cover
Contact Name
Siti Ikramatoun
Contact Email
siti.ikramatoun@unsyiah.ac.id
Phone
+626517555267
Journal Mail Official
sosiologiusk@gmail.com
Editorial Address
Gedung Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala, Jln. Tgk Tanoh Abee, Darussalam Banda Aceh, Aceh 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi)
ISSN : 22525254     EISSN : 26548143     DOI : https://doi.org/10.24815/jsu
Jurnal Sosiologi USK (JSU) mengundang para Dosen, Praktisi dan Peneliti untuk mempublikasikan naskahnya pada JSU yang terbit setiap bulan Juni dan Desember setiap tahunnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 56 Documents
KONSUMERISME DALAM PERSPEKTIF JEAN BAUDRILLARD Bakti, Indra Setia; Nirzalin, Nirzalin; Alwi, Alwi
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jsu.v13i2.15925

Abstract

 Consumerism has revealed its form. The existence of the ideology has caused ridicule and even opposition from some groups of society, while some other groups support and make it a way of life. But times seem to influence more and more people to choose the consumerist path. Indications that support this argument can be seen from the phenomenon of society making material ownership a measure of success. This article explores consumerism in Jean Baudrillard's perspective using the literature study method. Several references such as books and journals and both written directly by Baudrillard and the works of other authors on the same theme. Baudrillard's three early works brought this study to the discussion of the concept of sign-values and simulation which had made a major contribution to the development of the sociology of consumption studies.AbstrakKonsumerisme sudah menampakkan wujudnya. Keberadaan paham ini memunculkan cemoohan bahkan penentangan dari sebagian pihak, sementara sebagian pihak yang lain justru mendukung dan menjadikannya sebagai cara hidup. Namun perjalanan waktu tampaknya menggoda semakin banyak orang untuk memilih jalan konsumeris. Indikasinya dapat dibaca dari kepemilikan komoditas tertentu sebagai ukuran kesuksesan hidup. Artikel ini mengupas tentang konsumerisme dalam perpektif Jean Baudrillard dengan menggunakan metode studi pustaka. Sejumlah referensi seperti buku dan jurnal dijadikan rujukan, baik karya yang ditulis langsung oleh Baudrillard maupun karya-karya penulis lain dalam tema yang sama. Tiga karya awal Baudrillard membawa studi ini mengerucut pada konsep nilai-tanda dan dunia simulasi yang telah memberi kontribusi besar dalam pengembangan ranah studi sosiologi konsumsi.
ECONOMIC EMPOWERMENT OF THE COASTAL SOCIETY: A CASE STUDY OF UJOENG PACU VILLAGE, MUARA SATU DISTRICT, LHOKSEUMAWE - ACEH Nirzalin, Nirzalin
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jsu.v13i2.15953

Abstract

The various policies of the Indonesian government in the maritime sector have objectively succeeded in increasing the production and export value of the Indonesian fish trade in the world. The 2017 statistics, for example, show Indonesia's exports in the fisheries sector reached 979,910 tons of fish with a value of 4.09 billion US dollars. However, the amount of income in the fisheries sector only succeeded in making prosperous capital owners (toke) and contractors who obtained various infrastructure development projects. Fishermen and coastal communities actually remain in poverty. In 2017, 34% of fishermen and coastal communities were in poverty. The process of strengthening the welfare of fishermen and coastal communities can actually be done through economic empowerment programs by involving mentoring from academics across scientific disciplines. Based on the case of the empowerment of the coastal community of Ujoeng Pacu village, Lhokseumawe, this article shows the complexity of reality as well as the success of the Ujoeng Pacu community empowerment process that previously lived in the war economy and the drug economy turned into a productive economy through the cultivation of soft shell crabs and tiger shrimp with polyculture techniques. AbstrakPelbagai kebijakan pemerintah Indonesia di sektor kelautan secara objektif telah berhasil meningkatkan nilai produksi dan ekspor perdagangan ikan Indonesia di dunia. Statistik 2017, misalnya, menunjukkan ekspor Indonesia di sektor perikanan mencapai 979.910 ton ikan dengan nilai 4,09 miliar dolar AS. Namun, jumlah pendapatan di sektor perikanan yang melimpah itu secara objektif pula hanya berhasil memakmurkan pemilik modal (toke)  dan kontraktor yang memperoleh pelbagai proyek pembangunan infrastruktur disektor maritim. Sementara, nelayan dan petani dikawasan  pesisir tetap miskin. Faktanya, pada 2017 pula, 34% masyarakat nelayan dan petani pesisir berada dalam kemiskinan. Proses penguatan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir sebenarnya dapat dilakukan melalui program pemberdayaan ekonomi dengan melibatkan pendampingan dari akademisi lintas disiplin ilmu. Berdasarkan kasus pemberdayaan masyarakat pesisir desa Ujoeng Pacu, Lhokseumawe- Aceh, artikel ini menunjukkan bagaimana melalui proses pemberdayaan yang dilakukan secara intensif,  masyarakat Ujoeng Pacu yang sebelumnya hidup dalam ekonomi perang dan ekonomi narkoba perlahan berubah menjadi produktif melalui teknik budidaya polikultur kepiting cangkang lunak (Soka) dan udang windu
PENGEMBANGAN WISATA TREKKING DI KAWASAN HUTAN TAMAN WISATA ALAM DANAU BUYAN, KABUPATEN BULELENG Prasiasa, Dewa Putu Oka; Sri Widari, Dewa Ayu Diyah; Menuh, Nyoman
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jsu.v13i2.15423

