cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
ISSN : 24609684     EISSN : 24768863     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana is a Scientific Journal to publish medical research articles, and other scientific medical articles from Medical Faculty of Duta Wacana Christian University academic community and also receive articles from other resources with appropriate and related topics. The policies taken for the largest composition of articles are the results of research, but can also receive scientific articles in the form of literature review and case reports. To maintain the quality of writing, Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana also cooperate with other Medical Education Institutions, especially in the recruitment of reviewer partner to conduct a "review" of all incoming articles. Funding for publication is entirely sourced from the Faculty of Medicine and also from Duta Wacana Christian University.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2015): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana" : 8 Documents clear
HUBUNGAN KADAR KOLESTEROL HDL SAAT MASUK RUMAH SAKIT DENGAN LUARAN KLINIS PASIEN STROKE ISKEMIK DI RS BETHESDA YOGYAKARTA Florence, Florence; Pinzon, Rizaldy Taslim; Pramudita, Esdras Ardi
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 1, No 1 (2015): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v1i1.1

Abstract

Pendahuluan: Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia. Prinsip dasar terjadinya stroke adalah adanya aterosklero- trombosis. Kadar kolesterol HDL yang tinggi dapat menjadi faktor protektif terhadap stroke iskemik. Kadar kolesterol HDL yang tinggi dapat memperbaiki luaran klinis stroke iskemik. Penelitian terdahulu masih kontroversial dan memerlukan penelitian lebih lanjut. Metode: Penelitian ini merupakan studi prognostik dengan menggunakan metode penelitian kohort retrospektif. Sampel didapatkan dari data rekam medis pasien di poliklinik saraf Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta pada tahun 2013 sampai 2014. Data yang diperoleh kemudian dianalisis univariat, dilanjutkan dengan analisis bivariat dengan uji chi-square serta uji t-independen dan multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil: Dari 102 data rekam medis pasien stroke iskemik dengan onset < 24 jam didapatkan 65 pasien laki-laki (63,7%) dan 37 pasien perempuan (36,3%) dengan usia terbanyak yang menderita stroke adalah usia 61-70 tahun yaitu sebanyak 36 orang (35,3%). Pasien yang memiliki kadar kolesterol HDL yang normal saat masuk rumah sakit adalah sebanyak 53 pasien (52%). Hasil analisis bivariat didapatkan variabel yang berhubungan signifikan dengan luaran klinis stroke iskemik adalah kolesterol total (RR: 0,273, 95%CI: 0,106-0,700, p: 0,005), afasia (RR: 0,256, 95%CI: 0,087-0,754,p: 0,010) dan kekuatan otot (RR: 0,344, 95%CI: 0,137-0,863, p: 0,020). Hubungan kadar kolesterol HDL dengan luaran klinis stroke iskemik yang diukur menggunakan skor mRS didapatkan hubungan yang tidak signifikan (RR: 0,61&, 95%CI: 0,253-1,485, p: 0,276). Hasil analisis multivariat dengan regresi logistik didapatkan hasil bahwa kolesterol total dan afasia merupakan faktor independen yang mempengaruhi luaran klinis stroke iskemik. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar kolesterol HDL saat masuk dengan luaran klinis stroke iskemik yang diukur dengan skor mRS. Kata Kunci: stroke iskemik, kadar kolesterol HD/, luaran klinis, modified Rankin Scale (mRS)
HEALTH NEEDS OF THE PEOPLE OF PREK TORL – CAMBODIA: A CROSS SECTIONAL STUDY Sigilipoe, Mitra Andini; Tsang, Katrin
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 1, No 1 (2015): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Several studies have mentioned about health problems of people who lives within a landfll area, especially for pregnant mothers and the health outcomes such as low birth weight, spontaneous abortion, infant mortality, and other health issues. In Prek Torl-Pnomh Penh-Cambodia, about 200 households, who are living under poverty line, dwell in a slum surrounded by heaps of decaying wastes. These households consist of women within productive age of 18-49 years old, and they are exposed to the hazard of wastes every single day. Objectives: The study is aimed to assess the need of Prek Touls population, especially health problems regarding maternal and child health. Methods: Household surveys were carried out in June 2012 and 2013. In 3 days, a team from S.H. Ho College, under supervision of Prof. Katrina Tsang, conducted the survey to 88 and 90 households, respectfully. Data was analyzed using frequency and compared with Cambodias 2010 Demographic and Household survey result. Statistical tests were also used to see if there was any correlation or association between household income, education level or status, antenatal service, and infant mortality. Conclusion: The fndings of this study suggested that low level of education and income is connected with the uptake of antenatal service. The perception of access to health care is not in line with the uptake of antenatal service. More qualitative studies might be needed to explore the reason for that issue. Further studies may shed more light on the reason of why women did not use antenatal service, and in time may help in designing new interventions for delivering more suitable maternal and child health care for the particular population
PERBEDAAN INDIKATOR-INDIKATOR PENYEMBUHAN LUKA TIKUS WISTRAR NON DIABETIK DAN DIABETIK PADA PEMBERIAN CURCUMIN TOPIKAL Jayadi, Tejo; Krismi, Arum
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 1, No 1 (2015): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v1i1.2

