cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
ISSN : 24609684     EISSN : 24768863     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana is a Scientific Journal to publish medical research articles, and other scientific medical articles from Medical Faculty of Duta Wacana Christian University academic community and also receive articles from other resources with appropriate and related topics. The policies taken for the largest composition of articles are the results of research, but can also receive scientific articles in the form of literature review and case reports. To maintain the quality of writing, Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana also cooperate with other Medical Education Institutions, especially in the recruitment of reviewer partner to conduct a "review" of all incoming articles. Funding for publication is entirely sourced from the Faculty of Medicine and also from Duta Wacana Christian University.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2017): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana" : 10 Documents clear
HIPOSPADIA : BAGAIMANA KARAKTERISTIKNYA DI INDONESIA? Krisna, Daniel Mahendra; A, Maulana
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 2 (2017): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v2i2.52

Abstract

ABSTRAK Hipospadia merupakan kelainan kongenital berupa adanya muara urethra yang terletak proximal dibandingkan lokasi yang seharusnya. Kelainan ini terjadi ketika masa embrio dan dipengaruhi berbagai keadaan. Hipospadia patut di waspadai dewasa ini karena perkembangan prevalensinya di beberapa negara yang cukup pesat tanpa diketahui penyebabnya. Beberapa faktor resiko seperti paparan estrogen atau zat anti-androgen pada masa kehamilan dapat dihindari untuk menurunkan resiko terjadinya hipospadia. Keluhan yang paling sering terjadi adalah pancaran urin yang melemah ketika berkemih, sampai terjadinya gangguan aktivitas seksual maupun infertilitas. Pengobatan sejak dini disarankan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan komplikasi yang rendah. Teknik operasi sudah berkembang pesat dan beberapa memiliki keunggulan masing-masing, namun untuk hipospadia distal paling sering adalah Tubularization Incised of urethral Plate (TIP) dan pada hipospadia proximal adalah teknik 2 stage graft. Di Indonesia beberapa penelitian dilakukan dan menemukan angka kejadian yang cukup merata untuk kelainan hipospadia, dengan tipe yang bervariasi. Hipospadia distal banyak ditemukan di Indonesia dan teknik TIP sebagai tatalaksana masih menjadi pilihan utama.
PROFIL HEMATOLOGIK BERDASARKAN JENIS PLASMODIUM PADA PASIEN MALARIA RAWAT INAP DI RSK LINDIMARA, SUMBA TIMUR Irawan, Henryanto; Merry, Maria Silvia; Wuryaningsih, Nining Sri; TS, Tri baskoro
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 2 (2017): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v2i2.62

Abstract

Pendahuluan: Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih banyak ditemukan di negara tropis dan sub tropis. Data WHO pada tahun 2013 diperkirakan 197 juta kasus malaria dengan angka kematian sekitar 584.000 orang. Di Indonesia kasus malaria pada tahun 2013 sebesar 343.527 kasus. Kabupaten Sumba Timur merupakan daerah endemis malaria dengan angka kejadian malaria yang masih cukup tinggi yaitu sebesar 6.266 kasus. Tujuan: Menganalisis gambaran hematologik malaria terutama angka eritrosit dan hemoglobin berdasarkan jenis Plasmodium, distribusi berdasarkan data demografi (jenis kelamin, umur, dan pekerjaan) dan rejimen obat anti malaria yang digunakan. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan metode potong lintang. Data berasal dari data rekam medis 262 pasien malaria yang rawat inap di Rumah Sakit Kristen Lindimara bulan Juli 2014 - Desember 2014. Data dianalisis secara univariat dan uji T. Hasil: Sebanyak 262 subjek penelitian sebanyak 210 orang (80,2%) terinfeksi Plasmodium falcifarum dan 52 orang (19,8%) terinfeksi Plasmodium vivax dengan derajat infeksi ringan (69,5%). Hasil uji T terhadap gambaran klinis, angka eritrosit (p=0,380) dan kadar hemoglobin (p=0,523) menunjukkan tidak terdapat perberdaan yang signifikan antara kedua jenis Plasmodium (p>0,05). Berdasarkan distribusi data demografi, frekuensi tertinggi pada perempuan (53,1%), umur ≥ 15 tahun (54,6%) dan sebagian besar adalah pelajar (43,1%). Rejimen obat anti malaria yang digunakan ialah kombinasi kina dan primakuin (75,6%). Kesimpulan: Kejadian malaria di RSK Lindimara paling banyak disebabkan oleh Plasmodium falcifarum (80,2%) dibandingkan dengan Plasmodium vivax (19,2%). Berdasarkan gambaran klinis, angka eritrosit dan kadar hemoglobin tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua jenis Plasmodium (p>0,05). Kombinasi kina dan primakuin merupakan obat pilihan pertama di RSK Lindimara (75,6%).
EVALUASI PROSES PENGEMBANGAN DAN PENERAPAN CLINICAL PATHWAY KASUS STROKE ISKEMIK AKUT DI RUMAH SAKIT ANUTAPURA KOTA PALU Mutiarasari, Diah; Pinzon, Rizaldy Taslim; Gunadi, Gunadi
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 2 (2017): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v2i2.59

