cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Acta Pharmaciae Indonesia : Acta Pharm Indo
ISSN : 23378433     EISSN : 26214520     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Acta Pharmaciae Indonesia is a journal published twice a year by Pharmacy Department, Jenderal Soedirman University, Purwokerto with the Number of ISSN 2337-8433 and E-ISSN 2621-4520. Our journal discusses various pharmaceutical fields in terms of Pharmaceutics & Pharmaceutical Technology, Pharmaceutical Biology, Pharmaceutical Chemistry, and Pharmacology & Clinical Pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 51 Documents
PERBANDINGAN STABILITAS ASPIRIN DALAM ASAM KLORIDA DAN DALAM DAPAR FOSFAT SEBAGAI PARAMETER PEMILIHAN MEDIUM DISOLUSI Rehana, Rehana; Martinus, Ade
Acta Pharmaciae Indonesia: Acta Pharm Indo Vol 4 No 2 (2016): Acta Pharmaciae Indonesia : Acta Pharm Indo
Publisher : Pharmacy Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspirin cenderung dihidrolisis sebagai asam salisilic dan asam asetat , sehingga stabilitas aspirin pada asam klorida dan fosfat buffer adalah parameter penting dalam pilihan medium disolusi . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan stabilitas aspirin dalam HCl 0,1 N dan fosfat buffer pH 7.4. Penelitianyang dilakukan merupakan penelitian laboratorium eksperimental meliputi analisis aspirin secara menurun setiap jam selama 6 jam yang dilarutkan dalam HCl 0,1 N dan dapar fosfat pH 7,4 menggunakan metode spektrofotometri, waktu yang dihitung adalah ketika aspirin 10 % terhidrolisa ( t10 % ) di kedua media , dan dibandingkan t10 % aspirin HCl 0,1 N dan dapar fosfat pH 7.4.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspirin lebih stabil ( p = 0,003 ) di buffer fosfat pH 7,4 ( t10 % = 445 menit ) dibandingkan HCl 0,1 N ( t10 % = 389 menit ).
KRIM ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KELOPAK BUNGA ROSELA (HIBISCUS SABDARIFFA L.) Rodina, Awwalina F; Sobri, Iskandar; Kurniawan, Dhadhang W
Acta Pharmaciae Indonesia: Acta Pharm Indo Vol 4 No 1 (2016): Acta Pharmaciae Indonesia : Acta Pharm Indo
Publisher : Pharmacy Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) diketahui memiliki banyak senyawa aktif yang berfungsi sebagai antioksidan seperti flavonoid, polifenol, antosianin, dan vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk membuat krim ekstrak etanol kelopak bunga Rosella yang memenuhi syarat evaluasi fisik dan mengetahui aktivitas antioksidan krim sebelum dan sesudah penyimpanan. Ekstrak etanol kelopak bunga rosella dibuat dengan cara maserasi. Krim dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak rosella sebesar 0,5% (b/b), 1% (b/b), dan 1,5% (b/b). Uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan  metode peredaman DPPH. Analisis hasil untuk uji sifat fisik dan stabilitas bentuk sediaan menggunakan analisis data secara deskriptif dan ANOVA satu arah dengan taraf kepercayaan 95% dan uji aktivitas antioksidan krim sebelum dan sesudah penyimpanan selama 1 bulan dilakukan menggunakan uji-t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krim dari ekstrak etanol kelopak bunga rosella memenuhi syarat sifat fisik dan stabilitas selama penyimpanan. Semua krim memiliki aktivitas antioksidan sebelum dan sesudah penyimpanan. Aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh pada Formula 3 yang memiliki nilai persen peredaman DPPH sebelum penyimpanan sebesar 61,35% dan sesudah penyimpanan sebesar 59,43%.  
PHYTOCHEMICAL SCREENING AND ANTIBACTERIAL TEST OF LEAF EXTRACT OF CANAR SUSU (SMILAX MACROCARPA BLUME) AGAINST ESCHERCIHIA COLI, PSEUDOMONAS AERUGINOSA, AND STAPHYLOCOCCUS EPIDERMIDIS Khumaisah, Lela Lailatul; Anggraeni, Vina Juliana; Fareza, Muhamad Salman
Acta Pharmaciae Indonesia: Acta Pharm Indo Vol 7 No 1 (2019): Acta Pharmaciae Indonesia : Acta Pharm Indo
Publisher : Pharmacy Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.3703154

