cover
Contact Name
Reginaldo Christophori Lake
Contact Email
tarsitekturunwira@gmail.com
Phone
+62
Journal Mail Official
tarsitekturunwira@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira Kampus Teknik, Jl. San Juan, Penfui Timur, Kabupaten Kupang - NTT
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur
ISSN : 25410598     EISSN : 25411217     DOI : -
Core Subject : Engineering,
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur is a medium of scholarly publication published by Architecture Study Program of Universitas Katolik Widya Mandira in collaboration with Indonesian Architect Association. It serves several goals i.e. being a medium of communication, dissemination and exchange of information, and a medium of publishing scholarly research in the field of Architecture.
Articles 97 Documents
EVALUASI ACTIVE DESIGN PADA MEDIA PERJALANAN AKTIF DI SEKITAR RUANG PUBLIK KOTA Irfandian, Raden Rangga Ilham; Wilianto, Herman
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 4 No 1 (2019): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Juli 2019 ~ Desember 2019
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v4i1.359

Abstract

Perkembangan pembangunan, teknologi dan budaya pada masyarakat perkotaan telah menghasilkan berbagai dampak positif dan negatif, salah satu dampak negatif tersebut adalah menurunnya faktor kesehatan publik dari berkembangnya berbagai penyakit cardiovaskular pada masyarakat perkotaan yang disebabkan oleh minimnya melakukan aktivitas fisik. Berdasarkan fenomena tersebut mulailah berkembang prinsip Desain Aktif. Desain Aktif dapat dipahami sebagai prinsip perancangan pada desain tata fisik lingkungan agar dapat merangsang para penggunanya untuk melakukan aktivitas gerak secara fisik. Prinsip Desain Aktif akan memiliki dampak yang signifikan bagi peningkatan faktor kesehatan publik apabila diterapkan pada titik aktivitas masyarakat kota. Seiring dengan fenomena tersebut, Kota Bandung telah melakukan berbagai revitalisasi pada ruang terbuka publik kota, beberapa berhasil menjadi titik aktivitas masyarakat dalam berolahraga dan berekreasi, salah satunya pada lingkungan disekitar ruang terbuka publik Saparua Park. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif-deskriptif dengan tujuan evaluasi. Penelitian dimulai dengan merumuskan indikator Desain Aktif dari berbagai literartur, kemudian melakukan evaluasi terhadap obyek studi. Menghasilkan pemahaman tentang sejauh mana prinsip Desain Aktif terwujud pada obyek studi, potensi pengembangan kedepan dan perwujudan apa saja yang dapat dijadikan contoh. © 2019 Raden Rangga Ilham Irfandian, Herman Wilianto
SIMULASI TRANSFER PANAS PADA DINDING DENGAN SOFTWARE THERM 7.7 Purwanto, Leonardus Murialdo Fransiskus
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 4 No 1 (2019): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Juli 2019 ~ Desember 2019
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v4i1.215

Abstract

Saat ini menghitung transfer panas pada bidang bangunan, bukan menjadi pekerjaan sulit. Banyak software simulasi komputer yang menawarkan dengan banyak ketepatan dan varian tampilan sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Software Therm menawarkan satu keunggulan, yaitu mudah digunakan, dapat digunakan untuk bidang yang riil pada desain bangunan dan bahkan dapat digunakan untuk menghitung transfer panas pada denaha bangunan. Kesulitan dalam penggunaan aplikasi ini adalah keterbatasan library bahan bangunan yang belum tetntu cocok dengan bahan bangunan di Indonesia yang kita gunakan sehar-0hari. Namun software ini menyediakan kesempatan untuk menambah library bahan bangunan dengan mengisi nilai bahan bangunan terkait termal yang sangat sederhana. Penelitian ini didasari dengan penelitian internal yang di danai oleh Universitas Katolik Soegijapranata dengan tujuan untuk menganalisa bidang material dinding dengan memanfaatkan software Therm dengan simulasi tranfer panas yang dapat secara nyata dan akurat menghitung dan memetakan dalam potongan bidang dinding. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif yang menggambarkan tranfer panas yang melalui dinding, dengan software Therm dan menjabarkan dalam uraian pengaruh transfer panas terhadap ruang dalam, sehingga dapat memberikan respon positif untuk mengantisipasi masalah panas yang masuk ke dalam bangunan. Hasil penelitian ini diharap dapat menjadi landasan bagi desain bangunan yang harus selalu memperhatikan arah orientasi bangunan sehingga pengaruh paparan sinar matahari terhadap dinding dapat diketahu transfer panas yang terjadi dan dapat secara bijak mengantisipasinya. © 2019 Leonardus Murialdo Fransiskus Purwanto
EKSPRESI PUITIK SAKRAL PADA BENTUK ARSITEKTUR GEREJA PROTESTAN DI INDONESIA BAGIAN BARAT (GPIB) PAULUS DI JAKARTA Abrianti, Tine; Salura, Purnama
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 4 No 1 (2019): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Juli 2019 ~ Desember 2019
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v4i1.84

