cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 138 Documents
Kecerdasan Emosi dan Perilaku Agresi di Social Media Pada Remaja Dewi, Waya Ratna; Savira, Siti Ina
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was aimed to examine the relationship betwen emotional intelligence and aggressive behavior on social media among students of state senior high school (SMA Negeri) 1 “X” in  Gresik regency. There were 232 students involved in this study. This study hypothesizes that emotional intelligence is correlated to aggressive behavior on social media among the subjects. Data collected using emotional intelligence and aggressive behavior scales and analyzed using Pearson’s product moment. The result shows that the correlation coefficient value is 0,859 (r = 0,859) with the significance level 0.000. The significance level is less than 0,005 (p < 0.005) which means that the hypothesis of this study is accepted. It can be concluded from the result that there is a significant correlation between emotional intelligence and aggressive behavior on social media among the subjects. The positive value of the coefficient shows that the higher the level of emotional intelligence of the students, the less aggressive their behaviors on social media will be, and vice versa.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kecerdasan emosi dengan perilaku agresivitas di social media pada remaja SMA Negeri 1 “X” Gresik. Hipotesis kerja (Ha) yang diajukan adalah sebagai berikut. Ada Hubungan antara kecerdasan emosi dengan perilaku agresi di social media pada remaja siswa SMAN 1 “X” Gresik. Subjek dalam penelitian ini adalah 232 siswa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dalam bentuk skala kecerdasan emosi dan perilaku agresi di media sosial. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil analisis data menunjukan nilai koefisien korelasi sebesar 0,859 (r = 0,859) dengan taraf signifikasi 0,000 (p<0,005). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan perilaku agresi di social media pada subjek penelitian, dan nilai positif menunjukan hubungan searah antara dua variabel yaitu kecerdasan emosi dengan perilaku agresivitas di social media. Semakin tinggi tingkat kecerdasan emosi yang dimiliki siswa maka akan semakin rendah perilaku agresi di social media, begitu pula sebaliknya.
GAMBARAN GAYA HIDUP DAN NILAI INTERNAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEMBELI PADA REMAJA DENGAN STATUS SOSIAL MENENGAH ATAS Darminto, Eko; Budiani, Meita Santi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menyajikan suatu deskripsi tentang gaya hidup dan faktor-faktor yang mendasari nilai-nilai internal dalam membuat keputusan membeli pada remaja dengan tingkat ekonomi memengah atas. Data diperoleh menggunakan metode wawancara, angket, dan observasi. subjek penelitian adalah siswa sekolah menengah umum (SMU) yang berusia antara 15-18 tahun dari latar belakang keluarga dengan status ekonomi menengah atas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  nilai, keyakinan, perspepsi, motif, dan kepribadian merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi nilai internal. di samping itu juga ditemukan beberapa faktor eksternal yang mempengaruhi remaja dalam keputusan membeli yaitu: teman, idola, keluarga, dan lingkungan.
KONTRIBUSI METODE NEURO-LINGUISTIC PROGRAMMING TERHADAP KEMAMPUAN GOAL SETTING PELARI CEPAT PERORANGAN Jannah, Miftakhul
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was designed to test the contribution of Neuro-Linguistic Programming (NLP) to individual 100 meter sprinters’ goal setting abilities. There were fourteen individual 100 meter sprinters from Local Training Center of East Java participated in this research. Data were analysed using difference mean pretest and posttest goal setting ability score. The result obtained indicates that: (1) mean pretest goal setting ability score=6; (2) mean postest goal setting ability score=12,5; (3) mean gain score=6,5. There was difference individual 100 meters sprinters’ goal setting ability between before and after received NLP training. This study concluded that NLP training contributes to increase individual 100 meter sprinters’ goal setting abilities.Abstrak: Penelitian ini dirancang untuk menguji kontribusi Neuro-Linguistic Programming (NLP) terhdap kemampuan goal setting pelari cepat 100 meter. Ada empat belas pelari cepat individual 100 meter dari Pusat Latihan Daerah Jawa Timur yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Data dianalisis dengan menggunakan skor rata-rata perbedaan antara pretest dan posttest kemampuan goal setting. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa: (1) skor rata-rata pretest kemampuan goal setting = 6; (2) skor rata-rata posttest kemampuan goal setting = 12,5; (3) sko rata-rata selisih antara pretes dan postes = 6,5. Hasil tersebut menunjukkan ada perbedaan kemampuan goal setting pelari cepat individual 100 meter antara sebelum dan sesudah pelatihan NLP diterima. Setelah pelatihan NLP, kemampuan goal setting partisipan meningkat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelatihan NLP dapat meningkatkan kemampuan goal setting pada pelari cepat 100 meter perorangan.
