cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman
ISSN : -     EISSN : 24776300     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin. Jurnal ini terbit sebanyak dua kali setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini menerbitkan penelitian dan artikel konseptual yang berkaitan dengan bidang ilmu bimbingan dan konseling, pendidikan, dan psikologi pendidikan..
Arjuna Subject : -
Articles 78 Documents
BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN ETIKA PERGAULAN DI SEKOLAH PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 2 MARTAPURA Rama, Rama; Sultani, Sultani; Anisah, Laelatul
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 5, No 2 (2019): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v5i2.2160

Abstract

Observasi awal di SMPN 2 Martapura ditemukan siswa kurang menghargai teman lain. Seperti siswa yang mengejek teman, siswa berbicara kasar terhadap teman, siswa mengolok-olok nama orang tua teman, siswa keluar masuk kelas saat guru mengajar. Informasi guru BK ada permasalahan siswa saling pandang memandang dengan siswa lain yang berujung perkelahian dan siswa yang adu mulut dengan siswa lain yang berujung perkelahian, Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan etika pergaulan siswa kelas VIII  SMP Negeri 2 Martapura dengan teknik sosiodrama dalam  layanan bimbingan kelompok. Penelitan ini adalah penelitian eksperimen yaitu pre-eksperimental design one-group pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukan Hasil pretest siswa ditemukan 10 siswa dengan skor terendah. Hasil posttest siswa ada peningkatan skor dari 10 siswa. Perhitungan uji wilcoxon pada data keseluruhan diperoleh nilai signifikansi (Sig). Sebesar 0,005 kurang dari 0,05. Hal ini berarti ada pengaruh  bimbingan kelompok teknik sosiodrama._________________________________________________________ The purpose of this study was to improve the social ethics of eighth grade students of SMP Negeri 2 Martapura with sociodrama techniques in group guidance services. The background of this research is the existence of a problem in students of SMP Negeri 2 Martapura, namely the lack of awareness of good ethical students in relationships in the school environment. This research is an experimental study, namely pre-experimental design one-group pretest and posttest. The procedure of this study was a pretest-treatment-posttest. The sample used was 10 students from 85 students in class VIII D, VIII E and VIII F in SMP Negeri 2 Martapura in the 2019/2020 school year with a purposive sampling technique. Data collection techniques using a measurement scale through a questionnaire. The validity of the questionnaire using Pearson Correlation and the reliability of the questionnaire using alpha cronbach. Analysis of the data in this study used descriptive statistical calculations and Wilcoxon test with the application of IBM SPSS Statistics 25. The conclusions of the results of this study indicate that there is an influence of sociodrama technical group guidance on improving the social ethics of class VIII students of SMP Negeri 2 Martapura or acceptable.
KONSELING KELOMPOK TEKNIK ROLE PLAY UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI PADA SISWA KELAS VIIB SMP NEGERI 31 BANJARMASIN Sari, Purnama; Sultani, Sultani; Anisah, Laelatul
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 5, No 2 (2019): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v5i2.2181

