cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya)
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25497715     EISSN : 25497715     DOI : -
Jurnal Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya) merupakan jurnal yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Budaya sebagai media publikasi ilmiah hasil penelitian dalam bidang bahasa, sastra, seni, dan budaya, termasuk pengajarannya. Terbit sebanyak empat kali setahun, yaitu pada bulan Januari, April, Juli, dan Oktober, dan diterbitkan hanya dalam format elektronik.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2018): Edisi Juli 2018" : 10 Documents clear
AN ANALYSIS OF RACHEL BERRY’S CHARACTER IN GLEE SEASON 2 USING MASLOW’S THE HIERARCHY OF NEEDS THEORY Nurhajar, Ayu Sukma; Sunggingwati, Dyah; Valiantien, Nita Maya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 2, No 3 (2018): Edisi Juli 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.537 KB) | DOI: 10.5281/ilmubudaya.v2i3.1149

Abstract

ABSTRACT Literary work today is not limited by written form such as novel and short story. Film can be considered as literary work as well due to its narrative device. Glee is an American series which takes social issues in each episode. This study is intended to analyse Rachel Berry?s character based on how she satisfies the hierarchy of needs and to show the characteristics of self-actualized person that she exhibits. The data of this study are taken from the dialogues and narrations from the series. This study uses Maslow?s the hierarchy of needs theory. The data are analysed using qualitative descriptive method. The results of this study show that Rachel Berry is a self-actualizer. Rachel Berry has satisfied the four lower level of needs (physiological needs, safety and security needs, love and belongingness needs, and esteem needs) before she reaches the pinnacle of the hierarchy of needs. Rachel Berry shows some characteristics of self-actualizer, which include an acceptance of her strengths and weaknesses, depends on herself for her satisfaction, has moments of peak experiences, has sympathy and empathy as well as is willing to help others, tends to select friends with similar quality as her own and has creativeness. Keywords: Glee, character, the Hierarchy of Needs Theory, self-actualization, self-actualized person  ABSTRAK Karya sastra hari ini tidak terbatas pada karya tertulis seperti novel atau cerita pendek. Film termasuk dalam karya sastra mengacu pada narasi yang digunakan. Glee adalah serial Amerika yang mengangkat isu-isu sosial pada setiap episodenya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa karakter Rachel Berry tentang bagaimana dia memenuhi segala kebutuhan dalam hierarki dan menunjukkan karakteristik dari seorang pengaktualisasi diri. Data-data diambil dari dialog dan narasi dalam serial Glee dan kemudian dianalisa menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori hierarki kebutuhan Maslow. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rachel Berry adalah seorang pengaktualisasi diri. Rachel telah memenuhi empat kebutuhan tingkat bawah dalam hierarki ( kebutuhan fisiologi, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan rasa memiliki dan kasih sayang, kebutuhan akan penghargaan) sebelum dia mencapai kebutuhan puncak dalam hierarki. Rachel Berry menunjukkan beberapa karakteristik seorang pengaktualisasi diri, yaitu menerima kelebihan dan kekurangan dirinya, bergantung pada dirinya sendiri, memiliki saat-saat peak-experiences, memiliki simpati dan empati serta kemauan untuk menolong orang lain, cenderung memilih teman yang memiliki kualitas yang sama dengan dirinya, dan memiliki kreativitas. Kata kunci: Glee, karakter, teori hierarki kebutuhan Maslow, aktualisasi-diri
CODE SWITCHING IN EASTERN PROMISES FILM Wahyudi, Rino Tri; Arifin, M. Bahri; Setyowati, Ririn
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 2, No 3 (2018): Edisi Juli 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.816 KB) | DOI: 10.5281/ilmubudaya.v2i3.1244