Abstract

The purpose of this research is to know the potency owned by the tourist forest area of Buyan?s lake for supporting tourism tracking activities. Collecting data techniques used to achieve this research purpose is direct observation, structured interview to the tourist and deep interview with the Chief Tourism Office of Buleleng Regency, The head of natural resources conservation, and the community figure. The methods used in this research descriptive analysis method by using an explanation given by the respondents descriptively and the SWOT analysis to identify internal situation like strength and opportunities factors, and the threats in developing tracking tourism. The result of this research shows that physic potency and nonphysical potency owned in the Danau Buyan Tourists attraction area can be developed as tracking tourism. In its development process the involvement of the local community, the tourist and Conservation Nature Resources Conservation are very important factorsAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi yang dimiliki oleh kawasan hutan wisata danau Buyan untuk mendukung kegiatan pelacakan pariwisata. Data dalam penelitian bersumber dari observasi langsung, wawancara terstruktur kepada wisatawan dan wawancara mendalam dengan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Kepala konservasi sumber daya alam, dan tokoh masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dengan menggunakan penjelasan yang diberikan oleh responden secara deskriptif dan analisis SWOT untuk mengidentifikasi situasi internal seperti faktor kekuatan, peluang dan ancaman dalam mengembangkan wisata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa potensi fisik dan potensi nonfisik yang dimiliki kawasan objek wisata Danau Buyan dapat dikembangkan sebagai trekking wisata. Dalam proses pengembangannya keterlibatan masyarakat setempat, para wisatawan dan Konservasi Sumber Daya Alam merupakan faktor yang sangat penting.
Mendamaikan Aktor dan Struktur dalam Analisis Sosial Perspektif Teori Strukturasi Antony Giddens Nirzalin, N
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.146 KB)

Abstract

Dunia keilmuan sosiologi dalam analisis-analisisnya terjerembab kedalam kebekuan teoritis. Jika tidak terperangkap ke dalam mazhab fenomenologisme maka ia terpasung dalam strukturalisme. Mazhab fenomenologisme di satu sisi menempatkan aktor sebagai dewa yang mampu mewujudkan sendiri semua tindakan-tindakannya. Maka para sosiolog yang tergabung dalam mazhab teoritis ini dalam bahasanya Weber selalu berusaha mencari motif apa dibalik tindakan aktor. Sebaliknya disisi lain penganut paham strukturalisme menempatkan aktor seperti robot yang dikendalikan oleh remote kontrol. Remote kontrol itu adalah struktur atau fakta sosial dalam bahasanya Durkheim. Aktor individu yang terpasung, tidak kreatif dan hanya bertindak berdasarkan apa yang diinginkan oleh struktur atau fakta sosial. Maka para sosiolog yang semazhab dengan strukturalisme ini dalam analisisnya terhadapfenomena sosial selalu berusaha menelusuri struktur dan norma-norma sosial seperti apa yang mempengaruhi aktor. Giddens menilai kedua mazhab ini menggunakan kacamata kuda (hanya mampu melihat satu arah) dalam analisis sosialnya. Akibatnya mereka tidak mampu memahami realitas sosial secara utuh dan komprehensif. Untuk mengatasi problem teoritis dari kedua mazhab teoritik yang dominan dalam ranah sosiologi ini, Giddens kemudian menawarkan teorinya yang dinamakan teori strukturasi. Apa itu teori strukturasi?. Bagaimana kerangka epistemologi teori ini dalam memahami realitas sosial?. Kedua pertanyaan itulah yang akan dijawab dan dikupas dalam tulisan ini. Kata Kunci : Strukturasi, Fenomenologisme, Strukturalisme
Waste Management Based On Women's Empowerment In Air Lintang Sub District Muara Enim Lidya, Eva; Sartika, Diana Dewi; Isyanawulan, Gita
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 11, No 1 (2017): Perkembangan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.776 KB)

