cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
RESONA Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 32 Documents
GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS) DI MTS MIZANUL ULUM SANROBONE KABUPATEN TAKALAR Mansyur, Umar; Rahmat, Rahmat
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v3i2.383

Abstract

Abstrak. Gemar membaca berperan penting dalam pendidikan. Sejauh ini praktik pendidikan yang berjalan di sekolah belum memperlihatkan fungsi sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang berupaya menjadikan warganya menjadi gemar dan terampil membaca-menulis. Rendahnya budaya literasi masih menjadi masalah serius yang dihadapi pemerintah. Berbagai program dicanangkan, salah satunya Gerakan Literasi Sekolah (GLS). GLS adalah upaya menyeluruh yang melibatkan semua warga sekolah dan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem pendidikan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menumbuhkembangkan budi pekerti siswa di MTs Mizanul Ulum Sanrobone Kabupaten Takalar melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam Gerakan Literasi Sekolah agar menjadi pembelajar sepanjang hayat. Metode yang digunakan adalah praktik, ceramah, dan penyuluhan. Iptek yang ditransfer dibagi dalam tiga tahapan, yakni pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Hasil kegiatan yang dicapai antara lain: pembiasaan membaca 15 menit sebelum/sesudah jam pelajaran, menyalurkan donasi buku dan menata perpustakaan sekolah, menciptakan lingkungan sekolah yang kaya teks, pemasangan poster motivasi literasi di ruang kelas dan perpustakaan, menata kelas yang nyaman untuk siswa belajar, serta menyosialisasikan program literasi kepada guru dan pustakawan sekolah. Kendala yang temukan adalah minimnya referensi yang tersedia di perpustakaan sekolah, terutama buku-buku nonpelajaran, seperti buku-buku sastra, sejarah populer, dan sebagainya.  Abstract. Reading fondness plays a vital role in education. So far, the practice of teaching that runs in schools has not shown the function of schools as learning organizations that seek to make their citizens fond and skilled in reading and writing. The low culture of literacy is still a severe problem faced by the government. Various programs were launched; one of them was the School Literacy Movement (GLS). GLS is a comprehensive effort involving all school and community members as part of the education ecosystem. The purpose of this community service activity is to foster student morale at Mizanul Ulum Sanrobone Takalar District through the culture of the school literacy ecosystem, which is manifested in the School Literacy Movement to become a lifelong learner. The method used is practice, lecture, and counseling. The transferred science and technology are divided into three stages, namely habituation, development, and learning. The results of this activity were there is an improvement in reading habits 15 minutes before or after class, and the school library starts to donate and organize its assets. Creating a school environment that is rich in text, mounting motivational posters in classrooms and libraries, arranging comfortable classes for students to learn, and disseminating literacy programs to teachers and school librarians also became the outcome of this activity. The obstacle found was the lack of references available in school libraries, especially non-learning books, such as literary books, modern history, and so on.
MODEL SUPERVISI AKADEMIK PENGAWAS DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU TAMAN KANAK-KANAK DI KOTA PALOPO Hajeni, Hajeni; Kadir, Abdul; Hakim, Nurwahidin
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v3i2.357

Abstract

Abstrak. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan fungsi manajemen, bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan model supervisi akademik pengawas dalam meningkatkan kompetensi guru Taman Kanak-kanak di Kota Palopo (2) mengetahui usaha pengawas dalam meningkatkan kompetensi guru Taman Kanak-kanak di Kota Palopo (3) menentukan faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan supervisi akademik pengawas pada Taman Kanak-kanak di Kota Palopo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Model Supervisi yang digunakan adalah model supervisi tradisional/konvensional. (2) Usaha yang dilakukan pengawas untuk meningkatkan kompetensi guru Taman Kanak-kanak di Kota Palopo belum maksimal karena tindak lanjut hasil supervisi. (3) Kendala tidak maksimalnya pelaksanaan supervisi oleh pengawas karena ketidaksiapan guru untuk disupervisi baik dari segi mental maupun kelengkapan administrasi. Penelitian berimplikasi pada perbaikan model supervisi akademik pengawas untuk meningkatkan kompetensi guru Taman Kanak-kanak di Kota Palopo, peningkatan usaha pengawas dalam meningkatkan kompetensi guru Taman Kanak-kanak di Kota Palopo serta meminimalisir faktor penghambat pelaksanaan supervisi akademik pengawas pada guru Taman Kanak-kanak di Kota Palopo. Secara praktis, perlu peningkatan kompetensi pengawas, terutama kompetensi supervisi akademik yang berkaitan dengan peningkatan kualitas guru dan kualitas pembelajaran.  Abstract.  This research is qualitative research with a descriptive approach. The approach used is the management function approach, aimed at describing the supervisory, knowing supervisors' efforts to enhance the competency of kindergarten teachers and determine the supporting and inhibiting factors for the implementation of supervisory, academic supervision in kindergarten in Palopo City. The results of this study indicate that the Supervision Model used is a traditional/conventional supervision model which has not maximized yet. The second, Efforts by supervisors to improve the competency of kindergarten teachers have not been maximized because the follow-up to supervision results is only carried out by supervisors in the form of teacher working groups. The last result is about the obstacles, they were not the maximum implementation because teachers did not prepare to be supervised. The research has implications for improving the supervisory, academic supervision model to enhance the competency of kindergarten teachers in Palopo City, increasing supervisors' efforts to strengthen the competence of kindergarten teachers in Palopo City and minimizing the inhibiting factors for the implementation of supervisory, academic supervision on Kindergarten teachers in the City Palopo. Practically, it is necessary to increase the competency of supervisors, especially academic supervision competencies related to improving the quality of teachers and the quality of learning.
MAKSIMALISASI ALAT PERAGA EDUKATIF SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN POS PAUD DI WILAYAH KELURAHAN MERJOSARI KOTA MALANG Hermawati, Adya; Anam, Choirul
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v3i2.400

