cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya)
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25497715     EISSN : 25497715     DOI : -
Jurnal Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya) merupakan jurnal yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Budaya sebagai media publikasi ilmiah hasil penelitian dalam bidang bahasa, sastra, seni, dan budaya, termasuk pengajarannya. Terbit sebanyak empat kali setahun, yaitu pada bulan Januari, April, Juli, dan Oktober, dan diterbitkan hanya dalam format elektronik.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 4 (2017): Edisi Oktober 2017" : 11 Documents clear
THE HIERARCHY OF NEEDS REFLECTED IN MICHAEL OHER’S CHARACTER IN THE BLIND SIDE MOVIE Sari, Linda; Natsir, M.; Valiantien, Nita Maya
Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya) Vol 1, No 4 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.733 KB) | DOI: 10.30872/ilmubudaya.v1i4.767

Abstract

ABSTRACT This study is aimed to find how Michael Oher fulfilled his needs and to convey Michael Oher’s character when all his needs have been fulfilled and his dominant character in the movie of The Blind Side. The method that is used by the writer is descriptive qualitative. The data of this study were analyzed with the hierarchy of needs theory by Abraham Maslow. The writer analyzed the dialogue also narration that reflected the needs of the main character and also the changes of his character. The result of this study shows Oher could fulfill all of his needs from the lowest stage that begins with physiological needs, safety needs, love and belonging needs, self-esteem needs, and the last is self-actualization needs. Regarding to all of his needs that had been already fulfilled, his character also changed from a silent boy to a confident character who could express himself in sport and became one of the players that had a big influenced to the team. Last, for the dominant character that appeared in Oher was the protective character which was found in two different needs based on Maslow’s. Keywords: hierarchy of needs, character, characterization, The Blind Side movie  ABSTRAK Kajian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Michael Oher memenuhi kebutuhan hidupnya dan menemukan bagaimana karakter Michael Oher ketika segala kebutuhan hidupnya sudah terpenuhi. Juga, kajian ini bertujuan untuk mengungkap karakternya yang dominan. Metode yang digunakan penulis adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini dianalisa dengan teori Hierarchy of Needs dari Abraham Maslow. Penulis menganalisa dialog dan juga narasi yang mencerminkan kebutuhan hidup karakter utama dan perubahan karakternya. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Oher mampu  memenuhi kebutuhan mulai dari kebutuhan fisiologis, kemanan, sosial, harga diri, dan kebutuhan pencapaian. Berkaitan dengan semua kebutuhan yang sudah terpenuhi, karakternya juga berubah dari lelaki yang pendiam menjadi karakter yang percaya diri dan bisa mengekspresikan dirinya dalam olahraga dan juga menjadi salah satu pemain yang memiliki pengaruh besar bagi timnya. Terakhir, untuk karakter dominan yang terlihat di Oher adalah karakter yang protektif dan di temukan didalam dua kebutuhan berbeda berdasarkan teori dari Maslow.  Kata kunci: hierarchy of needs, karakter, pemeranan, film The Blind Side
PENGEMBANGAN TEKNIK PEMBELAJARAN MENULIS DAN MEMBACA MELALUI GERAKAN LITERASI SEKOLAH Sari, Eka Dewi Lukmana; Mursalim, Mursalim; Murtadlo, Akhmad
Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya) Vol 1, No 4 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.888 KB) | DOI: 10.30872/ilmubudaya.v1i4.772

Abstract

ABSTRACT This study aims to describe the planning, implementation, evaluation, and the effectiveness of the development of learning techniques of writing and reading through the School Literacy Program. This research uses research and development method which produce Literation Book development product. The results of the analysis concluded that the planning resulted in the compilation of the GLS program and the Literacy Book material instrument that has been validated by the material and linguist. Implementation of development through initial trials, revisions, and final trials resulted in increased interest in writing and reading talent, evaluation stages with interview triangulation techniques and inquires with peer teachers and students. The effectiveness stage obtained the average value recapitulation 92,5 categories very good or effective. Keywords: learning technique, writing, reading, literacy ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan efektivitas pengembangan teknik pembelajaran menulis dan membaca melalui Gerakan Literasi Sekolah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan yang menghasilkan produk pengembangan Buku Literasi. Hasil analisis disimpulkan bahwa perencanaan menghasilkan penyusunan program GLS dan instrumen materi Buku Literasi yang telah divalidasi oleh ahli materi dan ahli kebahasaan. Pelaksanaan pengembangan melalui uji coba awal, revisi, dan uji coba akhir menghasilkan peningkatan minat bakat menulis dan membaca, tahap evaluasi dengan teknik triangulasi wawancara dan angket dengan guru rekan sejawat dan siswa. Tahap efektivitas didapatkan rekapitulasi nilai rata-rata 92,5 kategori sangat baik atau efektif. Kata kunci: teknik pembelajaran, menulis, membaca, literasi 
BENTUK, FUNGSI, DAN NILAI TUTURAN DALAM UPACARA ADAT BIDUK BEBANDUNG SUKU BULUNGAN: KAJIAN FOLKLOR Istian, Irpan; Hudiyono, Yusak; Rokhmansyah, Alfian
Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya) Vol 1, No 4 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.924 KB) | DOI: 10.30872/ilmubudaya.v1i4.710

