cover
Contact Name
Yaqzhan
Contact Email
yaqzhanjurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yaqzhanjurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan
ISSN : 24077208     EISSN : 25285890     DOI : -
Jurnal Yaqzhan adalah jurnal ilmiah yang fokus dalam publikasi hasil penelitian dalam kajian filsafat, agama dan kemanusiaan. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali dalam setahun pada bulan januari dan juli. Jurnal Yaqzhan terbuka umum bagi peneliti, praktisi, dan pemerhati kajian filsafat, agama dan kemanusiaan. Jurnal ini dikelola oleh Jurusan Akidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin Adab Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Jurnal ini pertama kali terbit pada tahun 2015.
Arjuna Subject : -
Articles 67 Documents
PEMIKIRAN KELOMPOK TRADISIONALIS DAN MODERNIS Farah, Naila
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Yaqzhan: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v5i2.5670

Abstract

Saat ini banyak perbedaan antara umat Islam khususnya di Indonesia umumnya di dunia. Ada golongan yang menganut nilai-niali tradisionalitas dan modernitas. Satu sama lain menganggap golongan yang paling menunjukan pada kebenaran. Sehingga cenderung menyalahkan umat Islam lain yang tidak satu golongan dengannya.  Padalah semua umat berasal dari sumber yang Rahmatan Li?alamin . Penulisan ini menggunakan metode studi pustaka dengan analisis deskriptif yang digunakan untuk menilai karakteristik dari sumber data. Hasil dari penulisan ini ditemukan bahwa kelompok tradisionalis dan modern memiliki perbedaan tentang persoalan metodologis dalam mempelajari ajaran Islam, sehingga sempat menimbulkan konfik yang tajam.
EPISTEMOLOGI PEMIKIRAN ABU BAKAR MUHAMMAD BIN ZAKARIA AL-RAZI TENTANG KENABIAN Putra, Ramadhan Adi; Hasim, Wakhit
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Yaqzhan: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v5i2.5676

Abstract

Menurut al-Razi, ada tiga sumber pengetahuan, yaitu; logika, tradisi para pendahulu dan naluri yang membimbing manusia tanpa perlu banyak berpikir. Berdasarkan ketiga sumber pengetahuan ini, maka ukuran kebenaran yang dipegang oleh al-Razi lebih dekat dengan apa yang dipegang dalam pandangan modern sebagai seorang yang positif. Karena, kecenderungannya pada hal-hal mengenai eksperimen seperti yang dijelaskan dalam buku alHawi. Dia mengakui bahwa nubuat adalah karunia dari Tuhan, tetapi potensi untuk setiap pikiran manusia adalah sama. Jadi, tidak ada yang bisa mengklaim bahwa ia diberkati dengan kecerdasan tinggi sejak lahir termasuk seorang Nabi. Untuk alasan ini, itu tidak benar dan dapat dibenarkan pandangan yang menyatakan bahwa al-Razi adalah ateis atau mulhid (bidat), karena sebenarnya dia adalah seorang pemikir bebas.
SUMBER-SUMBER FILSAFAT ISLAM DAN PROSES PENYERAPANNYA Mufid, Fathul
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Yaqzhan: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v5i2.5671

Abstract

Merupakan law of nature (hukum alam), orang yang hidup pada suatu zaman pasti terpengaruh dan berguru dengan para pendahulunya, demikian pula para filosof muslim Juga dapat dipastikan pemikiran mereka terpengaruh para ahli pikir di dunia yang hidup sebelum zaman tersebut. Kita misalnya yang hidup pada abad 20 ini, tidak mungkin terlepas sama sekali dari pengaruh nenek moyang kita baik dari segi pemikiran, tradisi, etiket, bahasa dan aspek-aspek kehidupan lainnya. Maka wajarlah apabila filsafat Islam terpengaruh oleh filsafat Yunani, sebab orang-orang Yunani telah lebih dahulu menekuni bidang filsafat dibanding orang Islam. Merekalah yang merupakan nenek moyang dunia filsafat. Para filosof muslim sebagian besar mengambil pandangan Aristoteles dan dalam beberapa aspek mengagumi Plato. Akan tetapi, tidak benar jika berguru dan terpengaruh itu berarti meniru atau membebek semata-mata.
MITOS RELIGIUS YANG TERDAPAT DALAM IKLAN SARUNG MANGGA VERSI MENCARI CALON MENANTU Ahady, Lazuardi Fajri Sihrien; Hasim, Wakhit
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Yaqzhan: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v5i2.5710