Abstract

Latar belakang: Stroke memiliki angka kematian dan kecacatan yang tinggi. Stroke menjadi penyebab nomor 1 admisi pasien ke rumah sakit. Penggunaan clinical pathway dapat mengurangi variasi dalam tindakan medis untuk kondisi klinis yang sama sehingga meningkatkan kualitas pelayanan stroke. Penelitian mengenai pengembangan clinical pathway sesuai Integrated Clinical Pathway Appraisal Tools (ICPAT) di Indonesia masih sangat terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi proses pengembangan dan penerapan clinical pathway kasus stroke iskemik akut di RS Anutapura Kota Palu. Metode: Rancangan Penelitian ini adalah action research. Pengumpulan data dilakukan dengan triangulasi metode melalui wawancara terstruktur, diskusi kelompok terarah, survei, observasi, dan telaah dokumen. Integrated Clinical Pathway Appraisal Tools (ICPAT) digunakan sebagai alat ukur. Subyek penelitian sebanyak 25 responden terdiri dari petugas kesehatan RS Anutapura dan tim clinical pathway, 1 responden keluarga pasien dan 30 responden pasien yang dirawat inap di bagian saraf RS Anutapura yang memenuhi kriteria eligibilitas. Hasil: Pada proses pengembangan hasil evaluasi dengan ICPAT menunjukkan dimensi 1 terpenuhi persyaratan secara keseluruhan. Dimensi 1 memberikan kepastian bahwa dokumen yang dikembangkan merupakan clinical pathway. Pada proses penerapan clinical pathway dilakukan evaluasi uji coba clinical pathway stroke iskemik akut sejak pasien masuk RS sampai pasien diijinkan keluar RS. Indikator proses pelayanan yang dinilai adalah pemeriksaan EKG sebesar 100%, penilaian kemampuan menelan sebesar 100%, pemberian antiplatelet (aspirin 80mg atau clopidogrel 75mg) diberikan 24-48 jam sejak masuk RS sebesar 100%, pemberian anti platelet (aspirin 325mg atau clopidogrel 300mg) diberikan 24-48 jam sejak masuk RS sebesar 46,7 % dan penilaian status gizi dan diet seawal mungkin sebesar 100%. Kepatuhan pengisian clinical pathway dokter dan case manager mencapai 80%. Kesimpulan: Berdasarkan evaluasi CP baru stroke iskemik akut menunjukkan kesesuaian dengan ICPAT. Sinergi seluruh manajemen RS, clinical champion, dokter spesialis saraf dan tim multidisiplin menjadi kunci keberhasilan pengembangan dan penerapan clinical pathway.
PEMANFAATAN PENCARIAN LITERATUR KEDOKTERAN CLINICALKEY (STUDI KASUS: FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA YOGYAKARTA) Elmiradewi, Irestrina; Mustika, I Wayan; Adhipta, Dani
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 2 (2017): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v2i2.49

Abstract

Pendahuluan: ClinicalKey merupakan salah satu mesin pencarian kesehatan yang banyak memberikan informasi kredibel mengenai e-journal, ebook, drug monographs, guidelines, patient education, multimedia, first consult, procedures consult dan lainnya. Saat ini, ClinicalKey merupakan mesin pencarian kesehatan yang dilanggan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana (FK UKDW). Menurut laporan usage report tahun 2014-2015 tingkat penggunaannya sangat rendah jika dibandingan dengan Fakultas Kedokteran lain sehingga FK UKDW memutuskan untuk meningkatkan sosialisasinya. Pada penelitian ini dikaji tingkat kepuasan pengguna ClinicalKey di FK UKDW. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Pengambilan sampel secara random dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis data bersifat kuantitatif statistik dengan menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Model pengukuran kepuasan pengguna menggunakan model Technology Acceptance Model (TAM) dengan teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil: Dari 200 responden mahasiswa dan dosen di FK UKDW, terdapat 56.6% pengguna merasakan kemudahan dalam menggunakan ClinicalKey, 62.5% pengguna mempercayai ClinicalKey dapat meningkatkan performa, 63.5% pengguna merasa ClinicalKey bagus, 56,5% pengguna ingin terus menggunakan ClinicalKey, 63.5% pengguna cukup sering menggunakan ClinicalKey. Pengujian hipotesis pertama PEU berpengaruh signifikan terhadap PU (β=0.785, p
DAMPAK PEMBERLAKUAN CLINICAL PATHWAY TERHADAP KUALITAS PELAYANAN STROKE DI RS BETHESDA YOGYAKARTA Kusumaningtyas, Tiara; Utarini, Adi; Pinzon, Rizaldy Taslim
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 2 (2017): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v2i2.60

