cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
ISSN : 24609684     EISSN : 24768863     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana is a Scientific Journal to publish medical research articles, and other scientific medical articles from Medical Faculty of Duta Wacana Christian University academic community and also receive articles from other resources with appropriate and related topics. The policies taken for the largest composition of articles are the results of research, but can also receive scientific articles in the form of literature review and case reports. To maintain the quality of writing, Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana also cooperate with other Medical Education Institutions, especially in the recruitment of reviewer partner to conduct a "review" of all incoming articles. Funding for publication is entirely sourced from the Faculty of Medicine and also from Duta Wacana Christian University.
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
PENERAPAN SURGICAL SAFETY CHECKLIST WHO DI RSUD JARAGA SASAMEH KABUPATEN BARITO SELATAN Klase, Suryanti; Pinzon, Rizaldy Taslim; Meliala, Andreasta
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 1, No 3 (2016): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v1i3.25

Abstract

Latar Belakang: Penerapan pemakaian Surgical Safety Checklist (SSC) dari World Health Organization (WHO) adalah untuk meningkatkan keselamatan pasien dalam proses pembedahan dikamar operasi dan mengurangi terjadinya kesalahan dalam prosedur pembedahan. Tingginya angka komplikasi dan kematian akibat pembedahan menyebabkan tindakan pembedahan seharusnya menjadi perhatian kesehatan global. Penggunaan checklist terstruktur dalam proses pembedahan akan sangat efektif karena standarisasi kinerja manusia dalam memastikan prosedur telah diikuti. Untuk itu diperlukan juga proses penerapan Surgical Safety Checklist WHO di RSUD Jaraga Sasameh Kabupaten Barito Selatan. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian kualitatif, studi kasus. Subyek penelitian ini adalah semua personel kamar bedah RSUD Jaraga Sasameh Kabupaten Barito Selatan, Propinsi Kalimantan Tengah selama bulan Maret - Mei 2015. Kuesioner menjelaskan tentang karakteristik umum dari sampel (umur, jenis kelamin, pekerjaan, lama kerja di rumah sakit), pengetahuan tentang Surgical Safety Checklist WHO, penerimaan checklist dan penerapannya, dan kerja sama team kamar bedah. Hasil: Dari 21 personel kamar bedah yang menjawab kuesioner, 100% menyadari keberadaan Surgical Safety Checklist WHO dan mengetahui tujuannya. Kebanyakan personel berpikir bahwa menggunakan checklist keselamatan Bedah WHO bermanfaat dan pelaksanaannya di kamar bedah merupakan keputusan yang tepat. Ada 90,5% personel yang menyatakan bahwa penggunaan Surgical Safety Checklist WHO cukup mudah untuk dilaksanakan. Kesimpulan: Meskipun terdapat penerimaan yang besar terhadap pelaksanaan penerapan checklist ini diantara personel kamar bedah, tetapi terdapat sedikit perbedaan dalam pengetahuan tentang tata cara pengisian ataupun penggunaan checklist.
SCHIZENCEPHALY mariesta, mariesta
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 3 (2017): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v2i3.58

Abstract

BACKGROUND Schizencephaly is a rare case, usually related with brain system development injury with cleft in cortex cerebral. METHODS Case report. Man 30 years old, as a trainner outbond, last bachelor education, came with left ankle fracture. There’s left limb weakness since birth and athropy of left arm. PURPOSE To prevent early limitation of activity daily living and to educate parents. CONCLUSION There’s no all sign and symtoms in the schizencephaly patient, depend on the stages. Physiotherapy for increasing activity daily living. Keywords : Schizencephaly, IQ, trauma, seizure
EXERCISE AND PEAK BONE MASS: RECOMMENDATION FOR BUILDING HEALTHY BONES IN CHILDREN Kurniawan, A Andi
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 1, No 2 (2016): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v1i2.9

Abstract

Regular Physical activity (PA) and exercise plays a vital role in the health and well-being of people of all ages, and its associated with positive outcomes relating to weight status, cardiometabolic markers, chronic disease prevention, bone health and mental health. Genetic factors are the strongest determinants of bone mass, but PA and exercise with loading of the bone also has a major impact on bone mass as well as on bone strength. Physical activity has been proposed as a key factor for developing healthy bones in childhood and adolescence, mainly when high-impact and weight-bearing exercise above a certain intensity and duration. It has been associated with bone accretion showing an important osteogenic effect, mainly when high-impact and weight bearing physical activity occur. Muscle mass is also a determinant of bone development. Several studies have examined the association between PA and bone health among youths.
HIPOSPADIA : BAGAIMANA KARAKTERISTIKNYA DI INDONESIA? Krisna, Daniel Mahendra; A, Maulana
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 2 (2017): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v2i2.52

