cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Hikmah
ISSN : 24079146     EISSN : 25495666     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Al-Hikmah diterbitkan oleh Prodi Perbandingan Agama UMSurabaya dengan konten berisi kajian keagamaan dan sosial agama. Terbit 2 kali dalam setahun. Bulan Januari - Juni dan bulan Juli - Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 58 Documents
JIHAD DAN TERORISME (MAKNA JIHAD DALAM ISLAM) Huda, Sholihul
Al-Hikmah Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Jihad adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim. Allah mewajibkan jihad pada setiap muslim sebagai suatu kewajiban yang mengikat, tegas, tidak adaalternatif lain dan tidak ada tempat pelarian. Karena jihad merupakan salah satuajaran Islam yang bersifat sentral, unik dan fundamental. Namun, perasaan dengkidan benci dari kalangan musuh Islam timbul dengan berbagai cemoohan terhadapperjuangan umat Islam. Bahkan sikap fanatik, ekstrimis, dakwah sesat danmenyimpang serta bermacam lagi perkataan telah digunakan untuk melemahkansemangat perjuangan umat Islam.  Disamping itu aksi kekerasan atau teror yang terjadi dibelahan dunia inisering diidentikkan umat Islam seperti; tragedi 11 September 2001 penghancurangedung kembar WTC (World Trade Centre) di New York AS, tragedi 12 Oktober2002 bom di Sary Club dan Peddy?s Club Legian Bali, tragedi tanggal 5 Agustus2003 kasus ledakan bom di Hotel JW Mariot Jakarta, dan tragedi tanggal 9September 2004 ledakan dahsyat di depan Gedung Kedubes Australia, KuninganJakarta Selatan dan lain sebagainya. Kenyataan itu tentu merugikan umat Islam,karena ada kesan Islam identik dengan kekerasan. Adanya kesan tersebut karenadalam Islam dikenal adanya ajaran jihad yang seringkali disalah pahami olehpemakai istilah tersebut. Oleh karena itu penulis mengkaji dan meneliti jihad dan implementasinyadengan pendekatan kepustakaan dan deskriptif agar memperoreh pemahamanmenyeluruh. Jihad dalam Al-Qur?an dan hadist mengandung nilai universal, tidakterbatas ruang, waktu dan tempat. Jihad dapat diwujudkan dalam bentuk dakwah,kesabaran dalam keteguhan, perang, haji mabrur, jihad dengan harta, berbaktikepada orang tua, dan mencari nafkah untuk keluarga. Namun dinamika jihaddikalangan umat islam juga terjadi penyimpangan seperti; aksi teror dalam i?dadjihad, profanisasi ajaran Tuhan bagi aksi kemanusiaan dan bom bunuh diri. Kata Kunci: Jihad, teror, Perang.
MELAYU DAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF SEJARAH Muhsinin, Mahmud
Al-Hikmah Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKita mengenal bangsa melayu identic dengan Islam. Sudah menjadi ciri khusus bahwa orang melayu beragama Islam, bahkan budaya mereka juga berlandaskanIslam. Kerekatan Melayu dengan Agama Islam menjadi focus penelitian daritulisan ini. Bagaimana sejarah perkembangan budaya dan sastra Melayu hinggaakhirnya melebur dengan Agama Islam. Ada 3 periode perkembangan sastra melayu, yaitu Periode Hindu-Budha, Periodeawal Islam, dan periode Klasik. Periode Hindu-Budha merupakan periode dariabad 7 sampai abad ke-14, di periode ini wilayah Sumatra dan SemenanjungMalaka dalam pengaruh Hindu-Budha. Pada periode ini bangsa melayu mulaimengenal untuk membaca dan menulis. Karya sastra yang berkembang pada masaini didominasi oleh hikayat-hikayat dari Hindu-Budha. Periode awal islammerupakan periode masuknya islam ke nusantara. Di masa ini sastra melayu mulaidiislamisasikan, mereka mengenal islam dengan budayanya. Periode ini di abadke-14 sampai abad ke-16. Yang ketiga, periode klasik sastra melayu. Periode inidi abad ke-16 sampai abad ke-19. Di masa ini karya-karya sastra melayumenunjukkan jati dirinya sebagai sastra bagian dari budaya dunia islam.