Abstract

Abstrak. Peran Pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) signifikan dalam  masyarakat  karena dikelola dengan prinsip ?dari, oleh dan untuk masyarakat?. Namun demikian, Pos Paud yang ada di  RW wilayah  Kelurahan Merjosari Malang, dalam prakteknya beberapa masih menemui banyak kendala. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan sarana dan prasarana. Kegiatan  Pengabdian Masyarakat ini dilakukan untuk memberikan solusi alternatif terhadap beberapa permasalahan yang dihadapi oleh dua Pos PAUD di wilayah Kelurahan Merjosari Malang. Hasil yang dicapai dalam pelaksanaan Iptek Bagi Masyarakat (Pengabdian Masyarakat) adalah berupa alat peraga edukatif/APE motorik kasar (outdoor), pagar besi, meja dan  kursi warna warni standard untuk siswa usia dini kususnya Pos Paud, loker warna warni, lemari arsip untuk menyimpan dan  mengamankan dokumen dokumen Pos Paud , kursi guru, meja pentas kreasi siswa,  pelatihan manajemen pengelolaan dan pengembangan Pos PAUD dengan konsep POAC, alat peraga edukatif/APE motorik halus ( indoor), pelatihan dan pendampingan tata kelola  administrasi keuangan oraganisasi Pos PAUD, serta pembuatan   buku  panduan  ISBN tentang Manajemen Pengelolaan dan pengembangan Organisasi (Pos Paud) berbasis Planning, Organizing, Actuating and Controlling (POAC). saran yang dapat membangun dalam peningkatan kinerja yaitu agar Pos Paud yang ada di wilayah RW di Kelurahan Merjosari Malang (Pos Jaya Kusuma  maupun Mawar Merah) benar-benar dapat memanfaatkan bantuan dengan merawat bantuan sarana dan prasarana yang telah diberikan serta dapat mengaplikasikan teori-teori dalam pelatihan.  Abstract. The Early Childhood Education Post (PAUD) role is significant in the community because it managed by the principle of "from, by, and for the community." However, Pos Paud, which is in the RW area of Merjosari Malang, in practice, some still encounter many obstacles. Community Service Activities are carried out to provide alternative solutions to some of the problems faced by two PAUD posts in the Merjosari Kelurahan region of Malang. The results achieved in the implementation of Science and Technology for the Community (Community Service) were educative props/rough motorized APE (outdoor), iron fences, colorful colored tables, and chairs for early childhood students specifically the Pos Paud, bright lockers, file cabinets to store and secure Pos Paud documents, teacher chairs, student creation tables, management training and development of PAUD Posts with POAC concepts, educative props / excellent motorized APE (indoor), training and assistance in financial administration governance of PAUD Post organizations. The result also included the making of ISBN handbook on Management of Organizational and Organizational Development (Pos Paud) based on Planning, Organizing, Actuating, and Controlling (POAC). The suggestions for the Pos Paud in the RW area in Merjosari Malang (Pos Jaya Kusuma and Mawar Merah) were to keep improving their performance and keep the care of facilities and infrastructure that have been given and can apply the theories in training
PENGABDIAN KEFARMASIAN “AYO BUANG SAMPAH OBAT” DI KELURAHAN LATUPPA KECAMATAN MUNGKAJANG KOTA PALOPO PROVINSI SULAWESI SELATAN ervianingsih, ervianingsih; Hurria, Hurria; Astari, Chitra; Zahran, Izal; Mursyid, Murni; Samsi, Al Syahril
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v3i2.381