Abstract

milax is one of genus Smilacaceae is widely used as a medicinal plant because it contains various secondary metabolites with some bioactivity, such as anti-inflammatory, antirheumatic, analgenic, antioxidant, anticancer and antibacterial. One species of Smilax that has not been studied and only grew in Indonesia is Smilax macrocarpa Blume (canar susu) Therefore, a preliminary study of phytochemical and biological activities is required to encourage progress and novelty in science and to know its phylogenetics in Indonesia's biodiversity. The research was done by extraction method using maseration with methanol as solvent. Simplicia characteristic, toxicity test with BSLT method, phytochemical screening according to Harborne method, and antibacterial activity test using microrodilution against including Escherihia coli, Pseudomonas aeruginosa, and Staphylococcus epidermidis were performed to leaf extract of canar susu. The results obtained that methanol extract of canar susu leaves contain alkaloids, flavonoids, steroids, tannins, terpenoids, saponins and glycosides. Water content, ash content, acid soluble ash content, water sari content, and alcohol sari concentration 8.74%; 3.60%; 0.11%; 19.01% and 5.40% respectively. Toxicity results obtained LC50 680.07 ppm. Antibacterial activity test against E. coli has MIC 625 ppm, whereas in P. aeruginosa and S. epidermidis ATCC 12228 are 1.250 ppm. The MBC values for E. coli, P. aeruginosa and S. epidermidis ATCC 12228 were 5,000 ppm. Based on this result known S. macrocarpa Blume is not potential as antibacterial, but potential as biopesticide according to toxicity result. 
DISOLUSI TERBANDING TABLET ASETAMINOFEN PRODUK GENERIK BERLOGO DAN PRODUK BERMEREK Suhesti, Tuti Sri; Nur Rachmani, Eka Prasasti
Acta Pharmaciae Indonesia: Acta Pharm Indo Vol 6 No 2 (2018): Acta Pharmaciae Indonesia : Acta Pharm Indo
Publisher : Pharmacy Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.3707217

Abstract

Asetaminofen/parasetamol adalah obat analgetik-antipiretik yang populer dan banyak digunakan. Sediaan asetaminofen dalam bentuk tablet, selain dengan nama generik juga tersedia dengan nama dagang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ekivalensi in vitro terhadap mutu produk dagang dan generik berlogo tablet asetaminofen yang beredar di pasaran. Pada penelitian ini dilakukan uji disolusi terbanding asetaminofen produk obat generik berlogo dan produk bermerek dalam media disolusi berupa larutan dapar fosfat pH 5,8. Penentuan laju disolusi asetaminofen dilakukan menggunakan metode paddle (dayung) dengan kecepatan pengadukan 50 rpm, pada suhu 370C ± 0,50C. Sampel cuplikan diambil pada menit ke 5, 10, 15, 20, 30 dan 45. Parameter uji yang diamati adalah kadar obat terlarut pada saat t=30 menit (C30) dengan parameter standar baku C30 menunjukkan hasil tidak boleh kurang dari 80% kadar obat. Hasil penelitian didapatkan bahwa disolusi tablet asetaminofen masing-masing produk baik obat generik berlogo maupun produk bermerek menunjukkan gambaran profil disolusi yang berbeda. Dari 8 sampel diperoleh 5 produk paten dan 3 produk generik semuanya menunjukkan hasil disolusi dengan nilai C30 yang memenuhi syarat (>80).
EKSPLORASI FUNGI ENDOFIT UMBI LAPIS BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA) SEBAGAI ANTIFUNGI DAN ANTIKOLESTEROL Choirani, Nur Amalia; Sunarto, Sunarto; Baroroh, Hanif Nasiatul
Acta Pharmaciae Indonesia: Acta Pharm Indo Vol 6 No 1 (2018): Acta Pharmaciae Indonesia : Acta Pharm Indo
Publisher : Pharmacy Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.3703158