Abstract

ABSTRAK Hipospadia merupakan kelainan kongenital berupa adanya muara urethra yang terletak proximal dibandingkan lokasi yang seharusnya. Kelainan ini terjadi ketika masa embrio dan dipengaruhi berbagai keadaan. Hipospadia patut di waspadai dewasa ini karena perkembangan prevalensinya di beberapa negara yang cukup pesat tanpa diketahui penyebabnya. Beberapa faktor resiko seperti paparan estrogen atau zat anti-androgen pada masa kehamilan dapat dihindari untuk menurunkan resiko terjadinya hipospadia. Keluhan yang paling sering terjadi adalah pancaran urin yang melemah ketika berkemih, sampai terjadinya gangguan aktivitas seksual maupun infertilitas. Pengobatan sejak dini disarankan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan komplikasi yang rendah. Teknik operasi sudah berkembang pesat dan beberapa memiliki keunggulan masing-masing, namun untuk hipospadia distal paling sering adalah Tubularization Incised of urethral Plate (TIP) dan pada hipospadia proximal adalah teknik 2 stage graft. Di Indonesia beberapa penelitian dilakukan dan menemukan angka kejadian yang cukup merata untuk kelainan hipospadia, dengan tipe yang bervariasi. Hipospadia distal banyak ditemukan di Indonesia dan teknik TIP sebagai tatalaksana masih menjadi pilihan utama.
HEALTH NEEDS OF THE PEOPLE OF PREK TORL – CAMBODIA: A CROSS SECTIONAL STUDY Sigilipoe, Mitra Andini; Tsang, Katrin
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 1, No 1 (2015): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Several studies have mentioned about health problems of people who lives within a landfll area, especially for pregnant mothers and the health outcomes such as low birth weight, spontaneous abortion, infant mortality, and other health issues. In Prek Torl-Pnomh Penh-Cambodia, about 200 households, who are living under poverty line, dwell in a slum surrounded by heaps of decaying wastes. These households consist of women within productive age of 18-49 years old, and they are exposed to the hazard of wastes every single day. Objectives: The study is aimed to assess the need of Prek Touls population, especially health problems regarding maternal and child health. Methods: Household surveys were carried out in June 2012 and 2013. In 3 days, a team from S.H. Ho College, under supervision of Prof. Katrina Tsang, conducted the survey to 88 and 90 households, respectfully. Data was analyzed using frequency and compared with Cambodias 2010 Demographic and Household survey result. Statistical tests were also used to see if there was any correlation or association between household income, education level or status, antenatal service, and infant mortality. Conclusion: The fndings of this study suggested that low level of education and income is connected with the uptake of antenatal service. The perception of access to health care is not in line with the uptake of antenatal service. More qualitative studies might be needed to explore the reason for that issue. Further studies may shed more light on the reason of why women did not use antenatal service, and in time may help in designing new interventions for delivering more suitable maternal and child health care for the particular population
PENGARUH INFUSA TEH HITAM (CAMELIA SINENSIS) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR, RENAL DAN JUMLAH SEL-SEL ALFA DAN BETA PANKREAS TIKUS JANTAN SPRAGUEDAWLEY DIINDUKSI ETANOL 20% Rosalia, Ayu Anita; Indrasari, Maria Chrisna; Tangsilan, Maria Anasthasia; Jayadi, Tejo; Danu, Sulanto Saleh
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 1 (2016): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v2i1.36

Abstract

Latar Belakang: Fungsi antioksidan dari teh telah banyak diteliti. Teh hitam memiliki kandungan utama theaflavins, thearubigins dan catechins. Konsumsi etanol kronik dalam jumlah besar dapat menyebabkan gangguan fungsi hepar, pankreas dan ren, yang disebabkan terutama disebabkan oleh proses stres oksidatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh infusa teh hitam terhadap gangguan beberapa organ tersebut diinduksi etanol diteliti. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dikerjakan dengan rancangan completely randomized design, dengan 6 kelompok eksperimental yang masing-masing menggunakan 5 ekor tikus. K1 kontrol normal; K2 diberi infusa teh hitam 0,252 gr/ 200 grBB; (K3) diberi etanol 20% dengan volume 2 ml/ hari; K4, K5 dan K6 yaitu kelompok perlakuan diberi etanol 20% volume 2 ml, 1 jam kemudian diberi infusa teh hitam dengan dosis 0,126 gr/ 200 grBB; 0,252 gr/ 200 grBB;0, 50 gr/ 200 grBB setiap hari. Pada hari ke 31 hewan coba diterminasi dan diambil jaringan hepar, pankreas, dan renal. Kemudian dilakukan pembuatan sediaan histopatologi pada organ hepar dan ginjal, sediaan dengan pewarnaan histokimia Victoria blue. Hasil: Pengamatan dan analisis sediaan histopatologi hepar menunjukkan adanya perbedaan bermakna p=0,004 (p
PENGARUH MINYAK JAGUNG TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL LDL PADA TIKUS YANG DIINDUKSI PAKAN TINGGI LEMAK Putri, Geby Khomaro; Suhendra, Adrian; Wargasetia, Teresa Liliana
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 3 (2017): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v2i3.34