Work Enjoyment dan Organizational Citizenship Behavior pada Karyawan PT. Petrokimia Kayaku Nugroho, Septiyan; Puspitadewi, Ni Wayan Sukmawati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organizational Citizenship Behavior is one form of behavior of employeesthat shows the tendency to be cooperative in an organization.This research holds a purpose to test the correlation between Work Enjoyment and Organizational Citizenship Behavior in PT Petrokimia Kayaku Gresik. This research used quantitative approach which focuses on correlational research design. The number of population in this research was 170 people and the samples obtained were 63 people that was selected using random sampling technique. Questionnaire was chosen as the way to collect the data needed in this research. There were two kinds of questionnaires whichwere developed by the researcher to determine Organizational Citizenship Behavior’s scale and workenjoyment’s scale. The data analysis used was product moment’s correlation. According to the data analysis, there is a significant correlation between work enjoyment and Organizational Citizenship Behavior, with the correlation coefficient 0,861 and p = 0,000 that indicates high and significant correlation. Abstrak: Organizational Citizenship Behavior merupakan salah satu bentuk perilaku dari karyawan yang menunjukkan kecenderungan untuk koperatif dalam suatu organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Work Enjoyment dengan perilaku Organizational Citizenship Behavior pada Karyawan PT Petrokimia Kayaku Gresik. Penelitian dilakasanakan dengan pendekatan kuantitatif  dengan rancangan penelitian korelasional. Jumlah populasi pada penelitian ini sebesar 170 orang, sampel diambil dengan menggunakan random sampling sehingga didapat jumlah sampel sebanyak 63 orang. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang dikembangkan oleh peneliti yaitu skala Organizational Citizenship Behavior dan skala work enjoyment. Analisis data menggunakan korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis data ada hubungan yang signifikan antara work enjoyment dengan Organizational Citizenship Behavior dengan  
IDENTITAS “LAJANG” (SINGLE IDENTITY) DAN STIGMA: STUDI FENOMENOLOGI PEREMPUAN LAJANG DI SURABAYA Septiana, Ema; Syafiq, Muhammad
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was aimed to explore middle class single adult womens experience concerning their identity as a single in Surabaya. The number of single adult women in Surabaya has been increased since 2010 until recently. Phenomenological method was used in this study. Data collected using indepth semi-structured interviews and analysed using IPA (Interpretative Phenomenological Analysis). This study reveals three themes, namely the experience of being stigmatized, psychological impacts of the stigma, and strategies employed to cope with stigma and psychological discomforts. Most participants reported that they are called as “perawan tua”  (spinster), “tidak laku” (leftover) by social surroundings. They are also blamed as having negative traits such as introvert because of their single status. The experience of being stigmatized has impacted on their psychological discomforts such as insecure feelings and loneliness. To cope with stigma and psychological discomforts, most participants employed some strategies, namely reevaluating single identity in positive ways, avoiding situations wich invite stigma, and accepting Gods destiny and plan.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman perempuan lajang kelas menengah di Surabaya. Meningkatnya jumlah perempuan lajang di Surabaya dari tahun 2010 hingga tahun 2012 dan masih dijumpainya stigma negatif kepada perempuan lajang menjadi dasar dilakukannya penelitian ini. Metode yang digunakan adalah kualitatif fenomenologis dengan pengambilan data menggunakan wawancara semiterstruktur. Data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis interpretative phenomenological analysis (IPA). Penelitian ini berhasil mengidentifikasi tiga tema utama, yaitu pengalaman terkait stigma terhadap identitas lajang; kondisi psikologis akibat stigma terhadap lajang, dan cara menghadapi tekanan dan stigma. Para partisipan melaporkan bahwa mereka dianggap dan diperbincangkan sebagai perawan tua, perempuan tidak laku, dan memiliki sifat tertutup yang tidak mendukung terjalinnya hubungan intim. Pengalaman stigma tersebut telah mempengaruhi kondisi psikologis sebagai perempuan lajang, yaitu perasaan tertekan dan kesepian. Dalam menghadapi tekanan akibat stigma dan upaya untuk mengatasi tekanan psikologis tersebut, para partisipan penelitian ini menempuh strategi untuk mempertahankan rasa identitas yang positif sebagai lajang, antara lain: memaknai kembali status lajang lebih positif, menghindari situasi yang menimbulkan stigma, dan menyerahkan diri pada takdir.