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi kerena siswa yang kurang memiliki kepercayaan diri akan kemampuan yang dimilikinya. Orang yang kurang percaya diri bisanya sering menutup diri, memilih untuk diam karena takut diejek oleh orang lain.Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri sebelum dilaksanakan konseling kelompok dengan teknik Role Play, untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri sesudah dilaksanakan konseling kelompok dengan teknik Role Play dan untuk mengetahui apakah kepercayaan diri dapat ditingkatkan melalui konseling kelompok dengan teknik Role Play pada siswa. Penelitian menggunakan pre-eksperimental design yaitu one-group pretest dan posttest design. Prosedur penelitian pretest-treatment-posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel 8 responden dari 30 populasi. Teknik pengumpulan data menggunakan skala pengukuran melalui angket. Validitas angket menggunakan Pearson Correlation dan reliabilitas menggunakan alpha cronbach. Teknik analisis data menggunakan hitungan statistik deskriptif, dan uji wilcoxon dengan aplikasi IBM SPSS Statistik 25. Hasil pretest siswa ditemukan 8 siswa dengan skor terendah. Hasil posttest siswa ada peningkatan skor dari 8 siswa. Perhitungan uji wilcoxon pada data keseluruhan diperoleh nilai signifikansi (Sig). Sebesar 0,005 kurang dari 0,05. Hal ini berarti ada pengaruh konseling kelompok dengan teknik Role Play. Saran, Bagi guru BK agar menerapkan konseling kelompok dengan teknik roly play . Bagi siswa agar meningkatkan kepercayaan diri dalam kehidupan sehari-hari. Bagi peneliti selanjutnya agar menggunakan waktu sebaik-baiknya. __________________________________________________________ This research is motivated because studenst who lack confidence in their abilities. Confident people usually shut down, choosing to be quiet for fear of being ridiculed by others. The purpose of this research is to determine the level of confidence before group counseling with Role Play technique is carried out, to find out  the level of confidence after group counseling with Role Play technique and to determine whether confidence can be increased through group counseling with Role Play technique for students. The study used a pre- experimental design namely one-group pretest and posttest design. Pretest-treatment-posttest research procedure. The sampling technique uses purposive sampling. Sample 8 respondents from 30 populations. Data collection techniques using a measurement scale through a questionnaire. The validity of the questionnaire using Pearson Correlation and reliability using alpha cronbach. Data analysis techniques using descriptive statistical calculations, and Wilcoxon test with the application of IBM SPSS Statistics 25.Student pretest results found 8 students with the lowest score. The students' posttest results increased scores from 8 students. Wilcoxon test calculations on the overall data obtained significance value (Sig). For 0.005 is less than 0.05. This means that there is an influence of group counseling with the Role Play technique. Suggestion, for BK teachers to  apply group counseling with the roly play technique. For students to increase self-confidence in daily life. For future researchers to make the best use of time.
LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK BEHAVIORAL CONTRACT UNTUK MENGURANGI PERILAKU MENYONTEK DIKELAS VII SMP NEGERI 9 BANJARBARU Fathi, Muhammad Khairul; Yuliansyah, Muhammad; Auliah, Nurul
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 5, No 2 (2019): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v5i2.2127

Abstract

Perilaku menyontek merupakan perilaku yang tidak terpuji atau perbuatan curang yang dilakukan oleh seseorang yang dilakukan dengan cara menjiplak, meniru, mencontoh atau pun mengambil hasil pekerjaan orang lain baik dengan izin atau tidak disertai izin nya atau pun membuat catatan khusus yang telah dibuat sendiri sebelum menghadapi ujian atau tugas untuk mencapai keberhasilan. Banyaknya siswa-siswi terbiasa melakukan contek menyontek terhadap temannya yang mana perilaku menyontek ini menjadi penyakit didunia pendidikan Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat perilaku siswa menyontek sebelum dan sesudah dilakukan layanan konseling kelompok dengan teknik behavioral contract dan keefektifan teknik Behavioral Contract untuk mengurangi perilaku menyontek dikelas VII B. Penelitian ini menggunakan pre-eksperimental design. Eksperimen yaitu one-group pretest dan posttest design kemudian ada penelitian sesudah diberi perlakuan atau posttest dengan begitu hasilnya lebih akurat karena membandingkan keadaan sebelum dan sesudah. Berdasarkan hasil penelitian tingkat perilaku menyontek sebelum diberikan teknik behavioral contract dalam layanan konseling kelompok dengan skor rata-rata 210 (70%) dan sesudah diberikan teknik behavioral contract dalam layanan konseling kelompok dengan diketahui hasil skor rata-ratanya 240 (80%). Sebagai salah satu rujukan kepada Guru Bimbingan Dan Konseling untuk mengurangi perilaku menyontek siswa disekolah dengan penggunaan teknik behavioral contract dalam layanan konseling kelompok. Bagi siswa, memberi gambaran akan berperilaku jujur dalam belajar atau kebiasaan siswa menyontek karena kejujuran akan memberikan kebaikan untuk diri sendiri. Bagi mahasiswa, agar menjadi referensi kepada penelitian selanjutnya untuk meneliti permasalahan ini._________________________________________________________ Cheating behavior is behavior that is not commendable or fraudulent committed by someone who is done by plagiarizing, imitating, imitating or taking the work of another person either with permission or not with permission or making special notes that have been made before facing the exam or the task of achieving success. The number of students is accustomed to cheating on their friends whose cheating behavior is a disease in the world of ed. The purpose of this study was to determine the level of behavior of students cheating before and after group counseling services with behavioral contract techniques and the effectiveness of Behavioral Contract techniques to reduce cheating behavior in class VII B. This study uses pre-experimental design. Experiments that is one-group pretest and posttest design then there is research after being treated or posttest so the results are more accurate because it compares the conditions before and after. Based on the results of the research on cheating behavior before being given a behavioral contract technique in group counseling services with an average score of 210 (70%) and after being given a behavioral contract technique in group counseling services, it was found that the average score was 240 (80%). As one of the references to the Guidance and Counseling Teachers to reduce the cheating behavior of students in school by using behavioral contract techniques in group counseling services. For students, give an idea of behaving honestly in learning or the habit of students cheating because honesty will give goodness to yourself. For students, to be a reference to further research to examine this problem.
STRATEGI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGATASI SISWA YANG TIDAK DISIPLIN DI SMP NEGERI 17 BANJARMASIN Yohana, Yohana; Irhamni, Gusti; Heiriyah, Ainun
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 5, No 2 (2019): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v5i2.2188