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Di dunia dan Indonesia, penderita diabetes melitus akan meningkat, diperkirakan dua kali. Hal ini menyebabkan peningkatan jumlah penderita ulkus diabetikum, pada akhirnya dapat menyebabkan amputasi. Banyak faktor pertumbuhan berperan dalam penyembuhan luka, diantaranya TGF beta1 dan p63. Pada luka kronik, ekspresi TGF beta 1 menurun, sementara peran utama p63 adalah pertumbuhan epidermis. Curcumin memperbaiki penyembuhan luka. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian adalah untuk mengenali efek kurkumin pada penyembuhan luka tikus wistar non diabetic dan diabetic dengan menilai ekspresi TGF beta1 dan p63, tingkat inflamasi, jaringan granu%asi, dan penutupan dermis. Metode Penelitian: Penelitian dikerjakan dengan metode quasi eksperimental dengan desain post-test only control group design pada 64 hewan coba, dengan 16 tikus non diabetik diterapi curcumin (A), 16 hewan coba diabetik tanpa curcumin (B), 16 tikus diabetik tanpa curcumin (C), 16 tikus diabetik diterapi salep curcumin (D). Hasil dan Diskusi: Pada uji marginal homogeneity derajat inflamasi sampe% A terhadap sampel B adalah p= 0,166, level ekspresi TGF beta1 nilai p= 0,03, pembentukan jaringan granulasi p= 0,317, penutupan dermis nilai p 0,317 (p= 0,05), ekspresi p63 ni%ai p&O,OOS. +urcumin meningkatkan derajat inflamasi dan %e/e% ekspresi TGF beta1 yang cenderung mempercepat proses penyembuhan luka pada hewan coba non diabetes. Uji marginal homogeneity sampel C dan D menunjukkan inflamasi ni%ai p& O,128, pembentukan jaringan granu%asi p& O,S69, sedang penutupan dermis sampel D p= 0,083, ekspresi TGF beta1 p= 0,884, ekspresi p63 p= 0,025. Curcumin meningkatkan ekspresi p63, tetapi tidak mempercepat proses penyembuhan luka. Kata Kunci: curcumin, TGF beta
HUBUNGAN DIABETES MELITUS TERHADAP KEJADIAN SINDROMA TEROWONGAN KARPAL DI RS BETHESDA YOGYAKARTA Retno Edi, Dyah Wulaningsih; Pinzon, Rizaldy Taslim; Pramudita, Esdras Ardi
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 1, No 1 (2015): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v1i1.7

Abstract

Latar Belakang: Sindroma Terowongan Karpal (STK) merupakan neuropati jebakan yang paling sering dijumpai. Terdapat berbagai faktor risiko yang berpotensi meningkatkan terjadinya STK, contohnya diabetes melitus. Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa STK banyak terkait dengan diabetes melitus namun hasilnya masih kontroversial. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara diabetes melitus terhadap kejadian sindroma terowongan karpal di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Metode: Studi potong lintang menggunakan data rekam medis pasien saraf Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Data yang diperoleh kemudian diuji dengan analisis univariat yang kemudian dilanjutkan dengan analisis bivariat dan multivariat dengan uji regresi logistik Hasil: Data diperoleh dari 222 sampel (134 perempuan dan 88 laki-laki) dengan 95 pasien STK dan 127 pasien non STK. Riwayat diabetes melitus terdapat pada 17 (17,9%) pasien kelompok STK dan 31 (24,4%) pasien pada kelompok non STK. Didapatkan hasil bahwa diabetes melitus tidak memiliki hubungan terhadap kejadian STK (RO: 0,68, IK 95%=0,35 – 1,31, p=0,243), namun pekerjaan sebagai ibu rumah tangga merupakan faktor risiko independen dari STK (RO: 3,34, IK 95%=1,36 – 8,24, p=0,009). Kesimpulan: Pekerjaan sebagai ibu rumah tangga meningkatkan kejadian STK sebesar 3,3 kali lipat dibanding pekerjaan lain. Diabetes melitus tidak menunjukkan hubungan yang signifkan terhadap kejadian STK di RS Bethesda Yogyakarta. Kata Kunci: sindroma terowongan karpal, STK, faktor risiko, diabetes melitus
TIPE KEMATIAN SEL HeLa SETELAH PAPARAN EKSTRAK ETANOLIK CURCUMA LONGA Hutomo, Suryani; Kurniawan, Chandra
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 1, No 1 (2015): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v1i1.3

