cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
ISSN : 24609684     EISSN : 24768863     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana is a Scientific Journal to publish medical research articles, and other scientific medical articles from Medical Faculty of Duta Wacana Christian University academic community and also receive articles from other resources with appropriate and related topics. The policies taken for the largest composition of articles are the results of research, but can also receive scientific articles in the form of literature review and case reports. To maintain the quality of writing, Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana also cooperate with other Medical Education Institutions, especially in the recruitment of reviewer partner to conduct a "review" of all incoming articles. Funding for publication is entirely sourced from the Faculty of Medicine and also from Duta Wacana Christian University.
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
PERANAN OBAT GOLONGAN STATIN TERHADAP LUARAN STATUS FUNGSIONAL PASIEN STROKE ISKEMIK BERULANG DI RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA Alexxander, Alexxander; Nugroho, Agung Endro; Pinzon, Rizaldi Taslim
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 3 (2017): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1710.555 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v2i3.71

Abstract

Proporsi pasien yang menggunakan statin ketika pertama kali masuk rumah sakit dengan stroke iskemik berulang sangat meningkat dengan cepat. Tetapi masih menjadi kontroversi. Hal tersebut yang melatarbelakangi penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peranan terapi statin dengan luaran status fungsional pada pasien stroke iskemik berulang di rumah sakit Bethesda Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian analisis dengan metode retrospective cohort menggunakan data data rekam medis pasien. Sebagai sampel dipilih kelompok pasien stroke iskemik berulang, baik yang mendapat pengobatan dengan statin ataupun yang tidak mendapatkan pengobatan statin. Kemudian secara retrospektif diamati pengaruh penggunaan statin terhadap luaran status fungsional pasien. Jumlah subyek untuk masing masing kelompok adalah 77 pasien. Luaran baik ditandai dengan nilai mRS 0-3, sedangkan luaran buruk ditandai dengan 4-6. Lokasi penelitian adalah di rumah sakit Bethesda Yogyakarta. Penggunaan statin pada pasien stroke iskemik berulang dapat memberikan luaran status fungsional yang baik di RS Bethesda Yogyakarta (p = 0,022; RR=1,56; IK 95% = 1,056 – 2,305). Selain itu penelitian ini juga memberikan luaran sekunder yaitu variabel usia, GCS, dan kelemahan otot gerak memiliki hubungan bermakna terhadap luaran status fungsional pasien stroke iskemik berulang. Faktor prediktor untuk mendapatkan luaran status fungsional yang baik pada penelitian ini adalah pasien tanpa penggunaan antibiotik, GCS 13-15, penggunaan anti koagulan, pasien tanpa analgetik antipiretik, dan pasien dengan penggunaan anti platelet.Penggunaan statin pada pasien stroke iskemik berulang dapat memberikan luaran status fungsional yang baik di RS Bethesda Yogyakarta
PATOFISIOLOGI TREMOR ISTIRAHAT PENYAKIT PARKINSON Sukendar, Komang Agus; Sutarni, Sri; Subagya, Subagya
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 1, No 3 (2016): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.755 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v1i3.23