Abstract

Berbicara mengenai remaja disekolah, masih ada saja siswa yang melanggar aturan tata tertib disekolah, sama halnya di SMP Negeri 17 Banjarmasin, padahal aturan tersebut sudah ada dan juga diketahui oleh para siswa tetapi masih ada yang melanggar salah satunya adalah siswa yang sering datang terlambat dilakukan secara berulang-ulang dengan siswa yang sama adapun keterlambatan tersebut dari faktor dirinya sendiri tanpa ada factor lain. Tujuan penelitian untuk mengetahui stategi yang dipakai guru Bimbingan dan Konseling dalam mengatasi ketidak disiplinan siswa yang sering datang terlambat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Hasil penelitian strategi yang digunakan guru Bimbingan dan Konseling di SMP Negeri 17 Banjarmasin dalam mengatasi siswa yang tidak disiplin dengan memberikan layanan konseling individual dengan teknik modelling. Kedisiplinan sangat perlu ditumbuhkan sejak dini, karena pribadi yang disiplin mampu menjadikan sesorang memiliki kecakapan mengenai cara berpikir yang baik dan juga merupakan suatu proses pembentukan watak serta karakter yang baik. _________________________________________________________ Talk about teenagers in school, there are still students who violate the rules of discipline in school, the same as in SMP Negeri 17 Banjarmasin, even though these rules already exist and are also known by students but there are still those who violate one of them is students who often arrive late in the manner repeatedly with the same student as for the delay from the factor itself without any other factor. The purpose of this research is to find out the strategies used by the Guidance and Counseling teacher in overcoming the discipline of students who often come late. The method used in this research is qualitative. The results of the research strategy used by the Guidance and Counseling teacher at SMP Negeri 17 Banjarmasin in dealing with students who are not disciplined by providing individual counseling services with modeling techniques. Discipline really needs to be grown early, because a disciplined person is able to make someone have skills about good thinking and is also a process of forming good character and character.
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SOSIODRAMA DALAM MENGURANGI PERILAKU AGRESIF SISWA DI MTS PANGERAN ANTASARI MARTAPURA Wardani, Faradila Kusuma; Handayani, Eka Sri; Ridhani, Akhmad Rizkhi
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 5, No 2 (2019): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v5i2.2207