Abstract

Latar Belakang: Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Etiologi PJK tersering adalah aterosklerosis dengan dislipidemia sebagai salah satu faktor risiko. Berbagai upaya dilakukan untuk menurunkan kadar kolesterol LDL untuk penanganan dislipidemia. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui efek minyak jagung dalam menurunkan kadar LDL darah pada tikus yang diinduksi pakan tinggi lemak. Metode: Desain penelitian ini adalah eksperimental sungguhan dengan rancangan acak lengkap. Dua puluh lima tikus diberi pakan tinggi lemak selama 7 hari, kemudian dibagi ke dalam 5 kelompok perlakuan yaitu kontrol negatif (KN) yang diberi pakan tinggi lemak (PTL) dan akuades, kontrol positif (KP) yang diberi PTL dan simvastatin dosis 0,9 mg/kgBB/hari, P1 (PTL dan 0,08 ml minyak jagung), P2 (PTL dan 0,15 ml minyak jagung), dan P3 (PTL dan 0,30 ml minyak jagung). Perlakuan diberikan selama 28 hari. Parameter yang diukur adalah kadar LDL. Analisis data menggunakan ANAVA satu arah, dilanjutkan Tukey HSD dengan α=0,05. Hasil: Kelompok P2 dan P3 berbeda bermakna dengan KN (p=0,019 dan p=0,000), juga berbeda bermakna dengan KP (p=0,000 dan p=0,000). P1 berbeda bermakna dengan KP (p=0,000), namun mempunyai perbedaan yang tidak bermakna dengan KN (p=0,554). Kesimpulan: Minyak jagung dapat menurunkan kadar kolesterol LDL pada dosis 0,15 ml/ekor/hari dan 0,30 ml/ekor/hari pada tikus yang dinduksi pakan tinggi lemak, tetapi tidak sebaik simvastatin.
RADIASI PALIATIF SEBAGAI TATALAKSANA NYERI PADA METASTASIS TULANG: SUATU LAPORAN KASUS PADA KANKER PAYUDARA Widikusumo, Arundito
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 1, No 3 (2016): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v1i3.21

Abstract

Kanker payudara adalah salah satu kanker yang sering menyebabkan metastasis pada tulang. Nyeri merupakan keluhan terbanyak pada metastasis tulang. Tatalaksana kombinasi diperlukan untuk mengatasi nyeri metastasis tulang. Radiasi adalah pengobatan yang efektif untuk mengurangi nyeri akibat metastasis tulang. Kami melaporkan seorang pasien perempuan yang datang dengan keluhan nyeri hebat pada punggung bawah. Pasien didiagnosis dengan kanker payudara kambuh jauh (metastasis) pada tulang vertebra lumbal ke-2 sampai 4. Dilakukan radiasi paliatif sebanyak 10 fraksi (10 x 3 Gy) pada vertebra lumbal ke-1 sampai 5 dengan dosis total 30 Gy. Didapatkan hasil pengurangan nyeri dari awalnya nyeri berat dengan konsumsi rutin opioid menjadi nyeri ringan dengan konsumsi NSAID bila diperlukan. Respon radiasi adekuat untuk pengurangan nyeri didapatkan pada 1 bulan setelah radiasi.
PROFIL HEMATOLOGIK BERDASARKAN JENIS PLASMODIUM PADA PASIEN MALARIA RAWAT INAP DI RSK LINDIMARA, SUMBA TIMUR Irawan, Henryanto; Merry, Maria Silvia; Wuryaningsih, Nining Sri; TS, Tri baskoro
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 2 (2017): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v2i2.62