Abstract

Latar belakang: Stroke masih menjadi masalah kesehatan dunia. Dibutuhkan solusi manajemen klinis yang lebih baik guna mengupayakan pelayanan stroke yang berkualitas. Sebagai sebuah instrumen yang menstandarisasi proses dan outcome pelayanan, clinical pathway selayaknya mampu menjadi solusi perbaikan manajemen kualitas berkelanjutan. Hingga kini bukti mengenai efektivitas clinical pathway masih diperdebatkan. Tujuan: Untuk mengevaluasi dampak clinical pathway terhadap perbaikan kualitas pelayanan stroke berdasarkan indikator proses dan outcome. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode before-after without control group quasi exsperimental, dimana dilakukan penilaian pre dan post implementasi pada dua kelompok tanpa randomisasi. Kelompok intervensi adalah kelompok subyek yang ditatalaksana dengan clinical pathway sedangkan kelompok kontrol adalah kelompok pasien sebelum pemberlakuan pathway (diambil dari data sekunder rekam medis). Outcome mortalitas sebagai output primer dari penelitian ini akan dibandingkan antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Hasil: Karakteristik subyek dalam penelitian ini homogeny dalam hal variabel demografi (kecuali jenis kelamin) dan karakteristik klinis gejala wajah perot, faktor risiko dan komorbiditas. Pemberlakuan clinical pathway tidak memperbaiki outcome mortalitas, meskipun proporsi mortalitas menurun, 14,5% sebelum pemberlakuan dan 17,8% setelah pemberlakuan. Clinical pathway secara signifikan memperbaiki proses pelayanan stroke pada esesmen menelan (p=0,00), esesmen rehabilitasi (p=0,00) dan edukasi saat pasien pulang (p=0,001). Jenis stroke, kondisi kesadaran saat pasien masuk RS, adanya faktor risiko DM dan AF meningkatkan risiko mortalitas pasien stroke, sedangkan pelaksanaan esesmen menelan sesegera mungkin menurunkan risiko mortalitas. Kesimpulan: Pemberlakuan clinical pathway pada pelayanan stroke memperbaiki proses pelayanan meskipun dampaknya terhadap outcome mortalitas tidak berpengaruh.
ESSENTIAL MANUAL OF 24 HOUR BLOOD PRESSURE MANAGEMENT FROM MORNING TO NOCTURAL HYPERTENSION Dewi, Ivana Purnama; Pinzon, Rizaldy Taslim
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 2 (2017): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v2i2.63

Abstract

Tiap individu mempunyai tekanan darah yang bervariasi dalam 24 jam mengikuti irama sirkadian/ biologis tubuh. Tekanan darah cenderung lebih tinggi selama siang hari dan menjadi lebih rendah pada malam hingga dini hari. Sedangkan saat awal bangun pagi, tekanan darah akan meningkat. Peningkatan tekanan darah di pagi hari ini, telah dibuktikan oleh beberapa evidence penelitian, berkaitan dengan berbagai kejadian penyakit kardioserebrovaskular.
EXTERNAL BEAM RADIATION THERAPY PADA KANKER PARU (A LITERATURE REVIEW) Dwikuntari, Lia; Setijadi, Ana Rima; hendrik, H
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 2 (2017): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v2i2.56

Abstract

Kanker paru merupakan salah satu penyebab utama kematian karena kanker di seluruh dunia melebihi angka kematian karena kanker payudara, prostat, dan usus besar. Angka kejadian kasus baru kanker paru di Amerika Serikat diperkirakan sekitar dua ratus tiga puluh sembilan ribu (239.320) orang dengan angka kematiannya sekitar seratus enam puluh satu ribu (161.250) orang pada tahun 2010. Sekitar 85% kasus kanker paru adalah jenis KPKBSK yang penyebarannya ke bagian tubuh lainnya lebih lambat dengan angka kesintasan selama 5 tahun lebih tinggi daripada kanker paru jenis lainnya yakni KPKSK. Radioterapi merupakan salah satu modalitas untuk terapi kanker paru (khususnya jenis KPKBSK) yang pada umumnya diberikan dalam bentuk EBRT baik dalam bentuk terapi tunggal atau sebagai bagian dari modalitas terapi lainnya, dan dapat bersifat kuratif atau paliatif. Sementara itu pemberian EBRT pada kanker paru jenis KPKSK juga dapat dilakukan untuk tujuan profilaksis terhadap terjadinya metastasis ke otak. Pemberian EBRT pada kanker paru tentunya harus melalui beberapa tahapan prosedur pemberiannya untuk menghasilkan efek radioterapi pada kanker paru yang maksimal
INTEGRASI PENDIDIKAN, PENELITIAN, & PELAYANAN YANG BERKUALITAS DALAM ACADEMIC HEALTH SYSTEM Pinzon, Rizaldy Taslim; Merry, Maria Silvia
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 2 (2017): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v2i2.64