Hubungan antara Stress dan Motivasi Kerja pada Mahasiswa yang Bekerja Paruh Waktu Puspitadewi, Ni Wayan Sukmawati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to examine the relationship between stress and work motivation among students who have part-time jobs. The subjects of this study were 122 students whose ages ranged from 18 to 26 years old consisting of 68 men and 54 women from different universities in Surabaya and have part-time jobs for at least 6 (six) months in various fields. Sampling was conducted using quota sampling, while data collection is carried out by using a questionnaire. Data were analysed using Pearson’s product moment. The results of data analysis shows that the correlation coefficient is -0.518 with p =0.00 (p <0.05) which means that there is a significant negative relationship between the level of stress and the level of work motivation among students who have part-time jobs. Thus, the lower the level of stress the students have the higher their work motivation and vice versa.Abstrak: Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan stres dengan motivasi bekerja pada mahasiswa yang bekerja paruh waktu. Subjek penelitian ini adalah 122 mahasiswa dengan rentang usia 18-26 tahun yang terdiri dari 68 laki-laki dan 54 perempuan yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya dan bekerja paruh waktu selama minimal 6 (enam) bulan dalam pelbagai bidang. Pengambilan sampel dilakukan dengan tekni quota sampling sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Data dianalisis secara statistik menggunakan metode Pearson correlation, yaitu product moment. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,518 dengan p=0,00 (p<0,05) yang berarti bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara tingkat stress dengan tingkat motivasi bekerja pada mahasiswa yang bekerja paruh waktu. Makin rendah tingkat stres maka makin tinggi motivasi kerja seorang mahasiswa yang bekerja paruh waktu, begitu pula sebaliknya.
NILAI KERJA PADA WANITA YANG BEKERJA Putranto, Nugroho Hadi Nur Hendri; Ingarianti, Tri Muji
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Value can be defined as the work the general belief about the desirability of various aspects of employment (eg, salary, autonomy, working conditions), and work-related outcomes (eg, achievement, fulfillment, prestige). Its important to note that the value of the work did not evaluate certain aspects of the work or the result, but the underlying criteria used to perform the evaluation. This study used a non-experimental method which quantitative descriptive approach wich aims to reveal the value of labor in women who work. The research sample of 100 women who worked in the city of Malang. With a value scale work consisting of 98 items statement, found the results of the analysis of the Z-Score with the acquisition of a percentage on each level of the value of work starting from the highest rank is the dimension of the value of autonomy (Autonomy), which is as much as 28% or 28 people, followed by value of achievement (Achievement) and the principle of putting others (Altruism) which had the same percentage as much as 20%, and the next is the value of the status (Status) with a percentage of 18%, next is the value of comfort (Comfort) with a percentage of 14%, while the lower value is the value of the security (Safety ) with a percentage gain as much as 0% .Abstrak: Nilai kerja dapat didefinisikan sebagai keyakinan umum mengenai keinginan dari berbagai aspek pekerjaan (misalnya, gaji, otonomi, kondisi kerja), dan hasil yang berhubungan dengan pekerjaan (misalnya, prestasi, pemenuhan, prestise).Sangat penting untuk dicatat bahwa nilai kerja tidak mengevaluasi aspek pekerjaan tertentu atau hasil, tetapi kriteria yang mendasari yang digunakan untuk melakukan evaluasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode non eksperimental yang menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran nilai kerja pada wanita yang bekerja. Sampel penelitian berjumlah 100 orang wanita yang bekerja di kota Malang. Dengan skala nilai kerja yang terdiri dari 98 item pernyataan, ditemukan hasil analisa Z-Score dengan perolehan prosentase pada masing-masing tingkat nilai kerja dimulai dari ranking tertinggi adalah dimensi nilai otonomi (Autonomy), yaitu sebanyak 28 % atau 28 orang, kemudian diikuti dengan nilai prestasi (Achievement) dan azas mengutamakan orang lain (Altruism) yang sama-sama memiliki prosentase sebanyak 20%, dan berikutnya adalah nilai status (Status) dengan prosentase 18%, selanjutnya adalah nilai kenyamanan (Comfort) dengan prosentase sebanyak 14%, sedangkan nilai terbawah adalah nilai keamanan (Safety) dengan perolehan prosentase sebanyak 0%.
Dukungan Sosial Suami dan Penerimaan Diri dengan Tingkat Stres Pada Wanita Menjelang Masa Menopause Widaryanti, Motiena Yulia; Dewi, Damajanti Kusuma
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menopause is a natural process that will be experienced by all women. Menopause characterized with the symptoms that can be stressful for women. This problem can be solved with husband’s social support and their self-acceptance when approaching menopause. The aim of the study are determine the correlation between husband’s social support and woman self-acceptance with their stress level when approaching menopause. Quantitative method are used in this study, with 50 mothers in the village Lontar District of Sambikerep, Surabaya as the subject. The data were analyzed by using product moment correlation technique. The result of the study show there are significant relationship between husband’s social support and woman self-acceptance with their stress level. The result of multiple linear regression analysis obtained significance value of 0,002 with a value Rsquare=0,236, meaning there is a significant relationship between social support and self acceptance husband with stress level in women approaching menopause. Abstrak: Menopause  adalah  proses  alami  yang  akan  dialami  oleh  semua  wanita.  Perubahan  menuju  masa menopause ditandai dengan gejala-gejala yang dapat menimbulkan stres bagi wanita. Hal ini dapat diatasi dengan pemberian dukungan sosial oleh suami dan memiliki penerimaan diri pada wanita menjelang masa menopause. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan sosial suami dan penerimaan diri dengan tingkat stres pada wanita menjelang masa menopause. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 50 ibu-ibu di wilayah Kelurahan Lontar Kecematan Sambikerep, Surabaya. Berdasarkan hasil analisis data secara parsial dengan teknik korelasi product moment, diketahui bahwa dukungan sosial suami dengan tingkat stres dan penerimaan diri dengan tingkat stres memiliki hubungan yang signifikan. Hasil analisis regresi linier berganda didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,002 dengan nilai R=0,236, berarti terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial suami dan penerimaan diri dengan tingkat stres pada wanita menjelang masa menopause.