Abstract

ABSTRACTCode switching is one of interesting topics to be discussed nowadays as it is often encountered by anyone and anywhere in the present time. Code switching appears in many literary works, and one of them is in Eastern Promises film. Eastern Promises film contains code switching of three different languages including English, Russian, and Turkish, and there is also evidence that code switching phenomenon exists in crime film. In criminal situation, the language user performs code switching for particular purposes. This research focused on analyzing the types of code switching and the social factors triggering the characters in performing code switching through descriptive qualitative research. The result of this research showed that there were eighty-one types of code switching found by the researcher in Eastern Promises film. The researcher found three types of code switching performed by ten characters, those types are inter-sentential code switching, tag switching, and intra-sentential code switching. In addition, the researcher also found four social factors in every code switching practices, those social factors are participant, setting, topic, and function. The social factors triggering the ten characters in performing code switching in their utterances show that language variety of the ten characters is a result of relationship between language and social factors that occurs in society.Keywords: code switching, Eastern Promises film ABSTRAKAlih kode adalah salah satu topik yang menarik untuk dibahas dewasa ini sebagaimana alih kode sering ditemui oleh siapapun dan dimanapun di masa sekarang. Alih kode muncul di banyak karya sastra, dan salah satunya adalah di film Eastern Promises. Film Eastern Promises mengandung alih kode dari tiga bahasa berbeda termasuk Bahasa Inggris, Bahasa Rusia, dan Bahasa Turki, dan juga terdapat bukti bahwa fenomena alih kode dapat dijumpai di film yang bertemakan kejahatan. Dalam situasi kriminal, pengguna bahasa melakukan alih kode untuk tujuan-tujuan tertentu. Penelitian ini berfokus pada analisa jenis alih kode dan faktor-faktor sosial yang memicu para tokoh dalam melakukan alih kode melalui penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada delapan puluh satu jenis alih kode yang ditemukan peneliti di dalam film Eastern Promises. Peneliti menemukan tiga jenis alih kode yang digunakan oleh sepuluh tokoh, jenis-jenis tersebut adalah alih kode inter-sentential, alih kode tag, dan alih kode intra-sentential. Sebagai tambahan, peneliti juga menemukan empat faktor sosial di setiap peristiwa alih kode, faktor-faktor sosial tersebut adalah peserta, latar, topik, dan fungsi. Faktor-faktor sosial yang memicu kesepuluh tokoh dalam melakukan alih kode di dalam tuturan-tuturan mereka menunjukkan bahwa varietas bahasa dari sepuluh tokoh tersebut merupakan hasil dari hubungan antara bahasa dan faktor sosial yang terjadi di dalam masyarakat.Kata kunci: alih kode, film Eastern Promises
AN ANALYSIS OF MORAL DEVELOPMENT OF NIM ROUSE'S CHARACTER IN NIM'S ISLAND FILM Silalahi, Selvy Risma Asmianty; Kuncara, Singgih Daru; Wati, Erna
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 2, No 3 (2018): Edisi Juli 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.803 KB) | DOI: 10.5281/ilmubudaya.v2i3.1153