Abstract

Arsitektur Gereja menampilkan ekspresi fungsinya secara berlapis. Lapis pertama dapat ditangkap secara perseptual melalui ekspresinya yang menunjukkan fungsi sakral. Lapis selanjutnya ditangkap secara asosiatif pada ekspresinya yang terpengaruh dari tradisi dan ideologi Gereja. Pada lapis yang tertinggi ekspresi sakral ditampilkan secara puitik. Ekspresi puitik yang tampil dalam arsitektur Gereja sangat mendukung fungsi sakralnya. Sifat puitik yang menggugah perasaan dan membangkitkan imajinasi sangat sesuai dengan fungsi sakral Gereja sebagai sebuah ambang yang menandai perbedaan dunia profan dan sakral, untuk mengantarkan jemaat kepada Allah yang disembahnya. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri seluruh hubungan yang terjalin antara bentuk dan ruang arsitektur Gereja (GPIB) Paulus dengan ekspresi puitik sakral yang ditampilkan. Hasil penelitian diharapkan dapat menambah perbendaharaan konsep tentang arsitektur Gereja serta bagi penelitian-penelitian yang terkait. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pertama, menggambar ulang bangunan GPIB Paulus, untuk mendapat pemahaman bentuk arsitektural yang tepat. Kemudian kedua, menganalisis tampilan bentuk arsitektur gereja. Analisis berlandas pada acuan membaca ekspresi puitik sakral, yang dirumuskan melalui elaborasi konsep lapis makna puitik sakral pada properti dan komposisi arsitektur di setiap  lingkup arsitektur, yang meliputi lingkup lingkungan, lingkup tapak, lingkup bentuk bangunan, dan lingkup sosok bangunan. Berdasar hasil analisis dapat ditelusuri konsep lapis makna puitik sakral pada arsitektur Gereja Paulus. Hasil studi menyimpulkan bahwa arsitektur Gereja Paulus dalam lingkup tapak, bentuk, dan sosok bangunan menampilkan ekspresi sakral pada tingkat perseptual dan asosiatif. Dalam lingkup lingkungan arsitektur Gereja (GPIB) Paulus menampilkan ekspresi sakral pada tingkat yang puitik dari bentuk bangunannya. Proporsi atap berbentuk salib dengan menara yang menjulang tampil kontras dalam tatanan bentang alam yang berada di hadapannya, membangkitkan imajinasi tentang kediaman Allah di tempat maha tinggi. © 2019 Tine Abrianti, Purnama Salura
PENILAIAN KENYAMANAN TERMAL PADA BANGUNAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG Munawaroh, Ai Siti; Elbes, Rivena
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 4 No 1 (2019): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Juli 2019 ~ Desember 2019
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v4i1.83

