cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
ISSN : 24609684     EISSN : 24768863     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana is a Scientific Journal to publish medical research articles, and other scientific medical articles from Medical Faculty of Duta Wacana Christian University academic community and also receive articles from other resources with appropriate and related topics. The policies taken for the largest composition of articles are the results of research, but can also receive scientific articles in the form of literature review and case reports. To maintain the quality of writing, Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana also cooperate with other Medical Education Institutions, especially in the recruitment of reviewer partner to conduct a "review" of all incoming articles. Funding for publication is entirely sourced from the Faculty of Medicine and also from Duta Wacana Christian University.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 3 (2017): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana" : 9 Documents clear
SCHIZENCEPHALY mariesta, mariesta
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 3 (2017): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1708.384 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v2i3.58

Abstract

BACKGROUND Schizencephaly is a rare case, usually related with brain system development injury with cleft in cortex cerebral. METHODS Case report. Man 30 years old, as a trainner outbond, last bachelor education, came with left ankle fracture. There’s left limb weakness since birth and athropy of left arm. PURPOSE To prevent early limitation of activity daily living and to educate parents. CONCLUSION There’s no all sign and symtoms in the schizencephaly patient, depend on the stages. Physiotherapy for increasing activity daily living. Keywords : Schizencephaly, IQ, trauma, seizure
PENGARUH MINYAK JAGUNG TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL LDL PADA TIKUS YANG DIINDUKSI PAKAN TINGGI LEMAK Putri, Geby Khomaro; Suhendra, Adrian; Wargasetia, Teresa Liliana
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 3 (2017): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1710.554 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v2i3.34

Abstract

Latar Belakang: Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Etiologi PJK tersering adalah aterosklerosis dengan dislipidemia sebagai salah satu faktor risiko. Berbagai upaya dilakukan untuk menurunkan kadar kolesterol LDL untuk penanganan dislipidemia. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui efek minyak jagung dalam menurunkan kadar LDL darah pada tikus yang diinduksi pakan tinggi lemak. Metode: Desain penelitian ini adalah eksperimental sungguhan dengan rancangan acak lengkap. Dua puluh lima tikus diberi pakan tinggi lemak selama 7 hari, kemudian dibagi ke dalam 5 kelompok perlakuan yaitu kontrol negatif (KN) yang diberi pakan tinggi lemak (PTL) dan akuades, kontrol positif (KP) yang diberi PTL dan simvastatin dosis 0,9 mg/kgBB/hari, P1 (PTL dan 0,08 ml minyak jagung), P2 (PTL dan 0,15 ml minyak jagung), dan P3 (PTL dan 0,30 ml minyak jagung). Perlakuan diberikan selama 28 hari. Parameter yang diukur adalah kadar LDL. Analisis data menggunakan ANAVA satu arah, dilanjutkan Tukey HSD dengan α=0,05. Hasil: Kelompok P2 dan P3 berbeda bermakna dengan KN (p=0,019 dan p=0,000), juga berbeda bermakna dengan KP (p=0,000 dan p=0,000). P1 berbeda bermakna dengan KP (p=0,000), namun mempunyai perbedaan yang tidak bermakna dengan KN (p=0,554). Kesimpulan: Minyak jagung dapat menurunkan kadar kolesterol LDL pada dosis 0,15 ml/ekor/hari dan 0,30 ml/ekor/hari pada tikus yang dinduksi pakan tinggi lemak, tetapi tidak sebaik simvastatin.
FAKTOR PEMICU GANTUNG DIRI DI WILAYAH PANEKAN Sanyasi, Rosa De Lima Renita
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 3 (2017): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v2i3.68