Abstract

Tremor merupakan salah satu gerakan involunter yang paling sering ditemukan. Tremor pada penyakit Parkinson menjadi gejala kardinal yang paling membingungkan antara lain karena terpisah dari bradikinesia dan rigiditas, dapat memberat pada sisi berlawanan dari sisi bradikinesia yang dominan (wrong-sided tremor), penanda penyakit yang benigna, tidak berhubungan dengan banyaknya defisiensi dopamin di substansia nigra, serta responsnya terhadap pengobatan dopamin tidak sebaik gejala lainnya. Model klasik lebih menekankan peranan ganglia basalis dalam memodulasi fungsi kortikal melalui sirkuit striato-thalamokortikal yang mengalami disfungsi dan menyebabkan bradikinesia serta rigiditas, namun tidak dapat menjelaskan tremor istirahat pada penyakit Parkinson. Akan dikaji literatur tentang aspek patofisiologi tremor istirahat pada penyakit Parkinson. Tremor dapat disebabkan oleh adanya osilasi mekanik pada ekstremitas, refleks yang meningkat, osilasi sentral atau loop-feedback yang abnormal dalam sistem saraf pusat. Osilasi tremor dapat terjadi pada level membran neuronal, serta peningkatan eksitabilitas abnormal dan sinkronisasi pada ganglia basalis yang mempengaruhi koneksi thalamus dan kortikalnya. Dasar-dasar patofisiologi serta berbagai model hipotesis dengan strukturstruktur yang terlibat telah dibuat untuk menjelaskan patofisiologi tremor Parkinson. Kebanyakan model dibuat berdasarkan perekaman yang detail pada sejumlah neuron yang terbatas misalnya preparat ex vivo, atau set bangunan yang terbatas misalnya perekaman elektrofisiologi. Kebanyakan model berfokus pada sebuah nodus pada sirkuit tunggal dan menginterpretasikan adanya perubahan pada sirkuit lainnya sebagai akibat sekunder. Model hipotesis finger-switchdimmer merupakan model hipotesis terbaru dan memberikan sebuah sudut pandang level sistem, di mana tremor Parkinson diinduksi oleh aktivitas ganglia basalis yang abnormal (finger), diproduksi oleh thalamus (switch), dan dimodulasi atau diperkuat oleh serebelum (dimmer). Model ini dapat memberikan penjelasan bagaimana sejumlah intervensi pada network ganglia basalis-thalamus dapat menghilangkan tremor.
ESSENTIAL MANUAL OF 24 HOUR BLOOD PRESSURE MANAGEMENT FROM MORNING TO NOCTURAL HYPERTENSION Dewi, Ivana Purnama; Pinzon, Rizaldy Taslim
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 2 (2017): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.322 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v2i2.63

Abstract

Tiap individu mempunyai tekanan darah yang bervariasi dalam 24 jam mengikuti irama sirkadian/ biologis tubuh. Tekanan darah cenderung lebih tinggi selama siang hari dan menjadi lebih rendah pada malam hingga dini hari. Sedangkan saat awal bangun pagi, tekanan darah akan meningkat. Peningkatan tekanan darah di pagi hari ini, telah dibuktikan oleh beberapa evidence penelitian, berkaitan dengan berbagai kejadian penyakit kardioserebrovaskular.
PROFIL KERUSAKAN NUKLEUS SEL HELA OLEH INDUKSI EKSTRAK ETHANOL CURCUMA LONGA Putri, Denise Utami; Hutomo, Suryani; Susilowati, Heni
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 1, No 2 (2016): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1140.911 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v1i2.12

Abstract

Kunyit (Curcuma longa) merupakan tanaman yang dapat tumbuh di daerah tropis dan sub tropis dan banyak ditemukan di Indonesia. Kurkumin yang merupakan unsur utama kunyit, merupakan antioksidan yang kuat. Penelitian terdahulu melaporkan bahwa ekstrak etanolik Curcuma longa menyebabkan kematian separuh jumlah sel HeLa pada konsentrasi 184,5 μg/ml, dan sebagian besar merupakan apoptosis, tetapi profil kematian sel belum jelas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil kematian sel akibat efek sitotoksisitas ekstrak kunyit pada cell line kanker serviks (HeLa) secara in vitro. Konsentrasi ekstak kunyit yang digunakan adalah 150 μg/ml dan 100 μg/ml. Sel HeLa (5 x10⁴ sel/well) dikultur dalam RPMI 1640 semalam sebelum stimulasi. Ekstrak etanol kunyit (150 μg/ml atau dan 100 μg/ml) ditambahkan pada kultur HeLa dan diinkubasi selama 24 jam dalam medium tanpa antibiotik. Analisis profil kematian sel HeLa dilakukan dengan menggunakan mikroskop fluoresence setelah pewarnaan dengan Hoechst 33342. Doksorubisin (0,5625 μg/ml) digunakan sebagai kontrol positif induksi apoptosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Curcuma longa menyebabkan kerusakan sel yang ditandai dengan fragmentasi nukleus. Analisa statistik menunjukkan perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol negatif dengan kelompok stimulasi dalam jumlah sel yang mengalami kerusakan. Disimpulkan bahwa ekstrak Curcuma longa mampu menginduksi kerusakan sel HeLa yang mengarah pada apoptosis.
STROKE IN ASIA Dewi, Ivana Purnama; Pinzon, Rizaldy Taslim
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 1 (2016): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.879 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v2i1.44

