cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini berisi mengenai Editorial Kesehatan, Literature Review, dan Hasil Penelitian dalam bidang kesehatan masyarakat seperti Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, Gizi Kesehatan, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, Biostatistika dan Kependudukan, Perilaku dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Ibu Anak dan Kesehatan Reproduksi.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia" : 7 Documents clear
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KELUARGA DALAM PERAWATAN LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAWE SIGALA-GALA Sriwahyu, Alas
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Menurut UU kesehatan nomor 36 tahun 2009 lansia adalah seseorang yang usianya 60 tahun keatas dan mengalami perubahan biologis, fisik, dan sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku keluarga dalam perawatan lansia  di Wilayah Kerja Puskesmas Lawe Sigala-gala Tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik observasional dengan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah salah satu anggota keluarga yang menemani lansia yaitu sebanyak 514 orang. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan rumus Slovin sebesar 85 orang dengan menggunakan tehnik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner. Analisa data dilakukan menggunakan uji Chi Square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara pekerjaan (nilai p = 0,026), pendidikan (nilai p = 0,003), pengetahuan (nilai p = 0,020), sikap (nilai p = 0,0001) dan peran tenaga kesehatan (nilai p = 0,024) dengan perilaku keluarga dalam perawatan lansia. Berdasarkan hasil analisis multivariat, variabel dominan yang berhubungan dengan perilaku keluarga dalam perawatan lansia adalah faktor sikap dengan nilai p = 0,001. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara pekerjaan, pendidikan, pengetahuan, sikap dan peran tenaga kesehatan terhadap perilaku keluarga dalam perawatan lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Lawe Sigala-gala Tahun 2017 dan faktor dominan yang berpengaruh terhadap perilaku keluarga dalam perawatan lansia  di Wilayah Kerja Puskesmas Lawe Sigala-gala Tahun 2017 yaitu faktor sikap. Kata-kata kunci: Keluarga, lansia, perawatan lansia  Abstract According to the Law on Health No. 36/2009, the elderly are those who are above 60 years old and undergo biological, physical, and social changes. The objective of the research was to find out some factors which influence family’s behavior in taking care of   the elderly in the working area of Lawe Sigala-gala Puskesmas, in 2017. The research used observational descriptive analytic method with cross sectional design. The population was 514 members of families who took care of the elderly, and 85 of them were used as the samples, taken by using Slovin formula and simple random sampling technique. The data were gathered by using questionnaires  by using univariate analysis, bivariate analysis with chi square test, and multivariate analysis. The result of the research, using bivariate analysis, showed that had the correlation between work (p value = 0,026), education (p value = 0,003), knowledge (p value = 0,020), attitude (value p = 0,0001) and health worker role (p value = 0,024) with family’s behavior in taking care of the elderly. The result of multivariate analysis showed that the variable which had the most dominant correlation with family’s behavior in taking carte the elderly was the variable of attitude with p value =0.001. Based on it can be concluded that there is influence between work, education, knowledge, attitude and role of health worker to family behavior in elderly care at Working Area of Lawe Sigala-gala Public Health Center Year 2017 and dominant factor that influence to family behavior in elderly care in Work Area Puskesmas Lawe Sigala-gala is attitude factor. Keywords: Family, elderly, taking care of the elderly 
PENGARUH FAKTOR PREDISPOSISI DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA IBU RUMAH TANGGA DI PUSKESMAS LAWE SIGALA-GALA KABUPATEN ACEH TENGGARA Damayanti, Cut
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perilaku hidup bersih dan sehat di Puskesmas Lawe Sigala-gala Kabupaten Aceh Tenggara tergolong masih rendah. Banyak kegiatan yang sudah dilakukan petugas kesehatan untuk meningkatkan PHBS, namun belum menunjukkan perubahan yang bermakna dimana capaian PHBS masih sangat jauh dari target kabupaten yaitu sebesar 25% dimana capaian tahun 2016 sebanyak 12,3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor predisposisi dan dukungan sosial terhadap perilaku hidup bersih dan sehat pada ibu rumah tangga di Puskesmas Lawe Sigala-sigala Kabupaten Aceh Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional analisis data dilakukan dengan analisis univariat, analisis bivariat dengan uji Chi-Square dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik. Populasi