Abstract

Abstrak. Bulan Juli 2019, masyarakat dikejutkan dengan adanya peredaran obat ilegal dan palsu yang bersumber dari pemanfaatan obat kedaluwarsa atau rusak yang dibuang sembarangan. Hasil pengawasan Badan POM menunjukkan bahwa temuan obat ilegal dan palsu cenderung menurun, yaitu 29 perkara pada tahun 2017, 21 perkara pada tahun 2018, dan 8 perkara pada awal tahun 2019. Untuk memberantas peredaran obat ilegal dan penyalahgunaan obat, sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Prodi Farmasi Universitas Muhammadiyah Palopo menerapkan kebijakan berbasis kolaboratif dan sinergis bersama lintas sektor khususnya organisasi profesi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) PC Kota Palopo melalui Gerakan ?Ayo Buang Sampah Obat? di Kelurahan Latuppa Kecamatan Mungkajang Kota Palopo. Gerakan ini merupakan salah satu gerakan pemberdayaan masyarakat yang tidak terpisahkan dari Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat (Aknas POIPO) yang telah dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia tahun 2017 lalu. Sebagai keberlangsungan terhadap peningkatan kesehatan dan kesejahteraan melalui pencegahan peredaran obat ilegal dan penyalahgunaan obat, pada 29 September 2019 Prodi Farmasi Universitas Muhammadiyah Palopo melakukan pengabdian berjudul ?Ayo Buang Sampah Obat?. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Prodi Farmasi Universitas Muhammadiyah Palopo mengedukasi masyarakat untuk waspada terhadap obat ilegal dan palsu dengan cara Buang Sampah Obat Kadaluwarsa dan Rusak dengan benar.  Abstract. In July 2019, the community was shocked by the circulation of illegal and counterfeit drugs that originated from the use of expired or damaged drugs that were discarded carelessly. The results of the supervision of the POM show that the findings of illegal and fake drugs tend to decrease, namely 29 cases in 2017, 21 cases in 2018, and 8 cases in early 2019. To eradicate the circulation of illegal drugs and drug abuse as well as increasing the degree of public health, the University of Muhammadiyah Palopo Pharmacy Study Program applies collaborative and synergistic based policies together across sectors. This action was moved by especially the professional organization of the Indonesian Pharmacist Association (IAI) PC Palopo through the "Let's Remove Trash Medicine" Movement in Latuppa Village, Mungkajang District, Palopo City. This movement is one of the community empowerment movements that is inseparable from the National Action to Eradicate Illegal Drugs and Drug Abuse (Aknas POIPO), which was launched by the President of the Republic of Indonesia in 2017. As a continuation of improving health and well-being through prevention of the circulation of illegal drugs and drug abuse, on September 29, 2019, the Pharmacy Study Program at the University of Muhammadiyah Palopo conducted a service titled "Let's Remove Drug Waste." Through this community service activity, the Pharmacy Study Program at the University of Muhammadiyah Palopo educates the public to be aware of illegal and counterfeit medicines by disposing of Expired and Damaged Medicines Waste Correctly.
PENYULUHAN PERENCANAAN KEUANGAN KELUARGA ISLAMI WARGA RT KUNCEN SUKOHARJO Al-Hakim, Muhammad Hanif; Alam, Azhar; Indra, Ade
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v3i2.354

Abstract

Abstrak. Para anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di daerah Kuncen Sukoharjo belum memiliki pengetahuan tentang urgensi perencanaan keuangan keluarga, padahal wawasan tersebut penting untuk dipahami terutama oleh ibu-ibu sebagai pemegang kas rumah tangga. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: (1) Menimbulkan kesadaran dan mengubah persepsi umum tentang perencanaan keuangan keluarga (2) Menambah wawasan masyarakat tentang penerapan ilmu pembukuan sederhana untuk pengaturan sebuah keluarga. Metode untuk memenuhi tujuan tersebut adalah ceramah dan dialog interaktif. Hasil yang dicapai dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini: (1) Timbulnya kesadaran anggota PKK RT 1 RW 12 tentang pentingnya pengetahuan akan perencanaan keuangan keluarga, dan (2) Anggota PKK RT 1 RW 12 dapat mempraktekkan pengetahuan yang akan didapatkan lewat penyuluhan ini dalam lingkungan rumah tangga mereka masing-masing.  Abstrack.  Members of Empowerment and Family Welfare (PKK) in the Kuncen Sukoharjo area did not yet know the urgency of family financial planning, even though this insight was essential to understand, especially by mothers as household cash holders. The objectives of community service activities were (1) Raising awareness and changing general perceptions about family financial planning (2) Adding public insight into the application of pure bookkeeping knowledge to the management of a family. The methods for meeting these objectives were lectures and interactive dialogue. There were two results from this community service activity; they were (1) Awareness of PKK RT 1 RW 12 members about the importance of knowledge about family financial planning. (2) PKK RT 1 RW 12 members can practice the knowledge that will be obtained through this counseling in the home environment in their respective steps.
Pengolahan Ikan Bandeng (Chanos-Chanos) Cabut Duri Adi Patra, Andi Dahri
RESONA Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : RESONA Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.155 KB)