KONTRIBUSI METODE NEURO-LINGUISTIC PROGRAMMING PADA KONSENTRASI PELARI CEPAT (SPRINTER) Jannah, Miftakhul
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was designed to test the contribution Neuro-Linguistic Programming to sprinters’ concentration. There are sixteen sprinters from Training Center Local of East Java participated in this research. Data were analyzed using difference mean pretest and posttest concentration score. The result obtained indicates that : (1) mean pretest concentratrion score = 7,25. (2) mean posttest concentratrion score = 10,125. (3) Mean gain score = 2,9375. There was difference sprinters’ concentration between before and after received Neuro-Linguistic Programming (NLP) Training. After received NLP Training sprinters’ concentration were increased. Sprinters’s concentration increase through the NLP training because of subject’s readiness and participation, training method and training items, with they are interrelated to each other.
PERBEDAAN KEMATANGAN EMOSI REMAJA DITINJAU DARI STRUKTUR KELUARGA Nashukah, Farokhatin; Darmawanti, Ira
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A family has a great influence on childrens emotional patterns because the family is the first social group for children to learn and express themselves as human beings in a social interaction with their groups. The background of this study is the problem of adolescent emotional maturity attainment. Subjects in this study were devided into two groups which overall are 121 adolescents aged between 16 and 20 years old. This study uses simple random sampling technique with predetermined characteristics and scale of emotional maturity as an instrument. Test the assumptions used in this study are normality test using one sample Kolmogorov-Smirnov test technique and homogeneity test using homogenity of variance test technique. The normality test shows the value of adolescents of complete families is 0,789 and the value of adolescents of single parent families is 0,982. Significance value >0.05, then the variable of emotional maturity is declared normally. Homogenity test shows the value is 0,499. Significance value >0,05, then the variable of emotional maturity is declared homogeneous. Results of this study shown that adolescent emotional maturity of single parent families has a mean of 148,71 emotional maturity that is higher than a mean of the emotional maturity of a complete family of 143,77. Based on analysis data using t-test known that the significance value is 0,013 (p >0.05), the result shows that the study hypothesis is accepted. It is concluded that there is difference of emotional maturity among adolescents influenced by their different family structures.Abstrak: Keluarga memiliki pengaruh besar terhadap pola emosi anak karena keluarga merupakan kelompok sosial pertama untuk anak belajar dan menyatakan diri sebagai manusia sosial. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kematangan emosi remaja ditinjau dari struktur keluarga, yaitu keluarga lengkap dan keluarga dengan orang tua tunggal (single parent). Peneliti menggunakan teknik simple random sampling dengan karakteristik yang telah ditentukan. Subjek pada penelitian ini adalah dua kelompok yang secara keseluruhan berjumlah 121 sampel dengan rentang usia 16-20 tahun. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala kematangan emosi. Uji asumsi menggunakan uji normalitas menggunakan teknik one sample Kolmogorov-Smirnov test dan uji homogenitas menggunakan teknik test of homogenity of variance. Diketahui bahwa uji normalitas remaja dari keluarga lengkap sebesar 0,789, dan pada remaja dari keluarga single parent sebesar 0,982. Nilai signifikansi >0,05, maka variabel kematangan emosi dinyatakan berdistribusi normal. Diketahui bahwa uji homogenitas dengan nilai sebesar 0,499. Nilai signifikansi >0,05, maka variabel kematangan emosi dinyatakan homogen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kematangan emosi remaja dari keluarga single parent memiliki rata-rata skor kematangan emosi 148,71 yang lebih tinggi daripada rata-rata skor kematangan emosi keluarga lengkap yang sebesar 143,77. Berdasarkan analisis data yang dilakukan dengan menggunakan Uji-t, diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0,013 (p >0,05) yang menunjukkan hipotesis penelitian diterima sehingga peneliti menyimpulkan bahwa ada perbedaan kematangan emosi remaja ditinjau dari struktur keluarga.

Page 1 of 14 | Total Record : 138