adalah ibu rumah tangga yang mempunyai bayi dan balita di wilayah kerja Puskesmas Lawe Sigala-gala yang berjumlah 340 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 77 orang. Penarikan besaran sampel menggunakan teknik random sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh secara signifikan terhadap perilaku hidup bersih dan sehat dimana faktor predisposis terdapat pengetahuan (nilai p=0,0001), sikap (nilai p=0,0001), budaya (nilai p=0,003) dan dukungan sosial terdapat dukungan instrumental (nilai p=0,001), dukungan informasional (nilai p= 0,005), dukungan penghargaan (nilai p=0,025), dukungan emosional (nilai p = 0,0001). Variabel predisposisi pada indikator sikap merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi perilaku hidup bersih dan sehat. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwaterdapat hubungan yang positif dan signifikan pengetahuan, sikap, budaya, dukungan instrumental, dukungan informasional, dukungan penghargaan, dukungan emosional terhadap perilaku hidup bersih dan sehat pada ibu rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Lawe Sigala-gala serta faktor yang paling dominan mempengaruhi perilaku hidup bersih dan sehat adalah sikap. Kata-kata kunci: Faktor predisposisi, dukungan sosial, PHBS Abstract The coverage of PHBS (Clean and Healthy Life Behavior) in the working area of Lawe Sigala-gala Puskesmas, Aceh Tenggara Regency is low. Even though the health care providers had increase PHBS maximally, there was no significant change in its improvement (only 12.3%) which was far from the target of 25% in 2016. The objective of the research was to find out the influence of predisposition factors and social support for PHBS in housewives at Lawe Sigala-gala Puskesmas, Aceh Tenggara Regency. The research used cross sectional method, and the data were analyzed by using univariate analysis, bivariate analysis with Chi Square test, and multivariate analysis with logistic regression test. The population was 340 housewives who had babies and balita (below five year-old children), and 77 of them were used as the samples, taken by using random sampling technique. The result of the research showed that there was significant influence of predisposition factors like knowledge (p value =0.000), attitude (p value = 0.000), culture (p value = 0.003), and social support like instrumental support (p value = 0.001), informational support (p value = 0.005), reward support (p value = 0.025), and emotional support (p value = 0.000) on PHBS. The variable of predisposition as the indicator of attitude had the most dominant influence on PHBS. Based on this it can be concluded that there is a positive and significant relationship of knowledge, attitude, culture, instrumental support, informational support, appreciation support, emotional support to clean and healthy living behavior at housewives in the work area of Lawe Sigala-gala Public Health Center as well as factors the most dominant influence on clean and healthy life behavior is attitude. Keywords: Predisposition factors, social support, PHBS
HUBUNGAN PENDIDIKAN, PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN ANC K4 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BERANGAS KABUPATEN BARITO KUALA Anam, Khairul; Norfai, Norfai
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Antenatal Care adalah pelayanan kesehatan secara berkala selama masa kehamilan ibu yang diselenggarakan oleh tenaga kesehatan professional seperti dokter spesialis kandungan, kebidanan, dokter umum, bidan dan perawat kepada ibu hamil dan janin yang dikandungnya untuk menjamin agar ibu hamil dapat melalui masa kehamilan, persalinan dan nifas dengan baik dan selamat serta melahirkan bayi yang sehat. Cakupan ANC K4 di Puskesmas Berangas terjadi penurunan persentase dari tahun 2014 sebesar 76,50% menjadi sebesar 63,6% pada tahun 2015, sedangkan pada tahun 2015 Puskesmas Berangas menempati urutan kedua terendah dalam cakupan ANC K4 dari 19 Puskesmas yang terdapat di Kabupaten Barito Kuala. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menjelaskan hubungan pendidikan, pengetahuan dan dukungan suami dengan ANC K4 di wilayah kerja Puskesmas Berangas Kabupaten Barito Kuala tahun 2016. Penelitian ini merupakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel sebanyak 92 responden dengan cara pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dibagikan langsung kepada responden. Data dianalisis menggunakan statistik univariat dan bivariat uji Chi Square dengan uji alternatif uji Fisher Exact menggunakan program komputer dengan nilai kemaknaan (a) 0,05. Variabel yang secara statistik berhubungan bermakna dengan Antenatal Care (ANC) K4 (nilai p ≤ 0,05) adalah pengetahuan dengan nilai p = 0,001 dan dukungan suami dengan nilai p = 0,009. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan  bahwa faktor pengetahuan dan dukungan suami mempunyai kontribusi besar terhadap ibu hamil dalam hal pemeriksaan kehamilan secara berkala sesuai standar minimal. Kata-kata kunci: ANC K4, pendidikan, pengetahuan dan dukungan suami  Abstract Antenatal Care is health care on a regular basis during pregnancy of mother organized by health care professionals such as obstetricians, obstetric, general practitioners, midwives and nurses to pregnant women and the fetus to ensure that pregnant women can go through pregnancy, childbirth and postpartum well and happy and healthy baby. Coverage of ANC K4 in Berangas public health service occurs decreasing the percentage of 2014 amounted to 76.50% to 63.6% in 2015, whereas in 2015 Berangas public health service ranks second lowest in the ANC K4 coverage of 19 public health service that located in Barito Kuala. This study aims to identify and explain the relationship of education, knowledge and husband support with the ANC K4 in working area Barito Kuala Berangas public health service in 2016. This research is an analytic survey with cross sectional approach. With sample of 92 respondents by taking of sampling using purposive sampling. Data were collected by using a questionnaire distributed directly to the respondent. Data were analyzed using univariate and bivariate statistics Che Square test by Fisher Exact alternative test uses a computer program with a value of significance (a) 0.05. Variables were significantly associated with the ANC K4 (p-value ≤ 0.05) is the knowledge with p value = 0,001 and husband support with p value = 0,009. Based on it can be concluded that knowledge factor and husband support have big contribution to pregnant mother in case of periodic checking of pregnancy according to minimum standard. Keywords: ANC K4, education, knowledge and husband support
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HIPERTENSI DI RSUD DR. RM. DJOELHAM KOTA BINJAI Rita, Sopia
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu isu global saat ini adalah penyakit kardiovaskuler yang sangat dipengaruhi oleh hipertensi. Berbagai faktor yang mempengaruhi hipertensi antara lain riwayat merokok, riwayat stres, riwayat konsumsi alkohol, riwayat obesitas dan riwayat aktifitas fisik yang kurang. Berdasarkan data medical record RSUD Dr. R.M Djoelham Kota Binjai tahun 2016 penderita hipertensi ada sebanyak 366 orang, data ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh faktor-faktor tersebut serta faktor apa yang paling dominan sebagai penyebab hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan case control. Populasi penelitian adalah seluruh pasien yang berobat ke RSUD Dr. R.M Djoelham Kota Binjai dan sebanyak 105 orang telah berpartisipasi menjadi sampel dimana 35 orang sebagai sampel kasus dan 70 orang sebagai sampel kontrol. Pengambilan sampel dengan purposive sampling dan untuk menganalisa hasil digunakan chi square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) dan dilanjutkan dengan regresi logistik berganda yang menunjukkan bahwa ada pengaruh riwayat merokok (nilai p = 0,008, OR=4,070), riwayat stres (nilai p = 0,001, OR=5,091), riwayat konsumsi alkohol (nilai p = 0,001, OR=16,312), riwayat obesitas (nilai p = 0,001, OR=5,856) dan riwayat aktifitas fisik (nilai p =0,002, OR=4,333) terhadap kejadian hipertensi. Faktor dominan adalah riwayat konsumsi alkohol dengan (nilai p = 0,001, OR=21,967). Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa responden dengan riwayat konsumsi alkohol memiliki risiko sebesar 21,967 kali untuk mengalami hipertensi dibandingkan dengan responden yang memiliki riwayat tidak konsumsi alkohol. Berdasarkan hasil  penelitian dapat disimpulkan bahwa merokok, stres, riwayat konsumsi alkohol, obesitas dan aktifitas fisik berpengaruh terhadap kejadian hipertensi. Konsumsi alkohol merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian hipertensi di RSUD DR. RM. Djoelham Kota Binjai. Kata-kata kunci: Faktor mempengaruhi hipertensi, pasien  Abstract One of the global issues today is about cardiovascular disease which is highly influenced by hypertension. Some factors which influence the incidence of hypertension are history of smoking, history of stress, history of consuming alcohol, history of obesity, and lack of physical activity. Based on the medical record from RSUD dr. R.M. Djoelham, Binjai, in 2016, it was found that there were 366 hypertension patients, and the number has increased each year. The objective of the research was to find out the influence of the factors above and what factor which had the most dominant influence on the incidence of hypertension. The research used observational analytic method with case-control design. The samples were 105 patients, and 35 of them were in the case group while 70 of them were in the control group, taken by using purposive sampling technique. The data were analyzed by using chi square test at the significance level of 95% (a = 0.05) and multiple logistic regression analysis. The result of the research showed that