Abstract

Perilaku Agresif adalah bentuk perilaku atau tindakan melukai yang disengaja oleh sesorang dengan disengaja yang dapat menyakiti orang lain. Perilaku agresif itu sendiri berasal dari proses kognitif yang terganggu, sehingga di harapkan permasalahan peserta didik tersebut bisa dibantu penyelesaiannnya agar tidak mengganggu perkembangan dan pertumbuhannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengurangi perperilaku Agresif siswa dengan Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Sosiodrama Dalam Mengurangi Perilaku Agresif Siswa Kelas VIII Di Mts Pangeran Antasari Martapura. Dalam penelitian ini. menggunakan Pre-eksperimental design, yaitu one-group pretest dan posttest. populasi siswa dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII C MTs Pangeran Antasari. Berdasrkan hasil skor angket skala perilaku Agresif diambil sampel 6 orang siswa yang memiliki skor tertinggi dan 2 orang siswa skor rendah untuk diberikan perlakuan layanan bimbingan kelompok dengan tekniksosiodrama, Setelah itu akan dibandingkan keadaan sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Data hasil penelitian ini dianalisis menggunakan uji wilcoxon Berdasarkan hasil perhitungan uji Wilcoxon pada data keseluruhan siswa diperoleh bahwa nilai signifikasi (Sig). sebesar 0,012 kurang dari 0,05. Hal ini berarti terdapat perbedaan antara hasil pre-test dan post-test menggunakan layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama, atau dapat dikatakan bahwa ada pengaruh dari layanan bimbingan kelompok_________________________________________________________ Aggressive Behavior is a form of intentional intentional hurt behavior or actions that can hurt others. Aggressive behavior itself comes from cognitive processes that are disrupted, so it is hoped that the students' problems can be helped so that they do not interfere with their development and growth. The purpose of this study was to reduce the aggressive behavior of students with Group Guidance Services with Sociodrama Techniques in Reducing Aggressive Behavior of Class VIII Students in Mts Pangeran Antasari Martapura. In this research. using Pre-experimental design, which is one-group pretest and posttest. the population of students in this study were students of class VIII C MTs Pangeran Antasari. Based on the results of the Aggressive behavior scale questionnaire scores a sample of 6 students who had the highest score and 2 students of low scores was taken to be treated with group guidance services with sociodrama techniques, after which conditions were compared before and after being treated. Data from the results of this study were analyzed using the Wilcoxon test. Based on the results of the Wilcoxon test calculation on the overall data of the students, it was obtained that the significance value (Sig). amounted to 0.012 less than 0.05. This means that there is a difference between pre-test and post-test results using group guidance services with sociodrama techniques, or it can be said that there is an influence of group guidance services.
LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK CINEMATHERAPHY UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA DI KELAS VII C SMP NEGERI 31 BANJARMASIN Khatimah, Husnul; Farial, Farial; Handayani, Eka Sri
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 5, No 2 (2019): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v5i2.2180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kedisiplinan siswa sebelum dilaksanakan konseling kelompok dengan teknik cinematheraphy serta untuk mengetahui tingkat kedisiplinan siswa setelah melaksanakan konseling kelompok dengan teknik cinematheraphy dan untuk mengetahui apakah kedisiplinan siswa dapat ditingkatkan melalui konseling kelompok teknik cinematheraphy pada siswa. Penelitian menggunakan pre-eksperimental design yaitu one-group pretest dan posttest design. Prosedur penelitian pretest-treatment-posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel 8 responden dari 28 populasi. Teknik pengumpulan data menggunakan skala pengukuran melalui angket. Validitas angket menggunakan Pearson Correlation dan reliabilitas menggunakan alpha cronbach. Teknik analisis data menggunakan hitungan statistik deskriptif, dan uji wilcoxon dengan aplikasi IBM SPSS Statistik 25. Hasil pretest siswa ditemukan 8 siswa dengan skor terendah. Hasil posttest siswa ada peningkatan skor dari 8 siswa. Perhitungan uji wilcoxon pada data keseluruhan diperoleh nilai signifikansi (Sig). Sebesar 0,005 kurang dari 0,05. Hal ini berarti ada pengaruh  konseling kelompok dengan teknik cinematheraphy. _________________________________________________________ This study aims to determine the level of student discipline before group counseling with cinematheraphy techniques and to determine the level of student discipline after conducting group counseling with cinematheraphy techniques and to find out whether student discipline can be improved through group counseling cinematheraphy techniques to students. The study used a pre-experimental design namely one-group pretest and posttest design. Pretest-treatment-posttest research procedure. The sampling technique uses purposive sampling. Sample 8 respondents from 28 populations. Data collection techniques using a measurement scale through a questionnaire. The validity of the questionnaire using Pearson Correlation and reliability using alpha cronbach. Data analysis techniques using descriptive statistical calculations, and Wilcoxon test with the application of IBM SPSS Statistics 25. The results of student pretest found 8 students with the lowest score. The students' posttest results increased scores from 8 students. Wilcoxon test calculations on the overall data obtained significance value (Sig). For 0.005 is less than 0.05. This means there is an influence of group counseling with cinematherapy techniques.
LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK POSITIVE REINFORCEMENT UNTUK MENINGKATKAN DISIPLIN SISWA DI SEKOLAH SMP NEGERI 9 BANJARBARU Hasan, Hasan; Farial, Farial; Nurmiati, Nurmiati
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 5, No 2 (2019): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v5i2.2126