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah memberikan solusi kepada kelompok mitra pengusaha mikro bandeng cabut duri terhadap produksi dan aspek manajemen usaha ikan bandeng cabut duri di kota Palopo. Permasalahan mitra cukup kompleks. Jumlah pelaku usaha relatif terbatas, sedangkan jumlah permintaan cukup besar menunjukkan terdapat permasalahan dan kendala pengusaha (pelaku) produksi Ikan bandeng Tanpa Duri masuk ke industri. Masalah dan kendala awal yaitu penguasaan teknik mencabut duri, yang memang membutuhkan teknik khusus. Kendala dalam pemasaran yang dirasakan yaitu pasokan Bandeng segar yang bersifat musiman, sehingga mengakibatkan adanya kemungkinan tidak dapat memenuhi permintaan yang ada (stock out). Kendala lainnya adalah daya tahan bandeng tanpa duri yang terbatas akibat penggunaan teknologi pengemasan manual (tanpa mesin vakum). Ikan Bandeng Tanpa Duri ini 100% tanpa bahan pengawet, hanya bertahan dua hari dalam kondisi dingin (bukan beku), dan enam bulan dalam kondisi beku. Pemberdayaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pengabdian Masyarakat (KKN-PPM) yang akan diimplementasikan adalah metode SLA (the sustainable livelihood approach). Target luaran dari dari KKN-PPM ini adalah ketersediaan tenaga terampil di bidang teknis pengolah ikan bandeng cabut duri, pendapatan mitra meningkat signifikan, ikan bandeng tanpa duri lebih awet, dan waktu penyelesaian proses produksi lebih efisien.
Pengabdian KKN-PPM di Desa Lagego Kecamatan Burau Kabupaten Luwu Timur Sapar, Sapar; Munarka, A. Hasbi; Bustami, Lanteng
RESONA Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : RESONA Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.953 KB)

Abstract

Tujuan progam KKN-PPM ini adalah peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan masyarakat tentang pertanian organik, peningkatan pengetahuan kewirausahaan, dan terkoordinirnya kegiatan kepemudaan (karang taruna) dan kewanitaan Desa Lagego. Target khusus progam ini berupa produksi pupuk organik, kopi biji papaya, dan jamur tiram yang berdampak pada penumbuhan jiwa entrepreneurship masyarakat Lagego, peningkatan wawasan dan pengetahuan tentang pertanian organik, kopi biji papaya, dan budidaya jamur tiram. Metode pelaksanaan progam KKN-PPM ini adalah pendampingan dan penyuluhan dalam bentuk pelatihan pembuatan pupuk organik, pelatihan pembuatan kopi biji papaya, dan pelatihan budidaya jamur tiram. Selain itu, juga dilakukan kegiatan pendukung berupa pertandingan 17 Agustus, pembinaan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan kegiatan majelis Ta’lim. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan serta kegiatan pendukung acara pertandingan 17 Agustus, pembinaan TPA dan Majelis Ta’lim pada masyarakat Desa Lagego, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur berdampak pada peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan. Kegiatan pelatihan dan pendampingan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan masyarakat Desa Lagego.
Pengembangan Ekonomi Kreatif melalui Pengelolaan Dodol Terong untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat di Desa Sindu Agung Kecamatan Mangkutana Kabupaten Luwu Timur Kusdarianto, Indra
RESONA Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : RESONA Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.049 KB)