Abstract

Kunyit (Curcuma Zonga) merupakan tanaman yang dapat tumbuh di daerah tropis dan sub tropis. Di Indonesia, kunyit menyebar secara merata di seluruh daerah. Kurkumin yang merupakan unsur utama kunyit, merupakan antioksidan yang kuat. Penelitian terdahulu melaporkan bahwa ekstrak etanolik Curcuma Zonga menyebabkan kematian sel sejumlah separuhnya pada sel HeLa setelah dipapar selama 24 jam dengan konsentrasi 184,5 lg/ml, tetapi tipe kematian sel dan mekanismenya belum jelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh ekstrak Curcuma Zonga pada tipe kematian sel HeLa. Sel HeLa (5 x104 sel/well) dikultur dalam RPMI 1640 semalam sebelum stimulasi. Ekstrak etanol kunyit (150 lg/ml) ditambahkan pada kultur HeLa dan diinkubasi selama 24 jam dalam medium tanpa antibiotik. Analisis tipe kematian sel HeLa dilakukan dengan menggunakan mikroskop fuoresence setelah doubZe staining acridine orange/ethidium bromide (AO/EB). Doksorubisin (0,5625 Ig/ml) digunakan sebagai kontrol positif induksi apoptosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Curcuma Zongamenyebabkan kematian sel berupa apoptosis pada sebagian besar sel HeLa yang ditandai dengan perubahan warna sel menjadi orange. Analisa statistik menunjukkan perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol negatif dengan kelompok stimulasi dalam jumlah sel yang mengalami apoptosis. Disimpulkan bahwa ekstrak Curcuma Zonga mampu menginduksi apoptosis pada sebagian besar sel HeLa. Kata kunci: ekstrak Curcuma Zonga, sel HeLa, apopt
PENYAKIT KAWASAKI Indrarto, FX.Wikan
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 1, No 1 (2015): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v1i1.8

Abstract

Penyakit Kawasaki adalah sebuah sindrom vaskulitis akut yang dominan mempengaruhi arteri kecil dan menengah, terutama mengenai anak balita. Gejala klinis penyakit Kawasaki sering dimulai dengan demam tinggi dan terus-menerus selama 2 minggu. Penyakit Kawasaki hanya dapat didiagnosis secara klinis dan tidak ada pemeriksaan laboratorium yang khusus. Diagnosis klinis berdasarkan adanya demam 5 hari, ditambah 4 dari 5 kriteria diagnostik berikut ini: (1) eritema bibir atau rongga mulut atau retak bibir, (2) ruam kulit, (3) pembengkakan pada tangan atau kaki, (4) mata merah (injeksi konjungtiva), dan (5) pembesaran getah bening di leher minimal 15 milimeter. Anak dengan penyakit Kawasaki mudah terjadi komplikasi aneurisma arteri koroner, terutama pasien yang tidak diobati secara dini dalam perjalanan penyakit. IVIG (imunoglobulin per infus) sebaiknya diberikan dalam dosis tinggi, yaitu 2 gr/ kgBB selama 10-12 jam. Terapi aspirin dimulai pada dosis tinggi 80-100 mg/kgBB/ hari dalam 4 dosis sampai 2-3 hari demam mereda, dan kemudian dilanjutkan dengan dosis rendah 3-5 mg/kgBB/hari, ketika pasien diijinkan pulang ke rumah. Meskipun tidak diobati, sebenarnya gejala penyakit Kawasaki yang akut juga membaik, tetapi risiko terjadinya aneurisma arteri koroner jauh lebih besar. Tidak dikenal cara pencegahan untuk penyakit Kawasaki. Pencegahan dilakukan untuk menghindari perburukan kerusakan koroner. Kata Kunci: kawasaki, diagnosis, treatment, prognosis
VIABILITAS SEL EPITEL RONGGA MULUT (KB CELL LINE)YANG DIPAPAR EKSTRAK ETANOL KOPI Phyma, Agustinus Rudolf; Hutomo, Suryani; Suryanto, Yanti Ivana; Susilowati, Heni
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 1, No 1 (2015): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v1i1.4