Abstract

Disiplin adalah faktor yang sangat penting dimiliki seorang siswa dalam dunia pendidikan dan bekal untuk kehidupan selanjutnya bagi para siswa. Disiplin menunjuk pada kepatuhan seseorang dalam mengikuti peraturan atau tata tertib karena didorong oleh adanya kesadaran yang ada pada kata hatinya dan dikeluarkan oleh dirinya. Biasanya ketertiban terjadi lebih dahulu baru kemudian berkembang menjadi disiplin. Tata tertib adalah peraturan peraturan yang mengikat seseorang atau mengharuskan seseorang dan kelompok guna menciptakan keamanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan disiplin siswa kelas VIII A SMP NEGERI 9 BANJARBARU dengan penguatan positif (Positive Reinforcement)  dalam  layanan konseling kelompok. Penelitan ini adalah penelitian eksperimen yaitu pre-eksperimental design one-group pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukan sebelum diberikan teknik positive reinforcement dalam penggunaan layanan konseling kelompok rata-rata skornya adalah 261,375 (70,5%) dan sesudah diberikan teknik positive reinforcement dalam penggunaan layanan konseling kelompok maka diketahui hasilnya adalah sebanyak rata-rata 285,375 (77,25%).__________________________________________________________ Discipline is a very important factor for students in the world of education and provision for the next life for students. Discipline refers to a person's approval in following rules or regulations because it is supported by the awareness that exists in the word peace and issued by faith. Usually order occurs first and then develops into discipline. Order is a regulation that binds a person or asks someone and a group to create security. The purpose of this study was to improve the discipline of students of class VIII A SMP NEGERI 9 BANJARBARU with positive reinforcement (Positive Strengthening) in group counseling services. This research is an experimental research that is pre-experimental one-group pretest and posttest design. The results showed before being given a positive reinforcement technique in the use of group counseling services the average score was 261,375 (70.5%) and given a positive reinforcement technique in the use of group counseling services so as to produce an average of 285,375 (77.25%).
SELF EFFICACY PEMILIHAN KARIR SISWA SMP DI TINJAU DARI PERSPEKTIF BUDAYA KELOMPOK MINORITAS DI INDONESIA Pambudi, Aji Taufiq; Kesuma, Rossi Galih
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 2, No 2 (2016): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.301 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v2i2.1020