Abstract

Pendahuluan : Bunuh diri adalah suatu tindakan yang disengaja untuk mengakhiri hidup diri sendiri. Tindakan bunuh diri dipicu oleh berbagai faktor. Sangat sedikit literatur yang membahas kasus bunuh diri di Indonesia, terlebih faktor yang memicu gantung diri. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berbagai faktor yang memicu gantung diri di wilayah Panekan. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Terdapat 7 subjek yang terlibat dalam penelitian ini. Informasi mengenai subjek diperoleh melalui wawancara mendalam dengan responden. Hasil : Subjek penelitian didominasi oleh jenis kelamin laki-laki (57.14%), berusia ≥50 tahun (85.71%), berpendidikan rendah (100%), bekerja sebagai petani (85.71%), dan menikah (100%). Terdapat 4 pemicu utama yang teridentifikasi dalam penelitian ini, yaitu: masalah sosial, masalah ekonomi, penyakit kronik, dan gangguan mental yang lama tidak tertangani. Ada satu subjek yang tidak teridentifikasi pemicu utamanya, tetapi terdapat kepercayaan masyarakat seempat yang diyakini mempengaruhi tindakan bunuh diri subjek. Enam subjek menunjukkan gejala gangguan mental sebelum kejadian gantung diri: 3 diantaranya (42.86%) menunjukkan gejala skizofrenia, yaitu subjek 2,5, dan 6, sedangkan 3 sisanya (42.86%) menunjukkan gejala depresi, yaitu subjek 3,4, dan 7. Tidak dijumpai riwayat gangguan mental pada keluarga subjek (100%). Sebagian besar subjek tidak memiliki riwayat penyakit sebelumnya maupun riwayat penyakit lain pada keluarga (85.71%). Sebagian besar subjek tidak pernah mengkonsumsi NAPZA (57.14%). Dari sisi keagamaan, sebagian besar subjek menjalankan ibadah dengan taat (85.17%). Tidak ada subjek yang terlibat dengan hukum, militer, maupun tindak kriminal (100%). Dalam kehidupan sosial, sebagian besar subjek memiliki hubungan yang baik dengan lingkungannya dan memiliki kepribadian ekstrovert (57.14%). Kesimpulan : Pemicu tindakan gantung diri di wilayah Panekan antara lain masalah sosial, masalah ekonomi, penyakit kronik, dan gangguan mental yang tidak teratasi.
EVALUASI IMPLEMENTASI CLINICAL PATHWAY APPENDICITIS ELEKTIF DI RS BETHESDA YOGYAKARTA Rahmawati, Caecilia Lelia; Pinzon, Rizaldy Taslim; Lestari, Trisasi
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 3 (2017): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1710.559 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v2i3.70

Abstract

Rumah sakit memiliki komitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan yang mengutamakan mutu dan keselamatan pasien. Salah satu upayanya adalah dengan menjalankan clinical pathway. Sebagai sebuah instrumen yang menstandarisasikan proses dan outcome pelayanan, clinical pathway selayaknya mampu menjadi solusi perbaikan manajemen kualitas berkelanjutan. Hingga kini bukti mengenai efektivitas clinical pathway masih diperdebatkan. Untuk mengetahui hasil luaran length of stay, infeksi luka operasi dan penurunan biaya perawatan dalam implementasi clinical pathway appendicitis acuta tanpa komplikasi di RS Bethesda Yogyakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik observasional dengan desain penelitian cohort retrospective, dimana peneliti mengambil dua kelompok subyek yang berbeda dalam populasi yang sama. Kelompok kasus adalah kelompok pasien yang menjalani perawatan dengan clinical pathway, setelah pemberlakuan clinical pathway, sedangkan kelompok kontrol adalah kelompok pasien yang diidentifikasi sebelum pemberlakuan clinical pathway. Peneliti menilai dampak penerapan clinical pathway terhadap outcome length of stay, infeksi luka operasi saat pemulangan (surgery site infection discharge) dan biaya perawatan.Berdasarkan karakteristik subyek, jumlah wanita (59,3%) lebih banyak daripada pria (40,7%), subyek usia 18-30 (62,7%) merupakan yang terbanyak. Pemberian terapi antibiotika Ceftriaxone dan Non Ceftriaxone, berbeda sebelum dan pasca clinical pathway (p>0,05). Terdapat penurunan yang bermakna (p0,05); terdapat perbedaan yang bermakna biaya rawat inap sebelum dan pasca pemberlakuan clinical pathway (p
DAMPAK PENGGUNAAN BETAHISTIN MESILATE TERHADAP PERBAIKAN GEJALA VERTIGO PERIFER DI RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA Indriawati, Kristina Reny; Pinzon, Rizaldy Taslim
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 3 (2017): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1710.554 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v2i3.69