PERAN DAN KEDUDUKAN WANITA DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN KATOLIK Tualeka, M. Wahid Nur
Al-Hikmah Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract  The focus of this research is to answer three fundamental problems,namely: first, what is the role and position of women in Islamic view? Secondly,what is the role and position of women in the Catholic view? Third, how aresimilarities and differences of the role and position of women in view of the tworeligions? This research is a study of literary (library research) with factualhistoricalmodels are historical facts about the role and position of women inIslam and Catholic perspective. The role and status of women here placed as anobject of research. The method used is the comparative method, comparingbetween the two legal norms and realities, both in the form of legal norms but in adifferent field, both in the form of reality. By comparing each of the aspects thatcan be formulated conclusions, along with a comparison between the two. The findings of this study: first, the Islamic equivalent to elevate womento men in general. Secondly, the Catholic Women spiritually and morally is higherthan men. Third, on the equation: 1. Both of them still maintaining responsibilityin the house of the work outside the home. 2. Both did not forbid women to workoutside the home as long as women do not necessarily let the household becomesirregular and untidy, 3. Women Muslim and Catholic alike have a role as aprotector and caregivers for their children, 4. Muslim Women and Catholicwomen also have the same inheritance rights. Differences: 1. In Islam, Charitypious and faith are equal among men with women. While the Catholic, CatholicWomen spiritually and morally higher than males. 2. In Islam, men and women,most of them are helpers and help others. They are helping each other. Whereas inCatholicism has been established that the woman was created as an auxiliaryHuman (Male). Recommendations from this study are: propaganda Islamiyah enjoiningthe good and forbidding the evil should be kept in use and never stop so the purityof Islam still exist and no loss of meaning. Allah knows best. Keywords : Catholicism, Islam, Women, Role, Position
STUDI KOMPARASI: KISAH IBRAHIM DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN KRISTEN Mas'udi, M. Maulana
Al-Hikmah Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Fokus penelitian ini adalah untuk menjawab tiga masalah utama: pertama, bagaimanakisah Abraham dalam perspektif Islam. Kedua, bagaimana kisah Abraham dalamperspektif Kristen? Ketiga, bagaimana perbandingan antara Islam dan Kisten tentangkisah Abraham?              Penelitian ini merupakan studi sastra (library research) dengan modelfaktual-historis fakta sejarah keberadaan Abraham, status Ibrahim dan Ibrahimpengorbanan. Di satu sisi, Ibrahim telah keistimean dalam Islam, yaitu bahwa Islamsyi'ar dibawa oleh Nabi Ibrahim, beberapa telah dilegitimasi oleh Nabi Muhammaduntuk ajaranya dipraktekkan oleh umat-Nya, umat Islam. Di sisi lain, beberapa ceritakenabian Abraham tidak terkaferkan dalam pandangan dunia Kristen, seperti hari-hariawal kehadiran Nabi Ibrahim dan misi utamanya, monoteisme. Kitab suci Alqurandan Alkitab, keduanya ditempatkan sebagai obyek penelitian. Metode penelitian yangdigunakan adalah pendekatan kualitatif, yaitu nilai-nilai yang ada di balik kisahAbraham di kedua tulisan suci.               Temuan penelitian ini: pertama, kisah Abraham dalam perspektif Islambenar-benar membusuk mulai dari masa kanak-kanak sampai akhir hidupnya,keberadaannya lebih jelas, termasuk status dan pengorbanan .. Kedua, kisah Abrahamdalam perspektif Kristen tidak ditemukan lengkap, masih ada sisi lain tidakterkaferkan. Ketiga, perbandingan antara Islam dan Kisten tentang kisah Abraham,ada kesamaan ada juga perbedaan di samping masalah substansi bahwa agamasebenarnya ilahi.                 