Abstract

Resensi Buku
VIABILITAS SEL EPITEL RONGGA MULUT (KB CELL LINE)YANG DIPAPAR EKSTRAK ETANOL KOPI Phyma, Agustinus Rudolf; Hutomo, Suryani; Suryanto, Yanti Ivana; Susilowati, Heni
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 1, No 1 (2015): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/bikdw.v1i1.4

Abstract

Latar belakang: Kafein merupakan zat yang terkandung dalam kopi, teh, coklat, dan minuman bersoda. Zat dengan struktur kimia 1, 3, 7- trimethylxanthine ini merupakan derivat yang dikonsumsi hampir oleh seluruh masyarakat di seluruh dunia. Kandungan terbanyak kafein terdapat pada kopi. Penelitianterdahulu melaporkan adanya apoptosis pada osteoblas setelah dipapar kafein. Mengingat tingginya konsumsi kopi di dunia yang mengalami peningkatan 1,2 % per tahun sejak tahun 1980 hingga lebih dari 2 % pada tahun 2010, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui efek kafein pada epitel rongga mulut yang berkontak langsung dengan kafein. Pada penelitian ini digunakan sel KB sebagai model epitel oral. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis respon sel epitel rongga mulut terhadap paparan ekstrak etanol kopi ditinjau dari viabilitas sel KB. Metode: Sel KB (2 x 104 sel) dikultur dalam DMEM pada microplate 96 well overnight sebelum perlakuan. Sel selanjutnya dipapar dengan ekstrak etanol kopi dalam berbagai konsentrasi (50 Ig/ml, 100 Ig/ml, 200 Ig/ml, 400 Ig/ml, 800 Ig/ ml) dan diinkubasi selama 24 jam dalam medium tanpa antibiotik. Sitotoksisitas diukur dengan menggunakan metode MTT assay. Data berupa nilai-nilai densitas optik dianalisis dengan Anava satu jalur Hasil: Analisis varian satu jalur terhadap nilai-nilai densitas optik pada MTT assay menunjukkan perbedaan bermakna pada p
TANTANGAN RUMAH SAKIT ., FX. Wikan Indrarta
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 1 (2016): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.968 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v2i1.45

Abstract

Editorial
PENGGUNAAN METILPREDNISOLON SEBAGAI PEREDA NYERI PADA PASIEN NYERI PUNGGUNG BAWAH AKUT DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA Triasari, Tiara; Pinzon, Rizaldy Taslim
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 3 (2017): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1710.565 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v2i3.72