Abstract

                 AbstractThis research has a purpose to describe the form, function and value in Biduk Bebandung tradition ceremonial, Bulungan tribe, through the folklore investigate. The writer has interested to investigate the speech in Biduk Bebandung tradition ceremonial in order to increase the knowledge of culture which has been inheritance from the elders of Bulungan tribe. This research use the qualitative-descriptive method to collect the information and description of form, function and value in Biduk Bebandung tradition ceremonial through folklore investigate. Moreover, the resource of this research is indirect from the informant in the field. The technique in collecting the data, the writer uses the interview and observation technique. To analyze the data, the writer uses data reduction, data display and conclusion. Thus, the result of this research showed that the speech in Biduk Bebandung tradition ceremonial there are line-form, Mengawa speech has 14 lines which is arranged of 6-13 words each line, Tolak Bala speech has 8 lines with 5-14 words each line, Selamat speech has 7 words each line, Mohammad’s Solawat speech has 3 lines with 3-7 words each line, Tahlil speech has 11 lines with 3-105 words each line. Furthermore, those speeches in Biduk Bebandung tradition ceremonial have functions such as entertain, as mediator legalization, the culture league itself and as the media education. Thus, in the Biduk Bebadung tradition, there is a religion value that as a wish to Allah SWT. Keywords: Biduk Bebandung, form, function, value  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan nilai tuturan dalam upacara adat Biduk Bebandung suku Bulungan ditinjau dari kajian folklor. Penulis tertarik mengkaji tuturan dalam upacara adat Biduk Bebandung agar dapat mengetahui tuturan dan kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang kerajaan suku Bulungan. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu untuk memperoleh informasi dan gambaran bentuk, fungsi, dan nilai tuturan dalam upaca adat Biduk Bebandung berdasarkan kajian folklor. Sumber data penelitian adalah hasil dari penelitian lapangan dan didapatkan dari narasumber. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tuturan dalam upacara adat Biduk Bebandung terdapat bentuk baris, tuturan Mengawa terdiri dari 14 baris dengan 6-13 kata per baris, tuturan Tolak Bala terdiri dari 8 baris dengan 5-14 kata per baris, tuturan Selamat terdiri dari 7 baris dengan 5-14 kata per baris, tuturan Selawat Nabi Muhammad terdiri dari 3 baris dengan 3-7 kata per baris, tuturan Tahlil terdiri dari 11 baris dengan 3-105 kata per baris. Selanjutnya, fungsi tuturan dalam upacara adat Biduk Bebandung adalah sebagai hiburan, sebagai alat pengesahan pranata-pranata dan lembaga kebudayaan, dan sebagai alat pendidikan anak. Lalu, nilai tuturan dalam upacara adat Biduk Bebandung terdapat nilai religi berupa permohonan kepada Allah SWT. Kata kunci: Biduk Bebandung, bentuk, fungsi, nilai
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPLANASI DENGAN MEDIA BERBASIS ADOBE FLASH SISWA KELAS XI SMA Windhiarty, Wiwin; Haruna, Jafar; Sulistyowati, Endang Dwi
Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya) Vol 1, No 4 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.029 KB) | DOI: 10.30872/ilmubudaya.v1i4.768