Rekomendasi dari penelitian ini adalah bahwa propaganda memerintahkankebaikan dan mencegah keburukan nahy menjadi kewajiban di pundak setiap orangberiman untuk dihidup-turn dan tidak pernah berhenti, termasuk studi banding agamaharus selalu berujuk kepada Alquran dan Sunnah Nabi Muhammad shahih. WaAllahu a'lam.                                                     Kata Kunci: Cerita, Abraham, Islam, Kristen. perbandingan
HARI KIAMAT DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN BUDHA (STUDI PERBANDINGAN) Al-Amin, Mukayat
Al-Hikmah Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak            Fokus penelitian ini adalah menjawab tiga permasalahan pokok, yaitu:pertama, bagaimana hari kiamat menurut Islam?  Kedua, bagaimana hari kiamatmenurut Budhisme? Ketiga, bagaimana persamaan dan perbedaan antara Islam danBudhisme tentang hari kiamat?            Penelitian ini merupakan studi literer (library research) dengan modeldokumental-doktrinal, yaitu referensi dan kitab suci tentang kepercayan kepada harikiamat dalam pandangan Islam dan Budhisme, Di satu sisi, secara doktrinal Islamadalah termasuk agama samawi sedangkan Budhisme agama ardli. Di sisi lain, umatpenganut kedua agama tersebut telah hidup berdampingan sejak lama di Indonesia dimana secara sosialistis-relegius tidak tertutup kemungkinan adanya salingmempengaruhi antara keduanya. Kitab suci dan pikiran para ulama kedua agama diletakkan sebagai obyek penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalahpendekatan kualitatif, yakni nilai-nilai yang ada di balik kepercayaan kepada harikiamat tersebut.              Temuan penelitian ini: pertama, bahwa Islam maupun Budhisme sama-samamempunyai kitab suci, penganut dan mengajarkan tentang hari kiamat. Kedua,kepercayaan kepada hari kiamat dalam Islam termasuk rukun Iman atau pokokkepercayaan kelima, bahwa kiamat pasti datang, hari kebangkitan dan hisabkemudian selamanya di surga atau neraka. Menurut Budhisme, setiap mahkluk hidupsenantiasa mengalami perubahan dan berakhir pada kemusnahan namun bukanmerupakan akhir dari kehidupan manusia di dunia.              Rekomendasi penelitian ini adalah bahwa dakwah amar ma?ruf dan nahimunkar menjadi kewajiban di atas pundak setiap insan mukmin untuk dihiduphidupkandan jangan pernah berhenti, termasuk kajian komparatif agama yanghendaknya selalu berujuk kepada Al-Qur?an dan Sunnah Nabi Muhammad SAWyang shahih. Wa Allahu A?lam.Kata Kunci : Hari Kiamat, Islam, Budha, Komparasi
EKSISTENSI KHONGHUCU DI INDONESIA (STUDI KASUS DI KLENTENG BOEN BIO SURABAYA) Yulianto, Rahmad
Al-Hikmah Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas tentang Eksistensi Khonghucu di Indonesia, yang mencakup tiga permasalahan pokok, yaitu: pertama, bagaimana sejarah danasal usul Khonghucu? Kedua, bagaimana Perkembangan Khonghucu diIndonesia? Ketiga, bagaimana respon masyarakat terhadap keberadaanKhonghucu             Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut penulis menggunakanstudi literer (library research) dengan metode deskriptif, konten analisis dankomparatif yaitu penelitian yang tidak mengadakan perhitungan data secarakuantitatif. Penelitian pustaka dilakukan dengan membaca danmenginterprestasikan buku-buku dan dokumen yang memiliki kaitan erat, penulisberusaha mensistematisasi berbagai penemuan dari bermacam literature menjadisebuah kumpulan kalimat atau paparan yang bermakna.Penulis juga melakukanwawancara dengan narasumber             Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Eksistensi