Abstract

This research is intended to describe waste management based on women’s empowerment in Air Lintang Sub District, Muara Enim Regency. It is a qualitative research. The techniques of collecting the data are in-depth interview, observation and documentation. Data analysis is conducted through reduction, data display and conclusion. The research of this study showed that there were three main aspects in general; they are a) Capacity Building, b) Cultural Change, and c) Structural adjustment. The form of capacity building are waste management and improvement of management skills. While, the cultural change, that is to change the mindset of disgusting garbage into high economic value. Structural adjustment is about the policy aspect that support the waste management based on women’s empowerment. The three aspects included on waste management based on women’s empowerment in Air Lintang Sub District. This description can be used as a model for waste management in other areas. Keywords : waste management, women’s empowerment
Sosiologi Bencana: Sebuah Refleksi Pasca Gempa dan Tsunami di Aceh Saputra, Akmal
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 9, No 1 (2016): Politik dan Perubahan Sosial
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.532 KB)

Abstract

Tulisan ini berangkat dari sebuah pengalaman dan pengamatan panjang penulis terhadap apa yang telah terjadi di Aceh pasca gempa dan tsunami tahun 2004. Penulis mencoba merefleksikan kembali sebagai upaya untuk “melawan lupa” apa yang sesungguhnya telah terjadi di Aceh, sekalipun tulisan-tulisan tentang gempa dan tsunami Aceh telah banyak ditulis oleh para akademisi dan praktisi, namun penulis menilai tulisan tentang gempa dan   tsunami   Aceh   masih   layak   dikaji   untuk   pengembangan   ilmu pengetahuan khsususnya bidang sosiologi. Adapun yang menjadi kajian dalam tulisan ini adalah: Pertama, membahas tentang dinamika sosial pembangunan masyarakat dan perubahan sosial. Kedua, Kritik terhadap pembangunan pasca gempa dan tsunami Aceh. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembangunan masyarakat yang telah dilakukan pasca gempa dan tsunami   selain   memberikan   manfaat,   namun   juga   berdampak   pada perubahan perilaku masyarakat, misalnya ketidak-jujuran penerima manfaat, ketergantungan penerima manfaat terhadap bantuan, nilai-nilai kebersamaan dan   kegotong-royongan  menjadi   pudar.   Perubahan-perubahan   lainnya adalah  mempengaruhi  pada  pengamalan  agama,  kehidupan  sosial,  gaya hidup westernisasi dan perubahan pola pikir masyarakat, perubahan- perubahan pada arah positif juga terjadi, misalnya masyarakat mendapatkan pendidikan  nonformal  melalui  berbagai  program  pembangunan  pasca gempa dan tsunami. Motivasi pemuda untuk melanjutkan studi jenjang yang lebih tinggi, karena begitu banyak beasiswa dan juga peluang kerja yang terbuka lebar. Tulisan ini juga memberikan kritik pada program-program pembangunan yang dilakukan pasca gempa dan tsunami, kritik yang diberikan adalah pada tahap perencanaan dan pelaksanaan, selain itu tulisan ini juga memberikan beberapa rekomendasi sebagai bahan evaluasi untuk menyukseskan pembangunan dimasa mendatang. Kata   kunci:   Dinamika   Sosial,   Pembangunan   Masyarakat   dan Perubahan Sosial
Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kemitraan di Desa Koloray Kabupaten Pulau Morotai Sugianto, Muchammad; Djana, Amrul; Ismail, Abdullah
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 10, No 2 (2016): Pengetahuan dan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.867 KB)

Abstract

Penelitian ini ingin menghasilkan model pengembangan desa wisata berbasis kemitraan antara masyarakat setempat dengan pemerintah desa, pemerintah kabupaten dan pengusaha pariwisata. Yaitu suatu bentuk model pengembangan pariwisata dengan memperhatikan kajian teknis tataguna ruang dan tata bangunan, pengembangan dan pemanfaatan infrastruktur pariwisata yang telah ada, dan mengembangkan kemitraan dalam usaha pariwisata secara berkelanjutan. Tujuannya untuk penataan kawasan obyek-obyek wisata di Desa Kolorai yang lebih baik, mengembangkan usaha-usaha pariwisata masyarakat setempat berbasis kemitraan dan hasil akhirnya adalah meningkatnya kepuasan wisatawan dengan indikator meningkatnya jumlah dan lama kunjungan wisatawan baik domestik maupun negara ke OTW Desa Kolorai
Elit dan Kekuasaan pada Masyarakat Desa Amin, Khairul
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 11, No 2 (2017): Pembangunan Masyarakat Desa dan Kota
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.537 KB)