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the effectiveness of learning to write the text explanation of the complex media using adobe flash the students of class XI SMA Negeri 2 Sebulu. Sources of data in this study were obtained from: (1) the respondents, namely: the students of class XI MIPA 3 and XI IPS 3 SMA Negeri 2 Sebulu, (2) informants, namely: validator, students and teachers of bahasa indonesia SMA Negeri 2 Sebulu, (3) Documents, namely: specialized textbook, a recapitulation of the value of student learning outcomes and the value of the written text explanation, and library books. Instrument the effectiveness of media use adobe flash using the objective test. Data analysis techniques using descriptive statistics. Based on the analysis of the data obtained the results of the assessment of the cognitive aspects and the assessment write text explanation of the complex has been done in class XI SMA Negeri 2 Sebulu with reference to the criteria of effectiveness in this study, it is known that media-based learning adobe flash effectively used in writing the text of the explanation and improve student learning outcomes. This can be seen in the results of the assessment of cognitive aspect obtained the average value of on the initial test of 59 and 85 on the final test. Further assessment of writing skills text eksplansi complex acquisition of the average results of the write with the value of the initial test 67-test and final test to be 85. Keywords: effectiveness, writing, text eksplanasi, adobe flash ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran menulis teks eksplanasi kompleks menggunakan media adobe flash siswa kelas XI SMA Negeri 2 Sebulu.Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari: (1) responden, yaitu: siswa kelas XI MIPA 3 dan XI IPS 3 SMA Negeri 2 Sebulu, (2) informan, yaitu: validator, siswa dan guru bahasa indonesia SMA Negeri 2 Sebulu, (3) dokumen, yaitu: berupa buku ajar, rekapitulasi nilai hasil belajar siswa dan nilai menulis teks eksplanasi, dan buku- buku kepustakaan. Instrumen efektivitas penggunaan media adobe flash menggunakan tes objektif. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil penilaian aspek kognitif dan penilaian menulis teks eksplanasi kompleks yang telah dilakukan di kelas XI SMA Negeri 2 Sebulu dengan merujuk pada kriteria keefektifan dalam penelitian ini, maka diketahui bahwa media pembelajaran berbasis adobe flash efektif digunakan dalam menulis teks eksplanasi dan meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat pada hasil penilaian aspek kognitif diperoleh nilai rata-rata pada tes awal 59 dan 85 pada tes akhir. Selanjutnya dilakukan penilaian keterampilan menulis teks eksplansi kompleks perolehan rata-rata hasil menulis dengan nilai tes awal 67 dan tes akhir menjadi 85. Kata kunci: efektivitas, menulis teks eksplanasi, adobe flash
PENGEMBANGAN MEDIA BLOG DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ANEKDOT PADA SISWA KELAS X SMA Sari, Resmi; Hudiyono, Yusak; Soe’oed, Rahmad
Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya) Vol 1, No 4 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.413 KB) | DOI: 10.30872/ilmubudaya.v1i4.712

Abstract

Abstract  This research aims to produce of blog-based media development in learning anecdote text writing with X class replication. The research method used is the research development method which is ASSURE development design. Data analysis is using problem test, instrument and questionnaire. The results of media development research stated that blog-based learning media developed is appropriate. The results of development research show 1) The feasibility of developing a blog media learning design, the results of material expert validation for learning materials based on blogs of 98 are in excellent qualifications. The results of validation of educational practitioners for media and blog-based learning materials of 99 are in excellent qualifications. The results of validation of media learning experts for blog-based learning media of 100 are in excellent qualifications; 2) The feasibility of the media of the learning blog by the teacher shows that at the time of the limited trial of the material aspect and presentation showed a negative response with the frequency of the total percentage of 75%, increasing to 100% during trial after revision; 3) The effectiveness of learning both indicated by the completeness of the learning result of concept comprehension on anecdotal text writing material as well as writing skill is exceeded with value ≥75, student learning outcomes have exceeded KKM with 100% completeness percentage with mean score 83,4. The development of a learning blog media writing anecdotal text has the feasibility, practicality, and effectiveness. Based on the research findings, it is concluded that the development of blog-based learning media as a medium in learning can be studied independently to overcome one of the teaching problems. Keywords: writing lesson, media blog, anecdotal text Abstrak  Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media berbasis blog dalam pembelajaran menulis teks anekdot dengan replikasi kelas X. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (research and development) dengan pembelajaran model ASSURE. Analisis data menggunakan tes soal, instrumen dan angket. Hasil penelitian pengembangan media menyatakan bahwa media pembelajaran berbasis blog yang dikembangkan sudah sesuai. Hasil penelitian pengembangan menunjukkan bahwa (1) kelayakan pengembangan desain pembelajaran media blog, hasil validasi ahli materi untuk materi pembelajaran berbasis blog sebesar 98 berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil validasi praktisi pendidikan untuk media dan materi pembelajaran berbasis blog sebesar 99 berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil validasi ahli media pembelajaran untuk media pembelajaran berbasis blog sebesar 100 berada pada kualifikasi sangat baik; (2) kelayakan media blog pembelajaran oleh guru menunjukkan bahwa pada saat ujicoba terbatas aspek materi dan penyajian menunjukkan respon negatif dengan frekuensi persentase total 75%, meningkat menjadi 100% saat ujicoba lapangan setelah revisi; (3) keefektifan pembelajaran baik yang diindikasikan oleh ketuntasan hasil belajar pemahaman konsep pada materi menulis teks anekdot maupun keterampilan menulis terlampaui dengan nilai ≥75, hasil belajar siswa telah melampaui KKM dengan persentase ketuntasan 100% dengan nilai rata-rata 83,4. Pengembangan media blog pembelajaran menulis teks anekdot memiliki kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan kategori baik. Berdasarkan temuan penelitian, disimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran berbasis blog sebagai media penyampai pesan dalam pembelajaran dapat dipelajari secara mandiri untuk mengatasi salah satu permasalahan mengajar. Kata kunci: pembelajaran menulis, media blog, teks anekdot  
PENGEMBANGAN PERENCANAN PEMBELAJARAN MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK SISWA KELAS X SMA Mugianto, Mugianto; Ridhani, Ahmad; Arifin, Syaiful
Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya) Vol 1, No 4 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.263 KB) | DOI: 10.30872/ilmubudaya.v1i4.769