Abstract

Vertigo adalah salah satu keluhan yang sering dijumpai dalam praktek yang digambarkan sebagai rasa berputar, pening, tak stabil (giddiness, unsteadiness) atau pusing (dizziness). Penatalaksanaan pasien-pasien vertigo perifer sering kontroversi karena patofisiologi vertigo belum jelas. Beberapa obat ditemukan memiliki aktivitas antivertigo. Betahistin menyerupai histamin untuk terapi gangguan vaskuler dan vasomotor, dipakai untuk pengobatan vertigo, motionsickness, dan gangguan vestibuler sentral atau perifer. Mengetahui dampak penggunaan betahistin mesilate terhadap perbaikan gejala vertigo perifer di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta.Non eksperimental menggunakan rancangan case series dan menggunakan data prospektif. Untuk mengidentifikasi perbedaan dampak penggunaan betahistin pada penderita vertigo perifer, dengan perbaikan derajat keluhan vertigo digunakan skala Dizziness Handicap Inventory (DHI). Sebanyak 20 subyek penelitian yang masuk kriteria inklusi dianalisis menggunakan uji repeated ANOVA. Data diperoleh dari 20 pasien dengan vertigo perifer didapatkan rerata total skor DHI pada baseline (awal) adalah 42,95±21,44, 35,20±19,56 pada kunjungan 2, dan 28,40±18,76 pada kunjungan 3 didapatkan signifikansi (p) sebesar 0,000. Rerata skor item DHI pada baseline (awal), kunjungan 2, dan kunjungan 3 pada item fisik (14,30±9,02 versus 13,00±8,14 versus 10,20±6,55), item fungsional (17,55±8,77 versus 13,40±7,43 versus 11,20±7,00), dan item emosional (11,10±8,06 versus 8,80±7,82 versus 7,10±7,77) didapatkan p
PERANAN OBAT GOLONGAN STATIN TERHADAP LUARAN STATUS FUNGSIONAL PASIEN STROKE ISKEMIK BERULANG DI RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA Alexxander, Alexxander; Nugroho, Agung Endro; Pinzon, Rizaldi Taslim
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 3 (2017): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1710.555 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v2i3.71

Abstract

Proporsi pasien yang menggunakan statin ketika pertama kali masuk rumah sakit dengan stroke iskemik berulang sangat meningkat dengan cepat. Tetapi masih menjadi kontroversi. Hal tersebut yang melatarbelakangi penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peranan terapi statin dengan luaran status fungsional pada pasien stroke iskemik berulang di rumah sakit Bethesda Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian analisis dengan metode retrospective cohort menggunakan data data rekam medis pasien. Sebagai sampel dipilih kelompok pasien stroke iskemik berulang, baik yang mendapat pengobatan dengan statin ataupun yang tidak mendapatkan pengobatan statin. Kemudian secara retrospektif diamati pengaruh penggunaan statin terhadap luaran status fungsional pasien. Jumlah subyek untuk masing masing kelompok adalah 77 pasien. Luaran baik ditandai dengan nilai mRS 0-3, sedangkan luaran buruk ditandai dengan 4-6. Lokasi penelitian adalah di rumah sakit Bethesda Yogyakarta. Penggunaan statin pada pasien stroke iskemik berulang dapat memberikan luaran status fungsional yang baik di RS Bethesda Yogyakarta (p = 0,022; RR=1,56; IK 95% = 1,056 – 2,305). Selain itu penelitian ini juga memberikan luaran sekunder yaitu variabel usia, GCS, dan kelemahan otot gerak memiliki hubungan bermakna terhadap luaran status fungsional pasien stroke iskemik berulang. Faktor prediktor untuk mendapatkan luaran status fungsional yang baik pada penelitian ini adalah pasien tanpa penggunaan antibiotik, GCS 13-15, penggunaan anti koagulan, pasien tanpa analgetik antipiretik, dan pasien dengan penggunaan anti platelet.Penggunaan statin pada pasien stroke iskemik berulang dapat memberikan luaran status fungsional yang baik di RS Bethesda Yogyakarta
PENGGUNAAN METILPREDNISOLON SEBAGAI PEREDA NYERI PADA PASIEN NYERI PUNGGUNG BAWAH AKUT DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA Triasari, Tiara; Pinzon, Rizaldy Taslim
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 3 (2017): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1710.565 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v2i3.72