Abstract

Seperti iklan lainnya, versi iklan sarung Mangga mencari calon menantu, menyimpan ideologi tertentu yang digunakan untuk menarik konsumen. Di mana dalam iklan ini ada tanda, petanda dan penanda yang sangat menarik untuk dipelajari. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan karena mengacu pada sumber perpustakaan. Studi ini menggunakan teori analisis mitos semiotik Roland Barthes dan analisis ideologis Louis Althusser. Penelitian ini menjelaskan bahwa versi Sarung Mangga Mencari Calon Menantu memasukkan mitos yang sudah ada di masyarakat, yaitu mitos agama yang ditanamkan dalam produk komoditas, yaitu sarung. Mitos agama yang terkandung dalam iklan terdiri dari banyak tanda dalam iklan yang saling berkelanjutan, yaitu stereotip dalam lajang, dominasi patriarki dan religiusitas dalam sebuah sarung. Ideologi ini direpresentasikan dalam mitos yang melekat pada tanda-tanda dalam iklan dalam bentuk verbal dan nonverbal.
KESENIAN BRAI, WARISAN BUDAYA LELUHUR CIREBON Al Fazri, Ikfal; -, Hajam
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Yaqzhan: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v5i2.5709

Abstract

Kesenian Brai adalah seni tradisional yang tumbuh di daerah Cirebon dan Indramayu, Jawa Barat, sejenis solawatan atau tembangan yang terdapat pada masyarakat Muslim di banyak daerah di Nusantara. Meskipun kesenian Brai memiliki nilai tatanan budaya serta pesan moral yang tinggi, tapi keberadaan dan perkembangannya kurang begitu mendapat perhatian dari pihak-pihak terkait dan pemerintah. Oleh sebab itu, tujuan penulisan ini adalah untuk mengangkat kesenian Brai ditinjau dari segi filosofi dan maknanya. Penulis berharap hasil tulisan ini dapat merangsang peneliti lainnya untuk mengkaji lebih dalam makna dan simbol filosofis yang terdapat dalam syair kesenian Brai, atau dalam bahasa Brai adalah raka?at  yang dimana lirik dan lagunya memiliki tingkatan untuk memuji dan mendekatkan diri kepada Allah Swt serta gerakan yang memiliki banyak arti dan makna.
WACANA INTEGRASI ILMU DALAM PANDANGAN AL-GHOZALI Saumantri, Theguh
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Yaqzhan: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v5i2.5711

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan modern yang menakjubkan telah membawa dampak yang kurang baik terhadap peradaban manusia modern. Pengaruh yang paling fenomenal adalah sekulerisasi ilmu yang dilakukan oleh saintis barat. Paradigma ilmu yang dikembangkan oleh barat jauh berbeda dengan paradigm ilmu yang dikembangkan oleh saintis Islam. Bila barat menjadikan manusia sebagai pusat kebenaran dengan pemikirannya dan menafikan sisi metafisik, maka Islam, sebaliknya mengakui keduanya sebagai sumber ilmu yang valid. Dalam kajian ini penulis mencoba untuk menganalisis pemikiran Al-Ghozali tentang epistemologinya dan juga klasifikasi ilmu yang dibuatnya kaitannya dengan integrasi ilmu. Dari kajian ini menemukan bahwa pada prinsipnya ilmu menurut al-Ghazali adalah satu  yakni  ilmu  itu  semata-mata merupakan  milik  Allah  SWT. Singkatnya, Al-Ghozali tidak membedakan antara ilmu agama dan ilmu umum karena pada dasarnya sumber ilmu itu adalah Allah dan objek dari semua ilmu adalah ma?rifat kepada Allah.
TRADISI HAUL DI PESANTREN (KAJIAN ATAS PERUBAHAN-PERUBAHAN PRAKTIK HAUL DAN KONSEP YANG MENDASARINYA DI BUNTET PESANTREN, KECAMATAN ASTANAJAPURA KABUPATEN CIREBON TAHUN 2000-2019) -, Maknunah; Hasim, Wakhit
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Yaqzhan: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v5i2.5662

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang memiliki berbagai macam budaya dan tradisi. Selain tradisi keilmuan dan sufistik, pesantren juga memiliki kultur yang khas. Salah satu ciri khas tradisi pesantren yang dianggap sakral dan dilaksanakan dalam rangkaian tahlil, pengajian dan sedekah adalah haul. Seiring dengan perkembangan zaman, haul di Buntet Pesantren mengalami perubahan dan perkembangan baik dalam tata cara maupun konsep yang mendasarinya. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan perubahan praktik haul di Pesantren Buntet Cirebon dari waktu ke waktu dan bagaimana konsep yang mendasari perubahan praktik haul itu terjadi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang merupakan sebuah metode yang menjelaskan dan mengungkap makna konsep dan pengalaman, terutama yang berkaitan dengan perubahan-perubahan praktik haul yang terjadi di Buntet Pesantren dan konsep apa yang mendasarinya. Sementara itu, landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah sosiologi pengetahuan Emile Durkheim yang hasilnya menunjukkan bahwa praktikpraktik haul yang terjadi dari tahun ke tahun semakin berkembang dalam hal cara pelaksanaannya. Dimana sebelumnya, haul dianggap sebagai sesuatu yang sakral dan bersifat ukhrawi. Akan tetapi seiring perkembangan zaman dan globalisasi, sakralitas haul menjadi tergeser dan bersifat biasa saja bahkan cenderung bersifat duniawi.
KONSEP PLURALISME AGAMA MENURUT DJOHAN EFFENDI Ma?afi, Rif?at Husnul; Lazuardy, Alvin Qodri
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Yaqzhan: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v5i2.5708