Abstract

ABSTRACTChildren?s literature is considered as one of the most prominent doorways for children to experience and expose the real world. Its influence on the child?s development and shaping of ideologies has been brought to the attention of many intellectuals and educationalists. Therefore, the researcher analyzed a main character?s moral development in this study. Moral development is important in children?s literature, where stories do not only focus on bizarre events, but, also on the individual personalities. The researcher analyzed the main character in the Nim?s island film, because the main character, Nim Rouse, was the only child who lived in an isolated island. The researcher used three different theories: the character identification by Jacob, moral development by Kohlberg, and cognitive theory by Piaget to analyze Nim Rouse character. These three theories helped the researcher in analyzing Nim Rouse?s moral and character development. This study showed that of all the six stages in Kohlberg?s moral development, Nim Rouse character only got through the first to the third stage due to the condition of the fourth to the sixth stage that only for the children who are having the social interaction with the outside world, which for Nim Rouse, she lived in an isolated island. Even so, the researcher saw that Nim Rouse character having well moral growth and development. She was able to develop emotions such as love, attention, and compassion for others.Keywords: Children?s Literature, Character Identification, Moral Development, Cognitive, Character Development  ABSTRAKSastra anak merupakan salah satu media yang paling penting dan populer bagi anak-anak dalam mengalami dan menjelajahi dunia nyata. Pengaruh sastra anak itu sendiri dalam perkembangan anak dan pembentukan ideologi mereka telah diteliti sekian lama oleh para intelektual dan pendidik. Oleh karenanya, penulis menganalisa perkembangan moral dari seorang karakter utama dalam studi ini. Mengingat perkembangan moral sangatlah penting dalam sastra anak, dimana cerita-ceritanya tidak hanya berfokus pada peristiwa-peristiwa menakjubkan tetapi juga pada sikap-sikap para individunya. Penulis menganalisa karakter utama difilm Nim?s Island bernama Nim Rouse, seorang anak yang tinggal di pulau terpencil. Penulis menggunakan teori identifikasi karakter Jacob, teori perkembangan moral Kohlberg, dan kognitif teori dari Piaget untuk menganalisa karakter Nim Rouse. Ketiga teori ini membantu penulis dalam menganalisa perkembangan moral Nim Rouse dan perkembangan karakter Nim Rouse itu sendiri. Studi ini menunjukkan bahwa dari keenam tingkatan perkembangan moral Kohlberg, karakter Nim Rouse hanya mengalami perkembangan moral dari tingkatan 1 sampai 3, dikarenakan tingkatan 4 sampai 6 hanya bisa dilewati bagi anak-anak yang mengalami interaksi sosial dengan dunia luar, sedangkan pada kasus Nim Rouse, ia hidup di pulau terpencil. Meskipun begitu, penulis melihat bahwa Nim Rouse mengalami pertumbuhan dan perkembangan moral yang baik. Ia mampu mengembangkan emosi-emosi seperti kasih sayang, perhatian, dan simpati terhadap orang lain. Kata Kunci: Sastra Anak, Identifikasi Karakter, Perkembangan Moral, Kognitif, Perkembangan Karakter
PERJUANGAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL PELABUHAN TERAKHIR KARYA ROIDAH: KAJIAN FEMINISME LIBERAL Rohtama, Yoga; Murtadlo, Akhmad; Dahlan, Dahri
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 2, No 3 (2018): Edisi Juli 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.892 KB) | DOI: 10.5281/ilmubudaya.v2i3.1147

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fakta cerita, bentuk ketidakadilan gender, dan perjuangan tokoh utama dalam novel Pelabuhan Terakhir karya Roidah. Novel Pelabuhan Terakhir menghadirkan tokoh utama yang mampu berjuang untuk mendapatkan kebebasan. Hal ini bertujuan untuk mengubah pemikiran Ayah dari tokoh utama bahwa perempuan bukan makhluk inferior tetapi juga makhluk superior. Bentuk ketidakadilan gender dan perjuangan tokoh utama ditinjau dari feminisme liberal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu untuk memperoleh informasi dan gambaran perjuangan tokoh utama berdasarkan feminisme liberal. Penelitian ini menggunakan pendekatan objektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketidakadilan gender yang terjadi pada tokoh utama karena telah tersubordinasi dari budaya patriarki dalam keluarga. Perjuangan tokoh utama berdasarkan feminisme liberal terdiri atas kebebasan dan kekuasaan. Kebebasan yang dimiliki tokoh utama menentukan pilihan yang dianggap benar dan berani bertanggung jawab atas pilihan tersebut. Kekuasaan dilakukan pada tokoh utama untuk mendapatkan wewenang dalam kehidupan.Kata Kunci: tokoh utama, novel, feminisme liberal  ABSTRACT The purpose of the this research is to describe the story in the Pelabuhan Terakhir novel by Roidah, which presents reality of the story, gender discrimination and the struggle of the main character. This novel tells the main character that tries to get freedom, where she wants to change her father?s thought. She thought that woman is not inferior person but woman is superior person. The researcher used liberal feminism to observe the gender discrimination and the struggle of the main character. This research used descriptive qualitative method, which this method showed the information and description of the main character through liberal feminism. This research used objective approach. The result of the research shows that gender discrimination toward the main character is caused by the influence of the patriarchy culture in her family. Based on liberal feminism, the struggle of the main character is consisting of freedom and power. Freedom is showed by the main character where she is able to determine her choice and is responsible for herself. Power is showed by the main character to get authority in her life.Keywords: main character, novel, liberal feminism
CHARACTER DEVELOPMENT OF AGATHA PRENDERGHAST IN CODY KIMMEL’s PARANORMAN NOVEL Nur Hasanah, Anisah; Natsir, Muhammad; Ariani, Setya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 2, No 3 (2018): Edisi Juli 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/ilmubudaya.v2i3.1156