Abstract

ABSTRACT This development aims to develop learning implementation plan, and develop evaluation of lesson planning to write text of observation report with model of project-based learning of class X SMA Negeri 1 Sendawar. The development method used is Research and Development (R & D) with Borg & Gall development model. The study population is all students of class X SMA Negeri 1 Sendawar which amounts to 93 students. Trials are conducted in two stages: test by small groups and large group trials or field trials. Observation data collection techniques, interviews, and tests. Data were analyzed using descriptive and descriptive quantitative statistics. Development of the implementation of learning to write text reports of observation results of project-based learning model on high school students X high school has a very good response. This result is obtained from the assessment instrument of students as much as 60 students and shows the percentage value of 92.57% fall into very good category. Product development of learning planning writing text observation report with project-based learning model has a very good quality shown by the excellent design validator validation of 97% and excellent material validator assessment of 95%. Product development of learning planning to write text of observation result with model of project-based learning is effective in improving student learning outcomes as evidenced by the average increase of student learning outcomes in small groups of 67.16% value increased to 87.16%. Keywords: development, observation, and project-based reports ABSTRAK Pengembangan ini bertujuan mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran, dan mengembangkan evaluasi perencanaan pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi dengan model pembelajaran berbasis proyek siswa kelas X SMA Negeri 1 Sendawar. Metode pengembangan  yang digunakan adalah Research and Development  (R&D) dengan model pengembangan Borg & Gall. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Sendawar yang berjumlah 93 orang siswa. Uji coba dilakukan dua tahap yaitu: uji oleh kelompok kecil dan uji coba kelompok besar atau uji coba lapangan. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan tes. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan deskriptif kuantitatif. Pengembangan pelaksanaan pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi model pembelajaran berbasis proyek pada siswa kelas X SMA memiliki respons yang sangat baik. Hasil ini diperoleh dari instrumen penilain respons dari siswa sebanyak 60 siswa dan menunjukan nilai persentase 92,57% masuk dalam kategori sangat baik. Produk pengembangan perencanaan pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi dengan model pembelajaran berbasis proyek memiliki kualitas yang sangat baik ditunjukan dengan penilaian validator desain sangat baik sebesar 97% dan penilaian validator materi sangat baik sebesar 95%. Produk pengembangan perencanaan pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi dengan model pembelajaran berbasis proyek efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa yang dibuktikan dengan peningkatan rata-rata hasil belajar siswa pada kelompok kecil dari nilai sebesar 67,16% mengalami peningkatan menjadi 87,16%. Kata kunci: pengembangan, laporan hasil observasi, dan berbasis proyek  
POLITENESS STRATEGIES USED BY THE CHARACTERS IN FINDING NEVERLAND MOVIE (2004) Sari, Karina; Sili, Surya; Setyowati, Ririn
Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya) Vol 1, No 4 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.397 KB) | DOI: 10.30872/ilmubudaya.v1i4.714