Abstract

Permasalahan dalam kelompok masyarakat adalah: (a) masih rendahnya pengetahuan dan keterampilan tentang pengolaan dodol teromg; dan (b) belum adanya pembinaan dan pelatihan tentang pengolaan dodol terong, terutama pada aspek manajemen hingga proses pemasarannya. Target capaian dalam kegiatan KKN-PPM ini adalah: (a) menigkatkan nilai tambah terhadap pengolaan dodol terong; (b) sebagai salah satu usaha rumahan yang dapat memberikan konstribusi pendapatan; dan (c) meningkatkan peran wanita dalam rumah tangga dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi rumah tangga. Metode pendekatan yang diterapkan meliputi penyuluhan atau sosialisasi, peragaan, dan pelatihan pembuatan dodol terong. Pelatihan dilakukan dengan metode ceramah, disuksi, peragaan, dan pendampingan yang terdiri dari pelatihan kewirausahaan, pelatihan pengenalan teknologi/media, pelatihan penggunaan alat peraga, pelatihan manajemen produksi, pelatihan manajemen pemasaran. Agar memudahkan pemahaman bagi masyarakat sasaran atau kelompok mitra, praktek langsung dilakukan dalam setiap tahapan-tahapan pembuatan dodol terong. Dari hasil peragaan tersebut masyarakat sasaran dapat menerapkan pengolaan terong menjadi dodol terong atau produk dodol terong siap untuk dipasarkan. Semua kegiatan tersebut didampingi oleh tim pelaksana program KKN-PPM.
KKN-PPM Penguatan Ekonomi Desa melalui BUMDES di Desa Poreang Kecamatan Tana Lili Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan Anwar, Suhardi M.; Goso, Goso; Adil, Adil
RESONA Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : RESONA Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.802 KB)

Abstract

Membangun kekuatan ekonomi desa hanya bisa dilakukan dengan menyejahterakan masyarakat melalui program pemberdayaan dan kemandirian masyarakat dalam kehidupan ekonominya. Tujuan pembangunan otonomi asli desa adalah mengembangkan prakarsa dari dalam (inward looking) dan menumbuhkan kekuatan-kekuatan baru masyarakat. Pada hakikatnya masyarakat dapat berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Usaha pemberdayaan masyarakat mensyaratkan keterlibatan masyarakat. Hal ini dimaksudkan supaya menjadi subyek proses perencanaan dan mampu berkembang secara mandiri serta keberlanjutan sebagai unit sosial maupun unit ekonomi yang otonom. Kelembagaan yang mengakar pada masyarakat Desa Poreang, Kecamatan Tana Lili, belum mampu berkembang, baik ditinjau dari aspek ekonomi maupun aspek sosial. Pemberdayaan dilakukan dengan participatory rural appraisal (PRA) bersinergi dengan melibatkan mahasiswa yang memprogramkan KKN-PPM. Hasil yang dicapai dari program pemberdayaan ini adalah meningkatnya kapasitas pengelolaan pembangunan khususnya penguatan ekonomi masyarakat melalui peran Bumdes dalam memberdayakan masyarakat di berbagai sektor usaha yang telah dibentuk serta dengan program sarasehan, seminar, dan pelatihan masyarakat Desa Poreang telah memiliki kemampuan mengantisipasi perubahan lingkungan makro.
Pemberdayaan Pemuda Melalui Program Remaja Pintar Berbasis Ekonomi Kreatif Desa Lera Kecamatan Wotu Kabupaten Luwu Timur Hamid, Rahmad Solling; Ikbal, Muhammad
RESONA Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : RESONA Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.538 KB)

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah membantu menyelesaikan permasalahan yang dialami Pemuda Karang Taruna Desa Lera, dalam kaitannya dengan beberapa keterampilan usaha dan pengembangan bidang teknologi informasi internet sebagai ajang promosi atau pemasaran produk kerajinan Desa Lera. Permasalahan yang dialami pemuda karang taruna adalah rendahnya pengetahuan dan minimnya kegiatan entrepreneurship di Desa Lera, Kecamatan Wotu Kab, Luwu Timur, serta masih rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan ini adalah memberikan pelatihan berwirausaha, membuat kursi sofa dari limbah ban bekas, dan membuat website sebagai media pemasaran melalui internet dengan menekankan pada promosi potensi-potensi hasil kegiatan usaha kreatif yang telah dikembangkan. Tolak ukur keberhasilan kegiatan ini adalah terbentuknya kelompok atau pribadi usaha kreatif melalui seminar entrepreneurship dan pelatihan usaha kreatif yaitu warkop pemuda Desa Lera sebagai kegiatan tambahan. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pelatihan pembuatan kursi sofa dengan memanfaatkan limbah ban bekas; pembuatan kerupuk berbahan dasar sagu dan beras; dan meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya pemuda karang taruna melalui pelatihan pembuatan dan pengelolaan media pemasaran berbasis internet seperti blog dan media sosial. 

Page 1 of 4 | Total Record : 32