Abstract

Pluralisme Agama adalah paham yang menyakini tidak ada agama yang yang paling benar, semuanya sama karena setiap Agama menuju Tuhan yang Maha Esa. Permasalahan dalam kemajemukan Agama terkadang menjadi konflik pertumpahan darah. Agama dituduh sebagai penyebab utama dalam konflik. Dikarenakan Agama mempunyai konsep yang berbeda-beda. Kemudian didukung dengan situasi kehidupan di Indonesia sangat majemuk. Maka diusunglah gagasan tersebut menjadi proyek besar dalam gerakan Postmodernisme. Dalam pandangan Islam paham Pluralisme Agama adalah paham merusak Aqidah, Syariah dan Akhlak Islam. Berangkat dari masalah ini, Peneliti bertujuan untuk mengetahui Inti dari paham Pluralisme Agama dalam konteks Indonesia. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan Teologis, Filosofis dari kedua pendekatan merupakan bagian dari kajian pustaka. Kemudian peneliti menggunakan Metode Deskriptif untuk mengetahui tentang Pluralisme, makna Agama, sejarah perkembangannya dan pengaruhnya dalam masyarakat Indonesia. Dan penelitian menggunakan metode analisis dan kritik untuk menganalisa paham tersebut pandangan para tokoh Islam.Dari pembahasan ini, peneliti memfokuskan pada pemikiran Djohan Effendi tentang Pluralisme Agama. Dalam pemikiranya ia mengusung ide Teologi Kerukunan yang didalamnya pertemuan titik-titk temu Agama, memaknai Agama hanyalah hasil dari lingkungan dan bersifat nisbi, meyakini manusia tidak akan pernah mencapai pengertian Agama sesunguhnya, menafsirkan ayat-ayat Alquran sebagai landasan Pluralisme Agama seperti kebebasan beragama.
BIAS GENDER DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN DI PONDOK PESANTREN BUNTET DAN KEBON JAMBU BABAKAN CIWARINGIN CIREBON (STUDI KRITIS FENOMENOLOGIS BUDAYA PATRIAKHI) Ilmi, Uyunul; Hasim, Wakhit
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Yaqzhan: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v5i2.5669

Abstract

Penelitian ini berkaitan dengan isi dan implementasi kurikulum pendidikan di Pesantren Buntet Kebon Jambu Babakan Ciwaringin Cirebon. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif (penelitian lapangan) dengan pendekatan fenomenologis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif yang meliputi reduksi, penyajian data (penyajian data), dan verifikasi (penarikan kesimpulan). Dasar teoretis yang digunakan oleh penulis adalah teori ketidakadilan gender Mansour Fakih, yaitu subordinasi, marginalisasi, stereotip, kekerasan, dan beban ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  ada bias gender, ini dapat dilihat dari komponen kurikulum yang memiliki empat jenis, yaitu tujuan, isi, strategi, dan evaluasi. Penulis menemukan tiga aspek bias gender dalam implementasi kurikulum pendidikan di pesantren Buntet dan Kebon Jambu.
PERAN PESANTREN DALAM MENGEMBANGKAN ISLAM MODERAT DI INDONESIA -, Abdillah
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Yaqzhan: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v5i2.5677

Abstract

Pesantren adalah lembaga pendidikan agama Islam tertua di Indonesia. Belakangan Pesantren mendapat stigma buruk terutama dari media Barat yang menuduh Pesantren sebagai sarang radikalisme dan terorisme. Hal ini sangat bertentangan dengan misi Pesantren, membawa misi untuk mengembangkan Islam moderat, Islam yang menjadi berkah bagi semua alam. Dalam artikel ini, penulis ingin membuktikan bahwa pemikiran Pesantren masih sama dengan sejak didirikan dan juga ingin membuktikan bahwa tuduhan dari media Barat tidak benar. Pada artikel ini, penulis menggunakan metode tinjauan pustaka. Dari hasil penelitian ini, penulis menemukan bahwa pesantren sejak dulu hingga saat ini masih mengajarkan Islam yang inklusif, terbuka, dan moderat. Oleh karena itu, hasil ini juga menolak tuduhan Barat terhadap pesantren.