Khonghucu diIndonesia ,tidak bisa terlepas dari sejarah dan asal usul Khonghucu (552-479SM),Khonghucu menyempurnakan ajaran agama Ji Kau dan  mengajarkan kepadamurid-muridnya,dan dari sinilah maka murid-muridnya menyebut dengan ajaranKhonghucu, Walaupun Khonghucu telah meninggal, ajarannya masihberkembang dan dirasakan masyarakat Cina hingga sekarang., Namanya dikenaldidunia dan ajarannya pun tetap dipraktekkan. Ia adalah seorang guru yangbijaksana  yang mengajarkan kepada murid-muridnya tentang arti kehidupan sertamampu merubah pola pikir masyarakat Cina. Agama Khonghucu didaratan Cinadipadankan dengan sejumlah sebutan :Kongjiao/Kung Chiao,Ru Jiao/Chiao, danJi Kau.Semua sebutan tersebut merujuk pada sejarah bahwa Khonghucumerupakan agama klasik Cina yang dibangkitkan kembali oleh KhonghucuKata Kunci : Eksistensi, Khonghucu,
Isa Ibnu Maryam Dalam Perspektif Islam dan Protestan Susanti, Evilia; Huda, Sholihul
Al-Hikmah Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang analisis kisah Isa ibn Maryam dalam perspektif Islam dan Protestan, yang mencakup tiga permasalahan pokok, yaitu: pertama, bagaimana perspektif Isa ibnu Maryam dalam Islam? Kedua, bagaimana perspektif Isa ibnu Maryam dalam Protestan? Ketiga, bagaimana persamaan dan perbedaan Isa ibnu Maryam menurut Islam dan Protestan? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut penulis menggunakan studi literer (library research) dengan metode deskriptif, konten analisis dan komparatif yaitu penelitian yang tidak mengadakan perhitungan data secara kuantitatif. Penelitian pustaka dilakukan dengan membaca dan menginterprestasikan buku-buku dan dokumen yang memiliki kaitan erat, penulis berusaha mensistematisasi berbagai penemuan dari bermacam literature menjadi sebuah kumpulan kalimat atau paparan yang bermakna. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Isa ibnu Maryam dalam agama Islam dianggap sebagai seorang manusia biasa yang diutus oleh Allah sebagai nabi dan rasul. Sedangkan Protestan beranggapan bahwa Isa ibnu Maryam adalah Tuhan Putra, pribadi kedua Tuhan. Mengenai Persamaan Isa ibnu Maryam dalam kedua agama tersebut yaitu Islam dan Protestan, keduanya sepakat bahwa Isa ibnu Maryam lahir dari seorang perawan bernama Maryam (dalam Protestan disebut Maria). Dalam hal ajaran, keduanya juga sepakat bahwa Isa ibnu Maryam mengajarkan tentang hukum-hukum Taurat yang telah lalu, serta membenarkan dan menyempurnakannya. Sedangkan perbedaan Isa ibnu Maryam dalam Perspektif Islam dan Protestan yaitu: Menurut Islam kedudukan Isa ibnu Maryam hanyalah seorang nabi utusan Allah, tidak lebih dari itu yang mengajarkan risalah Tauhid. Sedangkan menurut Protestan, dalam kitab sucinya banyak menyebutkan Isa ibnu Maryam hanyalah utusan Allah, namun mayoritas penganut Protestan meyakini bahwa Isa ibnu Maryam tidak hanya utusan Allah, tetapi Isa ibnu Maryam adalah Tuhan Putra, yaitu salah satu oknum darI Tritunggal, yang mempunyai kedudukan sama dengan Tuhan. Kata kunci : Pernikahan, Islam, Protestan
Gerakan Neomodernisme Islam Di Indonesia Tualeka, M. Wahid Nur
Al-Hikmah Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Neomodernisme ini jika dilacak asal-asulnya bersumber dari paradigma pemikiran Fazlur Rahman, adapun Neomodernisme muncul sebagai respons terhadap berbagai kelemahan yang melekat dalam gerakan pembaruan sebelumnya. Di indonesia terdapat tokoh Nurcholish Madjid dan Abdurrahman Wahid sebagai intelektual neomodernism. Gerakan pembaruan pemikiran Islam secara umum ditandai dengan pemikiran-pemikiran kritis terhadap modernisasi (Barat). Hasilnya berupa tawaran alternatif-alternatif non-Barat dalam membangun dan rnembangkitkan umat Islam dari ketertinggalannya.