Abstract

Fungi endofit berpotensi sebagai alternatif pengobatan karena menghasilkan senyawa yang sama dengan tumbuhan inangnya. Allium cepa memiliki manfaat sebagai antifungi dan antikolesterol. Tujuan penelitian ini adalah isolasi, identifikasi, serta melakukan uji antifungi dan antikolesterol. Isolat yang diperoleh diidentifikasi secara makroskopik dan mikroskopik. Metode uji antifungi terhadap Candida albicans adalah metode difusi agar dan metode uji antikolesterol menggunakan rancangan acak lengkap (pre and posttest control design). Hasil isolasi fungi endofit diperoleh isolat FEAC 1 dan FEAC 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FEAC 2 memiliki zona hambat sebesar 7,389 mm dan menurunkan kolesterol total secara signifikan serta meningkatkan kolesterol HDL.
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGGUNAAN OMEPRAZOL VS RANITIDIN SEBAGAI PROFILAKSIS TEKANAN ULSER DI ICU RSUD DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO Silviarizka, R Fifi; Sholihat, Nia Kurnia; Pratiwi, Hening
Acta Pharmaciae Indonesia: Acta Pharm Indo Vol 7 No 2 (2019): Acta Pharmaciae Indonesia : Acta Pharm Indo
Publisher : Pharmacy Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.3707607

Abstract

Profilaksis tekanan ulser hanya direkomendasikan pada pasien yang memiliki satu faktor risiko tidak bergantung atau dua faktor risiko lainnya dengan pilihan terapi menggunakan obat golongan Proton Pump Inhibitor (PPI) atau Histamin-2-Reseptor Antagonists (H2RA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui omeprazol atau ranitidin yang lebih hemat sebagai terapi profilaksis tekanan ulser pada pasien di unit perawatan intensif. Efektivitas terapi dilihat dari data rekam medis (kejadian perdarahan terbuka disertai dengan perdarahan penting secara klinis) dan biaya pengobatan pasien (biaya obat, biaya lab dan biaya fasilitas rumah sakit) yang dianalisis dengan perhitungan rasio rerata efektivitas biaya (ACER). Berdasarkan efektivitas terapi, terapi ranitidin (100%) lebih efektif dibandingkan omeprazol (94,4%). Rata-rata biaya total terapi ranitidin Rp 3,219,096 lebih terjangkau dibandingkan omeprazol Rp 4,243,921, dengan nilai ACER ranitidin Rp 3.219.096 lebih rendah dibandingkan omeprazol Rp 4.495.679. Ranitidin dominan terhadap omeprazol sebagai terapi profilaksis tekanan ulser.
EVALUASI KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN OLEH APOTEKER DI RUANG FARMASI PUSKESMAS PURWOKERTO TIMUR I Hidayah, Mia Rachmiati; Pratiwi, Hening; Nuryanti, Nuryanti
Acta Pharmaciae Indonesia: Acta Pharm Indo Vol 7 No 1 (2019): Acta Pharmaciae Indonesia : Acta Pharm Indo
Publisher : Pharmacy Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.3703162