Abstract

ABSTRACT Politeness is one of important thing in doing conversation to avoid misunderstanding between speaker and hearer during the conversation to make the social interaction running more harmony. The purposes of this research were to find out types of politeness strategies, factors influencing the characters in using politeness strategies and the dominant politeness strategy used by the characters in Finding Neverland movie. The research method in this research was descriptive qualitative research, the theory of politeness strategies by Brown and Levinson (1987) was used to analyze the four types of politeness strategy. The result of this research showed that there were fifty eight utterances represented four politeness strategies used by the characters in Finding Neverland movie. Fourteen utterances represented of bald on record strategy, twenty seven utterances represented of positive politeness strategy, sixteen utterances represented of negative politeness strategy and oneutterance represented bald off record strategy. There are 2 factors influencing the choice of politeness strategies used by the characters in Finding Neverland movie. They are intrinsic payoff and relevant circumstances. Fifty eight utterances categorized as politeness strategies, twenty seven of them belong to positive politeness strategy, so that positive politeness strategy is the most dominantly used by the characters in Finding Neverland movie. Keywords: pragmatics, context, politeness strategies, movie  ABSTRAK Kesantunan merupakan satu hal penting dalam melakukan suatu percakapan untuk menghindari kesalahpaham antara pembicara dan pendengar dalam melakukan percakapan agar interaksi sosial berjalan lebih harmonis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tipe - tipe strategy kesantunan, factor - faktor yang mempengaruhi karakter dalam menggunakan strategi kesantunan dan juga strategi kesantunan yang paling dominan digunakan oleh karakter dalam film Finding Neverland. Metode penelitian ini adalah bersifat deskripsi kualiatif dengan menggunakan teori strategi kesantunan oleh Brown dan Levinson (1987) yang digunakan untuk menganalisa tipe strategi kesantunan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat lima puluh delapan ujaran yang mewakili keempat strategi kesantunan yang digunakan oleh karakter dalam film Finding Neverland. Empat belas ujaran mewakili strategi kesantunan langsung (tanpa basa basi), dua puluh tujuh ujaran mewakili strategi kesantunan positif, enam belas ujaran mewakili strategi kesantunan negatif, dan satu ujaran mewakili strategi kesantunan tak langsung (basa basi). Terdapat dua faktor yang mempengaruhi pemilihan strategi kesantunan yang digunakan oleh karakter dalam film Finding Neverland. Faktor tersebut adalah faktor payoff dan faktor keadaan. Lima puluh delapan ucapan yang dikategorikan kedalam strategi kesantunan, dua puluh tujuh diantaranya merupakan startegi kesantunan positif, oleh karena itu strategi kesantunan positif adalah strategi yang paling dominan digunakan oleh karakter dalam film Finding Neverland. Kata Kunci: pragmatik, konteks, strategi kesantunan, film
PENGEMBANGAN MEDIA MOBILE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS DESKRIPSI PADA SISWA KELAS X SMK Wati, Eka Irma; Ilyas, Mohammad; Sulistyowati, Endang Dwi
Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya) Vol 1, No 4 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.37 KB) | DOI: 10.30872/ilmubudaya.v1i4.770

Abstract

ABSTRACT This research was conducted with the aim of: (1) designing mobile learning media in writing description text learning, (2) making plan and implement learning by using mobile learning, and (3) knowing the effectiveness of mobile learning media in learning Indonesian class X SMK. The method used is a research and development model adapted from Sugiono with 10 stages starting with identifying potentials and problems, data collection, product design, design validation, design revision, product testing, product revision, trial usage, product revision and mass production. The location of the research is SMKN 3 Samarinda from April to May 2017. Based on data analysis, mobile learning media is feasible and effective in learning to write description for students of class X SMK.  Keywords: learning media, mobile learning, writing description  ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: (1) mendesain media mobile learning dalam pembelajaran menulis teks deskripsi, (2) membuat perencanaan dan melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan mobile learning, dan (3) mengetahui efektivitas media mobile learning dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas X SMK. Metode yang digunakan adalah model penelitian dan pengembangan yang diadaptasi dari Sugiono dengan 10 tahapan yang diawali dengan mengidentifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk, dan produksi masal. Lokasi penelitian adalah SMKN 3 Samarinda pada bulan April sampai dengan Mei 2017. Berdasarkan analisis data, media mobile learning layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran menulis deskripsi bagi siswa kelas X SMK. Kata kunci: media pembelajaran, mobile learning, menulis deskripsi
Pra-Isi Jurnal ILMU BUDAYA, Admin
Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya) Vol 1, No 4 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.648 KB) | DOI: 10.5281/ilmubudaya.v1i4.1277