Abstract

ABSTRACT Character development is change or growth process of personality of character that represents particular attributes. In this research, the researcher focused on characteristics and character development of a female antagonist, Agatha Prenderghast, in ParaNorman Novel by Elizabeth Cody Kimmel. This research used qualitative content analysis as the research design. This research also used two theories, they are Kenan?s Characterization Theory and Chatman?s Structuralism Theory. The result of the research showed five characteristics of Agatha character, they were violent, strange, hot-tempered, innocent and loving. The researcher also found influence of intrinsic elements on Agatha?s character development. First, plot showed her character development process that explains her condition from the beginning until the ending event. Second, setting showed her background where the places have the relation toward Agatha?s character development. Third, point of view showed her character development through two perspectives of two characeters which give bad and good impact toward her character development. Keywords: Character, character development, structuralism, intrinsic elements.  ABSTRAK Perkembangan karakter adalah proses perubahan dari kepribadian dari karakter itu sendiri yang menunjukkan sifat khusus. Dalam penelitian ini, peneliti memfokuskan pada karakteristik dan proses perkembangan dari karakter wanita Agatha Prenderghast dalam ParaNorman novel. Penelitian ini menggunakan konten analisis kualitatif yang mana menggunakan dua teori, yaitu teori karakterisasi dari Kenan dan teori struktural dari Chatman. Dalam penelitian, penulis menemukan 5 karateristik dari Agatha, yaitu bengis, aneh, pemarah, lugu dan penyayang, yang mana ditemukan melalui 4 indikator dari teori Karakterisasi Kenan. Penulis juga menemukan tiga intrinsik element yang mempengaruhi perkembangan karakter Agatha. Pertama, alur menunjukkan proses perkembangan karakter yang menjelaskan kondisi Agatha dari peristiwa awal hingga akhir. Kedua,  latar menunjukkan latar belakang Agatha dimana tempat-tempat tersebut mempunyai hubungan terhadap perubahan karakter Agatha. Ketiga, sudut pandang menunjukkan perkembangan karakter Agatha melalui dua perspektif dari dua karakter yang mana memberi pengaruh baik dan buruk terhadap perkembangan karakater Agatha.  Kata kunci: karakter, perubahan karakter, struktural, unsur intrinsik
ANALISIS DIKSI PUISI "WAJAH NEGERI KITA" KARYA M. ANWAR M.H Wilianti, Regina; Mursalim, Mursalim; Arifin, Syaiful
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 2, No 3 (2018): Edisi Juli 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.414 KB) | DOI: 10.5281/ilmubudaya.v2i3.1034

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan diksi atau pilihan kata yang digunakan pengarang pada suatu puisi yang diciptakan dan mendeskripsikan makna yang ingin disampaikan oleh pengarang pada setiap kata-kata yang digunakan sehingga puisi itu memiliki makna tertentu yang setiap pembacanya mengerti maksud dan tujuan yg ingin di sampaikan pengarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif ini mengacu pada metode deskripsi, yaitu suatu metode yang tertuju pada usaha pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang, karena dalam penelitian ini dilakukan pendeskripsian pada sebuah puisi ?Wajah Negeri Kita? karya M.Anwar M.H dan data yang disajikan dalam penelitian ini berupa data yang berbentuk frase dan kalimat, bukan dalam angka. Setelah data diperoleh dan dianalisis, terdapat diksi atau pilihan kata yang ada dalam puisi ?WajahNegeri Kita? Karya M. Anwar M.H yaitu (1) ditinjau dari segi diksi atau pilihan kata, (2) unsur makna yang terkandung pada puisi ?Wajah Negeri Kita? puisi yang menggambarkan nilai social dan keadaan negeri kita saat ini. Bahasa yang digunakan dalam puisi ?Wajah Negeri Kita? yaitu bahasa-bahasa yang mudah di pahami sehingga tidak menyulitkan pembaca. Dalam puisi ?Wajah Negeri Kita? Karya M. Anwar M.H terdapat unsur diksi dan makna. Unsur diksi sangat berperan penting karena keunggulan puisi terdapat pada pemilihan kata yang unik dan tepat sehingga menarik perhatian pembaca. Unsur makna digunakan pengarang yakni bergambar pesan yang disampaikan dengan mudah dipahami oleh pembaca. Pada puisi ini pengarang berhasil menciptakan suatu puisi yang menarik dengan mengunakan pemilihan kata yang sederhana sehingga dapat dipahami pembaca.
MAKNA SIMBOLIK MAPPASIKARAWA DALAM PERNIKAHAN SUKU BUGIS DI SEBATIK NUNUKAN Seliana, Seliana; Arifin, Syaiful; Rijal, Syamsul
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 2, No 3 (2018): Edisi Juli 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.72 KB) | DOI: 10.5281/ilmubudaya.v2i3.1145