Abstract

Tujuan: untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien dan hubungan kepuasan dengan kelompok karakteristik jenis kelamin, usia, pendidikan dan pekerjaan pasien terhadap pelayanan oleh apoteker di Puskesmas. Metodologi: Studi observasional dengan desain cross-sectional. Pengukuran kepuasan diukur dengan kuesioner PSPSQ (Patient Satisfaction With Pharmacist Service) versi kedua. Pengambilan data dilakukan kepada 110 responden menggunakan teknik accidental sampling. Seluruh data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Mann Whitney serta uji Kruskal Wallis   Hasil: Skor rata-rata kepuasan sebesar 3,10 yang termasuk dalam kategori puas. Terdapat perbedaan skor rata-rata yang signifikan pada kelompok karakteristik usia dan pendidikan dengan nilai p=0,000 dan p=0,009 (p<0,05). Namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kelompok karakteristik jenis kelamin dan pekerjaan dengan nilai p=0,166 dan p=0,107 (p>0,05). Kesimpulan: Pasien merasa puas dengan pelayanan yang dilakukan oleh apoteker di farmasi, namun pelayanan kefarmasian oleh apoteker di Puskesmas masih perlu ditingkatkan.
ANALISIS BIAYA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT ROEMANI SEMARANG Pratiwi, Hening
Acta Pharmaciae Indonesia: Acta Pharm Indo Vol 4 No 1 (2016): Acta Pharmaciae Indonesia : Acta Pharm Indo
Publisher : Pharmacy Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi saluran kemih adalah keadaan klinis akibat adanya mikroorganisme dalam urin sehingga dibutuhkan tata laksana terapi ISK yang tepat dan rasional terutama dalam hal pemilihan antibiotik yang tepat dan rasional bagi pasien. Sampai saat ini antibiotik tetap menjadi salah satu kategori biaya yang signifikan dalam anggaran farmasi di rumah sakit karena biaya antibiotik telah menyerap sebagian besar dari seluruh anggaran rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya penggunaan antibiotik pasien infeksi saluran kemih di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Roemani Semarang sehingga dapat memberikan gambaran biaya terapi antibiotik yang tepat dan rasional. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dan dilakukan secara retrospektif, sampel sebanyak 73 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya pelayanan kesehatan khususnya adalah biaya obat dari 73 pasien adalah 47,5 % adalah biaya penggunaan antibiotik; 47,2% adalah biaya penggunaan obat lain selain antibiotik; dan 5,3% adalah biaya penggunaan alat-alat kesehatan. Biaya penggunaan antibiotik terbanyak pada monoterapi atibiotik adalah penggunaan antibiotik levofloxacin sebanyak Rp. 6.281.440 (39,40%) dan diikuti oleh penggunaan cefotaxim sebanyak Rp. 4.029.320 (25,27%). Sedangkan biaya penggunaan antibiotik terbanyak pada terapi kombinasi atibiotik adalah penggunaan kombinasi cefixime +cefotaxime sebanyak Rp. 4.094.950 (22,39%) dan diikuti oleh penggunaan ceftriaxone + cefixime sebanyak Rp. 2.880.770 (15,76%)
FORMULASI TABLET HISAP KOMBINASI CURCUMA XANTHORIZA ROXB., CURCUMA LONGA L., DAN ZINGIBER OFFICINALE ‘SUNTI’ SEBAGAI SEDIAAN KEMOPREVENTIF KANKER Wardhani, Setia D; Nugroho, Firster; Yulianto, Dwi; Azizah, Soffatul; Wahyono, Yogi; Wasito, Hendri
Acta Pharmaciae Indonesia: Acta Pharm Indo Vol 4 No 1 (2016): Acta Pharmaciae Indonesia : Acta Pharm Indo
Publisher : Pharmacy Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker adalah penyebab kematian terbesar kelima di dunia dan kasus baru muncul secara signifikan. Akhir-akhir ini, produk alami yang digunakan secara luas sebagai kemopreventive untuk kanker. Penelitian sebelumnya melaporkan Curcuma zanthorrhiza Roxb., Curcuma longa L. Dan Zingiber officinale 'Sunti' memiliki aktivitas antikanker yang diuji secara in vitro dan in vivo. Saat ini, penggunaan C. Zanthorrhiza Roxb., C. Longa L.and Z. Officinale 'Sunti'is masih terbatas oleh masyarakat. Sehingga dibutuhkan suatu sediaan yang lebih praktis dalam bentuk formulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mempersiapkan tablet hisap dengan variasi bahan pengikat polivinilpirolidon (PVP), sehingga dihasilkan formula yang memenuhi syarat uji fisik tablet hisap serta dapat diterima oleh masyarakat. Ekstrak campuran disiapkan secara granulasi basah, sifat fisik dari uji yang dilakukan meliputi penampilan fisik, keseragaman bobot dan ukuran, uji kekerasan, uji kerapuhan, dan waktu larut dan dievaluasi berdasarkan persyaratan dalam Farmakope Indonesia edisi III dan edisi IV, data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan uji statistik ANOVA. Data responsif uji rasa hasil oleh para responden dianalisis menggunakan Kruskal Wallis. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa formulasi tablet hisap ekstrak dengan variasi dalam tingkat PVP 2-6%  menunjukkan sifat fisik yang memenuhi syarat untuk tablet hisap.
MOLECULAR DOCKING TANGERETIN AND KAEMPFEROL COMPOUND AGAINST ANTIAPOPTOTIC BCL-XL: IN SILICO STUDY Nitami, Siska Febdian; Febriansah, Rifki
Acta Pharmaciae Indonesia: Acta Pharm Indo Vol 7 No 2 (2019): Acta Pharmaciae Indonesia : Acta Pharm Indo
Publisher : Pharmacy Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.3707059

Abstract

The plants that can be developed as a chemopreventive agent are orange peel (Citrus reticulata) and tea leaves (Camellia sinensis). This study aims to determine the chemopreventive agent of tangeretin and kaempferol in silico.  In silico test was performed molecular docking by using Vina Autodock Software by deprecating tangeretin and kaempferol compounds against target protein Bcl-xL. Tangeretin and kaempferol have an affinity to the protein with score -5,8 kkal/mol and -6,4 kkal/mol, respectively. Tangeretin has a high potency in inhibiting activity against Bcl-xL protein, while kaempferol has less potency in inhibition of Bcl-xL protein.