Abstract

Pendahuluan: Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih banyak ditemukan di negara tropis dan sub tropis. Data WHO pada tahun 2013 diperkirakan 197 juta kasus malaria dengan angka kematian sekitar 584.000 orang. Di Indonesia kasus malaria pada tahun 2013 sebesar 343.527 kasus. Kabupaten Sumba Timur merupakan daerah endemis malaria dengan angka kejadian malaria yang masih cukup tinggi yaitu sebesar 6.266 kasus. Tujuan: Menganalisis gambaran hematologik malaria terutama angka eritrosit dan hemoglobin berdasarkan jenis Plasmodium, distribusi berdasarkan data demografi (jenis kelamin, umur, dan pekerjaan) dan rejimen obat anti malaria yang digunakan. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan metode potong lintang. Data berasal dari data rekam medis 262 pasien malaria yang rawat inap di Rumah Sakit Kristen Lindimara bulan Juli 2014 - Desember 2014. Data dianalisis secara univariat dan uji T. Hasil: Sebanyak 262 subjek penelitian sebanyak 210 orang (80,2%) terinfeksi Plasmodium falcifarum dan 52 orang (19,8%) terinfeksi Plasmodium vivax dengan derajat infeksi ringan (69,5%). Hasil uji T terhadap gambaran klinis, angka eritrosit (p=0,380) dan kadar hemoglobin (p=0,523) menunjukkan tidak terdapat perberdaan yang signifikan antara kedua jenis Plasmodium (p>0,05). Berdasarkan distribusi data demografi, frekuensi tertinggi pada perempuan (53,1%), umur ≥ 15 tahun (54,6%) dan sebagian besar adalah pelajar (43,1%). Rejimen obat anti malaria yang digunakan ialah kombinasi kina dan primakuin (75,6%). Kesimpulan: Kejadian malaria di RSK Lindimara paling banyak disebabkan oleh Plasmodium falcifarum (80,2%) dibandingkan dengan Plasmodium vivax (19,2%). Berdasarkan gambaran klinis, angka eritrosit dan kadar hemoglobin tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua jenis Plasmodium (p>0,05). Kombinasi kina dan primakuin merupakan obat pilihan pertama di RSK Lindimara (75,6%).
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RAWAT INAP PADA PASIEN PEMBESARAN PROSTAT JINAK DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA MATARAM Krisna, Daniel Mahendra; Maulana, Akhada; Kresnoadi, Erwin
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 1, No 2 (2016): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v1i2.11

Abstract

Latar Belakang: Pembesaran prostat jinak atau Benign prostatic hyperplasia (BPH) merupakan kasus dengan insidensi yang tinggi terutama pada usia diatas 50 tahun di Indonesia. BPH menjadi penyakit yang menyebabkan rasa ketidaknyamanan dan menimbulkan keluhan yang sangat mengganggu kualitas hidup pasien. Berbagai pilihan terapi tersedia baik herbal, medikamentosa, maupun terapi operatif. Standar baku untuk BPH adalah terapi operatif yang membutuhkan rawat inap di rumah sakit. Tujuan: Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan lama rawat inap dan komplikasi sehingga dapat menekan biaya pasien. Metode: Delapan puluh sembilan pasien BPH dengan operasi TURP di RS Bhayangkara Mataram sejak bulan Januari 2010 - Desember 2014 diteliti berdasarkan usia, lama rawat inap, waktu tunggu operasi (WTO), lama rawat paska operasi, dan keadaan kateter ketika keluar rumah sakit melalui rekam medis. Jenis penelitian adalah penelitian analitik dengan metode cross sectional. Analisis statistik dengan koefisien korelasi (r) Pearson dan Spearman rho. Hasil: Dari 89 pasien kelompok usia terbanyak pada rentang 61-70 tahun (43.8%) dengan usia rata-rata 65, 75, usia termuda adalah 46 tahun dan usia tertua adalah 89 tahun. Memiliki lama rawat inap 5.53. Paling banyak 5 hari sebanyak 34 orang (38,2%). Rata-rata memiliki WTO 1,80 hari dan paling banyak memiliki lama rawat inap selama 1 hari sebanyak 51 orang (57,3%), serta rata-rata memiliki lama rawat inap paska operasi 3,72 hari. Tidak ada korelasi antara lama rawat inap dengan usia pasien (sig > 0,05; r = 0,121), komplikasi paska operasi pasien (sig > 0,05; r = 0,037) dan dengan keadaan kateter ketika keluar rumah sakit (sig < 0,05; r = -0,335**). Terdapat korelasi kuat yang signifikan antara lama rawat inap dengan WTO (sig < 0,05 ; r = 0,727**). Kesimpulan: Adanya berhubungan penyakit yang menyertai adalah penyebab pemanjangan WTO. Tidak terdapat korelasi antara lama rawat inap dengan dengan usia dan komplikasi paska operasi pasien, dan didapatkan korelasi kuat yang signifikan antara lama rawat inap dengan WTO. Lama rawat inap diatas rata-rata disebabkan oleh masalah pre-operasi.