Trends In Islamic Thought Today (Wacana Syariat Islam Sebagai Hukum Positif Di Indonesia) Tualeka Zn, Hamzah
Al-Hikmah Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lord Meghnad Desai brings three forms of Islamism , Islamism moral , Islamism National and Global Islamism . Islamism moral , is that the Muslim-majority country should act according to the teachings of Islam . National Islamism , is that if there is a Muslim majority , the government should follow the Quran as a guide and Sharia law , and so on . Global Islamism is that Muslims must understand the history of underdevelopment (after glory for seven centuries) and fought reclaiming power.
Studi Kritis Tentang Orientalisme Setiawan, Barza; Muhsinin, Mahmud
Al-Hikmah Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus penelitian ini adalah menjawab tiga permasalahan pokok, yaitu: pertama, bagaimana historis timbulnya Orientalisme? Kedua, bagaimana karakteristik dan dinamika perkembangan Orientalisme? Ketiga, bagaimana pandangan Islam terhadap Orientalisme? Penelitian ini merupakan studi literer (library research) dengan model faktual-historikal yaitu fakta sejarah tentang kebradaan Orientalisme, karakteristik dan dinamika serta perspektif Islam terhadap misi dan tujuan kelompok ilmuan Barat tersebut. Di satu sisi, para orientalist memiliki keistimean sebagai tugas misi suci zending berbekal karakteristik khusus, yakni tugas misi keagamaan, imperial, bisnis, politis dan ilmiah, bahwa Islam (doktrin dan umatnya) harus diperdayakan agar menjadi terpuruk. Di sisi lain syarat ilmiah yang diberikan justeru merupakan beban di mana kejujuran hati dan kemurnian obyektifitas yang harus ditegakkan. Buah pikiran para orientalist dan kitab suci Al-Qur’an, keduanya diletakkan sebagai obyek penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, yakni nilai-nilai yang ada di balik kiprah mereka dan kitab suci tersebut. Temuan penelitian ini : pertama, Orientalisme merupakan suatu gerakan para ilmuan Barat yang ahli tentang dunia Islam (agama dan umat Islam), bertujuan mengkacaukan Islam dengan jalan penerbitan dan penyebaran referensi-referensi ilmiah tentang Islam dalam perspektif mereka. Kedua, timbulnya Orientalisme dimotivasi oleh lima hal: keagamaan, imperial, bisnis, politis dan ilmiah, ternyata yang terakhir disebut ini telah membuka mata agar Islam tidak dipandang sebelah mata oleh para oriuentalist. Ketiga, Islam memandang bahwa para Orientalist itu adalah ilmuan (Yahudi dan) Nasrani yang teridentifikasikan dalam Al Qura’an. Rekomendasi penelitian ini adalah bahwa dakwah amar ma’ruf dan nahy munkar menjadi kewajiban di atas pundak setiap insan mukmin untuk dihidup-hidupkan dan jangan pernah berhenti, termasuk kajian komparatif agama yang hendaknya selalu berujuk kepada al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW yang shahih. Wa Allahu A’lam. Kata Kunci: Studi Kritis, Orientalisme, Imperialisme, Al-Qur’an, Islam