Abstract

Nyeri punggung bawah (NPB) akut adalah nyeri yang terjadi merupakan penyakit umum dan penyebab keterbatasan dalam bekerja maupun melakukan aktivitas sehari-hari yang terjadi selama kurang dari 12 minggu atau terjadi selama 6 bulan dengan interval tanpa nyeri. Pada penelitian sebelumnya diberikan hasil bahwa penambahan metilprednisolon untuk terapi NPB tidak memberikan hasil yang baik dibandingkan dengan tanpa metilprednisolon.Mengukur penurunan nilai VAS serta mengidentifikasi outcome dan efek samping aktual yang terjadi pada penambahan metilprednisolon pada pasien NPB akut di instalasi rawat jalan rumah sakit Bethesda Yogyakarta.Observasional-analitik dengan rancangan kohort. Subyek penelitian pada penelitian ini adalah pasien NPB akut yang dikelompokkan berdasarkan jenis terapi yang diterima yaitu kelompok analgesik nonsteroid dengan atau tanpa tambahan metilprednisolon 4 mg. Data diukur dengan VAS (Visual Analog Scale), dan diidentifikasi dengan kuisioner subyektif dan obyektif.Diperoleh 30 NPB akut yang terdiri dari 11 pasien laki-laki (36.67%) dan 19 pasien perempuan (63.33%) dengan 40% pasien berusia > 62 tahun, 46.67% 41-62 tahun, dan 13.33% pasien berusia 18-41 tahun. Sebanyak 15 pasien masuk dalam kelompok terapi NPB akut tanpa metilprednisolon dan 15 pasien masuk dalam kelompok dengan tambahan metilprednisolon 4 mg untuk terapi NPB akut. Hasil analisis penambahan metilprednisolon 4 mg terhadap pengurangan nyeri tidak terdapat perbedaan bermakna pada rata-rata penurunan nilai VAS sebelum dan setelah terapi (p = 0.253), outcome terapi berupa pengurangan nyeri saat beraktivitas (p = 0.589) dan menjelang atau saat tidur (p = 0.330), efek samping aktual pada kedua kelompok, dan rata-rata selisih nilai VAS pada tiga kelompok berdasarkan regimen dosis metilprednisolon tidak berbeda bermakna (p = 0.792). Penambahan metilprednisolon untuk terapi NPB akut dapat menurunkan nilai intensitas nyeri, tercapainya outcome terapi, dan tidak terdapat perbedaan efek aktual namun tidak berbeda bermakna dengan terapi NPB akut tanpa metilprednisolon.
PERANAN OBAT GOLONGAN STATIN Dewi, Ivana Purnama; Merry, Maria Silvia
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 3 (2017): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1709.99 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v2i3.75

Abstract

Statin adalah kelas obat penurun lipid. Statin menghambat secara kompetitif koenzim 3-hidroksi-3-metilglutaril (HMG-CoA) reduktase, yakni enzim yang berperan pada sintesis kolesterol, terutama dalam hati. Penghambatan enzim ini menyebabkan penurunan konsentrasi kolesterol seluler sementara, yang kemudian mengaktifkan kaskade sinyal seluler dan berpuncak pada aktivasi protein pengikat elemen regulasi sterol (SREBP), faktor transkripsi yang mengatur ekspresi gen yang mengkodekan reseptor LDL. Ekspresi reseptor LDL yang meningkat menyebabkan peningkatan penyerapan LDL plasma dan akibatnya menurunkan kadar kolesterol LDL dalam plasma. Sekitar 70% reseptor LDL diekspresikan oleh hepatosit dan sisanya diekpresikan oleh berbagai sel di dalam tubuh. Beberapa guidelines merekomendasikan statin sebagai pengobatan farmakologi lini pertama untuk menurunkan kadar LDL pada pasien. Selain menurunkan LDL, statin terbukti bermanfaat dalam pencegahan primer maupun pencegahan sekunder penyakit kardiovaskular, serta menurunkan morbiditas dan mortalitas penyakit kardiovaskular bagi pasien yang memiliki faktor resiko tinggi. Beberapa randomized clinical trial, seperti Myocardial Ischemia Reduction with Aggressive Cholesterol Lowering (MIRACL) dan Pravastatin or Atorvastatin Evaluation and Infection Theraphy (PROVE-IT), menunjukkan bahwa statin menurunkan kejadian penyakit kardiovaskular, dimana efek statin sendiri adalah menurunkan progresivitas dari pembentukan plak atherosklerotik. Studi lain menyatakan bahwa penggunaan statin bermanfaat meningkatkan outcome setelah mendapat serangan stroke. Penggunaan statin dengan segera menurunkan kadar lipid sehingga dapat meningkatkan outcome dan mengurangi resiko terjadinya stroke. Hal ini dikarenakan adanya efek pleiotropik dari statin. Efek pleiotropik statin antara lain; meningkatkan fungsi endotel melalui penambahan produksi oksida nitrit dan anti oksidan serta efek antikoagulan. Melalui mekanisme inilah peningkatan outcome setelah penggunaan statin dapat terjadi. Selain efek yang disebut di atas ternyata terdapat efek statin yang lain, dimana statin juga memiliki efek imunnomodulator yang dianggap dapat meningkatkan outcome setelah stroke iskemik akut. Pada terbitan edisi ini, BIKDW mengangkat topik yang sangat menarik mengenai penelitian yang berkaitan dengan Peranan obat golongan statin terhadap luaran status fungsional pasien stroke iskemik berulang. Semoga artikel ini dapat memperkaya wawasan dan pengetahuan kita mengenai salah satu peranan statin dalam penanganan penyakit kardiovaskular.
SELUK BELUK HIPERTENSI: Peningkatan Kompetensi Klinis Untuk Pelayanan Kefarmasian Laban, Edwin Pranata; Pinzon, Rizaldy Taslim
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 3 (2017): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1709.977 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v2i3.74

Abstract

-

Page 1 of 1 | Total Record : 9