Abstract

Pelayanan kesehatan di era ini mengalami perubahan sesuai dengan pengaruh situasi global, kemajuan pesat di bidang informasi dan teknologi, serta tingginya mobilitas penduduk dunia. Hal tersebut menyebabkan pelayanan kesehatan juga terdampak dengan menghadapi berbagai tantangan, yaitu: 1) pola penyakit yang berubah, 2) perubahan proporsi populasi dan demografi, 3) disparitas pelayanan kesehatan dan tuntutan masyarakat. Perubahan sistem pelayanan kesehatan di Indonesia sejak tahun 2014 dengan diberlakukannya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) juga turut berandil besar dalam perubahan pola pemberian pelayanan kesehatan yang cukup bermakna.
HIPNOTERAPI PADA PASIEN NYERI KRONIK Nugraha, Lucas Nando; Adisaputro, Sugianto
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 2 (2017): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v2i2.54

Abstract

Nyeri adalah sensasi yang sangat menggangu dan mendorong pasien untuk berkunjung pada dokter. Bila nyeri yang diderita bersifat kronik maka akan menimbulkan penderitaan sangat berdampak pada kondisi sosial dan psikologis. Pada pengelolaan nyeri kronik diperlukan pendekatan multidisiplin dan holistik. Baik farmakologi maupun non-farmakologi, baik fisik maupun psikis. Terapi non farmakologi yang akan dibahas pada tinjauan pustaka ini adalah hipnoterapi. Banyaknya teknik pada hipnoterapi sering membuat terapis sering kurang tepat dalam memilih teknik yang sesuai pada pengelolaan nyeri kronik sehingga menjadi tidak efektif dan efisien dalam proses terapi. Hipnoterapi adalah terapi non-farmakologi yang tidak bersifat invansif dan dapat meminimalisir biaya dalam pengelolaan nyeri kronik. Hipnoterapi bersifat memandirikan pasien dengan adanya teknik anchoring sehingga dapat mengurangi morbiditas dalam kasus nyeri. Itulah sebabnya topik hipnoterapi ini diangkat dalam pembahasan ini. Pada tinjauan pustaka ini menjelaskan teknik hipnoterapi yang sesuai sebagai terapi non-farmakologi dengan cara menimbulkan penerimaan terhadap rasa nyeri sehingga pasien mendapat manfaat pengobatan secara holistik dapat dalam pengelolaan nyeri kronik.
VIPERIDAE SNAKE BITE: KASUS SERIAL Medikanto, Alfi Rizky; Vanende Silalahi, Lothar Matthaeus Manson; Sutarni, Sri
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 2 (2017): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v2i2.61

Abstract

Latar Belakang: Gigitan ular merupakan salah satu kegawatdaruratan medis dan penyakit akibat okupasi yang sering diabaikan oleh tenaga medis, paramedis maupun pemangku kebijakan kesehatan sehingga sangat terbatas untuk dipelajari karena sistem pelaporan yang lemah. Ular golongan Viperidae sering ditemukan di wilayah Asia Tenggara memiliki bisa dengan kandungan hematotoksin dengan mekanisme aktivasi faktor koagulasi, trombositopenia, hiperfibrinolisis, dan koagulasi intravaskular luas. Laporan Kasus: Dilaporkan dua kasus gigitan ular golongan Viperidae. Kasus pertama seorang pria, 73 tahun datang dengan gigitan ular pada pergelangan kaki kiri. Pasien mengalami penurunan kesadaran, anemia, koagulopati, insufisiensi renal, dan perdarahan saluran kemih. Pemeriksaan funduskopi dan CT scan kepala tidak didapatkan perdarahan. Kasus kedua adalah seorang pria, 58 tahun datang dengan gigitan ular pada pergelangan kaki kanan. Pasien mengalami penurunan kesadaran, anemia, gangguan fungsi hati, koagulopati, perdarahan saluran kemih, dan hiponatremia. Kesimpulan: Manifestasi klinis gigitan ular Viperidae dapat berefek pada sistem koagulasi dan jika tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan gangguan sistem saraf pusat, kardiovaskular dan urogenital

Page 1 of 1 | Total Record : 10