Abstract

Bangunan perpustakaan belum memperoleh tempat yang terhormat di lingkungan pemerintah daerah, sekolah, maupun perguruan tinggi. Bangunan perpustakaan pada umumnya tidak diprioritaskan dan berada di tempat yang tidak strategis. Padahal tujuan dari sebuah bangunan adalah mengakomodir aktivitas dan memberikan kenyamanan bagi penggunanya. Untuk itu, perlu adanya penelitian mengenai aspek kenyamanan, terutama kenyamanan termal pada bangunan tersebut. Metode penelitian yang akan digunakan pada penelitian ini adalah dengan melakukan pengukuran langsung pada objek penelitian dan melakukan pembagian kuesioner. Pengukuran langsung dengan menggunakan alat ukur yang sudah disiapkan seperti thermometer, anemometer, dan hygrometer. Disaat yang bersamaan pembagian kuesioner dilakukan kepada para pengunjung. Tujuan dari penelitian ini yaitu ingin mengetahui :1) Tingkat kenyamanan termal pada bangunan PerpustakaanUniversitas Bandar Lampung, dan 2) Aspek-aspek apa saja yang mempengaruhi kenyamanan termal pada bangunan Perpustakaan Universitas Bandar Lampung. Hasil penelitian didapat: 1) Tingkat kenyamanan termal pada bangunan Perpustakaan Universitas Bandar Lampung dapat disimpulkan nyaman, berdasarkan hasil pengukuran suhu, kelembaban, dan kecepatan angin. Berdasarkan hasil nilai persepsi pengunjung yang diperoleh melalui pengisian lembar kuesioner, sebanyak 60% pengunjung berpendapat kondisi nyaman dan 40% berpendapat sangat nyaman. 2) Aspek-aspek yang mempengaruhi kenyamanan termal pada bangunan Perpustakaan Universitas Bandar Lampung berdasarkan hasil pengukuran menggunakan alat ukur dan nilai persepsi menggunakan kuesioner antara lain: a). Suhu b). Kelembaban c). Jumlah pengunjung perpustakaan, dan d). Pakaian yang dikenakan. © 2019 Rivena Elbes, Ai Siti Munawaroh
HILANGNYA KARAKTER PEDESTRIAN SHOPPING STREET JALAN TUNJUNGAN AKIBAT TRANSFORMASI SURABAYA SEBAGAI KOTA METROPOLITAN Patriajaya, Anneke Clauvinia; Kusliansjah, Yohanes Karyadi
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 4 No 1 (2019): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Juli 2019 ~ Desember 2019
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v4i1.81

Abstract

Pada umumnya, kota memiliki kawasan yang dikembangkan sebagai pusat aktivitas komersial. Pola perkembangan aktivitas komersial melahirkan tipologi pedestrian shopping street yang mengutamakan pejalan kaki dalam pola dan sistem aktivitasnya. Jalan Tunjungan Surabaya merupakan contoh kawasan perbelanjaan berbasis pejalan kaki yang dikembangkan pada masa pemerintahan Gemeente. Sejalan dengan perkembangan kota Surabaya, keunikan urban artefak kawasan Tunjungan bertransformasi dan kini didominasi bangunan bertingkat serta Jalan Tunjungan berubah menjadi poros kota. Keunikan Jalan Tunjungan yang menjadi daya tarik wisata terancam punah akibat tekanan dan tuntutan perkembangan perekonomian Surabaya. Melalui pendekatan sinkronik-diakronik dengan metode kualitatif-deskriptif, kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola, tipe, dan sistem yang membentuk karakteristik fisik-spasial pedestrian shopping street Jalan Tunjungan yang bertahan, beradaptasi, dan hilang akibat transformasi Surabaya sebagai kota metropolitan. Dari analisa komparasi, ditemukan bahwa yang bertahan hanya pola linearitas tatanan bangunan. Tipe jalan beradaptasi menjadi avenue searah dengan pembagian lajur jelas dengan penambahan sistem perparkiran on site. Selain itu, tipe bangunan beradaptasi menjadi bangunan komersial. Karakteristik arcade di beberapa bangunan hilang, sistem transportasi menghilangkan halte penumpang, jembatan tidak lagi berfungsi, dan juga pola perparkiran  menganggu pola pedestrian. Jalan Tunjungan yang dulunya mengedepankan pengalaman berbelanja dan berjalan kaki mengalami degradasi menjadi area shopping street. © 2019 Anneke Clauvinia Patriajaya, Yohanes Karyadi Kusliansjah
PELESTARIAN DESA HILINAWALO MAZINO DI KEPULAUAN NIAS SEBAGAI DESTINASI WISATA Harefa, Anugerah Septiaman
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 4 No 1 (2019): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Juli 2019 ~ Desember 2019
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v4i1.79