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan simbol-simbol dan makna dalam tradisi mappasikarawa pernikahan suku Bugis di Sebatik Nunukan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dan pendekatan kualitatif. Data dan sumber data dalam penelitian ini adalah informan sebagai sumber memperoleh data. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan rekaman. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis secara makna denotatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tradisi mappasikarawa terdapat beberapa makna simbolik, pertama simbol-simbol yang terdapat dalam tradisi mappasikarawa yaitu, jempol/ibu jari, jabat tangan, pangkal lengan, hidung, leher, dada, telinga, perut, dan ubun-ubun. Kedua, makna melalui teori makna yaitu makna denotatif. Semua simbol tersebut memiliki makna yang sangat erat hubungannya dengan kehidupan dan aktivitas sehari-hari masyarakat Bugis. Masyarakt Bugis yakin bahwa simbol dalam tradisi mappasikarawa tersebut merupakan makna yang sakral.Kata kunci: tradisi, mappasikarawa, makna  ABSTRACT This study aims to describe the symbols and meaning in the tradition of marriage mappasikarawa Bugis tribe in Sebatik Nunukan. The type of research used is field research and qualitative approach. Data and data sources in this study are informants as a source of data. Data collection techniques used were observation, interview, and recording techniques. Data analysis technique using analysis technique with denotative mean. The results showed that in mappasikarawa tradition there are some symbolic meanings, first the symbols contained in mappasikarawa tradition that is, thum, handshake, arm base, nose, neck, chest, ear, stomach, and crown. Second, meaning through the theory of meaning is denotative meaning. All of these symbols have meaning that is very closely related to the life and daily activities of Bugis society. The Bugis community is convinced that the symbol in the mappasikarawa tradition is a sacred meaning.Keywords: tradition, mappasikarawa, meaning
PSYCHOSOCIAL DEVELOPMENT OF ANNA FITZGERALD IN MY SISTER’S KEEPER NOVEL BY JODI PICOULT Meriska, Ayu; Sili, Surya; Wati, Erna
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 2, No 3 (2018): Edisi Juli 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.349 KB) | DOI: 10.5281/ilmubudaya.v2i3.1380

Abstract

Commonly, parents decide to have children to complete their live as part of their family. Then, how about the parents who have another reason with the presence of their children? It can make the children to have different thinking with other and it can make the children wonder about their true status or identity in family. It is because parents and their children do not have the similar purpose in their family. This situation happened in My Sister?s Keeper novel. The researcher choose to analyse Anna Fitzgerald in the novel because the life of family in My Sister?s Keeper novel was not like other family in general. The researcher analysed Anna Fitzgerald?s character through two theories to find out her identity. Erikson?s psychosocial development in the fifth stage was used to analyse of how Anna Fitzgerald got through the development as thirteen years old children in defining her own identity, successfully or not. It was because this stage discusses about the process of finding the true identity. Meanwhile, the researcher used Bowlby?s attachment theory to analyse of Anna?s relationship with her mother. Also, in this theory, the researcher only used one characteristic (proximity maintenance) to know about factor that influence of Anna?s position in Erikson?s fifth stage. This research was aimed to find out about the identity in fifth stage of psychosocial development of a child who lived uncommon situation and the factor that influenced her identity. The result of this research showed that Anna psychosocially experienced role confusion because she failed to know about her true identity. This situation influenced Anna?s relationship with her mother. As a result, she did not have fidelity as her basic virtue. Anna did not get the sense of safety and comfort from her relationship with Sara, as mother-daughter relationship.  Key words: Psychosocial Development, Attachment Theory
THE REFLECTION OF REJECTION AS SEEN IN HELEN’S CHARACTER OF BESIDE MYSELF BY ANN MORGAN Sari, Kumala; Kuncara, Singgih Daru; Lubis, Indah Sari
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 2, No 3 (2018): Edisi Juli 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.56 KB) | DOI: 10.5281/ilmubudaya.v2i3.1148