Abstract

AN ANALYSIS OF ILLOCUTIONARY ACT AND PERLOCUTIONARY ACT OF JUDY HOPPS UTTERANCES IN ZOOTOPIA MOVIE (2016) Nadeak, Magdalena Febriwati; Sunggingwati, Dyah; Valiantien, Nita Maya
Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya) Vol 1, No 4 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.319 KB) | DOI: 10.30872/ilmubudaya.v1i4.713

Abstract

ABSTRACT In this research, the researcher focused on finding the types of illocutionary act, the context of illocutionary act and whether Judy Hopps’ utterances affected the hearers performing the perlocutionary act in Zootopia movie. The researcher used two theories by George Yule and Dell Hymes in order to answer the three research questions; what types of illocutioay acts performed by Judy Hopps’ utterances, what the contexts of ilocutionay acts found in Judy Hopps’ utterances and how successful the illocutionary acts of Judy Hopps’ utterances affected the hearers performing the perlocutionary acts in Zootopia movie. Illocutionary act is performing an act by saying something. There were five types of illocutionary act, such as: representatives, directives, commissives, expressives and declarations. Zootopia movie is a story about a little rabbit; named Judy Hopps as the main character in Zootopia movie. She is an idealistic, cheery, and optimistic and then she wants to be a police officer in Zootopia city. Using descriptive qualitative method, the data of this research were gathered from the utterances containing the types and the context of illocutionary act also whether Judy Hopps’ utterances affected the hearers performing the perlocutionary act in the conversation of Zootopia movie. The results showed that there were thirteen utterances in the form of representative which can be categorized into statements of fact, assert, conclusion, inform, affirm, and report. Thirteen directive utterances in the form of commands, orders, insist, ask, entreat, request. Commissives appeared in the form of commit, promising, refuse, wishing and threatening. Expressives which appear in the form of complimenting, deploring, greeting, mocking, thanking, praising, apologizing, and leave-taking. The last type of illocutionary act was declaration which appeared in the form of approving. Keywords: Zootopia movie, types of illocutionary act, the context of illocutionary act, the perlocutionary act  ABSTRAK Dalam penelitian ini, peneliti fokus mengetahui jenis-jenis tindak ilokusi, konteks tindak ilokusi dan apakah ungkapan-ungkapan Judy Hopps mempengaruhi pendengar menampilkan efek dari tindak ilokusi tersebut di film Zootopia. Peneliti menggunakan dua teori dari George Yule dan Dell Hynes untuk menjawab tiga rumusan-rumusan masalah, yaitu: apa saja jenis-jenis tindak ilokusi yang ditampilkan dari ungkapan-ungkapan Judy Hopps; apa saja konteks-konteks yang di temukan pada ungkapan-ungkapan Judy Hopps dan bagaimana sukses atau tidak suksesnya tindak ilokusi pada ungkapan-ungkapan Judy Hopps yang mempengaruhi pendengar dalam menampilkan efek dari tindak ilokusi tersebut dari ungkapan Judy Hopps. Tindak ilokusi adalah melakukan suatu tindakan dengan mengatakan sesuatu. Ada lima jenis-jenis tindak ilokusi, yaitu: representative, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Film Zootopia adalah kisah tentang seekor kelinci, dia adalah Judy Hopps sebagai pemeran utama dalam film Zootopia. Dia adalah seekor kelinci yang idealistik, riang, optimis, dan kemudian dia ingin menjadi seorang polisi di kota Zootopia. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data penelitian ini dikumpulkan dari ungkapan-ungkapan yang berisi jenis tindak ilokusi, konteks tindak ilokusi dan ungkapan-ungkapan Judy Hopps yang mempengaruhi pendengar menampilkan efek dari tindak ilokusi tersebut dari ucapan Judy Hoops. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga belas ungkapan dalam bentuk representative yang dapat dikategorikan kedalam menyatakan suatu fakta, menuntut, kesimpulan, memberitahukan, menegaskan, dan melaporkan. Tiga belas ungkapan direktif dalam bentuk memerintah, pemesanan, meminta dengan tegas, bertanya, memohon dengan sangat dan meminta. Komisif muncul dalam bentuk melakukan, member, harapan, menolak, berharap, dan mengancam. Ekpresif muncul dalam bentuk memuji, menyesalkan, salam, menghina, meminta maaf, dan berpisah. Jenis terakhir dari tindakan ilokusi adalah deklaratif yang muncul dalam bentuk mengakui.  Kata kunci: film Zootopia, jenis-jenis tindak ilokusi, konteks, efek

Page 1 of 2 | Total Record : 11