Abstract

Nias merupakan pulau yang berada disebelah barat Pulau Sumatera, tepatnya di Provinsi Sumatera Utara. Desa Hilinawalo Mazino merupakan desa yang berada di kecamatan Mazino, kabupaten Nias Selatan yang memiliki luas 8,5 kilometer persegi. Desa Hilinawalo Mazino memiliki banyak rumah adat tradisional Nias, namun setelah terjadinya gempa pada tahun 2005 dan kerusakan karena kurangnya perawatan hingga ditinggalkan penghuni, mengakibatkan Desa Hilinawalo Mazino kehilangan beberapa rumah adat mereka. Tujuan studi ini ialah menemukan cara pelestarian untuk mempertahakan keadaan dan kelestarian Desa Hilinawalo Mazino sebagai destinasi wisata berkelanjutan di Kepulauan Nias. Metode pengumpulan data dengan observasi, survei data sekunder dan wawancara. Metode menganalisis data dengan mengolah hasil survei yang didapatkan dengan 4 prinsip Pedoman Pengembangan Desa Wisata. Kesimpulannya, cara pelestarian desa Hilinawalo Mazino sebagai destinasi wisata terwujud dengan 4 prinsip tersebut. © 2019 Anugerah Septiaman Harefa
PENGARUH PARIWISATA PADA ADAPTASI FUNGSI, BENTUK DAN RUANG ARSITEKTUR PURI, STUDI KASUS: PURI SAREN AGUNG UBUD Budihardjo, Rachmat
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 4 No 1 (2019): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Juli 2019 ~ Desember 2019
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v4i1.80

Abstract

Arsitektur Tradisional Bali adalah arsitektur yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakatnya. Upaya menjaga budaya Bali (termasuk arsitekturnya) sebagai daya tarik (magnet) pariwisata telah dilakukan sejak masa pemerintahan Kolonial Belanda dengan sebutan ?Baliseering?, dilanjutkan oleh Pemerintahan Orde Baru melalui ?Pariwisata-Budaya? dan yang terakhir memasuki abad ke-21 dengan slogan ?Ajeg Bali. Pada saat kini tidak dapat dipungkiri lagi bahwasannya pariwisata menjadi sector komoditas utama Bali dalam upaya pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat (termasuk keluarga Puri). Puri merupakan istana sekaligus pusat pemerintahan pada era kerajaan di Bali. Puri memiliki esensi dan peran penting pada masyarakatnya sampai saat kini. Beberapa kegiatan wisatawan di dalam puri diantaranya royal wedding, royal dinner, art performance & exhibition, guest house dan lain sebagainya. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya suatu adaptasi arsitektur baik pada fungsi, tata ruang maupun bentuk bangunan sesuai dengan kebutuhan wisatawan, sedangkan pada sisi yang lain adanya suatu upaya dari keluarga puri untuk tetap mempertahankan eksistensi arsitektur Bali. Penelitian ini dirancang menggunakan metoda kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan obyek Puri Saren Agung Ubud. Puri sebagai obyek arsitektur di masa lampau dan upaya untuk mempertahankan eksistensinya baik pada masa kini maupun waktu yang akan datang dipandang dapat menjadi topik yang faktual dan menarik bagi pengembangan ilmu pengetahuan arsitektur lokal (tradisional), khususnya terkait dengan perkembangan sosial dan budaya masyarakat Bali. © 2019 Rachmat Budihardjo
Rumah susun modular dengan pemanfaatan papan prafabrikasi cross laminated timber panel (CLT), kasus studi: rumah susun Siwalankerto, Surabaya Sanjaya, Wisnu A. ; Tobing, Rumiati Rosaline
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 3 No 2 (2019): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Januari 2019 ~ Juni 2019
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v3i2.70