Abstract

ABSTRACTRejection issue is one of the realities in society that can be reflected in literary work. It happens when one individual does not accept other individual and not showing any kindness such as loving and caring. Someone that was rejected by other people usually being excluded and ignored by others. Meanwhile in social life, people need to be accepted and acknowledged by others so they will feel appreciated. Rejection unconciously happened in our society. One of the literary works that represent rejection issue is a novel by Ann Morgan entitled Beside Myself. The rejection issue in that novel can be analyzed through Helen?s character. This research belonged to qualitative research with content analysis as its data analysis technique. This research focused on rejection issue that appeared in Helen?s character through the narrations and dialogues of the characters in the novel. This research used IPARTheory from Ronald P.Rohner as the reference in analyzing Helen?s character. The result of this research showed that Helen received all the rejection acts from the people around her, especially her mother. Helen has eight out of nine rejection effects as the result of being rejected by people around her.  Keywords: Acceptance, Rejection, IPARTheory, Beside Myself novel  ABSTRAKIsu penolakan merupakan salah satu kenyataan di masyarakat yang dapat direfleksikan dalam karya sastra. Isu ini terjadi bila seseorang tidak menerima seorang yang lainnya dan tidak menunjukkan keramahan terhadap orang tersebut, seperti rasa cinta dan kepedulian. Seseorang yang ditolak oleh orang lainnya biasanya dikucilkan dan diabaikan oleh orang lain. Sementara, dalam kehidupan bermasyarakat, manusia butuh untuk diterima dan diakui oleh manusia lainnya sehingga mereka akan merasa dihargai. Isu penolakan ini secara tidak sadar telah terjadi di kehidupan masyarakat kita. Salah satu karya sastra yang merepresentasikan mengenai isu penolakan adalah novel karya Ann Morgan berjudul Beside Myself. Isu penolakan tersebut dapat di analisis melalui karakter Helen. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menganalisis isi novel sebagai teknik analisanya. Penelitian ini fokus pada isu penolakan yang muncul dalam karakter Helen yang dapat diketahui melalui narasi dan percakapan para tokoh di dalam novel. Penelitian ini menggunakan IPARTheory dari Ronald P.Rohner sebagai acuan dalam menganalisa karakter Helen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Helen menerima semua tindakan penolakan dari orang-orang di sekitarnya, terutama ibunya. Helen memiliki delapan dari sembilan efek penolakan sebagai hasil penolakan dari orang-orang disekitarnya. Kata Kunci: Penerimaan, Penolakan, IPARTheory, novel Beside Myself
ANALISIS KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL BERTEMAN DENGAN KEMATIAN CATATAN SI GADIS LUPUS KARYA SINTA RIDWAN Amran, Amran; Mursalim, Mursalim; Rokhmansyah, Alfian
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 2, No 3 (2018): Edisi Juli 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.778 KB) | DOI: 10.5281/ilmubudaya.v2i3.1165

Abstract

Novel Berteman Dengan Kematian merupakan novel yang berisikan seorang wanita terkena lupus. Keberadaan disebagian masyarakat memberikan nilai yang positif dan memiliki daya tarik tersendiri. Salah satunya adalah Novel Berteman Dengan Kematian Karya Sinta Ridwan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur dan kepribadian tokoh utama dalam novel Berteman Dengan Kematian Karya Sinta Ridwan. Penelitian ini akan mendeskripsikan kepribadian tokoh utama di dalam novel Berteman Dengan Kematian. Data yang dikumpulkan semata-mata bersifat deskriptif sehingga tidak bermaksud mencari penjelasan, menguji hipotesis, membuat prediksi, maupun mempelajari implikasi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa kepribadian tokoh utama yang terkandung dalam novel Berteman Dengan Kematian Karya Sinta Ridwan adalah pertama approach-approach Sinta Bimbang harus memilih kuliah atau menikah. Kedua approach-avoidance conflict sinta mulai berpikir untuk bekerja jika hal itu terjadi dan dia mulai mencoba menerima. Ketiga avoidance-avoidance conflict. Keempat multiple approach-avoidance conflict

Page 1 of 1 | Total Record : 10