowledge
PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA BALITA GIZI KURANG USIA 6-48 BULAN TERHADAP STATUS GIZI DI WILAYAH PUSKESMAS SEI TATAS KABUPATEN KAPUAS Edvina, Edvina
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Gizi kurang merupakan salah satu masalah gizi utama pada balita di Indonesia. Prevalensi gizi kurangdan buruk mulai meningkat pada usia 6-11 bulan dan mencapai puncaknya pada usia 12–23 bulan dan 24–35bulan. Penbelitian ini berujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian makanan tambahan pada balita gizikurang usia 6-48 bulan terhadap status gizi di wilayah Puskesmas Sei Tatas Kecamatan Pulau PetakKabupaten Kapuas. Rancangan pada penelitian ini adalah studi kohort retrospektif dimana model pendekatanyang digunakan pada rancangan ini adalah pendekatan waktu secara longitudinal atau time period approachcausa. Subjek pada penelitian ini adalah semua balita usia 6 sampai 48 bulan sebanyak balita 35 orang. Hasilpeneltian menunjukkan bahwa rata-rata berat badan sebelum dan sesudah PMT sebesar 7,57 kg dan 8,67 kg.Status gizi sebelum PMT kategori sangat kurang yakni 33 responden (94,30%) dan sesudah PMT kategorikurang sebanyak 22 responden (62,90%). Ada perbedaan berat badan sebelum dan sesudah PMT, yaknimengalami kenaikan sebesar 6,81% dari berat badan sebelum pemberian PMT. Uji Wilcoxon menunjukkanbahwa terdapat pengaruh yang signifikan pemberian makanan tambahan pada balita gizi kurang usia 6–48bulan terhadap status gizi di Wilayah Puskesmas Sei Tatas Kabupaten Kapuas (p < 0,05). Kata-kata kunci: Pemberian Makanan Tambahan, balita gizi kurang, status gizi Abstract In Indonesia, Malnutrition is one of serious problem related with nutrition status suffering children underfive years. The prevalence of malnutrition and lack nutrition rise increasingly among 6-11 months and attainunto peak among 12–23 months and also 24–35 months. The purpose of research is to find out the influence ofsupplement feeding’s programme to children under five years suffer malnutrition among 6-48 months aboutnutrition status in Sei Tatas Local Government Clinic region Pulau Petak Subdistrict Kapuas Regency. Designresearch is retrospektive cohort in which approach model use time period approach causa. Subject in researchinvolve children under five years who attain age of 6 until 48 months as many as 35 respondents. The resultshow that body mass average pre-post supplement feeding’s food programme are 7.57 kg and 8,67 kg.Nutrition status are pre-post supplement feeding’s food programme are 33 respondents (94,30%) in lack statuscategory and 22 respondents (62,90%) in less nutrition category. There are different in body mass pre-postsupplement feeding’s food programme that is formerly increasing 6,81%. Wilcoxon test result there is influenceof supplement feeding’s programme to children under five years old suffer malnutrition among 6-48 monthsabout nutrition status in Sei Tatas subdistrict Kapuas Regency (p < 0,05).Keywords : Supplement feeding’s food programme, malnutrition, nutrition status.

Page 1 of 1 | Total Record : 6