Abstract

Surabaya adalah kota dengan populasi terpadat kedua di Indonesia. Jumlah populasi yang terus meningkat bersamaan dengan kurangnya jumlah perumahan menengah kebawah menciptakan masalah. Melihat dari pelannya pengadaan bangunan rumah susun di kota diperlukan cara konstruksi yang lebih cepat dan effisien. Dengan menggunakan sistem konstruksi modular, tulisan ini berusahan menganalisa dampak dari pemanfaatan bahan prafabrikasi papan kayu tempel silang CLT (Cross Laminated Timber). CLT menunjukan potensi dalam sustainabilitas bahan dan terhadap lingkungan hidup walau tetap menjaga tingkat kecepatan dan biaya pengerjaan. Rumah susun Siwalankerto dipilih dengan melihat sistem organisasi ruang yang terlihat modular dengan model façade yang dapat disimulasikan dengan bahan bersifat modular prafabrikasi. Lokasi dari tapak yang terletak di Surabaya sangat dekat dengan lokasi pabrik pengerjaan bahan prafabrikasi yang terletak di Gresik. Tulisan ini membatasi penelitian pada effisiensi dan effektifitas konstruksi yang disimulasikan dalam memanfaatkan material prafabrikasi panel CLT terhadap organisasi ruang dalam bangunan. © 2019 Wisnu A. Sanjaya, Rumiati Rosaline Tobing
Tradisi pada rumah adat suku Ngalum Ok di era modernisasi Prasetyo, V. F. Agung Langgeng
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 3 No 2 (2019): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Januari 2019 ~ Juni 2019
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v3i2.69

Abstract

Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan sebuah negara yang terdiri dari beraneka ragam suku, bangsa, budaya, ras dan agama. Salah satu suku yang ada di Indonesia adalah Suku Ngalum Ok. Suku Ngalum Ok berada di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua. Suku Ngalum Ok merupakan salah satu suku besar di Papua, yang berdomisili di lembah Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang. Sebagai salah satu suku tradisional yang ada di Papua, Suku Ngalum Ok memiliki nilai-nilai yang tercermin dalam arsitektur dan budayanya. Nilai-nilai tersebut dapat dilihat melalui aspek bentuk, aspek fungsi dan aspek makna yang terdapat pada rumah adat Suku Ngalum Ok. Melihat perkembangan jaman menuju era modernisasi, maka perlu diperhatikan warisan budaya bagi generasi masa sekarang dan masa depan khususnya berkaitan dengan budaya serta arsitektur rumah adat Suku Ngalum Ok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pedekatan deskriptif strukturalisme. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif strukturalisme, maka dapat memberikan gambaran dan uraian secara runtut serta lengkap baik secara makro maupun mikro tentang rumah adat Suku Ngalum Ok. Hasil akhir penelitian ini adalah wujud dari aspek bentuk, aspek fungsi dan aspek makna serta keterkaitannya dengan rumah adat Suku Ngalum Ok sebagai sebuah tradisi dan warisan budaya di era modernisasi bagi masa sekarang dan masa depan. © 2019 V. F. Agung Langgeng Prasetyo
Studi model rancangan hunian vertikal berdasarkan bentuk interaksi warga di bantaran sungai Winogo Yogyakarta Pramudito, Sidhi ; Praptantya, Antonius Lanang Tegar Wicaksana ; Nasir, David Jeffry
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 3 No 2 (2019): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Januari 2019 ~ Juni 2019
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v3i2.68

Abstract

Bantaran sungai merupakan salah satu kawasan perkotaan yang sering mengalami penurunan kualitas lingkungan. Salah satu penyebabnya adalah pemanfaatan bantaran sungai yang tidak seharusnya sebagai ruang bermukim. Sebagai konsekuensi hal tersebut, kualitas hunian yang layak bagi masyarakat menjadi sulit untuk tercapai. Pemerintah telah berupaya melakukan pembangunan rumah susun sebagai salah satu solusi permasalahan tersebut. Namun hal yang terjadi adalah beberapa warga meninggalkan rumah susun karena mereka merasa tidak cocok tinggal pada model hunian vertikal yang formal dan kaku, sehingga terkadang aspek kebersamaan dan interaksi warga tidak dapat ditemui seperti ketika mereka tinggal dalam sebuah lingkungan kampung. Tujuan dari penulisan ini adalah menghasilkan usulan model hunian vertikal berdasarkan bentuk interaksi warga di Kampung Gampingan yang berada di bantaran Sungai Winongo. Hasil dari penulisan ini diharapkan mampu menjadi salah satu alternatif solusi bagi pemangku kepentingan dalam melakukan perencanaan dan perancangan permukiman khususnya pada kampung di bantaran sungai perkotaan. © 2019 Sidhi Pramudito, Antonius Lanang Tegar Wicaksana Praptantya, David Jeffry Nasir

Page 1 of 10 | Total Record : 97