there was the influence of history of smoking (p value= 0.008, OR=4.070), history of stress (p value=0.001, OR=5.091), history of consuming alcohol (p value=0.001, OR=16.312), history of obesity (p value=0.001, OR=5.856), and history of physical activity (p value=0.002, OR=4.333) with the incidence of hypertension. The most dominant factor was history of consuming alcohol (p value=0.001, OR=21,967) which indicated that the respondents who had the history of consuming alcohol had 21.967 times of getting the risk for undergoing hypertension, compared with those who did not consume alcohol. Based on the research can be concluded that smoking, stress, history of alcohol consumption, obesity and physical activity affect the incidence of hypertension. Consumption of alcohol is the most influential factor on the incidence of hypertension in RSUD DR. RM. Djoelham City of Binjai. Keywords: Factors which influence hypertension, patient  
ANALISIS PENGETAHUAN, SIKAP DAN TERPAAN INFORMASI DENGAN PERILAKU HIGIENE DAN SANITASI PENJUAL SAYUR KELILING DI KABUPATEN BANJAR Khairiyati, Laily; Edyson, Edyson; Marlinae, Lenie; Ulfah, Nida
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Masalah kurang energi protein (KEP) sebagai salah satu masalah gizi utama yang terjadi pada anak. Didalamnya terdapat salah satu aspek yaitu higiene dan sanitasi makanan. Implikasi dari kekurangan gizi yang lama pada anak akan mengalami hambatan tumbuh kembang dan terjadinya peningkatan penyakit pada anak. Pemenuhan zat gizi masih sangat rendah di dibandingkan provinsi lain, yaitu sebesar 11,7% hal ini karena akses untuk mencapai pelosok desa dalam memenuhi kebutuhan gizi anak masih tergantung pada pasar keliling yang tidak menjamin kualitas sanitasinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan terpaan informasi dengan perilaku higiene dan sanitasi pada pedagang sayur keliling. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 30 pedagang sayur keliling di Kabupaten Banjar yang diambil secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku (nilai p = 0,044; OR = 8,33), terdapat hubungan antara sikap dengan perilaku (nilai p = 0,017; OR = 0,647), serta tidak ada hubungan antara terpaan informasi dengan perilaku (nilai p = 0,073). Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku higiene dan sanitasi pada pedagang sayur keliling di Kabupaten Banjar. Kata-kata kunci: Higiene dan sanitasi, pengetahuan, sikap, terpaan informasi, perilaku  Abstract The problem of lacking protein energy (PEM) as one of the main nutritional problems that occur in children. In it there is one aspect of hygiene and food sanitation. The implications of long-term malnutrition in children will experience growth barriers and increased disease in children. The fulfillment of nutrients is still very low compared to other provinces, which is 11.7% of this is because access to reach the village corners to meet the nutritional needs of children is still dependent on the mobile market that does not guarantee the quality of sanitation. The purpose of this study is to determine the relationship of knowledge, attitude and exposure of information with hygiene and sanitation behavior on the mobile vegetable traders. This research use cross sectional design with 30 samples of vegetable sellers in Banjar Regency taken by purposive sampling. The instrument used is a questionnaire. Data analysis using chi square test with 95% confidence level. The result showed that there was a significant correlation between knowledge and behavior (p value = 0.044, OR = 8.33), there was correlation between attitude and behavior (p value = 0.017; OR = 0.647), and no relationship between exposure of information with behavior (p value = 0.073). Based on this it can be concluded that there is a relationship between knowledge and attitude with hygiene and sanitation behavior on the mobile vegetable traders in Kabupaten Banjar. Keywords: Hygiene and sanitation, knowledge, attitude, information exposure, behavior
ANALISIS KESIAPSIAGAAN RUMAH SAKIT DI KOTA PADANG UNTUK MENGANTISIPASI ANCAMAN GEMPA BUMI DAN TSUNAMI Wijaya, Oktomi; Trisnantoro, Laksono; Mardiatno, Djati
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kota Padang adalah salah satu area di Indonesia yang memiliki risiko tinggi untuk gempa dan tsunami yang dikenal dengan Mentawai Megathrust. Para Peneliti memperkirakan bahwa ada potensi gempa bumi 8,8 SR dan diikuti tsunami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status kesiapsiagaan Rumah Sakit Islam Siti Rahmah, mengevaluasi kendala serta untuk merekomendasikan  kebijakan terkait rencana kesiapsiagaan rumah sakit dalam mengantisipasi ancaman mentawai megathrust. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi (gabungan anatara metode kualitatif dan kuantitatif). Metode kualitatif dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, sedangkan metode kuantitatif dengan menggunakan indeks kesiapsiagaan. Hasil penelitian ini adalah Kesiapsiagaan rumah sakit menurut konsep hospital safety index PAHO adalah 0,558, kesiapsiagaan Rumah Sakit Islam Siti Rahmah berdasarkan konsep PKMK FK UGM adalah 0,16. Kesiapsiagaan Rumah Sakit Islam Siti Rahmah berada pada level kesiapsiagaan rendah. Hal ini berarti Tindakan perbaikan sangat dibutuhkan segera. Status kesiapsiagaan rumah sakit belum memadai untuk melindungi pasien dan staf RS selama dan sesudah terjadi bencana. Kata-kata kunci: Kesiapsiagaan, rumah sakit, manajemen bencana  Abstract Padang city is one area of Indonesia that posed high risk on earthquake and tsunami as known as Mentawai Megathrust. The objective of this research was to examine the preparedness status of Siti Rahmah Islamic Hospital, evaluate the constraints and formulate recommendation policy related to hospital disaster plan to anticipate mentawai megathrust. This research using mix methods (combine qualitative and quantitative methods). Qualitative methods using indepth interview, observation, and document review, while quantitative methods using preparedness index. The result of this research showed that hospital preparedness level was 0.558 (PAHO concept), while based on PKMK FK UGM, the hospital preparedness level was 0.16. Hospital Preparedness level was on low level. This level means that urgent intervention measures are needed. The hospitals current preparedness level is inadequate to protect the lives of patients and hospital staffs during and after disaster.  Keywords: Preparedness, Hospital, disaster management
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PARTISIPASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PERAWAT DENGAN KEJADIAN KECELAKAAN KERJA DI RUMAH SAKIT X YOGYAKARTA Rifai, Muchamad
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakRumah sakit X merupakan sebuah institusi kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna dalam upaya penyembuhan penyakit baik berupa layanan rawat jalan, rawat inap dan gawat darurat. Potensi bahaya di rumah sakit selain penyakit infeksi adalah kecelakaan (peledakan, kebakaran, kecelakaan instalasi listrik, dan sumber lainnya), radiasi, bahan kimia, gas anestesi, gangguan psikososial dan ergonomi. Semua potensi bahaya tersebut mengancam jiwa dan kehidupan karyawan, para pasien maupun pengunjung yang ada di lingkungan Rumah Sakit. Tenaga kesehatan dalam aktifitas pekerjaannya berisiko terjadinya cedera yang berakibat hilang hari kerja, produktifitas berkurang, klaim pengobatan dan berkurangnya kemampuan merawat pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan partisipasi bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada perawat dengan kejadian kecelakaan kerja di Rumah Sakit X di Yogyakarta. Metode penelitian ini adalah survei analitik dengan rancangan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan kejadian kecelakaan kerja (nilai p = 0,003 < 0,05), ada hubungan yang signifikan antara partisipasi perawat bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan kejadian kecelakaan kerja (nilai p = 0,011 < 0,05). Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat dan partisipasi perawat bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan kejadian kecelakaan kerja.Kata-kata kunci: Pengetahuan, partisipasi, keselamatan dan kesehatan kerja (OHS), kecelakaan kerja, perawatAbstractHospital X is a health institution that provides full range of personal health services in an effort to cure diseases such as outpatient, inpatient and emergency services. Hazards in hospitals other than infectious diseases are accidents (explosions, fires, electrical installation accidents, and other sources), radiation, chemicals, anesthetic gases, psychosocial disorders and ergonomics. All hazards are life-threatening and the lives of employees, patients and visitors who are in the hospital. Health workers in their work activities are at risk of injury resulting in lost days of work, reduced productivity, treatment claims and reduced patient care abilities. Objective: to know the relation between knowledge and participation in Occupational Safety and Health (OSH)on nurses with incidence of work accident at X Hospital in Yogyakarta. This research method is analytic survey with cross sectional design. The results showed that there was a significant correlation between the knowledge of nurses in Occupational Safety and Health (OSH) with the incidence of work accident, (p value = (0,003 < 0,05), there was a significant correlation between the participation of nurses in Occupational Safety and Health (OSH) with the incidence of work accident, (p value = 0,011 < 0,05). Based on it can be concluded that there is a significant relationship between nurse knowledge and the participation of nurses in Occupational Safety and Health (OSH) with the incidence of work accident. Keywords: Knowledge, participation, occupational safety and health (OSH), work accident, nurse 

Page 1 of 1 | Total Record : 7