Abstract

Nyeri punggung bawah (NPB) akut adalah nyeri yang terjadi merupakan penyakit umum dan penyebab keterbatasan dalam bekerja maupun melakukan aktivitas sehari-hari yang terjadi selama kurang dari 12 minggu atau terjadi selama 6 bulan dengan interval tanpa nyeri. Pada penelitian sebelumnya diberikan hasil bahwa penambahan metilprednisolon untuk terapi NPB tidak memberikan hasil yang baik dibandingkan dengan tanpa metilprednisolon.Mengukur penurunan nilai VAS serta mengidentifikasi outcome dan efek samping aktual yang terjadi pada penambahan metilprednisolon pada pasien NPB akut di instalasi rawat jalan rumah sakit Bethesda Yogyakarta.Observasional-analitik dengan rancangan kohort. Subyek penelitian pada penelitian ini adalah pasien NPB akut yang dikelompokkan berdasarkan jenis terapi yang diterima yaitu kelompok analgesik nonsteroid dengan atau tanpa tambahan metilprednisolon 4 mg. Data diukur dengan VAS (Visual Analog Scale), dan diidentifikasi dengan kuisioner subyektif dan obyektif.Diperoleh 30 NPB akut yang terdiri dari 11 pasien laki-laki (36.67%) dan 19 pasien perempuan (63.33%) dengan 40% pasien berusia > 62 tahun, 46.67% 41-62 tahun, dan 13.33% pasien berusia 18-41 tahun. Sebanyak 15 pasien masuk dalam kelompok terapi NPB akut tanpa metilprednisolon dan 15 pasien masuk dalam kelompok dengan tambahan metilprednisolon 4 mg untuk terapi NPB akut. Hasil analisis penambahan metilprednisolon 4 mg terhadap pengurangan nyeri tidak terdapat perbedaan bermakna pada rata-rata penurunan nilai VAS sebelum dan setelah terapi (p = 0.253), outcome terapi berupa pengurangan nyeri saat beraktivitas (p = 0.589) dan menjelang atau saat tidur (p = 0.330), efek samping aktual pada kedua kelompok, dan rata-rata selisih nilai VAS pada tiga kelompok berdasarkan regimen dosis metilprednisolon tidak berbeda bermakna (p = 0.792). Penambahan metilprednisolon untuk terapi NPB akut dapat menurunkan nilai intensitas nyeri, tercapainya outcome terapi, dan tidak terdapat perbedaan efek aktual namun tidak berbeda bermakna dengan terapi NPB akut tanpa metilprednisolon.
DEPRESI PASCA SKIZOFRENIA Sooai, Christiane Marlene
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 1, No 3 (2016): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.025 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v1i3.19

Abstract

Gangguan jiwa merupakan masalah kesehatan yang menglobal, berdasarkan data WHO pada tahun 2013, terdapat 450 juta orang yang mengalami gangguan jiwa atau setidaknya 1 dari 4 orang di dunia mengalami masalah mental dan masalah kesehatan jiwa. Menurut sumber yang sama, Skizofrenia merupakan salah satu bentuk gangguan jiwa berat yang dialami 21 juta orang diseluruh dunia. Psikosis, termasuk skizofrenia dengan karakteristik gangguan pada pola berpikir, persepsi, emosi, bahasa, serta kesadaran diri dan tingkah laku. Gejala psikotik yang biasa ditemukan adalah halusinasi pendengaran, penglihatan, dan delusi.
EXTERNAL BEAM RADIATION THERAPY PADA KANKER PARU (A LITERATURE REVIEW) Dwikuntari, Lia; Setijadi, Ana Rima; hendrik, H
Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana Vol 2, No 2 (2017): Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana
Publisher : Medical Faculty of Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.2 KB) | DOI: 10.21460/bikdw.v2i2.56

Abstract

Kanker paru merupakan salah satu penyebab utama kematian karena kanker di seluruh dunia melebihi angka kematian karena kanker payudara, prostat, dan usus besar. Angka kejadian kasus baru kanker paru di Amerika Serikat diperkirakan sekitar dua ratus tiga puluh sembilan ribu (239.320) orang dengan angka kematiannya sekitar seratus enam puluh satu ribu (161.250) orang pada tahun 2010. Sekitar 85% kasus kanker paru adalah jenis KPKBSK yang penyebarannya ke bagian tubuh lainnya lebih lambat dengan angka kesintasan selama 5 tahun lebih tinggi daripada kanker paru jenis lainnya yakni KPKSK. Radioterapi merupakan salah satu modalitas untuk terapi kanker paru (khususnya jenis KPKBSK) yang pada umumnya diberikan dalam bentuk EBRT baik dalam bentuk terapi tunggal atau sebagai bagian dari modalitas terapi lainnya, dan dapat bersifat kuratif atau paliatif. Sementara itu pemberian EBRT pada kanker paru jenis KPKSK juga dapat dilakukan untuk tujuan profilaksis terhadap terjadinya metastasis ke otak. Pemberian EBRT pada kanker paru tentunya harus melalui beberapa tahapan prosedur pemberiannya untuk menghasilkan efek radioterapi pada kanker paru yang maksimal