Abstract

Latar belakang: Kafein merupakan zat yang terkandung dalam kopi, teh, coklat, dan minuman bersoda. Zat dengan struktur kimia 1, 3, 7- trimethylxanthine ini merupakan derivat yang dikonsumsi hampir oleh seluruh masyarakat di seluruh dunia. Kandungan terbanyak kafein terdapat pada kopi. Penelitianterdahulu melaporkan adanya apoptosis pada osteoblas setelah dipapar kafein. Mengingat tingginya konsumsi kopi di dunia yang mengalami peningkatan 1,2 % per tahun sejak tahun 1980 hingga lebih dari 2 % pada tahun 2010, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui efek kafein pada epitel rongga mulut yang berkontak langsung dengan kafein. Pada penelitian ini digunakan sel KB sebagai model epitel oral. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis respon sel epitel rongga mulut terhadap paparan ekstrak etanol kopi ditinjau dari viabilitas sel KB. Metode: Sel KB (2 x 104 sel) dikultur dalam DMEM pada microplate 96 well overnight sebelum perlakuan. Sel selanjutnya dipapar dengan ekstrak etanol kopi dalam berbagai konsentrasi (50 Ig/ml, 100 Ig/ml, 200 Ig/ml, 400 Ig/ml, 800 Ig/ ml) dan diinkubasi selama 24 jam dalam medium tanpa antibiotik. Sitotoksisitas diukur dengan menggunakan metode MTT assay. Data berupa nilai-nilai densitas optik dianalisis dengan Anava satu jalur Hasil: Analisis varian satu jalur terhadap nilai-nilai densitas optik pada MTT assay menunjukkan perbedaan bermakna pada p
INFEKSI MENULAR SEKSUAL MULTIPEL PADA PEREMPUAN HAMIL TRIMESTER KEDUA (LAPORAN KASUS) Krismi, Arum; Brahmanti, Herwinda; Pudjiati, Satiti Retno
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 1, No 1 (2015): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v1i1.5

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) dapat menimbulkan dampak yang serius pada kehamilan berupa kehamilan ektopik, aborsi spontan, kematian janin dalam rahim, prematuritas, infeksi kongenital dan perinatal serta infeksi puerperal pada ibu. Seorang perempuan hamil berusia 21 tahun mengeluhkan adanya kutil di sekitar kelamin dan dekat anus, serta keputihan berwarna putih keruh dari kemaluan sejak ± 2 bulan yang lalu. Pada perut bagian bawah dan kedua pangkal paha terdapat makula dan papul hiperpigmentasi, teraba keras, multipel, tersebar; pada vulva, perineum dan perianal terdapat papul verukosa multipel dengan luas area (perianal) ± 6 x 5 cm2. Pemeriksaan inspekulo pada cervix didapatkan bintik-bintik kemerahan (strawberry cervix), cervix dan fornix tertutup discharge putih keabuan berbuih dan vagina tertutup discharge putih homogen menggumpal. Diagnosis kerja adalah siflis sekunder, trichomoniasis, dan kandidiasis vulvovaginalis (KVV) pada kehamilan. Penegakan diagnosis dilakukan berdasarkan anamnesis, status dermato-venereologis, pemeriksaan fsik (inspekulo), laboratorium, histopatologis, dan serologis. Infeksi Menular Seksual dapat diderita oleh seorang pasien jika terdapat sumber penularan. Perubahan-perubahan yang terjadi selama kehamilan, baik perubahan dalam respon imun, hormonal maupun anatomis, menyebabkan perempuan hamil lebih rentan untuk menderita IMS multipel. Kata kunci: infeksi menular seksual, perempuan hamil, siflis sekunder, tricho¬moniasis, kandidiasis vulvovaginalis

Page 1 of 1 | Total Record : 8