Abstract

This research is a field research that tries to discribe and map social relation between society and government and how society participation to government itself. Data collected by observation, interview and document then analyzed with qualitative approach with analytical descriptive method. The results of this study indicate that the wheels government are still full of manipulation by a group of elites who with its power make society as the object of policy. The power of elite creates dominance where society does not have sufficient access to influence or feedback on government policy. This happens because the government doesn’t use democratic means, or doesn’t become a "father" for the people in organizing the government. The government is only an administrator rather than a leader so that relations and participation between the community and the government is a relationship of dominance, pseudo-participation, manipulative and co-optative. Public participation becomes negative and the deterioration of social relations is a manifestation of society's disillusionment with the elite (elite in power) and the reality is exacerbated by insensitivity and lack of government attention to the objective conditions of society.Keywords: Relation, Power, Elite, Government, Participation
Babak Baru Metode Penelitian Geografi Manusia Taher, Alamsyah
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 11, No 1 (2017): Perkembangan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.873 KB)

Abstract

Ruang lingkup kajian geografi saat ini telah mengalami persinggungan, bahkan terintegrasi dengan disiplin ilmu lain. Perubahan ini tidak saja pada materi kajian, tetapi juga telah sampai pada level paradigm. Geografi tidak lagi dimaknai sebagai ilmu tentang ruang secara fisik. Geografi adalah ilmu tentang runag secara fisik  dan  ilmu  tentang  ruang  manusia.  Kajian  geografi  tradisional telah bergeser pada isu-isu yang tidak hanya di dominasi oleh isu fisik dan maskulitas semata. Perbedaan fenomena di bidang geografi telah memungkinkan studi geografi lebih maju dan mumpuni dalam menjawab isi yang ada. Berawal dari berbagai perbedaan, geografi dikenal sebagai studi yang mengkaji ketidak seimbangan suatu wilayah (spatial enevennes).Kata kunci: geografi, kajian, manusia
Dekonstruksi Makna Memakai “Boh Gaca” (Memakai Inai) Pada Masyarakat Aceh Dalam Kajian Jaques Derrida Situmeang, Marini Kristina
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 10, No 2 (2016): Pengetahuan dan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.264 KB)

Abstract

Budaya bukan merupakan suatu konsep yang statis, tetapi justru sangat dinamis. Oleh karenanya, banyak cara yang saat ini dapat dilakukan untuk kembali memahami makna-makna yang terkandung dalam suatu budaya sesuai dengan realita saat ini. Makna adalah produk dari suatu perbedaan tanda yang terkait dengan tanda-tanda lain. Makna bukan sesuatu yang terberi, melainkan konstruksi budaya dan produksi tanda-tanda secara sosial. Artinya, apabila ada perubahan sosial budaya, maka makna akan berubah sesuai dengan kepentingan para pemakna secara interpretatif. Dekonstruksi dalam hal ini oleh penulis merupakan pembongkaran terhadap budaya serta makna “boh gaca” (memakai inai) dengan cara membaca kehidupan yang orisinil. Pemaknaan baru yang dimunculkan adalah makna yang dibaca kembali berdasarkan eksistensi yang nyata dan sesuai dengan fakta yang mengalami perubahan secara terus- menerus. Menganalisis sebab terjadinya dekonstruksi makna memakai Boh Gaca, mengacu  pada  pandangan  Derrida  yang  memandang  (mengabstraksikan)  realitas sebagai realitas ciptaan (produksi, konstruksi) atau diciptakan kembali (reproduksi, rekonstruksi).  Dalam  istilah  “dekonstruksi”  realitas  itu  adalah  suatu  konstruksi realitas  baru  sebagai  hasil  dari  konstruksi  realitas  sebelumnya  yang  telah  di dekonstruksi. Kajian yang dilakukan dengan menggunakan metode library ini merupakan kajian Dekonstruksi yang terjadi atas makna memakai boh gaca melalui pembacaan ulang atas teks budaya yang disebabkan oleh fenomena. Fenomena pemakaian boh gaca saat ini telah menggeser makna filosofis boh gaca menjadi alat ekonomi melalui pengembangan budaya tata rias. Kata kunci: Dekonstruksi, Makna, Boh Gaca