Abstract

Pendidikan sebagai pangkal dari karir dimana siswa harus mempersiapkan diri dan berperan aktif dalam pendidikannya. Salah satu aspek keberhasialan karir diantaranya self efficacy, seperti keyakinan diri, pengambilan keputusan, fungsi, dan tujuan yang didasarakan pada pengalaman, keadaan sosial, dan kebudayaannya. Namun, perilaku self efficacy rendah juga nenimbulkan efek yang bisa menjadi masalah serius jika tidak bisa diatasi segera mungkin. Ada bereapa perilaku rendahnya self efficacy yang harus diperhatikan, seperti mudah menyerah, cepat bosan dengan tugas yang diberikan, berdampak pada perencanaan karir, eksplorasi karir dan diri, serta pembuatan keputusan. Melalui studi multicuIturaI, diharapkan pembaca memiliki perspektif yang lebih komprehensif dalam melihat fenomena self efficacy pemilihan karir siwa sebagai bagian dari MulticuIturaI Counseling Competencies.________________________________________________________________ Education as the base of careers in which students must prepare and play an active role in education. One aspect of career success is self efficacy, such as self-belief, decision making, function, and purpose based on experience, social condition, and culture. However, low self efficacy behaviors also have an effect that can be a serious problem if not resolved as soon as possible. There are several behaviors of low self efficacy that must be considered, such as easily give up, quickly bored with the task given, impact on career planning, career and self exploration, and decision making. Through multilangIturaI study, it is expected that readers have a more comprehensive perspective in looking at the phenomenon of self-efficacy of choosing a learner career as part of MulticuIturaI Counseling Competencies.
BIMBINGAN KONSELING DAN PERILAKU SISWA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER (STUDI DI MTS MUHAMMADIYAH 3 AL-FURQAN BANJARMASIN) Madihah, Husnul
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 1, No 2 (2015): December, 2015
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang bimbingan dan konseling dan perilaku siswa ( studi di Mts Muhammadiyah 3 Al-furqan Banjarmasin), bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi bimbingan dan konseling dan perilaku siswa dalam pendidikan karakter. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode kualitatif yang bersifat deskriftif. Tempat penelitian ini di Mts Muhammadiyah 3 Al-furqan Banjarmasin. Objek penelitian ini adalah bimbingan dan konseling dan perilaku siswa dan pendidikan karakter. Penelitian ini digali menggunakan teknik observasi dan wawancara. Dari analisa hasil penelitian ini adalah pelaksanaan yang diberikan sudah berjalan sesuai dengan program harian yang direncanakan sebelum memberikan layanan kepada siswa. Faktor-Faktor yang mempengaruhi bimbingan dan konseling dan perilaku siswa dalam pendidikan karakter siswa  adalah faktor perkembangan dan pendidikan ditemukan pada kenyataan-kenyataan yang menunjukkan perlunya layanan bimbingan dan konseling dalam pendidikan.Demokratisasi pendidikan, Perubahan sistem pendidikan., Perluasan program pendidikan, Pendidikan karakter sangat penting diterapkan demi mengembalikan karakter bangsa Indonesia yang sudah mulai luntur. Dengan dilaksanakannya pendidikan karakter di sekolah dasar, diharapkan dapat menjadi solusi atas masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat. Pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah dapat dilaksanakan pada ranah pembelajaran (kegiatan pembelajaran), pengembangan budaya sekolah dan pusat kegiatan belajar, kegiatan kegiatan ekstrakurikuler, dan kegiatan keseharian di rumah dan di masyarakat.
PERBEDAAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DAN TIDAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (SISWA NORMAL) DI SEKOLAH INKLUSI Agustriyana, Nur Astuti; Nisa, Athia Tamyizatun
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 3, No 1 (2017): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.253 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v3i1.1039

Abstract

Keterampilan sosial merupakan kunci bagi setiap individu agar dapat diterima di lingkungan sosialnya. Jika individu tidak memiliki keterampilan sosial maka akan berdampak buruk bagi perkembangan sosialnya dimana akan banyak mendapatkan penolakan sosial. Keterampilan sosial haru dapat dimiliki oleh setiap individu termasuk bagi siswa di sekolah inklusi. Sekolah inklusi berkitan dengan penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesamaan kurikulum dan lingkungan yang diberikan pada siswa baik berkebutuhan khusus maupun normal. Maka dari itu lingkungan siswa sekolah inklui yang bereda dengan sekolah pada umum memiliki tantangan tersendiri dalam mejalin ieterasi sosial dengan rekan-rekannya. Melalui kajian teori, kajian ini ajan meberi gambaran mengenai keterampilan soal yang harus dimiliki oleh siswa normal maupun siswa berkebutuhan khusus.________________________________________________________________Social skills are the key for every individual to be accepted in his or her social environment. If the individual does not have social skills it will adversely affect his social development which will get a lot of social rejection. Social skills must be owned by every individual including for students in inclusive schools. Inclusion schools are related to the provision of education that provides the same curriculum and environment provided to students with special needs and normal. Thus the environment of school students inklui that dieda with schools in general has its own challenge in mejalin ieterasi social with colleagues. Through the study of theory, this study aja meberi description of skills about the problems that must be owned by normal students and students with special needs.